Claim Missing Document
Check
Articles

PENGARUH PEMBERIAN FEED ADDITIVE TEPUNG BAWANG DAYAK (Eleutherine bulbosa) PADA PAKAN TERHADAP PRODUKSI KARKAS BROILER Azwar Bahi; Nurul Humaidah; Inggit kentjonowaty
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 6, No 2 (2023): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh pemberian feed addative tepung Bawang Dayak (Eleutherine bulbosa) terhadap produksi karkas broiler meliputi bobot karkas serta presentase lemak abdominal. Materi adalah pakan komersil, tepung Bawang Dayak dan ayam pedaging (broiler) 48 ekor umur 15 – 35 hari (fase finisher). Metode digunakan kali ini adalah,  eksperimen dan menggunakan, Rancangan Acak Lengkap ada empat perlakuan dan tiga ulangan; masing – masing perlakuan, ada empat ekor. Perlakuan adalah P0: pakan basal, tanpa tambahan Bawang Dayak. P1 dengan tambahan Bawang Dayak 1,5% , P2: 2,0% dan P3: 2,5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan tepung bawang dayak pada pakan pengaruh nyata (P<0,05) terhadap karkas dan persentase lemak abdominal. Persentase karkas   P0 = 63,96; P1 = 64,23; P2 = 65,24 dan P3 = 66,97%. Persentase lemak abdominal, P0 = 0,98; P1 = 0,96; P2 = 0,84 dan P3 = 0,76%. Kesimpulan penelitian adalah penambahan campuran tepung bawang dayak 2,5%  dalam pakan Broiler umur 15 – 35 hari  mampu meningkatkan  persentase karkas 66,97% dan menurunkan lemak abdominal 0,76%.Kata kunci : Bawang, Dayak, Feed, Additive , Broiler.
PENGARUH LAMA PERENDAMAN DAN KONSENTRASI LARUTAN JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia) TERHADAP JUMLAH MIKROBA, WHC, DAN SUSUT MASAK PADA DAGING BROILER Nika Dona Junia Arjes; Inggit Kentjonowaty; Irawati Dinasari
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 3, No 1 (2020): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisa pengaruh lama perendaman dan konsentrasi larutan jeruk nipis terhadap jumlah mikroba, WHC, dan susut masak pada daging broiler. Materi yang digunakan adalah daging broiler umur 35 hari, buah jeruk nipis berdiameter 4-6 cm. Metode yang digunakan eksperimen dengan Rancangan Acak Lengkap pola faktorial, faktor pertama yaitu lama perendaman (10 menit, 20 menit, dan 30 menit). Faktor kedua konsentrasi larutan jeruk nipis (10%, 15%, dan 20%). Hasil penelitian menunjukkan lama perendaman dan konsentrasi larutan jeruk nipis berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap jumlah mikroba, nilai WHC, dan susut masak, dilanjutkan dengan uji BNT. Interaksi antara lama perendaman dan konsentrasi larutan jeruk nipis tidak berpengaruh nyata (P>0,05) terhadap jumlah mikroba. Interaksi lama perendaman dan konsentrasi larutan jeruk nipis berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap nilai WHC. Sedangkan pada susut masak diketahui adanya interaksi antara lama perendaman dan konsentrasi larutan jeruk nipis berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap susut masak. Kesimpulan dari penelitian ini yaitu lama perendaman 30 menit dan konsentrasi larutan jeruk nipis 20% menyebabkan penurunan jumlah mikroba terbaik, sedangkan nilai WHC dan susut masak terbaik pada perlakuan lama perendaman 10menit dan 10% konsentrasi larutan jeruk nipis. Disarankan menggunakan lama perendaman 10menit dan konsentrasi larutan jeruk nipis 10%.Kata Kunci : Perendaman, Konsentrasi, Larutan jeruk nipis, daging ayam broiler
