p-Index From 2021 - 2026
11.415
P-Index
This Author published in this journals
All Journal DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Regula Fidei : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Kurios Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat Jurnal Teologi Berita Hidup Diegesis: Jurnal Teologi KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Jurnal Shanan JURNAL TERUNA BHAKTI JURNAL TEOLOGI GRACIA DEO EDULEAD: Journal of Christian Education and Leadership Angelion: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen SHAMAYIM: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani IMMANUEL: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Jurnal Pendidikan Agama Kristen (JUPAK) Transformasi Fondasi Iman Kristen dalam Pelayanan Pastoral di Era Society 5.0 Jurnal DIDASKO Sabda : Jurnal Teologi Kristen ELEOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Ritornera - Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) CHARISTHEO: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen ALUCIO DEI Metanoia : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Jurnal Salvation Teokristi: Jurnal Teologi Kontekstual dan Pelayanan Kristiani Harati: Jurnal Pendidikan Kristen PNEUMATIKOS: Jurnal Teologi/Kependetaan REAL DIDACHE: Journal of Christian Education Asian Journal of Philosophy and Religion Lentera Nusantara Philoxenia: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Jurnal Ilmiah Tangkoleh Putai Redominate : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristiani Discreet: Journal Didache of Christian Education Apostolos: Journal of Theology and Christian Education Jurnal Ap-Kain Tri Tunggal: Jurnal Pendidikan Kristen dan Katolik SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen ICHTUS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Basilius Eirene: Jurnal Agama dan Pendidikan GRAFTA: Journal of Christian Religion Education and Biblical Studies AMBASSADORS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Redominate : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristiani
Claim Missing Document
Check
Articles

Kesadaran ekologis sebagai implikasi pendidikan kristiani: Sebuah refleksi Kejadian 1:26 Anjaya, Carolina Etnasari; Triposa, Reni; Arifianto, Yonatan Alex
KURIOS Vol. 9 No. 1: April 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Pelita Bangsa, Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30995/kur.v9i1.715

Abstract

Artikel ini bertujuan memperlihatkan sebuah implikasi teologis dari pembacaan Kejadian 1:26. Melalui metode analisis interpretatif dari pembacaan ulang Kejadian 1:26 secara naratif, diperoleh implikasi tentang tanggung jawab manusia terhadap ciptaan yang lain. Artinya, sebagai simpulan, pembacaan ini memberikan konstruksi kesadaran ekologis bagi umat percaya.
Kode Etik Guru Pendidikan Agama Kristen dalam Kebebasan Media Sosial Napa, Misrini; Triposa, Reni
Jurnal Ap-Kain Vol 1, No 1 (2023): Jurnal Ap-Kain Februari 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Diaspora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52879/jak.v1i1.59

