Claim Missing Document
Check
Articles

Found 17 Documents
Search

Rancangan Perbaikan Tata Letak Tool Storage Dengan Metode CBS Pada PT. IPP Suryobuwono, Abdullah Ade; Noviansyah, Denny; Puspita, Sesaria Maedhiani Rachma; Herlangga, Harya
Jurnal Sistem Transportasi & Logistik Vol. 3 No. 2 (2023): December
Publisher : Institut Transportasi dan Logistik Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54324/jstl.v3i2.2434

Abstract

This research aims to determine, analyze and improve the layout of the storage warehouse at PT. IPP using the Class Based Storage Method. Materials that move quickly or are fast moving are stored close to the loading/unloading door to minimize material transportation distance. Company PT. IPP operates in the field of maintenance, repair and overhaul (MRO) services. The cause of the inefficient layout of goods in the warehouse is because there are no employees dedicated to the warehouse section so that the placement of goods becomes irregular. Based on the research, the results of the ABC classification in this study obtained three groups, namely where goods with a faster frequency of moving in and out were classified into group A, then goods which moved quickly but were not too close to the door were clarified into group B and items whose movements slow and far from the exit are classified as group C, clarification according to the frequency of material handling movement distance. After making a proposed warehouse layout, the results were able to minimize the distance moved during material handling in the initial warehouse layout of 7,033/month to a smaller value, namely 3,460/month. So it can be concluded that the Class Based Storage Method can be applied in companies so that the warehouse layout becomes more efficient.
Membangun Supply Chain Resilience Dengan Pendekatan Quality Function Deployment (House Of Quality) Guna Menganalisis Langkah Mitigasi Pada PT X Herdian, Tedy; Sholihah, Sita Aniisah; Badri, Avelya Keysha; Poncotoyo, Wahyu; Suryobuwono, Abdullah Ade
Jurnal Sistem Transportasi & Logistik Vol. 3 No. 3 (2024): April
Publisher : Institut Transportasi dan Logistik Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54324/jstl.v3i3.2439

Abstract

The shift in route from the Suez Canal to the Cape of Good Hope has led to delays in export shipments, resulting in reduced vessel space allocation and increased shipping costs. This indicates that the company is not effectively implementing supply chain resilience. This study aims to analyze the supply chain resilience at the company, a freight forwarding company in the maritime logistics industry, and provide recommendations for possible mitigation steps. The methodology used in this study is Quality Function Deployment (QFD) with the application of three Houses of Quality (HOQ). HOQ 1 is used to analyze the relationship between customer needs and potential risks, thereby identifying risk priorities. Next, HOQ 2 evaluates the relationship between potential risks and their causes, resulting in prioritized risk causes. Finally, HOQ 3 assesses the relationship between risk causes and mitigation measures, to determine the priority of these measures. The study findings indicate that the top three risk priorities are Document discrepancies and handling errors, Service errors, and Communication tool failures. To enhance supply chain resilience at the company, the recommended mitigation measures are: establishing good communication with customers, implementing a performance assessment system for employees with monthly evaluations, and maintaining effective communication and monitoring with shipping line partners.
Evaluasi Efektivitas Manajemen dan Rekayasa Lalu Lintas Pada Simpang Asemka Dalam Rangka Mendukung Kebijakan Low Emission Zone Kota Tua Jakarta Barat Subastian, Djamal; Suryobuwono, Abdullah Ade; Agustin, Arneta
Jurnal Sistem Transportasi & Logistik Vol. 2 No. 2 (2022): Desember
Publisher : Institut Transportasi dan Logistik Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54324/jstl.v2i2.2442

Abstract

The Low Emission Zone policy in the Kota Tua tourist area is carried out by carrying out traffic engineering at the Asemka intersection which is the meeting place of Jl. Pintu Besar Selatan (south approach), Jl. Pintu Besar Utara- Jl. St. Kota (north approach), Jl. Jembatan Batu (east approach), and Jl. Fly Over Pasar Pagi and Jl. Asemka (western approach). After the implementation of traffic engineering, it is necessary to analyze how the performance of the intersection is to determine the impact of diverting traffic flow from several roads. The method used in this study is MKJI 1997 to determine the performance of road sections manually and PTV Vissim which is a microsimulation software to determine the performance of intersections, from both methods the parameters obtained from the research results are almost close. From the analysis results obtained speed 54.81 km/hour, delay 72.11 seconds, the vehicle stopped 2.7 seconds/pcu with level of service F, from the simulation results obtained speed 53.25 km/hour, delay 37.26 seconds, vehicle stopped 1.43 seconds/pcu with level of service D, the difference from the calculation results is below 5% with the information received.
Analisis Pengembangan Transportasi Logistik Menggunakan Mode Inland Waterway (Studi Kasus: Kawasan Industri Jababeka) Saputri, Yunia Eka; Suryobuwono, Abdullah Ade; Sholihah, Sita Aniisah
Jurnal Sistem Transportasi & Logistik Vol. 2 No. 3 (2023): April
Publisher : Institut Transportasi dan Logistik Trisakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54324/jstl.v2i3.2453

