Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS POTENSI PENGEMBANGAN SAPI POTONG DENGAN SISTEM EKSTENSIF DI PADANG SAVANA KECAMATAN PEKAT KABUPATEN DOMPU PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT: ANALISIS POTENSI PENGEMBANGAN SAPI POTONG DENGAN SISTEM EKSTENSIF DI PADANG SAVANA KECAMATAN PEKAT KABUPATEN DOMPU PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT Setiawan, Andi; Sumartono; Inggit Kentjonowaty
Jurnal Ternak Vol. 16 No. 1 (2025): Juni, 2025
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM LAMONGAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jt.v16i1.275

Abstract

The purpose of this study was to determine the profile of beef cattle farming in Padang Savana, Pekat District, Dompu Regency and also to analyze the potential for developing beef cattle farming in Padang Savana, Pekat District, Dompu Regency. The method used in this study was a qualitative descriptive approach. This research was implemented from September 1, 2024, to September 30, 2024 , taking place in Padang Savana, Pekat District, Dompu Regency . The results of this study show that the savannah in Pekat District, Dompu Regency has an area of 2000 hectares with a total population of 46,177 animals consisting of cattle, goats, horses, and buffalo spread across 12 villages. The total carrying capacity of the savannah in Pekat District, Dompu Regency is 154,922 animals. The SWOT analysis of the savannah in Pekat District, Dompu Regency consists of Strengths of the grazing fields which have a land area of 2000 hectares , the grazing fields which have the largest population in Dompu Regency , the grazing fields which have the largest contribution to the livestock economy in Dompu Regency. Weaknesses of the grazing fields which are only covered by grass with low nutritional content , the grazing fields which have a drinking water crisis for livestock in the dry season , suboptimal disease prevention management. Opportunities for planting superior grass seeds that have high nutritional content to meet the needs of livestock green fodder , procurement of irrigation systems or drilling water sources , sustainable grazing programs . Threats for attacks animal cruelty to livestock , less than optimal security , conversion of land into agricultural land, causing conflict between livestock breeders and farmers.
PRODUKSI DAN KUALITAS SUSU SAPI PERANAKAN FRISIAN HOLSTEIN PADA TINGKAT LAKTASI BERBEDA Murid, Yanuar; Kentjonowaty, Inggit; Masyithoh, Dewi
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 2 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada 4 Juni sampai 30 Juni 2025 di Peternakan sapi perah milik Bapak Andik di Desa Jambesari, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Analisis kualitas susu dilakukan di Laboratorium Koperasi Peternakan Sapi Perah (KPSP) Sidodadi, Malang. Tujuan penelitian adalah mengevaluasi produksi dan kualitas susu sapi perah Peranakan Friesian Holstein (PFH) berdasarkan berat jenis dan total bahan kering pada periode laktasi berbeda. Materi yang digunakan berupa 9 ekor sapi PFH, masing-masing 3 ekor pada laktasi ke-2, ke-3, dan ke-4. Setiap sapi diambil sampel susu 30 mL untuk dianalisis berat jenis dan kandungan bahan kering total. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri atas tiga perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan meliputi: P1 (laktasi ke-2), P2 (laktasi ke-3), dan P3 (laktasi ke-4). Variabel yang diamati meliputi produksi susu, berat jenis, dan bahan kering total. Data dianalisis menggunakan One Way ANOVA, dilanjutkan dengan Uji BNT jika terdapat perbedaan signifikan. Hasil penelitian menunjukkan periode laktasi berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap produksi dan kualitas susu. Rataan produksi susu adalah P1: 7,68 L, P2: 9,48 L, dan P3: 11,34 L. Rataan berat jenis susu yaitu P1: 1,032 g/mL, P2: 1,031 g/mL, dan P3: 1,030 g/mL. Sedangkan rataan bahan kering total adalah P1: 12,06%, P2: 12,48%, dan P3: 12,91%. Disimpulkan bahwa produksi susu tertinggi diperoleh pada laktasi ke-4, sementara berat jenis tertinggi pada laktasi ke-2, dan bahan kering total tertinggi pada laktasi ke-2. Kata Kunci : Sapi Perah PFH, Periode laktasi, Produksi Susu, Berat Jenis Susu, dan Bahan Kering Total susu.