Abstract

The code of conduct of teachers of Christian religious education in the freedom of social media. The code of ethics has a role and becomes very important for education. Because the code of ethics is an ethic that must be possessed by all teachers, especially for Christian religious education teachers. This code of ethics has the ability to guide teachers and can understand learners well. Christian religious education teachers, which currently still lack the application of Christian religious education, are a challenge for education in the digital era. With this research, it has the aim of providing understanding for every educator, especially Christian religious education teachers, so that they can be an example and example for their students in the process of teaching and learning. Christian religious education teachers are teachers who are role models and are able to bring every student in this digital era, where every student knows and uses social media. This research uses a qualitative method, namely by studying literature to collect various sources of scientific data, both articles, journals and books. The sources of data collected are appropriate and related to observations, namely the facts that occur in the field. The result of this research is that Christian religious education teachers must be able to be role models and live Christian values and make the Lord Jesus an example, before sharing or being an example for their students. Because Christian religious education teachers already have a good and correct code of ethics, it will be reflected and can produce students with the character of Christ.AbstrakKode etik guru pendidikan agama Kristen dalam kebebasan media sosial. Kode etik mempunyai peran dan menjadi sangat penting bagi pendidikan. Karena kode etik merupakan suatu etika yang harus dimiliki oleh semua guru, terutama bagi guru pendidikan agama Kristen. Kode etik ini memiliki kemampuan untuk membimbing guru dan dapat memahami peserta didik dengan baik. Guru pendidikan agama Kristen yang saat ini masih adanya kurang penerapan pendidikan agama Kristen merupakan tantangan tersendiri bagi pendidikan di era digital. Dengan adanya penilitian ini memiliki tujuan dimana memberikan pemahaman bagi setiap pendidik terutama guru pendidikan agama Kristen agar bisa menjadi contoh dan teladan bagi peserta didiknya dalam berlangsungnya proses belajar mengajar. Guru pendidikan agama Kristen merupakan guru yang menjadi teladan dan mampu membawah setiap peserta didiknya di era digital ini, dimana setiap para peserta didik mengenal dan memnggunakan media sosial. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif yaitu dengan studi Pustaka mengumpulkan berbagai sumber data ilmiah baik artikel, jurnal dan buku. Sumber-sumber data yang dikumpulkan sesuai dan berkaitan dengan dari pengamatan yaitu fakta-fakta yang terjadi di lapangan. Hasil dari penelitian ini adalah guru pendidikan agama Kristen harus mampu menjadi teladan dan menghidupi nilai-nilai Kristen dan menjadikan Tuhan Yesus sebagai teladan, sebelum membagikan atau menjadi teladan bagi para peserta didiknya. Karena guru pendidikan agama kristena sudah mempunyai kode etik yang baik dan benar maka itu akan tercermin dan dapat menghasilkan peserta didik yang berkarakter Kristus.
Menyikapi Tantangan Pendidikan Agama Kristen bagi Generasi Muda di Era Digital Mawo Ate, Norbertus; Triposa, Reni
Jurnal Ap-Kain Vol 3, No 1 (2025): Teologi dan Pendidikan Agama Kristen - Februari 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Diaspora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52879/jak.v3i1.171

Abstract

The development of adolescent faith is underwritten by Christian religious education. The implementation of PAK for teenagers in the church is the responsibility of PAK. Many teenagers in today's digital era face mental and psychological disorders, moral threats, crime, free sex, and easy copyright infringement. Teenagers also face problems because many of them do not understand the use of technology and do not realise the dangers of using the wrong information technology. As a result, they easily fall into negative behaviours. How Christian religious education helps teenagers handle the challenges of the digital modern age is the subject of this study. Qualitative research was conducted with literature study data collection techniques. The results of this study show that Christian religious education can help teenagers not to be afraid in facing the challenges of the ever-changing digital age.AbstrakEra digital yang cepat ini telah membawa perubahan yang signifikan dalam perilaku dan interaksi sosial, terutama di kalangan remaja. Perkembangan teknologi ini memengaruhi moralitas remaja, yang menjadi semakin rumit dan rentan terhadap pengaruh negatif dari dunia digital yang luas dan tidak terkendali. Penelitian ini bertujuan untuk menemukan dampak pendidikan karakter terhadap moralitas remaja di era digital. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan kajian pustaka dalam menganalisis dampak pendidikan karakter terhadap moralitas remaja. Hasilnya menunjukkan bahwa pendidikan karakter berpengaruh positif dalam membentuk moralitas remaja. Nilai-nilai moral yang diajarkan seperti integritas, kejujuran, dan tanggung jawab, membantu remaja dalam menghadapi efek negatif di era digital. Pendidikan karakter bukan hanya merupakan tanggung jawab sekolah, tetapi juga merupakan tanggung jawab masyarakat, lebih khusus lagi tanggung jawab orang tua. Orang tua perlu memantau penggunaan gadget oleh anak-anak mereka dan memberikan arahan serta batasan. Oleh karena itu, pendidikan karakter menjadi dasar yang penting dalam mempersiapkan generasi muda untuk menghadapi tantangan moral di era digital ini.
Membangun Karakter Melalui Pendidikan: Evaluasi terhadap Program Pendidikan Karakter di Sekolah Dasar Suryati, Dewi; Arifianto, Yonatan Alex; Triposa, Reni
GRAFTA: Journal of Christian Religion Education and Biblical Studies Vol. 2 No. 2 (2023): GRAFTA: Journal of Christian Religion Education and Biblical Studies
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Baptis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Education has an important role in shaping individual knowledge and character to face the times. Education not only affects knowledge, but also affects a person's behavior both as an individual and in social life. Every action people take in a social environment can affect the quality of their lives, and positive deeds play an important role in creating an atmosphere of peace. Therefore, it is important to conduct an assessment of one's character to find out the mistakes made and provide direction for improvement. This study aims to evaluate the importance of character education in shaping positive attitudes and behaviors, and to see the extent to which good character can be a mirror and blessing for oneself and others. The method used in this study is a qualitative approach with interviews, observations and document analysis related to character education in the school environment. The results showed that good character education can help individuals to be more careful in their actions and interactions, and have a positive impact on their social life.
Peran Guru Pendidikan Agama Kristen dalam upaya Preventif Pornografi Indrianto, Indrianto; Arifianto, Yonatan Alex; Triposa, Reni
DIDASKO: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 1, No 1 (2021): Teologi dan Pendidikan Agama Kristen (April 2021)
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Diaspora Wamena

