p-Index From 2021 - 2026
12.068
P-Index
This Author published in this journals
All Journal Fidei: Jurnal Teologi Sistematika dan Praktika Jurnal Teologi Berita Hidup Manna Rafflesia SANCTUM DOMINE: Jurnal Teologi KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta EDULEAD: Journal of Christian Education and Leadership Jurnal Teologi Praktika Kharisma: Jurnal Ilmiah Teologi LOGIA : Jurnal Teologi Pentakosta Excelsis Deo: Jurnal Teologi, Misiologi dan Pendidikan Jurnal Teologi (JUTEOLOG) CARAKA: Jurnal Teologi Biblika dan Praktika Jurnal Pendidikan Agama Kristen (JUPAK) Transformasi Fondasi Iman Kristen dalam Pelayanan Pastoral di Era Society 5.0 Jurnal DIDASKO Jurnal Teologi Amreta Jurnal Kadesi : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Predica Verbum TELEIOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Sabda : Jurnal Teologi Kristen ELEOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen KAMASEAN: Jurnal Teologi Kristen Dunamos: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Miktab: Jurnal Teologi dan Pelayanan Kristiani Illuminate: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Jurnal Teologi & Pelayanan Kerusso Ritornera - Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) Shema : Jurnal Teologi Injili dan Pendidikan Kristen MAGNUM OPUS: Jurnal Teologi dan Kepemimpinan Kristen THRONOS: Jurnal Teologi Kristen CHARISTHEO: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen ALUCIO DEI DIDAKTIKOS: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Duta Harapan Voice of HAMI Theologia Insani: Jurnal Theologia, Pendidikan, dan Misiologia Integratif Lentera Nusantara Philoxenia: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Redominate : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristiani Jurnal Efata: Jurnal Teologi dan Pelayanan HUPERETES: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen KARDIA: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Jurnal Ap-Kain ICHTUS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Redominate : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristiani Jurnal Pistis: Teologi dan Praktia Hymnos : Jurnal Teologi Dan Keagamaan Kristen
Paulus Kunto Baskoro
Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia Yogyakarta

Published : 100 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Konsep Biblika Pengharapan Kebahagiaan Menurut Filipi 2:1-4 dan Implementasinya Bagi Jemaat Masa Kini di Era Disrupsi Paulus Kunto Baskoro; Anon Dwi Saputro
HUPERETES: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 4, No 1 (2022): Desember 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kalimantan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46817/huperetes.v4i1.123

Abstract

The happiness of a life is the dream of every believer. Happiness in family, work, service, future, and old age. Happiness is the key to joy in life. Happiness is often equated with having a position, having wealth, having many relationships, and having a guarantee in old age. So all measures of happiness are always focused on external things. This is an incorrect view. The author tries to explain a concept of happiness that is in accordance with God's Word in Philippians 2:1-4. Philippians 2:1-4 will explore and find the principles of true happiness so that every believer can experience the happiness of life in Christ Jesus. This writing uses a descriptive literature method. The purpose of this research is: First so that every believer understands the principles of happiness according to Philippians 2:1-4. Second, every believer has true happiness according to Philippians 2:1-4, as the hope of everyone's life. Third, every believer becomes a person who experiences happiness that is not affected by world conditions.Kebahagiaan sebuah kehidupan menjadi dambaan setiap orang percaya. Kebahagiaan dalam keluarga, pekerjaan, pelayanan, masa depan dan masa tua. Kebahagiaan menjadi sebuah kunci sukacita dalam kehidupan. Kebahagiaan seringkali disamakan dengan memiliki jabatan, memiliki harta kekayaan, memiliki relasi yang banyak dan memiliki sebuah jaminan di hari tua. Sehingga semua ukuran kebahagiaan selalu difokuskan kepada hal-hal yang lahiriah. Ini sebuah pandangan yang tidak benar. Penulis berusaha memaparkan sebuah konsep kebahagiaan yang sesuai dengan Firman Tuhan dalam Filipi 2:1-4. Lewat Filipi 2:1-4 akan digali dan ditemukan prinsip-prinsip kebahagiaan yang sejati, sehingga setiap orang percaya bisa mengalami kebahagiaan hidup dalam Kristus Yesus. Penulisan ini menggunakan metode deskriptif literatur. Tujuannya penelitian ini adalah: Pertama, supaya setiap orang percaya mengerti prinsip-prinsip bahagia menurut Filipi 2:1-4. Kedua, setiap orang percaya memiliki kebahagiaan yang sejati menurut Filipi 2:1-4, sebagai pengharapan hidup setiap orang. Ketiga, setiap orang percaya menjadi pribadi yang mengalami kebahagiaan yang tidak terpengaruhi dengan kondisi dunia. 
Kajian Teologis Pernikahan Poligami Menurut Perjanjian Lama dan Hukum Islam Tulus Raharjo; Paulus Kunto Baskoro
JURNAL KADESI Vol. 5 No. 2 (2023): Vol. 5 No. 2 (2023): Volume 5 Nomor 2
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kadesi Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54765/ejurnalkadesi.v5i2.65

