p-Index From 2021 - 2026
10.027
P-Index
This Author published in this journals
All Journal DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Regula Fidei : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Kurios Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat Jurnal Teologi Berita Hidup Diegesis: Jurnal Teologi KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Jurnal Shanan JURNAL TERUNA BHAKTI JURNAL TEOLOGI GRACIA DEO Angelion: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan) SHAMAYIM: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani IMMANUEL: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Jurnal Pendidikan Agama Kristen (JUPAK) Transformasi Fondasi Iman Kristen dalam Pelayanan Pastoral di Era Society 5.0 Jurnal DIDASKO Sabda : Jurnal Teologi Kristen ELEOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) CHARISTHEO: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Metanoia : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Teokristi: Jurnal Teologi Kontekstual dan Pelayanan Kristiani Harati: Jurnal Pendidikan Kristen PNEUMATIKOS: Jurnal Teologi/Kependetaan REAL DIDACHE: Journal of Christian Education Asian Journal of Philosophy and Religion Lentera Nusantara Philoxenia: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Jurnal Ilmiah Tangkoleh Putai Redominate : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristiani Discreet: Journal Didache of Christian Education Apostolos: Journal of Theology and Christian Education Jurnal Ap-Kain Tri Tunggal: Jurnal Pendidikan Kristen dan Katolik SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen ICHTUS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Basilius Eirene: Jurnal Agama dan Pendidikan GRAFTA: Journal of Christian Religion Education and Biblical Studies AMBASSADORS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Redominate : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristiani
Claim Missing Document
Check
Articles

Kajian Teologis Kepemimpinan Rohani Kristen Dalam Perspektif Titus 1:7-8 Vinson, Vinson; Triposa, Reni; Boiliu, Esti Regina
Jurnal Ap-Kain Vol 3, No 2 (2025): Ap-Kain: Jurnal Penelitian dan PKM
Publisher : Sekolah Tinggi Agama Kristen Diaspora

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52879/jak.v3i2.203

Abstract

Spiritual leadership in the church is a vital aspect because a leader serves as a role model and guide for the growth of the congregation's faith. However, this spiritual dimension is often neglected, resulting in leadership that does not produce true fruit of service. Titus 1:7–8 emphasises the standards of Christian leadership, which emphasise integrity, exemplary behaviour, and sound teaching. This study aims to theologically examine Christian spiritual leadership in the perspective of Titus 1:7–8 by highlighting its relevance to the responsibility of church pastors in maintaining their personal lives, character, and role in shepherding the congregation. The research method used is qualitative literature study through analysis of biblical texts, theological literature, and relevant previous studies. The results of the study show that Christian spiritual leadership rests on three main dimensions: personal morality, family responsibility, and public exemplary behaviour. These three dimensions emphasise that a leader is called not only to be skilled in teaching, but also to live with integrity, to exemplify Christ, and to be responsible for the souls entrusted to them by God.AbstrakKepemimpinan rohani dalam gereja merupakan aspek vital karena seorang pemimpin berperan sebagai teladan dan penuntun pertumbuhan iman jemaat. Namun, sering kali dimensi rohani ini terabaikan sehingga kepemimpinan tidak menghasilkan buah pelayanan yang sejati. Titus 1:7–8 menegaskan standar kepemimpinan Kristen yang menekankan integritas, keteladanan, dan pengajaran yang benar. Penelitian ini bertujuan mengkaji secara teologis kepemimpinan rohani Kristen dalam perspektif Titus 1:7–8 dengan menyoroti relevansinya terhadap tanggung jawab gembala sidang dalam menjaga kehidupan pribadi, karakter, serta peran penggembalaan jemaat. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif studi pustaka melalui analisis teks Alkitab, literatur teologi, serta penelitian terdahulu yang relevan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kepemimpinan rohani Kristen bertumpu pada tiga dimensi utama: moralitas pribadi, tanggung jawab keluarga, dan keteladanan publik. Ketiga dimensi ini menegaskan bahwa seorang pemimpin dipanggil bukan sekadar mahir dalam pengajaran, tetapi juga hidup dalam integritas, meneladani Kristus, serta bertanggung jawab atas jiwa-jiwa yang dipercayakan Allah.
Implikasi Teori Tindakan Komunikasi Habermas dalam Pendidikan Kristen Triposa, Reni; Sinaga, Reynold P.; Jatmiko, Indri
Regula Fidei : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 9, No 1 (2024): Maret 2024
Publisher : Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/rfidei.v9i1.211

