Claim Missing Document
Check
Articles

Pendampingan UMKM dalam Pengemasan dan Branding Produk Lokal di Desa Lubuk Cemara, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, Sumatera Utara Habibie, Dian; Handayani, Leni; Wahyuni, Sri; Noviani, Nomi; Yani, Farida; Hermanto, Bambang; Sugiar, Sugiar; Fadhilah, Dita Deviana; Ritonga, Ajuan; Hasibua, Mhd. Zulkifli
Komunitas: Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia Vol. 4 No. 3 (2026): Agustus : Komunitas : Hasil Kegiatan Pengabdian Masyarakat Indonesia
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Tanaman Dan Hewani Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62951/komunitas.v4i3.369

Abstract

Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan untuk mendampingi UMKM anyaman purun di Desa Lubuk Cemara dalam pengemasan dan branding produk lokal guna meningkatkan nilai jual dan daya saing. Metode pelaksanaan menggunakan sintesis pemetaan potensi melalui observasi dan wawancara untuk mengidentifikasi kebutuhan dasar UMKM, yang kemudian dilanjutkan dengan tahap pelatihan dan pendampingan desain kemasan, literasi promosi digital, hingga tahap evaluasi program. Hasil PKM menunjukkan terjadinya penguatan identitas merek yang mengintegrasikan nilai-nilai kearifan lokal, perbaikan rancangan kemasan yang estetis sekaligus fungsional untuk proteksi dan standardisasi distribusi, serta optimalisasi promosi produk melalui media sosial. Manfaat utama dari kegiatan ini adalah meningkatnya pemahaman pelaku UMKM mengenai urgensi identitas produk, terciptanya branding dan kemasan yang kuat, serta meluasnya jangkauan akses pasar yang diharapkan dapat mendorong kemandirian dan ekosistem ekonomi kreatif masyarakat desa secara berkelanjutan.
Potensi Mikroba Sebagai Pelapis Benih Dalam Mempertahankan Kualitas Selama Penyimpanan Sri Wahyuni; Leni Handayani; Dian Habibie; Nomi Noviani
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 6, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v6i2.7225

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi mikroba sebagai pelapis benih dengan menggunakan tiga isolate yaitu Bacillus sp, Pseudomonas sp dan Rhizobium sp terhadap kualitas selama masa penyimpanan. penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap faktorial Faktor pertama adalah C0= Tanpa Coating, C1= Coating Bacillus, C2= Coating Pseudomonas, C3=Coating Rhizobium. Faktor kedua adalah penyimpanan P1= Penyimpanan 1 bulan, P2= Penyimpanan 2 bulan, P3=Penyimpanan 3 bulan. Semua perlakuan ini di ulang sebanyak 4 kali. Hasil penelitian menunjukkan terjadi interaksi pada semua parameter pengamatan dengan kombinasi perlakuan tanaman yang dilapisi bakteri (coating). Pelapisan benih dengan menggunakan Bakteri Pseudomonas sp dapat mempertahankan daya kecambah hingga97,93% dengan indeks vigor 88,90% sampai periode penyimpanan selama 3 bulan. Pelapisan benih dengan menggunakan bakteri Bacillus, sp mampu mempertahankan daya kecambah dengan persentase 93,45% dengan vigor 86,30%. Pada Rhizobium persentase daya kecambah sebesar 89,00% dengan indeks vigor 90,25%.  Selanjutnya, untuk persentase kejadian penyakit terlihat persentase terendah pada bakteri Pseudomonas dengan persentase 20%, diikuti Rhizobium sebesar 22 % dan Bacillus sebesar 26 % dibandingkan dengan kontrol sebesar 40%. Berdasarkan perlakuan Bakteri yang digunakan ketiga bakteri yang digunakan memiliki potensial untuk dikembangkan sebagai treatment dengan masa periode simpan 3 bulan.
Komparasi Proksimat Pada Kedelai Lokal Varietas Anjasmoro Dan Kedelai Impor Leni Handayani; Sri Wahyuni; Dian Habibie
BEST Journal (Biology Education, Sains and Technology) Vol 6, No 2 (2023): September 2023
Publisher : Program Studi Pendidikan Biologi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30743/best.v6i2.8169

