Articles
Pembingkaian Citra Kepala Daerah Provinsi NTT Terpapar Covid-19 Pada Berita Kupang.Antaranews.Com
Monika Wutun;
Mas’Amah Mas’Amah;
Fitria Titi Meilawati
Jurnal Communio : Jurnal Jurusan Ilmu Komunikasi Vol 11 No 2 (2022): July
Publisher : Universitas Nusa Cendana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35508/jikom.v11i2.6361
Artikel ini mengkaji tentang Pembingkaian Citra Kepala Daerah Provinsi NTT Dalam Berita Covid-19 di kupang.antaranews.com dengan menggunakan metode analisis framing Robert N. Entman. Teori yang digunakan adalah Teori hirarki pengaruh isi media dari Shoemaker dan Reese, serta Teori Citra Frank Jefkins. Pemerintah Indonesia khususnya pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur terus berupaya menghadapi pandemi Covid-19. Kepala Daerah NTT telah menerbitkan kebijakan untuk menghadapi pandemi ini pada mulanya maupun pasca Gubernur dan Wakil Gubernur NTT terpapar Covid-19 di bulan Januari dan sembuh di Februari 2021. Media massa di NTT termasuk media online berupaya menampilkan keduanya di halaman website berita mereka. Salah satu media online yakni Antara NTT (https://kupang.antaranews.com/) juga berupaya menampilkan citra keduanya dalam berita Kepala Daerah NTT terpapar Covid-19 periode Januari-Februari 2021. Hasil penelitian ditemukan Antara NTT menampilkan citra kedua Kepala Daerah yang terpapar Covid-19 pada berita sebagai: pemimpin panutan masyarakat NTT, tertib dan patuh menjalani karantina Covid-19, sosok yang melindungi orang-orang terdekat dari paparan Covid-19, pemimpin yang berdedikasi dalam menjalankan tugas, sosok pemimpin yang mau mendelegasikan kewenangan, sosok yang tahu bersyukur dan berterima kasih kepada masyarakat NTT, pemimpin yang terbuka dengan media massa, sosok pekerja keras, bertanggungjawab dan memiliki komitmen yang tinggi.
Penerapan Jurnalisme Empati Dalam Berita HIV/AIDS
Monika Wutun;
Mas’Amah Mas’Amah;
Yermia Djefri Manafe;
Juan Ardiles Nafie
Jurnal Communio : Jurnal Jurusan Ilmu Komunikasi Vol 12 No 1 (2023): January
Publisher : Universitas Nusa Cendana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35508/jikom.v12i1.8785
Penelitian ini bermula dari aktivitas sekelompok jurnalis yang menulis berita HIV/AIDS dengan jurnalisme empati di Kota Kupang, Indonesia. Mereka tergabung pada Komunitas Jurnalis Peduli AIDS (KJPA) yang terbentuk sejak tahun 2008. Mereka menerbitkan tabloid Peduli News yang berkembang menjadi majalah sehingga penelitian ini bertujuan mengungkapkan pengalaman komunikasi dan motif yang melatari penerapan jurnalisme empati dari tujuh orang anggota aktif KJPA. Paradigma konstruktivis dengan metode fenomenologi Alfred Schutz melalui teknik pengumpulan data yakni wawancara, observasi dan studi dokumentasi dengan teknis analisis data menggunakan enam Langkah Cresswell membingkai penelitian ini. Hasil penelitian ditemukan terdapat sepuluh kategori pengalaman komunikasi yang dituturkan yakni Jurnalisme Empati adalah hal baru; menerapkan jurnalime empati menantang hati nurani; menerapkan human interest dalam berita; berita berpihak pada ODHA; memperjuangkan hak ODHA dan kaum termarginalkan; ODHA adalah subjek berita bukan objek berita (bukan angka kasus); Berita bersifat empati; Tidak boleh ada stigma dan diskriminasi dalam peliputan dan penulisan berita; Topik yang diliput membantu ODHA membangun kepercayaan diri untuk bangkit; Menambah pengetahuan wartawan; memberi informasi dan edukasi yang benar tentang HIV/AIDS. Temuan lain, motif yang melatari penerapan jurnalisme empati bersumber dari panggilan jiwa dan ketaaaan pada kode etik jurnlaistik, kemauan untuk mengembangkan kompetensi diri, mendapatkan penghasilan serta membangun relasi sosial baru
STRATEGI MANAJEMEN PRODUKSI PROGRAM RADIO BERBAHASA DAERAH ‘DAWAN’
Sefany Nofalia Tafui;
