Claim Missing Document
Check
Articles

Found 31 Documents
Search

Pengenalan Alat Penangkapan Ikan Ramah Lingkungan di Desa Sanahu, Seram Bagian Barat Ronald Darlly Hukubun; Friesland Tuapetel; Dyah Ayu Prasanthy Aome; Yoseph Mario Dumatubun; Godlife Rojers Umhersuny; Jefry Jefrad Wakim
JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT INDONESIA Vol. 5 No. 1 (2026): Februari: Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia (JPMI)
Publisher : Lembaga Pengembangan Kinerja Dosen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55606/jpmi.v5i1.6365

Abstract

Sanahu Village is a coastal area where most of the residents rely on fisheries as their primary source of livelihood. However, the growing population and increasing economic demands have led to the rise of environmentally unfriendly fishing practices, including the use of gear that damages aquatic habitats. This situation poses a serious threat to the sustainability of marine resources and the balance of coastal ecosystems. Therefore, efforts to provide understanding, education, and guidance to fishermen regarding the importance of using more environmentally friendly fishing gear are urgently needed. The results of the community service activity indicate that socialization on the use of selective fishing gear with minimal negative impact on the ecosystem is highly necessary and has been positively received by the fishermen of Sanahu Village. In addition to increasing awareness, the successful implementation of eco-friendly fishing tools also requires strong support from local government, non-governmental organizations, environmental activists, and active community participation. Such collaboration is essential to establish effective monitoring systems, ensuring that marine resources can be utilized sustainably while preserving the ecological integrity of coastal waters.  
Karakteristik Ekologis dan Selektivitas Ukuran Hasil Tangkapan Jaring Insang Dasar di Perairan Tifu, Kabupaten Buru Selatan Hehanussa, Kedswin Gerson; Tuapetel, Friesland; Tuhumury, Julian; Behuku, Alfred
Jurnal Pasir Laut Vol 10, No 1 (2026): Februari
Publisher : Master Program of Aquatic Resources Management, Department of Aquatic Resources, Undip

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jpl.2026.79835

Abstract

Perairan pesisir Maluku memiliki keanekaragaman ikan yang tinggi dan menjadi wilayah penting bagi perikananskala kecil, sehingga penggunaan alat tangkap yang selektif sangat diperlukan untuk menjaga keberlanjutansumber daya ikan. Jaring insang dasar (bottom gill net) merupakan alat tangkap yang umum digunakan nelayan,namun selektivitas ukuran dan karakteristik hasil tangkapannya masih perlu dikaji secara spesifik di berbagailokasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis komposisi spesies, distribusi ukuran, serta hubungan panjang–berat ikan hasil tangkapan jaring insang dasar di Perairan Tifu, Kabupaten Buru Selatan, Maluku. Penelitiandilakukan selama tiga bulan dengan 15 trip penangkapan menggunakan jaring insang dasar bermata jaring 1¾inci (4,45 cm). Data yang dikumpulkan meliputi identifikasi spesies, pengukuran panjang total, dan berat tubuhikan. Analisis dilakukan terhadap komposisi spesies, distribusi ukuran panjang, serta hubungan panjang–beratpada spesies dominan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa total tangkapan berjumlah 580 individu yang terdiridari 19 spesies. Lima spesies dominan adalah Pterocaesio tile (33,6%), Caesio caerulaurea (11,0%), Myripristissp. (11,6%), Pempheris sp. (8,8%), dan Parupeneus sp. (7,6%). Analisis hubungan panjang–berat menunjukkanempat spesies memiliki pola pertumbuhan alometrik negatif (b < 3), sedangkan Pempheris sp. menunjukkanpertumbuhan alometrik positif (b = 3,027). Distribusi ukuran memperlihatkan bahwa jaring insang dasarcenderung selektif terhadap ikan berukuran menengah hingga dewasa. Secara keseluruhan, hasil penelitian inimenunjukkan bahwa jaring insang dasar bermata 4,45 cm memiliki selektivitas ukuran yang relatif baik danberpotensi mendukung pengelolaan perikanan demersal yang berkelanjutan di Perairan Tifu.
Hasil Tangkapan Pancing Tonda yang Didaratkan di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Ambon Friesland Tuapetel; Nurmala Siri; Taufiniringsi Kesaulya
Amanisal: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap Vol 11 No 1 (2022): Amanisal: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/amanisalv11i1p47-56

