Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Abdimas Dewantara

Pemberdayaan komunitas Cendekia Muda Indonesia melalui pelatihan konten YouTube Elyas Djufri; Trio Ardhian; Bestiana Nizhomi; Syarief Fajaruddin
ABDIMAS DEWANTARA Vol 6 No 2 (2023): Article in Press
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/ad.v6i2.15597

Abstract

Kegiatan ini bertujuan untuk memberdayakan komunitas cendekia muda Indonesia (CMI) di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dengan melalui pelatihan pembuatan konten YouTube. Metode kegiatan menggunakan pendekatan kualitatif dengan pelatihan yang mencakup pengetahuan dasar pembuatan konten YouTube, penggunaan peralatan dan teknologi, serta keterampilan presentasi dan komunikasi. Hasilnya menunjukkan bahwa melalui pelatihan yang intensif, komunitas cendekia muda mampu meningkatkan keterampilan mereka dalam menghasilkan konten menarik di YouTube. Konten-konten tersebut beragam, seperti tutorial sains, ulasan buku, diskusi panel, dan dokumenter pendidikan. Pemberdayaan komunitas cendekia muda ini berdampak positif secara signifikan. Pertama, mereka mampu menginspirasi dan memberikan wawasan baru kepada pemirsa YouTube tentang sains, pendidikan, dan inovasi. Kedua, kolaborasi dan saling belajar antaranggota memperkuat jejaring sosial komunitas ini.Pengabdian ini berkontribusi pada pemberdayaan komunitas cendekia muda di DIY serta meningkatkan pemahaman tentang potensi platform YouTube dalam penyebaran pengetahuan dan inovasi. Hasilnya diharapkan dapat menjadi landasan untuk program serupa di komunitas lain dan menjadi inspirasi bagi pihak terkait untuk terus mendukung pemberdayaan cendekia muda di Indonesia.   Empowering Indonesia's Young Scholar Community through YouTube content training   Abstract: This activity aims to empower the Indonesian young scholars (CMI) community in the Special Region of Yogyakarta (DIY) through YouTube content creation training. The activity method used a qualitative approach with training covering basic knowledge of YouTube content creation, use of equipment and technology, as well as presentation and communication skills. The results show that through intensive training, the young scholar community was able to improve their skills in producing interesting content on YouTube. The contents are diverse, such as science tutorials, book reviews, panel discussions, and educational documentaries. The empowerment of this community of young scholars has had a significant positive impact. First, they are able to inspire and provide YouTube viewers with new insights into science, education, and innovation. Second, collaboration and mutual learning between members strengthen the social network of this community. This service contributes to the empowerment of young scholar communities in DIY as well as increasing understanding of the potential of the YouTube platform in the dissemination of knowledge and innovation. The results are expected to serve as a foundation for similar programs in other communities and inspire relevant parties to continue supporting the empowerment of young scholars in Indonesia.
Pemanfaatan limbah kulit buah durian menjadi biobriket sebagai bahan bakar alternatif terbarukan Marwanti, Endah; Ardhian, Trio; Megawati, Ida; Wardani, Kristi; Al Masjid, Akbar; Amanati, Ifitiah Ari; Nisaa’, Mutiara An; Murniati, Ira
ABDIMAS DEWANTARA Vol 8 No 2 (2025): Article in Press
Publisher : Universitas Sarjanawiyata Tamansiswa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30738/ad.v8i2.17693

Abstract

Limbah menjadi permasalahan lingkungan di Indonesia.  Salah satu limbah yang berdampak bagi lingkungan adalah limbah organik. Limbah organik yang sering ditemukan adalah buah-buahan seperti limbah kulit durian. Dusun pantog wetan, Banjaroyo, Kalibawang, Kulon Progo merupakan sentra penghasil buah Durian di Yogyakarta. Banyaknya penjualan buah durian, mengakibatkan menumpuknya limbah kulit buah Durian. Menumpuknya limbah kulit buah Durian berdampak pada lingkungan yang kotor dan mengeluarkan bau yang tidak sedap. Oleh karena itu, untuk mengatasi permasalahan limbah kulit durian yang menumpuk di Dusun pantog wetan, Banjaroyo, Kalibawang, Kulonprogo sebagai sentra penghasil buah durian di Yogyakarta salah satunya dengan melakukan pelatihan BRIKURAN (Briket Kulit Durian) yang bertujuan untuk mendukung dalam memberdayakan perempuan dan menambah nilai jual limbah kulit durian menjadi briket. Metode kegiatan yang akan dilakukan berupa pelatihan dan sosialisasi pembuatan bahan bakar alternatif biobriket dari limbah kulit buah durian. Hasil pelatihan ini yaitu dapat meningkatkan nilai jual limbah kulit durian sebagai alternatif bahan bakar dan memberdayakan perempuan di Dusun Pantog Wetan, Kulonprogo.   Utilization of durian fruit peel waste into biobriquettes as a renewable alternative fuel   Abstract: Waste is an environmental problem in Indonesia.  One of the wastes that has an impact on the environment is organic waste. Organic waste that is often found is fruit, such as durian skin waste. Pantog Wetan Hamlet, Banjaroyo, Kalibawang, Kulon Progo is a Durian fruit producing center in Yogyakarta. The large number of durian fruit sales has resulted in the accumulation of Durian fruit skin waste. The accumulation of Durian peel waste results in a dirty environment and emits an unpleasant odor. Therefore, to overcome the problem of durian skin waste accumulating in Pantog Wetan Hamlet, Banjaroyo, Kalibawang, Kulonprogo, as a durian fruit producing center in Yogyakarta, one of the ways is by conducting BRIKURAN (Durian Skin Briquettes) training, which aims to support empowering women and adding value. selling durian skin waste into briquettes. The activity method that will be carried out is in the form of training and socialization on making alternative biobriquette fuel from durian fruit peel waste. The results of the training can increase the selling value of durian kulit waste as an alternative fuel and empower women in Pantog Wetan Hamlet, Kulonprogo.