Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PENAMBAHAN SARI SEMANGKA DAN TOMAT DALAM PENGENCER ANDROMED PADA BERBAGAI LAMA SIMPAN TERHADAP KUALITAS SEMEN KAMBING BOER Fadly Noviyandi; Sumartono sumartono; Inggit Kentjonowaty
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 2, No 1 (2019): Edisi Khusus Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitianaini b.ertujuan..u.ntuk mengevaluasi \pengaruh penambahan sari semangka dan tomat dalam pengencer andromed pada berbagai lama simpan terhadap kualitas semen Kambing Boer. Ma.teri ya.ng digunakan da.lam pen.elitian i.ni ad.alah sem.en se.gar kam.bing b.oer umur 3 tahun dansari semangka dan tomat serta pengencer andromed. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen menggu.nakan R.ancangan Aca.k Le.ngkap (R.A.L) pola factorial d.engan 2 f.aktor pe.rlakuan d.an 3 ulangan Faktor pertama adalah konsentrasi sari semangka dan tomat (/K.0:.0/%, /K.1/:.20/%, K.2/:40/% d/a/n K/.3:6/.0%) dan faktor kedua adalah berbagai lama simpan (L/0:0/Jam,/L1:2/Jam, L/2:4J/am, L/3:6/Jam)..Variable yang ..diamati. . adalah .Motilitas .individu .dan. Viabilitas individu semen. . segar kambing Boer. D.ata yan.g di.peroleh dianalisa de.ngan Analy.sis o.f Va.ri.ance (AN.O.VA) da.n di.lanju.tkan den.gan u.ji B.ed.a Ny.a.ta Terkecil (BNT)... Berdasarkan ..analisis ragam didapatkan hasil penelitian yang di peroleh menunjukan penambahan sari semangka dan tomat pada berbagai lama simpan berpengaruh sangat nyata P(0,01). Penambahan sari semangka dan tomat 20, 40% dan 60% dan berbagai lama simpan hingga 6 jam menghasilkan persentase motilitas danviabilitas yang semakin menurun. Saran dari penelitian ini adalah agar menurunkan level konsentrasi sari semangka dan tomat serta lama penyimpanan agar memperoleh hasil yang terbaik sebagai bahanpengencer spermatozoa.Katakunci:..Kambing Boer,..Spermatozoa,..Sari Semangka dan Tomat, Kualitas SpermatozoaKambing Boer.
ENGARUH PERENDAMAN TELUR PUYUH KONSUMSI DALAM BERBAGAI KONSENTRASI LIQUID SMOKE DAN LAMA PENYIMPANAN TERHADAP pH DAN TOTAL BAKTERI Iqbal Wahid Muzadi; Inggit Kentjonowaty; Oktavita Rahayu Puspitarini
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 5, No 02 (2022): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perendaman telur puyuh konsumsi pada berbagai konsentrasi liquid smoke dan lama penyimpanan terhadap nilai pH dan total bakteri. Materi yang digunakan adalah telur puyuh umur 1 hari 48 butir (10-12 g), liquid smoke, aquades. Metode percobaan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial dengan 2 perlakuan 4 ulangan. Faktor (A) Konsentrasi (%) meliputi K0=0, K1=10, K2=15, K3=20. Faktor (B) Penyimpanan (hari) meliputi P1=14, P2=24, P3=34. Variabel yang diamati pH kuning, putih dan total bakteri. Data yang diperoleh dianalisis ragam ANOVA, jika berpengaruh maka diuji BNT. Hasil analisis ragam konsentrasi liquid smoke, lama penyimpanan berpengaruh sangat nyata (P<0,01), interaksi kedunaya berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap pH kuning. Nilai rataan pH kuning pada konsentrasi K0=6,98b , K1=6,32a , K2=6,39a , K3=6,48ab, pada penyimpanan P1=6,24a , P2=6,42a , P3=6,98b , pada interaksi K0P1=6,50b , K0P2=6,68b , K0P3=7,78c , K1P1=5,95a , K1P2=6,28ab, K1P3=6,73b , K2P1=6,13ab, K2P2=6,35ab, K2P3=6,70b , K3P1=6,38b , K3P2=6,38b , K3p3=6,70b . Hasil analisis ragam konsentrasi liquid smoke, lama penyimpanan, dan interaksi keduanya berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap pH putih. Nilai rataan pH putih pada konsentrasi K0=8,02b , K1=7,58a , K2=7,53a , K3=7,58a , pada penyimpanan P1=7,29a , P2=7,39a , P3=8,35b , pada interaksi K0P1=7,63b , K0P2=7,45ab, K0P3=8,98d , K1P1=7,35ab, K1P2=7,25ab , K1P3=8,15c , K2P1=7,13a , K2P2=7,30ab, K2P3=8,15c , K3P1=7,08a , K3P2=7,55b , K3P3=8,13c . Hasil analisis ragam konsentrasi liquid smoke, lama penyimpanan, dan interaksi keduanya tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap total bakteri. Kesimpulan penelitian ini konsentrasi 15% dapat mempertahankan pH kuning, putih telur puyuh serta menekan pertumbuhan bakteri hingga 34 hari penyimpanan. Saran penelitian ini perlu dilakukan penelitian lanjut mengenai penelitian susut bobot telur, rongga udara dan cemaran bakteri pathogen seperti E. coli, Salmonella sp. Kata kunci : Telur puyuh, Liquid smoke, pH kuning, pH putih, total bakter
POTENSI PENGEMBANGAN PRODUKTIVITAS SAPI BALI DI WILAYAH NUSA TENGGARA TIMUR (NTT) Article Review Ahmad Yunus; Sri Susilowati; Inggit Kentjonowaty
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 5, No 02 (2022): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTujuan dilakukan penelitian ini untuk menganalisis potensi pengembangan produktivitas Sapi Bali di Nusa Tenggara Timur. Metode yang dapat digunakan yakni article review/ literature. Selama 2 tahun berturut-turut sapi potong di NTT mengalami penurunan karena kurangnya lahan agar bisa dijadikan tempat untuk menggembala semua ternak sapi karena faktor pendukung yang paling penting adalah tempat untuk memelihara ternak sapi. Bahan yang digunakan menjadi sumber daya karena sebagai penentu keberhasilan hijauan pakan ternak dan bisa mendapatkan mutu yang sangat bagus apabila dijadikan pakan. Berdasarkan dari hasil penelitian Artikel review disimpulkan bahwa Untuk pengembangan produktivitas sapi Bali di  Nusa Tenggara Timur, NTT harus menjunjung kualitas dari pakan itu sendiri agar bisa menambah konsentrat, dengan cara menanam rumput secara mandiri serta bisa melakukan penanaman pada lahan yang gosong karena banyak lahan yang sudah beralih fungsi. Tidak hanya menanam rumput lapang melainkan juga leguminosa agar kebutuhan pakan bisa terpenuhi untuk ternak sapi.Kata kunci : Pengembangan, produktivitas, sapi Bali
PENGARUH LAMA PENYIMPANAN SUSU PASTEURISASI DENGAN BERBAGAI BAHAN PENGEMAS DI SUHU REFRIGERATOR TERHADAP TOTAL BAKTERI, NILAI pH DAN BERAT JENIS Handika Deni Hermawan; Inggit Kentjonowaty; Sri Susilowati
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 3, No 02 (2020): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lama penyimpanan susu pasteurisasi dengan berbagai bahan pengemas di suhu refrigerator terhadap total bakteri, nilai pH dan berat jenis. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah susu sapi 7 liter, gula 7,5% (b/v), aquades, alumunium foil, Nutrient Agar (NA), alkohol, botol plastik hight density polypropylene, botol plastik polyethylene terephthalate jenis Pir dan Almond dengan masing-masing kemasan berukuran 250 ml. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola tersarang (nested) dengan 2 perlakuan dan 3 ulangan. Faktor A = jenis kemasan yang terdiri dari A1 = Botol plastik PET Pir, A2 = Botol plastik PET Almond dan A3 = Botol plastik HDPE. Sedangkan faktor B = lama penyimpanan yang terdiri dari L1 = lama simpan 1 hari, L7 = lama simpan 7 hari dan L14 = lama simpan 14 hari. Data yang diperoleh dianalisis ragam (Anova) dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan perlakuan lama penyimpanan susu pasteurisasi pada suhu refrigerator dengan berbagai bahan pengemas berpengaruh sangat nyata (P < 0,01) terhadap  total bakteri dan nilai pH, akan tetapi tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap nilai berat jenis. Selanjutnya nilai rata-rata total bakteri pada A1L1= 1,6x104 CFU/ml, A1L7= 4x104 CFU/ml, A1L14= 3,8x105 CFU/ml, rerata total bakteri pada A2L1= 2,3x104 CFU/ml, A2L7= 4,3x104 CFU/ml, A2L14= 5,06x105 CFU/ml, rerata total bakteri pada A3L1= 1,3x104 CFU/ml, A3L7= 3,3x104 CFU/ml, A3L14= 2,86x105 CFU/ml, rerata nilai pH pada A1L1= ,67, A1L7=6,57, A1L14=6,57, rerata nilai pH pada A2L1=6,63, A2L7=6,53, A2L14=6,50, rerata pada A3L1=6,70, A3L7=6,57, A3L14=6,60. Rerata nilai berat jenis pada A1L1= 1,0530g/ml, A1L7 = 1,0529g/ml, A1L14= 1,0517g/ml, rerata pada A2L1= 1,0531g/ml, A2L7= 1,0522g/ml, A2L14= 1,0512g/ml, rerata pada A3L1= 1,0518g/ml, A3L7= 1,0522g/ml, A3L14= 1,0527g/ml. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Pengemas botol plastik HDPE dan botol plastik PET Pir lebih baik jika dibandingkan dengan botol plastik PET Almond sebagai bahan pengemas susu pasteurisasi disimpan di suhu refrigerator. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang pengaruh lama penyimpanan susu pasteurisasi dengan berbagai bahan pengemas di suhu refrigerator terhadap kandungan nutrien susu pasteurisasi.
PENGARUH PERENDAMAN DAGING AYAM KAMPUNG DENGAN CAMPURAN SARI DAUN DAN BIJI PEPAYA TERHADAP KEEMPUKAN, TOTAL BAKTERI DAN NILAI pH Nabilla Putri A; Inggit Kentjonowaty; Oktavia Rahayu Puspitarini
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 7, No 1 (2024): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh perendaman campuran sari daun dan biji pepaya terhadap keempukan, total bakteri dan nilai pH pada daging ayam kampung. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah daging ayam kampung jantan bermur 18 bulan, dengan berat 880 gram serta daun dan biji pepaya 480 gram. Penelitian ini mengunakan metode percobaan dengan Rancanggan Acak Lengkap (RAL), dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan penelitian ini adalah sebagai berikut: P0 = tanpa perendaman (kontrol), P1 = perendaman dengan konsentrasi 15%, P2 = perendaman dengan konsentrasi 20%, P3 = Perendaman dengan konsentrasi 25%. Variable yang diamati dalam penelitian ini mencakup keempukan, total bakteri dan nilai pH. Data penelitian dianalisis menggunakan Analysis of variance (ANOVA). Jika hasil ANOVA menunjukkan pengaruh , dilanjut dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman dengan berbagai konsentrasi campuran sari daun dan biji papaya pada daging ayam kampung berpengaruh yang sangat (P<0,01) terhadap keempukan, total bakteri dan nilai pH. Rata-rata nilai keempukan (N) pada P0 = 23,99c P1= 18,09b P2 =14,16a P3 = 13,15a. Rata- rata total bakteri (CFU/g) pada P0 = 4,5x104 P1= 7,1x105 P2=  4,0x105 P3= 7,8x105 dan rata- rata nilai pH pada P0= 5,15a P1= 5,22a P2= 6,56b P3= 7,15c. Kesimpulan dari penelitian ini adalah perendaman daging ayam kampung dengan berbagai campuran sari daun dan biji pepaya selama 45 menit mempengaruhi keempukan, total bakteri dan nilai pH. Campuran sari daun dan biji pepaya sebanyak 15% mampu menghasikan kualitas keempukan, total bakteri dan nilai pH.Kata kunci:daun pepaya, biji pepaya, daging, ayam kampung, keempukan, total bakteri,  nilai pH.
