Claim Missing Document
Check
Articles

Pengaruh Pemberian Macam Moluskisida terhadap Tingkat Serangan Hama Keong Mas (Pomacea canaliculata Lamarck) pada Pertumbuhan beberapa Varietas Tanaman Padi (Oryza sativa L.) Fitriyani Fitriyani; Ubad Badrudin
Biofarm Jurnal Ilmiah Pertanian Vol 17, No 2 (2021): BIOFARM JURNAL ILMIAH PERTANIAN
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/biofarm.v17i2.1612

Abstract

Tanaman padi (Oryza sativa L) merupakan jenis tanaman pangan yang banyak dibudidayakan di Indonesia, namun dalam budidaya tanaman padi sering ditemui dengan beberapa kendala salah satunya yaitu hama keong mas (Pomacea canaliculata Lamarck). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh macam moluskisida dan macam varietas padi terhadap tingkat serangan hama keong mas dan interaksinya. Penelitian ini telah di laksanakan di Kebun Percobaan Slamaran, Pekalongan Utara. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Split plot terdiri dengan 2 faktor dengan 3 kali ulangan. Faktor pertama yang dicobakan adalah macam varietas padi (V) sebagai main plot (V1 = Ciherang, V2 = IR64, V3 Inpari 42) dan faktor kedua adalah macam moluskisida (M) sebagai sub plot (M0  = Kontrol, M1 = Kimia, M2 = Ekstrak batang serai, M3 = Ekstrak ketepeng cina). Data dianalisis menggunakan uji F dan jika terdapat perbedaan nyata dilanjutkan dengan uji BNT 5%. Hasil penelitian menunjukkan macam moluskisida (M) berbeda sangat nyata pada variabel mortalitas keong mas fase persemaian, berbeda nyata pada variabel tingkat kerusakan tanaman padi persemaian, tingkat kerusakan tanaman padi pertanaman, waktu kematian hama fase persemaian, dan tinggi tanaman, dan berbeda tidak nyata pada variabel waktu kematian hama pertanaman, mortalitas keong mas pertanaman, jumlah anakan per rumpun, panjang akar, dan bobot basah tanaman per rumpun. Moluskisida terbaik untuk menekan serangan hama keong mas adalah moluskisida kimia (M1). Perlakuan macam varietas (V) beberda sangat nyata pada variabel tingkat kerusakan tanaman padi pertanaman dan berbeda tida nyata pada variabel lainnya. Varietas paling tahan pada tingkat serangan hama keong mas per tanaman adalah Varietas IR64 (V2). Kata kunci : padi, keong mas, serangan hama keong mas, moluskisida.
Pengaruh Konsentrasi Zat Pengatur Tumbuh (ZPT) dan Macam Klon pada Perlakuan Stek Tanaman Teh (Camellia sinensis L.) Imam Sujarwadi; Ubad Badrudin
Biofarm Jurnal Ilmiah Pertanian Vol 14, No 2 (2018): BIOFARM JURNAL ILMIAH PERTANIAN
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/biofarm.v14i2.810

Abstract

Teh (Camellia sinensis L.) berasal dari daerah pegunungan Tibet dan Republik Rakyat Cina (RRC) Bagian Selatan, dibudidayakan di Indonesia sebagai tanaman industri. Penelitian bertujuan mengetahui pengaruh konsentrasi ZPT, macam klon dan interaksi pada stek tanaman teh. Penelitian dilaksanakan di Desa Jolotigo, Talun, Pekalongan, Jawa Tengah, ketinggian tempat 995 m dpl. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok secara faktorial. Faktor pertama konsentrasi ZPT Rootone F (0 ppm, 400 ppm, 800 ppm, 1200 ppm), Faktor kedua macam klon (Gambung 7, Gambung 11, TRI 2025). Variabel pengamatan meliputi saat muncul tunas, panjang tunas, jumlah daun, bobot brangkasan basah, luas daun terluas, jumlah akar, panjang akar terpanjang, bobot basah akar, bobot brangkasan kering, bobot kering akar. Analisis data dengan uji F dan dilanjutkan dengan uji BNT 5%. Hasil penelitian menunjukkan konsentrasi ZPT Rootone F berpengaruh sangat nyata terhadap semua variabel pengamatan, konsentrasi terbaik 1200 ppm. Macam klon berpengaruh sangat nyata terhadap semua variabel pengamatan, klon terbaik Gambung 7. Terdapat interaksi yang sangat nyata antara konsentrasi ZPT Rootone F dan macam klon terhadap variabel panjang tunas dan jumlah daun. Interaksi terbaik diperoleh pada konsentrasi ZPT Rootone F 1200 ppm dan macam klon Gambung 7. Kata kunci: konsentrasi ZPT, Rootone F, macam klon, stek
PENGARUH KONSENTRASI DAN INTERVAL APLIKASI PUPUK ORGANIK CAIR URIN KELINCI TERHADAP PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI TANAMAN WORTEL (Daucus carota L) Ahmad Solichin; Ubad Badrudin
Biofarm Jurnal Ilmiah Pertanian Vol 16, No 1 (2020): BIOFARM JURNAL ILMIAH PERTANIAN
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/biofarm.v16i1.1165

Abstract

ABSTRAK Tanaman wortel merupakan sayuran yang dikenal dan digemari oleh seluruh lapisan masyarakat. Penelitian bertujuan untuk mengetahui pengaruh konsentrasi dan interval aplikasi pupuk organik cair urin kelinci dan interaksinya terhadap pertumbuhan dan produksi tanaman wortel. Penelitian menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) yang terdiri atas 2 faktor dengan ulangan 3 kali. Faktor pertama konsentrasi POC (K0=0 ml/l, K1=15 ml/l, K2=30 ml/l, K3=45 ml/l), faktor kedua interval (I1=4 hari sekali, I2=6 hari sekali, I3=8 hari sekali). Variabel yang diamati meliputi tinggi tanaman, jumlah pelepah, jumlah daun per tanaman, panjang akar serabut, panjang umbi, diameter umbi, bobot umbi per tanaman, bobot umbi per petak, saat keluarnya umbi per tanaman, bobot brangkasan per tanaman. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji F, jika antara faktor yang dicoba terdapat perbedaan nyata, maka analisis dilanjutkan uji BNT taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa konsentrasi POC urin kelinci berbeda sangat nyata terhadap tinggi tanaman, jumlah pelepah, jumlah daun per tanaman, panjang akar serabut, diameter umbi, bobot umbi per tanaman, bobot umbi per petak, saat keluarnya umbi per tanaman, bobot brangkasan per tanaman, konsentrasi POC urin kelinci terbaik adalah konsentrasi 30 ml/l. Interval POC urin kelinci berbeda sangat nyata terhadap tinggi tanaman, diameter umbi, bobot umbi per tanaman. Interval POC urin kelinci terbaik adalah interval 4 hari sekali. Interaksi antara konsentrasi dan interval aplikasi POC urin kelinci berbeda sangat nyata terhadap tinggi tanaman, panjang akar serabut, diameter umbi, bobot umbi per tanaman. Interaksi terbaik konsentrasi 30 ml/l dan interval 4 hari sekali. Kata kunci: Wortel, konsentrasi, interval POC
ANALISIS RESIDU PESTISIDA PADA TANAMAN BAWANG MERAH (Allium ascalonicum L.) DI KABUPATEN BREBES Ubad Badrudin; Syakiroh Jazilah
Pena Jurnal Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi Vol 24, No 1 (2013): Pena Maret 2013
Publisher : LPPM Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/jurnalpena.v24i1.79

