Claim Missing Document
Check
Articles

Found 16 Documents
Search

Uji Alelopati Ekstrak Daun Alang-Alang (Imperata cylindrica) terhadap Viabilitas dan Vigor Benih Kacang Hijau Freddy Alexander Simatupang; Puan Habibah; Ahmad Alwi Azhari; Enriski Efrata; Novi Malinda; Zafitra Zafitra
BioEksakta : Jurnal Ilmiah Biologi Unsoed Vol 8 No 1 (2026): BioEksakta
Publisher : Fakultas Biologi Universitas Jenderal Soedirman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.20884/1.bioe.2026.8.1.19464

Abstract

Kacang hijau termasuk salah satu tanaman pangan penting yang pertumbuhannya dapat dipengaruhi oleh senyawa alelopati dari gulma seperti alang-alang (Imperata cylindrica). Tujuan penelitian untuk mengevaluasi respons perkecambahan dan pertumbuhan awal kacang hijau terhadap berbagai konsentrasi ekstrak daun alang-alang serta menganalisis pengaruhnya terhadap viabilitas dan vigor benih kacang hijau. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Ekofisiologi, Fakultas Pertanian, Universitas Riau, menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) faktor tunggal dengan lima taraf konsentrasi, yaitu 0% (kontrol), 5%, 10%, 15%, dan 20% ekstrak daun alang-alang yang diulang sebanyak empat kali. Parameter yang diamati meliputi daya berkecambah, kecepatan berkecambah, panjang akar dan hipokotil, berat basah, berat kering, serta indeks vigor I dan II. Hasil analisis ragam menunjukkan bahwa aplikasi ekstrak daun alang-alang pada konsentrasi 5% hingga 20% tidak berpengaruh nyata (p > 0,05) terhadap seluruh parameter pengamatan. Daya berkecambah yang mencapai 100% pada semua variasi konsentrasi mengindikasikan bahwa ekstrak daun alang-alang tidak bersifat fitotoksik dan tidak menghambat pertumbuhan awal benih kacang hijau. Analisis korelasi Pearson menunjukkan hubungan positif dan sangat kuat antara panjang akar/hipokotil dengan indeks vigor I (r = 0,76), serta berat kering dengan indeks vigor II (r = 0,998). Kata kunci : Alelopati, Imperata cylindrica, kacang hijau, perkecambahan, vigor
Leaf Morphological Characteristics and Biomass Distribution of Oil Palm Seedlings in the Application of Oil Palm Empty Fruit Bunches (EFB) and Watering Intervals in the Pre-Nursery Puan Habibah; Nisa Azzahra Gusviani; Zafitra Zafitra; Enriski Efrata; Freddy Alexander Simatupang; Rizki Al Khairi Barus
Mediagro: Jurnal Ilmu-ilmu Pertanian Vol 22 No 1 (2026): MEDIAGRO
Publisher : Universitas Wahid Hasyim

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31942/mediagro.v22i1.15134

Abstract

The pre-nursery stage represents an initial phase that strongly influences the subsequent quality of oil palm seedlings. Nevertheless, information regarding leaf morphology and biomass distribution of oil palm seedlings under organic fertilization and water management remains limited. This study aimed to evaluate leaf morphological traits and biomass allocation of oil palm seedlings in response to oil palm empty fruit bunch (EFB) compost application and different watering intervals during the pre-nursery stage. The experiment was arranged in a completely randomized design with two factors and three replications, consisting of EFB compost rates and watering intervals. Observed variables included leaf area, leaf number, dry weight of leaves, stems, and roots, as well as shoot–root ratio. Data were analyzed using analysis of variance at the 5% significance level and followed by Duncan’s New Multiple Range Test when significant effects occurred. The results indicated no interaction between EFB compost application and watering intervals for all observed parameters. Individually, both treatments did not significantly affect leaf morphology or biomass distribution. However, a numerical tendency of increased plant biomass was observed up to an EFB compost rate of 225 g per polybag, suggesting that seedling responses during the pre-nursery stage develop gradually rather than immediately
Pengenalan Budidaya Kelapa Genjah dengan Sistem Agroforestry di Kepenghuluan Bangko Pusako Kabupaten Rokan Hilir Zafitra Zafitra; Muhammad Amrul Khoiri; Arman Effendi AR; Sri Yoseva; Erlida Ariani; Nurbaiti Nurbaiti; Joni Irawan; Muhammad Ali; Tengku Nurhidayah; Ira Herawati
Journal of Rural and Urban Community Empowerment Vol. 7 No. 2 (2026): April
Publisher : Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/jruce.7.2.135-139