Abstract

The social impact of polygamous marriage has colored the history of the growth and development of the human community on earth in general, the Indonesia people are inseparable. In Islam society it is believed the arrival of Islam. This writing focuses on the social impact, specifically the impact of social interaction that will be experienced for men and women who carry out polygamous marriages in Muslim societies and ancient Old Testament societies. The method ushed is descriptive literature method. The purpose of this paper is to examine theologically and empirically why polygamous marriages and not to lead a Sakinah (peacefull), mawadah (loving) and warahma (affection) from of marriage which is the main goal in Islamic marriages. The second objective is to examine why polygamous marriages have an impact on social relations for men and women who undergo polygamous marriages.
Strategi Penginjilan Paulus di Efesus Berdasarkan Kitab Kisah Para Rasul 19-20 dan Implementasinya Pada Masyarakat Majemuk Masa Kini Paulus Kunto Baskoro; Elkana Yudhistira
Jurnal Teologi dan Pelayanan Kerusso Vol 8 No 2: Jurnal Teologi & Pelayanan Kerusso - September 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Injili Indonesia Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33856/kerusso.v8i2.316

Abstract

Ephesus was one of the significant and pivotal cities within the Roman Empire. A characteristic of a major urban center is the diverse social fabric it encompasses. The Apostle Paul, chosen as God's anointed messenger, achieved remarkable success in converting souls within this city, even establishing a congregation in Ephesus. In the pages of Acts 19 and 20, one can glean insights into the strategies employed by Paul in spreading the gospel throughout Ephesus, resulting in the conversion of many individuals to believe in Jesus and the establishment of the Ephesus church. The methodology employed in this article adheres to qualitative descriptive principles. The objectives of this research are twofold: First, to thoroughly examine and elucidate the strategies employed by Paul during the establishment of the Ephesian church as documented in Acts 19 and 20. Second, to adapt and apply these strategies in contemporary times, with the goal of optimizing the fulfillment of Jesus Christ's Great Commission. Abstrak Indonesia Efesus adalah salah satu kota besar dan penting pada zaman kekaisaran Romawi. Ciri khas sebuah kota besar adalah kemajemukan sosial yang ada di dalamnya. Rasul Paulus sebagai rasul yang diurapi Tuhan, telah berhasil memenangkan jiwa di kota ini bahkan membangun sidang jemaat di Efesus. Dalam kitab Kisah Para Rasul 19 dan 20, dapat dipelajari strategi yang Paulus lakukan dalam memberitakan Injil di kota Efesus, sehingga banyak orang yang dimenangkan percaya Yesus dan gereja Efesus berdiri. Metode yang dipakai dalam artikel ini adalah metode deskriptif kualitatif. Tujuan dari penelitian ini yaitu Pertama, mengkaji dan menemukan strategi yang dilakukan oleh Paulus dalam berdirinya jemaat Efesus dalam Kisah Para Rasul 19 dan 20. Kedua, mengimplementasikan dalam zaman modern untuk memaksimalkan pelaksanaan amanat agung Tuhan Yesus Kristus.
Kajian Teologis Kerajaan yang di Tunda Menurut Injil Matius Paulus Suyatno; Paulus Kunto Baskoro
Shema: Jurnal Teologi Injili dan Pendidikan Kristen Vol 1 No 1 (2023): Jurnal Shema Juni 2023
Publisher : STTII PURWOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Jesus came to earth to establish His Kingdom. The Kingdom of Jesus is a Kingdom that cannot be shaken. Jesus hoped that the Jews would receive the Kingdom that Jesus was offering with some Jesus saying, “Repent, for Kingdom of God is near.” This shows that the Kingdom will be established and Jesus conveyed to the Jews the time of His coming to the wolrd. However, in reality, the kingdom that Jesus offered was not well recerived, so that in the Gospel of Matthew, he theological concept appears that the Delayed Kingdom. Through this article, the author will focus on revealing some of the theological concepts referred to about the Delayed Kingdom in the Gospel of Matthew. This research uses descriptive qualititative method. Namely by studying the theological concept of Delayed Kingdom from several book or literature references. The purpose of this study is Frist, to reveal in detail what is meant by Delayed Kingdom. Second, it provides pratical implementation of The Delayed Kingdom concept in today’s modern perspective.
Tinjauan Teologis Tentang Penciptaan Langit dan Bumi Menurut Kejadian 1:1-2: Kajian Kedaulatan Tuhan Paulus Kunto Baskoro; Jessi Darius; Earlyn Adi
Shema: Jurnal Teologi Injili dan Pendidikan Kristen Vol 1 No 1 (2023): Jurnal Shema Juni 2023
Publisher : STTII PURWOKERTO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Doubting the existence of God as creator is a view that is often debated. As Christians, we must understand correctly that creation must be the center in order to hold a Biblical approach to Genesis 1:1-2. Living dependent on humas will only endanger faith in Christ. So it is very important that knowledge is also balanced with true knowledge about God. So that faith in God does not lead to destruction but more knowledge of God. The method used in research is descriptive qualitative. The purpose of the research is First, to examine and explain the principles of creation from the point of view of the truth of God’s Word. Second, it provides Biblical evidence regarding the principle of the creation of the heavens and the earth. Third, addirming the theological principle of the creation of the heavens and the eart is ideal in term of knowledge and evangelical truth
Eksistensi dan Karya Kristus menurut Surat Filipi 2:5-11 dan Relevansinya bagi Gereja Masa Kini Tabita Kustiati; Paulus Kunto Baskoro
KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Vol 6, No 1: Juli 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Alkitab Jember

