Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis faktor-faktor penentu Behavioural Intention pengunjung Vihara Dharma Bhakti, Jakarta. Secara spesifik, studi ini menguji pengaruh Religious Belief, Service Quality, Cultural Heritage, dan Socialization terhadap niat berkunjung kembali, dengan Brand Image sebagai variabel mediasi. Pergeseran tren pariwisata dari massal ke spiritual dan warisan budaya menuntut pemahaman mendalam tentang perilaku pengunjung situs sakral. Vihara Dharma Bhakti menghadapi tantangan untuk menyeimbangkan fungsinya sebagai tempat ibadah aktif sekaligus destinasi wisata sejarah di tengah modernisasi. Penelitian ini menawarkan kebaruan dengan mengintegrasikan dimensi religiusitas dan otentisitas warisan budaya ke dalam model perilaku pengunjung dalam konteks spesifik kelenteng tertua di Jakarta, menantang dominasi teori kualitas layanan konvensional. Survei kuantitatif dilakukan terhadap 143 responden yang dipilih melalui purposive sampling. Data dianalisis menggunakan Structural Equation Modeling (SEM) dengan perangkat lunak AMOS. Hasil menunjukkan bahwa Cultural Heritage berpengaruh signifikan terhadap Brand Image, yang kemudian memediasi pengaruhnya terhadap Behavioural Intention. Religious Belief terbukti menjadi pendorong intrinsik yang kuat. Namun, Service Quality dan Socialization tidak berpengaruh signifikan. Pendorong utama loyalitas pengunjung situs warisan religi adalah kekuatan nilai sejarah dan spiritualitas, bukan layanan fisik. Implikasinya, pengelola harus fokus pada pelestarian otentisitas dan narasi sejarah.Kata Kunci:Behavioural Intention, Brand Image, Cultural & Heritage, Religious Belief, Wisata Religi.