Abstract

Pengembangan budidaya kelapa genjah melalui sistem agroforestry merupakan salah satu pendekatan strategis dalam mendukung pertanian berkelanjutan, diversifikasi usaha tani, dan peningkatan kesejahteraan masyarakat. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat mengenai teknik budidaya kelapa genjah berbasis agroforestry di Kepenghuluan Bangko Pusako, Kabupaten Rokan Hilir. Metode yang digunakan meliputi penyuluhan, demonstrasi lapangan, diskusi partisipatif, serta evaluasi melalui pre-test dan post-test untuk mengukur efektivitas transfer pengetahuan. Peserta kegiatan berjumlah 20 orang petani. Hasil evaluasi menunjukkan nilai rata-rata pre-test sebesar 52,50 meningkat menjadi 93,13 pada post-test, dengan nilai N-Gain sebesar 0,86 yang termasuk kategori tinggi. Hasil ini menunjukkan bahwa kegiatan penyuluhan efektif meningkatkan kapasitas pengetahuan peserta terkait budidaya kelapa genjah dan penerapan sistem agroforestry. Selain meningkatkan pemahaman teknis budidaya, kegiatan ini juga memperkenalkan manfaat agroforestry dalam optimalisasi lahan, diversifikasi pendapatan, konservasi lingkungan, dan penguatan ketahanan pertanian masyarakat. Introduksi budidaya kelapa genjah berbasis agroforestry berpotensi menjadi model pemberdayaan masyarakat menuju sistem pertanian berkelanjutan di wilayah pedesaan.
Penyuluhan Gejala Defisiensi Unsur Hara Pada Tanaman Kelapa Sawit Dan Pengendalian Organisme Pengganggu Tanaman Di Desa Sungai Majo Kecamatan Kubu Kabupaten Rokan Hilir M. Amrul Khoiri; Zafitra Zafitra; Joni Irawan; Riskia Trizayuni; Besri Nasrul; Sri Yoseva; Heralda Fawrin; Purwasandi Purwasandi
Unri Conference Series: Community Engagement Vol 7 (2025): Seminar Nasional Pemberdayaan Masyarakat
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Riau

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31258/unricsce.7.273-78

Abstract

This extension activity was carried out in Sungai Majo Village, Kubu Sub-district, Rokan Hilir Regency with the objective of enhancing the knowledge and skills of oil palm farmers in recognizing nutrient deficiency symptoms and implementing strategies for plant pest organism control. The methods applied included lectures, participatory discussions, and field demonstrations. The materials delivered covered the identification of nutrient deficiency symptoms of both macro and micro elements, such as nitrogen (N), phosphorus (P), potassium (K), magnesium (Mg), and boron (B), along with their implications for plant growth and productivity. In addition, information was provided on common PPOs found in oil palm plantations and appropriate control techniques based on the principles of integrated crop management. The evaluation results showed an increase in farmers' understanding of nutrient deficiency symptoms from 30% before the activity to 75% after the activity, as well as an increase in understanding of OPT control from 40% to 70%. More than 80% of participants were able to independently identify symptoms of K and Mg deficiencies, and 75% of participants understood balanced fertilization techniques according to recommendations. Farmers also became more capable of recognizing pest attacks and understood environmentally friendly control alternatives, including mechanical, cultural, and biological approaches. Overall, this activity contributed to strengthening farmers’ capacity in sustainable oil palm management.
Karakteristik Fisik Tanah Gambut pada Perkebunan Kelapa di Pulau Burung, Indragiri Hilir, Riau, Indonesia M. Joehari Jamili; Eko Wahyudi; Via Permata Sari; Zafitra Zafitra; Ahmad Imtaz Sumbari; Irwin Mirza Umami
Plumula : Berkala Ilmiah Agroteknologi Vol. 14 No. 1: Januari 2026
Publisher : Program Studi Agroteknologi, Fakultas Pertanian, UPN "Veteran" Jawa Timur