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47167/kharis.v6i1.213

Abstract

There are several views on the existence of Christ among various groups and teachings in the world. The Holy Bible as the main guide for Christians states that Christ is God who took human form and died on the cross as the atonement for the sins of mankind. However, other religions as well as other beliefs such as some of the classical teachings of Judaism, Islam, or Jehovah's Witnesses do not recognize Christ as God. There are also some groups who think Christ was just an ordinary man. The real existence and work of Christ is God who was incarnated as a human in the flesh, humbled himself and died on the cross to atone for human sins, and rose on the third day. In the present, the existence and work of Christ can be illustrated by the example of true believers and the fellowship of believers. This paper was conducted using a literature study approach to evaluate the relevance of the chapter for the church today, showing how this view of the existence of Christ can be used to strengthen faith, increase obedience, and help the church spread the gospel. Through this paper, we will also examine how Christ's work can become a basic guideline and motivation to live according to Christ's will.Pandangan terhadap eksistensi Kristus bervariasi di antara berbagai kelompok dan ajaran di dunia.  Kitab Suci Alkitab sebagai panduan utama orang Kristen menyatakan bahwa Kristus adalah Tuhan yang mengambil rupa manusia dan mati di kayu salib sebagai penebus dosa umat manusia. Namun, agama-agama lain serta kepercayaan lain seperti beberapa ajaran klasik Yahudi, Islam, atau Saksi-saksi Yehuwa tidak mengakui Kristus sebagai Tuhan. Ada juga beberapa kelompok yang menganggap Kristus hanyalah seorang manusia biasa. Eksistensi dan karya Kristus yang sesungguhnya adalah Allah yang telah berinkarnasi menjadi manusia di dalam daging, dan telah merendahkan dirinya dan mati di kayu salib untuk menebus dosa manusia dan bangkit di hari yang ketiga. Dalam masa kini, eksistensi dan karya Kristus dapat digambarkan dengan teladan orang percaya dan persekutuan orang percaya yang benar. Tulisan ini dilakukan dengan pendekatan studi pustaka untuk mengevaluasi relevansi pasal bagi gereja masa kini , menunjukkan bagaimana pandangan tentang eksistensi Kristus ini dapat digunakan untuk memperkuat iman, meningkatkan ketataatan, dan membantu gereja dalam penyebaran injil. Melalui tulisan ini juga akan dikaji bagaimana karya kristus dapat menjadi pedoman dasar dan motivasi untuk hidup sesuai dengan kehendak Kristus.
Implementasi Logis Pengenalan akan Kristus dalam Analisis Filipi 3:7-8 Paulus Kunto Baskoro; Yabes Yabes
REDOMINATE: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 5, No 1: Juni 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kerusso Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59947/redominate.v5i1.44