PENGARUH PENAMBAHAN GULA CAIR TERHADAP pH DAN TOTAL BAKTERI ASAM LAKTAT (BAL) KEFIR SUSU KAMBING Bagus Singgih Putra Pratama Dhana; Inggit Kentjonowaty; Oktavia Rahayu Puspitarini
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 4, No 02 (2021): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan gula cair terhadap pH dan total bakteri asam laktat (BAL). Penelitian ini dilaksanakan pada tanggal 27 September 2020 – 18 Januari 2021. Materi utama dalam penelitian ini adalah susu kambing PE 5 liter, gula cair 500 ml, grain kefir 3%, de Man Rogosa Sharpe agar (MRS agar). Alat yang digunakan pH meter stik, colony counter, autoclave, tabung reaksi, tabung erlenmeyer, cawan petri. Metode yang digunakan yakni eksperimental dengan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari 4 perlakuan dan 4 ulangan dengan perlakuan gula cair P0= 0%, P1=5%, P2=10%, P3=15%. Parameter yang diamati adalah nilai pH dan total BAL. Analisis data menggunakan Anova, dilanjutkan dengan uji BNT. Berdasarkan hasil analisis ragam, penambahan gula cair berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap pH kefir susu kambing dengan nilai rata rata P0= 3,0a, P1=3,2b, P2=3,3c, P3=3,5d sedangkan hasil analisis total BAL tidak berpengaruh nyata (P>0,05) dengan hasil rata rata total BAL (CFU/ml) P0=3x108, P1=1,3x108, P2=4,6x107, P3=3,4x107. Kesimpulan yakni penambahan gula cair pada kefir susu kambing dapat menaikkan nilai pH akan tetapi tidak berpengaruh terhadap total BAL. Penambahan gula cair 15% dalam pembuatan kefir susu kambing menghasilkan nilai pH 3,5 dan total BAL 3,4x107CFU/ml dan masih tergolong dalam kategori SNI serta dimungkinkan menambah cita rasa pada produk tersebut. Diperlukan penelitian lanjutan mengenai uji organoleptik, uji keasaman tetitrasi dan jumlah total khamir yang terkandung.Kata kunci : Kefir susu kambing, pH, Bakteri asam laktat (BAL), grain kefir, gula. 
PENGARUH PENAMBAHAN SARI KACANG HIJAU (Vigna radiata) TERHADAP KANDUNGAN PROTEIN DAN pH KEFIR SUSU SAPI Ridha Rizkiani Ainun Nishak; Inggit Kentjonowaty; Oktavia Rahayu Puspitarini
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 4, No 02 (2021): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh penambahan sari kacang hijau (Vigna radiata) terhadap kandungan protein dan pH kefir susu sapi. Materi yang digunakan dalam penelitian meliputi 1.800 ml susu sapi, 81 ml sari kacang hijau, 5% bibit kefir, larutan buffer. Metode penelitian menggunakan eksperimental Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan 3 kali ulangan. Perlakuan penelitian adalah penambahan sari kacang hijau, P0= tanpa penambahan sari kacang hijau, P1= 3%, P2= 6%, P3= 9%. Parameter yang diamati kandungan protein dan pH. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa penambahan sari kacang hijau (Vigna radiata) berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap kandungan protein kefir dan tidak berpengaruh (P>0,05) terhadap pH. Rata-rata kandungan protein (%) P0= 3,187a, P1= 3,367ab, P2= 3,420ab, P3= 3,653b. Rata-rata nilai pH P0= 4,133, P1= 4,033, P2= 4,067, P3= 4,167. Kesimpulan penelitian penambahan sari kacang hijau (Vigna radiata) meningkatkan kandungan protein tetapi tidak mempengaruhi nilai pH kefir susu sapi. Penambahan sari kacang hijau (Vigna radiata) 9% menghasilkan kefir susu sapi terbaik dengan kadar protein 3,65% dan nilai pH 4,17. Perlu penelitian lanjutan untuk menganalisis uji organoleptik dan total BAL terhadap kefir susu sapi dengan penambahan sari kacang hijau (Vigna radiata). Katakunci : Kefir, Vigna radiata, Protein, pH
EFEKTIVITAS TEAT DIPPING HERBAL SEBAGAI PENCEGAHAN MASTITIS SUB KLINIS ArtIcle Review Sri Wahyuni; Inggit Kentjonowaty; Nurul Humaidah
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 4, No 01 (2021): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teat dipping merupakan tindakan preventif celup puting setelah pemerahan untuk pencegahan mastitis subklinis”.”Antiseptik yang seringdigunakan adalah larutan iodine”. “Penggunaan tanaman herbal sebagai larutan antiseptik teat dipping sudah banyak dilakukan”. “Contoh tanaman herbal unuk teat dipping adalah Daun Kersen”, Daun Sirih Merah , Biji dan Kulit Anggur Hitam, Daun Babandotan dan Daun Kemangi. Penggunaan tanaman herbal sebagai anteseptik mempunyai beberapa mekanisme antiseptik berbeda tergantung bahan fitokimianya. Hasil artikel review menunjukkan bahwa Teat dipping menggunakan tanaman herbal daun karsen, sirih, ekstrak biji dan kulit anggur hitam, ekstrak daun babadotan dan jus daun kemangi dapat membantu menurunkan skor mastitis subklinis. Antiseptikherbaltidakmenimbulkanresistensi karena meminimalisir zat kimia yang masuk ke puting.Tanaman herbal yang digunakan sebagai antiseptik mengandung zat bioaktiv fitokimia seperti : Alkaloid, Flavonoid, Saponin, Tripernoid, Steroid dan Tannin.”Sifat antiseptik Zat-zat fitokimia tersebut yaitu dapat merusak dinding sel bakteri melalui denaturasi protein atau melarutkan lemak penyusun dinding sel bakteri, “menganggu permeabilitas membran sel sehingga aktivitas metabolisme sel bakteri terganggu, penghambatan Aktivitas enzim protease pada transpot selubung sel bakteri dan menghambat replikasi DNA pada sintesis asam nukleat”Kata kunci :mastitis,subklinis, Teat, dipping,herbal
PENGARUH LAMA SIMPAN SUHU RUANG DAGING AYAM RAS YANG DIRENDAM LARUTAN JERUK NIPIS (Citrus aurantifolia) TERHADAP JUMLAH BAKTERI, WHC DAN SUSUT MASAK DAGING Surya Agustian; Inggit Kentjonowaty; Sumartono Sumartono
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 3, No 02 (2020): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk memberikan informasi ilmiah kepada masyarakat mengenai pemanfaatan air perasan jeruk nipis guna meningkatkan mutu fisik dan tingkat daya simpan daging ayam ras pada suhu ruang khususnya pada jumlah bakteri, WHC dan susut masak daging. Materi yang digunakan dalam penelitian adalah daging ayam ras umur 35 hari bagian dada, jeruk nipis (Citrus aurantifolia) umur 28 minggu sebanyak 1 kg, aquades, Nutrient Agar (NA), dan alkohol 70%, plastik polyethylene (PE), kertas wathman 42 diameter 11 cm, kertas grafik.  