p-Index From 2021 - 2026
10.027
P-Index
This Author published in this journals
All Journal DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Regula Fidei : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Kurios Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat Jurnal Teologi Berita Hidup Diegesis: Jurnal Teologi KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Jurnal Shanan JURNAL TERUNA BHAKTI JURNAL TEOLOGI GRACIA DEO Angelion: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Te Deum (Jurnal Teologi dan Pengembangan Pelayanan) SHAMAYIM: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani IMMANUEL: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Jurnal Pendidikan Agama Kristen (JUPAK) Transformasi Fondasi Iman Kristen dalam Pelayanan Pastoral di Era Society 5.0 Jurnal DIDASKO Sabda : Jurnal Teologi Kristen ELEOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) CHARISTHEO: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Metanoia : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Teokristi: Jurnal Teologi Kontekstual dan Pelayanan Kristiani Harati: Jurnal Pendidikan Kristen PNEUMATIKOS: Jurnal Teologi/Kependetaan REAL DIDACHE: Journal of Christian Education Asian Journal of Philosophy and Religion Lentera Nusantara Philoxenia: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Jurnal Ilmiah Tangkoleh Putai Redominate : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristiani Discreet: Journal Didache of Christian Education Apostolos: Journal of Theology and Christian Education Jurnal Ap-Kain Tri Tunggal: Jurnal Pendidikan Kristen dan Katolik SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen ICHTUS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Basilius Eirene: Jurnal Agama dan Pendidikan GRAFTA: Journal of Christian Religion Education and Biblical Studies AMBASSADORS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Redominate : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristiani
Claim Missing Document
Check
Articles

Prinsip Guru Pendidikan Agama Kristen Memotivasi Belajar Peserta Didik dalam Perspektif Alkitab Sumiati, Sumiati; Triposa, Reni
Harati: Jurnal Pendidikan Kristen Vol 1 No 1 (2021): HaratiJPK: April
Publisher : Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Kristen IAKN Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54170/harati.v1i1.31

Abstract

Students in the teaching and learning process can give different responses due to family problems or other things that cause a lack of enthusiasm for learning. Likewise with unhealthy associations, and external influences can have an impact on the lives of students in spiritual life and the teaching and learning process in class. Through a literature study research with a descriptive qualitative approach, the writer describes the principles of Christian religious education teachers in motivating students' learning. So it can be concluded that Christian religious education teachers as motivators will certainly find it easier to enter into the realm of problems and struggles of students because psychologically Christian religious education teachers can approach it through spiritual concepts so that it can arouse passion and motivate students to have life values. , spiritual values, and moral values. Peserta didik dalam proses belajar mengajar bisa memberikan respon yang berbeda akibat persoalan keluarga ataupun hal-hal yang lain yang menimbulkan kendornya semangat belajar. Begitu juga dengan pergaulan yang tidak sehat, dan pengaruh dari luarpun bisa berdampak bagi kehidupan peserta didik dalam kehidupan rohani maupun proses belajar mengajar di kelas. Melalui penelitian studi literatur dengan pendekatan kualitatif deskriptif penulis mendeskripsikan prinsip-prinsip guru pendidikan Agama Kristen sebagai motivator dalam perspektif Alkitab. Sehingga dalam pelaksanaan tugasnya sebagai guru pendidikan agama Kristen yang berperan sebagai motivator tentunya akan lebih mudah untuk masuk dalam ranah afektif pada proses pembelajaran yang mengarah pada permasalahan dan pergumulan peserta didik, dengan melakukan pendekatannya melalui konsep-konsep spiritual sehingga dapat membangkitkan gairah memberikan motivasi membentuk peserta didik memiliki nilai hidup, nilai spiritual, dan nilai moral. Prinsip-prinsip guru sebagai motivator juga diteladankan Yesus yang adalah Guru Agung yang mampu membangkitkan motivasi dalam diri peserta didikNya.
Analisis Peranan Guru Sebagai Pembimbing dalam Meningkatkan Spiritualitas Peserta Didik di Era Digital Supardi, Yogi; Triposa, Reni
Basileus Eirene: Jurnal Agama dan Pendidikan Vol 4 No 1 (2025)
Publisher : Basilius Eirene Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63436/bejap.v4i1.90