Abstract

Hasil tangkapan pancing tonda yang di daratkan di Pelabuhan Perikanan Nusantara (PPN) Ambon sangat sedikit informasinya. Penelitian ini bertujuan untuk mengungkapkan: jenis, komposisi ukuran dan jumlah hasil tangkapan pancing tonda di PPN Ambon. Penelitian dilakukan selama 6 bulan sejak bulan Mei-Juli mewakili musim Timur dan Barat (OktoberDesember). Penelitian menggunakan metode sampling langsung di PPN. Analisis data scara deskriptif selanjutnya disajikan dalam bentuk tabel, grafik dan histogram. Hasil penelitian terungkap 7 jenis ikan yakni: tuna madidihang (Thunnus albacares), cakalang (Katsuwonus pelamis), lemadang (Coryphaena hippurus), sunglir (Elagatis bipinnulata), tongkol abuabu (Thunnus tonggol), setuhuk hitam (Makaira indica), dan layaran (Istiophorud platypterus). Komposisi ukuran dan jumlah hasil tangkapan mewakili musim timur yaitu: Tuna madidihang dengan panjang 30-70 cm dan berat 1.000-4.800 g, Cakalang 24-63 cm (1.000-4.500 g), Lemadang 120-140 cm (1.000-8.900 g), Sunglir 32-85 cm (1.000-3.100 g), Tongkol Abuabu 38-49 cm (1.000-1.200 g), Layaran 115-125 cm (8.400-8.700 g), dan Setuhuk Hitam 100-123 cm (8.100-8.500 g). Hasil tangkapan pada musim barat yaitu: Tuna madidihang 30-59 cm dan 1.000-4.800 g, Cakalang 30-71 cm (345-8.155 g), Lemadang 45-66 cm (190-2.655 g), Sunglir 45-59 cm (1.256-1955 g), dan Setuhuk Hitam 91-100 cm (7.100-8.100 g). Pada musim timur dijumpai jumlah, jenis dan ukuran lebih banyak serta beragam dibandingkan dengan musim barat. Informasi penelitian ini penting untuk pemanfaatan sumber daya perikanan Perairan Maluku, sehingga dapat dikelolah secara bertanggungjawab dan berkelanjutan.
MANAJEMEN PERIKANAN TANGKAP IKAN LAYANG (DECAPTERUS MACROSOMA) DI PERAIRAN BANDA BERBASIS ASPEK BIOLOGI Ima, Tjameria La; Pattikawa, Jesaya A; Tuapetel, Friesland
Amanisal: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap Vol 12 No 1 (2023): Amanisal: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/amanisalv12i1p14-26

Abstract

Ikan layang cukup melimpah dan memberikan kontribusi bagi perkembangan ekonomi masyarakat Kepulauan Banda. Kelimpahan sumberdaya ikan layang, mendorong perusahaan membangun pendingin (cold storage) dan meningkatkan upaya penangkapan jaring bobo (mini purse seine), dengan melibatkan tenaga kerja lokal. Namun tingginya upaya pemanfaatan tersebut, belum diimbangi dengan pengelolaan secara berkelanjutan berdasarkan aspek biologi. Penelitian ini bertujuan mengetahui aspek biologi ikan layang yang meliputi: hubungan panjang-bobot, nisbah kelamin, faktor kondisi, tingkat kematangan gonad (TKG), indeks kematangan gonad (IKG), ukuran pertama kali matang gonad (UPMG) dan fekunditas. Selanjutnya aspek biologi tersebut dikaitkannya dengan implikasi manajemen perikanan tangkap.Penelitian ini dilaksanakan selama enam bulan yakni Juni-November 2022 dengan total sampel sebanyak 1500 ekor yang dikoleksi dari cold store di Banda. Pengambilan sampel dengan teknik simple random sampling. Sampling dilakukan setiap minggu dengan mengukur panjang total dan bobot tubuh ikan, kemudian ikan dibedah untuk pengamatan nisbah kelamin,TKG, IKG dan fekunditas di Laboratorium Perikanan Universitas Banda Naira. Hasil penelitian menunjukkan bahwa secara keseluruhan ikan layang jantan maupun betina memiliki pola pertumbuhan allometrik positif,nisbah kelamin tidak seimbang. Faktor kondisinya berfluktuatif setiap bulan pada kisaran 0,99-1,03. Sebaran TKG dan IKGmengindikasikan ikan layang memijah sepanjang tahun dengan puncaknya pada bulan Juli-Agustus.UPMG ikan jantan 24,14 dan betina 23,74 cm mengalami penurunan 1-2 cm selama 10 tahun terakhir. Fekunditas total sebesar 524-41.720 butir,fekunditas tertinggipada bulan Agustus. Aspek biologi ini, berimplikasi pada manajemen perikanan tangkap ikan layang di kepulauan Banda supaya dapat diatur waktu dan kuota penangkapan untuk menjamin keberlanjutan pemanfaatannya.
HASIL TANGKAPAN BOTTOM GILL NET BERDASARKAN WAKTU PENANGKAPAN DI PERAIRAN DUSUN SERI PULAU AMBON Soumokil, Lisda C.; Tuapetel, Friesland; Kesaulya, Taufiniringsi; Hehanussa, Kedswin G.; Tuhumury, Julian
Amanisal: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap Vol 12 No 1 (2023): Amanisal: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/amanisalv12i1p49-55