Metode dalam penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari  12 perlakuan kombinasi dan 3 ulangan. Perlakuan yang digunakan dalam penelitian ini adalah kombinasi antara lama perendaman (P=0, Q=3, Q=6, dan R=9 jam) dan konsentrasi (A=10, B=15, dan C=20%)  Analisis ragam menunjukkan bahwa interaksi lama simpan pada suhu ruang dan konsentrasi larutan jeruk nipis berpengaruh sangat nyata (P<0,01) terhadap jumlah bakteri dan WHC (Water Holding Capacity) namun tidak berpengaruh nyata terhadap susut masak daging. Hasil dari perhitungan bakteri hasil transformasi adalah CP=  5,43 ± 0,04; CQ= 5,54 ± 0,09; CR= 5,73 ± 0,10; CS= 5,99c± 0,02; BP=5,79 ± 0,02; BQ= 5,87 ± 0,02; BR= 5,92 ±   0,01; BS= 5,99 ± 0,01; AP= 6,10 ± 0,02; AQ= 6,20 ± 0,01; AR= 6,34 ± 0,04; AS=6,45 ± 0,02. Hasil dari perhitungan WHC (%) CS= 5; CR= 6; CQ= 7; BS= 8; CP= 9; BR= 10; BQ= 11; BP= 13; AS= 14; AR= 18; AQ= 22; AP= 25, dan untuk hasil susut masak (%) adalah AP= 46; AQ= 48; AR= 48; AS= 50; BP= 50; BQ=51; BR= 54; BS= 55; CP= 56; CQ= 58; CR= 59; CS= 60. Kesimpulan dari penelitian ini adalah semakin tinggi konsentrasi larutan jeruk nipis akan semakin mampu menurunkan jumlah bakteri dan WHC namun meningkatkan nilai susut masaknya, semakin lama penyimpanan daging ayam ras akan semakin meningkatkan jumlah bakteri dan menurunkan nilai WHC serta meningkatkan nilai susut masaknya. Disarankan bahwa sebelum menyimpan daging ayam ras pada suhu ruang sebaiknya direndam dalam air perasan jeruk nipis terlebih dahulu dan dianjurkan untuk tidak menyimpan daging ayam ras selama lebih dari 6 jam pada suhu ruang meskipun telah direndam dalam larutan jeruk nipis.
PERBEDAAN MEDIA PENGASIN PADA TELUR ITIK MOJOSARI TERHADAP KUALITAS TELUR ASIN Muhammad Mu’is; Oktavia Rahayu Puspitarini; Inggit Kentjonowaty
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 6, No 2 (2023): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbedaan media pengasin pada telur itik mojosari terhadap kualitas organoleptik dan kadar protein telur asin. Penelitian ini menggunakan telur itik mojosari, garam dan serbuk bata merah. Metode yang digunakan yaitu metode studi komparatif dengan menggunakan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari 2 perlakuan dan 10 ulangan. Perlakuan terdiri dari: A1 = Garam dan serbuk bata (1:2) A2= Garam dan air (1:2). Variabel yang diamati adalah kualitas organoleptik dan kadar protein. Data yang diperoleh dianalisis menggunakan uji t tidak berpasangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa media pengasin pada telur itik Mojosari berbeda sangat nyata (P<0,01) terhadap uji organoleptik meliputi uji hedonik telur asin, warna kuning, rasa, tekstur putih dan kadar protein. Berbeda nyata (P<0,05) terhadap organoleptik aroma dan tekstur kuning, tidak berbeda nyata (P>0,05) pada organoleptik warna putih telur asin. Hasil hedonik telur asin A1(3,6) lebih disukai daripada A2(2,8). warna putih telur asin A1 dan A2 yaitu putih kekuningan hingga putih, warna kuning telur asin A1 agak merah sampai kuning kemerahan dan A2 dihasilkan warna kuning, aroma telur asin A1 agak amis sampai tidak amis dan A2 amis, rasa telur asin A1 sangat asin sampai asin dan A2 agak asin, tekstur putih telur asin A1 kenyal sampai sangat kenyal sedangkan A2 agak kenyal, tekstur kuning telur asin A1 masir sampai sangat masir sedangkan A2 agak masir. Rataan kadar protein pada A1=18,76% dan A2=13,12%. Berdasarkan hasil penelitian disimpulkan bahwa media pengasin kering berbeda dengan media pengasin basah pada telur itik mojosari terhadap kualitas organoleptik dan kadar protein.Kata Kunci: telur asin, itik Mojosari, media pengasin, organoleptik, protein
