Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Interpreting Psalm 22: Collective Suffering and National Hope in the Indonesian Context Tanasyah, Yusak; Hutapea, Jusuf; Kurniawan, Mieke Cynthia
Indonesian Journal of Religious Vol. 8 No. 1 (2025): Indonesian Journal of Religious, Vol.8, No.1 (April 2025)
Publisher : LPPM - Sekolah Tinggi Teologi Indonesia Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46362/ijr.v8i1.36

Abstract

This article explores the significance of Psalm 22, particularly the poignant cry, "My God, my God, why have you forsaken me?" and its theological implications, both within the context of the psalm itself and its fulfillment in the crucifixion of Jesus Christ. By employing a theological-exegetical method, the study analyzes the psalm's literary structure and theological themes, particularly the expression of divine abandonment. The article then connects these themes to the Passion narratives in the New Testament, highlighting how Jesus' cry from the cross directly references and fulfills the prophetic words of Psalm 22. Furthermore, the paper incorporates insights from key theologians such as Bonhoeffer and Moltmann to explore the doctrine of a suffering God, emphasizing divine empathy in human suffering. The study extends to interfaith dialogue in Indonesia, examining how religious communities navigate social differences and contribute to fostering peace and tolerance through dialogue. By combining theological reflection with sociological analysis, the article underscores the importance of interfaith dialogue as a tool for promoting social cohesion and addressing religious intolerance. This paper contributes to both theological scholarship and interfaith studies by offering a comprehensive analysis of the intersection between suffering, redemption, and social harmony in the context of Psalm 22.
Karakter Kepemimpinan Pemuda Kristen: Peran Pendidikan Agama Kristen Gereja Meningkatkan Kepemimpinan Spiritualitas Tarore, Renita Novia; Tanasyah, Yusak; Basuki, Eko; Setiawan, Ruthnawaty
Indonesian Journal of Religious Vol. 6 No. 2 (2023): Indonesian Journal of Religious, Vol.6, No.2 (October 2023)
Publisher : LPPM - Sekolah Tinggi Teologi Indonesia Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46362/ijr.v6i2.58

Abstract

The role of the church is crucial in nurturing Christian education to enhance spiritual leadership among youth. This study examines the characteristics of Christian leadership in youth and the church's role in providing religious education to foster spiritual leadership. Using a qualitative approach, this research explores how the church can effectively support the development of spiritual leadership qualities such as integrity, humility, and empathy in youth. The findings reveal that the church plays a significant role in shaping the spiritual and moral guidance of young individuals, equipping them with the skills and values necessary for spiritual leadership. The study also emphasizes the importance of mentorship, community involvement, and experiential learning as key strategies for nurturing young Christian leaders. By investing in the spiritual development of youth, the church can contribute to the growth of future leaders with a strong faith foundation and a commitment to serve their communities.   Peran gereja sangat penting dalam membina pendidikan Kristen untuk meningkatkan kepemimpinan spiritual di kalangan Pemuda. Penelitian ini mengkaji tentang karakteristik kepemimpinan Kristen pada Pemuda dan peran gereja dalam memberikan pendidikan agama untuk menumbuhkan kepemimpinan spiritual. Melalui pendekatan kualitatif, penelitian ini mengeksplorasi bagaimana gereja dapat secara efektif mendukung pengembangan kualitas kepemimpinan spiritual seperti integritas, kerendahan hati, dan empati pada Pemuda. Temuan-temuan ini mengungkapkan bahwa gereja memainkan peran penting dalam membentuk pedoman spiritual dan moral individu muda, membekali mereka dengan keterampilan dan nilai-nilai yang diperlukan untuk kepemimpinan spiritual. Studi ini juga menekankan pentingnya pendampingan, keterlibatan komunitas, dan pembelajaran berdasarkan pengalaman sebagai strategi utama untuk membina pemimpin muda Kristen. Dengan berinvestasi dalam pengembangan rohani Pemuda, gereja dapat berkontribusi pada pertumbuhan pemimpin masa depan yang mempunyai dasar iman yang kuat dan berkomitmen untuk melayani komunitas mereka.
Sumbangsih Pendidikan Israel Kuno Dalam Pendidikan Agama Kristen Pada Anak Singal, Youke L.; Tanasyah, Yusak; Malau, Maya; Bulan, Susanti Embong
Harati: Jurnal Pendidikan Kristen Vol 3 No 1 (2023): HaratiJPK: April
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Kristen IAKN Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54170/harati.v3i1.126

