Claim Missing Document
Check
Articles

Estimation of Ripitability, MPPA, Livestock Ranking and The Relationship of Morning and Afternoon Milk Production in The Second and Fourth Lactation Alhikami, Waliyyul Ahdi; Mudawamah, Mudawamah; Kentjonowaty, Inggit
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 12, No 2 (2024): December
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v12i2.12367

Abstract

Most Producing Production Ability (MPPA), also known as Expected Production Ability (EPA) in dairy cattle, indicates the ability to produce milk that can be passed down to offspring. The objective of this study is to obtain the repeatability values of morning and evening milk production in the second and fourth lactations of Friesian Holstein (FH) dairy cows as a basis for estimating MPPA values, ranking, and the relationship of milk production in livestock. This case study uses a sample determined by purposive sampling technique, focusing on cows with recorded second and fourth lactations. The research was conducted at a local dairy farm in the Pujon area of Malang Regency. The sample consisted of 12 cows with the same day, month, and lactation period. Data were analyzed using variance analysis, correlation, and regression. The results showed that the repeatability value of morning milk production ranged from 0,63 to 0,99, categorized as high, while the repeatability of evening milk production ranged from 0,39 to 0,99, categorized as moderate to high. The MPPA values from the study ranged from 3.602 liters per cow to 10,811 liters per cow (morning milk production) and from 1,237 liters/cow to 5,024 liters/cow (evening milk production). The ranking of cattle based on MPPA morning milk production ranged from 1 to 7. The relationship between morning and evening milk production is represented by the equation Y = 0,6213, X = 1,7587 with a determination coefficient of 88,68%.
PREVALENSI MASTITIS SAPI PERAH DAN GOODWILL PETERNAK TERHADAP MASTITIS DI PETERNAKAN RAKYAT DESA KEMIRI KECAMATAN JABUNG KABUPATEN MALANG Yunus Ansori Purwanto, Maulana; Humaidah, Nurul; Kentjonowaty, Inggit
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 1 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mengetahui prevalensi mastitis sangat diperlukan dalam manajemen pemelihaan sapi perah. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung prevalensi mastitis klinis dan subklinis serta menganalisis goodwill peternak terhadap prevalensi mastitis di Desa Kemiri, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang. Materi penelitian adalah data data 99 ekor sapi dari 30 peternak. Pengambilan sampel data dilakukan secara purposive sampling yaitu sapi laktasi bulan 8-10 dengan periode laktasi 8-10. Metode penelitian survey. Variabel yang diteliti adalah prevalensi mastitis klinis dan subklinis serta Goodwill peternak terhadap kejadian mastitis. Data yang diperoleh dianalis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian pada profil peternak menunjukkan bahwa pendidikan peternak 66,67% adalah SD dan kepemilikan ternak 1-3 ekor sebesar 66,3%. Data Potensi fisik terkait manajemen kesehatan adalah 83,33% peternak melakukan teta dipping, 86,67% melakukan uji CMT. Manajemen pemeliharaan dilakukan dengan baik yaitu peternak yang memberikan air minum adlibitum sebanyak 76,67%, pemberian pakan hijauan dua kali sehari sebanyak 70%, pemberian konsentrat dua kali sehari 53,33%, melakukan sanitasi kandang 50%. Peternak juga memperhatikan aspek goodwill yaitu melakukan pemeriksaan untuk mastitis sebanyak 63,33%, memperhatikan manajemen pemeliharaan dengan baik sebanyak  80%, dan mengikuti penyuluhan mastitis sebanyak 70%. Peternak mendapatkan fasilitas yang diperlukan sebanyak 83,33%. Prevalensi mastitis subklinis 23,23 % dan klinis 11,11 %. Kesimpulan penelitian adalah Goodwill peternak terhadap pencegahan mastitis di Desa Kemiri cukup baik.Kata Kunci : prevalensi, mastitis, goodwill, sapi perah
