Claim Missing Document
Check
Articles

ANALISIS KONFIRMASI HASIL IB SEXING DAN PERFORMA REPRODUKSI SAPI PFH DI KAN JABUNG Dwi Priyo Utomo; Nurul Humaidah; Inggit Kentjonowaty
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 7, No 1 (2024): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hasil konfirmasi inseminasi buatan (IB) sexing dan performa reproduksi sapi Peranakan Fries Holland (PFH) di KAN Jabung. Materi yang di gunakan sebanyak 129 ekor sapi PFH dengan nilai Body Condition Score (BCS) 3 dengan status laktasi 1 sampai 3. Metode penelitian ini menggunakan metode survey dengan pendekatan kualitatif. Jenis data dikumpulkan dari catatan recording 420 dosis penggunaan semen sexing dari berbagai pejantan, dengan fokus pada jumlah dosis yang digunakan, hasil kelahiran, Conception Rate (CR), dan Service per Conception (S/C).Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata – rata kelahiran betina hanya mencapai 55% dari penggunaan semen sexing (X). Kode pejantan 30157-X menggunakan 63 dosis dengan 17 kelahiran (10 betina, 7 jantan), CR sebesar 60%, dan S/C 4. Kode pejantan 30160-X dengan 121 dosis, menghasilkan 20 kelahiran (12 betina, 9 jantan), CR sebesar 17%, dan S/C 5. Kode pejantan 30156-X dengan 53 dosis menghasilkan 17 kelahiran (9 betina, 8 jantan), CR sebesar 32%, dan S/C 3. Kode pejantan 30153-X memiliki 23 dosis dengan 8 kelahiran (4 betina, 4 jantan), CR sebesar 34%, dan S/C 3. Kode pejantan 30782-X menunjukkan peningkatan performa dengan 54 dosis menghasilkan 27 kelahiran (15 betina, 12 jantan), CR sebesar 50%, dan S/C 2. Kode pejantan 30569-X menunjukkan hasil dengan 26 dosis menghasilkan 12 kelahiran (6 betina, 6 jantan), CR sebesar 47%, dan S/C 2. 30572-X, dengan 14 dosis, menghasilkan 5 kelahiran (3 betina, 2 jantan), CR sebesar 36%, dan S/C 3. Kode pejantan 30774-X, dengan 8 dosis, menghasilkan 2 kelahiran (1 betina, 1 jantan), CR sebesar 21%, dan S/C 4. Kode pejantan 30781-X dengan 60 dosis menghasilkan 22 kelahiran (12 betina, 10 jantan), CR sebesar 37%, dan S/C 3. Days open selama penggunaan semen sexing adalah 170 hari, menunjukkan waktu yang dibutuhkan untuk mencapai kebuntingan. Dibandingkan dengan penelitian sexing sebelumnya, temuan ini memberikan wawasan tentang efektivitas dan tantangan IB sexing. Kesimpulan penelitian Secara keseluruhan, penelitian ini menunjukkan bahwa efektivitas IB sexing sangat bervariasi di antara berbagai pejantan, dengan kode pejantan 30782-X dan kode pejantan 30572-X menunjukkan performa terbaik. Prosentase kelahiran betina masih 55% dari target penggunaan sexing (X). Days open yang relatif tinggi menunjukkan perlunya peningkatan manajemen reproduksi dan teknik IB untuk meningkatkan efisiensi reproduksi sapi PFH di KAN Jabung.Saran penelitian perlu adanya penelitian lebih lanjut tentang penyebab prosentase kelahiran betina masih 55% dari target penggunaan semen sexing (X) dan juga penyebab performa reproduksi IB semen sexing yang masih belum memuaskan serta perbaikan management reproduksi di peternak anggota KAN JABUNG. *Kata Kunci:* Inseminasi Buatan, Sexing, Conception Rate, Service per Conception, Peranakan Fries Holland, Performa Reproduksi, KAN Jabung
PERBEDAAN PERFORMA PRODUKSI DOMBA LEPAS SAPIH DENGAN PEMBERIAN PAKAN FERMENTASI DAN PAKAN NON FERMENTASI Nur Fajar Azizi; Inggit Kentjonowaty; Oktavia Rahayu Puspitarini