Abstract

Many are found nowadays as believers who are lukewarm or not severe and leave God. The correct introduction to the Lord Jesus is the basis of the life force of every believer. Believers do not only focus on Christian religious rituals. Every believer must discipline himself to live and know God correctly so that his life can grow spiritually and mature in Christ. The research will discuss how far the impact is on the believers whose lives know God with complete sincerity compared to believers who only ordinarily follow Jesus. The method used in this research is descriptive qualitative with a library research approach. The conclusions in this study provide an essential basis for living as a believer knowing the Lord Jesus so that it becomes a solid basis for becoming spiritually mature and can have a strong discipleship impact on other believers. AbstrakBanyak didapati pada masa sekarang ini, orang percaya yang suam-suam kuku atau tidak sungguh-sungguh dan meninggalkan Tuhan. Pengenalan kepada Tuhan Yesus dengan benar, merupakan dasar kekuatan hidup setiap orang percaya. Orang percaya bukan hanya fokus kepada ritualitas keagamawian kekristenan. Setiap orang percaya harus mendisiplin dirinya untuk hidup mengenal Tuhan dengan benar, supaya kehidupannya makin bertumbuh secara rohani dan dewasa dalam Kristus. Penelitian ini akan membahas sejauh mana dampak kehidupan orang percaya yang hidupnya mengenal Tuhan dengan penuh kesungguhan dibandingkan dengan orang percaya yang hanya mengikuti Yesus secara biasa-biasa. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deskriptif kualitatif dengan pendekatan library research. Kesimpulan dalam penelitian ini menya-jikan dasar yang penting sebagai orang percaya untuk hidup mengenal Tuhan Yesus, sehingga menjadi dasar kuat untuk menjadi dewasa secara rohani dan bisa memberikan dampak pemuridan yang kuat kuat bagi orang percaya lainnya.  
Deskriptif Kesalehan Daniel dalam Kitab Daniel 6:1-29 dan Implementasi dan Refleksi Logis bagi Orang Percaya Masa Kini Baskoro, Paulus Kunto; Chia, Philip Suciadi
Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) Vol 5, No 1 (2023): Teologi dan Pendidikan Kristen - Februari 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59177/veritas.v5i1.205

Abstract

Daniel is a real, not fictional, Bible character. Daniel is known as a loyal person and there is no cheating in him. Daniel became God declaring His sovereignty. Close relationship with God, total surrender of life, pious character, commitment to live truth, commitment to diligent worship, integrity, and strong faith are principles that should be applied in the life of every believer. The method used is descriptive literature method. Then the writer will use a dictionary or lexicon, special word study books, and other literature. This research will discuss Daniel’s Piety according to The Book of Daniel 6 : 1 – 29 and the Logical Implementation of Contemporary Believers in an effort to find the meaning of godliness. The purpose of this writing is First, the writer tries to find the true meaning of piety. Second, finding the meaning contained in Daniel’s piety according to the book of Daniel. Third, implementing a godly life for today’s believers.AbstrakDaniel adalah tokoh Alkitab yang nyata dan bukan fiksi. Daniel dikenal sebagai orang yang setia dan tidak ada kecurangan terdapat dalam dirinya. Daniel menjadi Allah menyatakan kedaulatan-Nya. Hubungan yang dekat dengan Tuhan, penyerahan hidup secara total, karakternya yang saleh, memiliki komitmen untuk hidup dalam kebenaran, komitmen untuk tekun beribadah, memiliki integritas, dan memiliki iman yang teguh merupakan prinsip-prinsip yang seharusnya diterapkan dalam kehidupan setiap orang percaya. Metode yang digunakan adalah metode deskriptif literatur. Maka penulis akan menggunakan kamus atau leksikon, buku-buku khusus studi kata, dan literatur yang lainnya. Penelitian ini akan membahas tentang Kesalehan Daniel Menurut Kitab Daniel 6:1-29 dan Implementasi Logis Terhadap Orang Percaya Masa Kini dalam upaya menemukan arti kesalehan. Tujuan dalam penulisan ini adalah: Pertama, penulis berusaha menemukan arti sesungguhnya tentang kesalehan. Kedua, menemukan makna-makna yang terkandung dalam kesalehan Daniel menurut kitab Daniel. Ketiga, mengimplementasikan kehidupan yang saleh bagi orang percaya masa kini.
Teladan dan Prinsip-Prinsip Kepemimpinan Yosua dan Implikasinya Bagi Pemimpin Kristen Perangin Angin, Yakub Hendrawan; Yeniretnowati, Tri Astuti; Baskoro, Paulus Kunto
Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) Vol 5, No 2 (2023): Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen - Agustus 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59177/veritas.v5i2.231