Monika Wutun;
Herman Elfridus Seran
Jurnal Digital Media dan Relationship Vol 5 No 2 (2023): Jurnal Digital Media & Relationship
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51977/jdigital.v5i2.1407
Bahasa daerah merupakan salah satu budaya lokal yang penting untuk dipertahankan pada zaman sekarang. Mengingat hal tersebut, radio lokal sebagai salah satu media massa hadir dengan strategi manajemen melalui program siarannya. LPPL RSPD Soe sebagai radio lokal kabupaten Timor Tengah Selatan mengembangkan program 3S “Salam-Salam, Siang-Siang, Sore-Sore” sebagai upaya mempertahankan eksistensi budaya bahasa daerah. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi manajemen produksi program 3S berbahasa Dawan pada RSPD Soe dalam mempertahankan eksistensi budaya dan untuk mengetahui faktor pendukung dan penghambat manajemen. Penelitian ini dikaji menggunakan metode studi kasus dan analisis menggunakan teori Ekologi Media. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa strategi manajemen produksi program 3S berbahasa daerah terdiri dari 4 tahapan yakni Perencanaan, Penggorganisasian, Pelaksanaan dan Pengawasan. Adapun faktor pendukung manajemen dalam penerapan strategi adalah sarana dan prasarana, sumber daya manusia berketerampilan dan strategi pemasaran program melalui media sosial. Sedangkan faktor penghambat yang terdiri dari kurangnya tenaga penyiar dan keterbatasan anggaran. Mengacu teori ekologi media menyatakan bahwa upaya LPPL RSPD Soe di tengah masyarakat dengan memanfaatkan budaya bahasa daerah sebagai penunjang media melalui Program 3S berbahasa Dawan yang kemudian dilihat sebagai upaya mempertahankan eksistensi budaya bahasa daerah.
PESAN MORAL PADA KARYA FOTO JURNALISTIK TENTANG PARIWISATA INDONESIA DI E-MAGAZINE NATIONAL PESONA INDONESIA
Agnes Lidia herlina Nggili;
Monika Wutun;
Henny L.L.Lada
Jurnal Ranah Komunikasi Vol 7 No 2 (2023): Jurnal Ranah Komunikasi (JRK)
Publisher : Jurusan Ilmu Komunikasi Universitas Andalas
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.25077/rk.7.2.112-126.2023
This study examines the communication message in photos of beach tourism destination on Lombok Island in the Pesona Electronics Magazine (Pesona E- Magazine). This research used qualitative method with semiotic analysis according to Charles Sanders Pierce Model. This research focus to found the meaning of photos journalism communicated within the lombok beach photos and analyzed by sign, interpretant and object. The results of the study show that the presentation of Indonesian tourism photos does not only hone the skills of photographing or writing for journalists and photo editors, but also presents photos that have aesthetic value that can convey messages and be accepted by audiences with various views. Photos in e-magazine Pesona fulled by coloring pictures has the values contained therein. Researchers analyzed four beach tourism photos contained in the e-magazine using Pierce's semiotic analysis. Through this semiotic process, it produces interpretations that mostly describe moral messages. The depiction of a moral message in the four photos of beach tourism in this Pesona e-magazine, namely, the importance of cleanliness in the coastal environment, especially beaches which have object values that can attract the attention of tourists, because clean tourist attractions have a positive impact on living things and can be a special attraction. To every tourist who wants to visit and protect coral reef ecosystems because coral reefs are marine ecosystems that have a positive impact on living things.
Konstruksi Realitas Sosial tentang Diskriminasi Gender Perempuan Kepala Keluarga dalam Film Ola Sita Inawae : (Analisis Semiotika Ferdinand de Saussure)
Lamapaha, Angela M.S;
Wutun, Monika;
Liliwery, Yohanes K.N.