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 6, No 2 (2023): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah menanalisis perbedaan performa produksi domba lepas sapih dengan pemberian pakan fermentasi dan pakan non fermentasi. Penelitian dilaksanakan di (UPTD BPPTDK) Unit Pelaksana Teknis Daerah Balai Pengembangan Perbibitan Ternak dan Diagnostik Kehewanan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Yogyakarta. Materi dalam penelitian ini menggunakan domba ekor tipis jantan lepas sapih sebanyak 40 ekor,usia 3-5 bulan rumput umami, konsentrat, bekatul, garam dan saus burger pakan atau SBP. Metode penelitiannya  adalah eksperimen dengan 2 perlakuan (A1 = pakan fermentasi, A2= pakan non fermentasi), dan 20 ulangan. Dengan variabel panjang badan, tinggi badan, dan pertambahan bobot badan. Data dianalisis menggunakan uji t tidak berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan adanya perbedaan sangat nyata (P<0,01) pada PBB domba lepas sapih dengan pemberian pakan fermentasi dan non fermentasi  Rataan PBB (g/ekor/hari) pada *A1 = 90, *A2 =30. Rataan tinggi badan (cm) pada *A1 = 55,6 *A2= 50,7. Rataan panjang badan (cm) pada *A1= 51,8, *A2= 48,8 Kesimpulannya adalah performa produksi (PBB,TB dan PB) domba lepas sapih dengan pemberian pakan fermentasi dan non fermentasi  Rataan PBB (g/ekor/hari) pada *A1 = 90, *A2 =30. Rataan tinggi badan (cm) pada *A1 = 55,6 *A2= 50,7. Rataan panjang badan (cm) pada *A1= 51,8, *A2= 48,8 domba ekor tipis lepas sapih yang diberi pakan fermentasi berbeda dengan yang diberi pakan non fermentasi. Performa produksi domba ekor tipis lepas sapih yang diberi pakan fermentasi lebih baik dibandingkan dengan diberi pakan non fermentasi.Kata kunci: performa produksi, domba ekor tipis, lepas sapih,Pakan fermentasi, non fermentasi
PERBEDAAN JENIS PENGEMAS SUSU KAMBING PASTEURISASI TERHADAP BERAT JENIS (BJ), KADAR LEMAK DAN BAHAN KERING TOTAL (BKT) Ahmad Charis Chilman; Inggit Kentjonowaty; Irawati Dinasari
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 4, No 02 (2021): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan jenis pengemas susu kambing pasteurisasi terhadap Berat Jenis (BJ), Kadar Lemak dan Bahan Kering Total (BKT). Materi yang digunakan adalah susu kambing segar, pengemas botol Polyethylene Terephthalate (PET), kantong plastik Polypropylene (PP), panci stainless, termometer, lactoscan dan refrigerator. Metode penelitian ini menggunakan percobaan dengan analisis data Uji t. Perlakuan P1 = botol PET dan P2 = kantong plastik PP yang masing-masing perlakuan diulang 10 kali dan dipasteurisasi dengan suhu 60°C selama 30 menit kemudian disimpan pada refrigator pada suhu 9°C selama 6 hari. Variabel yang diamati pada penelitian ini adalah kualitas nutrisi susu diantaranya BJ, kadar lemak dan BKT. Hasil analisis data Uji t menunjukan bahwa jenis pengemas botol PET dan kantong plastik PP tidak berbeda nyata (P>0,05) terhadap BJ, kadar lemak dan BKT susu kambing pasteurisasi. Rataan nilai BJ P1 = 1,0288g/ml, P2 = 1,0287g/ml, kadar lemak P1 = 4,337%, P2 = 4,297% dan BKT P1 = 12,851%, P2 = 12,828%. Kesimpulan dari penelitian ini adalah jenis pengemas botol PET dan kantong plastik PP tidak memberikan perbedaan terhadap nilai BJ, kadar lemak dan BKT pada susu kambing yang dipasteurisasi pada suhu 60°C selama 30 menit dan disimpan pada refrigator pada suhu 9°C selama 6 hari, sehingga kedua dapat digunakan sebagai pengemas susu kambing pasteurisasi oleh masyarakat.Kata Kunci : Susu Kambing, Pasteurisasi, Kualitas Susu, Kemesan.