Abstract

Peran guru sebagai pembimbing sering kali  guru hanya sebagai pemandu dalam proses pembentukan sikap spiritual. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran guru sebagai pembimbing spiritual di era digital tidak hanya memandu melainkan mendampingi peserta didik dalam proses mereka berjalan untuk menimba pengetahuan moral yang baik agar tercapainya suatu cita-cita kesejahteraan pembimingan. Dalam penelitian ini Penulis meyoroti mengenai peran seorang guru di era digital sebagai pembimbing spiritual yang bukan hanya menjadi pemberi materi atau pengajaran bagi para peserta didik tetapi, juga menjadi teladan dalam hal tingkah laku dan pola pembimbingan seorang guru di era digital, serta internalisasi nilai spiritual seorang  guru guna mentransformasi nilai spiritaul itu kepada setiap peserta didik. Dalam artikel ini penulis memaparkan Konseptualisasi bimbingan spiritual dalam era digital. Jenis penelitian ini adalah penelitian pustaka dengan model pendekatan kualitatif deskriptif, yang dimana penulis menggali dengan bebarapa sumber literatur seperti artikel jurnal yang masih berkaitan dengan tema yang diangkat oleh penulis yakni, peran guru sebagai pembimbing spiritual di era digital ataupun buku-buku yang selaras deangan tema. Signifikansi guru sebagai figur sentral dalam proses internalisasi nilai-nilai spiritual serta pola pembimbingan spiritual dalam ruang lingkup digital menjadi sangat utama.
Manajemen Pendidikan Agama Kristen di Era Algoritma: Integrasi Kecerdasan Buatan, Budaya Lokal, dan Spiritualitas dalam Konteks Indonesia Triposa, Reni; Lumingas, Gloria Gabriel
Regula Fidei : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Vol 10, No 2 (2025): September 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan, Universitas Kristen Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33541/rfidei.v10i2.314

Abstract

Perkembangan teknologi algoritmik dan kecerdasan buatan (AI) membawa dampak signifikan terhadap lanskap pendidikan global, termasuk Pendidikan Agama Kristen (PAK) di Indonesia. Transformasi digital ini tidak hanya membuka peluang baru dalam pengelolaan pembelajaran, tetapi juga menimbulkan tantangan serius terkait kontinuitas nilai budaya lokal dan integritas spiritualitas Kristen. Artikel ini bertujuan merumuskan kerangka konseptual manajemen PAK yang mampu mengintegrasikan kemajuan teknologi dengan identitas teologis dan kearifan lokal. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi literatur sistematis terhadap kebijakan pendidikan, karya teologis, dan laporan institusional. Hasil kajian menekankan tiga dimensi strategis dalam manajemen PAK di era algoritma: (1) adaptasi pedagogi berbasis AI yang tetap responsif terhadap nilai budaya lokal, (2) digitalisasi kurikulum teologi yang memelihara spiritualitas dan narasi iman, serta (3) pembentukan komunitas belajar virtual lintas generasi sebagai ruang interaksi iman yang kontekstual. Lebih jauh, keberhasilan manajemen PAK ditentukan oleh kepemimpinan transformatif yang berlandaskan nilai iman, partisipasi komunitas lokal dalam perumusan kebijakan digital, serta penguatan literasi algoritmik yang berakar pada teologi Kristen. Artikel ini merekomendasikan pembentukan komite etika digital di lembaga pendidikan Kristen untuk menjaga integritas iman dan budaya dalam integrasi teknologi, serta pengembangan kurikulum digital kontekstual yang menanamkan spiritualitas ekologis, etika digital, dan kesadaran budaya. Dengan demikian, PAK dapat berfungsi sebagai agen transformasi yang relevan, profetis, dan transformatif di era kecerdasan buatan.
Merdeka melalui Pendidikan: Pendekatan Filsafat Pendidikan Kristen sebagai Proses Pembentukan dan Pembelajaran yang Transformatif Triposa, Reni
Immanuel: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 6, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46305/im.v6i2.535