STUDI KASUS MASTITIS SUBKLINIS PADA PETERNAKAN SAPI PERAH DENGAN MANAJEMEN PEMERAHAN YANG BAIK DI DESA PANDESARI KECAMATAN PUJON KABUPATEN MALANG Ahmad Uzairon Alfachrozi; Nurul Humaidah; Inggit Kentjonowaty
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 3, No 02 (2020): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan menggunakan metode penelitian dengan survey melalui data primer kuisioner yang ditabulasikan untuk menganalisis prosentasi kasus mastitis subklinis pada peternakan sapi perah dengan manajemen pemerahan yang baik di peternakan sapi perah di Desa Pandesari Kecamatan Pujon Kabupaten Malang. Materi penelitian sapi PFH sekitar umur 6 tahun sebanyak 50 ekor yang ada di Desa Pandesari. Data primer ditabulasikan dalam bentuk prosentase. Pengambilan sampel dengan kriteria sapi yang sedang laktasi 4-5. Variabel kasus mastitis subklinis pada peternakan sapi perah dengan manajemen pemerahan yang baik di Desa Pandesari Kecamatan Pujon Kabupaten Malang. Hasil penelitian ini dinyatakan bahwa peternak di Desa Pandesari Kecamatan Pujon Kabupaten Malang mayoritas Lama Beternak >5 tahun (90%), Tingkat Pendidikan Lulus SMA (60%), Sapi yang dimiliki >6 ekor (52%), Jumlah Sapi Laktasi >4 ekor (54%), Penyuluhan Mastitis Ada dilaksanakan (82%), Bulan Laktasi >10 bulan (58%), Produksi Susu/hari >16 liter (84%), Perlakuan Teat Dipping dengan Antiseptik(54%) ,Tidak Pernah kena mastitis (56%), Uji CMT 1 bulan sekali (58%), Pemberian Minum diberikan Ad libitum (94%), Jumlah Pakan Hijaun10 – 12 % dari berat badan (72%), Jumlah Pakan Konsentrat 2% dari berat badan (68%), Pembersihan kandang sebelum diperah (98%), Memandikan ternak (74%), Pemberian konsentrat (88%), Pengikatan ekor (96%), Menyiapkan peralatan pemerahan(100%), Pemberian pelicin (100%) Pemerahan(100%), Pemberian teat dipping (98%), Pemberian hijauan (100%),Uji CMT (negatif) 56%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Peternakan dengan manajemen pemerahan yang baik masih terdapat kasus mastitis subklinis sebesar 44% karena tidak pernah melakukan uji CMT ada 42%. Saran hasil penelitian ini Peternak dengan menejemen pemerahan yang baik harus tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kasus mastitis subklinis dengan rutin melakukan Uji CMT seminggu sekali terutama pada saat produksi susu tinggi (˃16 l/hr) dan pada bulan laktasi ke 1-4 setelah beranak jangan terlalu banyak pakan.
