Claim Missing Document
Check
Articles

Kemampuan Mahasiswa Mengintegrasikan Sikap Spiritual dan Sosial dalam Pembelajaran Berbasis Kurikulum 2013 (Kajian teoritis) Wati Oviana
PIONIR: JURNAL PENDIDIKAN Vol 4, No 2 (2015)
Publisher : Prodi PGMI FTK UIN Ar-Raniry Banda Aceh bekerjasama dengan PW PERGUNU Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/pjp.v4i2.183

Abstract

Perubahan kurikulum merupakan salah satu upaya yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan mutu pendidikan ke arah yang lebih baik dan mencapai tujuan pembelajaran yang telah direncanakan secara nasional. Mahasiswa PGMI merupakan mahasiswa yang dipersiapkan sebagai calon Guru Madrasah Ibtidaiyah. Salah satu kompetensi yang harus dimiliki guru adalah mengembangkan dan melaksanakan kurikulum dalam pembelajaran yang sesuai dengan kurikulum yang sedang berlaku di Indonesia. Kurikulum terbaru yang telah dikembangkan di Indonesia adalah kurikulum 2013. Dalam mengembangkan kurikulum ini guru harus memiliki kompetensi yang baik dalam merencanakan, melaksanakan dan mengevaluasi pembelajaran sesuai dengan apa yang diharapkan kurikulum 2013. Untuk dapat menerapkan kurikulum 2013 dengan baik maka guru harus memahami dengan baik tentang kurikulum 2013. Terdapat beberapa karakteristik kurikulum 2013 yang membuat guru harus mengimplentasikan dalam pembelajaran sesuai dengan ciri kurikulum 2013 tersebut. Tulisan ini merupakan kajian teori yang bertujuan untuk mendeskripsikan apasaja kemampuan mahasiswa dalam mengintegrasikan sikap spritual dan sosial dalam pembelajaran berbasis kurikulum 2013.
ANALISIS PENGUASAAN KONSEP IPA MAHASISWA PGMI DAN KESULITAN MEMPELAJARINYA Wati Oviana
PIONIR: JURNAL PENDIDIKAN Vol 6, No 1 (2017)
Publisher : Prodi PGMI FTK UIN Ar-Raniry Banda Aceh bekerjasama dengan PW PERGUNU Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/pjp.v6i1.3353

Abstract

Menurut Undang-Undang No 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen kompetensi profesional merupakan salah satu kompetensi inti yang harus dimiliki guru. Prodi PGMI membekali kompetensi profesional para mahasiswa melalui beberapa mata kuliah bidang keahlian agar mereka dapat menjadi guru kelas yang profesional antara lain: IPA, Matematika, Bahasa Indonesia, PPKN, dan IPS. Agar memiliki penguasaan konsep IPA dengan baik prodi menyiapkan beberapa matakuliah IPA antara lain IPA MI-I dan IPA MI-II, pembelajaran IPA MI. Dengan beberapa mata kuliah ini diharapkan mahasiswa sudah memiliki kemampuan dalam melakukan proses pembelajaran IPA, Bahasa Indonesia dan matematika dengan menguasai ketiga konsep IPA dengan luas dan mendalam. Berdasarkan penelitian pendahuluan diperoleh data bahwa penguasaan konsep IPA mahasiswa PGMI masih berada pada kategori rendah. Selain itu, merekan juga mengalami beberapa kesulitan dalam mempelajari konsep-konsep tersebut. Berdasarkan Latar Belakang masalah tersebut maka permasalahan yang ingin dijawab dalam penelitian ini adalah Bagaimanakah kemampuan tingkat penguasaan konsep IPA mahasiswa PGMI dan Kesulitan-kesulitan apakah yang dihadapi mahasiswa PGMI dalam menguasai konsep IPA. Meode yang dgunakan merupkakan metode deskriptif dengan instrumen tes untuk mengetahuai penguasaan konsep IPA dan wawancara untuk emnemukan kesulitan mahasiswa dalam mempelajarai materi. Hasil peneltian menunjukkan bahwa penguasaan konsep IPA mahasiswa PGMI masih sangat bervariasi. Akan tetapi hampir semua mahasiswa yang menjadi subyek penelitian memiliki kemampuan penguasaan konsep yang berada pada kategori baik dan cukup tidak ada satu mahasiswapun yang memiliki kemampuan penguasaan konsep yang berada pada kaegori sangat baik. Sedangkan kesulitan mahasiswa mempelajari IPA karena konsep IPA SD/MI sangat banyak dan tidak semua materi IPA SD/MI masuk dalam materi ajar perkuliahan IPA. Selain itu mahasiswa juga mengalami kesulitan mempelajari IPA karena ada sebagian materi iPA yang disajikan tidak diiringi dengan kegiatan praktek atau pengamatan langsung.
PENINGKATKAN HASIL BELAJAR SISWA MELALUI PENGGUNAAN MEDIA VISUAL DI MIN 20 ACEH BESAR Wilda Rahmina; Misbahul Jannah; Wati Oviana
PIONIR: JURNAL PENDIDIKAN Vol 8, No 2 (2019)
Publisher : Prodi PGMI FTK UIN Ar-Raniry Banda Aceh bekerjasama dengan PW PERGUNU Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/pjp.v8i2.6228

