Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PEMBERIAN BERBAGAI KONSENTRASI EKSTRAK DAUN PARE SECARA PENGUAPAN TERHADAP KUALITAS INTERIOR TELUR AYAM Al Udhma, As’ad M Wafawaid; Kentjonowaty, Inggit; Suryanto, Dedi
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 2 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan untuk mengkaji dampak penguapan ekstrak Daun Pare terhadap mutu interior telur ayam. Sebanyak dua puluh empat butir telur dari strain Isa Brown dipilih sebagai subjek penelitian, diambil pada hari pertama dari peternak, dengan bubuk Daun Pare yang diekstraksi menggunakan etanol 96%. Metodologi yang diterapkan pada penelitian ini adalah eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang terdiri dari empat perlakuan dan diulang enam kali. Perlakuan yang diterapkan meliputi P0: tanpa penguapan, P1: penguapan ekstrak Daun Pare 5%, P2: 10%, dan P3: 15%. Variabel yang dicatat meliputi Indeks Putih Telur (IPT), Indeks Kuning Telur (IKT), serta Unit Haugh (HU). Analisis ragam (ANOVA) menunjukkan bahwa penguapan ekstrak Daun Pare tidak memberikan dampak signifikan (P>0,05) pada semua parameter mutu interior telur. Rata-rata nilai IKT tercatat pada P0 (0,224), P1 (0,258), P2 (0,251), dan P3 (0,263); nilai IPT pada P0 (0,018), P1 (0,020), P2 (0,021), dan P3 (0,022); serta HU pada P0 (48,854), P1 (48,433), P2 (52,502), dan P3 (53,853). Secara keseluruhan, pola peningkatan nilai pada setiap perlakuan menunjukkan indikasi efek positif dari ekstrak Daun Pare, dengan hasil tertinggi pada konsentrasi 15%.Kata kunci: ekstrak Daun Pare, interior telur ayam, indeks putih telur, indeks kuning telur, Haugh Unit. THE EFFECT OF GIVING VARIOUS CONCENTRATIONS OF BITTER MELON LEAF EXTRACT BY EVAPORATION ON THE INTERIOR QUALITY OF CHICKEN EGGS ABSTRAKThis research aimed to find out how using evaporated extract from bitter melon leaves impacts the quality inside chicken eggs. In this study, twenty-four Isa Brown hen eggs were chosen and gathered on their first day from the source, and the bitter melon leaf powder was taken out using 96% ethanol. The approach in this research involved an experimental setup using a Completely Randomized Design (CRD), which included four different methods, each tested six separate times. The treatments used were P0, where nothing was evaporated, P1 with 5% evaporation of bitter melon leaf, P2 at 10%, and P3 at 15%. The study tracked several factors, including the Egg White Index (IWI), the Egg Yolk Index (IKT), and the Haugh Unit (HU). Statistical analysis (ANOVA) showed that evaporating the bitter melon leaf extract did not significantly change (P>0.05) any of the measures of egg quality inside. The average IWI numbers were P0 (0.224), P1 (0.258), P2 (0.251), and P3 (0.263); the IPT numbers were P0 (0.018), P1 (0.020), P2 (0.021), and P3 (0.022); and the HU numbers were P0 (48.854), P1 (48.433), P2 (52.502), and P3 (53.853). In general, because the numbers went up in each method, this shows that bitter melon leaf extract has a good effect, with the best outcomes when the concentration was 15%.Keywords: bitter melon leaf extract, chicken egg interior, egg white index, egg yolk index, Haugh Uni
Evaluasi Morfometrik dan Conception Rate (CR) Kambing PE yang di Inseminasi dengan Semen Pejantan Boer Kentjonowaty, Inggit; Sholikah, Nisa'us; Humaidah, Nurul; Puspitarini, Oktavia Rahayu; Mardhotilah, Achmad Bagus Adhiluhung; Mahardhika, Brahmadhita Pratama
Jurnal Sains Peternakan Vol 11 No 1 (2023): Jurnal Sains Peternakan
Publisher : Fakultas Peternakan, Universitas PGRI Kanjuruhan Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21067/jsp.v11i1.7837

Abstract

Tujuan dilaksanakannya penelitian ini untuk melakukan seleksi kambing PE sebagai induk yang akan dikawinkan melalui inseminasi buatan dengan semen kambing Boer melalui evaluasi morfometrik di Sleman, Yogyakarta. Objek dalam penelitian ini adalah induk kambing PE sebanyak 24 ekor. Pada penelitian ini dilakukan analisa regresi dan korelasi untuk mencari hubungan antara panjang badan, lingkar dada, lingkar perut, dan tinggi badan kambing PE betina terhadap bobot badannya. Setelah itu, kambing PE diinseminasi dengan semen pejantan Boer untuk mendapatkan informasi Conception rate nya. Hasil penelitian ini menjukkan bahwa panjang badan, lingkar dada, lingkar perut dan tinggi badan kambing PE berkorelasi dengan bobot badannya. Hubungan antara panjang badan, lingkar dada, lingkar perut kambing PE dengan Bobot badannya sangat erat dengan nilai koefisien korelasi  R2 masing-masing 0,75; 0,75 dan 0,72 sedangkan hubungan antara tinggi badan dengan bobot badan tergolong erat yaitu dengan nilai koefisein korelasi R2 sebesar 0,50. Conseption rate hasil perkawinan kambing PE dengan pejantan Boer melalui inseminasi buatan pada peneltian ini sebesar 45,83%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah terdapat keeratan hubungan yang tinggi antara mofometrik dan bobot badan induk kambing PE dengan keberhasilan kebuntingan sebesar 45,83%.