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (461.443 KB) | DOI: 10.52879/didasko.v1i1.1

Abstract

Pornography is an audio-visual product, image or writing that can design the sexual lust of someone who reads or watches it. According to the Christian view, pornography depicts sex in a sinful way, degrades human dignity, destroys marital commitments, and engenders lust and adultery. The cause of pornography addiction is due to internal and external factors. Pornography is bad for teenagers because it causes addiction, damages the brain, the desire to try and imitate, and initiates sexual acts. Through a descriptive qualitative approach, it can be concluded that the role of the teacher and Christian religious education is a teaching and learning process that is based on the Bible, centered on Christ, and depends on the power of the Holy Spirit to guide each person at all levels of faith growth. The role of the Christian Religious Education teacher is not just to provide guidance and teaching in the field of Christian Religious Education to students, but the goal that the teacher wants to achieve is to develop and foster faith, attitudes, and actions in accordance with the testimony in the Bible and applied to them. daily life of students. So that it can seek to prevent pornography in all aspects within the scope of education. Abstract Pornografi adalah sebuah produk audio-visual, gambar ataupun tulisan yang bisa merancang nafsu birahi seksual seseorang yang membaca ataupun menontonnya. Menurut pandangan Kristen pornografi menggambarkan seks dalam cara berdosa, merendahkan martabat manusia, menghancurkan komitmen perkawinan, dan menanamkan hawa nafsu dan perzinahan. Penyebab kecanduan pornografi karena ada faktor internal dan eksternal. Pornografi berdampak buruk bagi remaja karena menyebabkan kecanduan, merusak otak, keinginan untuk mencoba serta meniru, dan mulai melakukan tindakan seksual. Melalui pendekatan kualitatif deskriptif, maka dapat disimpulkan bahwa peran guru dan pendidikan agama Kristen adalah proses pengajaran dan pembelajaran yang berdasarkan Alkitab, berpusat pada Kristus, dan bergantung kepada kuasa Roh Kudus yang membimbing setiap pribadi pada semua tingkat pertumbuhan iman. Peran guru Pendidikan Agama Kristen bukan sekedar memberikan bimbingan dan pengajaran dalam bidang Pendidikan Agama Kristen kepada peserta didik, namun tujuan yang hendak di capai oleh guru yaitu untuk mengembangkan dan menumbuhkan iman, sikap, serta tindakan sesuai dengan kesaksian yang ada dalam Alkitab dan di aplikasikan kedalam kehidupan peserta didik sehari-hari. Sehingga dapat mengupayakan pencegahan pornografi dalam segala aspek dalam lingkup pendidikan. 
Remaja, Teknologi, Dan Iman: Pendidikan Kristen Sebagai Kompas Spiritualitas Digital Trisani, Kezia Sindi; Boiliu, Esti Regina; Triposa, Reni
Philoxenia: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 3, No 2 (2025): Philoxenia: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani - Mei 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kalvary - Maluku Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59376/philo.v3i2.46