Abstract

Education has often been understood as merely a process of knowledge transfer without regard to the dimension of human liberation from various existential limitations such as ignorance, injustice, poverty, and loss of meaning in life. In this context, Christian education offers a transformative and holistic approach, rooted in a theological understanding of humans as imago Dei who are called to live in truth, love, and service. This paper aims to analyse the concept of Freedom through Education from the perspective of Christian educational philosophy and review its relevance to the implementation of the Merdeka Curriculum and Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) in Indonesia. This study uses a qualitative approach with a literature review method through a study of relevant theological, philosophical, and educational policy literature. The results of the study show that Christian education is a process of liberation that emphasises the integration of faith, knowledge, and action in forming people who are free in Christ. The concept of independence through education provides a foundation for character development, moral freedom, and social responsibility rooted in love and service. Thus, Christian education is expected to be a means of spiritual and social transformation that enables humans to live in truth and realise God's love in the context of Indonesian education. AbstrakPendidikan selama ini sering dipahami sebatas proses transfer pengetahuan tanpa memperhatikan dimensi pembebasan manusia dari berbagai keterbatasan eksistensial seperti ketidaktahuan, ketidakadilan, kemiskinan, dan kehilangan makna hidup. Dalam konteks tersebut, Pendidikan Kristen hadir dengan pendekatan yang transformatif dan holistik, berakar pada pemahaman teologis tentang manusia sebagai imago Dei yang dipanggil untuk hidup dalam kebenaran, kasih, dan pelayanan. Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis konsep Merdeka melalui Pendidikan dalam perspektif filsafat pendidikan Kristen serta meninjau relevansinya terhadap implementasi Kurikulum Merdeka dan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka melalui kajian terhadap literatur teologis, filosofis, dan kebijakan pendidikan terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa Pendidikan Kristen merupakan proses pembebasan yang menekankan integrasi iman, pengetahuan, dan tindakan dalam membentuk manusia yang merdeka di dalam Kristus. Konsep Merdeka melalui Pendidikan memberikan fondasi bagi pengembangan karakter, kebebasan moral, dan tanggung jawab sosial yang berakar pada kasih dan pelayanan. Dengan demikian, Pendidikan Kristen diharapkan menjadi sarana transformasi spiritual dan sosial yang memampukan manusia hidup dalam kebenaran serta mewujudkan kasih Allah dalam konteks pendidikan Indonesia.
Penerapan Teori Belajar Humanistik Pada Anak Usia DiniDalam Bingkai Iman Kristen Tupamahu, Gloria; Arifianto, Yonatan Alex; Triposa, Reni
Jurnal Lentera Nusantara Vol 3, No 1 (2023): Pendidikan Kristen dan Teologi - Desember 2023
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59177/jls.v3i1.248

Abstract

The main function of early childhood education is to be a place for children to process to develop themselves through their world, namely play. The state of the times and its development began to affect the perspective of thinking that in early childhood education institutions more applied play and learning. But nowadays early childhood education institutions are no longer playing while learning but have emphasized learning like elementary school children. Such things as children being forced to accept teaching that is not in accordance with their age is clearly not humanizing because the world of children is a world of play. Using a descriptive qualitative method, it can be concluded that in education, children are expected to feel freedom and also feel unbound by the opinions of other people, both educators and people in the scope of the child's own life, and students are also expected to be able to manage their own personalities with a sense of responsibility without violating existing moral and ethical rules. And where the achievement of humanistic learning in the realm of Christian Religious Education is to shape the child's personality so that the child achieves a change in attitude and is able to become a light in the community. The application of humanistic learning theory in early childhood in the frame of Christian faith can produce experiences that are holistic. with a focus on the needs and potential of children.AbstrakFungsi utama pendidikan anak usia dini adalah menjadi suatu wadah bagi anak untuk berproses mengembangkan dirinya melalui dunia mereka yaitu bermain. Keadaan zaman dan perkembangannya mulai memengaruhi perspektif berpikir yang pada lembaga pendidikan anak usia dini lebih diterapkan bermain dan belajar. Namun dewasa ini lembaga pendidikan anak usia dini bukan lagi bermain sambil belajar tetapi sudah menekankan belajar seperti layaknya anak sekolah dasar. Hal demikian seperti anak dipaksa untuk menerima pengajaran yang tidak sesuai dengan umurnya jelas tidak memanusiakan karena dunia anak adalah dunia bermain. Mengunkan metode kualitatif deskritif maka dapat disimpulkan bahwa Dalam Pendidikan anak diharapkan merasakan kebebasan dan juga merasakan ketidak terikatan oleh pendapat orang lain baik pendidik maupun orang-orang yang ada dalam lingkup kehidupan anak itu sendiri, dan anak didik juga diharapkan dapat mengatur kepribadian mereka sendiri dengan penuh rasa tanggung jawab tanpa melanggar aturan moral dan etika yang ada. Dan di mana capaian pembelajaran humanistik di ranah Pendidikan Agama Kristen untuk membentuk pribadi anak sehingga anak tersebut mencapai perubahan sikap dan mampu menjadi terang di dalam lingkungan Masyarakat. Penerapan teori belajar humanistik pada anak usia dini dalam bingkai iman Kristen dapat menghasilkan pengalaman yang bersifat holistik. dengan fokus pada kebutuhan dan potensi anak.
Penerapan Metode Luring Pada Pembelajaran Pendidikan Agama Kristen Susanto, Lasarus Ari; Arifianto, Yonatan Alex; Triposa, Reni
Jurnal Lentera Nusantara Vol 1, No 2 (2022): Teologi dan Pendidikan Agama Kristen - Juni 2022
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kanaan Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (328.226 KB) | DOI: 10.59177/jls.v1i2.148