PENGARUH PERENDAMAN DAGING ITIK AFKIR DENGAN SARI DAUN KENIKIR TERHADAP pH DAN SUSUT MASAK Kharismawan, Wildan Bilal; Kentjonowaty, Inggit; Puspitarini, Oktavia Rahayu
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 2 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Riset ini bertujuan menganalisa efek perendaman daging itik afkir dalam berbagai konsentrasi sari daun kenikir terhadap pH dan susut masak. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Terpadu Universitas Islam Malang pada 15 Agustus sampai 15 September 2024. Materi yang digunakan pada penelitian ini adalah daging itik afkir berusia 92 minggu pada bagian dada sebanyak 700 gram dan 120 gram sari daun kenikir. Penelitian ini menggunakan metode percobaan dan rancangan acak lengkap (RAL) menggunakan 4 perlakuan 5 ulangan. Data dianalisa dan  menggunakan ANOVA dan dilanjutkan uji BNT. Perlakuan yang digunakan yaitu: P0 (Tanpa sari daun kenikir), P1(10% Sari daun kenikir), P2(15 % Sari daun kenikir), dan P3(20% sari daun kenikir). Variabel yang diteliti pada ini yaitu pH dan susut masak. Hasil analisa ragam menujukan perendaman daging itik afkir menggunakan sari daun kenikir berpengaruh sangat nyata terhadap pH (P<0,01) akan tetapi tidak mempengaruhi susut masak daging (P>0,05). Nilai rataan pH daging itik afkir yaitu P0=3,8a, P1=6,12b, P2=6,19b, P3=6,35b, nilai rataan susut masak yaitu P0=31,21%, P1=28,54, P2=34%, P3=36,33%. Kesimpulan penelitian perendaman daging itik Mojosari afkir menggunakan sari daun kenikir tua mempengaruhi nilai pH, namun tidak mempengauhi susut masak. Perendaman daging itik afkir disarankan menggunakan sari daun kenikir tua 10% menghasilkan nilai pH 6,12 dan susut masak dengan nilai 28,54% yang direndam selama 45 menit.Kata kunci : Daging itik afkir, daun kenikir, pH, susut masak 
Peningkatan Kesejahteraan Keluarga Melalui Pemberdayaan Masyarakat dengan Usaha Ternak Kambing Pedaging Unggul BoerPE Kentjonowaty, Inggit; Susyanti, Jeni; Atiqoh, Lia Nur; Muchsin, Slamet
Jurnal Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (JP2M) Vol. 3 No. 4 (2022)
Publisher : Universitas Islam Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33474/jp2m.v3i4.19644

Abstract

Tujuan pengabdian ini adalah meningkatkan kesejahteraan keluarga, memfasilitasi masyarakat yang ingin berwirausaha, dan mendorong perkembangan budaya pemanfaatan hasil riset dan kreativitas Dosen Universitas Islam Malang untuk masyarakat. Metode yang digunakan adalah penyuluhan dan praktik pada karang taruna Desa Wringinanom, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang. Praktek secara langsung mengenai beternak kambing BoerPE dan pembuatan pakan complete feed, sedangkan penyuluhan meliputi: pemeliharaan kambing BoerPE, pembuatan smart kandang kambing, pembuatan pakan complete feed, kesehatan dan penyakit kambing, reproduksi kambing, dan kiat-kiat pemasaran online menggunakan sosial media seperti facebook, Instagram, whatsapp, dan marketplace. Peningkatan kesejahteraan keluarga dilakukan dengan pemberian kambing BoerPE kepada mitra karang taruna Desa Wringinanom Kecamatan Poncokusumo Kabupaten Malang, pembuatan smart kandang kambing, pemberian pakan, dan peralatan ternak. Kambing BoerPE memiliki keistimewaan sebagai pedaging unggul, sehingga masyarakat Desa Wringinanom dapat beternak kambing BoerPE. Penggunaan sistem bergulir indukan kambing BoerPE dari mitra PkM ke masyarakat Desa Wringinanom setelah melakukan pemeliharaan selama dua tahun atau tiga kali beranak. Secara ekonomi keuntungan pemeliharaan kambing BoerPE lebih tinggi dibandingkan dengan kambing lokal, sehingga keberlanjutan usaha pada peternak kambing BoerPE dan masyarakat akan meningkatkan kesejahteraan keluarga dan menumbuhkan sikap mental wirausaha pada masyarakat Desa Wringinanom, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang.