Abstract

This study aims to critically identify and analyze the role of Christian education in shaping and sustaining the spiritual discipline of Christian youth in the digital age. Amid the rapid development of technology, today’s adolescents live in an environment filled with instant access to information and virtual interactions, which may reshape their understanding and practice of faith. This research employs a qualitative method with a literature study approach, analyzing various academic sources and relevant studies. The findings indicate that digital technology, when managed wisely, can serve as an effective tool for faith education—through social media, spiritual apps, and interactive online learning. However, excessive reliance on technology without proper guidance may result in a weakened connection to faith communities and diminished depth in personal spirituality. Therefore, Christian education is challenged to design a balanced approach between the use of digital media and the strengthening of interpersonal relationships within the church community. The novelty of this research lies in its formulation of a digitally based pedagogical strategy that preserves the core of Christian spirituality, offering a relevant response to the spiritual formation needs of youth in an ever-evolving digital culture.
Professional Guru PAK dalam Perspektif Etis Teologis Kekristenan Herkulanus Rangga; Reni Triposa; Simatauw, Marfy
ICHTUS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 3 No. 1 (2022): Mei
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Borneo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63830/ebyeva12

Abstract

Abstract: The expertise and professional skills of the teacher, sir, are a teacher's abilities in theteaching and learning process. teacher professional skills also require expertise that is truly possessedby a professional teacher. In learning Christianity, a teacher's professional competence is also verymuch needed, especially in today's increasingly developing era. A Christian Religious educator mustalso have a good personality so that he can be an example for his students as exemplifying JesusChrist. Not only having a good personality but also having a spirituality that is really owned by ateacher of Christianity. As educators, the Christian religion taught must be Bible-centered, whichforms the basis of the material in learning so that what will be delivered is by Bible-centered Christianteachings. The author uses qualitative and descriptive research methods by conducting literaturestudies on this research. So, the professional competence of teachers in the PAK learning process isthe Professional Competence of Teachers in the Learning Process of Christian Religious Education. Sothe journal is about a teacher's professionalism who must have the ability, skills, and expertise inPAK learning which must be Bible-centered.Keywords: teacher's professional expertise and skills; learning process with Christian theology;Christian educationAbstrak: Keahlian dan kecakapan profesional guru pak merupakan kemampuan seorang guru dalamproses belajar mengajar. kecakapan profesional guru juga membutuhkan keahlian yang benar-benaryang dimiliki oleh seorang guru profesional. Proses pembelajaran Agama Kristen kompetensiprofesional seorang guru juga sangat dibutuhkan apalagi pada zaman yang semakin berkembangsaat ini. Seorang pendidik Agama Kristen juga haruslah memiliki kepribadian yang baik sehinggadapat menjadi teladan bagi para peserta didiknya sebagaimana meneladani Yesus Kristus. Bukanhanya memiliki kepribadian baik saja tetapi spiritualitasnya juga haruslah benar-benar dimiliki olehseorang pengajar Agama Kristen. Sebagai pendidik Agama Kristen yang diajarkan haruslah berpusatpada Alkitab yang menjadi dasar materi dalam pembelajaran sehingga apa yang akan disampaikansesuai dengan ajaran Kristen yang berpusat pada Alkitab. Penulis menggunakan metode penelitiankualitatif dan metode deskriptif dengan melakukan studi Pustaka terhadap penelitian ini. Jadi,kecakapan profesional guru dalam proses pembelajaran PAK Kompetensi Profesional Guru dalamProses Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen. Jadi Jurnal tentang seorang profesionalisme guruyang harus memiliki kemampuan, keterampilan, dan keahlian dalam pembelajaran PAK yang harusberpusat pada Alkitab.Kata kunci: keahlian dan kecakapan profesional guru; proses pembelajaran dengan teologiskekristenan; pendidikan agama Kristen
Navigasi Digital dan Spiritualitas Remaja: Peran Pendidikan Kristen di Tengah Arus Teknologi Maharani, Ni Kadek Putri; Boiliu, Esti Regina; Triposa, Reni
GRAFTA: Journal of Christian Religion Education and Biblical Studies Vol. 4 No. 1 (2024): GRAFTA: Journal of Christian Religion Education and Biblical Studies
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Baptis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The development of digital technology has a wide impact in various fields, including education and the formation of Christian teenagers' spirituality. Teenagers in the digital era face challenges in balancing the utilisation of technology with spiritual values. Christian education plays an important role in guiding teenagers to become wise users of technology while building spiritual maturity. The purpose of this study is to analyse the impact of digital technology on teenagers' spirituality and the role of Christian education in overcoming challenges and taking advantage of opportunities, using a qualitative method of literature study. The results showed that digital technology can support adolescents' faith development through access to spiritual resources and digital communities, but also presents challenges such as spiritual distraction and reduced face-to-face interactions. Christian education needs to integrate technology in a balanced way to preserve faith values, with an integrative approach that proposes a digital technology-based education model that not only focuses on knowledge transfer, but also on holistically developing adolescents' spiritual maturity. This model offers a new outlook in balancing the use of technology with engagement in the faith community.
Etika Guru PAK bagi Sikap Etis Politik Identitas Dalam Mereduksi Superioritas Wasari, Desi; Triposa, Reni; Arifianto, Yonatan Alex
Philoxenia: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 1, No 1 (2022): Teologi dan Pendidikan Kristiani - November 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kalvary - Maluku Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (385.806 KB) | DOI: 10.59376/philo.v1i1.6