Deliberatio: Jurnal Mahasiswa Komunikasi Vol 2 No 1 (2022): April 2022
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Undana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59895/deliberatio.v2i1.34
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui dan mendeskripsikan diskriminasi gender perempuan kepala keluarga dengan menggunakan analisis semiotika Ferdinand de Saussure dan mengkonstruksikan realitas perempuan kepala keluarga dalam film ola sita inawae. Teori yang digunakan adalah konstruksi realitas sosial Peter L.Berger dan Luckman. Penelitian ini merupakan penelitian kualitatif dengan metode semiotika Ferdinand de Saussure dan objek dalam penelitian ini adalah simbol-simbol dan tanda dalam adegan-adegan film Ola Sita Inawae yang mengkonstruksi realitas sosial tentang diskriminasi gender perempuan kepala keluarga. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah dokumentasi dan studi kepustakaan. Teknik analisis data yang digunakan adalah teknik analisis data kualitatif dengan teknik pemeriksaan keabsahan data dilakukan dengan peningkatan ketekunan, studi teman dengan sejawat dan menggunakan bahan referensi. Hasil penelitian ini diskriminasi gender perempuan kepala keluarga di pulau Adonara setelah dijelaskan berdasarkan teori Ferdinand de Saussure yakni penanda dan petanda sebagai berikut: sebagai berikut; Subordinasi (Membubarkan pelatihan), Stereotip (Dete adalah “Bos Janda”), Marjinalisasi (Petronela Peni hanya memenuhi kuota dalam pencalonan kepala Desa Nisanulan) , Kekerasan Verbal (Petronela Peni mendapat surat kaleng), Beban Ganda (perempuan kepala keluarga memikul beban adat). Konstruksi realitas sosial yang terjadi dalam film ola sita inawae menampilkan Perempuan kepala keluaga dengan adanya budaya patriarki dan adat, mengakibatkan mulai bermunculan berbagai masalah sosial yang membelenggu kebebasan perempuan dan melangggar hak-hak yang seharusnya dimiliki perempuan khususnya perempuan kepala keluarga.
KONSEP DIRI PEREMPUAN PECINTA MUSIK K-POP BTS
Pare, Christina;
Monika Wutun;
Herman E. Seran
Deliberatio: Jurnal Mahasiswa Komunikasi Vol 4 No 1 (2024): April 2024
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Undana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59895/deliberatio.v4i1.262
Musik merupakan salah satu media komunikasi audio yang menggambarkan pikiran dan perasaan seseorang sehingga bagi sebagian orang musik dinilai sebagai sarana hiburan untuk mengekspresikan kebahagiaan. Bagi sebagian orang, musik juga dianggap sebagai cerminan diri yang memberikan dampak pada pembentukan konsep diri. Penelitian ini berfokus pada konsep diri kalangan anak muda khususnya mahasiswa yang menggemari musik K-Pop. Konsep diri tersebut dilihat berdasarkan pada pengalaman-pengalaman yang dilalui oleh mahasiswa pecinta musik K-Pop. Metode penelitian yang digunakan dalam penelitian ini adalah studi fenomenologi dengan Looking Glass Self Theory sebagai dasar analisisnya. Teknik pengumpulan data yang digunakan adalah observasi, wawancara mendalam dan studi pustaka. Hasil penelitian menunjukan bahwa mahasiswa pecinta musik K-Pop membangun konsep diri mereka ke arah yang lebih positif berdasarkan pengalaman baru yang mereka peroleh saat mencerminkan diri mereka melalui musik K-Pop. Perubahan yang terjadi dalam diri mereka diperoleh dari pengalaman baru yang membantu mereka tampil lebih percaya diri serta melakukan hal-hal positif bagi diri mereka dan lingkungan sosialnya. Penelitian ini menyimpulkan bahwa konsep diri mahasiswa perempuan pecinta music K-Pop mengorientasikan diri pada musik K-Pop yang pada akhirnya membawa perubahan konsep diri ke arah positif dalam dimensi internal dan eksternal diri mereka.