Abstract

Penelitian ini dilatarbelakangi oleh kurangnya keterampilan guru dalam menggunakan media dalam pembelajaran sehingga siswa kurang termotivasi dalam belajar dan aktivitas yang ditunjukan tidak optimal. Tujuan penelitian ini adalah (1) Untuk mengetahui aktivitas guru dengan menggunakan Media Visual, (2) Untuk mengetahui aktivitas siswa dengan menggunakan Media Visual, (3) Untuk mengetahui peningkatan hasil belajar siswa dengan menggunakan media Visual pada materi pencernaan makanan pada manusia  kelas V semester Ganjil. Penelitian ini merupakan penelitian tindakan kelas (PTK) yang terdiri dari tahapan perencanaan, tindakan, pengamatan dan refleksi. Data dikumpulkan melalui (1) Lembar observasi guru, (2) Lembar observasi siswa, (3) Soal tes hasil belajar siswa dengan menggunakan analisis deskriptif. Berdasarkan hasil analisis data didapatkan bahwa (1) aktivitas guru dalam mengelola pembelajaran pada siklus I sebesar 70,76% (kategori baik) dan meningkat pada siklus II menjadi 89,23% (kategori sangat baik); (2) aktivitas siswa dalam kegiatan belajar mengajar pada siklus I sebesar  70,30% (kategori baik) dan pada siklus II mengalami peningkatan menjadi 90,76% (kategori sangat baik); (3) hasil belajar siswa pada siklus I belum tuntas dengan persentase 68,18% (kategori baik), sedangkan pada siklus II sudah tuntas dengan persentase 88,64% (kategori sangat baik). Dengan demikian, penerapan media visual dapat meningkatkan aktivitas guru dan siswa, serta hasil belajar siswa pada pembelajaran IPA di kelas  V MIN 20 Aceh Besar.
KEMAMPUAN MAHASISWA PPKPM PRODI PGMI DALAM MENYUSUN RENCANA PEMBELAJARAN BERBASIS PENDEKATAN SAINTIFIK Wati Oviana
PIONIR: JURNAL PENDIDIKAN Vol 6, No 2 (2017)
Publisher : Prodi PGMI FTK UIN Ar-Raniry Banda Aceh bekerjasama dengan PW PERGUNU Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/pjp.v6i2.3339