Abstract

The logistics business is one sector of activity that is currently showing a high growth rate, in line with the increasing needs of society and the development of increasingly sophisticated technology. This development must be supported by efforts made to create an effective and efficient logistics system. The main trigger for the high cost of logistics in Indonesia is the inadequate logistics system and infrastructure. Therefore, an effective and efficient mode of transportation is needed in order to achieve optimization of logistics costs for companies, especially in the Cikarang area. The analytical tools used are Multinomial Logistic Regression, Crosstab Analysis and Stated Preference. From this analysis, there are four factors that most influence the willingness of respondents to use canal/waterway-based modes. These factors are the type of goods, the number of goods, shipping costs, and the reason for choosing the mode. Based on the calculation results of the four scenario simulations that have been carried out, it is known that the probability of switching from a highway/truck-based mode to a canal/waterway-based mode is 58.9% switching.
Rekayasa Lalu Lintas Pada Simpang Empat Plaza Ratahan di Kabupaten Minahasa Tenggara Ricardianto, Prasadja; Sufriyano, Sufriyano; Suryobuwono, Abdullah Ade; Handayani, Susanty; Widiyanto, Prima
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 25 No. 2 (2023): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/jptd.v25i2.2196

Abstract

Beroperasinya pusat perdagangan yang terletak di pusat kota Ratahan, Kabupaten Minahasa Tenggara mengakibatkan intensitas bangkitan dan tarikan lalu lintas dan volume lalu lintas pada ruas jalan Ratahan-Amurang, jalan Ratahan-Manado dan simpang empat plaza yang cukup tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis manajemen rekayasa lalu lintas pada simpang empat plaza Ratahan. Metode penelitian menggunakan prosedur perhitungan jalan perkotaan berdasarkan Pedoman Kapasitas Jalan Indonesia Tahun 2014 dan Peraturan Menteri Perhubungan Republik Indonesia Tahun 2015 dengan nilai standar Derajat Kejenuhan sebesar < 0,75. Kinerja simpang empat plaza Ratahan juga menunjukan pada saat volume kendaraan tertinggi, Derajat Kejenuhan 0,91, dan tundaan 15,98 det/smp, sehingga menunjukkan bahwa kapasitas simpang sudah jenuh dan tingkat pelayanan yang didapatkan adalah C. Pada ruas jalan Ratahan-Amurang dilakukan skenario dengan alternatif menghilangkan parkir di tepi jalan mampu meningkatkan kinerja ruas jalan menjadi 0,40 dengan nilai tingkat pelayanan A. Pada ruas jalan Ratahan Manado alternatif yang direkomendasikan yaitu pembatasan ruang parkir di badan jalan, hal ini dikarenakan nisbah volume per kapasitas sudah berada di angka > 0,7. Skenario dengan alternatif kedua melakukan pelebaran geometrik menjadi 10m nilai DS menjadi 0,56 yang berarti tingkat pelayanan jalan adalah A. Temuan kunci penelitian ini adalah pada penerapan manajemen rekayasa lalulintas direncanakan dengan melakukan pemilihan tipe bundaran lalu lintas pada simpang plaza yang lebih besar dengan range R10-22 dengan dua lajur masuk menggunakan jari-jari 10 m. Pengendalian simpang dengan menggunakan bundaran lalulintas mampu menurunkan nilai derajat kejenuhan 0,64 - 0,36 pada settiap jalinan.
Tingkat Pelayanan Pedestrian di Jalan Jatibaru Raya: Bukti Empiris Menggunakan Metode Greenshield Tatiana, Yana; Ricardianto, Prasadja; Wahyuningtias , Nida Handamari; Wardhono, Djarot Tri; Suryobuwono, Abdullah Ade; Handayani , Susanty
Jurnal Penelitian Transportasi Darat Vol. 26 No. 2 (2024): Jurnal Penelitian Transportasi Darat
Publisher : Sekretariat Badan Kebijakan Transportasi, Formerly by Puslitbang Transportasi Laut, Sungai, Danau, dan Penyeberangan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25104/jptd.v26i2.2265