Abstract

Persoalan yang selalu dihadapi kekeristenan pada setiap masa dan setiap generasi adalah kurangnya pekerja yang seharusnya bekerja giat di ladang Tuhan yang begitu luas untuk terus-menerus membangun gerakan penginjilan, pemuridan, pemerlengkapan, dan pengutusan. Penelitian ini bertujuan untuk memberikan gambaran akan keteladanan kepemimpinan dari Yosua, karena potret kepemimpinan saat ini sangat miskin keteladanan walaupun kaya akan banyak teori dan konsep serta model kepemimpinan yang sukses yang ditawarkan. Metode penelitian adalah kualitatif dengan pendekatan studi pustaka. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwa Kepemimpinan Yosua terbukti berhasil dan finishing well, yang mana sangat berharga untuk dipelajari dan diteladani bagi kepemimpinan dewasa ini, karena ada enambelas prinsip utama  kepemimpinannya, yaitu: Pertama, Pemimpin dengan visi yang jelas. Kedua, Memiliki karakter yang baik. Ketiga, Melangkah yang dimulai dari langkah-langkah kecil. Keempat, Memimpin dengan bergantung penuh kepada Allah. Kelima, Mewariskan amanat berharga bagi pengikutnya dan keluarganya. Keenam, Pemimpin yang bersedia belajar dan diperlengkapi. Ketujuh, Pribadi yang setia meneladani pemimpinnya. Kedelapan, Orang percaya yang memenuhi syarat untuk memimpin. Kesembilan, Pemimpin yang sadar diri. Kesepuluh, Pemimpin yang bertindak dengan bijaksana. Kesebelas, Memiliki kebiasaan yang baik dan berguna. Keduabelas, Memberikan pujian dan apresiasi. Ketigabelas, Tegas dan memberi arah penting bagi pengikutnya.Keempatbelas, Motivasi kepemimpinannya memuliakan Tuhan. Kelimabelas, Pribadi yang berani dan saleh. Keenambelas, Pemimpin yang bertindak dalam iman. 
Pemahaman Makna Manajemen Tim dan Implikasinya dalam Kehidupan Orang Kristen Perangin Angin, Yakub Hendrawan; Baskoro, Paulus Kunto; Yeniretnowati, Tri Astuti
Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) Vol 5, No 1 (2023): Teologi dan Pendidikan Kristen - Februari 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59177/veritas.v5i1.206

Abstract

It is undeniable the importance of understanding team management for everyone, including believers in Christ and the Church as a group of Christians as well as various organizations, both profit and non-profit, and even religious service organizations, including Christian service organizations, are closely related to the team in all aspects of their lives. A person is never separated from the needs and life of the organization, this starts from the smallest organizational unit, namely the family which continues to expand to the church community, community, work, social and state environment. So that someone's success in his environment wherever he is in a community or organization must understand the meaning of being part of a team and how to build his life as a good team player. The method used in this research is library research which aims to describe the meaning and understanding of the concept of team management which includes types, structure, characteristics and principles so that it can have major implications for every believer who understands the meaning of team management comprehensively. The results of this study show how an understanding of the meaning of team management that is correct and intact can bring progress to every believer and Christian organization, namely: First, Having a holy ambition to become the person that every team wants. Second, implementing team management in life and ministry. Third, Principles for Christian leaders: Servants who lead through the team.AbstrakTidak dapat dipungkiri pentingnya pemahamaman manajemen tim bagi setiap orang termasuk tidak terkecuali orang percaya kepada Kristus dan Gereja sebagai kumpulan orang Kristen serta berbagai organisasi baik profit maupun non profit bahkan juga organisasi pelayanan keagamaan termasuk organisasi pelayanan Kristen sangat terkait dengan tim di dalam seluruh aspek kehidupannya. Seseorang tidak pernah lepas dari kebutuhan dan kehidupan organisasi hal ini dimulai dari unit terkecil organisasi yaitu keluarga yang terus meluas kepada lingkungan komunitas gereja, masyarakat, pekerjaan, sosial dan bernegara. Sehingga kesuksesan seseorang dalam lingkungannya di manapun tergabung dalam komunitas atau organisasi haruslah memahami makna sebagai bagian dari tim dan bagaimana membangun kehidupannya sebagai pemain tim yang baik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah riset pustaka yang bertujuan untuk mendeskrispiskan pengertian dan pemahaman konsep manajemen tim yang mencakup jenis, struktur, karakteristik dan prinsip agar dapat berimplikasi besar bagi setiap orang percaya yang memahami makna manajemen tim dengan komprehensip. Hasil penelitian ini menunjukkan bagaimana pemahaman makna manajemen tim yang benar dan utuh dapat membawa kemajuan bagi setiap orang percaya dan organisasi Kristen, yaitu: Pertama, Memiliki ambisi kudus untuk menjadi pribadi yang diinginkan setiap tim. Kedua, Menerapkan manajemen tim dalam kehidupan dan pelayanan. Ketiga, Prinsip bagi pemimpin Kristen: Pelayan yang memimpin melalui tim.