Abstract

Salah satu elemen perubahan kurikulum 2013 menjadi kurikulum 2013 adalah pada standar proses pembelajaran dimana pelaksanaan proses pembelajaran khususnya untuk mengembangkan aspek ketrampilan siswa guru dituntut untuk menerapkan pendekatan saintifik dalam pembelajaran yang akan mereka laksanakan. Perencanaan pembelajaran sebagai rencana atau skenario pelaksanaan pembelajaran merupakan cerminan pelaksanaan pembelajaran yang akan dilakukan di kelas oleh sebab itu apabila guru mampu merencanakan kegiatan saintifik dengan baik dalam RPP maka guru akan mampu melaksanakan pendekatan saintifik di kelas. Mahasiswa PPKPM prodi PGMI sebagai calon guru yang sedang melaksanakan tugasnya menjadi guru khususnya pada sekolah yang telah menerapkan kurikulum 2013 seharusnya mampu merencanakan penerapan pendekatan saintifik dalam RPP yang mereka kembangkan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang kemampuan dan kesulitan mahasiswa PPKPM prodi PGMI dalam menerapkan pendekatan saintifik dalam RPP yang mereka kembangkan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Sedangkan instrumen penelitian yang digunakan adalah pedoman analisis RPP untuk menemukan kemampuan mahasiswa PPKPM prodi PGMI dalam menerapkan pendekatan saintifik dalam RPP yang mereka kembangkan. Serta pedoman wawancara untuk mengetahui kesulitan mahasiswa dalam menerapkan pendekatan saintifik dalam RPP yang mereka kembangkan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemampuan mahasiswa PPKPM prodi PGMI dalam menyusun RPP berbasis pendekatan saintifik sangat bervariasi akan tetapi semua mahasiswa PGMI sudah mampu memunculkan aspek saintifik dalam RPP yang merekan kembangkan walaupun dengan kemunculan yang belum sempurna.
PENGEMBANGAN RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN BERBASIS PENDEKATAN SAINTIFIK OLEH GURU SD DAN MI DI KOTA SABANG Wati Oviana
PIONIR: JURNAL PENDIDIKAN Vol 7, No 1 (2018)
Publisher : Prodi PGMI FTK UIN Ar-Raniry Banda Aceh bekerjasama dengan PW PERGUNU Aceh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/pjp.v7i1.3316

Abstract

Pelaksanaan kurikulum 2013 merupakan upaya penyempurnaan standar pendidikan guna mencacapai tujuan pendidikan nasional yaitu mampu mengembangkan siswa secara utuh baik ranah pengetahuan, sikap maupun ketrampilan. Dalam Standar proses pelaksanaan kurikulum 2013 disebutkan bahwa pengembangkan aspek ketrampilan siswa dapat dilakukan dengan menerapkan pendekatan saintifik dalam pembelajaran. Agar pelaksanaan pembelajaran dengan pendekatan saintifik dapat berlangsung maka guru harus mampu merancang rencana pelaksanaan pembelajaran yang mampu memunculkan aspek saintifik. Di kota Sabang terdapat beberapa SD dan MI yang sudah menerapkan kurikulum 2013. Pada hakekatnya perencanaan pembelajaran berbasis kurikulum 2013 sebaiknya memunculkan aspek saintifik agar pengembangan aspek ketrampilan siswa dapat terkembangkan dengan baik sesuai harapan. Penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan informasi tentang kemampuan guru SD/MI di kota Sabang dalam memunculkan aspek saintifik dalam perencanaan pembelajaran yang dikembangkan. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif. Teknik pengumpulan data dilakukan dengan menganalisis dokumen RPP guru dan melakukan wawancara dengan guru untuk mendapatkan data pendukung tentang kemampuan dan kesulitan guru memunculkan aspek saintifik dalam perencanaan pembelajaran yang mereka kembangkan. Selanjutnya, data dianalisis dan dideskripsikan sesuai dengan pertanyaan penelitian, statistik deskriptif digunakan untuk mendapatkan informasi dalam bentuk skor rata-rata untuk setiap aspek saintifik yang dimunculkan guru. Hasil penelian menunjukkan bahwa kemampuan rata-rata guru memunculkan aspek saintifik dalam perencanaan pembelajaran berada pada kategori sangat baik dengan skor rata-rata 89,99. Adapun kemampuan rata-rata per aspek yaitu, aspek mengamati, rata-rata 100, aspek menanya, rata-rata 100, selanjutnya, aspek mencoba rata-rata 100, aspek menalar, rata-rata 83,33 dan mengomunikasikan, rata-rata 66,66
PENGEMBANGAN MODUL IPA BERBASIS ISLAMIC SCIENCE TECHNOLOGY ENGINEERING AND MATHEMATICS PADA MATERI HUKUM NEWTON Misbahul Jannah; Wati Oviana; Iin Nurhalizha
EDUSAINS Vol 13, No 1 (2021): EDUSAINS
Publisher : Faculty of Education and Teacher Training, UIN (State Islamic University) Syarif Hidayatul

