Claim Missing Document
Check
Articles

PERBEDAAN TEKNIK PEMBERIAN AIR MINUM TERHADAP PRODUKSI DAN BERAT JENIS SUSU PADA SAPI PERAH PFH Rofi, Achmad; Kentjonowaty, Inggit; Ali, Usman
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 7, No 1 (2024): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan di peternakan rakyat yang dimulai pada tanggal 06 juni sampai 06 Juli 2024, bertempat di di Dusun Brau, Desa Gunungsari Kec. Bumiaji, Kota Batu, dan Laboratorium Terpadu Universitas Islam Malang. Tujuan dari penelitian untuk menguji perbedaan berbagai teknik pemberian air minum terhadap produksi dan berat jenis sapi perah PFH. Penelitian ini diharap memberikan pengetahuan dan menjadi pedoman dalam pemeliharaan sapi perah yang efektif dan efisien, khususnya dalam hal kebutuhan minum untuk sapi perah. Materi yang digunakan sebanyak 20 ekor sapi PFH umur 2 tahun, laktasi 1, bulan 3-4. P1 = Pemberian air minum adlibitum, P2 = Pemberian air minum terjadwal (pagi pukul 07.00, siang pukul 12.00, dan sore pukul 16.00 masing-masing sebanyak 15 liter) setiap perlakuan diulang sebanyak 10 kali. Variabel yang diamati adalah produksi dan berat jenis susu. Data yang dianalisis menggunakan uji-t tidak berpasangan. Produksi susu dan berat jenis adlibitum bernilai 15,39 liter dan 1,03046 g/ml, sementara terjadwal bernilai 14,56 l dan 1,03053 g/ml. Berdasarkan hasil analisa dapat ditarik kesimpulan bahwa tidak ada perbedaan antara teknik pemberian air minum secara adlibitum dan terjadwal. Saran dari penelitian ini yaitu pemberian air minum sebaiknya secara adlibitum karena efisiensi waktu dan tenaga. Saran untuk penelitian ini adalah melakukan kajian lebih mendalam mengenai pemberian air minum secara adlibitum dan terjadwal sehingga dapat mengetahui konsumsi air minum yang dibutuhkan ternak dalam rangka beternak secara yang efektif dan efisien dalam hal pemberian air minum.Kata Kunci : susu, air minum, produksi, berat jenis, sapi perah.
ANALISIS PRODUKTIVITAS AYAM JANTAN LAYER HASIL SUBTITUSI TEPUNG MAGGOT DAN JAGUNG : ANALYSIS OF PRODUCTIVITY OF CHICKENS MALE LAYER RESULTING FROM SUBSTITUTION OF MAGGOT FLOUR AND CORN widayat, moch widayat; Mudawamah; Inggit Kentjonowaty
Jurnal Ternak Vol. 16 No. 1 (2025): Juni, 2025
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM LAMONGAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jt.v16i1.252

Abstract

The purpose of this study was to analyze the productivity of layer roosters related to feed consumption, body weight gain (PBB), feed conversion ratio (FCR), carcass weight and income over feed cost (IOFC). The materials used in this study were finisher phase layer roosters (aged 22 days to 60 days). The method used was experimental method using Randomized Block Design ( RBD ) with 4 treatments and 4 groups, each group consisted of 9 chickens and the total sample used was 144 finisher phase layer roosters (22 days old). The treatments given were P1 = 100% commercial feed, P2 = 80% commercial feed plus 20% BSF (Black Soldier Fly) maggot flour and corn, P3 = 70% commercial feed plus 30% BSF (Black Soldier Fly) maggot flour and corn, P4 = 60% commercial feed plus 40% BSF (Black Soldier Fly) maggot flour and corn. The results showed that the use of maggot BSF (Black Soldier Fly) flour substitution feed and corn had a very significant effect (P<0.01) on feed consumption and income over feed cost (IOFC), but did not show a significant effect (P>0.05) on body weight gain, feed conversion ratio, and carcass weight. The conclusion of this research is that substitution feed meal maggot BSF (Black Soldier Fly) and corn can increase the productivity of layer roosters seen from the amount of feed consumption decreased by 6.6% to 8.4% followed by an increase in income over feed cost by 19.11% to 34.28%. The suggestion of this research is the use of maggot BSF (Black Soldier Fly) and corn substitution feed can be used up to 40% with 60% commercial feed
