Claim Missing Document
Check
Articles

Found 15 Documents
Search

HUBUNGAN RIWAYAT BAYI BERAT BADAN LAHIR RENDAH (BBLR) DENGAN TUMBUH ANAK USIA 3-5 TAHUN Muhammad Syahrir; Renaldi M; Rahmi Fajriani; Dewi, Chitra
Jurnal Mitrasehat Vol. 14 No. 1 (2024): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v14i1.438

Abstract

Latar belakang: BBLR adalah bayi yang lahir dengan berat badan kurang dari 2.500-gram tanpa memandang masa kehamilan. Menurut Profil Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2015, Prevalensi BBLR diperkirakan 15% dari seluruh keluruhan di dunia dengan batasan 3,3% - 38% dan sering terjadi di seluruh negara-negara berkembang atau sosio ekonomi rendah. Di Puskesmas Tino sendiri dari tahun 2019 sampai 2021 terdapat 11 kasus anak yang lahir BBLR. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara Riwayat BBLR dengan pertumbuhan anak usia 3-5 tahun Metode: Penelitian ini menggunakan metode survey analitik dengan pendekatan cross sectional. Hasil: Dari hasil penelitian ini didapatkan anak yang memiliki Riwayat BBLR dan pertumbuhannya tidak sesuai sebanyak 7 orang (12.7%) dan yang memiliki pertumbuhan yang sesuai sebanyak 8 orang (14.5%). Sedangkan anak yang tidak yang tidak memiliki Riwayat BBLR dan mempunyai pertumbuhan yang sesuai sebanyak 39 orang (70.9%) dan yang tidak memiliki pertumbuhan yang sesuai sebanyak 1 orang (1.8%). Hasil analisis bivariat dengan uji chi square didapatkan (p = 0.00> α = 0.05) yang berarti ada hubungan yang bermakna antara riwayat BBLR dengan pertumbuhan anak usia 3-5 tahun. Kesimpulan: Penelitian ini menunjukkan bahwa terdapat hubungan yang signifikan antara riwayat BBLR dan pertumbuhan anak usia 3-5 tahun. Anak-anak dengan riwayat BBLR memerlukan perhatian khusus untuk memastikan mereka mendapatkan nutrisi dan perawatan kesehatan yang memadai, guna mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang optimal.
HUBUNGAN TINGKAT STRES DENGAN SIKLUS MENSTRUASI PADA REMAJA PUTRI DI DESA MATTUNRENG TELLUE KABUPATEN SINJAI Dewi, Chitra; Muhammad Sahlan Zamaa; Wulan Sari; Muhammad Syahrir; Hardianti
Jurnal Mitrasehat Vol. 15 No. 1 (2025): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v15i1.514

Abstract

Latar belakang: Stres diketahui sebagai faktor penyebab gangguan siklus menstruasi pada wanita, dengan prevalensi menstruasi tidak teratur 13,1% secara global. Remaja putri yang berada dalam fase perubahan fisik dan psikologis sangat rentan mengalami stres, yang pada akhirnya dapat mempengaruhi kesehatan reproduksi mereka. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara tingkat stres dengan siklus menstruasi pada remaja putri di Desa Mattunreng Tellue, Kabupaten Sinjai Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional dengan populasi 235 remaja putri berusia 15-19 tahun. Sampel sebanyak 115 responden dipilih secara systematic random sampling. Data diperoleh melalui kuesioner dan dianalisis menggunakan uji Chi-Square. Hasil: Dari 115 responden, mayoritas 73,9% mengalami tingkat stres sedang, sementara 69,6% mengalami siklus menstruasi tidak teratur. Analisis statistik menunjukkan hubungan signifikan antara tingkat stres dan siklus menstruasi (p-value=0,003), dimana remaja dengan tingkat stress lebih tinggi cenderung mengalami gangguan siklus menstruasi. Simpulan: Penelitian ini menegaskan adanya hubungan signifikan antara tingkat stres dengan siklus menstruasi pada remaja putri. Oleh karena itu, penting bagi remaja untuk menjaga kesehatan mental melalui pengolahan stres yang efektif dan dukungan sosial. Penelitian lanjutnya disarankan untuk mengeksplorasi pengaruh variabel lain seperti status gizi dan aktivitas fisik terhadap siklus menstruasi.
EcoMoronene: A local wisdom-based conservation learning model to address environmental degradation Dewi, Chitra; Rahmadani, Nanang; Syahrir, Muhammad; Rahayaan, Jones Juan Dany; Nurjannah, Fathinah
EcoVision: Journal of Environmental Solutions Vol. 2 No. 2: (August) 2025
Publisher : Institute for Advanced Science, Social, and Sustainable Future