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/es.v13i1.13805

Abstract

AbstractThe problem it is found that at the university there is no (Islamic  Science, Technology, Engineering, and Mathematics) I-STEM learning module as a guide for lecturers in implementing science learning. For this reason, this study aims to (1) Design Islamic STEM-based science modules on Newton's Law material (2) Assess Islamic STEM-based science modules on Newton's Law material. This study uses a Design Development Research (DDR) approach using the Dick and Carey instructional design model. The sample of this research is three experts, three senior lecturers and six science lecturers. The instruments of this research are observation sheets, interviews and questionnaires which are analyzed using qualitative and quantitative analysis. Qualitative analysis is used for need analysis and module design. While the quantitative analysis for the assessment of the module which is analyzed using SPSS and excel. The results showed that (1) Islamic STEM-based science module design in Newton's Law material followed the three steps of the Dick and Carey instructional design model, namely needs analysis, module development and module assessment. (2) The results of assessment by expert, senior lecturers and science lecturers show that Islamic STEM-based science modules on Newton's law material are appropriate for using in the science learning process in universities.AbstrakPermasalahan di lapangan didapati bahwa di universitas belum tersedianya modul pembelajaran berbasis Islamic STEM (I-STEM) sebagai panduan bagi dosen dalam melaksanakan pembelajaran IPA. Untuk itu, penelitian ini bertujuan (1) Mendesain modul IPA berbasis I-STEM pada materi Hukum Newton (2) Menilai modul IPA berbasis I-STEM pada materi Hukum Newton. Penelitian ini menggunakan pendekatan Design Development Research (DDR) dengan menggunakan model desain instruksional Dick and Carey. Sampel penelitian ini adalah tiga orang pakar, tiga orang dosen senior dan enam orang dosen IPA. Adapun instrumen penelitian ini adalah lembar observasi, wawancara dan angket yang dianalisis menggunakan analisis kualitatif dan kuantitatif. Analisis kulaitatif digunakan untuk analisis kebutuhan dan dan desain modul. Sedangkan analisis kuantitatif untuk penilaian modul yang dianalisis dengan menggunakan SPSS dan excell. Hasil Penelitian menunjukkan (1) Desain modul IPA berbasis I-STEM pada materi Hukum Newton mengikut tiga langkah dari model desain instruksional Dick and Carey yaitu analisis kebutuhan, pengembangan modul dan penilaian modul. (2) Hasil penilaian pakar, dosen senior dan dosen IPA menunjukkan bahwa modul IPA berbasis I-STEM pada materi hukum Newton layak digunakan dalam proses pembelajaran IPA di perguruan tinggi. 
Peningkatan Keterampilan Proses Mahasiswa Pgmi Melalui Penerapan Pendekatan Keterampilan Proses Pada Pembelajaran IPA MI Wati Oviana
Biotik Vol 1, No 2 (2013): Jurnal Biotik
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/biotik.v1i2.224

Abstract

Tujuan Pembelajaran IPA bukan hanya menyampaikan konsep pada mahamahasiswa tetapi juga memberikan pengalaman pada mahasiswa untuk mengembangkan keterampilan proses, sehingga mahamahasiswa dapat menemukan sendiri konsep yang akan dipelajarinya secara mandiri. Pembelajaran IPA yang berlangsung di jurusan PGMI selama ini cenderung dilakukan dengan menyampaikan konsep materi pada mahamahasiswa sehingga keterampilan proses mahamahasiswa tidak terkembangkan dengan baik. Penelitian tentang Peningkatan keterampilan sains mahamahasiswa PGMI melalui Penerapan Pendekatan Keterampilan Proses pada pembelajaran bertujuan untuk menganalisis dan mendeskripsikan Peningkatan Keterampilan Proses Sains mahamahasiswa PGMI setelah diajarkan dengan pendekatan keterampilan proses. Penelitian ini menggunakan metode eksperimen. Sampel diambil dua unit yaitu 1 dan 2 sebagai kelas eksperimen dan kontrol. Adapun teknik pengumpulan data dalam penelitian ini adalah tes untuk menguji kemampuan keterampilan proses mahasiswa. Tes dalam penelitian ini terdiri dari dua tahap yaitu Pre-Test dan Post Test. Analisis data menggunakan rumus persentase. Berdasarkan pengolahan data hasil penelitian diperoleh bahwa pada umumnya sekitar 80- 94% mahasiswa kelas eksperimen mengalami peningkatan pada semua aspek keterampilan proses sains, sedangkan untuk mahasiswa kelas kontrol, sebagian besar mahasiswa hanya mengalami peningkatan keterampilan proses sains sekitar 60- 79%. Data ini menunjukkan bahwa penerapan pendekatan keterampilan proses pada konsep dapat meningkatkan keterampilan proses sains mahamahasiswa PGMI Kata Kunci: Pendekatan Keterampilan Proses, dan Peningkatan Keterampilan Proses Mahasiswa. The Learning objectives of IPA (science subject) are not only to explain the concept to students but also to give experience to the studeSnts to develop processing skills, so that students can construct the knowledge by themselves. Lately, the learning process in PGMI tended to be carried out by transferring the concept to the students so that the students’ processing skill have not developed well. This research aimed to analyze and describe the improvement of science processing skill of PGMI’s students after implementing the science processing skill approach. This study used experimental method. Two units of classes were chosen as the samples of the research, namely experimental class and control one. The data collecting technique used in this research was test of processing skill, namely pre-test and post-test. The data then analyzed by using percentage formula. The result showed that in general, all aspects of science processing skills were increased about 80 to 94% in experimental class, whereas for the control class, the science processing skills of students were increased around 60% to 79 %. It indicated that the implementation of the science processing approach to the concept could improve science processing skills of PGMI’s students. Keywords: Processing Skills Approach, Improvement, Process Skills of Students.
Profil Kemampuan Mahasiswa Pgmi Fakultas Tarbiyah Dalam Mengembangkan Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) Berbasis KTSP Wati Oviana
Biotik Vol 1, No 1 (2013): Jurnal Biotik
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/biotik.v1i1.209