The Performance Of Cattle Dairy Business (Case Study In Senduro District, Lumajang Regency) vivin; Inggit Kentjonowaty; Dewi Masyithoh
Jurnal Ternak Vol. 16 No. 1 (2025): Juni, 2025
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM LAMONGAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jt.v16i1.259

Abstract

This study aims to analyze the performance of dairy cattle farming businesses in Senduro District, Lumajang Regency, by identifying factors that influence the production and income of farmers. The variables analyzed include the number of lactating dairy cattle, the amount of green fodder per day, the amount of additional feed per day, the age of farmers, education level, livestock farming experience, the number of household members, the number of workers, training that has been attended and extension in livestock farming. The approach used is quantitative descriptive with multiple linear regression analysis methods. The results of the study showed that simultaneously all independent variables had a significant effect (P <0.05) on the performance of livestock farming businesses. Partially, the variables of the number of lactating cows, the amount of concentrate feed, and the number of family members showed a significant effect (P <0.05) on the performance of dairy farming businesses in Senduro District. The conclusion of this study is that the success of dairy farming businesses is greatly influenced by the management of production inputs, especially in terms of the number of productive cows and the efficiency of feeding. This study is expected to be a reference in the development of dairy farming businesses and improving the welfare of farmers in highland areas.
PENGARUH PERIODE LAKTASI TERHADAP PRODUKSI DAN KADAR LEMAK SUSU PADA SAPI PERAH Julio Pratama, Fakhrizal; Kentjonowaty, Inggit; dinasari, irawati
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 1 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 30 November sampai dengan 30 Desember 2024 di Koperasi Laboratorium Ternak dan Perah (KPSP) Sidodadi-Jambesari yang berlokasi di Kecamatan Poncokusumo. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan menyelidiki pengaruh masa laktasi terhadap produksi dan kadar lemak sapi perah perah pada pagi hari. Bahan penelitian yang digunakan adalah sembilan ekor sapi perah PFH, tiga ekor pada setiap masa laktasi, serta susu segar dari sapi perah PFH pada bulan laktasi kedua dan ketiga pada setiap siklus laktasi. Sebanyak dua puluh mililiter susu diambil dari setiap ekor sapi laktasi untuk menghitung persentase kadar lemak susu. Metodologi penelitian ini bersifat eksperimental dan menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) dengan tiga perlakuan dan tiga kali ulangan. P1 adalah laktasi kedua, P2 adalah laktasi ketiga, dan P3 adalah laktasi keempat. Produksi susu dan kadar lemak susu sapi perah PFH, yang berasal dari proses produksi susu setiap hari, adalah variabel yang diteliti dalam penelitian ini. Data dianalisis menggunakan uji ANOVA (Analysis of Variance). Analisis ragam menunjukkan pengaruh yang sangat jelas, yang kemudian diikuti oleh uji BNT untuk memahami perbedaan antar tugas. Menurut temuan penelitian, produksi susu dan kandungan lemak dipengaruhi secara signifikan (P<0,01) oleh periode laktasi. Untuk setiap perlakuan, produksi susu rata-rata adalah P1: 9,66 L a, P2: 12,38 Lb, dan P3: 14,38 L c. Untuk setiap perlakuan, kandungan lemak susu rata-rata adalah P1: 3,15% a, P2: 3,30% b, dan P3: 3,53% c. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dengan produksi susu rata-rata 14,38 liter setiap pagi, sapi perah di KPSP Sidodadi menghasilkan susu paling banyak pada periode laktasi keempat. Namun, pada fase laktasi keempat, kandungan lemak rata-rata paling tinggi, yakni 3,53% pada pagi hari.Kata Kunci : Sapi perah PFH, Periode laktasi, Produksi susu, dan Kadar lemak susu.