Abstract

Hasil tangkapan jaring insang dasar di Dusun Seri Pulau Ambon belum pernah dilaporkan. Tujuan penelitian ini ialah menganalisis hasil tangkapan bottom gill net berdasarkan waktu penangkapan yang berbeda. Pengambilan data dilakukan dengan cara eksperimental fishing dan wawancara. Data dianalisis secara deskriptif dengan bantuan program Exel. Hasil analisa menunjukkan bahwa Jumlah hasil tangkapan umum waktu penangkapan pagi dan malam sebanyak 96 dan 173 individu, jenis hasil tangkapan umum waktu penangkapan pagi dan malam sebanyak 91 dan 158 individu, dan ukuran pada waktu penangkapan pagi dan malam berkisar antara 29.2 cm dan 29 cm. Jumlah hasil tangkapan dominan waktu penangkapan pagi dan malam sebanyak 63 dan 91 individu, jenis hasil tangkapan dominan yakni Priachantusteyunus sp, Priacanthus sp, Chirocentrus sp dan Abudefduf sp. Dengan rata-rata ukuran tubuh berturut-turut 17.05 cm, 23.10 cm, 18.10 cm dan 14.65 cm.
Hasil Tangkapan Mini Pure Seine Di Perairan Teluk Ambon Luar Dan Selatan Pulau Ambon Paillin, Jacobus Bunga; Tuapetel, Friesland; Siahainenia, Stany R.
Amanisal: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap Vol 12 No 2 (2023): AMANISAL: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/amanisalv12i2p71-77

Abstract

A purse seine is an active fishing gear used by fishermen in Ambon Island to catch small pelagic fish that gather in high abundance, although the information is still limited. The purpose of this research is to determine the species composition and size distribution of the catch from the mini purse seine in the waters of Outer Ambon Bay (TAL) and South Ambon Island (SPA). From the results of this research, there are four types in TAL waters and two types in SPA. In TAL, the captured fish species were Decapterus sp (Scad), Selar sp (Selar), Sardinella sp (Sardine), and Rastreliger sp (Mackerel). Sardine had the highest catch percentage at 28.41%, followed by scad (25.28%), mackerel (23.27%), and selar (23.04%). In the SPA waters, only scad (Decapterus sp) and selar (Selar sp) were found, with catch percentages of 57.83% and 42.17%, respectively. The average size distribution of scad caught with the mini purse seine in TAL waters was 16.62 cm, selar (17.22 cm), sardine (13.36 cm), and mackerel (17.34 cm). In SPA waters, the average size distribution of scad was 17.59 cm, and selar (16.63 cm).
Karakteristik Ikan Pelagis Kecil Yang Dipasarkan Di Pasar Arumbai, Kota Ambon Ode, Rahayu; Nanlohy, Alberth Ch.; Hehanussa, Kedswin G.; Tuhumury, Julian; Tuapetel, Friesland
Amanisal: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap Vol 12 No 2 (2023): AMANISAL: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/amanisalv12i2p78-85

Abstract

Small pelagic fish play a crucial role in the marine food chain and have significant economic value, yet information about them remains scarce. This research aims to map the origin and characteristics of small pelagic fish marketed at Arumbai Market in Ambon City. The study was conducted over six months, from May to October 2023, at Arumbai Market. The research utilized survey methods and interviews, and the data were analyzed descriptively. Observations were made on the quantity and size structure of four dominant fish species from five different fish landing locations: Hila, Tulehu, Laha, Hitu, and Latuhalat. The results of this research revealed variations in the composition of dominant small pelagic fish species sold, from the highest to the lowest, namely Decapterus sp, Rastreligger sp, Selar sp, and Auxis sp. The contribution of the five fish landing locations is as follows: Hila (31%), Hitu (24%), Tulehu (18%), Laha (15%), and Latuhalat (12%). Differences in the composition of the quantity and size marketed are suspected to be due to variations in seasons, fishing tools, and capture areas.
KARAKTERISTIK IKAN KERAPU DI PASAR ARUMBAI AMBON Tawari, Ruslan H. S.; Tuapetel, Friesland; Hehanussa, Kedswin G.; Tuhumury, Julian; Sangadji, Selfi; Kasmin, Kasmin
Amanisal: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap Vol 13 No 1 (2024): Amanisal: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/amanisalv13i1p35-45