Abstract

This study explores the contribution of education in ancient Israel and its application to Christian education for children today. The study begins by examining the education system in ancient Israel, including the role of parents, religious leaders, and formal institutions in imparting knowledge and moral teachings. Taking lessons from the ancient Israelites, the study then explores how these principles can be applied to Christian education today. It examines the role of parents, teachers, and the church community in fostering a nurturing and holistic educational environment. It also investigates the use of Scripture, prayer, worship, and ministry to engage children in their faith journey. The purpose of this study emphasizes the value of integrating educational wisdom and practices in ancient Israel into modern Christian education. By adopting a holistic approach that combines Scripture, experiential learning, community engagement, and character building, Christian educators can provide a solid foundation for children to develop lifelong faith, moral values, and a living relationship with God. This study used a literature review research method that investigated books and journals related to ancient Israeli education. Studi ini mengeksplorasi kontribusi pendidikan di Israel kuno dan penerapannya pada pendidikan Kristen untuk anak-anak saat ini. Studi dimulai dengan mengkaji sistem pendidikan di Israel kuno, termasuk peran orang tua, pemimpin agama, dan lembaga formal dalam menyampaikan pengetahuan dan ajaran moral. Mengambil pelajaran dari bangsa Israel kuno, penelitian ini kemudian mengeksplorasi bagaimana prinsip-prinsip ini dapat diterapkan pada pendidikan Kristen saat ini. Ini mengkaji peran orang tua, guru, dan komunitas gereja dalam membina lingkungan pendidikan yang mengasuh dan holistik. Itu juga menyelidiki penggunaan Kitab Suci, doa, ibadah, dan pelayanan sebagai sarana untuk melibatkan anak-anak dalam perjalanan iman mereka. Tujuan dari penelitian ini menekankan nilai integrasi kebijaksanaan dan praktik pendidikan di Israel kuno ke dalam pendidikan Kristen modern. Dengan mengadopsi pendekatan holistik yang menggabungkan Kitab Suci, pengalaman belajar, keterlibatan masyarakat, dan pembentukan karakter, pendidik Kristen dapat memberikan landasan yang kokoh bagi anak-anak untuk mengembangkan iman seumur hidup, nilai-nilai moral, dan hubungan yang hidup dengan Tuhan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kajian pustaka yang menyelidiki buku-buku dan jurnal yang berkaitan dengan pendidikan Israel kuno.
Peran Guru Pendidikan Agama Kristen dan Efektifitas Pembelajaran di Masa Pandemi dalam Mengembangkan Karakter Peserta Didik Tanasyah, Yusak; Singal, Youke; Mariana, Eta
Basileus Eirene: Jurnal Agama dan Pendidikan Vol 4 No 1 (2025)
Publisher : Basilius Eirene Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63436/bejap.v4i1.89