Abstract

This study aims to describe the ethical paradigm and the role of the Christian Religious Education teacher profession in addressing identity politics with ethical actions in an effort to reduce superiority. The ethical attitude and professionalism of Christian Religious Education teachers play an important role in educating and instilling Christian values in students. So that it can reduce the superiority in identity politics that often occurs in community groups. Identity politics occurs when minority identity groups are excluded from majority identity groups. Therefore, through this research, the author conveys that through the ethical paradigm and the teaching profession of Christian Religious Education, it will actually help efforts in reducing the superiority of identity politics. Using a descriptive qualitative method with a literature study approach, it can be concluded that the indicators of the paradigm and nature of ethics, as well as the role of the Christian Religious Education teacher presented in this study can assist the reader in understanding how the ethics and profession of Christian Religious Education teachers for the ethical attitude of identity politics in attempts to reduce superiority.AbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tentang paradigma etika dan peranan profesi guru Pendidikan Agama Kristen dalam menyikapi politik identitas dengan tindakan etis dalam upaya mereduksi superioritas. Sikap etis dan keprofesinalitas guru Pendidikan Agama Kristen sangat memegang peranan penting dalam mendidik dan menanamkan nilai-nilai kekristenan kepada peserta didik. Sehingga dapat mengurangi superioritas dalam politik identitas yang sering terjadi dalam kelompok masyarakat. Politik identitas terjadi ketika kelompok identitas minoritas dikesampingkan dari kelompok identitas mayoritas. Oleh karena itu, melalui penelitian ini penulis menyampaikan bahwa melalui paradigma etika yang etis dan profesi guru Pendidikan Agama Kristen maka sejatinya akan membantu upaya dalam mereduksi superioritas politik identitas. Menggunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur maka dapat disimpulkan bahwa Indikator-indikator paradigma dan hakikat etika, juga peran guru Pendidikan Agama Kristen yang dikemukakan dalam penelitian ini dapat membantu pembaca dalam memahami bagaimana etika dan profesi guru Pendidikan Agama Kristen bagi sikap etis politik identitas dalam upaya mereduksi superioritas.
Prinsip Guru Pendidikan Agama Kristen Memotivasi Belajar Peserta Didik dalam Perspektif Alkitab Sumiati, Sumiati; Triposa, Reni
Harati: Jurnal Pendidikan Kristen Vol 1 No 1 (2021): HaratiJPK: April
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Kristen IAKN Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54170/harati.v1i1.31