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61511/evojes.v2i2.2025.2233

Abstract

Background: Environmental degradation caused by artisanal and small-scale gold mining in Bombana, Southeast Sulawesi, presents serious ecological and public health risks, including mercury and arsenic contamination. Previous studies highlight the importance of culturally grounded education in promoting sustainable conservation practices, yet few have tested the validity and reliability of instruments designed to measure learning outcomes in this context. This study aimed to evaluate the effectiveness of the EcoMoronene Initiative, an educational model that integrates Moronene local wisdom—such as sacred forest stewardship, water resource protection, and biodiversity conservation—into youth-based conservation learning. Methods: A quasi-experimental pre–post control design was applied with 80 participants divided equally into an experimental group, which received the EcoMoronene module, and a control group, which followed regular activities. Data were collected through a knowledge–attitude questionnaire, a conservation behavior rubric, and observation, then analyzed using descriptive statistics, t-tests, Cronbach’s alpha, and confirmatory factor analysis. Findings: Findings revealed significant improvements in the experimental group’s knowledge (mean increase from 6.2 to 8.5, p = 0.001), alongside positive shifts in attitudes and behaviors, while the control group showed negligible changes. Reliability analysis confirmed strong internal consistency (α = 0.86 for the Knowledge–Attitude questionnaire; α = 0.83 for the Behavior rubric), and validity was supported by good model fit indices (χ²/df = 1.8, CFI = 0.94, RMSEA = 0.05). These results demonstrate that embedding local wisdom into conservation education enhances motivation, cultural identity, and pro-environmental actions among youth. Conclusion: research study that distinguish it from previous work. It includes unique contributions, new methods, or findings that have not been explored before in the field. Novelty/Originality of this article: This study uniquely integrates Moronene local wisdom into conservation education, validating reliable instruments and demonstrating significant improvements in youth knowledge, attitudes, and behaviors, distinguishing it from prior research in environmental education.
The Effect of Simulation Methods on Preparedness Flood Disaster Syam, Ilham; Yulianita, Marisna Eka; Efendi, Suradi; Dewi, Chitra; Zulhijayanti, Zulhijayanti
Indonesian Journal of Global Health Research Vol 5 No 4 (2023): Indonesian Journal of Global Health Research
Publisher : GLOBAL HEALTH SCIENCE GROUP

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37287/ijghr.v5i4.2834

Abstract

Throughout 2022, the National Disaster Management Agency (BNPB) noted 3,531 natural disaster events in Indonesia. The disaster that occurred dominated by floods, namely 1,524 incidents Where amount This equivalent to 43.1% of the total national disaster events. The aim of this research is to determine the effect of simulation methods on flood disaster preparedness at SD Inpres Nipa-Nipa Makassar City. This research uses a " pre-experimental " method with a one group pretest-posttest design. The sampling technique is purposive sampling . sample size was 84 people. This research uses a questionnaire as a data collection instrument. the Wilcoxon test results for video simulations are 0.000 < 0.05 and puzzle simulations are 0.000 < 0.05. This means that there is an influence of video and puzzle simulation methods on flood disaster preparedness at SD Inpres Nipa-Nipa Makassar City. Conclusion study This is there is influence simulation to preparedness disaster flood on Inpres Elementary School students Nipa-Nipa . Recommended to the teacher in school For give education or counseling so that you can increase student knowledge about disaster flood And possible preparedness _ done If happen flood in the future come.
HUBUNGAN DUKUNGAN KELUARGA DAN KUALITAS HIDUP LANSIA YANG MENDERITA HIPERTENSI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS TAMALATEA Dewi, Chitra; Ramlah; St. Rahmawati; Syahrir, Muhammad; Sahida, Muti; Andi Tilka Muftiah Ridjal
Jurnal Mitrasehat Vol. 15 No. 4 (2025): Jurnal Mitrasehat
Publisher : LPPM STIK Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51171/jms.v15i4.645

Abstract

Latar belakang: Hipertensi menjadi penyakit yang banyak diderita oleh kelompok lansia dan dapat menurunkan kualitas hidup melalui berbagai komplikasi pada organ vital. Sekitar 1,4 miliar orang dewasa di dunia mengalami hipertensi, dan dua pertiganya berasal dari negara berpenghasilan menengah ke bawah, termasuk Indonesia. Dukungan keluarga berperan penting dalam membantu lansia mengelola hipertensi serta mempertahankan kualitas hidup yang optimal. Tujuan: Untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dan kualitas hidup pada lansia yang menderita hipertensi di Wilayah Kerja Puskesmas Tamalatea Kabupaten Jeneponto. Metode: Penelitian ini menggunakan desain cross-sectional study. Populasi terdiri dari 200 lansia yang secara aktif menghadiri posbindu di Wilayah Kerja Puskesmas Tamalatea Kabupaten Jeneponto. Sampel dipilih dengan metode accidental sampling, melibatkan 50 lansia. Data dikumpulkan melalui penggunaan kuesioner WHOQOL-BREF yang diuji menggunakan analisis chi-square. Hasil: Dukungan keluarga, khususnya dalam domain dukungan emosional dan dukungan informasional, menunjukkan nilai p=0,005. Sementara itu, dalam domain dukungan instrumental dan penghargaan, nilai p yang tercatat adalah 0,002 di Wilayah Kerja Puskesmas Tamalatea Kabupaten Jeneponto. Kesimpulan: Di Wilayah Kerja Puskesmas Tamalatea Kabupaten Jeneponto, terdapat hubungan antara dukungan keluarga dan kualitas hidup pada lansia penderita hipertensi. Saran, pendidikan keluarga harus ditingkatkan agar merea dapat secara aktif mendukung dan mendampingi orang tua, terutama dalam hal perawatan kesehatan mereka.