Abstract

Pada tahun 2019 menyebarnya penyakit yang dinamai Covid-19 diseluruh dunia, dan masuk di Indonesai pada bulan maret 2020, menanggapi situasi yang sangat genting pemerintah Indonesai beserta Kementrian Pendidikan dan Kebudaayaan mengambil kebijakan dengan memberlakukan libur (work At Home) untuk mengantisipasi terjadinya penyebaran luas dari penyakit Covid-19. Pandemi adalah epidemi yang terjadi saat ini sangat memberikan dampak yang sangat merugikan bangsa Indonesia bahkan mancanegara. Diketahui pada akhir tahun 2019 telah terjadi adanya virus yang membahayakan bahkan dapat mematikan manusia. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui peran guru pendidikan agama kristen dan efektifitas pembelajaran di masa pandemi dalam mengembangkan karakter peserta didik. Metode yang digunakan adalah kualitatif. Hasil dari penelitian ini yaitu guru harus dapat meningkatkan kualitas dan kompetensinya di bidang pendidikan dan kerohanianya. Guru juga harus menganali peserta didiknya, serta mampu meningkatkan pengetahuan, karakter peserta didik secara holistik, sebagaimana yang sudah di tetapkan oleh peraturan menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Pasal 1, ayat 1 tentang bagaimana tugas Guru dan Dosen itu sangat besar. Setiap Guru menjadi teladan bagi peserta didik karena guru adalah model bagi mereka yang mengidolakan guru tersebut.
Tantangan Pendidikan Kristen di Tengah Kehadiran Gereja dan Solusinya Bagi Sekolah Menengah Atas Dhandi, Gabriel; Tanasyah, Yusak; Sutrisno
Skenoo : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 3 No. 1 (2023): Juni
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Tabernakel Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55649/skenoo.v3i1.51

Abstract

Kehadiran gereja yang beragam di Indonesia merupakan suatu kebanggaan tersendiri bagi orang percaya. Tetapi hal ini juga dapat menjadi suatu kendala atau tantangan bagi pendidikan Kristen di sekolah. Salah satu pertanyaan perihal doktrinal, aliran sinode mana yang digunakan dalam pendidikan Kristen di sekolah? Bentuk liturgi mana yang akan dipakai saat mengajar pendidikan Kristen di sekolah? Dari sudut pola pengajaran, pola mana yang dipakai? Pola vertikal (evangelical church) atau pola horizontal (ekumenical church)? Karena itu tujuan dari penelitian ini disusun untuk menunjukkan solusi bagi pendidikan Kristen yaitu untuk mencapai tujuan dasar dari pendidikan Kristen tetap berjalan dan tercapai, sekalipun berada di tengah-tengah doktrin dan aliran gereja yang beragam. Metode kualitatif dengan pendekatan literature research, digunakan dalam penelitian ini. Kesimpulan yang didapatkan, pelaksanaan pendidikan Kristen di sekolah harus dengan tujuan dan motivasi yang benar, bersifat terbuka, dapat menerima semua perbedaan  dan keanekaragaman gereja agar tercapai kesatuan dan keesaan gereja di Indonesia.
Child Sacrifice in the Book of Leviticus: A Comparative Study with Ancient Near Eastern Practices Tanasyah, Yusak; George, Alexi E.
MODERATE: Journal of Religious, Education, and Social Vol. 3 No. 1 (2025): MODERATE: Journal of Religious, Education, and Social (November 2025)
Publisher : Perkumpulan Teolog Agama Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46362/moderate.v3i1.20