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis perbandingan komposisi proksimat pada kedelai lokal varietas anjasmoro dan kedelai impor. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Jurusan Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Pertanian Universitas Sumatera Utara. Bahan baku yang digunakan dalam penelitian yaitu kacang kedelai dengan dua jenis varietas berbeda yaitu kedelai impor dan kedelai lokal. Kedelai lokal varietas Anjasmoro yang diperoleh dari Balai Penelitian Tanaman Kacang-kacangan dan Umbi-umbian (BALITKABI) Malang, sedang kedelai impor merek Bola diperoleh dari Primkopti (Primer Koperasi Produsen Tempe Tahu Indonesia) Kampung Sanan Malang. Hasil yang didapatkan dalam penelitian ini adalah bahwa hasil Proksimat kedelai lokal varietas Anjasmoro  dan kedelai impor antara lain kadar air yang  tinggi terdapat pada kedelai lokal yaitu 12,07% dibandingkan kedelai impor  yaitu 10,84 %.  Kadar protein yang  tinggi terdapat pada kedelai impor yaitu 43,43 %. Kadar Lemak yang tinggi terdapat pada kedelai impor yaitu 19,29% dibandingkan kedelai lokal yaitu 17,70 %. Kadar abu yang tinggi terdapat pada kedelai impor yaitu 1,92% dibandingkan  kedelai lokal yaitu 1.19 %. Kadar karbohidrat yang tinggi terdapat pada kedelai lokal 27,52 % dibandingkan kedelai lokal yaitu 24.52%. Direkomendasikan kepada pengusaha olahan kedelai pembuatan tahu dan tempe untuk menggunakan kedelai impor dikarenakan memiliki kandungan protein dan lemak yang tinggi yang dapat menghasilkan tahu dan tempe memiliki kualitas yang baik sehingga lebih menguntungkan.
Tran Tren Aplikasi Terjemahan Quillbot: Sebagai Alat Bantu Tambahan Dalam Penerjemahan Diana Sopha; Teguh Satria Amin; Dian Habibie
Amaliah: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 9 No 1 (2025): Amaliah Jurnal: Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : LPPI UMN AL WASHLIYAH

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/ajpkm.v9i1.4491

Abstract

Technology is developing very rapidly in this era where all human activities require the assistance of technology. The existence of technology helps humans in all aspects of life, including translation. The problem with translation is the need for a considerable amount of time if the translation is done manually. However, this problem can be addressed with the presence of the Quillbot application to assist human translation, which can be done quickly, accurately, and practically. Therefore, this Community Service applied using a discussion method socializing the Quillbot application for translation trends to assist humans’ translation. In this case, as an advanced technological product, Quillbot facilitates humans in translating efficiently, practically and quickly. This community service was carried out in Selangor, Universiti Sains Malaysia (USM) through phases of survey, socialization, implementation (training, and discussions) and evaluation. In conclusion, Quillbot Application is very helpful for humans’ translation. It is very necessary, efficient, and practical used to assisst humans’ translation.
PERSEPSI PETANI TERHADAP USAHA PELAYANAN JASA ALSINTAN (UPJA) DI DESA PURBATUA, KECAMATAN BARUMUN, KABUPATEN PADANG LAWAS Sahala Martua; Dian Habibie
JURNAL AGRO NUSANTARA Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Agro Nusantara
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/jan.v5i1.4408

Abstract

UPJA memberikan pelayanan penyewaan alat dan mesin pertanian yang dioperasikan secara bersama dan dimanfaatkan oleh para petani. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis persepsi petani terhadap UPJA untuk meningkatkan efesiensi dan produktivitas usaha tani padi sawah melalui penggunaan alat dan mesin pertanian yang disedian oleh UPJA. Metode yang digunakan adalah kualitatif menggunakan data primer dan sekunder, Teknik pengambilan sampel adalah simple random sampling diperoleh sebanyak 25 sampel dan Teknik analisis data menggunakan skala likert. Hasil yang diperoleh menunjukkan bahwa penggunaan jasa alsintan berdampak nyata terhadap produktivitas padi serta persepsi petani terhadap penggunaan jasa alasintan termasuk kedalam skor sangat baik dengan skor rata-rata 88,6%.
TINGKAT PENAWARAN BAWANG MERAH DI KOTA MEDAN, SUMATERA UTARA Sunaryo; Dian Habibie
JURNAL AGRO NUSANTARA Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Agro Nusantara
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/jan.v5i1.4411