Abstract

Menurut Undang-Undang No 14 tahun 2005 tentang guru dan dosen kompetensi pedagogik merupakan salah satu kompetensi inti yang harus dimiliki guru. Fakultas Tarbiyah membekali kompetensi pedagogik pada mahasiswa melalui beberapa mata kuliah bidang kependidikan yang sesuai dengan perkembangan dunia pendidikan di Indonesia, dengan beberapa mata kuliah ini diharapkan mahasiswa sudah memiliki kemampuan dalam mengembangkan rencana pelaksanaan pembelajaran berbasis KTSP. Berdasarkan penelitian pendahuluan diperoleh informasi bahwa tidak semua mahasiswa PGMI Fakultas Tarbiyah sudah mampu mengembangkan RPP berbasis KTSP. Berdasarkan Latar Belakang masalah tersebut maka permasalahan yang ingin dijawab dalam penelitian ini adalah bagaimanakah kemampuan mahasiswa PGMI Fakultas Tarbiyah dalam mengembangkan RPP berbasis KTSP. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analisis. Teknik dan instrumen pengumpulan data yang digunakan adalah analisis dokumen RPP dengan instrumen pedoman analisis RPP. Pengolahan data dianalisis sederhana dengan rumus persentase. Hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa kemampuan rata-rata mahasiswa dalam mengembangkan RPP berbasis KTSP sangat bervariasi dengan kemampuan tertinggi dalam memunculkan identitas RPP dan memunculkan SK-KD sedangkan kemampuan terendah dalam merumuskan indikator pembelajaran. Kata Kunci: Kemampuan, Mahasiswa dan Mengembangkan RPP According to law No. 14 year 2005 about teacher and lecturer, pedagogic is one of competences that has to be owned by a teacher. Faculty of Tarbiyah provide pedagogic competence to their students through some educational courses which is suitable with the development of education in Indonesia. By inserting it to some educational courses, it is expected that the students have capability to develop their lesson planning (RPP) based on KTSP. Based on previous research, it was found that few students of PGMI were able to develop the lesson planning based on KTSP. From that point, this research is conducted to find out the ability of PGMI students in developing KTSP-based lesson plan. The method used in this research is descriptive analytic method. Technique of data collection used was document analysis of lesson plan by following the guidance of RPP analysis.. The data then analyzed by using percentage formula. The results showed that in average the ability of PGMI students in developing KTSP-based lesson plan was various. The highest ability was in the field of showing the identity of their lesson plan and also writing the SK and KD (standard and basic of competences). Meanwhile the lowest ability was in the field of formulating indicators. Keywords: Ability, Students and Developing Lesson Plan
PARENT'S PERCEPTIONS OF THE HOME BASED SCIENCE LEARNING SYSTEM DURING THE COVID-19 PANDEMIC Wati Oviana; Che' Muliana Sari; Fanny Fajria; Misbahul Jannah
Biotik Vol 9, No 1 (2021): JURNAL BIOTIK
Publisher : Universitas Islam Negeri Ar-Raniry