Abstract

The  onion  (Allium  ascalonicum  L.)  is  one  of  the  horticultural  crops  that  having a  significant economic value. The center of  onion production is in Brebes regency central of Java. It supplies about 50% nationaly need. The efforts of increased production of onion often faced constraints in the form of pests and diseases, thus failing to harvest crops or at least reduced. One way of action of  plant  maintenance  is  the  use  of  pesticides.  Pesticides  are  toxic  chemicals,  excessive use  of pesticides can be a source of contaminants  for food, water, and environment. The purpose of the study is  determination of the  type of pesticide  applied, the frequency of spraying  pesticides, and pesticide  residues  in  onion  crops  in  Brebes regency.  The  experiment  was  conducted  in  the Larangan subdistrict,  Brebes  district  from  June  to  November  2010.  Onion  crop’s samples  were taken  from  the  most  extensive  farmers  as  much  as  10%  of  whole villages  in  the  subdistrict  of Larangan,  Brebes.  Research  methods by  interviewing  and  laboratory  analyzed by  gas  of chromatography (GC). The observed variables include the type of pesticide applied, the frequency of  use  of  pesticides,  and  pesticide  residues  in  onion  crop.  The  analysis  data  made  by  way  of recapitulation, described and compared  with maximum residue  limits of pesticides in accordance with  the  Joint  Degree  of  the  Ministry of  Agriculture  and  Ministry  of  Health,  No. 881/MENKES/SKB/VIII/1996;  711/Kpts/TP.270/8/1996.  The  results  showed  that  the  type  of pesticide that was applied to the onion plant consists of several kinds of pesticides, with an average frequency of spraying fifteen times in one planting season, while the pesticide of residues in onion crop is below the maximum residue limits (MRL), so that it is still relatively safe for consumption.Keywords: Pesticide of residues, Onion, Brebes
UPAYA PENINGKATAN PRODUKSI MENTIMUN (Cucumis sativus L) MELALUI WAKTU PEMANGKASAN PUCUK DAN PEMBERIAN PUPUK POSFAT Ubad Badrudin; Syakiroh Jazilah; Ari Setiawan
Pena Jurnal Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi Vol 20, No 1 (2011): Pena Maret 2011
Publisher : LPPM Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/jurnalpena.v20i1.26

Abstract

The experimental design used was randomized complete block design. The first factor is time pruning consist of without pruning apical (W1), pruning time during the vegetative phase of the age of 14 HST (W2), and the pruning phase of generative shoots at age 21 HST (W3), whereas the second factor is composed of phosphate fertilizer from without phosphate fertilizer (P0), 75 kg of phosphate fertilizer / ha (P1), phosphate fertilizer 150 kg / ha (P2), and phosphate fertilizers 225 kg / ha (P3). Data analysis by F test and if thereare significant differences followed by DMRT test and orthogonal contrasts. Variables observed were samples of plant height per plant, number of leaves per plant sample, wet weight of sample plants per plant, plant dry weight per plant samples, flowering, fruit number per plant sample, the sample length of the fruit per plant, weight of fruit per plant sample, wet weight of plants per plot effectively, and dry weight of plants per plot effective. The results showed that the timing of pruning shoots were significantly different to all the observed variables, except variable flowering, while phosphate fertilizer were significantly against all variable. There is interaction between time of pruning shoots and phosphate fertilizers to the plant height per plant sample, the number of leaves per plant sample, wet weight of sample plants per plant, plant dry weight perplant sample, weight of fruit per plant sample, wet weight of plants per plot effectively, and dry weight of plants per plot effective  Key words: cucumber, shoot pruning, fertilizer phosphate 
PERTUMBUHAN DAN PRODUKSI ENAM GENOTIPE BAWANG MERAH YANG DIPERLAKUKAN DENGAN VARIASI PUPUK K DAN SAAT PANEN Ubad Badrudin; Sunarto Sunarto; Ponendi Hidayat
Agrin Vol 11, No 2 (2007): Agrin
Publisher : Jenderal Soedirman University