Abstract

Arumbai Market in Ambon City, Maluku Province, is a central hub for the trade of fishery products, particularly groupers. This study aims to describe the origin of grouper catches and to identify the species and sizes of groupers marketed at Arumbai Market. Groupers, which belong to the family Serranidae, are the primary predators in coral reef ecosystems. Fish identification was conducted based on Allen's guide and verified through FishBase. The study was conducted from December 2022 to February 2023 using a survey method through direct observation and interviews. Data were analyzed descriptively and presented in tables and graphs. The results showed that groupers at Arumbai Market come from four main locations: Manipa (34.47%), Liang (26.81%), Latuhalat (24.26%), and Pulau Tiga (14.47%). Eight dominant species of groupers in this market are Variola albimarginata (44.64%), Cephalopholis miniata (20.60%), Epinephelus fasciatus (12.45%), Epinephelus ongus (6.44%), Cephalopholis urodeta (6.44%), Cephalopholis sonnerati (5.58%), Epinephelus areolatus (3.00%), and Epinephelus fuscoguttatus (0.86%). Grouper sizes vary, with Cephalopholis miniata having a maximum size of 27.1 cm and a minimum size of 19.9 cm. This study provides essential information on the origin of catches, species dominance, and sizes of groupers marketed, which can serve as a basis for better fishery management. These findings indicate a significant potential for grouper trade in the region and highlight the importance of sustainable management to preserve the continuity of coral reef ecosystems and grouper populations.
ANALISIS ALUR PEMASARAN IKAN TUNA MADIDIHANG DI PASAR ARUMBAE KOTA AMBON Tawari, Ruslan Husen Saban; Paillin, Jacobus B.; Tikno, Iqno; Salma, Salma; Tuapetel, Friesland
Amanisal: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap Vol 13 No 1 (2024): Amanisal: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/amanisalv13i1p55-63

Abstract

Arumbai Market, Ambon, Maluku Province is a central market for fishery sales that has a great opportunity in the transaction of fishery products, both from inside and outside the island of Ambon. One type of fish that is excellent in the marketing of fishery products is Tuna. The purpose of this study is to analyze the feasibility of catching and distributing yellowfin tuna caught in Tuna fish marketed in the Arumbai Ambon market. The data collection method used primary data sources and secondary data sources. Based on the results of the measurement of length and weight of the type of Yellowfin tuna marketed in the Arumbai Ambon market, it is dominated by the length 21 – 98.1 cm Fl and the weight 0.1-15 kg amounting to 545 individuals while in the length 98.2 – 115.2 cm Fl and the weight 15.2-20 kg amounting to 55 individuals, while the percentage of the length of Yellowfin tuna marketed in the Arumbai Ambon market based on the location of its supply shows that the supply of AFP is 7.50% of fish that are worth catching and 36.67% of fish are not worth catching. The percentage of fish supply contribution that is not worth catching to the Arumbai Ambon Market in order is the Latuhalat Village supply of 23.83% is not worth catching 0.50% is worth catching, the Huamual Belakang supply of 26.50% is not worth catching 0.83% is worth catching, and from the Company of 3.83% is not worth catching 0.33% is worth catching.
DINAMIKA POPULASI IKAN CAKALANG (KATSUWONUS PELAMIS) DI LAUT SERAM Soukotta, Imanuel VT.; Tuapetel, Friesland
Amanisal: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap Vol 13 No 2 (2024): Amanisal: Jurnal Teknologi dan Manajemen Perikanan Tangkap
Publisher : Universitas Pattimura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30598/amanisal.v13i2.15000

Abstract

This study examines the skipjack tuna fishing industry in North Seram District, Central Maluku Regency, which has been operated by local fishermen for many years. This fishery is categorized as a small-scale and concentrated effort in the Seram Sea, one of the small seas in the Indonesian archipelago, which is part of the Pacific Ocean, covering an area of approximately 12,000 square kilometers. The study employs the length-weight relationship analysis method and the von Bertalanffy growth model. The results indicate that the growth of skipjack tuna can be represented by the equation W = 0.0133L^3.0999 with a determination coefficient of 94%. The b coefficient value for the sampled skipjack tuna was 3.0999, indicating isometric growth (length and weight grow proportionally). The growth coefficient (K) of skipjack tuna was 0.17 per year, with an asymptotic length of 49.586 cm and a t0 value of -0.0748 years. The resulting von Bertalanffy equation is Lt = 49.58{1- e^-0.175(t+0.0748)}, which describes the growth pattern of skipjack tuna in the Seram Sea.