Abstract

Bawang merah (Allium ascalonicum L) merupakan salah satu komoditas sayuran yang memiliki peran penting dalam dunia kuliner, terutama sebagai bumbu masakan yang esensial. Sebagai penguat rasa, bawang merah sering kali menjadi bahan utama dalam berbagai hidangan. Selain fungsi kulinernya, bawang merah juga dikenal sebagai sumber makanan yang kaya akan nutrisi, di mana ia memiliki kandungan kalori rendah namun kaya akan vitamin, mineral, dan antioksidan yang bermanfaat bagi kesehatan. Untuk melakukan penelitian terkait bawang merah di Sumatera Utara, data yang relevan dari tahun 2018 hingga 2021 perlu dikumpulkan, meliputi luas areal panen, produktivitas, dan harga bawang merah. Data ini dapat diperoleh dari instansi terkait seperti Dinas Pertanian Sumatera Utara dan Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Utara. Hasil analisis menunjukkan bahwa luas panen, produktivitas, dan harga bawang merah tidak memberikan pengaruh yang signifikan terhadap penawaran di daerah tersebut. Selain itu, nilai elastisitas penawaran bawang merah terhadap harga juga terbukti bersifat inelastis, baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang.
FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PRODUKSI TANAMAN JAGUNG (ZEA MAYS) Muhammad Riyansyah; Dian Habibie; Nomi Noviani
JURNAL AGRO NUSANTARA Vol. 5 No. 2 (2025): JURNAL AGRONUSANTARA
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/jan.v5i2.4949

Abstract

Jagung merupakan salah satu komoditas yang banyak dibudidayakan di berbagai daerah, terutama di Pulau Jawa, Sulawesi, dan Nusa Tenggara dan beberapa daerah lainya. Desain penelitian berfungsi untuk membantu pelaksanaan penelitian aar dapat berjalan dengan baik. Metode analisis data yang digunakan penulis dalam menganalisis masalah yang ada dengan metode analisis data kuantitatif. Oleh karna itu yang menjadi populasi dalam penelitian adalah para petani jagung 43 di Desa Kelambir V Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang. Pada penelitian ini menggunakan dengan metode random sampling yaitu pengambilan sampel petani secara acak.. Adapun sebagai sampel petani dalam penelitian ini yaitu 30 orang petani jagung di Desa Kelambir V Kecamatan Hamparan Perak Kabupaten Deli Serdang. Pengumpulan data dapat dilakukan dalam berbagai setting, berbagai sumber, dan berbagai cara yaitu Observasi, Wawancara dan Angket (Questioner). Teknik analisis data merupakan upaya mencari dan menata secara sistematis hasil observasi, wawancara dan hasil lainnya untuk meningkatkan pemahaman peneliti tentang kasus yang diteliti dan menyajikannya dalam temuan bagi orang lain. Variabel faktor benih (X1) dengan nilai t-hitung sbesar 1,328 dan nilai t-tabel 1,708 menunjukan bahwa nilai t-hitung < t-tabel (1,328 < 1,708 ) maka artinya hasil yang diperoleh dapat disimpulkan tidak terdapat pengaruh dari variabel (X1) terhadap variabel (Y). dapat disimpulkan Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi produksi tanaman jagung (Zea Mays) yaitu Benih (X1), Luas Lahan (X2), Pupuk (X3), Tenaga Kerja (X4) setelah ilakukan uji secara persial dan simultan terdapat berpengaruh terhadap produksi jagung (Y), dengan nilai koefisien determinan (R2), menunjukan nilai 0,969 % artinya variabel independen memberikan pengaruh sebesar 96,9 % terhadap variabel dependen.
Strategi Peningkatan Pendapatan Petani Padi Sawah Di Desa Tanjung Baru Nomi Noviani; Dian Habibie; Rahmat Suryanto Pirngadi
JURNAL AGRO NUSANTARA Vol. 6 No. 1 (2026): Jurnal Agronusantara
Publisher : Fakultas Pertanian Universitas Muslim Nusantara Al Washliyah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32696/jan.v6i1.6857