Abstract

Teori tindakan komunikasi Habermas menegaskan bahwa komunikasi antara orang-orang dalam lingkup kebersamaan harus mencapai konsensus berdasarkan pemahaman yang menempatkan prioritas untuk saling, menyelesaikan kontradiksi, perselisihan, dan konflik melalui dialog yang tulus, dan akhirnya mewujudkan cita-cita masyarakat yang rasional. Mengunakan metode kualitatif deskriptif dengan pendekatan studi literatur maka dapat disimpulkan bahwa konteks pendidikan Kristen, prinsip-prinsip teori komunikasi Habermas juga dapat diterapkan dengan menekankan dialog terbuka tentang nilai-nilai Kristen, toleransi terhadap pandangan yang berbeda, dan pengembangan keterampilan berbicara dan mendengarkan yang baik. Dengan demikian, pendidik Kristen dapat mengintegrasikan nilai-nilai iman Kristiani dengan prinsip-prinsip komunikasi yang sehat dalam pendidikan.
Strategi Pembelajaran Berbasis Proyek dalam Meningkatkan Kreativitas Siswa Sekolah Dasar Nikolaos, Nikolaos; Arifianto, Yonatan Alex; Triposa, Reni
ELEOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 3 No. 2 (2024): Januari 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kalvari Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53814/eleos.v3i2.73

Abstract

Abstract: The aim of this research is to analyze the application of the project-based learning model to increase the creativity of elementary school students. This research uses a descriptive qualitative method with a literature and narrative study approach. So it can be concluded that the project-based learning model in increasing the creativity of students in elementary schools found that teachers must understand and have an understanding of learning strategies because project-based learning is a student-centered approach where students actively develop their knowledge through practice and application of ideas. new. Students engage in problem-solving projects that are important for future employment through research, hypothesis, discussion and testing of new ideas. And of course what is expected is that teachers must also prepare various forms and ways of delivering material even though in general teachers have ways and patterns of teaching in the classroom and outside the classroom. Abstrak: Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis penerapan model pembelajaran berbasis proyek untuk meningkatkan kreativitas siswa sekolah dasar. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskritif dengan pendekatan studi pustaka dan naratif.  Maka dapat disimpulkan bahwa model pembelajaran berbasis proyek dalam meningkatkan kreativitas nara didik pada Sekolah Dasar ditemukan guru harus memahami dan memiliki Pengertian tentang strategi pembelajaran sebab Pembelajaran berbasis proyek merupakan pendekatan yang berpusat pada siswa di mana siswa secara aktif mengembangkan pengetahuannya melalui praktik dan penerapan ide-ide baru. Siswa terlibat dalam proyek pemecahan masalah yang penting untuk pekerjaan masa depan melalui penelitian, hipotesis, diskusi dan pengujian ide-ide baru. Dan tentunya yang diharapkan bahwa guru juga harus menyiapkan berbagai bentuk dan cara menyampaikan materi meskipun pada umunya guru memiliki cara dan pola mengajar didalam kelas maupun diluar kelas. 
Penguatan Karakter Siswa Melalui Penggunaan Metode Bercerita: Sebuah Studi pada Charis Institute, Surakarta Viani, Neni; Triposa, Reni; Arifianto, Yonatan Alex
SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 5, No 1: Pebruari 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi IKAT Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52220/sikip.v5i1.218