PENGARUH PENAMBAHAN SARI SEMANGKA DAN TOMAT DALAM PENGENCER ANDROMED PADA BERBAGAI LAMA SIMPAN TERHADAP KUALITAS SEMEN KAMBING BOER Fadly Noviyandi; Sumartono sumartono; Inggit Kentjonowaty
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 2, No 1 (2019): Edisi Khusus Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKPenelitianaini b.ertujuan..u.ntuk mengevaluasi \pengaruh penambahan sari semangka dan tomat dalam pengencer andromed pada berbagai lama simpan terhadap kualitas semen Kambing Boer. Ma.teri ya.ng digunakan da.lam pen.elitian i.ni ad.alah sem.en se.gar kam.bing b.oer umur 3 tahun dansari semangka dan tomat serta pengencer andromed. Metode yang digunakan adalah metode eksperimen menggu.nakan R.ancangan Aca.k Le.ngkap (R.A.L) pola factorial d.engan 2 f.aktor pe.rlakuan d.an 3 ulangan Faktor pertama adalah konsentrasi sari semangka dan tomat (/K.0:.0/%, /K.1/:.20/%, K.2/:40/% d/a/n K/.3:6/.0%) dan faktor kedua adalah berbagai lama simpan (L/0:0/Jam,/L1:2/Jam, L/2:4J/am, L/3:6/Jam)..Variable yang ..diamati. . adalah .Motilitas .individu .dan. Viabilitas individu semen. . segar kambing Boer. D.ata yan.g di.peroleh dianalisa de.ngan Analy.sis o.f Va.ri.ance (AN.O.VA) da.n di.lanju.tkan den.gan u.ji B.ed.a Ny.a.ta Terkecil (BNT)... Berdasarkan ..analisis ragam didapatkan hasil penelitian yang di peroleh menunjukan penambahan sari semangka dan tomat pada berbagai lama simpan berpengaruh sangat nyata P(0,01). Penambahan sari semangka dan tomat 20, 40% dan 60% dan berbagai lama simpan hingga 6 jam menghasilkan persentase motilitas danviabilitas yang semakin menurun. Saran dari penelitian ini adalah agar menurunkan level konsentrasi sari semangka dan tomat serta lama penyimpanan agar memperoleh hasil yang terbaik sebagai bahanpengencer spermatozoa.Katakunci:..Kambing Boer,..Spermatozoa,..Sari Semangka dan Tomat, Kualitas SpermatozoaKambing Boer.
ENGARUH PERENDAMAN TELUR PUYUH KONSUMSI DALAM BERBAGAI KONSENTRASI LIQUID SMOKE DAN LAMA PENYIMPANAN TERHADAP pH DAN TOTAL BAKTERI Iqbal Wahid Muzadi; Inggit Kentjonowaty; Oktavita Rahayu Puspitarini
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 5, No 02 (2022): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh perendaman telur puyuh konsumsi pada berbagai konsentrasi liquid smoke dan lama penyimpanan terhadap nilai pH dan total bakteri. Materi yang digunakan adalah telur puyuh umur 1 hari 48 butir (10-12 g), liquid smoke, aquades. Metode percobaan dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola faktorial dengan 2 perlakuan 4 ulangan. Faktor (A) Konsentrasi (%) meliputi K0=0, K1=10, K2=15, K3=20. Faktor (B) Penyimpanan (hari) meliputi P1=14, P2=24, P3=34. Variabel yang diamati pH kuning, putih dan total bakteri. Data yang diperoleh dianalisis ragam ANOVA, jika berpengaruh maka diuji BNT. Hasil analisis ragam konsentrasi liquid smoke, lama penyimpanan berpengaruh sangat nyata (P<0,01), interaksi kedunaya berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap pH kuning. Nilai rataan pH kuning pada konsentrasi K0=6,98b , K1=6,32a , K2=6,39a , K3=6,48ab, pada penyimpanan P1=6,24a , P2=6,42a , P3=6,98b , pada interaksi K0P1=6,50b , K0P2=6,68b , K0P3=7,78c , K1P1=5,95a , K1P2=6,28ab, K1P3=6,73b , K2P1=6,13ab, K2P2=6,35ab, K2P3=6,70b , K3P1=6,38b , K3P2=6,38b , K3p3=6,70b . Hasil analisis ragam konsentrasi liquid smoke, lama penyimpanan, dan interaksi keduanya berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap pH