Claim Missing Document
Check
Articles

HUBUNGAN ANTARA ASUPAN ENERGI, KARBOHIDRAT DAN LEMAK DENGAN PERSEN LEMAK TUBUH PADA SISWA SMP USIA 13- 15 TAHUN DI KECAMATAN UNGARAN BARAT Fahrun Arofan Nisa; Galeh Septiar Pontang; Purbowati
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 9 No 22 (2017): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang :Prevalensi gizi lebih pada remaja cenderung meningkat setiap tahunnya.Asupan energi, karbohidrat dan lemak yang berlebihan disimpan dalam jaringan adiposa dibawah kulit atau rongga abdomen sebagai cadangan energi.Persen lemak tubuh sebagaiindikator status gizi.Tujuan : Untuk mengetahui hubungan antara asupan energi, karbohidrat dan lemak denganpersen lemak tubuh pada siswa SMP usia 13-15 tahun di Kecamatan Ungaran Barat.Metode :Jenis penelitian ini merupakan studi korelasi menggunakan pendekatan crosssectional dengan populasi siswa SMP di Kecamatan Ungaran Barat Kabupaten Semarang.Sampel sebanyak 335 responden diambil menggunakan metode proporsional randomsampling.Asupan energi, karbohidrat dan lemak responden diukur menggunakan FFQ semikuantitatif.Persen lemak tubuh responden diukur menggunakan BIA (BioelectricalImpedanceAnalysis). Analisis bivariat menggunakan uji korelasi Spearman (α=0,05).Hasil : Rata-rata asupan energi, karbohidrat dan lemak responden dibandingkan kebutuhansehari masing-masing sebesar 105,9% (27,2%),131,3% (46,9%), 87,8% (35,9%). Rata- ratapersen lemak tubuh responden sebesar 25,12% (5,75%). Terdapat hubungan yang bermaknaantara asupan energi, karbohidrat dan lemak dengan persen lemak tubuh (p=0,0001,p=0,0001, p=0,0001).Simpulan :Terdapat hubungan antara asupan energi, karbohidrat dan lemak dengan persenlemak tubuh
HUBUNGAN ASUPAN LEMAK, SERAT, KALIUM, NATRIUM, DAN FREKUENSI KONSUMSI MAKANAN GORENGAN DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA LAKI-LAKI USIA 40-50 TAHUN DI KELURAHAN GEDANGANAK KECAMATAN UNGARAN TIMUR KABUPATEN SEMARANG Sinarti; Indri Mulyasari; Galeh Septiar Pontang
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 9 No 22 (2017): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang: Hipertensi adalah salah satu penyakit yang sering menyebabkan gangguankardiovaskuler. Data Riskesdas tahun 2013 prevalensi hipertensi pada usia 45-54 tahun sebesar35,6%. Faktor-faktor yang mempengaruhi hipertensi antara lain asupan zat gizi seperti asupanlemak, serat, kalium, natrium dan frekuensi konsumsi gorengan.Tujuan: Untuk mengetahui hubungan asupan lemak, serat, kalium, natrium dan frekuensikonsumsi gorengan dengan kejadian hipertensi pada laki-laki usia 40-50 tahun.Metode: Studi korelasi dengan pendekatan cross-sectional. Populasi penelitian adalah seluruhlaki-laki usia 40-50 tahun dikelurahan gedanganak. Sampel 103 orang dengan metodeproportional random sampling. Pengambilan data menggunakan sphygmomanometer air raksa,lembar Food Frequency semikuantitatif, mikrotoa, timbangan injak. Analisis bivariatmenggunakan uji chi-square (α=0,05).Hasil: Asupan lemak paling banyak dalam kategori baik yaitu 74,8%. Asupan serat palingbanyak dalam kategori baik yaitu 77,6%. Asupan kalium paling banyak dalam kategori baik yaitu64,1%. Asupan natrium paling