KAJIAN SAPI PERANAKAN FRIESIAN HOLSTEIN (PFH) DENGAN RIWAYAT PENYAKIT MULUT DAN KUKU (PMK) TERHADAP KEJADIAN GANGGUAN REPRODUKSI Setyo, Nurhadi; Humaidah, Nurul; Kentjonowaty, Inggit
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 7, No 1 (2024): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pertama kali ditemukan di Indonesia pada tahun 1887 di daerah Malang, Jawa Timur. Kabupaten Malang, khususnya Kecamatan Jabung, merupakan salah satu wilayah pengembangan sapi perah di Jawa Timur. Kecamatan ini memiliki potensi tinggi terhadap penularan PMK, terutama pada sapi Peranakan Frisian Holstein (PFH). Menurut Mukhaqi (2023), wabah PMK juga menginfeksi sapi perah anggota peternak Koperasi Agro Niaga (KAN) Jabung, dengan jumlah sapi terinfeksi mencapai 3.257 ekor dari awal Juni hingga September 2023. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak riwayat PMK terhadap kejadian gangguan reproduksi pada sapi PFH di Koperasi Agro Niaga (KAN) Jabung. Materi penelitian terdiri dari 50 ekor induk sapi perah PFH yang dipilih sesuai kriteria tertentu. Penelitian dilaksanakan pada bulan Juni hingga Juli 2024 dengan desain observasional retrospektif dan metode survei untuk mengevaluasi hubungan antara riwayat PMK dan gangguan reproduksi pada sapi PFH. Variabel yang diamati meliputi variabel independen yaitu sapi dengan riwayat PMK, dan variabel dependen yaitu kejadian gangguan reproduksi. Dalam penelitian ini analisis data menggunakan teknik  deskriptif kualitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 50 sapi PFH dengan riwayat PMK, terdapat 38 sapi yang mengalami abortus, dan 36 di antaranya mengalami gangguan reproduksi. Gangguan reproduksi yang umum terjadi meliputi endometritis dan retensio plasenta. Kesimpulan dari penelitian ini adalah sebanyak 76% sapi PFH dengan riwayat PMK di KAN Jabung mengalami kejadian abortus, dan 94% dari sapi tersebut mengalami gangguan reproduksi, dengan 47% di antaranya mengalami endometritis dan 53% mengalami retensio plasenta.Kata Kunci: Sapi PFH, Penyakit Mulut dan Kuku, Gangguan Reproduksi, Abortus
PENGARUH TINGKAT LAKTASI TERHADAP KADAR LEMAK DAN SOLID NON FAT KOLOSTRUM SAPI FRIESIAN HOLSTAIN DI PETERNAKAN MODERN KABUPATEN BLITAR Wijaya, Ega Adi; Kentjonowaty, Inggit; Puspitarini, Oktavia Rahayu
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 7, No 1 (2024): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh tingkat laktasi terhadap kadar lemak dan Solid Non Fat kolostrum sapi Friesian Holstain di peternakan modern Kabupaten Blitar. Pengambilan data dilaksanakan pada tanggal 07 Agustus 2023 - 07 Oktober 2023. Materi yang digunakan dalam penelitian ini yaitu sapi perah FH laktasi 1 - 4 sebanyak 20 ekor dengan nilai BCS 3,5. Metode penelitian menggunakan metode eksperimen menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL). Sampel kolostrum diambil secara purposive sampling hari pertama sapi post calving pagi kurang dari 1 jam setelah anak keluar dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuannya adalah P1 = laktasi 1, P2 = laktasi 2, P3 = laktasi 3, P4 = laktasi 4. Variabel yang diamati yakni kadar lemak dan kadar SNF kolostrum. Data dianalisis menggunakan ANOVA (one-way analysis). Hasil penelitian menunjukkan tidak adanya pengaruh (P>0,05) tingkat laktasi terhadap kadar lemak dan SNF kolostrum sapi FH. Rataan lemak kolostrum P1 = 6,07 ± 2,10%, P2 = 5,754 ± 1,53%, P3 = 6,92 ± 2,12%, P4 = 5,26 ± 2,32%. Rataan SNF kolostrum P1 = 22,77 ± 2,78%, P2 = 20,82 ± 3,60%, P3 = 23,04 ± 3,39%, P4 = 20,932 ± 6,43%. Kesimpulanya adalah tingkat laktasi tidak berpengaruh terhadap lemak dan SNF kolostrum sapi FH sehingga kolostrum laktasi 1-4 bisa diberikan untuk pedet namun pada tingkat laktasi 3 memperoleh kadar lemak dan SNF yang optimal. Kata kunci : Friesian Holstain, Kolostrum, Lemak, Solid Non Fat