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33005/plumula.v14i1.277

Abstract

Lahan gambut memiliki peran penting dalam ekosistem, namun sangat rentan terhadap degradasi akibat perubahan penggunaan lahan dan kebakaran. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi karakteristik fisik tanah gambut pada penggunaan lahan kelapa dua tipe penggunaan lahan gambut di Pulau Burung, Indragiri Hilir, Riau, yaitu lahan perkebunan kelapa dan lahan gambut terbakar yang telah berkembang menjadi semak belukar. Contoh tanah diambil dari kedalaman 0–20 cm dan 20–40 cm, lalu dianalisis untuk parameter fisik tanah. Analisis deskriptif-komparatif menunjukkan bahwa lahan perkebunan kelapa memiliki sifat fisik tanah yang berbeda, dengan bobot isi rendah (0.18-0.11 g/cm³), kerapatan partikel <1 g/cm³, dan porositas tinggi (80–84%). Sebaliknya, lahan semak belukar bekas terbakar menunjukkan peningkatan bobot isi dan kerapatan partikel. Perbedaan ini mencerminkan dampak dari kebakaran, serta manajemen dari perkebunan kelapa. Hasil penelitian menekankan pentingnya pengelolaan lahan gambut yang berkelanjutan tanpa kegiatan pembakaran.
Kajian Sifat Fisika Tanah Pada Perkebunan Kelapa Sawit (Elaeis guineensis Jacq) di Kecamatan Tambang, Kampar Sari, Via Permata; trizayuni, Riskia; Zafitra, Zafitra
Soilrens Vol 24, No 1 (2026)
Publisher : Dept Ilmu Tanah & Sumberdaya Lahan Fakultas Pertanian Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/soilrens.v24i1.72278

Abstract

This study aims to identify and analyze the physical properties of soils in oil palm plantation areas in Tambang District, Kampar Regency. Soil sampling was conducted purposively at depths of 0–30 cm and 30–60 cm, and the samples were analyzed in the laboratory for parameters including permeability, moisture content, bulk density (BD), particle density (PD), total pore space (TPS), organic carbon (C-organic), and organic matter. The results showed soil permeability at the 0–30 cm depth was classified as slow (0.47 cm·hour⁻¹), while at the 30–60 cm depth it was moderately slow (1.026 cm·hour⁻¹). Moisture content decreased from 17.63% in the upper layer to 10.14% in the lower layer. BD and PD values were very low, at 0.2171 g·cm⁻³ and 0.6391 g·cm⁻³ in the upper layer, and 0.1382 g·cm⁻³ and 0.5428 g·cm⁻³ in the lower layer. Total pore space was extremely high, at 66.04% and 74.54%, respectively. Organic carbon and organic matter contents were classified as very high at both depths, with values ranging from 56.77% to 57.1% and 97.8% to 98.44%, respectively. The high organic matter content results in low bulk density, high porosity, and substantial water holding capacity; however, the dominance of macropores in the lower layer leads to relatively lower moisture content. These conditions reflect the characteristics of peat soils, which are highly porous but require proper water and nutrient management to optimize oil palm productivity.