PERBEDAAN PENAMBAHAN DDGS TERHADAP JUMLAH PRODUKSI DAN BERAT JENIS SUSU SAPI PERAH ANTARA DI KUD DADI JAYA DENGAN PETERNAKAN RAKYAT Mochammad Basyori Alwi; Inggit Kentjonowaty
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 6, No 01 (2023): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis perbedaan penambahan DDGS (Distiller’s Dried Grains with Solubles)terhadap produktivitas susu dan kualitas susu sapi perah PFH. Penelitian ini di lakukan di KUD Dadi Jaya, Pasuruan dan materi yang digunakan yaitu 20 ekor sapi Peranakan Friesian Holstein yang berumur 4 tahun pada periode laktasi yang ke 3 dan pada laktasi bulan yang ke 3 dengan produktivitas susu rata-rata 15 liter/hari. Kelompok sapi A adalah sapi milik KUD Dadi Jaya yang diberikan penambahan DDGS 3kg/ekor/hari dan kelompok B adalah sapi peternakan rakyat yang tidak diberikan DDGS. Metode pengumpulan data dilakukan dengan menggunakan metode pengamatan pada data primer, yaitu diperoleh dari data recording produksi susu kedua peternak yang diamati selama 30 hari. Analisis data yang digunakan yaitu menggunakan uji-t. Hasil penelitian diperoleh rata-rata produksi susu dan BJ pada kelompok A yang berasal dari 10  ekor sapi PFH di KUD Dadi Jaya selama 30 hari dengan penambahan DDGS yaitu A1 (14,43liter BJ 1,024g/ml ), sapi A2 (14,34liter BJ 1,025g/ml), sapi A3 (14,93 liter BJ 1,025g/ml), sapi A4 (14,52 liter BJ 1,024g/ml), sapi A5 (14,86 liter BJ 1,024g/ml), sapi A6 (14,48 liter BJ 1,025g/ml), sapi A7 (14,13 liter BJ 1,024g/ml), sapi A8 (14,26 liter BJ 1,025g/ml), sapi A9 (15,35 liter BJ 1,025g/ml) dan rata-rata produksi susu yang dihasilkan A10 yaitu sebesar 15,67 liter dan BJ yang dihasilkan 1,025g/ml.  Pada kelompok B berasal dari sapi PFH peternakan rakyat. Setiap sapi memiliki produksi  susu yang berbeda. Sapi B menunjukkan rata-rata produksi susu yang dihasilkan selama 30 hari tanpa penambahan DDGS yaitu sapi B1 (10,90 liter BJ 1,023g/ml) sapi B2 (10,11 liter BJ 1,023 g/ml ), sapi B3 (13,86 liter BJ 1,024 g/ml), sapi B4 (10,27 liter BJ 1,023 g/ml), sapi B5 (10,30 liter BJ 1,024 g/ml), sapi B6 (10,69 liter BJ 1,023 g/ml), sapi B7 (10,24 liter BJ 1,024 g/ml), sapi B8 (10,14 liter BJ 1,025 g/ml), sapi B9 (10,47 liter BJ 1,024 g/ml) dan rata-rata produksi susu yang dihasilkan B10 yaitu sebesar 10,65 liter dan BJ yang dihasilkan 1,025g/ml. Analisis statistik dengan menggunakan uji-t menunjukkan rata-rata produksi susu di KUD Dadi Jaya dengan penambahan DDGS 14,70 liter dan BJ yang dihasilkan 1,025g/ml, dan pada produksi susu dan BJ yang dihasilkan dari peternakan rakyat yang tidak menggunakan penambahan DDGS yaitu 10,77 liter dan BJ 1,024. Disimpulkan bahwa rata-rata produksi susu dan BJ dengan penambahan DDGS dan tanpa pemberian DDGS berbeda (P<0,5) yang berarti memberikan pengaruh yang nyata terhadap pemberian DDGS pada ternak sapi PFH di KUD Dadi Jaya dan peternakan rakyat.Kata kunci : DDGS, produksi, susu, BJ