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.agrin.2007.11.2.71

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan dosis pupuk K dan saat panen enam genotipe bawangmerah yang tetap, sehingga diperoleh hasil maksimal. Penelitian ini dilaksanakan di kebun percobaan PusatPenelitian dan Pengembangan Kedelai (SRDC) Universitas Jenderal Soedirman, Purwokerto, sejak bulanJuni sampai September 2006. Rancangan percobaan yang digunakan adalah Rancangan Petak Terbagi (RPT)dengan 3 kali ulangan. Petak utama adalah pepumukan K, K0: kontrol dan K1=150 kg KCl/ha, dan anakpetak berupa kombinasi antara genotipe bawang merah dan saat panen. Keenam genotip bawang merahmenunjukkan pertumbuhan dan hasil bervariasi, tetapi bukan disebabkan oleh variasi pemupukkan K. Hasilumbi bervariasi ketika panen dilakukan pada saat yang berbeda. Umur panen 70 hst (U2) memberikan hasillebih baik daripada umur panen 60 hst (U1). Bobot kering askip tanaman per rumpun, dan diameter umbisetiap genotip bawang merah ditentukan oleh saat panen. Galur K (V3) pada umur panen 70 hst (U2)menunjukkan hasil yang paling tinggi. Jumlah umbi per rumun keenam genotip bawang merah ditentukanoleh pemberian pupuk K dan saat panen. Jumlah umbi per rumun Galur K (V3) dan varietas Tiron (V6)meningkat sejalan dengan pemberian pupuk K (K1) dan jika dipanen pada umur 70 hst (U2), sehinggadiameter umbinya menjadi kecil-kecil.Kata Kunci: bawang merah, genotipe, pupuk K, saat panen. ABSTRACTThis research project aimed to find out the proper dose of K fertilizer and harvest time for shallot, soas to gain their maximal yield. Its was carried out in Soybean Research and Development Center (SRDC)field of Jenderal Soedirman University, Purwokerto, since June until September 2006. A three replication ofSplit Plot Design arranged in Randomized Completely Block Design was employed. The main plot consistedof K0: control and K1: 150 kg KCL per hectare, whilst sub plot was combination between six shallotgenotype and harvesting time. The growth and yield of six shallot varieties varies and its variation dependedon K fertilizer and harvesting time. K application (K0 and K1) was not affect all of observed variables. Bulbyield varies when its harvest was done in different time. Harvesting time in 70 days after planting (U2)resulted higher yield than those of 60 days after planting (U1). Askip dry weight of crop per clump and bulbdiameter of each variety depended on harvesting time. K line (V3) produced the highest yield when shallotwaa harvested in 70 days after planting (U2). The number of tuber per clump for all varieties was determinedby both K application and harvesting time. The number of tuber for K line (V3) and Tiron variety (V6)increased when K fertilizer was applied and shallot was harvested in 70 days after planting (U2), and hencethe diameter of tuber decreased.Key words: shallot, genotype, K fertilizer, harvesting time.
EFEKTIVITAS PROGRAM PENGEMBANGAN USAHA AGRIBISNIS PEDESAAN (PUAP) TERHADAP PENINGKATAN DAN PENGEMBANGAN KEMANDIRIAN GAPOKTAN DI KABUPATEN BATANG Ubad Badrudin; Dinar Aryani
RISTEK : Jurnal Riset, Inovasi dan Teknologi Kabupaten Batang Vol 1 No 2 (2017): RISTEK :Jurnal Riset, Inovasi dan Teknologi Kabupaten Batang
Publisher : Bapelitbang Kabupaten Batang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Batang merupakan salah satu kabupaten di Jawa Tengah dengan potensibidang pertanian. Salah satu potensinya adalah bidang pertanian yang berperan strategisdalam mencapai swasembada pangan, sumber devisa nonmigas, memperluas lapanganpekerjaan, sumber pendapatan petani. Namun dihadapkan pada berbagai kendala diantaranyaterbatasnya modal petani. Solusinya petani mengambil kredit dari tengkulak dengan sukubunga tinggi/sistem ijon yang membebani dan memberatkan. Langkah pemerintah adalahpenguatan kelembagaan pertanian yaitu Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan). Gapoktandiharapkan berperan dalam pemenuhan permodalan pertanian, pemenuhan sarana produksi,pemasaran produk pertanian dan menyediakan berbagai informasi yang dibutuhkan petani.Terobosannya adalah Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) bagi Gapoktan.Tujuan penelitian untuk mengetahui efektivitas program PUAP terhadap peningkatan danpengembangan kemandirian gapoktan. Penelitian dilaksanakan dengan responden pengurusatau anggota Gapoktan. Pengambilan sampel secara simple random sampling sebanyak 15%dari jumlah gapoktan yang menerima dana BLM PUAP. Pengumpulan data primer denganwawancara dan penyebaran kuesioner dan pengambilan data sekunder. Analisis data dengananalisis korelasi Pearson. Untuk mengetahui kuat lemahnya derajat keeratan hubunganvariabel dapat diterangkan berdasarkan tabel nilai korelasi dari Guiford Emperical Rulesi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai total antar variabel efektif terhadap peningkatandan pengembangan kemandirian gapoktan di Kabupaten Batang.
EFEKTIVITAS PROGRAM PENGEMBANGAN USAHA AGRIBISNIS PEDESAAN (PUAP) TERHADAP PENINGKATAN DAN PENGEMBANGAN KEMANDIRIAN GAPOKTAN DI KABUPATEN BATANG Ubad Badrudin; Dinar Aryani
RISTEK : Jurnal Riset, Inovasi dan Teknologi Kabupaten Batang Vol 1 No 2 (2017): RISTEK :Jurnal Riset, Inovasi dan Teknologi Kabupaten Batang
Publisher : Bapelitbang Kabupaten Batang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kabupaten Batang merupakan salah satu kabupaten di Jawa Tengah dengan potensibidang pertanian. Salah satu potensinya adalah bidang pertanian yang berperan strategisdalam mencapai swasembada pangan, sumber devisa nonmigas, memperluas lapanganpekerjaan, sumber pendapatan petani. Namun dihadapkan pada berbagai kendala diantaranyaterbatasnya modal petani. Solusinya petani mengambil kredit dari tengkulak dengan sukubunga tinggi/sistem ijon yang membebani dan memberatkan. Langkah pemerintah adalahpenguatan kelembagaan pertanian yaitu Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan). Gapoktandiharapkan berperan dalam pemenuhan permodalan pertanian, pemenuhan sarana produksi,pemasaran produk pertanian dan menyediakan berbagai informasi yang dibutuhkan petani.Terobosannya adalah Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) bagi Gapoktan.Tujuan penelitian untuk mengetahui efektivitas program PUAP terhadap peningkatan danpengembangan kemandirian gapoktan. Penelitian dilaksanakan dengan responden pengurusatau anggota Gapoktan. Pengambilan sampel secara simple random sampling sebanyak 15%dari jumlah gapoktan yang menerima dana BLM PUAP. Pengumpulan data primer denganwawancara dan penyebaran kuesioner dan pengambilan data sekunder. Analisis data dengananalisis korelasi Pearson. Untuk mengetahui kuat lemahnya derajat keeratan hubunganvariabel dapat diterangkan berdasarkan tabel nilai korelasi dari Guiford Emperical Rulesi.Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai total antar variabel efektif terhadap peningkatandan pengembangan kemandirian gapoktan di Kabupaten Batang.
PENGELOLAAN LIMBAH TERNAK UNTUK PRODUKSI TANAMAN DI DESA TLOGOPAKIS KECAMATAN PETUNGKRIYONO KABUPATEN PEKALONGAN Sajuri Sajuri; Ubad Badrudin; Abdul Rosid; Fakhur Rozi; Dani Sulistyo Nugroho; Basa Aria Rizky Yonansha
PENA ABDIMAS : Jurnal Pengabdian Masyarakat Vol 3, No 2 (2022): Juli 2022
Publisher : LPPM Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (455.92 KB)