Abstract

Education is an activity to civilize young people to live a cultured life in accordance with standards that can be accepted by society. The accuracy of using the learning method depends on the suitability of the learning method with certain factors, for example the suitability of the learning method with the learning objectives, the suitability of the method with the material, the suitability of the learning method with available resources and facilities. one of them is how the phenomenon of the application of offline learning methods. With the application of the offline method, it can be seen the obstacles and how the school's solutions in dealing with the application of the offline method in learning Christian religious education in the current covid-19 pandemic situation faced by the Indonesian people. The method used is a descriptive analysis method using a qualitative approach. The writing uses triangulation techniques to analyze the data, then to further clarify the results of the research. Researchers also use methods or techniques of data collection with the method of observation, interviews, and documentation. The steps taken by the teacher in dealing with the application of the learning method are to give assignments to be done and collected by one of the students and then delivered to the school, then at certain times the teacher visits the students to each house.AbstrakPendidikan merupakan suatu kegiatan untuk membudayakan manusia muda untuk hidup berbudaya sesuai dengan standar yang dapat di terima oleh masyarakat. Ketepatan penggunaan metode pembelajaran tergantung kepada kesesuaian metode pembelajaran dengan faktor tertentu, misalnya kesesuaian metode pembelajaran dengan tujuan pembelajaran, kesesuaian metode dengan materi, kesesuaian metode pembelajaran dengan sumber dan fasilitas yang tersedia. salah satunya ialah bagaimana fenomena penerapan metode pembelajaran luring. Dengan adanya penerapan metode luring tersebut dapat diketahui kendala dan bagaimana solusi sekolah dalam menghadapi penerapan metode luring dalam pembelajaran pendidikan agama Kristen disituasi pandemi covid -19 yang di hadapi oleh bangsa Indonesia saat ini. Metode yang di gunakan merupakan metode deskriptif analisis dengan menggunakan pendekatan kualitatif. penulisan menggunakan teknik trianggulasi untuk menganalisis data, kemudian untuk lebih memperjelas hasil dari penelitian. Peneliti juga menggunakan cara atau teknik pengumpulan data dengan metode observasi, wawancara, serta dokumentasi. Langkah-langkah yang diambil oleh guru dalam menangani penerapan metode pembelajaran ialah dengan memberikan tugas untuk di kerjakan dan di kumpulkan disalah satu peserta didik kemudian diantarkan ke sekolah, selanjutnya dalam waktu-waktu tertentu guru mengunjungi peserta didik ke setiap rumah.
Peran Dedikasi Guru Dalam Mengembangkan Profesionalisme Untuk Meningkatkan Minat Belajar Anak Taloim, Merianus; Arifianto, Yonatan Alex; Triposa, Reni
Discreet: Journal Didache of Christian Education Vol. 3 No. 2 (2023): December
Publisher : Institut Agama Kristen Negeri Kupang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52960/jd.v3i2.272