ANALISIS KUALITAS INTERIOR TELUR AYAM KAMPUNG DENGAN PERENDAMAN BERBAGAI KONSENTRASI SARI DAUN PEPAYA (CARICA PAPAYA L.) PADA SUHU RUANG Hulwani Rujianto, Alif Noval; Kentjonowaty, Inggit; Rahayu Puspitarini, Oktavia
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 1 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Proses penyimpanan telur ayam kampung memiliki peran penting dalam mempengaruhi kualitas bagian dalam telur yang dihasilkan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis kualitas interior telur ayam kampung dengan merendamnya dalam berbagai konsentrasi sari daun pepaya pada suhu ruang. Penelitian ini menggunakan bahan berupa 20 butir telur ayam kampung yang berumur 1 hari, daun pepaya California, dan air. Metode yang diterapkan adalah eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), yang mencakup empat perlakuan dan lima ulangan. Variabel yang diukur dalam penelitian ini antara lain Indeks Kuning Telur, Indeks Putih Telur, dan Haugh Unit. Telur ayam kampung direndam dalam ekstrak daun pepaya selama 30 menit, kemudian disimpan selama 14 hari. Perlakuan yang diberikan adalah sebagai berikut: P0 = telur ayam kampung tanpa perendaman (0%), P1 = telur ayam kampung direndam dalam ekstrak daun pepaya 2%, P2 = telur ayam kampung direndam dalam ekstrak daun pepaya 4%, dan P3 = telur ayam kampung direndam dalam ekstrak daun pepaya 6%. Proses perendaman dilakukan selama 30 menit. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji ANOVA. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman telur ayam kampung tidak memiliki pengaruh signifikan (P > 0,05) terhadap Indeks Kuning Telur. Nilai rata-rata Indeks Kuning Telur untuk setiap perlakuan adalah P0: 0,197, P1: 0,291, P2: 0,231, dan P3: 0,249. Selain itu, perendaman juga tidak menunjukkan pengaruh yang signifikan (P > 0,05) terhadap Indeks Putih Telur, dengan nilai rata-rata Indeks Putih Telur sebagai berikut: P0: 0,02, P1: 0,03, P2: 0,04, dan P3: 0,04. Perendaman juga tidak memberikan dampak yang signifikan (P > 0,05) terhadap Haugh Unit, dengan nilai rata-rata Haugh Unit adalah P0: 3,89, P1: 3,74, P2: 6,02, dan P3: 4,73. Kesimpulannya, merendam telur ayam kampung dalam ekstrak daun pepaya tidak memengaruhi kualitas interior telur (indeks kuning telur, indeks putih telur, dan Haugh Unit). Telur yang direndam dengan ekstrak daun pepaya 2% menunjukkan kualitas interior yang lebih baik dibandingkan perlakuan lainnya.Kata Kunci : Telur ayam kampung, Sari daun pepaya, Kualitas interior telur ayam kampung
PENGARUH PENAMBAHAN TEPUNG JAMUR TIRAM PADA NUGGET AYAM PETELUR AFKIR TERHADAP KADAR AIR DAN KADAR PROTEIN Jamaluddin, Ahmad Fariz; Kentjonowaty, Inggit; dinasari, irawati
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 1 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan tepung jamur tiram terhadap kadar air dan kadar protein pada nugget ayam petelur afkir. Penelitian ini dilaksanakan selama 15 hari, mulai tanggal 30 September hingga 15 Oktober 2024, di Laboratorium Terpadu Universitas Islam Malang dan Laboratorium Nutrisi Peternakan Universitas Brawijaya. Materi yang digunakan dalam penelitian ini meliputi daging ayam petelur afkir strain Isa Brown berusia sekitar 80 minggu ke atas, dengan bagian dada sebanyak 500 gram, tepung jamur tiram, tepung tapioka, es batu, bawang putih, garam/kaldu jamur, merica, air, dan putih telur. Penelitian menggunakan metode eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 5 ulangan. Perlakuan yang digunakan adalah P0 (tanpa penambahan tepung jamur tiram), P1 (penambahan tepung jamur tiram 10%), P2 (penambahan tepung jamur tiram 20%), dan P3 (penambahan tepung jamur tiram 30%). Data dianalisis menggunakan uji ANOVA dan dilanjutkan dengan uji BNT jika terdapat perbedaan yang signifikan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung jamur tiram berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap kadar protein dan kadar air nugget ayam petelur afkir. Semakin tinggi penambahan tepung jamur tiram, semakin menurun kadar protein dan semakin meningkat kadar air dalam nugget. Rataan kadar protein yang diperoleh adalah P0 = 27,56ᶜ%, P1 = 22,66ᵇ%, P2 = 19,89ᵅ%, dan P3 = 15,25ᵅ%. Sedangkan rataan kadar air adalah P0 = 36,68ᵅ%, P1 = 41,81ᵅᵇ%, P2 = 44,07ᵇᶜ%, dan P3 = 49,55ᶜ%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah penambahan tepung jamur tiram hingga 30% menyebabkan penurunan kadar protein dan peningkatan kadar air, yang berpengaruh pada tekstur nugget ayam petelur afkir. Oleh karena itu, disarankan penggunaan tepung jamur tiram maksimal 10% agar tidak menurunkan kadar protein secara signifikan serta menambahkan bahan kaya protein dan bahan pengikat air untuk menjaga keseimbangan komposisi nugget.Kata Kunci : nugget ayam petelur afkir, tepung jamur tiram, kadar air, kadar protein