Abstract

Child sacrifice, a deeply disturbing yet widespread ritual in the Ancient Near East, represents one of the most striking contrasts between Israelite and pagan religious thought. This study explores the prohibition of child sacrifice in Leviticus 18:21 and 20:2–5 as a theological and ethical response to the death-centered cults surrounding ancient Israel. Employing a comparative-historical and exegetical approach, this research examines how the Levitical text redefines holiness, sacrifice, and divine justice within the wider Ancient Near Eastern context. The findings demonstrate that Leviticus transforms the logic of sacrifice from appeasement by destruction to covenantal communion grounded in life and obedience. This shift reveals a moral revolution in biblical theology—where holiness is not separation for privilege but participation in God’s life-giving justice. The study further argues that Leviticus’ rejection of Molech worship constitutes an enduring theological protest against all systems, ancient or modern, that exploit or destroy human life for ideological gain. Ultimately, Leviticus articulates a theology of life that unites divine worship with the protection of humanity, offering a prophetic vision profoundly relevant to today’s moral and technological world. Contribution:  This study contributes to biblical theology by demonstrating that Leviticus redefines the ancient logic of sacrifice into a moral theology of life, where holiness is expressed through justice, compassion, and the preservation of human dignity. It further offers a contemporary ethical framework that challenges modern societies to resist every form of dehumanizing ideology—the “modern Molechs”—by reaffirming the inseparable bond between divine worship and the sanctity of life.   Pengorbanan anak, sebuah ritual yang sangat mengerikan namun tersebar luas di wilayah Timur Dekat Kuno, merupakan salah satu kontras paling mencolok antara pemikiran religius bangsa Israel dan bangsa-bangsa kafir. Penelitian ini menelaah larangan terhadap pengorbanan anak dalam Imamat 18:21 dan 20:2–5 sebagai respons teologis dan etis terhadap kultus-kultus yang berpusat pada kematian di sekitar Israel kuno. Dengan menggunakan pendekatan komparatif-historis dan eksegetis, penelitian ini mengkaji bagaimana teks Imamat mendefinisikan ulang makna kekudusan, korban, dan keadilan ilahi dalam konteks luas dunia Timur Dekat Kuno. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kitab Imamat mengubah logika pengorbanan dari penenangan melalui penghancuran menjadi persekutuan perjanjian yang berlandaskan pada kehidupan dan ketaatan. Perubahan ini mengungkapkan adanya revolusi moral dalam teologi biblika—di mana kekudusan tidak lagi berarti pemisahan demi keistimewaan, melainkan partisipasi dalam keadilan Allah yang memberi kehidupan. Penelitian ini juga berpendapat bahwa penolakan terhadap penyembahan Molekh dalam Imamat merupakan protes teologis yang abadi terhadap semua sistem—baik kuno maupun modern—yang mengeksploitasi atau menghancurkan kehidupan manusia demi keuntungan ideologis. Pada akhirnya, kitab Imamat menegaskan teologi kehidupan yang mempersatukan penyembahan kepada Allah dengan perlindungan terhadap kemanusiaan, menawarkan visi profetik yang sangat relevan bagi dunia moral dan teknologi masa kini. Kontribusi: Penelitian ini memperkaya teologi biblika dengan menafsirkan kitab Imamat sebagai transformasi dari logika korban kuno menjadi teologi moral kehidupan, di mana kekudusan terwujud dalam keadilan, belas kasih, dan penghormatan terhadap martabat manusia. Studi ini juga menawarkan kerangka etika modern yang menegaskan hubungan erat antara ibadah kepada Allah dan kesucian hidup sebagai perlawanan terhadap ideologi-ideologi yang mendehumanisasi.
Christian Religious Education Strategies for Early Childhood in Fostering Knowledge of God in Schools Setiawan, Ruthnawaty; Saukotta, Dunant Frederick; Risakotta, Margreth Luciyanna; Tanasyah, Yusak
Journal of Religious and Socio-Cultural Vol 4 No 2 (2023): Journal of Religious and Socio-Cultural Vol.4 No.2 (October 2023)
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Widya Agape dan Perkumpulan Teolog Agama Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46362/jrsc.v4i2.209

Abstract

This study aims to identify and analyze Christian religious education strategies that are effective in fostering knowledge of God in early childhood. Early childhood is a critical phase of development in which the foundations of character and moral values are formed. Christian religious education at this stage is considered an important factor in shaping a child's understanding of the existence of God. This study explores effective strategies of Christian religious education targeted at early childhood, with an emphasis on instilling a deep understanding of God. The aim is to provide practical insights and guidance for educators and stakeholders investing in the spiritual development of young learners. This research uses a qualitative approach with literature research methods. Recognizing the formative nature of early experiences, the focus is on creating an environment that encourages spiritual growth, instills Christian values, and fosters a personal relationship with God. This exploration advocates the integration of age-appropriate methods, engaging activities, and supportive communities to build a strong foundation for the development of a child's understanding of God in the school environment.
Optimalisasi Interaksi Anak Autis Melalui Kegiatan Bermain Di Rumah Belajar Epiginosko, Tangerang Selatan Barus, Ronaganta; Tanasyah, Yusak; Solaiman, Yugianti; Winda, Tan; Pasaribu, Damaria
SERVIRE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 3 No 2 (2023): SERVIRE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (Oktober 2023)
Publisher : Indonesia Christian Religion Theologians Association and Widya Agape School of Theology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46362/servire.v3i2.206