Abstract

Tlogopakis Village is one of the villages in the Petungkriyono sub-district, Pekalongan district, which is located in the highlands where the majority of the population works as farmers. Plants that are cultivated are mostly food and horticultural crops with the inputs applied so far still using inorganic fertilizers. Even though in this village there are many cows that produce waste. Meanwhile, the livestock waste has not been processed and managed properly, so it often causes problems to the environment in the form of environmental pollution. Seeing this condition, it is deemed necessary and urgent to do community service in the form of counseling with livestock waste management material for plant production. The activity was carried out on Friday, December 31, 2021 at the Rowo farmer group, Tlogopakis Village, Petungkriyono sub-district, Pekalongan district. The method is lecture, question and answer, and discussion. The results of community service activities showed that the participants who attended and participated in the activity were 17 farmers accompanied by 8 students, farmers were enthusiastic and enthusiastic in participating and attending these activities. This is shown by the patience of the farmers in participating in all events from start to finish without anyone leaving the place where the activities are taking place. Furthermore, when the discussion session was opened, many farmers responded by asking questions and providing suggestions and hoped that this activity could be carried out sustainably.Keywords: extension, farmers, livestock, waste
Aplikasi Irigasi Sistem Kapiler Dengan Menggunakan Sumbu dan Berbagai Macam Media Tanam Pada Tanaman Tomat (Solanum lycopersicum). Arbina Satria Afiatan; Cholauna Meilia Sumarantini; Ubad Badrudin
Biofarm Jurnal Ilmiah Pertanian Vol 18, No 2 (2022): BIOFARM JURNAL ILMIAH PERTANIAN
Publisher : Universitas Pekalongan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31941/biofarm.v18i2.2471