PENGARUH PEMBERIAN JAMU HERBAL PLUS MULTI PROBIOTIK TERHADAP PRODUKSI DAN LEMAK SUSU SAPI PERAH PASCA PENYAKIT MULUT KUKU (PMK) Rizki Ramadhani setyawan; Nurul Humaidah; Inggit Kentjonowaty
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 6, No 2 (2023): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji dampak pemberian multi-probiotik bersama dengan obat herbal terhadap produksi susu dan lemak setelah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK). Penelitian dilaksanakan di Desa Pujon Lor Dusun Watu Gong Kecamatan Pujon Kabupaten Malang. Materi yang digunakan yaitu jamu herbal plus multiprobiotik meliputi kunyit, temulawak, jahe, kencur, temuireng, kunci, lengkuas, bawang putih dan asem. Metode penelitian menggunakan metode percobaan. Rancangan Penelitian menggunakan Rancangan Acak Lengkap RAL. Ada 4 perlakukan masing-masing perlakuan mempunyai 3 ulangan. Perlakuan adalah P0 = kontrol yaitu tanpa pemberian jamu herbal plus multi probiotik, P1=  Pemberian jamu herbal plus multi probiotik sebanyak 100 ml/ekor/hari, P2= 150 ml/ekor/hari dan P3= 200 ml/ekor/hari. Analisa data menggunakan Uji Anova dan dilanjut dengan Uji BNT. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pemberian jamu herbal plus multi probiotik menunjukkan pengaruh sangat nyata (P<0.01) terhadap produksi, dan berpengaruh nyata (P<0,01) terhadap lemak susu sapi perah pasca PMK. Rata-rata produksi susu (Liter) perlakuan P0 = 4,67a, P1= 5,73a, P2 = 8,33b, P3 = 10,50c. Rata-rata lemak susu (%) P0= 3.76a, P1= 4.3ab, P2= 4.50ab, P3= 5.43c. Kesimpulan penelitian yaitu pemberian jamu herbal plus multiprobiotik dengan jumlah 200 ml/ekor/hari merupakan dosis terbaik digunakan untuk meningkatkan produksi susu dan lemak susu. Disarankan melakukan penelitian lanjutan terkait peningkatan dosis jamu herbal plus multiprobiotik pada sapi perah pasca PMK.Kata Kunci : pmk, produksi, lemak, jamu herbal, multiprobiotik 
PENGARUH HYGIENE PEMERAHAN TERHADAP JUMLAH MIKROBA DAN pH SUSU SAPI PERAH Achmad Yusuf; Inggit Kentjonowaty; Nurul Humaidah
Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal) Vol 4, No 01 (2021): Dinamika Rekasatwa
Publisher : Dinamika Rekasatwa: Jurnal Ilmiah (e-Journal)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh hygiene pemerahan terhadap jumlah mikroba dan pH susu sapi perah. Materi yang digunakan adalah 15 ekor sapi perah, metode penelitian  adalah eksperimental dengan 3 perlakuan dan 5 ulangan. Pengambilan sampel secara purposive sampling dengan kriteria bangsa sapi PFH, laktasi ketiga, bulan laktasi ke 3-4, pakan rumput dan ampas tahu. Variabel yang diamati adalah jumlah mikroba dan nilai pH. Analisa data menggunakan Analysis of Variance (ANOVA) dan untuk mengetahui perbedaan perlakuan dilakukan Uji beda Nyata Terkecil (BNT). Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses hygiene pemerahan berpengaruh nyata (P<0,05) terhadap jumlah mikroba dan nilai pH. Rata-rata jumlah mikroba (CFU/ml ) adalah P0= 3x104(a), P1= 1,5x105(a) , P2 = 5,8x105(ab). Rata-rata nilai pH adalah P0 = 6,72a, P1= 6,96b dan P2= 6,96b. Kesimpulan adalah  hygiene pemerahan berpengaruh terhadap jumlah mikroba dan pH susu sapi perah. Jumlah mikroba dengan minimal 5 kriteria hygiene pemerahan masih memenuhi Standar Nasional Indonesia. Kriteria tersebut adalah : pembersihan kandang, pembersihan peralatan, menggunakan pelicin, penuntasan pemerahan, serta pembersihan ambing dan puting. Saran sebaiknya peternak menerapkan prosedur hygiene pemerahan sesuai standar kriteria hygiene pemerahan yang baik minimal pada 5 kriteria prosedur hygiene pemerahan. Kata Kunci :  Hygiene, pemerahan, mikroba, susu, pH
Co-Authors AA Sudharmawan, AA Abdul Wadud Wahab Hasbullah Ach. Bagus Adhiluhung Mardhotillah Achmad Bagus Adhiluhung Mardhotillah Achmad Yusuf Achsan Sabilan Al Falah Aditya Yulianto Putra Afidhatul Masruroh Ahmad Charis Chilman Ahmad Fa’iqin Ahmad Hofit Ahmad Uzairon Alfachrozi Ahmad Yunus Akhmad Syahril Kafi Al Udhma, As’ad M Wafawaid Alhikami, Waliyyul Ahdi Amelia Anggraini Ananda Octa Lutfia Anang Setyawan Andi Setiawan Andreas Njuruma Arief Ardiansyah Arrum Novita Sari Atiqoh, Lia Nur Ayu Rahmanda Azwar Bahi Badat Muwakhid Bagus Singgih Putra Pratama Dhana Beatrix Rose Veronicha Budi Irwanto JF Bustami Fauzan Chabiburrochman, Muhammad Masud Cicik Sulistyo Winarni Daulat Salahuddin Fatih Dedi Suryanto Dewi Masyithoh Dimas Fatkhul Deva Adzanian Dinasari, Irawati Dwi Priyo Utomo Dwiki Wirahadi Kusuma Edy Ustomo Eko Noerhayati Fadillah, Daffa Akbar Fadly Noviyandi Firda Uswatun Khotimah Hafidi, Moh. Handika Deni Hermawan Hariyanto, Muhammad Arizky Akbar Hulwani Rujianto, Alif Noval Iqbal Wahid Muzadi Irawati Dinasari R Irawati Dinasari Retnaningtyas Irsad Irsad Iva Siska Anggraeni Devitasari Jamaluddin, Ahmad Fariz Jeni Susyanti Julio Pratama, Fakhrizal Kharismawan, Wildan Bilal khowi, Muhamad Abdul Khusayni khusayni Lailatul Hikmah M Khusnul Khuluq Mahardhika, Brahmadhita Pratama Mahmuda, Yuwanda Lailatul Mardhotilah, Achmad Bagus Adhiluhung Masyithoh, Dewi Moch. Rifa&#039;i Mochammad Basyori Alwi Mudawamah Mudawamah Muhammad Abdul Adhim Muhammad David Bachtiar Muhammad Farid Rizal Muhammad Farid Wadjdi Muhammad Farid Wajdi Muhammad Havizh Al-Azhar Muhammad Mu’is Mujahidin, Ahmad Alfian Mujahidin, Muhammad Wildan Murid, Yanuar Musoffin, Abdul Nabilla Putri A Nika Dona Junia Arjes Nisak, Siti Nisa’us Sholikah Novi Apriyanti Nur Fajar Azizi Nur Haili Nurrosyid, Ahmad Hakim Nurul Humaidah Nurul Humaidah Oktavia Rahayu Puspitarini Oktavita Rahayu Puspitarini Pramudya Eka Hadi Saputra Puguh Surjowardojo Radika Putri Lailia Rasbawati, Rasbawati Ridha Rizkiani Ainun Nishak Rizal Ilmi Rahmatulloh Rizki Ramadhani setyawan Rofi, Achmad Rojana, Dugi Syahri Sadewa, Jihad Sahidan Rais Setyo, Nurhadi Slamet Muchsin Sri Sulistyowati Sri Susilowati Sri Susilowati Sri Susilowati Sri Wahyuni Sumartono Sumartono Sumartono Sumartono Supiyah Puteri Ramdhani Surya Agustian Suyadi Suyadi Syaiful Arifin Trinil Susilawati Ulinnuha, Ahmad Umi Kalsum Usman Ali USMAN ALI Veril B, Presiden Vivin Waliyyul Ahdi Alhikami Wenny Nur Azizahi widayat, moch widayat Wijaya, Ega Adi Yunus Ansori Purwanto, Maulana Zainur Udin Zuhkhriyan Zakaria