Abstract

Education is a very important thing for all children in Indonesia. Education is a conscious and planned effort to realize learning and the learning process, so that students actively develop their potential. Education is needed by all children in Indonesia, including children with autism. Autism is a child who has psychomotor disorder, which makes it difficult for autistic children to interact with their social environment. Therefore, the authors want to do research on autistic children. Where the research was conducted to see changes in the interaction of autistic children through play activities. This research was carried out in the form of direct research, or qualitative methods of experimental phenomena. Where children are examined directly through play activities. Literature Review is also used in this study, to strengthen the arguments set. Literature Review also helps to compile and provide opinions in this writing. The time of this research was carried out within a period of three months. The success of this method will be seen through changes in the child. The method used was also a single research method (in 1 child). The research location was conducted at the Epiginosko Alam Sutra Learning House. Change in children is the ultimate goal in this study. Children are expected to be able to interact in their social environment. Pendidikan merupakan suatu hal yang sangat penting pada seluruh anak di Indonesia. Pendidikan merupakan usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan belajar dan proses pembelajaran, agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya. Pendidikan di butuhkan oleh semua anak di Indonesia, termasuk anak autis. Autis merupakan anak yang memiliki gangguan psikomotorik, yang membuat anak autis cenderung sulit untuk berinteraksi dengan lingkungan sosialnya. Oleh karena itu, penulis ingin melakukan penelitian pada anak autis. Dimana penelitian itu di lakukan untuk melihat perubahan interaksi anak autis melalui kegiatan bermain. Penelitian ini di lakukan dalam bentuk penelitian langsung, atau metode kualitatif fenomena eksperimen. Dimana anak di teliti secara langsung melalui kegiatan bermain. Kajian Pustaka juga di gunakan dalam penelitian ini, untuk memperkuat argumen-argumen yang di tetapkan. Kajian Pustaka juga membantu untuk Menyusun dan memberikan pendapat dalam penulisan ini. Waktu penelitian ini pun di lakukan dalam kurun waktu tiga bulan. Keberhasilan pada metode ini akan di lihat melalui perubahan pada anak tersebut. metode yang di gunakan pun metode penelitian tunggal (pada 1 anak). Lokasi penelitian dilakukan di Rumah Belajar Epiginosko Alam Sutra. Perubahan pada anak adalah tujuan akhir dalam penelitian ini. Anak diharapkan mampu berinteraksi dalam lingkungan sosialnya.
Efforts to Motivate Youth Indonesian Christian Church of the Royal Family, Salatiga, Central Java in Spiritual Maturity Kristanti, Kartika Dewi; Tanasyah, Yusak; Risakotta, Margreth Luciyanna; Kurniawan, Mieki Cynthia
SERVIRE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 1 (2024): SERVIRE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (April 2024)
Publisher : Indonesia Christian Religion Theologians Association and Widya Agape School of Theology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46362/servire.v4i1.207