Abstract

Beberapa permasalahan yang ditemukan di sepanjang ruas Jalan Jatibaru Raya, Jakarta Pusat kerusakan pada lokasi pedestrian, banyaknya pedagang kali lima yang berjualan, dan kendaraan beroda dua yang parkir di atas pedestrian tersebut. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui tingkat pelayanan yang terdapat pada ruas Jalan Jatibaru Raya, Jakarta Pusat dan mengetahui pengaruh kecepatan, kepadatan, dan arus pejalan kaki pada ruas Jalan Jatibaru Raya. Penelitian ini menggunakan metode kuantitatif dengan jumlah sampel penelitian sebanyak 6.573 orang. Sampel tersebut diperoleh pada weekday dan weekend yaitu pada hari Kamis, Jumat, dan Sabtu. Pengambilan data dilakukan menggunakan pedestrian counting dan observasi lapangan, kemudian dilanjutkan menggunakan metode Greenshield serta diolah dengan regresi linier. Hasil penelitian menunjukkan nilai arus sembilan pejalan kaki/menit/m, kecepatan 57,1792 m/min., dan nilai kepadatan sebesar 0,2189 pejalan kaki/m2. Tingkat pelayanan ditentukan berdasarkan besarnya arus dan ruang pejalan kaki diinterval 15 menit tertinggi sehingga ruas Jalan Jatibaru Raya di kawasan Pasar Tanah Abang termasuk kategori Level of Service “B”. Kesenjangan penelitian pada hasil penelitian sebelumnya yang dianalisis menggunakan metode Greenshield menunjukkan adanya pengurangan lebar jalur dan disisakan jalur dengan lebar tidak lebih dari 25% dari lebar pedestrian. Temuan lainnya adalah pedestrian yang hanya mempunyai lebar di bawah minimal 1.56 m dan banyak trotoar tidak dapat digunakan untuk orang berkebutuhan khusus. Kondisi ini sangat merugikan pejalan kaki karena mengurangi keleluasaan dan memengaruhi kelancaran pergerakan. Akhirnya, penelitian yang menghitung Level of Service dan beberapa analisis yang menggunakan kepadatan, kecepatan, arus, ruang pejalan kaki, kecepatan, dan pengaruh antarvariabel ini dihitung menggunakan metode Greenshield dengan regresi linier. Dengan demikian, poin-poin tersebut dapat disebut sebagai state of the art pada penelitian terkait pedestrian ini.
SOSIALISASI PENCEGAHAN KERUSAKAN LINGKUNGAN DAN PROPERTI PADA MULTIMODA TRANSPORTASI MELALUI PENANGANAN BARANG BERBAHAYA YANG BAIK Rizaldy, Wynd; Suryobuwono, Abdullah Ade; Sholihah, Sita Aniisah; Marina, Sandriana; Agusinta, Lira
Reswara: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 4, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Dharmawangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46576/rjpkm.v4i2.2785

Abstract

Latar belakang dilakukannya sosialisasi ini karena kurangnya pengetahuan personel yang bekerja di industri transportasi dan logistik di area Jakarta, Bogor, Depok dan Bekasi (JABODETABEK) terkait penanganan barang berbahaya. Hal ini sesuai dengan pengamatan dari tim pengabdi sehingga perlu dilakukan pembinaan tentang penanganan barang berbahaya pada multi moda transportasi. Tujuan dari pengabdian kepada masyarakat ini adalah melakukan pencegahan bencana berupa kerusakan lingkungan dan properti pada multi moda transportasi melalui penanganan barang berbahaya sesuai dengan peraturan yang berlaku. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan pada tanggal 24 Juni 2021 ditujukan kepada mitra pengabdian yaitu pelaku moda transportasi sekaligus calon pembaca majalah report. Dialog dan diskusi melalui media daring merupakan metode yang dipilih dalam kegiatan sosialisasi ini. Kegiatan pengabdian ini menghasilkan peningkatan pemahaman masyarakat transportasi tentang pencegahan bencana melalui penanganan barang berbahaya yang sesuai dengan aturan berlaku sebesar 18,1% yaitu rata-rata pengetahuan pretest sebesar 59,41% dan posttest sebesar 77,5% terhadap 24 peserta yang berasal dari industri, lembaga pendidikan, dan umum