PERBEDAAN SISTEM PERKANDANGAN TERHADAP PRODUKSI DAN BERAT JENIS SUSU SEGAR DI KEMITRAAN KOPERASI SUSU PUJON, KABUPATEN MALANG, JAWA TIMUR Fadillah, Daffa Akbar; Kentjonowaty, Inggit; Rahayu Puspitarini, Oktavia
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 2 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan sistem perkandangan terhadap produksi dan berat jenis susu segar di kemitraan koperasi susu Pujon, Malang, Jawa Timur. Materi yang digunakan adalah 20 ekor sapi perah peranakan friesian holstein (PFH) pada masa laktasi ke 3 - 4 dan dengan model kandang individu. Metode penelitian adalah metode studi kasus. Pengambilan data dari produksi susu dan berat jenis susu segar, yang terdiri dari 2 perlakuan dengan masing masing perlakuan terdiri dari 10 ekor sapi. Perlakuan penelitian adalah P1: pemeliharaan kandang tertutup, P2: pemeliharaan kandang terbuka. Variabel penelitian adalah produksi dan berat jenis susu segar. Analisa data menggunakan uji t tidak berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem perkandangan berbeda sangat nyata (P<0.01) terhadap produksi dan berat jenis susu segar. Nilai rata-rata produksi susu (liter/hari) adalah P1=14,85a, dan P2=13,15b. Nilai rata-rata berat jenis susu segar (gr/ml) adalah P1=1,027a, dan P2=1,025b. Kesimpulan penelitian adalah Sistem perkandangan tertutup berbeda pada sistem perkandangan terbuka dalam menghasilkan susu dengan produksi dan berat jenis yang lebih tinggi.Kata kunci : sistem perkandangan, kandang tertutup, kandang terbuka, produksi susu, berat jenis
ANALISIS POTENSI PENGEMBANGAN SAPI POTONG DENGAN SISTEM EKSTENSIF DI PADANG SAVANA KECAMATAN PEKAT KABUPATEN DOMPU PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT: ANALISIS POTENSI PENGEMBANGAN SAPI POTONG DENGAN SISTEM EKSTENSIF DI PADANG SAVANA KECAMATAN PEKAT KABUPATEN DOMPU PROVINSI NUSA TENGGARA BARAT Setiawan, Andi; Sumartono; Inggit Kentjonowaty
Jurnal Ternak Vol. 16 No. 1 (2025): Juni, 2025
Publisher : UNIVERSITAS ISLAM LAMONGAN

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30736/jt.v16i1.275

Abstract

The purpose of this study was to determine the profile of beef cattle farming in Padang Savana, Pekat District, Dompu Regency and also to analyze the potential for developing beef cattle farming in Padang Savana, Pekat District, Dompu Regency. The method used in this study was a qualitative descriptive approach. This research was implemented from September 1, 2024, to September 30, 2024 , taking place in Padang Savana, Pekat District, Dompu Regency . The results of this study show that the savannah in Pekat District, Dompu Regency has an area of 2000 hectares with a total population of 46,177 animals consisting of cattle, goats, horses, and buffalo spread across 12 villages. The total carrying capacity of the savannah in Pekat District, Dompu Regency is 154,922 animals. The SWOT analysis of the savannah in Pekat District, Dompu Regency consists of Strengths of the grazing fields which have a land area of 2000 hectares , the grazing fields which have the largest population in Dompu Regency , the grazing fields which have the largest contribution to the livestock economy in Dompu Regency. Weaknesses of the grazing fields which are only covered by grass with low nutritional content , the grazing fields which have a drinking water crisis for livestock in the dry season , suboptimal disease prevention management. Opportunities for planting superior grass seeds that have high nutritional content to meet the needs of livestock green fodder , procurement of irrigation systems or drilling water sources , sustainable grazing programs . Threats for attacks animal cruelty to livestock , less than optimal security , conversion of land into agricultural land, causing conflict between livestock breeders and farmers.