Abstract

Dinamika pertanian saat ini yang mengarah pada peningkatan produktivitas dan kesejahteraan petani dengan penguatan SDGs, melalui pertanian yang berkelanjutan dan di kaitkan dengan ekonomi pertanian yang membahas secara luas bagaimana peningkatan pendapatan petani, terutama petani yang mempunyai lahan yang sempit, dengan mengacu kepada ASTA CIPTA no.6. membahas bagaimana cara meningkatakann pendapatan dalam bidang pertanian dengan mengarah kepada ekonomi pertanian secara berkelanjutan dan luas. Sehingga para petani dengan luas lahan yang sempit melalui penelitian ini dapat menjadi acuan untuk peningkatan pendapatan dan kesejahteraan. Tujuan penelitian ini adalah Untuk mengetahui apa saja faktor-faktor yang mempengaruhi pendapatan usahatani padi sawah di Kecamatan tanjung morawa, Untuk mengetahui strategi yang tepat untuk meningkatkan pendapatan petani padi sawah di Kecamatan tanjung morawa. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Analisis mendalam terhadap usahatani padi organik Desa Tanjung Baru mengungkapkan profil petani yang matang (usia 30-50 th, pengalaman 18-20 th) dengan lahan 3 hektar yang sesuai. Transisi dari konvensional ke organik menunjukkan perbaikan signifikan: pergeseran struktur biaya dengan penurunan input eksternal 80-85% dan peningkatan tenaga kerja, tetapi tetap menguntungkan dengan R/C ratio 2,14 dan B/C ratio 1,80. Variabilitas produksi sangat rendah (CV=3,87%), menunjukkan homogenitas tinggi dalam penerapan SOP organik antar petani. Analisis regresi berganda mengidentifikasi dosis kompos (β=+0,850), luas lahan (β=+1,200), dan bibit (β=+0,095) sebagai faktor penentu utama dengan R²=0,762. Analisis SWOT menunjukkan posisi internal kuat (IFE=4,90) dan eksternal dinamis (EFE=5,75), memposisikan strategi pada Kuadran I (Growth). Strategi SO prioritas adalah sertifikasi organik kolektif + penetrasi niche market (urban consumers 30%, B2B institutional 40%, D2C online 30%), meningkatkan pendapatan +39,5% melalui penerimaan rata-rata Rp 10.879/kg. Peningkatan farmer's share dari 50-60% menjadi 75-80% melalui multi-channel marketing, infrastruktur pascapanen optimal (reduksi losses 15%→5%, tambah Rp 14 juta/musim), dan hilirisasi produk (margin +30-150%, tambah Rp 62,65 juta/musim) menciptakan ekosistem agribisnis berkelanjutan.
PERCEPTION OF PADDY RICE FARMERS TOWARDS THE USE OF IRRIGATION FACILITIES IN IMPROVING REGIONAL FINANCIAL PERFORMANCE "Case Study of Indonesia and Malaysia" Leni Handayani; Alistraja Dison Silalahi; Sri Wahyuni; Dian Habibie; Mariam Setapa; Tismazammi Mustafa
Journal of Accounting Research, Utility Finance and Digital Assets Vol. 3 No. 1 (2024): July
Publisher : PT. Radja Intercontinental Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54443/jaruda.v3i1.195

Abstract

This study aims to determine the perception of farmers towards the use of irrigation facilities in an effort to increase the income of paddy rice farmers (Case Study: Paddy Rice Farmers in Indonesia and Malaysia. The method used with the Likert scale is a scale used to measure, behavior, attitude or opinion of a person or group regarding a social event or phenomenon. The results of the study show that the perception of paddy rice farmers towards the use of irrigation facilities in Indonesia, that the highest Score Index is found in the use of fertilizer (98%). With the use of irrigation facilities, it is more economical to use fertilizers. The respondents' answers were 9 (30%) farmers who stated that they strongly agreed, 12 (40%) stated that Sutuju and 9 (30%) stated that they were Neutral and the lowest score index was in the use of pesticides (75%). The use of irrigation facilities can reduce the use of pesticides. The respondents' answers were 5 (16.7%) farmers who stated that they strongly agreed, 15 (50%) stated that Sutuju and 10 (33.3%) stated that they were neutral. The perception of paddy rice farmers towards the use of irrigation facilities in Malaysia, that the highest Score Index is found in the land area (98%). The more land planted with rice paddies using irrigation facilities, the higher the production. The respondents' answers were 28 (93.3%) farmers who stated that they strongly agreed, 2 (6.67%) stated that they agreed and it was easier to manage land that uses irrigation facilities. The respondents' answers were 26 (86.6%) farmers who stated Strongly Agree, 4 (13.3%) stated Sutuju, so with the hope that all rice farmers want irrigation and the lowest score index is in the use of pesticides (78%).