PENGARUH PENAMBAHAN SKIM PADA GRAIN KEFIR DARI LOKASI BERBEDA TERHADAP TOTAL KHAMIR DAN TOTAL ASAM TERTITRASI Mujahidin, Muhammad Wildan; Kentjonowaty, Inggit; Puspitarini, Oktavia Rahayu
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 2 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan susu skim pada grain kefir dari lokasi berbeda terhadap total khamir dan total asam tertitrasi (TAT). Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Terpadu Universitas Islam Malang pada Juli–Desember 2025. Bahan yang digunakan meliputi susu sapi segar dan grain kefir yang berasal dari tiga lokasi berbeda, yaitu Malang (A1), Banyumas (A2), dan Tasikmalaya (A3). Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial dua faktor, yaitu faktor A (asal grain kefir) dan faktor B (konsentrasi penambahan susu skim), yang terdiri atas B0 (0%), B1 (6%), dan B2 (8%), dengan tiga ulangan. Variabel yang diamati adalah total khamir dan total asam tertitrasi. Data dianalisis menggunakan analisis ragam (ANOVA) dan dilanjutkan dengan uji BNT apabila terdapat pengaruh nyata. Hasil penelitian menunjukkan bahwa asal grain kefir tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap total khamir, dengan nilai rata-rata berkisar antara 5,9 × 10⁹ hingga 1,1 × 10¹⁰ CFU/ml. Penambahan susu skim hingga 8% juga tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap total khamir, serta tidak terdapat interaksi antara kedua faktor tersebut. Sebaliknya, asal grain kefir berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap total asam tertitrasi. Grain kefir asal Banyumas (A2) menghasilkan nilai TAT tertinggi sebesar 0,92%, diikuti Malang (0,84%) dan Tasikmalaya (0,76%). Penambahan susu skim dan interaksi antara asal grain dan konsentrasi skim tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap nilai TAT, dengan kisaran nilai 0,83–0,85%, yang masih berada dalam standar mutu kefir segar menurut SNI (0,6–1,2%). Penelitian dapat disimpulkan bahwa karakteristik mikroba pada grain kefir dari lokasi berbeda lebih berperan dalam pembentukan total asam tertitrasi dibandingkan penambahan susu skim, sedangkan total khamir relatif stabil terhadap kedua perlakuan. Grain kefir asal Banyumas berpotensi menghasilkan kefir dengan tingkat keasaman terbaik. Saran selanjutnya perlu melakukan penelitian lebih lanjut dengan variabel lain seperti uji organoleptik, viskositas, kadar protein serta menambahkan susu skim lebih dari 8%. Kata kunci: kefir, susu skim, grain kefir, khamir, TAT
Phenotypic Evaluation of Crossbred Progeny from Boer and Peranakan Ettawa (PE) Goats Kentjonowaty, Inggit; Suyadi, Suyadi; Chabiburrochman, Muhammad Masud
Jurnal Ilmu-Ilmu Peternakan Vol. 36 No. 1 (2026): April 2026
Publisher : Faculty of Animal Science, Universitas Brawijaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21776/ub.jiip.2026.036.01.1

Abstract

Given the importance of enhancing local livestock productivity, this study evaluated the phenotypic traits of Boer × Peranakan Ettawa (Boer-PE) crossbred offspring. The objective was to identify superior individuals for the development of a specialized meat-type goat lineage in Indonesia. Nineteen Boer-PE offspring, consisting of nine females and ten males, were monitored from birth to four weeks of age. Morphometric data, including body weight, body length, wither height, chest circumference, and ear dimensions, were recorded and analyzed to identify the performance of their parental breeds. The results showed that the crossbred progeny had higher average body weight and improved morphometrical attributes as compared to the native PE goats, which indicated the presence of positive heterosis. Female offspring Boer-PE goats had the average weight gain of 1.8 kg, with chest circumference of 36.86 cm, body height of 36 cm, and body length of 36 cm. Males offspring showed higher performance, with an average weight gain of 2.0 kg, chest circumference of 39.13 cm, body height of 42.25 cm and body length of 39.13 cm. These findings showed that Boer-PE crossbred goats have significant potential in the selection as the starting stock in meat type goat breeding initiatives. It is recommended to carry out further generational analysis in conjunction with molecular genetic research to confirm that the performance is stable, and that the beneficial traits are hereditary.