PENGARUH JENIS PRODUK SUSU TERHADAP KADAR PROTEIN DAN LEMAK PADA KEFIR khowi, Muhamad Abdul; Kentjonowaty, Inggit; Puspitarini, Oktavia Rahayu
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 7, No 1 (2024): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi dampak jenis produk susu terhadap kandungan protein dan lemak dalam kefir. Materi penelitian ini terdiri dari susu sapi segar 250 ml, 250 ml susu UHT, larutan buffer, 50g bubuk skim, dan bibit kefir 5%. Alat yang dipergunakan yaitu panci, kompor, timbangan, saringan, lactoscan, tabung reaksi, thermometer, dan pipet ukur. Metode yang diterapkan adalah eksperimen dengan desain acak lengkap (RAL), yang melibatkan 3 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan terdiri dari P0 (susu sapi segar), P1 (susu sapi UHT), dan P2 (susu sapi skim). Variabel yang diamati yaitu kadar protein dan kadar lemak. Data dianalisis menggunakan ANOVA kemudian dilanjutkan dengan Uji BNT untuk mengidentifikasi perbedaan antar perlakuan jika ada. Hasil menunjukkan bahwa jenis produk susu memiliki pengaruh signifikan (P<0,01) terhadap kadar protein kefir dengan rata-rata P1=1,33a, P0=1,41a, P2=2,38b, tetapi tidak berpengaruh signifikan (P>0,05) terhadap kadar lemak, dengan rata-rata kadar lemak kefir P1=2,29, P2=2,44, P0=3,48. Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa jenis produk susu mempengaruhi kadar protein tetapi tidak mempengaruhi kadar lemak. Jenis susu terbaik untuk membuat kefir adalah susu bubuk skim dengan kadar protein sebesar 2,38% dan kadar lemak sebesar 1,44%. Kata kunci: Jenis susu, kadar protein, lemak kefir 
PERSEPSI PETERNAK TERHADAP PENGGUNAAN TEKNOLOGI DI PETERNAKAN SAPI PERAH DESA JAMBESARI KECAMATAN PONCOKUSUMO KABUPATEN MALANG Hafidi, Moh.; Susilowati, Sri; Kentjonowaty, Inggit
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 7, No 1 (2024): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini di Desa Jambesari, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang tanggal 04 Juni sampai 04 Juli 2024. Penelitian ini untuk mengetahui bagaimana persepsi peternak ke penggunaan teknologi peternakan sapi perah. Variabel yang diteliti yaitu teat dipping, complete feed, mesin chopper dan mesin perah. Metode penelitian ini yaitu metode deskriptif dengan survey dan observasi terhadap responden. Materi penelitian ini ialah para peternak sapi perah PFH dengan menyebarkan kuesioner kepada 46 responden. Skala Likert untuk mengukur sikap, pendapat, dan persepsi ke kejadian sosial. Hasil penelitian menunjukkan persepsi peternak terhadap penggunaan teknologi rata-rata memiliki persentase <60% dalam kategori “sangat setuju”. Karakteristik dapat diukur dari segi umur, pendidikan dan lama beternak. Kesimpulan penelitian adalah penggunaan teknologi memberikan manfaat ke peternak sapi perah dalam upaya meningkatkan usaha.Kata Kunci : Persepsi Peternak, Teknologi, Sapi Perah
