Claim Missing Document
Check
Articles

Found 32 Documents
Search

NILAI-NILAI DAKWAH DALAM TRADISI TOYANG ROENG PADA MASYARAKAT MANDAR DI KELURAHAN TANDE KECAMATAN BANGGAE TIMUR Hamdi; Aldiawan; Aswad, Muh.
SHOUTIKA Vol. 5 No. 2 (2025): Jurnal Shoutika
Publisher : Rumah Jurnal STAIN Majene

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46870/jkpi.v5i2.2033

Abstract

Permasalahan yang dikaji dalam penelitian ini adalah bagaimana proses pelaksanaan tradisi toyang roeng pada masyarakat mandar di kelurahan tande kecamatan banggae timur, apa saja nilai-nilai dakwah yang terkandung dalam tradisi toyang roeng. Jenis Penelitian ini adalah penelitian kualitatif yang membangun makna berdasarkan data lapangan dengan menggunakan pendekatan dakwah kultural. Pengumpulan data dilakukan dengan mengadakan observasi, wawancara dan dokumentasi. Analisis data dilakukan dengan memberikan makna terhadap data yang berhasil dikumpulkan. Hasil Penelitian yaitu tahapan toyang roeng: pertama; macco’bo/menempelkan serbuk emas ke kening kedua mempelai, kedua; membaca doa. ketiga; pengantin pria dan wanita menaiki toyang roeng. Nilai-nilai dakwah dalam tradisi toyang roeng yaitu pertama; nilai akidah yakni: (a) membaca doa sebelum menaiki toyang roeng sebagai bentuk keyakinan dan rasa syukur kepada Allah, (b) lima kali putaran toyang roeng disimbolkan kepada lima rukun Islam. kedua; nilai syariah yakni: (a) gotong royong sebagai manifestasi dari sikap kekeluargaan yang diajarkan dalam agama Islam, (b) empat tempat duduk pada toyang roeng digambarkan atau disimbolkan kepada empat sahabat nabi dan empat mazhab yang diyakini oleh umat Islam, (c) menjalin ukhuwah Islamiyah. ketiga; nilai akhlak yakni: (a) saling menghormati/berbicara dengan lemah lembut, (b) menjalin silaturahmi.
Harmonisasi Nilai Pendidikan Islam dengan Tradisi Balai Hakey dan Tetek Pantan: Kajian Etnopedagogi Suku Dayak Ma’anyan di Kalimantan Tengah Hamdi; Normuslim; Muslimah
Kartika: Jurnal Studi Keislaman Vol. 5 No. 2 (2025): Kartika: Jurnal Studi Keislaman (Agustus)
Publisher : Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPT NU) PCNU Kabupaten Nganjuk

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59240/kjsk.v5i2.569

Abstract

The phenomenon of Muslim participation in Hindu Kaharingan religious rituals in Central Kalimantan reflects a compelling form of cultural interaction and acculturation between Islamic values and the local traditions of the Dayak Ma’anyan community. This study employs a qualitative ethnographic approach to explore the harmonization of Islamic educational values with the traditions of Balai Hakey and Tetek Pantan through an ethnopedagogical perspective. Data were collected through in-depth interviews, participant observation, and documentation conducted in East Barito Regency. The findings reveal that Balai Hakey embodies values of togetherness, leadership, and tolerance, while Tetek Pantan represents values of gratitude, morality, and collaboration. Both traditions foster mutual respect, a strong work ethic, and social responsibility within the community. The harmony between Islamic values and local wisdom demonstrates a contextual and culturally responsive model of character education that is relevant to multicultural societies. The integration of these values not only strengthens character education but also contributes to the preservation of Dayak Ma’anyan cultural heritage