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Abdul Wadud Wahab Hasbullah Ach. Bagus Adhiluhung Mardhotillah Achmad Bagus Adhiluhung Mardhotillah Achmad Yusuf Achsan Sabilan Al Falah Aditya Yulianto Putra Afidhatul Masruroh Ahmad Charis Chilman Ahmad Fa’iqin Ahmad Hofit Ahmad Uzairon Alfachrozi Ahmad Yunus Akhmad Syahril Kafi Al Udhma, As’ad M Wafawaid Alhikami, Waliyyul Ahdi Amelia Anggraini Ananda Octa Lutfia Anang Setyawan Andi Setiawan Andreas Njuruma Arief Ardiansyah Arrum Novita Sari Atiqoh, Lia Nur Ayu Rahmanda Azwar Bahi Badat Muwakhid Bagus Singgih Putra Pratama Dhana Beatrix Rose Veronicha Budi Irwanto JF Bustami Fauzan Chabiburrochman, Muhammad Masud Cicik Sulistyo Winarni Daulat Salahuddin Fatih Dedi Suryanto Dewi Masyithoh Dimas Fatkhul Deva Adzanian Dinasari, Irawati Dwi Priyo Utomo Dwiki Wirahadi Kusuma Edy Ustomo Eko Noerhayati Fadillah, Daffa Akbar Fadly Noviyandi Firda Uswatun Khotimah Hafidi, Moh. Handika Deni Hermawan Hariyanto, Muhammad Arizky Akbar Hulwani Rujianto, Alif Noval Iqbal Wahid Muzadi Irawati Dinasari R Irawati Dinasari Retnaningtyas Irsad Irsad Iva Siska Anggraeni Devitasari Jamaluddin, Ahmad Fariz Jeni Susyanti Julio Pratama, Fakhrizal Kharismawan, Wildan Bilal khowi, Muhamad Abdul Khusayni khusayni Lailatul Hikmah M Khusnul Khuluq Mahardhika, Brahmadhita Pratama Mahmuda, Yuwanda Lailatul Mardhotilah, Achmad Bagus Adhiluhung Masyithoh, Dewi Moch. Rifa&#039;i Mochammad Basyori Alwi Mudawamah Mudawamah Muhammad Abdul Adhim Muhammad David Bachtiar Muhammad Farid Rizal Muhammad Farid Wadjdi Muhammad Farid Wajdi Muhammad Havizh Al-Azhar Muhammad Mu’is Mujahidin, Ahmad Alfian Mujahidin, Muhammad Wildan Murid, Yanuar Musoffin, Abdul Nabilla Putri A Nika Dona Junia Arjes Nisak, Siti Nisa’us Sholikah Novi Apriyanti Nur Fajar Azizi Nur Haili Nurrosyid, Ahmad Hakim Nurul Humaidah Nurul Humaidah Oktavia Rahayu Puspitarini Oktavita Rahayu Puspitarini Pramudya Eka Hadi Saputra Puguh Surjowardojo Radika Putri Lailia Rasbawati, Rasbawati Ridha Rizkiani Ainun Nishak Rizal Ilmi Rahmatulloh Rizki Ramadhani setyawan Rofi, Achmad Rojana, Dugi Syahri Sadewa, Jihad Sahidan Rais Setyo, Nurhadi Slamet Muchsin Sri Sulistyowati Sri Susilowati Sri Susilowati Sri Susilowati Sri Wahyuni Sumartono Sumartono Sumartono Sumartono Supiyah Puteri Ramdhani Surya Agustian Suyadi Suyadi Syaiful Arifin Trinil Susilawati Ulinnuha, Ahmad Umi Kalsum Usman Ali USMAN ALI Veril B, Presiden Vivin Waliyyul Ahdi Alhikami Wenny Nur Azizahi widayat, moch widayat Wijaya, Ega Adi Yunus Ansori Purwanto, Maulana Zainur Udin Zuhkhriyan Zakaria