banyak dalam kategori baik yaitu 50,5%. Frekuensi konsumsimakanan gorengan paling banyak dalam kategori kadang yaitu 41,7%. Kejadian hipertensi 52orang (50,5%) dan tidak hipertensi 51 orang (49,5%). Ada hubungan antara asupan lemak, serat,natrium, dan frekuensi konsumsi makanan gorengan dengan kejadian hipertensi (p=0,0001,p=0,002, p=0,0001, p=0,0001). Tidak ada hubungan antara asupan kalium dengan kejadianhipertensi (p=0,560).Simpulan: Ada hubungan antara asupan lemak, serat, natrium, dan frekuensi konsumsi makanangorengan dengan kejadian hipertensi.
HUBUNGAN ANTARA ASUPAN MAGNESIUM, KALSIUM, DAN ZAT BESI DENGAN DAYA TAHAN OTOT PADA ATLET BULUTANGKIS USIA 13-18 TAHUN DI PERSATUAN BULUTANGKIS EKSTRA DAN BINTANG JUNIOR Shintia Dewi May Vebrianingsih; Sugeng Maryanto; Galeh Septiar Pontang
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol 9 No 22 (2017): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Latar Belakang : Daya tahan otot adalah kemampuan seseorang untuk mempergunakankekuatan maksimum saat atlet bulutangkis melakukan jumpuing smash. Konsumsi mineralmagnesium, kalsium, dan zat besi dapat berpengaruh terhadap daya tahan otot seorang atletbulutangkis. Kesehatan dan kebugaran jasmani yang menurun dapat menyebabkan kelelahan,sistem otot dalam keadaan lemah menyebabkan kecepatan dan daya tahan otot rendah.Tujuan : Untuk mengetahui hubungan antara asupan magnesium, kalsium dan zat besidengan daya tahan otot pada atlet bulutangkis usia 13-18 tahun di Persatuan BulutangkisEkstra dan Bintang Junior.Metode : Jenis penelitian ini merupakan studi korelasi yang menggunakan pendekatan crosssectional dengan populasi atlet bulutangkis usia 13-18 tahun di Persatuan Bulutangkis Ekstradan Bintang Junior. Sampel sebanyak 45 responden diambil menggunakan metode totalsampling. Asupan magnesium, kalsium, dan zat besi responden diukur menggunakan FFQsemi kuantitatif. Daya tahan otot responden diukur menggunakan tes push up selama satumenit. Analisis bivariat menggunakan uji korelasi Kendall tau (α= 0,05).Hasil : Asupan magnesium, kalsium, dan zat besi responden paling banyak dengan kategorinormal secara berturut-turut adalah 44,4%, 48,9% dan 55,6%. Sedangkan, asupan magnesiumdan kalsium yang paling sedikit dengan kategori diatas kebutuhan 0,0%, asupan zat besipaling sedikit dengan kategori defisit berat 2,2%. Daya tahan otot yang paling banyak dengankategori baik 51,1% dan paling sedikit dengan kategori kurang sekali 4,4%. Terdapathubungan yang bermakna antara asupan magnesium dan zat besi dengan daya tahan otot (p =0,006, dan p = 0,001). Tidak terdapat hubungan yang bermakna antara asupan kalsium dengandaya tahan otot (p = 0,078).Simpulan : Terdapat hubungan antara asupan magnesium dan zat besi dengan daya tahanotot. Tidak terdapat hubungan antara asupan kalsium dengan daya tahan otot.
FORMULASI SNACK BAR BERBAHAN DASAR TEPUNG MOCAF DAN TEPUNG KACANG MERAH SEBAGAI MAKANAN SELINGAN BAGI ATLET Pontang, Galeh Septiar; Wening, Dyah Kartika
Journal of Nutrition College Vol 10, No 3 (2021): Juli
Publisher : Departemen Ilmu Gizi, Fakultas Kedokteran, Universitas Diponegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.14710/jnc.v10i3.29278