putih. Nilai rataan pH putih pada konsentrasi K0=8,02b , K1=7,58a , K2=7,53a , K3=7,58a , pada penyimpanan P1=7,29a , P2=7,39a , P3=8,35b , pada interaksi K0P1=7,63b , K0P2=7,45ab, K0P3=8,98d , K1P1=7,35ab, K1P2=7,25ab , K1P3=8,15c , K2P1=7,13a , K2P2=7,30ab, K2P3=8,15c , K3P1=7,08a , K3P2=7,55b , K3P3=8,13c . Hasil analisis ragam konsentrasi liquid smoke, lama penyimpanan, dan interaksi keduanya tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap total bakteri. Kesimpulan penelitian ini konsentrasi 15% dapat mempertahankan pH kuning, putih telur puyuh serta menekan pertumbuhan bakteri hingga 34 hari penyimpanan. Saran penelitian ini perlu dilakukan penelitian lanjut mengenai penelitian susut bobot telur, rongga udara dan cemaran bakteri pathogen seperti E. coli, Salmonella sp. Kata kunci : Telur puyuh, Liquid smoke, pH kuning, pH putih, total bakter
POTENSI PENGEMBANGAN PRODUKTIVITAS SAPI BALI DI WILAYAH NUSA TENGGARA TIMUR (NTT) Article Review Ahmad Yunus; Sri Susilowati; Inggit Kentjonowaty
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 5, No 02 (2022): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

ABSTRAKTujuan dilakukan penelitian ini untuk menganalisis potensi pengembangan produktivitas Sapi Bali di Nusa Tenggara Timur. Metode yang dapat digunakan yakni article review/ literature. Selama 2 tahun berturut-turut sapi potong di NTT mengalami penurunan karena kurangnya lahan agar bisa dijadikan tempat untuk menggembala semua ternak sapi karena faktor pendukung yang paling penting adalah tempat untuk memelihara ternak sapi. Bahan yang digunakan menjadi sumber daya karena sebagai penentu keberhasilan hijauan pakan ternak dan bisa mendapatkan mutu yang sangat bagus apabila dijadikan pakan. Berdasarkan dari hasil penelitian Artikel review disimpulkan bahwa Untuk pengembangan produktivitas sapi Bali di  Nusa Tenggara Timur, NTT harus menjunjung kualitas dari pakan itu sendiri agar bisa menambah konsentrat, dengan cara menanam rumput secara mandiri serta bisa melakukan penanaman pada lahan yang gosong karena banyak lahan yang sudah beralih fungsi. Tidak hanya menanam rumput lapang melainkan juga leguminosa agar kebutuhan pakan bisa terpenuhi untuk ternak sapi.Kata kunci : Pengembangan, produktivitas, sapi Bali
PENGARUH LAMA PENYIMPANAN SUSU PASTEURISASI DENGAN BERBAGAI BAHAN PENGEMAS DI SUHU REFRIGERATOR TERHADAP TOTAL BAKTERI, NILAI pH DAN BERAT JENIS Handika Deni Hermawan; Inggit Kentjonowaty; Sri Susilowati
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 3, No 02 (2020): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh lama penyimpanan susu pasteurisasi dengan berbagai bahan pengemas di suhu refrigerator terhadap total bakteri, nilai pH dan berat jenis. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah susu sapi 7 liter, gula 7,5% (b/v), aquades, alumunium foil, Nutrient Agar (NA), alkohol, botol plastik hight density polypropylene, botol plastik polyethylene terephthalate jenis Pir dan Almond dengan masing-masing kemasan berukuran 250 ml. Metode yang digunakan adalah metode eksperimental dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) pola tersarang (nested) dengan 2 perlakuan dan 3 ulangan. Faktor A = jenis kemasan yang terdiri dari A1 = Botol plastik PET Pir, A2 = Botol plastik PET Almond dan A3 = Botol plastik HDPE. Sedangkan faktor B = lama penyimpanan yang terdiri dari L1 = lama simpan 1 hari, L7 = lama simpan 7 hari dan L14 = lama simpan 