STUDI LITERATUR DAMPAK PANDEMI COVID-19 TERHADAP FLUKTUASI HARGA DAN PEMASARAN DAGING AYAM RAS PEDAGING DI JAWA TIMUR Dimas Fatkhul Deva Adzanian; Inggit Kentjonowaty; Irawati Dinasari
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 4, No 02 (2021): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi Covid-19 berdampak terhadap sektor peternakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa tingkat fluktuasi harga daging ayam ras pedaging di pasaran dan pemasarannya di provinsi Jawa Timur selama pandemi Covid-19. Metode penelitian ini adalah article review atau studi literatur dengan mengumpulkan data dan mengambil intisari dari pustaka sesuai dengan topik yang menjadi perhatian. Hasil penelitian menunjukkan selama pandemi Covid-19 terjadi fluktuasi harga pada komoditas daging ayam ras pedaging di Jawa Timur dengan nilai fluktuasi tertinggi untuk harga di tingkat peternak adalah 22,41% pada Mei 2020 dan 13,21% untuk harga di tingkat konsumen pada Juli 2020. Rataan harga tertinggi daging ayam ras pedaging di Jawa Timur adalah Rp22.982,- untuk harga tingkat peternak pada Mei 2021 dan Rp37.114,- untuk harga tingkat konsumen pada April 2021. Sedangkan rataan harga terendah di Jawa Timur adalah Rp14.421,- untuk harga tingkat peternak pada Mei 2020 dan Rp26.764,- untuk harga tingkat konsumen pada April 2020. Pemasaran daging ayam ras mengalami kendala yakni alur distribusi yang terhambat dan kesulitan mencari pasar. Strategi yang bisa dilakukan peternak adalah melakukan pemasaran secara online, melakukan diversifikasi produk dan bekerja sama dengan perusahaan dengan pola kemitraan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pandemi Covid-19 berdampak terhadap fluktuasi harga daging ayam ras pedaging di Jawa Timur. Fluktuasi tertinggi pada bulan Mei 2020 sebesar 22,41% di tingkat produsen dan pada bulan Juli 2020 sebesar 13,21% pada tingkat konsumen. Pemasaran daging ayam ras terganggu akibat distribusi yang terhambat dan sulitnya mencari pasar akibat kebijakan pembatasan sosial. Kata Kunci: Pandemi, Daging ayam, Fluktuasi Harga, Pemasaran.
Estimation of Ripitability, MPPA, Livestock Ranking and The Relationship of Morning and Afternoon Milk Production in The Second and Fourth Lactation Alhikami, Waliyyul Ahdi; Mudawamah, Mudawamah; Kentjonowaty, Inggit
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol 12, No 2 (2024): December
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v12i2.12367

Abstract

Most Producing Production Ability (MPPA), also known as Expected Production Ability (EPA) in dairy cattle, indicates the ability to produce milk that can be passed down to offspring. The objective of this study is to obtain the repeatability values of morning and evening milk production in the second and fourth lactations of Friesian Holstein (FH) dairy cows as a basis for estimating MPPA values, ranking, and the relationship of milk production in livestock. This case study uses a sample determined by purposive sampling technique, focusing on cows with recorded second and fourth lactations. The research was conducted at a local dairy farm in the Pujon area of Malang Regency. The sample consisted of 12 cows with the same day, month, and lactation period. Data were analyzed using variance analysis, correlation, and regression. The results showed that the repeatability value of morning milk production ranged from 0,63 to 0,99, categorized as high, while the repeatability of evening milk production ranged from 0,39 to 0,99, categorized as moderate to high. The MPPA values from the study ranged from 3.602 liters per cow to 10,811 liters per cow (morning milk production) and from 1,237 liters/cow to 5,024 liters/cow (evening milk production). The ranking of cattle based on MPPA morning milk production ranged from 1 to 7. The relationship between morning and evening milk production is represented by the equation Y = 0,6213, X = 1,7587 with a determination coefficient of 88,68%.