Abstract

It is essential to strengthen character as early as possible by instilling positive things in children, such as good manners, independence, responsibility, etc. Each individual has their character, some positive and some negative. However, children sometimes cannot differentiate between good and evil, so they tend to have negative characteristics, such as stealing, fighting, lying, etc. Therefore, schools must implement character education in every lesson for students' future. This research was conducted to increase educators' insight into the importance of character strengthening, which is implemented early; schools, families, and communities play an essential role in strengthening children's character. The author uses a qualitative research approach using descriptive analysis methods and collects data. Charis Institute Surakarta Kindergarten School works with parents to enhance the character of their students by using the storytelling method in daily devotional learning.  AbstrakPenguatan karakter sangat penting dilakukan sedini mungkin dengan menanamkan hal-hal yang positif kepada anak-anak misalnya sopan santun, mandiri, bertanggung jawab dan lain sebagainya. Setiap individu memiliki karakternya masing-masing ada yang positif dan ada yang negatif. Tetapi anak-anak terkadang tidak dapat membedakan mana yang baik dan mana yang jahat sehingga cenderung memiliki karakter yang negatif misalnya, mencuri, berkelahi, berbohong dan lain sebagainya. Maka dari itu sekolah harus menerapkan Pendidikan karakter dalam setiap pembelajarannya bagi masa depan anak didik. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan menambah wawasan para pendidik akan pentingnya penguatan karakter yang diterapkan sejak dini, bukan hanya sekolah tetapi keluarga dan Masyarakat juga turut berperan penting dalam menguatkan karakter anak-anak. Penulis menggunakan metode penelitian pendekatan kualitatif dengan memakai metode deskriptif analisis serta melakukan pengumpulan data. Sekolah TK Charis Institute Surakarta bekerja sama dengan orang tua untuk memperkuat karakter anak didiknya dengan menggunakan metode bercerita dalam pembelajaran yang dilakukan didevosi setiap hari.  
Strategi Pembelajaran Guru Sekolah Minggu dalam Menghadapi Anak yang Pasif Boni Boni; Yonatan Alex Arifianto; Reni Triposa
REDOMINATE Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 5 No. 2 (2024): REDOMINATE
Publisher : Sekolah Tinggi Teologia Kerusso Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59947/redominate.v5i2.98

Abstract

Sunday school teachers must be an example for every child. Sunday school teachers must also be able to provide exciting teachings and involve children in learning so that passive children can participate in learning. Using descriptive qualitative methods, this research can be concluded that. Teachers in Sunday schools can create effective teaching methods that involve children in teaching, such as the question-and-answer method, to encourage children to be active in the learning process, enabling them to be enthusiastic in the teaching process. Sunday school is essential in teaching, helping, and encouraging children to understand what the Bible provides as the right way to live in Christ. Children can shape their attitudes, behavior, and character by following God's commands through the Word of God, taught by parents and Sunday schoolteachers in the Christian faith.
Implikasi Teologi Praktis Jemaat Mula-Mula Yerusalem bagi Kehidupan GPdI Eben Haezer Antutan Mokodaser, Frits; Triposa, Reni; Boiliu, Esti Regina
Philoxenia: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 4, No 1 (2025): Philoxenia: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani - November 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kalvary - Maluku Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59376/philo.v4i1.55