14 hari. Data yang diperoleh dianalisis ragam (Anova) dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan perlakuan lama penyimpanan susu pasteurisasi pada suhu refrigerator dengan berbagai bahan pengemas berpengaruh sangat nyata (P < 0,01) terhadap  total bakteri dan nilai pH, akan tetapi tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap nilai berat jenis. Selanjutnya nilai rata-rata total bakteri pada A1L1= 1,6x104 CFU/ml, A1L7= 4x104 CFU/ml, A1L14= 3,8x105 CFU/ml, rerata total bakteri pada A2L1= 2,3x104 CFU/ml, A2L7= 4,3x104 CFU/ml, A2L14= 5,06x105 CFU/ml, rerata total bakteri pada A3L1= 1,3x104 CFU/ml, A3L7= 3,3x104 CFU/ml, A3L14= 2,86x105 CFU/ml, rerata nilai pH pada A1L1= ,67, A1L7=6,57, A1L14=6,57, rerata nilai pH pada A2L1=6,63, A2L7=6,53, A2L14=6,50, rerata pada A3L1=6,70, A3L7=6,57, A3L14=6,60. Rerata nilai berat jenis pada A1L1= 1,0530g/ml, A1L7 = 1,0529g/ml, A1L14= 1,0517g/ml, rerata pada A2L1= 1,0531g/ml, A2L7= 1,0522g/ml, A2L14= 1,0512g/ml, rerata pada A3L1= 1,0518g/ml, A3L7= 1,0522g/ml, A3L14= 1,0527g/ml. Kesimpulan dari penelitian ini adalah Pengemas botol plastik HDPE dan botol plastik PET Pir lebih baik jika dibandingkan dengan botol plastik PET Almond sebagai bahan pengemas susu pasteurisasi disimpan di suhu refrigerator. Perlu dilakukan penelitian lebih lanjut tentang pengaruh lama penyimpanan susu pasteurisasi dengan berbagai bahan pengemas di suhu refrigerator terhadap kandungan nutrien susu pasteurisasi.
PENGARUH PERENDAMAN DAGING AYAM KAMPUNG DENGAN CAMPURAN SARI DAUN DAN BIJI PEPAYA TERHADAP KEEMPUKAN, TOTAL BAKTERI DAN NILAI pH Nabilla Putri A; Inggit Kentjonowaty; Oktavia Rahayu Puspitarini
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 7, No 1 (2024): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh perendaman campuran sari daun dan biji pepaya terhadap keempukan, total bakteri dan nilai pH pada daging ayam kampung. Materi yang digunakan dalam penelitian ini adalah daging ayam kampung jantan bermur 18 bulan, dengan berat 880 gram serta daun dan biji pepaya 480 gram. Penelitian ini mengunakan metode percobaan dengan Rancanggan Acak Lengkap (RAL), dengan 4 perlakuan dan 4 ulangan. Perlakuan penelitian ini adalah sebagai berikut: P0 = tanpa perendaman (kontrol), P1 = perendaman dengan konsentrasi 15%, P2 = perendaman dengan konsentrasi 20%, P3 = Perendaman dengan konsentrasi 25%. Variable yang diamati dalam penelitian ini mencakup keempukan, total bakteri dan nilai pH. Data penelitian dianalisis menggunakan Analysis of variance (ANOVA). Jika hasil ANOVA menunjukkan pengaruh , dilanjut dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa perendaman dengan berbagai konsentrasi campuran sari daun dan biji papaya pada daging ayam kampung berpengaruh yang sangat (P<0,01) terhadap keempukan, total bakteri dan nilai pH. Rata-rata nilai keempukan (N) pada P0 = 23,99c P1= 18,09b P2 =14,16a P3 = 13,15a. Rata- rata total bakteri (CFU/g) pada P0 = 4,5x104 P1= 7,1x105 P2=  4,0x105 P3= 7,8x105 dan rata- rata nilai pH pada P0= 5,15a P1= 5,22a P2= 6,56b P3= 7,15c. Kesimpulan dari penelitian ini adalah perendaman daging ayam kampung dengan berbagai campuran sari daun dan biji pepaya selama 45 menit mempengaruhi keempukan, total bakteri dan nilai pH. Campuran sari daun dan biji pepaya sebanyak 15% mampu menghasikan kualitas keempukan, total bakteri dan nilai pH.Kata kunci:daun pepaya, biji pepaya, daging, ayam kampung, keempukan, total bakteri,  nilai pH.