PERBEDAAN TEKNIK PEMBERIAN AIR MINUM TERHADAP KADAR LEMAK DAN BKTL PADA SUSU SAPI PERAH PFH Rojana, Dugi Syahri; Kentjonowaty, Inggit; Ali, Usman
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 7, No 1 (2024): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dilakukan di Dusun Brau, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji - Kota Batu, serta di Laboratorium Terpadu Universitas Islam Malang, pada tanggal 6 Juni hingga 6 Juli 2024. Analisis dalam penelitian digunakan sebagai pengkajian pengaruh Teknik pemberian air minum terhadap kadar lemak dan bahan kering tanpa lemak (BKTL) dalam susu sapi perah PFH serta menentukan sistem pemberian air minum yang optimal. Objek penelitian adalah 20 ekor sapi PFH berumur 2 tahun dalam laktasi pertama bulan ke 3-4, yang diberi pakan hijauan 30 kg/ekor/hari, konsentrat 10 kg/ekor/hari, dan air minum 45 liter/ekor/hari untuk pemberian air minum terjadwal. Metode penelitian ini menggunakan eksperimen dengan Uji t tidak berpasangan (Independent Samples t test) pada dua perlakuan: P1 (pemberian air minum adlibitum) dan P2 (pemberian air minum terjadwal pada pukul 07.00, 12.00, dan 16.00 WIB) masing-masing 15 liter setiap pemberian. Variabel yang diamati adalah kadar lemak dan kadar BKTL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik pemberian air minum secara adlibitum dan terjadwal tidak memberikan perbedaan signifikan (P>0,05) terhadap kadar lemak dan BKTL, dengan nilai rata-rata kadar lemak P1 sebesar 5,014% dan P2 sebesar 4,966%, serta rata-rata BKTL P1 sebesar 8,365% dan P2 sebesar 8,548%. Disimpulkan bahwa teknik pemberian air minum baik secara adlibitum maupun terjadwal tidak berbeda signifikan dalam memengaruhi kadar lemak dan BKTL, namun pemberian air minum secara adlibitum menghasilkan kadar lemak yang sedikit lebih tinggi. Penelitian ini diharapkan menjadi pedoman bagi peternak dalam memilih teknik pemberian air minum pada sapi perah PFH.Kata Kunci: pemberian air adlibitum  dan terjadwal, kadar lemak susu, bahan kering tanpa lemak, sapi perah PFH
PERBEDAAN TEKNIK PEMBERIAN AIR MINUM TERHADAP PRODUKSI DAN BERAT JENIS SUSU PADA SAPI PERAH PFH Rofi, Achmad; Kentjonowaty, Inggit; Ali, Usman
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 7, No 1 (2024): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di peternakan rakyat yang dimulai pada tanggal 06 juni sampai 06 Juli 2024, bertempat di di Dusun Brau, Desa Gunungsari Kec. Bumiaji, Kota Batu, dan Laboratorium Terpadu Universitas Islam Malang. Tujuan dari penelitian untuk menguji perbedaan berbagai teknik pemberian air minum terhadap produksi dan berat jenis sapi perah PFH. Penelitian ini diharap memberikan pengetahuan dan menjadi pedoman dalam pemeliharaan sapi perah yang efektif dan efisien, khususnya dalam hal kebutuhan minum untuk sapi perah. Materi yang digunakan sebanyak 20 ekor sapi PFH umur 2 tahun, laktasi 1, bulan 3-4. P1 = Pemberian air minum adlibitum, P2 = Pemberian air minum terjadwal (pagi pukul 07.00, siang pukul 12.00, dan sore pukul 16.00 masing-masing sebanyak 15 liter) setiap perlakuan diulang sebanyak 10 kali. Variabel yang diamati adalah produksi dan berat jenis susu. Data yang dianalisis menggunakan uji-t tidak berpasangan. Produksi susu dan berat jenis adlibitum bernilai 15,39 liter dan 1,03046 g/ml, sementara terjadwal bernilai 14,56 l dan 1,03053 g/ml. Berdasarkan hasil analisa dapat ditarik kesimpulan bahwa tidak ada perbedaan antara teknik pemberian air minum secara adlibitum dan terjadwal. Saran dari penelitian ini yaitu pemberian air minum sebaiknya secara adlibitum karena efisiensi waktu dan tenaga. Saran untuk penelitian ini adalah melakukan kajian lebih mendalam mengenai pemberian air minum secara adlibitum dan terjadwal sehingga dapat mengetahui konsumsi air minum yang dibutuhkan ternak dalam rangka beternak secara yang efektif dan efisien dalam hal pemberian air minum.Kata Kunci : susu, air minum, produksi, berat jenis, sapi perah.