Abstract

This study discusses the life of the early church as recorded in Acts 2:42-47, which explains the practical theological standards for the church today, especially for the life of the GPdI Eben Haezer church in Antutan village. Referring to the early church in Jerusalem, we can see that the early church was full of faithfulness in teaching and deepening the word of God, close fellowship, and prayer as a way of life, as well as a very high and tangible level of social concern. This pattern of life not only reflects unity in a community centred on Christ, the head of the church, and illustrates the fullness of the Holy Spirit, but it also illustrates a balanced life between our relationship with God and our relationships with other human beings. This study uses a qualitative approach with a literature study method. The conclusion of this study reveals that emulating the life of the early church in Jerusalem will strengthen the church today, especially the GpdI Eben Haezer congregation in Antutan village, to become a church community that is faithful to the word of God, filled with the power of the Holy Spirit, and become a practical guide in faith development, fellowship, and ministry amid economic challenges and globalisation.AbstrakPenelitian ini membahas mengenai kehidupan yang ada di jemaat mula-mula seperti yang sudah tercatat di dalam Kisah Para Rasul 2:42-47 dimana di jelaskan mengenai standar teologis praktis bagi gereja saat ini khusunya bagi kehidupan di gereja GPdI Eben Haezer desa Antutan. Jika merujuk kepada jemaat mula-mula di Yerusalem maka bisa mengetahui bahwa jemaat mula-mula penuh dengan kesetiaan dalam pengajaran dan pendalam firman Tuhan, persekutuan yang erat, dan doa sebagai gaya hidup, serta kepedulian sosial yang sangat tinggi dan nyata. Pola kehidupan ini bukan hanya mencerminkan persatuan dalam komunitas yang berpusat kepada sang kepada gereja yaitu Kristus dan menggambarkan kepenuhan Roh Kudus, namun hal ini juga menggambarkan kehidupan yang seimbang antara hubungan dengan Allah dan hubungan antara umat manusia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur Kesimpulan penelitian ini mengungkapkan bahwa meneladani kehidupan jemaat mula-mula di Yerusalem maka akan memperkuat gereja saat ini khususnya jemaat GpdI Eben Haezer desa Antutan agar menjadi komunitas gereja yang setia kepada firman Tuhan, di penuhi noleh kuasa karya Roh Kudus serta menjadi pedoman pratis dalam pembinaan iman, persekutuan, dan pelayanan di tengah tantangan ekonomi dan globalisasi.
Model Kolaborasi Orang Tua dan Pelayan Anak dalam Pertumbuhan Iman Anak Usia Pra Remaja Di GKII Imanuel Amborawang Darat Tangel, Imelda; Boiliu, Esti Regina; Triposa, Reni
Tri Tunggal: Jurnal Pendidikan Kristen dan Katolik Vol. 3 No. 4 (2025): November : Tri Tunggal: Jurnal Pendidikan Kristen dan Katolik
Publisher : Asosiasi Riset Pendidikan Agama dan Filsafat Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/tritunggal.v3i4.1555

Abstract

This study aims to analyze the collaborative model between parents and childcare workers in the faith development of pre-adolescent children at GKII Imanuel Amborawang Darat. A descriptive qualitative approach was used, utilizing Bandura's social learning theory, Bronfenbrenner's human development ecology, and the concept of faith education according to Pazmino and Turansky & Miller as theoretical foundations. The results of the study indicate that effective collaboration between parents and childcare workers creates synergy in fostering children's faith through spiritual communication, living examples, and ongoing spiritual guidance. An integrated faith environment between home and church plays a crucial role in helping pre-adolescent children internalize Christian values. In facing the challenges of digital culture, this collaboration is key to strengthening the foundation of children's faith. This study emphasizes the importance of a strategic and sustainable partnership between families and churches in the process of forming children's faith, so that they can better face the various challenges of this digital era.
Disiplin Rohani sebagai Faktor Penentu Pertumbuhan Iman dan Keterlibatan Pelayanan Jemaat di GPdI Rhema Tarakan Mangetek, Adriano; Arifianto, Yonatan Alex; Triposa, Reni
Ambassadors: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol 4 No 2 (2025): Desember 2025
Publisher : STT INDONESIA MANADO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54369/ajtpk.v4i2.72