PREVALENSI MASTITIS SAPI PERAH DAN GOODWILL PETERNAK TERHADAP MASTITIS DI PETERNAKAN RAKYAT DESA KEMIRI KECAMATAN JABUNG KABUPATEN MALANG Yunus Ansori Purwanto, Maulana; Humaidah, Nurul; Kentjonowaty, Inggit
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 8, No 1 (2025): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Mengetahui prevalensi mastitis sangat diperlukan dalam manajemen pemelihaan sapi perah. Penelitian ini bertujuan untuk menghitung prevalensi mastitis klinis dan subklinis serta menganalisis goodwill peternak terhadap prevalensi mastitis di Desa Kemiri, Kecamatan Jabung, Kabupaten Malang. Materi penelitian adalah data data 99 ekor sapi dari 30 peternak. Pengambilan sampel data dilakukan secara purposive sampling yaitu sapi laktasi bulan 8-10 dengan periode laktasi 8-10. Metode penelitian survey. Variabel yang diteliti adalah prevalensi mastitis klinis dan subklinis serta Goodwill peternak terhadap kejadian mastitis. Data yang diperoleh dianalis deskriptif kuantitatif. Hasil penelitian pada profil peternak menunjukkan bahwa pendidikan peternak 66,67% adalah SD dan kepemilikan ternak 1-3 ekor sebesar 66,3%. Data Potensi fisik terkait manajemen kesehatan adalah 83,33% peternak melakukan teta dipping, 86,67% melakukan uji CMT. Manajemen pemeliharaan dilakukan dengan baik yaitu peternak yang memberikan air minum adlibitum sebanyak 76,67%, pemberian pakan hijauan dua kali sehari sebanyak 70%, pemberian konsentrat dua kali sehari 53,33%, melakukan sanitasi kandang 50%. Peternak juga memperhatikan aspek goodwill yaitu melakukan pemeriksaan untuk mastitis sebanyak 63,33%, memperhatikan manajemen pemeliharaan dengan baik sebanyak  80%, dan mengikuti penyuluhan mastitis sebanyak 70%. Peternak mendapatkan fasilitas yang diperlukan sebanyak 83,33%. Prevalensi mastitis subklinis 23,23 % dan klinis 11,11 %. Kesimpulan penelitian adalah Goodwill peternak terhadap pencegahan mastitis di Desa Kemiri cukup baik.Kata Kunci : prevalensi, mastitis, goodwill, sapi perah
PERBEDAAN TEKNIK PEMBERIAN AIR MINUM TERHADAP KADAR LEMAK DAN BKTL PADA SUSU SAPI PERAH PFH Rojana, Dugi Syahri; Kentjonowaty, Inggit; Ali, Usman
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 7, No 1 (2024): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian dilakukan di Dusun Brau, Desa Gunungsari, Kecamatan Bumiaji - Kota Batu, serta di Laboratorium Terpadu Universitas Islam Malang, pada tanggal 6 Juni hingga 6 Juli 2024. Analisis dalam penelitian digunakan sebagai pengkajian pengaruh Teknik pemberian air minum terhadap kadar lemak dan bahan kering tanpa lemak (BKTL) dalam susu sapi perah PFH serta menentukan sistem pemberian air minum yang optimal. Objek penelitian adalah 20 ekor sapi PFH berumur 2 tahun dalam laktasi pertama bulan ke 3-4, yang diberi pakan hijauan 30 kg/ekor/hari, konsentrat 10 kg/ekor/hari, dan air minum 45 liter/ekor/hari untuk pemberian air minum terjadwal. Metode penelitian ini menggunakan eksperimen dengan Uji t tidak berpasangan (Independent Samples t test) pada dua perlakuan: P1 (pemberian air minum adlibitum) dan P2 (pemberian air minum terjadwal pada pukul 07.00, 12.00, dan 16.00 WIB) masing-masing 15 liter setiap pemberian. Variabel yang diamati adalah