PRODUKSI DAN KUALITAS SUSU SAPI PERANAKAN FRISIAN HOLSTEIN PADA TINGKAT LAKTASI BERBEDA Murid, Yanuar; Kentjonowaty, Inggit; Masyithoh, Dewi
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 2 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilaksanakan pada 4 Juni sampai 30 Juni 2025 di Peternakan sapi perah milik Bapak Andik di Desa Jambesari, Kecamatan Poncokusumo, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Analisis kualitas susu dilakukan di Laboratorium Koperasi Peternakan Sapi Perah (KPSP) Sidodadi, Malang. Tujuan penelitian adalah mengevaluasi produksi dan kualitas susu sapi perah Peranakan Friesian Holstein (PFH) berdasarkan berat jenis dan total bahan kering pada periode laktasi berbeda. Materi yang digunakan berupa 9 ekor sapi PFH, masing-masing 3 ekor pada laktasi ke-2, ke-3, dan ke-4. Setiap sapi diambil sampel susu 30 mL untuk dianalisis berat jenis dan kandungan bahan kering total. Penelitian menggunakan metode eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL), terdiri atas tiga perlakuan dan tiga ulangan. Perlakuan meliputi: P1 (laktasi ke-2), P2 (laktasi ke-3), dan P3 (laktasi ke-4). Variabel yang diamati meliputi produksi susu, berat jenis, dan bahan kering total. Data dianalisis menggunakan One Way ANOVA, dilanjutkan dengan Uji BNT jika terdapat perbedaan signifikan. Hasil penelitian menunjukkan periode laktasi berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap produksi dan kualitas susu. Rataan produksi susu adalah P1: 7,68 L, P2: 9,48 L, dan P3: 11,34 L. Rataan berat jenis susu yaitu P1: 1,032 g/mL, P2: 1,031 g/mL, dan P3: 1,030 g/mL. Sedangkan rataan bahan kering total adalah P1: 12,06%, P2: 12,48%, dan P3: 12,91%. Disimpulkan bahwa produksi susu tertinggi diperoleh pada laktasi ke-4, sementara berat jenis tertinggi pada laktasi ke-2, dan bahan kering total tertinggi pada laktasi ke-2. Kata Kunci : Sapi Perah PFH, Periode laktasi, Produksi Susu, Berat Jenis Susu, dan Bahan Kering Total susu.
PENGARUH PERENDAMAN DAGING ITIK AFKIR DENGAN SARI DAUN KENIKIR TERHADAP pH DAN SUSUT MASAK Kharismawan, Wildan Bilal; Kentjonowaty, Inggit; Puspitarini, Oktavia Rahayu
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 2 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Abstrak Riset ini bertujuan menganalisa efek perendaman daging itik afkir dalam berbagai konsentrasi sari daun kenikir terhadap pH dan susut masak. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Terpadu Universitas Islam Malang pada 15 Agustus sampai 15 September 2024. Materi yang digunakan pada penelitian ini adalah daging itik afkir berusia 92 minggu pada bagian dada sebanyak 700 gram dan 120 gram sari daun kenikir. Penelitian ini menggunakan metode percobaan dan rancangan acak lengkap (RAL) menggunakan 4 perlakuan 5 ulangan. Data dianalisa dan  menggunakan ANOVA dan dilanjutkan uji BNT. Perlakuan yang digunakan yaitu: P0 (Tanpa sari daun kenikir), P1(10% Sari daun kenikir), P2(15 % Sari daun kenikir), dan P3(20% sari daun kenikir). Variabel yang diteliti pada ini yaitu pH dan susut masak. Hasil analisa ragam menujukan perendaman daging itik