Abstract

Abstract: The background of this study stems from the phenomenon of declining spiritual discipline among congregations, where many Christians are active in ministry but lack diligence in prayer, Bible reading, and fellowship, resulting in suboptimal growth in faith. This condition is also evident in GPdI Rhema Tarakan, where some congregants are not consistent in practising spiritual discipline, which is the main foundation for maturity in faith and Christ-like character. This study aims to analyse the influence of spiritual discipline on the growth of faith among the congregation of GPdI Rhema Tarakan and to identify the most dominant aspects of spiritual discipline in supporting their growth in faith. The research method used is descriptive qualitative, with a field study approach through interviews, observation, and documentation, as well as reinforcement from relevant literature reviews to obtain a deep and contextual understanding of the relationship between spiritual discipline and the growth of the congregation's faith. The results of the study show that spiritual discipline has a strong theological foundation and is the main means for the formation of mature faith in the life of the congregation. Consistent practices of spiritual discipline, such as prayer, reading the Word, and fellowship, have been proven to have a direct influence on the congregation's involvement in ministry and to foster the character of Christ in their daily lives. Thus, spiritual discipline not only strengthens individual faith growth, but also has significant implications for the holistic progress and growth of the local church. Abstrak: Latar belakang penelitian ini berangkat dari fenomena menurunnya disiplin rohani di kalangan jemaat, di mana banyak orang Kristen aktif dalam pelayanan namun kurang tekun dalam doa, pembacaan Alkitab, dan persekutuan, sehingga pertumbuhan iman tidak berkembang secara optimal. Kondisi ini juga terlihat di GPdI Rhema Tarakan, di mana sebagian jemaat belum konsisten menjalankan disiplin rohani yang menjadi fondasi utama bagi kedewasaan iman dan karakter Kristus. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis  disiplin rohani terhadap pertumbuhan iman jemaat GPdI Rhema Tarakan serta mengidentifikasi aspek disiplin rohani yang paling dominan dalam mendukung pertumbuhan iman mereka. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif, dengan pendekatan studi lapangan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi, serta penguatan dari kajian pustaka yang relevan untuk memperoleh pemahaman yang mendalam dan kontekstual mengenai hubungan antara disiplin rohani dan pertumbuhan iman jemaat.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa disiplin rohani memiliki landasan teologis yang kuat dan menjadi sarana utama bagi pembentukan iman yang dewasa dalam kehidupan jemaat. Praktik disiplin rohani yang konsisten, seperti doa, pembacaan Firman, dan persekutuan terbukti  memiliki keterlibatan jemaat dalam pelayanan serta menumbuhkan karakter Kristus yang nyata dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, disiplin rohani tidak hanya memperkuat pertumbuhan iman individu, tetapi juga memberikan implikasi signifikan terhadap kemajuan dan pertumbuhan gereja lokal secara holistik
Co-Authors Abel, Angela Adu, Esterina Yunita Alfinny Jelie Runtunuwu Andreas Fernando Anjaya, Carolina Etnasari Ate, Norbertus Mawo Bawamenewi, Yunida Boiliu, Esti Regina Boni Boni Boni Boni Broto Yulianto Carolina Etnasari Anjaya Dangndi Handikat Putranis Giawa Daniel Supriyadi Desi Ratnasari Ela, Ela Erna Alinda Hendrika Ottu Fernando, Andreas Gloria Gabriel Lumingas Gloria Gabriel Lumingkas Gloria Lie Hana Hana Herkulanus Rangga Herkulanus Rangga Hutauruk, Rumani Imanuel Nuban Indrianto Indrianto Ipiana Jatmiko, Indri Jura, Demsy Jutela, Jutela Kadili, Trivena Enjel Kristina, Ariana Lidia Marbun Lumingas, Gloria Gabriel Maharani, Ni Kadek Putri Mangetek, Adriano Marbun, Lidia Marfy Simatauw Markuat Mawo Ate, Norbertus Mokodaser, Frits Mooy, Rana Riendawati Mooy, Venida Jeliati Napa, Misrini Nikolaos, Nikolaos Octavianus, Steaven Oktavianus Oktavianus Paulus Karaeng Lembongan Paulus Purwoto Prabowo, Yusak Sigit Purba, Roida Saptorini, Sari Sari Saptorini Saturnina Elisa Selfiana Carolina Adu Setia Wati, Hani Martha Puji Simatauw, Marfy Sinaga, Reynold P. Steaven Octavianus Steaven Octavianus Sumiati Sumiati Sumiati Sumiati Sumiati Sumiati Supardi, Yogi Supriani, Supriani Suryati, Dewi Susanto, Lasarus Ari Taloim, Merianus Tambunan, Ruhut Parningotan Tan Lie Lie Tangel, Imelda Trisani, Kezia Sindi Tupamahu, Gloria Un Seran, Soviana Dominggas Viani, Neni Vinson, Vinson Wardi Wardi Wasari, Desi Winda Listiana Yedija, Yedija Yonatan Alex Arifianto Yudi Hendrilia Yunida Bawamenewi