Abstract

Latar Belakang: Pemberian karbohidrat yang tepat dapat menunjang performa dan kapasitas latihan atlet. Penelitian menunjukkan asupan gizi atlet Indonesia sebagian besar masih di bawah kebutuhan. Snack bar dapat dijadikan makanan selingan padat gizi dan energi bagi atlet. Modifikasi snack bar dengan tepung mocaf dan tepung kacang merah dapat menghasilkan produk olahan tinggi energi dan karbohidrat.Tujuan: menganalisis tingkat kesukaan dan proksimat snack bar berbahan dasar tepung mocaf dan tepung kacang merah.Metode: Penelitian ini menggunakan desain ekperimental dalam bidang food production. Formulasi snack bar yaitu perbandingan tepung mocaf dan tepung kacang merah yaitu formula SB1(75%:25%), SB2 (50%:50%), dan SB3 (25%:75%). Uji tingkat kesukaan dilakukan kepada 33 orang panelis agak terlatih. Analisis data uji tingkat kesukaan menggunakan uji beda Kruskal Walliss dilanjutkan uji Mann Whitney menggunakan aplikasi di komputer dengan tingkat kepercayaan 95% atau α=5%. Analisis proksimat yang dilakukan meliputi kadar karbohidrat, kadar protein, kadar lemak, dan kandungan serat.Hasil: Uji tingkat kesukaan menunjukkan bahwa terdapat perbedaan aroma (p=0,025) dan tekstur (p=0,025) diantara ketiga formulasi, namun tidak ada perbedaan dari kompoenen rasa (p=0,854) dan warna (p=0,470). Formula terbaik adalah snack bar formula SB2 karena memiliki nilai rerata tertinggi pada tiga komponen uji tingkat kesukaan. Kandungan zat gizi snack bar formula SB2 per 100 gram yaitu 434,68+22,30 kkal, 79,1+9,46 g karbohidrat, 7,86+1,04 g protein dan 10,59+1,51 g lemak.Simpulan: Formulasi snack bar dengan perbandingan tepung mocaf 50% dan tepung kacang merah 50%  merupakan formulasi terbaik dan memenuhi kriteria sports foods sebagai makanan selingan bagi atlet.
DIFFERENCES OF PREMENSTRUAL SYNDROME PREVENTIONS BEFORE AND AFTER THE FOOD CONSUMPTION WHICH CONTAINS ISOFLAVON IN ADOLESCENT Ni Wayan Putri Utami; Ida Sofiyanti; Galeh Septiar Pontang
Journal of Midwifery Vol 3, No 1 (2018): Published on June 2018
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (204.386 KB) | DOI: 10.25077/jom.3.1.6-12.2018

Abstract

In adolescence, there will be some complaints, such as complaint of premenstrual syndrome (PMS). It defined as a physical, psychological or emotional symptom that appeared 7-10 days before menstruation. One of the treatments to reduce premenstrual syndrome is to eat food that contains isoflavones (68mg / day) because it has anti-estrogenic effect which is able to balance progesterone and etherogen hormones, which can decrease the complaints of premenstrual syndrome. This study aimed to determine the premenstrual syndrome complaints before and after the consumption of isoflavone food in tenth grade adolescents in Senior High School 2 Ungaran. This study was using pre-experimental design with one group pretest-posttest study design using simple random sampling totaling 16 respondents. Measurement of complaint of premenstrual syndrome used Premenstrual Shorted Assassement Form 1-6. Data analysis was performed using bivariate analysis using Paired-T test. Results of this study shown that 16 respondents who had complaints of premenstrual syndrome before the consumption of isoflavones food that contained isoflavones 14 respondents had moderate complaints and 2 respondents had light complaints. After the consumption of isoflavone food it showed that 9 respondents had moderate complaint and 7 respondents had light complaint. Based on statistical test, it was found that the mean value decreased from 26.18 to 21.12, the median from 15.00 to 21.50, SD ± 5.706 to ± 3.51 with p value of 0.011, which means p value <0.05. Conclusion of this study that there are differences in the complaint of premenstrual syndrome before and after the consumption of isoflavone food in tenth grade adolescents in Senior High School 2 Ungaran. Keywords: Isoflavone, premenstrual syndrome 
Pengaturan Diet dan Pendidikan Gizi Meningkatkan Status Gizi dan Kesegaran Jasmani Atlet Sepakbola: Diet Combined with Nutrition Education Improve Nutritional Status and Physical Fitness of Football Athletes Hesti Permatasari; Galeh Septiar Pontang
JURNAL GIZI DAN KESEHATAN Vol. 15 No. 2 (2023): JURNAL GIZI DAN KESEHATAN
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/jgk.v15i2.451