Abstract

Students in the teaching and learning process can give different responses due to family problems or other things that cause a lack of enthusiasm for learning. Likewise with unhealthy associations, and external influences can have an impact on the lives of students in spiritual life and the teaching and learning process in class. Through a literature study research with a descriptive qualitative approach, the writer describes the principles of Christian religious education teachers in motivating students' learning. So it can be concluded that Christian religious education teachers as motivators will certainly find it easier to enter into the realm of problems and struggles of students because psychologically Christian religious education teachers can approach it through spiritual concepts so that it can arouse passion and motivate students to have life values. , spiritual values, and moral values. Peserta didik dalam proses belajar mengajar bisa memberikan respon yang berbeda akibat persoalan keluarga ataupun hal-hal yang lain yang menimbulkan kendornya semangat belajar. Begitu juga dengan pergaulan yang tidak sehat, dan pengaruh dari luarpun bisa berdampak bagi kehidupan peserta didik dalam kehidupan rohani maupun proses belajar mengajar di kelas. Melalui penelitian studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif penulis mendeskripsikan prinsip-prinsip guru pendidikan Agama Kristen sebagai motivator dalam perspektif Alkitab. Sehingga dalam pelaksanaan tugasnya sebagai guru pendidikan agama Kristen yang berperan sebagai motivator tentunya akan lebih mudah untuk masuk dalam ranah afektif pada proses pembelajaran yang mengarah pada permasalahan dan pergumulan peserta didik, dengan melakukan pendekatannya melalui konsep-konsep spiritual sehingga dapat membangkitkan gairah memberikan motivasi membentuk peserta didik memiliki nilai hidup, nilai spiritual, dan nilai moral. Prinsip-prinsip guru sebagai motivator juga diteladankan Yesus yang adalah Guru Agung yang mampu membangkitkan motivasi dalam diri peserta didikNya.
Co-Authors Abel, Angela Adu, Esterina Yunita Alfinny Jelie Runtunuwu Andreas Fernando Anjaya, Carolina Etnasari Ate, Norbertus Mawo Bawamenewi, Yunida Boiliu, Esti Regina Boni Boni Boni Boni Broto Yulianto Budiana, Benniardi Andreas Carolina Etnasari Anjaya Dangndi Handikat Putranis Giawa Daniel Supriyadi Desi Ratnasari Eka Putri Lago Ela, Ela Erna Alinda Hendrika Ottu Fernando, Andreas Gloria Gabriel Lumingas Gloria Gabriel Lumingkas Gloria Lie Hana Hana Herkulanus Rangga Herkulanus Rangga Hutauruk, Rumani Imanuel Nuban Imanuel, Phileo Indrianto Indrianto Ipiana Jatmiko, Indri Jutela, Jutela Kadili, Trivena Enjel Kalensang, Priscilla Cantia Kristina, Ariana Kusumaningsih, Sisilia Triwik Liani, Lika Lidia Marbun Lumingas, Gloria Gabriel Maharani, Ni Kadek Putri Mangetek, Adriano Marbun, Lidia Marfy Simatauw Markuat Matippanna, Jelita Mallangi Mawo Ate, Norbertus Mokodaser, Frits Mooy, Rana Riendawati Mooy, Venida Jeliati Napa, Misrini Nikolaos, Nikolaos Octavianus, Steaven Oktavianus Oktavianus Paulus Karaeng Lembongan Paulus Purwoto Prabowo, Yusak Sigit Purba, Roida Ranja, Joni Leha Hinggi Saptorini, Sari Sari Saptorini Saturnina Elisa Selfiana Carolina Adu Setia Wati, Hani Martha Puji Simatauw, Marfy Sinaga, Reynold P. Steaven Octavianus Steaven Octavianus Sumiati Sumiati Sumiati Sumiati Sumiati Sumiati Supardi, Yogi Supriani, Supriani Suryati, Dewi Susanto, Lasarus Ari Taloim, Merianus Tambunan, Ruhut Parningotan Tan Lie Lie Tangel, Imelda Trisani, Kezia Sindi Tupamahu, Gloria Un Seran, Soviana Dominggas Viani, Neni Vinson, Vinson Wardi Wardi Wasari, Desi Winda Listiana Worek, Natalia Yevonne Yedija, Yedija Yehezkiel, Reinhard Yonatan Alex Arifianto Yudi Hendrilia Yunida Bawamenewi