PENGARUH PENAMBAHAN SUSU SKIM TERHADAP KADAR LEMAK DAN KUALITAS ORGANOLEPTIK PADA KEFIR Mahmuda, Yuwanda Lailatul; Puspitarini, Oktavia Rahayu; Kentjonowaty, Inggit
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 7, No 1 (2024): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan susu skim terhadap kadar lemak dan kualitas organoleptic pada kefir. Materi pada penelitian ini adalah 4 liter susu sapi segar, 80 gram susus kim bubuk, dan 120 ml grain kefir. Metode yang digunakan pada penelitian ini yaitu eksperimental menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), dengan 4 perlakuan dan 5 ulangan yaitu P0 = tanpa penambahan susu skim, P1 = penambahan susu skim sebanyak 3%, P2 = penambahan susu skim sebanyak 6%, P3 = penambahan susu skim sebanyak 9%. Variabel pengamatan adalah kadar lemak dan kualitas organoleptik. Data penelitian dianalisis dengan ANOVA (Analysis Of Variance) dan dilanjut dengan Uji BNT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan susuk kim tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap kadar lemak dan berpengaruh nyata (P<0,05) pada kualitas organoleptik kefir (rasa, dan tingkat kesukaan), namun berpengaruh sangat nyata (P<0,01) pada tekstur. Adapun nilai rata-rata kadar lemak setiap perlakuan yaitu P0 :22,22%, P1 :22,18%, P2 :22,75%, P3 :22,13%. Sedangkan nilai modus rasa perlakuan yaitu P0 : 3ᵃ, P1 : 3ᵃ, P2 : 3ᵃ, P3 : 4ᵇ. Nilai rata-rata tekstur setiap perlakuan yaitu P0 : 3ᵃ, P1 : 3ᵃ, P2 : 3ᵃ, P3 : 4ᵇ. Nilai rata-rata tingkat kesukaan perlakuan yaitu P0 : 2ᵃ, P1 : 3ᵇ, P2 : 3ᵇ, P3 : 4ᶜ. Kesimpulan penelitian ini adalah penambahan susu skim pada kefir tidak mempengaruhi kadar lemak tetapi mempengaruhi kualitas organoleptik (rasa, tekstur, dan tingkat kesukaan) kefir. Kualitas organoleptik (rasa, tekstur, dan tingkat kesukaan) kefir optimal dengan adanya penambahan 9% susu skim yang diinkubasi selama 24 jam pada suhu 30°C, yaitu kefir memiliki rasa asam, tekstur kental dan tingkat kesukaan panelis dalam taraf suka.Kata Kunci: kefir, susu skim bubuk, kadar lemak, kualitas organoleptik
PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG JAMUR TIRAM PADA NUGGET AYAM PETELUR AFKIR TERHADAP KADAR LEMAK DAN ORGANOLEPTIK Nisak, Siti; Kentjonowaty, Inggit; Dinasari, Irawati
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 7, No 1 (2024): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

AbstrakPenelitian ini dilakukan di Laboratorium Terpadu Universitas Islam Malang dari 26 Juni hingga 26 Juli 2024. Tujuan penelitian adalah untuk menganalisis dampak penambahan tepung jamur tiram pada nugget ayam petelur afkir terhadap kadar lemak dan kualitas organoleptik. Bahan-bahan yang digunakan meliputi daging ayam petelur afkir berusia 80 minggu (bagian dada) seberat 2000 gram, tepung jamur tiram, tepung tapioka, tepung panir, es batu, bawang putih, garam/kaldu jamur, merica, air, dan putih telur. Metode yang diterapkan adalah eksperimen dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang mencakup 4 perlakuan dengan 5 ulangan masing-masing, yaitu (P0: 0%, P1: 10%, P2: 20%, P3: 30%). Hasil analisis menunjukkan bahwa penambahan tepung jamur tiram berpengaruh sangat signifikan (P<0,01) terhadap kadar lemak dan uji organoleptik. Nilai rata-rata kadar lemak tertinggi ditemukan pada perlakuan P0 sebesar 3,03% dan nilai terendah pada P3 sebesar 1,63%. Kualitas organoleptik rasa nugget menunjukkan nilai terendah pada P3 (3) dan nilai tertinggi pada P0 (5). Untuk aroma nugget, nilai terendah tercatat pada P3 (1) dan nilai tertinggi pada P0 (4). Sedangkan untuk tekstur nugget, nilai terendah ditemukan pada P0 (2) dan nilai tertinggi pada P3 (5). Kesimpulan dari penelitian ini adalah bahwa penambahan tepung jamur tiram dalam berbagai konsentrasi memengaruhi kadar lemak dan kualitas organoleptik nugget. Perlakuan P3 memberikan kualitas terbaik dengan kadar lemak 1,63% dan kualitas organoleptik, khususnya rasa, dengan nilai 3 (agak gurih). Disarankan untuk menggunakan tepung jamur tiram dengan konsentrasi 30% dalam pembuatan nugget untuk menurunkan kadar lemak dan meningkatkan kualitas organoleptik nugget ayam petelur afkir.Kata Kunci : nugget, daging ayam petelur afkir, tepung jamur tiram, kadar lemak dan organoleptik
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Abdul Wadud Wahab Hasbullah Ach. Bagus Adhiluhung Mardhotillah Achmad Bagus Adhiluhung Mardhotillah Achmad Yusuf Achsan Sabilan Al Falah Aditya Yulianto Putra Afidhatul Masruroh Ahmad Charis Chilman Ahmad Fa’iqin Ahmad Hofit Ahmad Uzairon Alfachrozi Ahmad Yunus Akhmad Syahril Kafi Al Udhma, As’ad M Wafawaid Alhikami, Waliyyul Ahdi Amelia Anggraini Ananda Octa Lutfia Anang Setyawan Andi Setiawan Andreas Njuruma Arief Ardiansyah Arrum Novita Sari Atiqoh, Lia Nur Ayu Rahmanda Azwar Bahi Badat Muwakhid Bagus Singgih Putra Pratama Dhana Beatrix Rose Veronicha Budi Irwanto JF Bustami Fauzan Chabiburrochman, Muhammad Masud Cicik Sulistyo Winarni Daulat Salahuddin Fatih Dedi Suryanto Dewi Masyithoh Dimas Fatkhul Deva Adzanian Dinasari, Irawati Dwi Priyo Utomo Dwiki Wirahadi Kusuma Edy Ustomo Eko Noerhayati Fadillah, Daffa Akbar Fadly Noviyandi Firda Uswatun Khotimah Hafidi, Moh. Handika Deni Hermawan Hariyanto, Muhammad Arizky Akbar Hulwani Rujianto, Alif Noval Iqbal Wahid Muzadi Irawati Dinasari R Irawati Dinasari Retnaningtyas Irsad Irsad Iva Siska Anggraeni Devitasari Jamaluddin, Ahmad Fariz Jeni Susyanti Julio Pratama, Fakhrizal Kharismawan, Wildan Bilal khowi, Muhamad Abdul Khusayni khusayni Lailatul Hikmah M Khusnul Khuluq Mahardhika, Brahmadhita Pratama Mahmuda, Yuwanda Lailatul Mardhotilah, Achmad Bagus Adhiluhung Masyithoh, Dewi Moch. Rifa&#039;i Mochammad Basyori Alwi Mudawamah Mudawamah Muhammad Abdul Adhim Muhammad David Bachtiar Muhammad Farid Rizal Muhammad Farid Wadjdi Muhammad Farid Wajdi Muhammad Havizh Al-Azhar Muhammad Mu’is Mujahidin, Ahmad Alfian Mujahidin, Muhammad Wildan Murid, Yanuar Musoffin, Abdul Nabilla Putri A Nika Dona Junia Arjes Nisak, Siti Nisa’us Sholikah Novi Apriyanti Nur Fajar Azizi Nur Haili Nurrosyid, Ahmad Hakim Nurul Humaidah Nurul Humaidah Oktavia Rahayu Puspitarini Oktavita Rahayu Puspitarini Pramudya Eka Hadi Saputra Puguh Surjowardojo Radika Putri Lailia Rasbawati, Rasbawati Ridha Rizkiani Ainun Nishak Rizal Ilmi Rahmatulloh Rizki Ramadhani setyawan Rofi, Achmad Rojana, Dugi Syahri Sadewa, Jihad Sahidan Rais Setyo, Nurhadi Slamet Muchsin Sri Sulistyowati Sri Susilowati Sri Susilowati Sri Susilowati Sri Wahyuni Sumartono Sumartono Sumartono Sumartono Supiyah Puteri Ramdhani Surya Agustian Suyadi Suyadi Syaiful Arifin Trinil Susilawati Ulinnuha, Ahmad Umi Kalsum USMAN ALI Usman Ali Veril B, Presiden Vivin Waliyyul Ahdi Alhikami Wenny Nur Azizahi widayat, moch widayat Wijaya, Ega Adi Yunus Ansori Purwanto, Maulana Zainur Udin Zuhkhriyan Zakaria