kadar lemak dan kadar BKTL. Hasil penelitian menunjukkan bahwa teknik pemberian air minum secara adlibitum dan terjadwal tidak memberikan perbedaan signifikan (P>0,05) terhadap kadar lemak dan BKTL, dengan nilai rata-rata kadar lemak P1 sebesar 5,014% dan P2 sebesar 4,966%, serta rata-rata BKTL P1 sebesar 8,365% dan P2 sebesar 8,548%. Disimpulkan bahwa teknik pemberian air minum baik secara adlibitum maupun terjadwal tidak berbeda signifikan dalam memengaruhi kadar lemak dan BKTL, namun pemberian air minum secara adlibitum menghasilkan kadar lemak yang sedikit lebih tinggi. Penelitian ini diharapkan menjadi pedoman bagi peternak dalam memilih teknik pemberian air minum pada sapi perah PFH.Kata Kunci: pemberian air adlibitum  dan terjadwal, kadar lemak susu, bahan kering tanpa lemak, sapi perah PFH
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Abdul Wadud Wahab Hasbullah Ach. Bagus Adhiluhung Mardhotillah Achmad Bagus Adhiluhung Mardhotillah Achmad Yusuf Achsan Sabilan Al Falah Aditya Yulianto Putra Afidhatul Masruroh Ahmad Charis Chilman Ahmad Fa’iqin Ahmad Hofit Ahmad Uzairon Alfachrozi Ahmad Yunus Akhmad Syahril Kafi Al Udhma, As’ad M Wafawaid Alhikami, Waliyyul Ahdi Amelia Anggraini Ananda Octa Lutfia Anang Setyawan Andi Setiawan Andreas Njuruma Arrum Novita Sari Atiqoh, Lia Nur Ayu Rahmanda Azwar Bahi Badat Muwakhid Beatrix Rose Veronicha Budi Irwanto JF Bustami Fauzan Cicik Sulistyo Winarni Dedi Suryanto Dewi Masyithoh Dimas Fatkhul Deva Adzanian Dinasari, Irawati Dwi Priyo Utomo Dwiki Wirahadi Kusuma Edy Ustomo Fadillah, Daffa Akbar Fadly Noviyandi Firda Uswatun Khotimah Hafidi, Moh. Handika Deni Hermawan Hariyanto, Muhammad Arizky Akbar Hulwani Rujianto, Alif Noval Iqbal Wahid Muzadi Irawati Dinasari R Irawati Dinasari Retnaningtyas Irsad Irsad Iva Siska Anggraeni Devitasari Jamaluddin, Ahmad Fariz Jeni Susyanti Julio Pratama, Fakhrizal Kharismawan, Wildan Bilal khowi, Muhamad Abdul Khusayni khusayni Lailatul Hikmah M Khusnul Khuluq Mahardhika, Brahmadhita Pratama Mahmuda, Yuwanda Lailatul Mardhotilah, Achmad Bagus Adhiluhung Masyithoh, Dewi Moch. Rifa&#039;i Mochammad Basyori Alwi Mudawamah Mudawamah Muhammad Abdul Adhim Muhammad David Bachtiar Muhammad Farid Rizal Muhammad Farid Wadjdi Muhammad Farid Wajdi Muhammad Havizh Al-Azhar Muhammad Mu’is Mujahidin, Ahmad Alfian Mujahidin, Muhammad Wildan Murid, Yanuar Musoffin, Abdul Nabilla Putri A Nika Dona Junia Arjes Nisak, Siti Nisa’us Sholikah Novi Apriyanti Nur Fajar Azizi Nur Haili Nurrosyid, Ahmad Hakim Nurul Humaidah Nurul Humaidah Oktavia Rahayu Puspitarini Oktavita Rahayu Puspitarini Pramudya Eka Hadi Saputra Puguh Surjowardojo Radika Putri Lailia Rasbawati, Rasbawati Ridha Rizkiani Ainun Nishak Rizal Ilmi Rahmatulloh Rizki Ramadhani setyawan Rofi, Achmad Rojana, Dugi Syahri Sadewa, Jihad Sahidan Rais Setyo, Nurhadi Slamet Muchsin Sri Sulistyowati Sri Susilowati Sri Susilowati Sri Wahyuni Sumartono Sumartono Sumartono Sumartono Supiyah Puteri Ramdhani Surya Agustian Syaiful Arifin Trinil Susilawati Ulinnuha, Ahmad Umi Kalsum USMAN ALI Usman Ali Veril B, Presiden Vivin Waliyyul Ahdi Alhikami Wenny Nur Azizahi widayat, moch widayat Wijaya, Ega Adi Yunus Ansori Purwanto, Maulana Zainur Udin