Abstract

Penelitian bertujuan mengetahui jumlah sumbu dan macam media tanam yang tepat pada pertumbuhan dan hasil tanaman tomat serta interaksinya. Penelitian dilaksanakan di Desa Klidang Wetan, Kecamatan Batang, Kabupaten Batang. Rancangan percobaan yang digunakan Rancangan Acak Kelompok dengan 2 faktor diulang 3 kali. Faktor yang dicoba pertama jumlah sumbu (W) (jumlah sumbu 1/W1, jumlah sumbu 2/W2, jumlah sumbu 3/W3), kedua macam media tanam (M) (tanah/ (M0), tanah + pasir + arang sekam (1 : 1 : 1)/ M1), tanah + arang sekam + pupuk kandang (1 : 1 : 1)/ M2), tanah + pasir + pupuk kandang (1 : 1 : 1)/ M3). Variabel yang diamati tinggi tanaman, jumlah daun, luas daun, diameter batang, bobot basah akar, panjang akar terpanjang, saat berbunga, diameter buah, jumlah buah per tanaman, bobot buah per buah, bobot buah per tanaman. Data dianalisis dengan uji F, jika berbeda nyata dilanjutkan dengan uji LSD 5%. Hasil penelitian menunjukan jumlah sumbu berbeda sangat nyata pada diameter buah, berbeda nyata pada luas daun, variabel lainnya berbeda tidak nyata. Jumlah sumbu terbaik 2 (W2). Macam media tanam berbeda sangat nyata terhadap sebagian besar variabel pengamatan, namun pada variabel bobot basah akar berbeda nyata. Macam media terbaik pada macam media tanah + pasir + pupuk kandang (1 : 1 : 1)/ M3). Interaksi jumlah sumbu dan macam media tanam berbeda sangat nyata pada diameter buah sedangkan pada variabel lainnya berbeda tidak nyata. Interaksi terbaik pada jumlah sumbu 2 dengan macam media tanah+ arang sekam + pupuk kandang (1 : 1 : 1) (W2M2).
Co-Authors Abdul Rosid Afiatan, Arbina Ahmad Solichin Al Ramadhani, Farchan Mushaf Alfarisy, Fariz Kustiawan Ali Mudhor, Muhammad Alya, Dinda Himatul Amin, Rohmatul Andreian Agus Prasetia Arbina Satria Afiatan Ari Handriatni ARI SETIAWAN Arwanda, Muhammad Bambang Sapta Purwoko Bambang Suryotomo Basa Aria Rizky Yonansha Benny Diah Madusari Budi Prakoso Cahyanita, Elvin Catur Ragil Sutrisno Cholauna Meilia Sumarantini Dani Sulistyo Nugroho Diana Kartika Sari, Diana Kartika Dinar Aryani Eka Adi Supriyanto Etty Pratiwi, Etty Fakhur Rozi Fauziah, Fifin Fauziyah, Fifin Faza, M. Akmal Firmansyah, Dwiki Fitriyani Fitriyani Hadiprasetya, Anandya Haris, Muhammad Naoval Hayati Soeprapto Heri Ariadi Heri Budiawan Imam Arifin Imam Sujarwadi Jazilah, Syakiroh Jazilah, Syakiroh Joko Santoso Kaniasmara, Sri Komala Ardiyani Lilis Lismayanti Ma'arif, Samsul Maulana, Heni Maulana, Heni Ma’arif, Samsul Meisyenur, Nabila Muarif, Djohan Mufid, Ahsarul muhammad asfindra saksono Muhammad Taqwa Munif Ghulamahdi Mustopa, Zaen Ali N, Ratni Neni Nuraeni, Neni ningsih, Diah ayu Ningsih, Diah Ayu Nugraha, Deril Eka Dava Nugroho, Dimas Rizqi Nugroho, Immanuel Nur Lu’lu Fitriyani nurmahmudah, endah Nuryuniarti, Rissa Petrus H.T Soedibya Ponendi Hidayat Pradana, Candra Dwi Putri, Ranty Arrasylia Rahmapratiwi, Puput Putri Ramadhani, Farchan Mushaf Al Ramadhani, Farchan Mushaf Al Ramadhani, Farchan Mushaf Al Ramadhani Rekta Gizarelli Riris Anggita Riski Vitrinova Rizqina , Sania Rosidawati, Ida Sajuri Sajuri, Sajuri Sajuri, Sajuri Silfiyani, Silfiyani Soedibya, Petrus H.T Sri Mulyanti Sunarto Sunarto Syakiroh Jazilah Syakiroh Jazilah Tri Yusufi Mardiana Vitrinova, Riski Wagiyana Wagiyana, Wagiyana Wahidin . Wasis Wasis Zahrah, Ninda Alza Nur