Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Lentera Perawat

Perbandingan Lamanya Pelepasan Tali Pusat Dengan Menggunakan Benang dan Umbilical Clamp : Tinjauan Literatur Aryanti; Tiara Fatrin; Ayu Citra Lestari
Lentera Perawat Vol. 4 No. 2 (2023): Lentera Perawat
Publisher : STIKes Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/lp.v4i2.233

Abstract

Tingginya angka kematian neonatal bayi baru lahir disebabkan oleh beberapa faktor seperti kejadian Berat Badan Lahir Rendah (BBLR, kelainan cacat bawaan, ikterus, asfiksia, down symdrom, perdarahan intrakranial, sianosis, kelainan jantung, respiratory distress syndrome, infeksi tali pusat sehingga membutuhkan waktu yang lama dalam pelepasan tali pusat dan lainnya.Terkait dengan lamanya pelepasan tali pusat dapat dipengaruhi oleh beberapa hal seperti infeksi, kelembaban tali pusat, kondisi sanitasi lingkungan, cara memandikan bayi yang salah, perawatan tali pusat, dan alat pengikat tali pusat. Ada beberapa jenis pengikatan tali pusat yang dapat mempengaruhi pelepasan tali pusat diantaranya adalah menggunakan benang katun steril dan klem plastik/umbilical clamp. Tujuan pengikatan tali pusat dengan menggunakan benang dan umbilical clamp untuk mengetahui lamanya pelepasan tali pusat. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan lamanya pelepasan tali pusat dengan menggunakan benang dan umbilical clamp dengan metode studi literatur maka dilakukan analisis terhadap hasil penelusuran jurnal (e-journal) dan artikel dengan tinjauan teori . Kesimpulan pada penelitian ini mengungkapkan bahwa lama pelepasan tali pusat menggunakan benang lebih cepat dibandingkan menggunakan umbilical clamp. Hasil penelitian ini merekomendasikan pelepasan tali pusat menggunakan pengikatan dengan menggunakan benang tali pusat (benang yang berdasarkan katun). Saran pada penelitian ini diharapkan dapat memberikan asuhan kepada bayi baru lahir terutama dalam perawatan/pengikatan tali pusat dengan menggunakan benang tali pusat dan menggunakan umbilical clamp karena selain dapat membantu pelepasan tali pusat juga merupakan asuhan sayang bayi.
Pengaruh Pemberian Tumisan Daun Pepaya Muda (Carica Pepala L.) Terhadap Kecukupan Produksi ASI pada Ibu Nifas yang Menyusui Fatrin, Tiara; Sari, Yona; Aryanti; Wulan Permata Sari; Devi Oktarina
Lentera Perawat Vol. 5 No. 1 (2024): Lentera Perawat
Publisher : STIKes Al-Ma'arif Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52235/lp.v5i1.298

Abstract

Produksi ASI adalah pengeluaran ASI yang melibatkan hormon prolactin dan oksitosin.dimanan hormone prolaktin dan oksitosin berperan penting dalam produksi ASI. Jika produksi ASI ibu tidak cukup maka akan ASI yang diberikan pada bayi tidak tecukupi dan dapat mempengaruhi tumbuh kembang bayi, adapun makanan seperti sayur-sayuran dapat meningkatkan kecukupan produksi ASI salah satunya daun papaya muda (carica pepaya L.), dimana daun papaya muda (carica pepaya L.) mengandung laktogogum.  Laktogogum ini yang dapat menstimulasikan hormone oksitosin dan prolactin. Dan disini peneliti menggunakan daun papaya muda (carica pepaya L.)  yang diteliiti. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kecukupan produksi ASI pada ibu nifas yang menyusui. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimen yang akan dilakukan dengan menggunakan desain pre-eksperimen dengan pendekatan two group pretest-postest. Analisa data yang di gunakan adalah bivariat dengan uji-t (Chi Square). Hasil uji Chi Square test menunjukkan nilai signifikan 0,007. Kesimpulannya Ha diterima dan Ho ditolak karena nilai p-value <0,05 yang artinya ada pengaruh pemberian tumisa daun papaya muda (carica pepaya L.) untuk meningkatkan kecukupan produksi ASI pada ibu nifas yang menyusui.