Konstruksi Makna Pedoman Pemberitaan Media Siber oleh Wartawan Media Online Tersertifikasi
Wutun, Monika;
Nafie, Juan Ardiles;
Seran, Herman Elfridus
Jurnal Communio : Jurnal Jurusan Ilmu Komunikasi Vol 13 No 1 (2024): January
Publisher : Universitas Nusa Cendana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.35508/jikom.v13i1.9320
Dewasa ini wartawan Indonesia diamanatkan oleh regulasi agar memiliki sertifikat kompetensi. Karena itu, anggota komunitas Jurnalis Online Indonesia (JOIN) NTT mengikuti uji kompetensi wartawan sesuai level dan dinyatakan lulus serta mendapatkan sertifikat. Sebagai wartawan profesional, komunitas ini menyadari pemahaman yang benar akan sejalan dengan penerapan Pedoman Pemberitaan Media Siber (PPMS). Hal ini sesuai dengan tujuan penelitian yaitu untuk mendeskripsikan konstruksi makna PPMS oleh wartawan JOIN NTT tersertifikasi dalam meningkatkan pemahaman dan menerapkannya. Penelitian ini menggunakan metode studi kasus dengan tiga kategori informan kunci, tambahan dan ahli sebagai triangulator. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara mendalam, studi dokumentasi dan observasi. Temuan penelitian diantaranya wartawan JOIN NTT tersertifikasi mengenal istilah PPMS meski berada pada level kompetensi berbeda. Pemahaman tidak tergantung pada lamanya masa kerja maupun level kompetensi, sebab point penting dalam PPMS belum dikuasai dengan baik. Para informan hanya mengingat serta menyebutkan hal penting yang selalu dikaitkan dengan Kode Etik Jurnalistik dan Undang-Undang Pers. Karena itu, disarankan agar wartawan dapat secara mandiri mempelajari PPMS dan berupaya menerapkannya dengan tanggung jawab. Media tempat wartawan bekerja, Dewan Pers atau lembaga lainnya agar mengadakan pelatihan jurnalistik untuk memperkuat kapasitas wartawan media online yang dituntut bekerja cepat, tepat dan akurat sehingga masyarakat terlindungi dari hoax.
LOGIKA DESAIN PESAN DALAM STORYTELLING MARKETING
Manafe, Aldo;
Wutun, Monika;
Aslam, Muhammad
Jurnal Digital Media dan Relationship Vol 6 No 1 (2024): Jurnal Digital Media & Relationship
Publisher : LPPM Universitas Adhirajasa Reswara Sanjaya
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51977/jdigital.v6i1.1628
Media sosial membuka peluang bagi individu dan perusahaan untuk menjalankan strategi pemasaran dan promosi inovatif. Persaingan yang ketat mendorong para pemasar, brand ambassador, dan endorser untuk memaksimalkan upaya mereka. Storytelling marketing menjadi salah satu strategi komunikasi yang efektif untuk memaksimalkan proses pemasaran dan promosi. Penelitian ini menganalisis jenis pesan dan logika desain pesan dalam konten storytelling marketing di akun TikTok Natasha Surya (@natasha.surya). Metode analisis isi kualitatif menghasilkan temuan pesan informatif (54%), pesan persuasif (39%), dan pesan koersif (7%). Logika ekspresif (44%), retorika (44%), dan konvensional (12%) juga diidentifikasi dalam konten Natasha. Terdapat pola yang menunjukkan keselarasan antara jenis pesan dan logika desain pesan, yaitu pesan informatif dengan logika ekspresif, pesan persuasif dengan logika retorika, dan pesan koersif dengan logika konvensional. Namun, beberapa variasi juga ditemukan, menunjukkan kompleksitas storytelling marketing di media sosial.
