Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Journal of Infrastructure and Civil Engineering

Analisis Risiko Kecelakaan Kerja Dengan Metode Job Safety Analysis (JSA) Pada Proyek Pembangunan Gedung Perpustakaan Utama Universitas Riau PT. Totalindo Eka Persada Tbk. Indriati Kusuma, Thalia; Zainuri; Muthia Anggraini
Journal of Infrastructure and Civil Engineering Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Pada proyek pekerjaan pembangunan Gedung Perpustakaan utama Universitas Riau terdapat beberapa pekerjaan yang berisiko tinggi yaitu pada pekerjaan pembongkaran parapet (dinding pembatas) Zone 1 University Main Library (UML) dimana risiko yang terjadi terjatuh yang mengakibatkan kematian. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis risiko kecelakaan kerja pada pembongkaran parapet zone I UML. Metode penelitian yang digunakan adalah Metode JSA. Dari hasil analisis observasi dan wawancara terdapat kategori risiko besar yaitu pada pekerjaan pembongkaran parapet Zone 1 UML dengan nilai 15-25, yaitu pada pekerjaan pembongkaran parapet Zone 1 UML dimana risiko yang terjadi adalah terjatuh dari ketinggian yang mengakibatkan kematian, analisis menggunakan JSA pada hasil tabel tingkat risiko pekerjaan pembongkaran parapet didapatkan beberapa tingkatan dari setiap uraian pekerjaan dan tingkat risiko tertinggi berada pada uraian pekerjaan No.10 yaitu Pekerja bisa terjatuh dan menimbulkan kecelakaan kerja fatality (cacat atau kematian) sehingga pada pekerjaan pembongkaran dapat tertimpa material yang dijatuhkan dan juga pekerja bisa terjatuh dari ketinggian. Kesimpulan pada penelitian ini didapatkan hasil tingkat risiko kecelakaan kerja dalam kategori tingkat risiko besar yaitu pada pekerjaan pembongkaran parapet Zone 1 UML dimana risiko yang terjadi adalah terjatuh dari ketinggian yang mengakibatkan kematian. Saran pada penelitian ini yaitu melihat besarnya tingkat risiko kecelakaan kerja, diperlukan adanya tahapan sosialisai tentang keselamatan kerja oleh Perusahaan terkait, Pengetahuan tentang keselamatan kerja harus di tekankan dalam suatu project dan perlunya penerapan disiplin dalam penggunakan Alat Pelindung Diri (APD).
Analisis Risiko Kecelakaan Kerja Dengan Metode Job Safety Analysis (JSA) Pada Proyek Pembangunan Gedung Perpustakaan Utama Universitas Riau PT. Totalindo Eka Persada Tbk. Indriati Kusuma, Thalia; Zainuri; Muthia Anggraini
Journal of Infrastructure and Civil Engineering Vol. 4 No. 3 (2024)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/jice.v4i3.60

Abstract

Pada proyek pekerjaan pembangunan Gedung Perpustakaan utama Universitas Riau terdapat beberapa pekerjaan yang berisiko tinggi yaitu pada pekerjaan pembongkaran parapet (dinding pembatas) Zone 1 University Main Library (UML) dimana risiko yang terjadi terjatuh yang mengakibatkan kematian. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis risiko kecelakaan kerja pada pembongkaran parapet zone I UML. Metode penelitian yang digunakan adalah Metode JSA. Dari hasil analisis observasi dan wawancara terdapat kategori risiko besar yaitu pada pekerjaan pembongkaran parapet Zone 1 UML dengan nilai 15-25, yaitu pada pekerjaan pembongkaran parapet Zone 1 UML dimana risiko yang terjadi adalah terjatuh dari ketinggian yang mengakibatkan kematian, analisis menggunakan JSA pada hasil tabel tingkat risiko pekerjaan pembongkaran parapet didapatkan beberapa tingkatan dari setiap uraian pekerjaan dan tingkat risiko tertinggi berada pada uraian pekerjaan No.10 yaitu Pekerja bisa terjatuh dan menimbulkan kecelakaan kerja fatality (cacat atau kematian) sehingga pada pekerjaan pembongkaran dapat tertimpa material yang dijatuhkan dan juga pekerja bisa terjatuh dari ketinggian. Kesimpulan pada penelitian ini didapatkan hasil tingkat risiko kecelakaan kerja dalam kategori tingkat risiko besar yaitu pada pekerjaan pembongkaran parapet Zone 1 UML dimana risiko yang terjadi adalah terjatuh dari ketinggian yang mengakibatkan kematian. Saran pada penelitian ini yaitu melihat besarnya tingkat risiko kecelakaan kerja, diperlukan adanya tahapan sosialisai tentang keselamatan kerja oleh Perusahaan terkait, Pengetahuan tentang keselamatan kerja harus di tekankan dalam suatu project dan perlunya penerapan disiplin dalam penggunakan Alat Pelindung Diri (APD).
Perencanaan Bangunan Pengaman Tebing Pada Proyek Pembangunan Ruang Kelas Bersama Universitas Lancang Kuning Nurhalida; Zainuri; Muthia Anggraini
Journal of Infrastructure and Civil Engineering Vol. 6 No. 1 (2026)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil Sekolah Tinggi Teknologi Pekanbaru

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35583/jice.v6i1.131

Abstract

Area pembangunan ruang kelas bersama yang direncanakan di Universitas Lancang Kuning khususnya bangunan 3 lantai, pada lahan yang berdekatan dengan lereng atau tebing menimbulkan risiko teknis yang tidak dapat diabaikan. Salah satu tantangan utama adalah tekanan lateral tanah yang terjadi akibat kondisi topografi miring. Hal ini juga ditemukan pada lokasi pembangunan ruang kelas bersama di Universitas Lancang Kuning, Lereng memiliki ketinggian 5 meter. Tujuannya adalah penanganan teknis untuk menjamin kestabilan lereng. Maka diperlukan perencanaan bangunan dinding penahan tanah tipe gravitasi sebagai solusi pengamanan tebing. Berdasarkan perhitungan teknis dan geoteknik yang mengacu pada SNI 8460-2017, Dengan menggunakan metode Simplified Bishop, hasil analisis terhadap kestabilan lereng menunjukkan faktor keamanan (FS) bidang gelincir lereng dengan jari-jari (R) = 5,16 meter. Selanjutnya direncanakan dimensi dinding penahan tanah tipe gravitasi dengan tinggi 4 meter, ketebalan puncak atas 0,6 meter, lebar tumit belakang 0,75 meter, lebar telapak 3,5 m dan lebar dasar dinding 0,75 m telah dianalisis. Hasil analisis menunjukkan bahwa nilai faktor keamanan terhadap pergeseran (Fgs) sebesar 3,15, terhadap guling (Fgl) sebesar 7,21, dan terhadap daya dukung tanah sebesar 19,22. Seluruh nilai tersebut melebihi batas minimum yang disyaratkan (Fgs dan Fgl > 1,5; daya dukung > 3), sehingga struktur dinyatakan aman dari ketiga aspek stabilitas tersebut.