Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Deteksi Dini Kadar Gula Darah, Kejadian Dermatitis dan Faktor Risiko Obesitas pada Siswa SMP Daarul Aitam Palembang Chairani, Liza; Tanzila, Raden Ayu; Rahmawaty, Hasyifa Khaila; Hany, Salwa Tsabita; Ivantri, Muhammad Ghali
Jurnal Kreativitas Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Vol 9, No 2 (2026): Volume 9 Nomor 2 (2026)
Publisher : Universitas Malahayati Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33024/jkpm.v9i2.24153

Abstract

ABSTRACT Indonesia is a developing country that still suffers from multiple nutritional problems, one of which is obesity in children and adolescents. Obesity, a multifactorial disease caused by excessive accumulation of fat tissue, has wide-ranging effects, ranging from skin complaints to increased blood sugar levels, which can lead to the development of metabolic diseases such as diabetes mellitus. With this background in mind, the team leader and members conducted community service at Daarul Aitam Junior High School. Anthropometric measurements, random blood sugar levels, and in-depth interviews were conducted to identify complaints of itching as a sign of skin dermatitis. Of the 94 students, 56.38% were male. 22.34% had a BMI/Age above the 75th percentile, and 4.26% had a random blood sugar level above 120 mg/dl. Information was presented regarding risk factors for dermatitis and metabolic diseases such as diabetes mellitus, which are the effects of obesity and high blood sugar levels. Furthermore, in-depth education was provided regarding preventing and reducing risk factors for obesity and increased blood sugar levels through lifestyle changes. Keywords: Early Detection, Anthropometry, Blood Sugar Levels, Dermatitis.  ABSTRAK Indonesia merupakan salah satu negara berkembang yang masih dihadapkan dengan masalah gizi ganda yang salah satunya obesitas pada anak dan remaja. Obesitas yang merupakan suatu penyakit multifaktorial, yang terjadi akibat akumulasi jaringan lemak yang berlebihan, yang akan memberikan dampak yang luas mulai dari keluhan pada kulit sampai terjadinya peningkatan kadar gula darah yang berisiko terjadinya penyakit metabolik berupa diabetes mellitus. Dengan latar belakang tersebut maka ketua tim dan anggota melakukan pengabdian di SMP Daarul Aitam. Dilakukan pemeriksaan antropometri, kadar gula darah sewaktu dan wawancara mendalam mencari keluhan gatal sebagai kejadian dermatitis pada kulit. Dari 94 siswa terdapat 56,38% adalah siswa laki-laki. Siswa dengan IMT/U diatas persentil 75 sebanyak 22,34% dan siswa yang mempunyai kadar gula darah sewaktu diatas 120 mg/dl sebanyak 4,26%. Dilakukan pemberian informasi terkait faktor-faktor risiko terjadinya dermatitis dan penyakit metabolik seperti diabetes mellitus sebagai dampak dari obesitas dan tingginya kadar gula darah. Selanjutnya dilakukan edukasi mendalam terkaiat pencegahan dan menurunkan faktor risiko terjadinya obesitas dan peningkatan kadar gula darah dengan mengubah gaya hidup.  Kata Kunci: Deteksi Dini, Antropometri, Kadar Gula Darah, Dermatitis.
Comparative Effects of Electric and Coil Mosquito Repellents on Mice (Mus musculus L) Hartanti, Miranti Dwi; Prameswarie, Thia; Oktariza, Rury Tiara; Amrizal, Amrizal; Tanzila, Raden Ayu; Chairani, Liza; Asri, Afina Rasaki
Syifa'Medika Vol 16, No 1 (2025): Syifa Medika : Jurnal Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Faculty of Medicine

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32502/sm.v16i1.11104

Abstract

Antinyamuk seperti elektrik, bakar, dan bentuk lainnya banyak digunakan meskipun diketahui memiliki risiko kesehatan yang cukup tinggi. Penelitian terbaru menunjukkan bahwa antinyamuk ini dapat bersifat toksik bagi paru-paru, namun data perbandingannya masih terbatas. Penelitian ini mengevaluasi efek antinyamuk elektrik dan bakar terhadap jaringan paru-paru serta parameter kimia darah pada mencit (Mus musculus L.). Tiga puluh mencit Swiss Webster diberikan perlakuan terhadap salah satu jenis antinyamuk tersebut selama 6 atau 8 jam setiap hari (n=6 per kelompok). Jaringan paru-paru diperiksa menggunakan pewarnaan H&E untuk menilai ketebalan septum alveolar dan infiltrasi sel imun, sementara kadar low-density lipoprotein (LDL) dan high-density lipoprotein (HDL) diukur dari sampel darah. Uji statistik meliputi uji Shapiro-Wilk, uji Levene, ANOVA, dan uji post hoc Tukey HSD (p < 0,05). Kedua antinyamuk secara signifikan meningkatkan ketebalan septum alveolar (antinyamuk bakar: 32,45±10,52 µm; antinyamuk elektrik: 24,87±8,76 µm pada 8 jam; p<0,001 dibandingkan kontrol: 22,34±9,87 µm) dan menyebabkan dislipidemia (LDL: 148,23±5,76 mg/dL vs. 139,81±7,61 mg/dL; HDL: 11,46±8,21 mg/dL vs. 14,46±5,64 mg/dL). Antinyamuk bakar menunjukkan tingkat toksisitas yang lebih tinggi (p=0,001), kemungkinan akibat emisi PAH. Temuan ini mengungkapkan adanya hubungan antara perubahan mikroskopis pada jaringan paru dan perubahan kimia darah pada mencit yang terpapar antinyamuk tersebut.