Abstract

This study examines the various efforts undertaken by the Indonesian Christian Church of the Royal Family in Salatiga, Central Java, to foster spiritual maturity among its youth members. Recognizing the pivotal role of youth in the church's future, the church employs a multifaceted approach to ensure their spiritual growth and active participation in religious life. Key strategies include structured Bible study programs, youth fellowship activities, leadership training, and community service projects. The church also emphasizes the importance of mentorship, with older, spiritually mature members guiding the younger generation. These efforts are designed to address the unique spiritual needs of young people, providing them with a supportive environment where they can explore their faith, develop a personal relationship with God, and grow in their understanding of Christian principles. The effectiveness of these initiatives is evaluated through qualitative methods, including interviews and participant observation, revealing significant positive impacts on the spiritual lives of the youth. This research contributes to the broader discourse on youth ministry by highlighting successful practices that can be replicated in similar contexts to nurture spiritual maturity among young Christians.
Pelatihan Pengembangan Kemampuan Sosial Dan Emosional Anak Usia Sekolah Di Yayasan Paguyuban Cikahuripan Nusantara Hutahean, Mangala Batara; Setiawan, Ruthnawaty; Setiawan, Samuel Tanasyah; Tanasyah, Yusak; Putrawan, Bobby Kurnia
SERVIRE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4 No 2 (2024): SERVIRE: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (Oktober 2024)
Publisher : Indonesia Christian Religion Theologians Association and Widya Agape School of Theology

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46362/servire.v4i2.249

Abstract

This Community Service activity aims to develop the social and emotional skills of children at the Cikahuripan Nusantara Association Foundation through the implementation of various innovative and participatory educational strategies. The program includes a series of activities designed to improve communication skills, empathy, emotion management, and cooperation among children. The methodology used in the program involves a participatory approach that involves children, teachers, and parents in a variety of activities, including role-playing, group discussions, and collaborative projects. This activity is carried out regularly with periodic supervision and evaluation to measure children's development. The results of this activity show that a holistic and inclusive approach can significantly improve children's social and emotional skills. Children who are involved in the program show improvement in communicating effectively, showing empathy for others, managing emotions better, and working together in a team. The conclusion of this activity is that development strategies that involve a collaborative approach and active support from families and communities can have a significant positive impact on children's social and emotional development. The program not only improves the quality of children's social interactions but also strengthens the bonds between children, families, and communities. The implementation of this strategy is expected to be adopted by other educational institutions as a model to improve children's overall welfare and development. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk mengembangkan kemampuan sosial dan emosional anak-anak di Yayasan Paguyuban Cikahuripan Nusantara melalui penerapan berbagai strategi pendidikan yang inovatif dan partisipatif. Program ini mencakup serangkaian kegiatan yang dirancang untuk meningkatkan keterampilan komunikasi, empati, pengelolaan emosi, dan kerjasama di kalangan anak-anak. Metodologi yang digunakan dalam program ini melibatkan pendekatan partisipatif yang mengikutsertakan anak-anak, guru, dan orang tua dalam berbagai aktivitas, termasuk permainan peran, diskusi kelompok, dan proyek kolaboratif. Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin dengan pengawasan dan evaluasi berkala untuk mengukur perkembangan anak-anak. Hasil dari kegiatan ini menunjukkan bahwa pendekatan yang holistik dan inklusif dapat secara signifikan meningkatkan kemampuan sosial dan emosional anak-anak. Anak-anak yang terlibat dalam program ini menunjukkan peningkatan dalam berkomunikasi secara efektif, menunjukkan empati terhadap orang lain, mengelola emosi dengan lebih baik, dan bekerja sama dalam tim. Kesimpulan dari kegiatan ini adalah bahwa strategi pengembangan yang melibatkan pendekatan kolaboratif dan dukungan aktif dari keluarga serta komunitas dapat memberikan dampak positif yang signifikan terhadap perkembangan sosial dan emosional anak-anak. Program ini tidak hanya meningkatkan kualitas interaksi sosial anak-anak tetapi juga memperkuat ikatan antara anak, keluarga, dan komunitas. Implementasi strategi ini diharapkan dapat diadopsi oleh lembaga pendidikan lainnya sebagai model untuk meningkatkan kesejahteraan dan perkembangan anak secara keseluruhan.