afkir menggunakan sari daun kenikir berpengaruh sangat nyata terhadap pH (P<0,01) akan tetapi tidak mempengaruhi susut masak daging (P>0,05). Nilai rataan pH daging itik afkir yaitu P0=3,8a, P1=6,12b, P2=6,19b, P3=6,35b, nilai rataan susut masak yaitu P0=31,21%, P1=28,54, P2=34%, P3=36,33%. Kesimpulan penelitian perendaman daging itik Mojosari afkir menggunakan sari daun kenikir tua mempengaruhi nilai pH, namun tidak mempengauhi susut masak. Perendaman daging itik afkir disarankan menggunakan sari daun kenikir tua 10% menghasilkan nilai pH 6,12 dan susut masak dengan nilai 28,54% yang direndam selama 45 menit.Kata kunci : Daging itik afkir, daun kenikir, pH, susut masak 
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Abdul Wadud Wahab Hasbullah Ach. Bagus Adhiluhung Mardhotillah Achmad Bagus Adhiluhung Mardhotillah Achmad Yusuf Achsan Sabilan Al Falah Aditya Yulianto Putra Afidhatul Masruroh Ahmad Charis Chilman Ahmad Fa’iqin Ahmad Hofit Ahmad Uzairon Alfachrozi Ahmad Yunus Akhmad Syahril Kafi Al Udhma, As’ad M Wafawaid Alhikami, Waliyyul Ahdi Amelia Anggraini Ananda Octa Lutfia Anang Setyawan Andi Setiawan Andreas Njuruma Arrum Novita Sari Atiqoh, Lia Nur Ayu Rahmanda Azwar Bahi Badat Muwakhid Beatrix Rose Veronicha Budi Irwanto JF Bustami Fauzan Cicik Sulistyo Winarni Dedi Suryanto Dewi Masyithoh Dimas Fatkhul Deva Adzanian Dinasari, Irawati Dwi Priyo Utomo Dwiki Wirahadi Kusuma Edy Ustomo Fadillah, Daffa Akbar Fadly Noviyandi Firda Uswatun Khotimah Hafidi, Moh. Handika Deni Hermawan Hariyanto, Muhammad Arizky Akbar Hulwani Rujianto, Alif Noval Iqbal Wahid Muzadi Irawati Dinasari R Irawati Dinasari Retnaningtyas Irsad Irsad Iva Siska Anggraeni Devitasari Jamaluddin, Ahmad Fariz Jeni Susyanti Julio Pratama, Fakhrizal Kharismawan, Wildan Bilal khowi, Muhamad Abdul Khusayni khusayni Lailatul Hikmah M Khusnul Khuluq Mahardhika, Brahmadhita Pratama Mahmuda, Yuwanda Lailatul Mardhotilah, Achmad Bagus Adhiluhung Masyithoh, Dewi Moch. Rifa&#039;i Mochammad Basyori Alwi Mudawamah Mudawamah Muhammad Abdul Adhim Muhammad David Bachtiar Muhammad Farid Rizal Muhammad Farid Wadjdi Muhammad Farid Wajdi Muhammad Havizh Al-Azhar Muhammad Mu’is Mujahidin, Ahmad Alfian Murid, Yanuar Musoffin, Abdul Nabilla Putri A Nika Dona Junia Arjes Nisak, Siti Nisa’us Sholikah Novi Apriyanti Nur Fajar Azizi Nur Haili Nurrosyid, Ahmad Hakim Nurul Humaidah Nurul Humaidah Oktavia Rahayu Puspitarini Oktavia Rahayu Puspitarini Oktavita Rahayu Puspitarini Pramudya Eka Hadi Saputra Puguh Surjowardojo Radika Putri Lailia Rahayu Puspitarini, Oktavia Rasbawati, Rasbawati Ridha Rizkiani Ainun Nishak Rizal Ilmi Rahmatulloh Rizki Ramadhani setyawan Rofi, Achmad Rojana, Dugi Syahri Sadewa, Jihad Sahidan Rais Setyo, Nurhadi Slamet Muchsin Sri Sulistyowati Sri Susilowati Sri Susilowati Sri Wahyuni Sumartono Sumartono Sumartono Sumartono Supiyah Puteri Ramdhani Surya Agustian Syaiful Arifin Trinil Susilawati Ulinnuha, Ahmad Umi Kalsum USMAN ALI Usman Ali Veril B, Presiden Vivin Waliyyul Ahdi Alhikami Wenny Nur Azizahi widayat, moch widayat Wijaya, Ega Adi Yunus Ansori Purwanto, Maulana Zainur Udin