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui peran Dedikasi pembelajaran dalam meningkatkan profesionalisme guru, dengan hasil minat belajar siswa. Kendala yang dihadapi guru adalah siswa tidak berperan aktif dalam kegiatan pembelajaran karena metode yang digunakan tidak tepat, ketidaktahuan guru dalam mengoperasikan teknologi dan belum sepenuhnya mampu menilai hasil belajar siswa. Namun guru selalu mengevaluasi hal ini untuk terus meningkatkan profesionalismenya sehingga perencanaan tersebut dapat dijadikan bahan acuan untuk pembuatan selanjutnya. Menggunakan metode kualitatif deskritif maka dapat disimpulkan bahwa strategi dan pendekatan yang afektif untuk memotivasi belajar siswa yakni dengan membangun hubungan yang baik dengan siswa. Mengaitkan pembelajaran dengan kehidupan nyata. Menyajikan tugas yang menantang. Memberikan umpan balik yang konstruktif. Menerapkan pembelajaran kooperatif. Membuat pembelajaran menarik. Menggunakan reward dan penghargaan. Memberikan otonomi dan pilihan kepada siswa. Menyajikan tujuan yang jelas dan terukur. Menggunakan teknologi dalam pembelajaran. Membangun keterhubungan antar pelajaran. Merayakan kemajuan dan prestasi siswa. Mendorong keterlibatan aktif siswa. Membangun lingkungan pembelajaran yang aman.
Christian Ethics as an Effort to Address Moral Crisis in Juvenile Delinquency Kadili, Trivena Enjel; Boiliu, Esti Regina; Triposa, Reni
Asian Journal of Philosophy and Religion Vol. 4 No. 2 (2025): October 2025
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/ajpr.v4i2.15662

Abstract

This study examines the role of Christian ethics as a strategic framework to address moral crises associated with juvenile delinquency. Juvenile delinquency is a complex social phenomenon influenced by intrinsic and extrinsic factors, including family dynamics, peer relationships, educational environments, digital media exposure, and spiritual formation. The study employs a qualitative descriptive approach, integrating data from interviews, observations, and document analysis, validated through triangulation techniques. Findings indicate that Christian ethics, grounded in biblical principles such as love, forgiveness, responsibility, and self-discipline, provides a holistic moral framework that guides adolescents toward ethical decision-making and constructive behavior. The transformative work of the Holy Spirit is highlighted as a central mechanism for internal moral renewal, fostering self-control and spiritual discernment that counteract tendencies toward delinquent behavior.
The POKE Cikarang Community and the Dynamics of Life Partner Selection Among Christian Workers in the Midst of Diversity Hutauruk, Rumani; Triposa, Reni; Boiliu, Esti Regina
Asian Journal of Philosophy and Religion Vol. 4 No. 2 (2025): October 2025
Publisher : PT FORMOSA CENDEKIA GLOBAL

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55927/ajpr.v4i2.15664

Abstract

Marriage represents a crucial phase in human existence, encompassing not only personal dimensions but also reflecting values deeply rooted in faith, culture, and social obligations. This community service aimed to strengthen the faith-based fellowship of Christian workers within the POKE Cikarang community and to support their decision-making in selecting life partners amid workplace diversity. The program involved online and onsite mentoring, worship sessions, and small group discussions using contextual and participatory methods. Activities were conducted over six months through Zoom and WhatsApp platforms, enabling flexible engagement for participants. The results showed increased spiritual maturity, stronger interpersonal connections, and a more thoughtful approach to faith-based relationships. This initiative demonstrates that spiritual communities can foster unity, growth, and resilience in pluralistic professional environments.
Implementasi Metode Role-Play Berbasis Kecerdasan Spiritual Kristen di Sekolah Inklusi TK Talenta Semarang Ela, Ela; Triposa, Reni; Octavianus, Steaven
Immanuel: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 5, No 1 (2024): APRIL 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46305/im.v5i1.243