Abstract

Excellent physical fitness and optimal nutritional status are conditions for an athlete to perform optimally. Proper diet combined with nutrition education program are supposed to support the achievements of athletes in addition to the scheduled training program. This study aimed to identify the effect of diet combined with nutrition education on the nutritional status and physical fitness football athletes. The study was designed with the pre-post test control group design. The population was the students of the football academy in Semarang, 14-18 years old. There were 60 subjects selected by purposive technic sampling and divided into two (2) groups: dietary pattern arranged group and control group. Diet was given for 3 weeks to the treatment group, both groups got nutrition education. The nutritional status was measured with body mass index (BMI), lean body mass (Bioelectrical Impedance Analyzer (BIA)), hemoglobin (Hb) (cyanmethemoglobin). Physical fitness was analyzed using the methods of Asian Committee on the Standardization of Physical Fitness Test (ACSPFT). Data of the study was analized with independent t-test, paired t-test, Mann Whitney, Wilcoxon and General Linera Model. There was an increased IMT in the treatment group (0.26 kg/m2) higher than the control group (0.02 kg/m2) p = 0.0001, lean body mass increased in the treatment groups(1.57%), while in the control group it decreased (0.12%) p = 0.0001, score of ACSPFT in treatment groups (116.27) was higher than in the control group (3.47) before and after controlled for resting pulse rate p = 0.0001. Nutritional status and physical fitness have improved by diet combined with nutrition education in football athletes. ABSTRAK Syarat yang penting dipenuhi atlet untuk berprestasi adalah kesegaran jasmani dan status gizi optimal. Pengaturan diit atlet disertai pendidikan gizi dapat dijadikan program penunjang agar atlet berprestasi. Penelitian bertujuan menganalisis pengaruh pengaturan diit atlet disertai pendidikan gizi terhadap status gizi dan kesegaran jasmani atlet sepak bola. Penelitian berdesain pre-post test control group dengan 60 subjek dipilih secara purposif dan dibagi 2 kelompok yaitu kelompok kontrol dan perlakuan. Tempat penelitian adalah salah satu akademi sepak bola di Kabupaten Semarang dengan kelompok usia 14-18 tahun. Kelompok perlakuan diberikan pengaturan diit atlet sesuai kebutuhan berdasarkan usia dan aktivitas selama 3 minggu. Pendidikan gizi diberikan kepada semua kelompok. Penilaian status gizi menggunakan Indeks Massa Tubuh (IMT), komposisi lean body mass (Bioelectrical Impedance Analyzer (BIA), dan kadar hemoglobin (cyanmethemoglobin). Penilaian kesegaran jasmani menggunakan metode Asian Committee on the Standarduzation of Physical Fitness Test (ACSPFT). Data dianalisis menggunakan independent t-test, paired t-test, Mann Whitney, Wilcoxon dan General Linear Model. IMT kelompok perlakuan (0,26±0,42kg/m2) meningkat lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol (0,02±0,38kg/m2) dengan nilai p=0,0001. Kelompok perlakuan mengalami peningkatan lean body mass (1,57±1,34%), sebaliknya kelompok kontrol menurun  (0,12±0,57%) (p=0,0001). Skor ACSPFT kelompok perlakuan (116,27±17,31) meningkat lebih tinggi dibandingkan kelompok kontrol (3,47±23,27) sebelum maupun setelah dikontrol denyut nadi istirahat (p=0,0001). Pengaturan diit atlet disertai pendidikan gizi dapat meningkatkan status gizi dan kesegaran jasmani atlet sepak bola.  
Nutrition Balance Knowledge Improvement for High School Student: Fit for The Exam: Peningkatan Pengetahuan Siswa SMA tentang Gizi Seimbang: Fit Saat Ujian Indri Mulyasari; Galeh Septiar Pontang
Jurnal Pengabdian Masyarakat: Svasta Harena Vol. 3 No. 1 (2023): Agustus 2023
Publisher : Poltekkes Kemenkes Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33860/jpmsh.v3i1.1903

Abstract

Rangkaian ujian bagi siswa SMA dapat menyebabkan kecemasan. Gizi seimbang dapat menjaga kebugaran yang dapat meningkatkan performa saat ujian. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan siswa tentang gizi seimbang khususnya supaya fit saat ujian. Metode yang dipakai dalam kegiatan edukasi memiliki dua tahap. Tahap pertama adalah ceramah materi pedoman gizi seimbang secara umum sebagai pengantar. Kegiatan dilanjutkan dengan permainan mitos atau fakta. Pada pertengahan program akan dilakukan aktivitas fisik ringan. Program didesain dengan menarik dan interaktif untuk meningkatkan partisipasi siswa. Kegiatan diikuti oleh 393 siswa kelas XII terdiri dari 319 dari SMA 7 Semarang dan 74 siswa dari MAN 1 Suruh Kabupaten Semarang. Sebelum edukasi dilakukan, semua siswa telah tahu pentingnya sarapan, namun tidak tahu berapa porsi pangan sumber karbohidrat dalam satu kali makan. Sebagian besar juga salah dalam menjawab kebutuhan minyak sehari dan frekuensi olah raga seminggu. Selain itu, banyak yang masih menjawab makanan manis dapat membuat relaks dan “mood” menjadi baik. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rerata skor pengetahuan dan ada perbedaan skor pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi (p<0.0001). Metode edukasi pada kegiatan ini dapat meningkatkan pengetahuan siswa terkait gizi seimbang untuk meningkatkan performa saat ujian.
Sistem Informasi Berbasis Website sebagai Media Edukasi dan Pencegahan Stunting di Posyandu "Mangga" Desa Tumpangkrasak Jati Kudus Sholikhan, Muhammad; Galeh Septiar Pontang; Fujiama Diapoldo Silalahi
Jurnal Pengabdian Masyarakat Sains dan Teknologi Vol. 2 No. 4 (2023): Desember : Jurnal Pengabdian Masyarakat Sains dan Teknologi
Publisher : Fakultas Teknik Universitas Cenderawasih

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58169/jpmsaintek.v2i4.214

Abstract

  "Mangga" Integrated Health Post is one of the Integrated Service Posts located in Tumpangkrasak Village, Jati Subdistrict, Kudus District. There are approximately 80 toddler members who participate in activities every month on the 25th. "Mangga" Integrated Health Post utilizes the home of the health worker as its location, equipped with basic tables and chairs. In broad terms, this dedication aims to (1) Improve services by providing information and education on stunting prevention through the use of a website and (2) Assist in providing facilities such as equipment for "Mangga" Integrated Health Post. The expected outcomes include (1) Publication of articles in a Service Journal. (2) Documentation of activities will be published in the online mass media Jawa Pos Radar Kudus. (3) Publication of photos and videos of activities to be uploaded on the institution's YouTube channel. (4) "Mangga" Integrated Health Post website www.manggahealthpost.com. With website management training, it is possible to enhance the skills of village health workers in developing the "Mangga" Integrated Health Post website, thereby educating residents of the village, especially parents with toddlers, and achieving the goal of stunting prevention.
Upaya Peningkatan Pengetahuan Kesehatan Mental Remaja melalui SIDUNA (Edukasi pada Duta Anti Narkoba) di Kabupaten Jepara Eka Adimayanti; Ana Puji Astuti; Siti Haryani; Ahmad Kholid; Eko Susilo; Galeh Septiar Pontang
INDONESIAN JOURNAL OF COMMUNITY EMPOWERMENT (IJCE) Vol. 6 No. 2 (2024): Indonesian Journal of Community Empowerment November 2024
Publisher : UNIVERSITAS NGUDI WALUYO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/ijce.v6i2.3560

