Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

The Relationship Between Knowledge Level and Attitudes of the Sanding Gianyar Community Toward the Use of Traditional Medicines for Self-Medication Fitria Megawati; Ni Putu Dewi Agustini; Luh Santhi Utami Wiryani
Jurnal FARMASIMED (JFM) Vol 8 No 2 (2026): Jurnal Farmasimed (JFM)
Publisher : Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/c9grej48

Abstract

Background: Knowledge is defined as an individual's ability that serves as the basis for decision-making and can influence attitudes. The self-medication process often involves the use of traditional medicine, where its utilization is strongly influenced by the individual's level of knowledge and attitude. Objective: This study aims to determine the relationship between the level of knowledge and community attitudes toward the use of traditional medicine for self-medication in Banjar Dinas Sanding, Gianyar. Methods: This study used a cross-sectional research design with an accidental sampling technique. The sample size was determined using the Slovin formula, resulting in 247 respondents from a population of 649 people who met the inclusion and exclusion criteria. The data used were primary data collected through questionnaires, consisting of a knowledge questionnaire using the Guttman scale and an attitude questionnaire using the Likert scale. Results: Data analysis in this study was conducted using univariate and bivariate analyses. The results showed that in the knowledge aspect, 153 respondents (61.94%) had good knowledge, while 94 respondents (38.06%) had poor knowledge. In the attitude aspect, 152 respondents (61.55%) showed a positive attitude, while 95 respondents (38.46%) had a negative attitude. The analysis of the influence of knowledge level on community attitudes was performed using SPSS with the Chi-Square test, which produced a p-value of 0.001 (p < 0.05).Conclusion: There was a significant relationship between the level of knowledge and attitudes toward the use of traditional medicine in Banjar Dinas Sanding, Gianyar.
UJI HEDONIK DAN ANALISA BIAYA SEDIAAN TEH CELUP BATANG PISANG Fitria Megawati; Ni Luh Kade Arman Anita Dewi; Ni Putu Dewi Agustini; I Putu Tangkas Suwantara
Bhamada: Jurnal Ilmu dan Teknologi Kesehatan (E-Journal) Vol 14 No 2 (2023)
Publisher : UNIVERSITAS BHAMADA SLAWI

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36308/jik.v14i2.533

Abstract

Tanaman batang pisang memiliki kandungan senyawa flavonoid yang memiliki potensi sebagai antioksidan. Antioksidan adalah zat yang dapat menghambat proses oksidasi sehingga dapat melindungi sel dari bahaya radikal bebas yang dihasilkan dari metabolisme tubuh maupun faktor eksternal lainnya. Teh herbal merupakan produk minuman teh, baik dalam bentuk tunggal atau campuran herbal. Untuk mengonsumsi teh dengan takaran yang cukup, praktis serta memaksimalkan khasiat yang diperoleh dari teh herbal dapat dibuat dengan sediaan kemasan teh celup. Analisa biaya produksi adalah Analisa biaya yang dibutuhkan dalam pembuatan sediaan teh celup batang pisang untuk dipersiapkan dijual di pasaran. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui hasil uji hedonik dan menganalisa biaya produksi sediaan teh celup batang pisang. Metode dalam penelitian ini adalah termasuk penelitan deskriptif dengan menggunakan metode survey dan wawancara. Analisis biaya produksi Sediaan Teh Celup menggunakan analisis deskriptif kuantitatif, menghitung HPP dengan metode Variabel Costing.Dari penelitian yang dilakukan, didapatkan hasil uji hedonik dari persentase sediaan Teh Celup Batang Pisang dilihat dari segi warna skala hedonik sangat suka sebanyak 21 orang (24%), suka sebanyak 51 orang dengan persentase 59%, cukup suka 13 orang (15%), kurang suka 1 orang (2%), dan tidak suka 0 (0%), segi rasa skala hedonik sangat suka sebanyak 15 (17%), suka sebanyak 25 orang dengan persentase 29%, dari segi aroma skala hedonik suka dan cukup suka sebanyak 25 orang (29%), cukup suka 24 orang (28%), kurang suka 21 orang (24%), tidak suka 1 orang (2%). Untuk kemasan sangat suka 21 (24%), suka 43 (50%), cukup suka 22 orang (26%), kurang suka dan tidak suka 0 (0%). Perhitungan biaya produksi menggunakan metode Variabel Costing didapatkan hasil biaya produksi sebesar Rp. 7.600,00/kantong dengan perkemasan isi 5 kantong teh celup seharga Rp.40.000,00.disimpulkan bahwa terdapat hubungan yang antara tingkat pengetahuan DAGUSIBU dan penerapan DAGUSIBU berdasarkan uji statistika didapatkan nilai p = 0,000, hasil dikatakan bemakna apabila nilai signifikansi p < 0.05.
HUBUNGAN PERSEPSI PASIEN TERHADAP LAYANAN TELEFARMASI DI APOTEK X KOTA DENPASAR Ni Putu Dewi Agustini; Fitria Megawati; I Gusti Ayu Dwi Cahyani Yuda; Ni Luh Santhi Utami Wiryani; Yulia Pratiwi