Abstract

This research was conducted in an inclusive school that focused on the Quiet Time class at TK Talenta Semarang. By cultivating Christian spiritual intelligence that is centered on the character of students, as well as laying the foundation of faith as early as possible, through teaching that is based on the Bible and centered on Christ, with a role-play learning method approach. The existence of special children (Children with Special Needs) who have special needs in certain aspects, the author wants to research learning methods, using the role-play method which is centered on developing the abilities of special children in inclusive schools, which involves interaction and communication in a learning process activities, through role-play method learning activities. From the learning process activities of the role-play method based on spiritual intelligence, it is known and found that in the role-play method there are three other correlations of intelligence, namely: linguistic intelligence, movement-kinesthetic intelligence, and musical intelligence whose existence cannot be separated. This research was carried out to develop several intelligence, from Howard Gardner’s theory, including spiritual intelligence, linguistic intelligence, movement-kinesthetic intelligence, and musical intelligence, in children with special needs. The research method used is a qualitative descriptive method, with data analysis techniques from Miles and Huberman such as data collection, data reduction, data presentation, and drawing results from data verification conclusions, in the form of interviews, observations, documentation, and portfolio. The expected result of this research is the development of a curriculum in inclusive schools by the needs of students, which develops the potential of students. AbstrakPenelitian ini dilakukan, di sekolah inklusi yang berfokus pada kelas Saat Teduh di TK Talenta Semarang. Dengan adanya penanaman kecerdasan spiritual Kristen yang berpusat pada karakter peserta didik, serta meletakan dasar iman sedini mungkin, melalui pengajaran yang bersumber pada Alkitab dan berpusat pada Kristus, dengan pendekatan metode pembelajaran role-play. Keberadaan anak istimewa (Anak Berkebutuhan Khusus) yang memiliki kebutuhan khusus pada aspek tertentu, maka penulis ingin melakukan sebuah penelitian mengenai metode pembelajaran, dengan menggunakan metode role-play yang berpusat pada pengembangan kemampuan anak istimewa di sekolah inklusi, yang melibatkan adanya interaksi, komunikasi dalam suatu kegiatan proses pembelajaran, melalui kegiatan belajar metode role-play. Dari kegiatan proses belajar metode role-play berbasis kecerdasan spiritual, diketahui dan ditemukan bahwa metode role-play terdapat adanya tiga korelasi kecerdasan lainnya yaitu: kecerdasan linguistik, kecerdasan gerak-kinestetik dan kecerdasan musik yang tidak dapat dipisahkan keberadaannya. Penelitian ini dilakukan dengan tujuan untuk mengembangkan beberapa kecerdasan dari teori Howard Gardner yang diantaranya yaitu: kecerdasan spiritual, kecerdasan linguistik, kecerdasan gerak-kinestetik, dan kecerdasan musik, pada anak ABK. Metode penelitian yang digunakan adalah metode deskriptif kualitatif, dengan teknik analisis data dari Miles dan Huberman seperti: pengumpulan data, reduksi data, penyajian data dan penarikan hasil dari kesimpulan/verifikasi data, yang berupa wawancara, observasi, dokumentasi dan portofolio. Hasil yang diharapkan dari penelitian ini, adanya pengembangan kurikulum di sekolah inklusi sesuai dengan kebutuhan peserta didik, yang mengembangkan potensi peserta didik.
Co-Authors Abel, Angela Adu, Esterina Yunita Alfinny Jelie Runtunuwu Andreas Fernando Anjaya, Carolina Etnasari Ate, Norbertus Mawo Bawamenewi, Yunida Boiliu, Esti Regina Boni Boni Boni Boni Broto Yulianto Carolina Etnasari Anjaya Dangndi Handikat Putranis Giawa Daniel Supriyadi Desi Ratnasari Ela, Ela Erna Alinda Hendrika Ottu Fernando, Andreas Gloria Gabriel Lumingas Gloria Gabriel Lumingkas Gloria Lie Hana Hana Herkulanus Rangga Herkulanus Rangga Hutauruk, Rumani Imanuel Nuban Indrianto Indrianto Ipiana Jatmiko, Indri Jura, Demsy Jutela, Jutela Kadili, Trivena Enjel Kristina, Ariana Lidia Marbun Lumingas, Gloria Gabriel Maharani, Ni Kadek Putri Mangetek, Adriano Marbun, Lidia Marfy Simatauw Markuat Mawo Ate, Norbertus Mokodaser, Frits Mooy, Rana Riendawati Mooy, Venida Jeliati Napa, Misrini Nikolaos, Nikolaos Octavianus, Steaven Oktavianus Oktavianus Paulus Karaeng Lembongan Paulus Purwoto Prabowo, Yusak Sigit Purba, Roida Saptorini, Sari Sari Saptorini Saturnina Elisa Selfiana Carolina Adu Setia Wati, Hani Martha Puji Simatauw, Marfy Sinaga, Reynold P. Steaven Octavianus Steaven Octavianus Sumiati Sumiati Sumiati Sumiati Sumiati Sumiati Supardi, Yogi Supriani, Supriani Suryati, Dewi Susanto, Lasarus Ari Taloim, Merianus Tambunan, Ruhut Parningotan Tan Lie Lie Tangel, Imelda Trisani, Kezia Sindi Tupamahu, Gloria Un Seran, Soviana Dominggas Viani, Neni Vinson, Vinson Wardi Wardi Wasari, Desi Winda Listiana Yedija, Yedija Yonatan Alex Arifianto Yudi Hendrilia Yunida Bawamenewi