STUDI KASUS MASTITIS SUBKLINIS PADA PETERNAKAN SAPI PERAH DENGAN MANAJEMEN PEMERAHAN YANG BAIK DI DESA PANDESARI KECAMATAN PUJON KABUPATEN MALANG Ahmad Uzairon Alfachrozi; Nurul Humaidah; Inggit Kentjonowaty
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 3, No 02 (2020): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini dilakukan menggunakan metode penelitian dengan survey melalui data primer kuisioner yang ditabulasikan untuk menganalisis prosentasi kasus mastitis subklinis pada peternakan sapi perah dengan manajemen pemerahan yang baik di peternakan sapi perah di Desa Pandesari Kecamatan Pujon Kabupaten Malang. Materi penelitian sapi PFH sekitar umur 6 tahun sebanyak 50 ekor yang ada di Desa Pandesari. Data primer ditabulasikan dalam bentuk prosentase. Pengambilan sampel dengan kriteria sapi yang sedang laktasi 4-5. Variabel kasus mastitis subklinis pada peternakan sapi perah dengan manajemen pemerahan yang baik di Desa Pandesari Kecamatan Pujon Kabupaten Malang. Hasil penelitian ini dinyatakan bahwa peternak di Desa Pandesari Kecamatan Pujon Kabupaten Malang mayoritas Lama Beternak >5 tahun (90%), Tingkat Pendidikan Lulus SMA (60%), Sapi yang dimiliki >6 ekor (52%), Jumlah Sapi Laktasi >4 ekor (54%), Penyuluhan Mastitis Ada dilaksanakan (82%), Bulan Laktasi >10 bulan (58%), Produksi Susu/hari >16 liter (84%), Perlakuan Teat Dipping dengan Antiseptik(54%) ,Tidak Pernah kena mastitis (56%), Uji CMT 1 bulan sekali (58%), Pemberian Minum diberikan Ad libitum (94%), Jumlah Pakan Hijaun10 – 12 % dari berat badan (72%), Jumlah Pakan Konsentrat 2% dari berat badan (68%), Pembersihan kandang sebelum diperah (98%), Memandikan ternak (74%), Pemberian konsentrat (88%), Pengikatan ekor (96%), Menyiapkan peralatan pemerahan(100%), Pemberian pelicin (100%) Pemerahan(100%), Pemberian teat dipping (98%), Pemberian hijauan (100%),Uji CMT (negatif) 56%. Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa Peternakan dengan manajemen pemerahan yang baik masih terdapat kasus mastitis subklinis sebesar 44% karena tidak pernah melakukan uji CMT ada 42%. Saran hasil penelitian ini Peternak dengan menejemen pemerahan yang baik harus tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap kasus mastitis subklinis dengan rutin melakukan Uji CMT seminggu sekali terutama pada saat produksi susu tinggi (˃16 l/hr) dan pada bulan laktasi ke 1-4 setelah beranak jangan terlalu banyak pakan.
STUDI LITERATUR DAMPAK PANDEMI COVID-19 TERHADAP FLUKTUASI HARGA DAN PEMASARAN DAGING AYAM RAS PEDAGING DI JAWA TIMUR Dimas Fatkhul Deva Adzanian; Inggit Kentjonowaty; Irawati Dinasari
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 4, No 02 (2021): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pandemi Covid-19 berdampak terhadap sektor peternakan. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa tingkat fluktuasi harga daging ayam ras pedaging di pasaran dan pemasarannya di provinsi Jawa Timur selama pandemi Covid-19. Metode penelitian ini adalah article review atau studi literatur dengan mengumpulkan data dan mengambil intisari dari pustaka sesuai dengan topik yang menjadi perhatian. Hasil penelitian menunjukkan selama pandemi Covid-19 terjadi fluktuasi harga pada komoditas daging ayam ras pedaging di Jawa Timur dengan nilai fluktuasi tertinggi untuk harga di tingkat peternak adalah 22,41% pada Mei 2020 dan 13,21% untuk harga di tingkat konsumen pada Juli 2020. Rataan harga tertinggi daging ayam ras pedaging di Jawa Timur adalah Rp22.982,- untuk harga tingkat peternak pada Mei 2021 dan Rp37.114,- untuk harga tingkat konsumen pada April 2021. Sedangkan rataan harga terendah di Jawa Timur adalah Rp14.421,- untuk harga tingkat peternak pada Mei 2020 dan Rp26.764,- untuk harga tingkat konsumen pada April 2020. Pemasaran daging ayam ras mengalami kendala yakni alur distribusi yang terhambat dan kesulitan mencari pasar. Strategi yang bisa dilakukan peternak adalah melakukan pemasaran secara online, melakukan diversifikasi produk dan bekerja sama dengan perusahaan dengan pola kemitraan. Kesimpulan dari penelitian ini adalah pandemi Covid-19 berdampak terhadap fluktuasi harga daging ayam ras pedaging di Jawa Timur. Fluktuasi tertinggi pada bulan Mei 2020 sebesar 22,41% di tingkat produsen dan pada bulan Juli 2020 sebesar 13,21% pada tingkat konsumen. Pemasaran daging ayam ras terganggu akibat distribusi yang terhambat dan sulitnya mencari pasar akibat kebijakan pembatasan sosial. Kata Kunci: Pandemi, Daging ayam, Fluktuasi Harga, Pemasaran.
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Abdul Wadud Wahab Hasbullah Ach. Bagus Adhiluhung Mardhotillah Achmad Bagus Adhiluhung Mardhotillah Achmad Yusuf Achsan Sabilan Al Falah Aditya Yulianto Putra Afidhatul Masruroh Ahmad Charis Chilman Ahmad Fa’iqin Ahmad Hofit Ahmad Uzairon Alfachrozi Ahmad Yunus Akhmad Syahril Kafi Al Udhma, As’ad M Wafawaid Alhikami, Waliyyul Ahdi Amelia Anggraini Ananda Octa Lutfia Anang Setyawan Andi Setiawan Andreas Njuruma Arief Ardiansyah Arrum Novita Sari Atiqoh, Lia Nur Ayu Rahmanda Azwar Bahi Badat Muwakhid Bagus Singgih Putra Pratama Dhana Beatrix Rose Veronicha Budi Irwanto JF Bustami Fauzan Chabiburrochman, Muhammad Masud Cicik Sulistyo Winarni Daulat Salahuddin Fatih Dedi Suryanto Dewi Masyithoh Dimas Fatkhul Deva Adzanian Dinasari, Irawati Dwi Priyo Utomo Dwiki Wirahadi Kusuma Edy Ustomo Eko Noerhayati Fadillah, Daffa Akbar Fadly Noviyandi Firda Uswatun Khotimah Hafidi, Moh. Handika Deni Hermawan Hariyanto, Muhammad Arizky Akbar Hulwani Rujianto, Alif Noval Iqbal Wahid Muzadi Irawati Dinasari R Irawati Dinasari Retnaningtyas Irsad Irsad Iva Siska Anggraeni Devitasari Jamaluddin, Ahmad Fariz Jeni Susyanti Julio Pratama, Fakhrizal Kharismawan, Wildan Bilal khowi, Muhamad Abdul Khusayni khusayni Lailatul Hikmah M Khusnul Khuluq Mahardhika, Brahmadhita Pratama Mahmuda, Yuwanda Lailatul Mardhotilah, Achmad Bagus Adhiluhung Masyithoh, Dewi Moch. Rifa&#039;i Mochammad Basyori Alwi Mudawamah Mudawamah Muhammad Abdul Adhim Muhammad David Bachtiar Muhammad Farid Rizal Muhammad Farid Wadjdi Muhammad Farid Wajdi Muhammad Havizh Al-Azhar Muhammad Mu’is Mujahidin, Ahmad Alfian Mujahidin, Muhammad Wildan Murid, Yanuar Musoffin, Abdul Nabilla Putri A Nika Dona Junia Arjes Nisak, Siti Nisa’us Sholikah Novi Apriyanti Nur Fajar Azizi Nur Haili Nurrosyid, Ahmad Hakim Nurul Humaidah Nurul Humaidah Oktavia Rahayu Puspitarini Oktavita Rahayu Puspitarini Pramudya Eka Hadi Saputra Puguh Surjowardojo Radika Putri Lailia Rasbawati, Rasbawati Ridha Rizkiani Ainun Nishak Rizal Ilmi Rahmatulloh Rizki Ramadhani setyawan Rofi, Achmad Rojana, Dugi Syahri Sadewa, Jihad Sahidan Rais Setyo, Nurhadi Slamet Muchsin Sri Sulistyowati Sri Susilowati Sri Susilowati Sri Susilowati Sri Wahyuni Sumartono Sumartono Sumartono Sumartono Supiyah Puteri Ramdhani Surya Agustian Suyadi Suyadi Syaiful Arifin Trinil Susilawati Ulinnuha, Ahmad Umi Kalsum Usman Ali USMAN ALI Veril B, Presiden Vivin Waliyyul Ahdi Alhikami Wenny Nur Azizahi widayat, moch widayat Wijaya, Ega Adi Yunus Ansori Purwanto, Maulana Zainur Udin Zuhkhriyan Zakaria