Publisher :

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31596/cjp.v10i2.433

Abstract

Telefarmasi merupakan layanan kefarmasian oleh apoteker yang terdaftar melalui pemanfaatan teknologi komunikasi kepada pasien dari jarak jauh. Kesediaan penggunaan telefarmasi ini didukung dengan adanya persepsi pasien mengenai telefarmasi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk mengetahui gambaran dan hubungan pengetahuan dan persepsi pasien mengenai layanan telefarmasi. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif deskriptif dengan menggunakan pendekatan cross sectional. Responden penelitian ini merupakan pasien yang berkunjung ke Apotek X KOTA DENPASAR dengan kriteria inklusi berusia 17 tahun dan kriteria eksklusi yaitu tidak mengisi kuesioner secara lengkap. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode accidental sampling.  Data diambil melalui pengisian kuesioner langsung oleh responden. Analisis data pada penelitian ini menggunakan uji korelasi Spearman. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pasien di Apotek X Kota Denpasar memiliki pengetahuan yang baik (55%) dan persepsi yang positif (96%) mengenai telefarmasi. Hasil uji korelasi spearman menunjukkan bahwa terdapat hubungan signifikan antara pengetahuan dan persepsi (p = 0,000) dengan kekuatan hubungan cukup dan arah hubungan positif (r = 0,479). 
HUBUNGAN PENGETAHUAN DAN SIKAP MASYARAKAT TENTANG PEMAHAMAN OBAT TRADISIONAL BERDASARKAN INFORMASI PADA KEMASAN DI DESA TAMAN, ABIANSEMAL, BADUNG Agustini, Ni Putu Dewi; Suwantara, I Putu Tangkas; Anita Dewi, Ni Luh Kade Arman; Wulandari, Ni Made Listia; Purnadewi, Ni Kadek Chantika
Jurnal Farmasi Kryonaut Vol 3 No 2 (2024): JFK
Publisher : LPPM STIKES BULELENG

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59969/jfk.v3i2.171

Abstract

Obat merupakan bahan yang sangat berpotensi jika digunakan dengan tepat sesuai manfaat yang diharapkan. Dengan mematuhi semua informasi yang tercantum pada kemasan maka akan terhindar dari efek merugikan. Penelitian ini bertujuan mengetahui hubungan faktor sosiodemografi terhadap tingkat pengetahuan masyarakat tentang pemahaman obat tradisional berdasarkan informasi pada kemasan di Desa Taman. Jenis penelitian ini menggunakan metode cross-sectional dengan melibatkan 100 responden yang diambil dengan teknik purposive sampling dengan alat bantu kuesioner. Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh tingkat pengetahuan masyarakat baik 29%, Cukup 36%, kurang 34% sedangkan sikap masyarakat cenderung positif yaitu 71% dengan perbandingan negatif 29%. Pada hasil uji hubungan menggunakan uji spearman didapatkan hasil uji sebesar r=0,087 dimana nilai r tersebut lebih besar dari nilai p=<0.05. yang menyatakan tidak adanya hubungan yang signifikan pada kedua variabel tersebut. Kesimpulan pada penelitian ini adalah tidak terdapat hubungan antara tingkat pengetahuan dan sikap masyarakat mengenai pemahaman obat tradisional berdasarkan informasi pada kemasan di Desa Taman, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung.