Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Korelasi Pengetahuan, Status Ekonomi, Paritas, dan Kepatuhan Konsumsi Tablet Fe dengan Kejadian Anemia pada Ibu Hamil di Wilayah Puskesmas Pedada Pesawaran Tahun 2025 Nabela Dwi Damayanti; Nila Qurniasih; Yetty Dw Fara; Yunita Anggriani
Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan Vol. 5 No. 2 (2026): Mei: Jurnal Ilmiah Kedokteran dan Kesehatan
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/klinik.v5i2.6402

Abstract

Background Anemia in pregnant women has the potential to endanger both mother and child, the prevalence of anemia in Lampung Province increased to 9.10% in 2020. Causes of anemia include non-compliance during pregnancy with iron supplementation tablets, low knowledge, and other factors. The purpose of this study was to determine the correlation between knowledge, economic status, parity, and compliance with iron tablet consumption with the incidence of anemia. Method: This type of research is quantitative with a cross-sectional design. The study population was pregnant women with a sample of 68 respondents using a total sampling technique. The study was conducted in the Pedada Pesawaran Community Health Center working area from October 29, 2025, to December 2, 2025. Data collection used a questionnaire and the chi-square test. Results: Based on the results of the study, it was found that 35 (51.5%) had anemia, while 33 (48.5%) did not experience anemia. Knowledge was lacking in 31 (45.6%), knowledge was sufficient in 20 (29.4%), and knowledge was good in 17 (25%). Low economic status was low in 37 (54.4%), and high economic status was high in 31 (45.6%). Parity was at risk in 41 (60.3%), and parity was not at risk in 27 (39.7%). Further analysis showed a relationship between knowledge (p-value = 0.031), economic status (p-value = 0.001), parity (p-value = 0.015), and adherence to iron tablet consumption (p-value = 0.000) with the incidence of anemia in pregnant women. Therefore, it is recommended that pregnant women increase their adherence to regularly consuming iron tablets as a measure to prevent anemia from an early age.  
Sehati IVA (Sehatkan Hati Dan Reproduksi Dengan Pemeriksaan IVA) di Puskesmas Margototo Lampung Timur: Penelitian Nila Qurniasih; Wulan Dari; Desi Oktaviana; Yuliani; Sulasmi; Eka Setiani; Riki Kesuma Damayanti; Adita Dwi Yanti; Febrita Rahmalia
Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Vol. 4 No. 4 (2026): Jurnal Pengabdian Masyarakat dan Riset Pendidikan Volume 4 Nomor 4 April - Juni
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jerkin.v4i4.5666

Abstract

Kanker serviks masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di Indonesia dengan angka kejadian dan kematian yang tinggi. Berdasarkan data World Health Organization (WHO), secara global terdapat lebih dari 600.000 kasus baru dan sekitar 340.000 kematian akibat kanker serviks setiap tahun. Di Indonesia, menurut Global Cancer Observatory (GLOBOCAN), tercatat lebih dari 36.000 kasus baru dengan sekitar 21.000 kematian per tahun. Deteksi dini melalui pemeriksaan Inspeksi Visual dengan Asam Asetat (IVA) merupakan metode skrining yang sederhana dan efektif, namun cakupan pemeriksaan di wilayah kerja Puskesmas Margototo Kabupaten Lampung Timur masih belum optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan wanita usia subur tentang deteksi dini kanker serviks melalui program SEHATI IVA. Metode yang digunakan adalah pre eksperimental dengan desain one group pretest posttest terhadap 38 responden. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner berisi 15 pertanyaan dan dianalisis dengan uji Wilcoxon (α=0,05). Hasil menunjukkan peningkatan skor pengetahuan yang signifikan dari rata-rata 39,63 menjadi 51,37 (p-value=0,000). Edukasi melalui penyuluhan interaktif dan media leaflet disertai pemeriksaan IVA efektif meningkatkan pemahaman peserta. Kegiatan serupa perlu dilakukan secara berkelanjutan untuk meningkatkan partisipasi wanita usia subur dalam skrining kanker serviks.