Abstract

Teenagers as the next generation of the nation have a responsibility to protect themselves and their peers from the dangers of drugs. Teenagers can play an active role in educating and disseminating information about the dangers of drugs and helping friends who are caught in drug use to get out of the circle. The Anti-Drug Student Ambassador is a program initiated by the DPD BANN Jepara, Jepara Regency Government, BNN Central Java Province and Kesbangpol. Central Java Province. This annual activity aims to recruit students and students as examples in society with the status of drug-free youth. Active roles and high awareness, with the hope that teenagers can become agents of change in eradicating drugs and creating a better future for future generations. Efforts to increase adolescent health knowledge aim to prepare teenagers to become healthy, intelligent, quality, and productive adults and play a role in maintaining, preserving and improving their health.   ABSTRAK Remaja sebagai generasi penerus bangsa memiliki tanggung jawab untuk melindungi diri mereka sendiri dan teman-teman sebaya dari bahaya narkoba. Remaja dapat memainkan peran aktif dalam mengedukasi dan menyebarluaskan informasi mengenai bahaya narkoba serta membantu teman-teman yang terjerat dalam penggunaan narkoba untuk keluar dari lingkaran tersebut. Duta Pelajar Anti Narkoba merupakan program yang diinisiasi oleh DPD BANN Jepara, Pemkab. Jepara, BNN Provinsi Jawa Tengah dan Kesbangpol. Provinsi Jawa Tengah. Kegiatan Tahunan ini bertujuan untuk menjaring pelajar maupun mahasiswa sebagai contoh di masyarakat dengan status pemuda yang bebas narkoba. Peran aktif dan kesadaran yang tinggi, dengan harapan remaja dapat menjadi agen perubahan dalam memberantas narkoba dan menciptakan masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang. Upaya peningkatan pengetahuan kesehatan remaja memiliki tujuan untuk mempersiapkan remaja menjadi orang dewasa yang sehat, cerdas, berkualitas, dan produktif dan berperan serta dalam menjaga, mempertahankan dan meningkatkan kesehatan dirinya.
INDEKS GLIKEMIK DAN BEBAN GLIKEMIK SNACK BAR BERBASIS TEPUNG MOCAF DAN TEPUNG KACANG MERAH SEBAGAI SPORTS FOODS Galeh Septiar Pontang; Dyah Kartika Wening; Rana Nur Azizah
Sports Collaboration Journal Vol. 1 No. 01 (2023): Sports Collaboration Journal: Juni 2023
Publisher : Universitas Ngudi Waluyo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35473/scj.v1i01.2211

Abstract

Adequate intake of energy and nutrients are the key of athlete’s performance. Recent studies showed that lack of nutrients intake had been found in athlete. Snack bar based on mocaf and red bean have been included in criteria for sports foods. Foods products with low glycemic index are well-known have a beneficial for maintaining blood glucose levels, including for athletes. To identify the glycemic index and glycemic load of snack bar with mocaf and red bean. The research included pre-experimental with 10 subjects taken by purposive sampling. Blood glucose levels were taken with a strip test branded auto check in the capilleries. The glycemic index was analyzed using Incremental Area Under the Blood Glucose Response Curve (IAUC) method. Glycemic load is calculated by multiplying the glycemic index by the available carbohydrate/portion divided by 100. Analysis of those using a computer program. The glycemic index of snack bar made form mocaf and red bean is 51,92%, while the glycemic load is 19.39. The glycemic index of snack bar made form mocaf and red bean is in the low category, while the glycemic load is the medium category. Abstrak Asupan energi dan zat gizi yang dipenuhi dengan tepat menjadi kunci performa atlet saat latihan dan bertanding. Asupan gizi atlet yang masih kurang masih sering ditemui. Snack bar berbahan mocaf dan kacang merah berkriteria sports foods. IG yang rendah pada makanan bagi atlet bermanfaat menjaga kestabilan kadar glukosa darah. Mengidentifikasi IG dan BG snack bar berbahan dasar mocaf dan kacang merah. Penelitian termasuk pra eksperimental pre-post test control group dengan 10 subjek remaja putri diambil dengan teknik purposive sampling. Snack bar dibuat dari tepung mocaf dan tepung kacang merah dengan formula 50%:50%. Kadar glukosa darah diambil pada pembuluh darah kapiler menggunakan alat bermerek Autocheck. IG dianalisa menggunakan metode Incremental Area Under the Blood Glucose Response Curve (IAUC) diperoleh dari pemeriksaan kadar glukosa darah subyek penelitian. Perhitungan BG dengan cara IG dikalikan dengan available carbohydrate/porsi dibagi 100. IG dan BG dianalisa menggunakan perangkat lunak dalam komputer. IG snack bar berbahan mocaf dan kacang merah yaitu 51,92%, sedangkan BGnya sebesar 19,39. Snack bar berbahan mocaf dan kacang merah termasuk ber-IG rendah, sedangkan BG-nya termasuk kategori sedang.