KOMUNIKASI VIRTUAL MAHASISWA PRODI ILMU KOMUNIKASI UNIVERSITAS NUSA CENDANA ANGKATAN 2020
Keko, Rikardus;
Wutun, Monika;
Aslam, Muhammad
Deliberatio: Jurnal Mahasiswa Komunikasi Vol 2 No 2 (2022): Oktober 2022
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Undana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59895/deliberatio.v2i2.49
Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji Bagaimanakah Komunikasi Virtual Mahasiswa Prodi Ilmu Komunikasi angkatan 2020 pada WhatsApp grup STORM’20 sehingga menghasilkan tujuan untuk Mendeskripsikan Faktor-Faktor Kontekstual Yang Mempengaruhi Komunikasi Virtual Pada WhatsApp Grup STORM’20 dan Mendeskripsikan Pola Komunikasi Pada WhatsApp Grup STORM’20. Dalam penelitian ini penulis menggunakan teori Computer Mediated Communication (CMC) dan jenis penelitian ini adalah penelitian kualitatif, menggunakan metode studi kasus. Pemilihan informan menggunakan metode purposive sampling dengan kriteria yang telah ditetapkan, informan penelitian berjumlah sembilan (9) orang. Pengumpulan data penelitian diperoleh dari wawancara, observasi dan dokumentasi. Teknik analisis data dengan mereduksi data, penyajian data, penyimpulan dan verifikasi. Serta uji keabsahan data dengan perpanjangan keikutsertaan dan ketekunan pengamatan atau keajegan pengamatan. Dari penelitian yang telah dilakukan, sehingga hasil penelitian yang didapatkan Faktor-faktor kontekstual yang mempengaruhi komunikasi virtual pada WhatsApp grup STORM’20 yakni, faktor peserta, topik, jenis saluran, lamanya, apakah sinkron atau ansinkron dan bagaimana sikap umum peserta terhadap komunikasi di internet. Dengan adanya faktor-faktor tersebut membuat komunikasi virtual yang terjadi di dalam grup WhatsApp STORM’20 dapat berjalan dengan baik antar sesama anggotnya ataupun dengan para senior mereka. Dan juga Pola Komunikasi pada WhatsApp Grup STORM’20 yang terbentuk adalah Pola Rantai, Pola Lingkaran, dan juga Pola Bintang atau Semua Saluran. Penelitian ini diharapkan agar para mahasiswa pengguna WhatsApp grup tidak selalu bergantung pada aplikasi yang tersedia sebagai media komunikasi virtual, tetapi mengutamakan komunikasi secara langsung sebagai komunikasi sehari-hari.
PENERAPAN JURNALISME WARGA PADA AKUN INSTAGRAM @galeri.sumba
Tabik, Yongki Nando;
Monika Wutun;
Henny L. L. Lada
Deliberatio: Jurnal Mahasiswa Komunikasi Vol 4 No 2 (2024): Oktober 2024
Publisher : Prodi Ilmu Komunikasi FISIP Undana
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.59895/deliberatio.v4i2.451
Kemajuan teknologi begitu sangat diperlukan dalam keberlangsungan kehidupan, bahkan masyarakat sulit terpisah dengan informasi. Informasi dibutuhkan masyarakat demi memenuhi kebutuhan pengetahuan. Dalam fenomena saat ini, media massa seringkali menyertakan cuplikan rekaman atau hasil reportase suatu peristiwa besar. Hasil reportase yang kemudian menjadi suatu produk berita inilah yang kemudian melahirkan istilah citizen journalism atau jurnalisme warga. Tujuan penelitian ini adalah untuk Untuk Mengetahui Dan Mendeskripsikan Penerapan Jurnalisme Warga Pada Akun Instagram @galeri.sumba Dalam Meningkatkan Akses Informasi Masyarakat Kabupaten Sumba Barat Daya dan Untuk Mengetahui Bentuk Partisipasi Warga Dalam Mengakses Infomasi Dan Mengirim Berita Pada Akun @galeri.sumba. Metode penelitian ini mengunakan metode etnografi virtual dengan pendekatan kualitatif. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa penerapan Jurnalisme Warga Pada Akun instagram @galeri.sumba efektif dalam meningkatkan akses informasi masyarakat di Kabupaten Sumba Barat Daya serta efisiensi dalam menyebarkan informasi melalui repost dan DM, dan juga berperan sebagai kontrol sosial terhadap pemerintah. Kesimpulan dari penelitian ini membuktikan bahwa citizen journalism memainkan peran kunci dalam memenuhi kebutuhan informasi masyarakat, sesuai dengan konsep bahwa setiap individu dapat menjadi pencari, pemproses, dan penganalisis berita untuk disebarkan kepada masyarakat luas melalui media. Saran dari Penelitian ini diharapkan dapat memberikan sumbangan pengetahuan kepada jurnalisme warga khususnya penyajian informasi dan bahan pelajaran untuk netizen dan warga agar dapat mampu menghasilkan karya jurnalistik yang berkualitas.