ANALISIS PRODUKTIVITAS AYAM JANTAN LAYER HASIL SUBTITUSI TEPUNG MAGGOT DAN JAGUNG : ANALYSIS OF PRODUCTIVITY OF CHICKENS MALE LAYER RESULTING FROM SUBSTITUTION OF MAGGOT FLOUR AND CORN widayat, moch widayat; Mudawamah; Inggit Kentjonowaty
Jurnal Ternak Vol. 16 No. 1 (2025): Juni, 2025
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM LAMONGAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jt.v16i1.252

Abstract

The purpose of this study was to analyze the productivity of layer roosters related to feed consumption, body weight gain (PBB), feed conversion ratio (FCR), carcass weight and income over feed cost (IOFC). The materials used in this study were finisher phase layer roosters (aged 22 days to 60 days). The method used was experimental method using Randomized Block Design ( RBD ) with 4 treatments and 4 groups, each group consisted of 9 chickens and the total sample used was 144 finisher phase layer roosters (22 days old). The treatments given were P1 = 100% commercial feed, P2 = 80% commercial feed plus 20% BSF (Black Soldier Fly) maggot flour and corn, P3 = 70% commercial feed plus 30% BSF (Black Soldier Fly) maggot flour and corn, P4 = 60% commercial feed plus 40% BSF (Black Soldier Fly) maggot flour and corn. The results showed that the use of maggot BSF (Black Soldier Fly) flour substitution feed and corn had a very significant effect (P<0.01) on feed consumption and income over feed cost (IOFC), but did not show a significant effect (P>0.05) on body weight gain, feed conversion ratio, and carcass weight. The conclusion of this research is that substitution feed meal maggot BSF (Black Soldier Fly) and corn can increase the productivity of layer roosters seen from the amount of feed consumption decreased by 6.6% to 8.4% followed by an increase in income over feed cost by 19.11% to 34.28%. The suggestion of this research is the use of maggot BSF (Black Soldier Fly) and corn substitution feed can be used up to 40% with 60% commercial feed
The Performance Of Cattle Dairy Business (Case Study In Senduro District, Lumajang Regency) Vivin; Inggit Kentjonowaty; Dewi Masyithoh
Jurnal Ternak Vol. 16 No. 1 (2025): Juni, 2025
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM LAMONGAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jt.v16i1.259

Abstract

This study aims to analyze the performance of dairy cattle farming businesses in Senduro District, Lumajang Regency, by identifying factors that influence the production and income of farmers. The variables analyzed include the number of lactating dairy cattle, the amount of green fodder per day, the amount of additional feed per day, the age of farmers, education level, livestock farming experience, the number of household members, the number of workers, training that has been attended and extension in livestock farming. The approach used is quantitative descriptive with multiple linear regression analysis methods. The results of the study showed that simultaneously all independent variables had a significant effect (P <0.05) on the performance of livestock farming businesses. Partially, the variables of the number of lactating cows, the amount of concentrate feed, and the number of family members showed a significant effect (P <0.05) on the performance of dairy farming businesses in Senduro District. The conclusion of this study is that the success of dairy farming businesses is greatly influenced by the management of production inputs, especially in terms of the number of productive cows and the efficiency of feeding. This study is expected to be a reference in the development of dairy farming businesses and improving the welfare of farmers in highland areas.
PENGARUH PERIODE LAKTASI TERHADAP PRODUKSI DAN KADAR LEMAK SUSU PADA SAPI PERAH Julio Pratama, Fakhrizal; Kentjonowaty, Inggit; dinasari, irawati
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 1 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 30 November sampai dengan 30 Desember 2024 di Koperasi Laboratorium Ternak dan Perah (KPSP) Sidodadi-Jambesari yang berlokasi di Kecamatan Poncokusumo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menyelidiki pengaruh masa laktasi terhadap produksi dan kadar lemak sapi perah perah pada pagi hari. Bahan penelitian yang digunakan adalah sembilan ekor sapi perah PFH, tiga ekor pada setiap masa laktasi, serta susu segar dari sapi perah PFH pada bulan laktasi kedua dan ketiga pada setiap siklus laktasi. Sebanyak dua puluh mililiter susu diambil dari setiap ekor sapi laktasi untuk menghitung persentase kadar lemak susu. Metodologi penelitian ini bersifat eksperimental dan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan dan tiga kali ulangan. P1 adalah laktasi kedua, P2 adalah laktasi ketiga, dan P3 adalah laktasi keempat. Produksi susu dan kadar lemak susu sapi perah PFH, yang berasal dari proses produksi susu setiap hari, adalah variabel yang diteliti dalam penelitian ini. Data dianalisis menggunakan uji ANOVA (Analysis of Variance). Analisis ragam menunjukkan pengaruh yang sangat jelas, yang kemudian diikuti oleh uji BNT untuk memahami perbedaan antar tugas. Menurut temuan penelitian, produksi susu dan kandungan lemak dipengaruhi secara signifikan (P<0,01) oleh periode laktasi. Untuk setiap perlakuan, produksi susu rata-rata adalah P1: 9,66 L a, P2: 12,38 Lb, dan P3: 14,38 L c. Untuk setiap perlakuan, kandungan lemak susu rata-rata adalah P1: 3,15% a, P2: 3,30% b, dan P3: 3,53% c. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan produksi susu rata-rata 14,38 liter setiap pagi, sapi perah di KPSP Sidodadi menghasilkan susu paling banyak pada periode laktasi keempat. Namun, pada fase laktasi keempat, kandungan lemak rata-rata paling tinggi, yakni 3,53% pada pagi hari.Kata Kunci : Sapi perah PFH, Periode laktasi, Produksi susu, dan Kadar lemak susu.
ANALISIS KUALITAS INTERIOR TELUR AYAM KAMPUNG DENGAN PERENDAMAN BERBAGAI KONSENTRASI SARI DAUN PEPAYA (CARICA PAPAYA L.) PADA SUHU RUANG Hulwani Rujianto, Alif Noval; Kentjonowaty, Inggit; Rahayu Puspitarini, Oktavia
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 1 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses penyimpanan telur ayam kampung memiliki peran penting dalam mempengaruhi kualitas bagian dalam telur yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas interior telur ayam kampung dengan merendamnya dalam berbagai konsentrasi sari daun pepaya pada suhu ruang. Penelitian ini menggunakan bahan berupa 20 butir telur ayam kampung yang berumur 1 hari, daun pepaya California, dan air. Metode yang diterapkan adalah eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang mencakup empat perlakuan dan lima ulangan. Variabel yang diukur dalam penelitian ini antara lain Indeks Kuning Telur, Indeks Putih Telur, dan Haugh Unit. Telur ayam kampung direndam dalam ekstrak daun pepaya selama 30 menit, kemudian disimpan selama 14 hari. Perlakuan yang diberikan adalah sebagai berikut: P0 = telur ayam kampung tanpa perendaman (0%), P1 = telur ayam kampung direndam dalam ekstrak daun pepaya 2%, P2 = telur ayam kampung direndam dalam ekstrak daun pepaya 4%, dan P3 = telur ayam kampung direndam dalam ekstrak daun pepaya 6%. Proses perendaman dilakukan selama 30 menit. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman telur ayam kampung tidak memiliki pengaruh signifikan (P > 0,05) terhadap Indeks Kuning Telur. Nilai rata-rata Indeks Kuning Telur untuk setiap perlakuan adalah P0: 0,197, P1: 0,291, P2: 0,231, dan P3: 0,249. Selain itu, perendaman juga tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan (P > 0,05) terhadap Indeks Putih Telur, dengan nilai rata-rata Indeks Putih Telur sebagai berikut: P0: 0,02, P1: 0,03, P2: 0,04, dan P3: 0,04. Perendaman juga tidak memberikan dampak yang signifikan (P > 0,05) terhadap Haugh Unit, dengan nilai rata-rata Haugh Unit adalah P0: 3,89, P1: 3,74, P2: 6,02, dan P3: 4,73. Kesimpulannya, merendam telur ayam kampung dalam ekstrak daun pepaya tidak memengaruhi kualitas interior telur (indeks kuning telur, indeks putih telur, dan Haugh Unit). Telur yang direndam dengan ekstrak daun pepaya 2% menunjukkan kualitas interior yang lebih baik dibandingkan perlakuan lainnya.Kata Kunci : Telur ayam kampung, Sari daun pepaya, Kualitas interior telur ayam kampung
PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG JAMUR TIRAM PADA NUGGET AYAM PETELUR AFKIR TERHADAP KADAR AIR DAN KADAR PROTEIN Jamaluddin, Ahmad Fariz; Kentjonowaty, Inggit; dinasari, irawati
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 1 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung jamur tiram terhadap kadar air dan kadar protein pada nugget ayam petelur afkir. Penelitian ini dilaksanakan selama 15 hari, mulai tanggal 30 September hingga 15 Oktober 2024, di Laboratorium Terpadu Universitas Islam Malang dan Laboratorium Nutrisi Peternakan Universitas Brawijaya. Materi yang digunakan dalam penelitian ini meliputi daging ayam petelur afkir strain Isa Brown berusia sekitar 80 minggu ke atas, dengan bagian dada sebanyak 500 gram, tepung jamur tiram, tepung tapioka, es batu, bawang putih, garam/kaldu jamur, merica, air, dan putih telur. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah P0 (tanpa penambahan tepung jamur tiram), P1 (penambahan tepung jamur tiram 10%), P2 (penambahan tepung jamur tiram 20%), dan P3 (penambahan tepung jamur tiram 30%). Data dianalisis menggunakan uji ANOVA dan dilanjutkan dengan uji BNT jika terdapat perbedaan yang signifikan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung jamur tiram berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kadar protein dan kadar air nugget ayam petelur afkir. Semakin tinggi penambahan tepung jamur tiram, semakin menurun kadar protein dan semakin meningkat kadar air dalam nugget. Rataan kadar protein yang diperoleh adalah P0 = 27,56ᶜ%, P1 = 22,66ᵇ%, P2 = 19,89ᵅ%, dan P3 = 15,25ᵅ%. Sedangkan rataan kadar air adalah P0 = 36,68ᵅ%, P1 = 41,81ᵅᵇ%, P2 = 44,07ᵇᶜ%, dan P3 = 49,55ᶜ%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penambahan tepung jamur tiram hingga 30% menyebabkan penurunan kadar protein dan peningkatan kadar air, yang berpengaruh pada tekstur nugget ayam petelur afkir. Oleh karena itu, disarankan penggunaan tepung jamur tiram maksimal 10% agar tidak menurunkan kadar protein secara signifikan serta menambahkan bahan kaya protein dan bahan pengikat air untuk menjaga keseimbangan komposisi nugget.Kata Kunci : nugget ayam petelur afkir, tepung jamur tiram, kadar air, kadar protein
PERBEDAAN SISTEM PERKANDANGAN TERHADAP PRODUKSI DAN BERAT JENIS SUSU SEGAR DI KEMITRAAN KOPERASI SUSU PUJON, KABUPATEN MALANG, JAWA TIMUR Fadillah, Daffa Akbar; Kentjonowaty, Inggit; Rahayu Puspitarini, Oktavia
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 2 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan sistem perkandangan terhadap produksi dan berat jenis susu segar di kemitraan koperasi susu Pujon, Malang, Jawa Timur. Materi yang digunakan adalah 20 ekor sapi perah peranakan friesian holstein (PFH) pada masa laktasi ke 3 - 4 dan dengan model kandang individu. Metode penelitian adalah metode studi kasus. Pengambilan data dari produksi susu dan berat jenis susu segar, yang terdiri dari 2 perlakuan dengan masing masing perlakuan terdiri dari 10 ekor sapi. Perlakuan penelitian adalah P1: pemeliharaan kandang tertutup, P2: pemeliharaan kandang terbuka. Variabel penelitian adalah produksi dan berat jenis susu segar. Analisa data menggunakan uji t tidak berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem perkandangan berbeda sangat nyata (P<0.01) terhadap produksi dan berat jenis susu segar. Nilai rata-rata produksi susu (liter/hari) adalah P1=14,85a, dan P2=13,15b. Nilai rata-rata berat jenis susu segar (gr/ml) adalah P1=1,027a, dan P2=1,025b. Kesimpulan penelitian adalah Sistem perkandangan tertutup berbeda pada sistem perkandangan terbuka dalam menghasilkan susu dengan produksi dan berat jenis yang lebih tinggi.Kata kunci : sistem perkandangan, kandang tertutup, kandang terbuka, produksi susu, berat jenis
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Abdul Wadud Wahab Hasbullah Ach. Bagus Adhiluhung Mardhotillah Achmad Bagus Adhiluhung Mardhotillah Achmad Yusuf Achsan Sabilan Al Falah Aditya Yulianto Putra Afidhatul Masruroh Ahmad Charis Chilman Ahmad Fa’iqin Ahmad Hofit Ahmad Uzairon Alfachrozi Ahmad Yunus Akhmad Syahril Kafi Al Udhma, As’ad M Wafawaid Alhikami, Waliyyul Ahdi Amelia Anggraini Ananda Octa Lutfia Anang Setyawan Andi Setiawan Andreas Njuruma Arief Ardiansyah Arrum Novita Sari Atiqoh, Lia Nur Ayu Rahmanda Azwar Bahi Badat Muwakhid Bagus Singgih Putra Pratama Dhana Beatrix Rose Veronicha Budi Irwanto JF Bustami Fauzan Chabiburrochman, Muhammad Masud Cicik Sulistyo Winarni Daulat Salahuddin Fatih Dedi Suryanto Dewi Masyithoh Dimas Fatkhul Deva Adzanian Dinasari, Irawati Dwi Priyo Utomo Dwiki Wirahadi Kusuma Edy Ustomo Eko Noerhayati Fadillah, Daffa Akbar Fadly Noviyandi Firda Uswatun Khotimah Hafidi, Moh. Handika Deni Hermawan Hariyanto, Muhammad Arizky Akbar Hulwani Rujianto, Alif Noval Iqbal Wahid Muzadi Irawati Dinasari R Irawati Dinasari Retnaningtyas Irsad Irsad Iva Siska Anggraeni Devitasari Jamaluddin, Ahmad Fariz Jeni Susyanti Julio Pratama, Fakhrizal Kharismawan, Wildan Bilal khowi, Muhamad Abdul Khusayni khusayni Lailatul Hikmah M Khusnul Khuluq Mahardhika, Brahmadhita Pratama Mahmuda, Yuwanda Lailatul Mardhotilah, Achmad Bagus Adhiluhung Masyithoh, Dewi Moch. Rifa&#039;i Mochammad Basyori Alwi Mudawamah Mudawamah Muhammad Abdul Adhim Muhammad David Bachtiar Muhammad Farid Rizal Muhammad Farid Wadjdi Muhammad Farid Wajdi Muhammad Havizh Al-Azhar Muhammad Mu’is Mujahidin, Ahmad Alfian Mujahidin, Muhammad Wildan Murid, Yanuar Musoffin, Abdul Nabilla Putri A Nika Dona Junia Arjes Nisak, Siti Nisa’us Sholikah Novi Apriyanti Nur Fajar Azizi Nur Haili Nurrosyid, Ahmad Hakim Nurul Humaidah Nurul Humaidah Oktavia Rahayu Puspitarini Oktavita Rahayu Puspitarini Pramudya Eka Hadi Saputra Puguh Surjowardojo Radika Putri Lailia Rasbawati, Rasbawati Ridha Rizkiani Ainun Nishak Rizal Ilmi Rahmatulloh Rizki Ramadhani setyawan Rofi, Achmad Rojana, Dugi Syahri Sadewa, Jihad Sahidan Rais Setyo, Nurhadi Slamet Muchsin Sri Sulistyowati Sri Susilowati Sri Susilowati Sri Susilowati Sri Wahyuni Sumartono Sumartono Sumartono Sumartono Supiyah Puteri Ramdhani Surya Agustian Suyadi Suyadi Syaiful Arifin Trinil Susilawati Ulinnuha, Ahmad Umi Kalsum USMAN ALI Usman Ali Veril B, Presiden Vivin Waliyyul Ahdi Alhikami Wenny Nur Azizahi widayat, moch widayat Wijaya, Ega Adi Yunus Ansori Purwanto, Maulana Zainur Udin Zuhkhriyan Zakaria