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22373/biotik.v9i1.7950

Abstract

Sistem pembelajaran mengalami perubahan selama masa pandemi Covid-19. Pemerintah terpaksa merubah sistem pembelajaran tatap muka (Offline) menjadi sistem pembelajaran dalam jaringan (Online). Kebijakan ini dilakukan untuk mengurangi  penyebaran  Covid-19.  Sistem pembelajaran online,  mengharuskan orang tua untuk menggantikan peran guru dalam mengajarkan anaknya di rumah. Orang  tua  merasa  sistem  pembelajaran  online  merupakan  hal  yang  baru  dan belum pernah dilakukan sebelumnya. Sehingga, hal ini membuat orang tua merasa kesulitan. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan (1) persepsi orang tua terhadap sistem pembelajaran berbasis online di rumah pada masa pandemi covid-19, (2) apa saja kendala yang dihadapi orang tua selama proses pembelajaran online di rumah, (3) serta upaya apa yang dilakukan orang tua dalam mengatasi kendala   tersebut.   Penelitian   ini   menggunakan   metode   deskriptif   dengan pendekatan kuantitatif. Populasi dari penelitian ini adalah orang tua dari siswa SD dan  MIN  yang  tinggal  di  Kecamatan  Meuraxa  Kota  Banda  Aceh.  Penarikan sampel  menggunakan  teknik  purposive sampling  dengan  jumlah  sampel  yang digunakan  sebanyak  20  orang tua.  Instrumen  penelitian  yang digunakan  pada penelitian  ini  adalah  lembar  angket  dan transkip  wawancara.  Hasil  penelitian menunjuk; (1) persepsi orang tua terhadap pembelajaran berbasis online  pada masa pandemi Covid-19 tidak dapat diterapkan secara efektif karena adanya kendala  yang dihadapi  oleh  orang tua, (2)  kendala  yang dihadapai  orang tua selama proses pembelajaran online di rumah pada saat pandemi Covid-19 adalah waktu luang yang minim, fasilitas yang tidak memadai (kuota internet, laptop, dan smartphone) dan juga kurangnya pemahaman materi yang diberikan, sedangkan (3) upaya dalam mengatasi kendala tersebut yaitu menyediakan waktu khusus, menyediakan fasilitas dan menghubungi guru untuk meminta penjelasan materi dan jadwal konsultasi.
PENINGKATAN AKTIVITAS BELAJAR SISWA DENGAN MODEL DISCOVERY LEARNING DAN MEDIA VISUAL PADA MATERI KINGDOM ANIMALIA Elita Agustina; Wati Oviana
Prosiding Seminar Nasional Biotik Vol 6, No 1 (2018): PROSIDING SEMINAR NASIONAL BIOTIK VI 2018
Publisher : Prosiding Seminar Nasional Biotik

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (334.216 KB) | DOI: 10.3126/pbio.v6i1.4322

Abstract

Pembelajaran aktif adalah salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan. Belajar aktif merupakan langkah cepat, menyenangkan  dalam meningkatkan pemahaman materi. Upaya untuk mendukung pemahaman materi dibutuhkan model dan media yang tepat sesuai dengan materi  yang dibelajarkan. Dalam belajar aktif yang paling penting siswa dapat  memecahakan masalah  secara mandiri. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui aktifitas  belajar siswa dengan model discovery learning  dan media visual pada kingdom animalia. Metode  yang digunakan adalah metode deskriptif. Pengumpulan data dilakukan menggunakan lembar observasi aktivitas belajar siswa. Hasil penelitian inimenunjukkan bahwasannya aktivitas belajar siswa kelas eksperimen pada  pertemuan 1 rata-rata 82,95%, pada pertemuan 2 yaitu 86,36 dan pada pertemuan 3 yaitu 90,68%. Angka-angka tersebut meunjukkan  aktivitas belajar  siswa berada  pada kategori sangat aktif, sedangkan pada kelas kontrol pertemuan 1 yaitu 65,90%, pada pertemuan 2 yaitu 68,18% dan pada  pertemuan ke  3 yaitu 77,84% yang menunjukan aktivitas belajar siswa pada kategori aktif. Berdasarkan data di atas dapat disimpulkan bahwa dengan model discovery learing dan media visual dapat meningkatkan aktivitas belajar siswa pada materi kingdom animalia.