p-Index From 2021 - 2026
11.415
P-Index
This Author published in this journals
All Journal DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Regula Fidei : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Kurios Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat Jurnal Teologi Berita Hidup Diegesis: Jurnal Teologi KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Jurnal Shanan JURNAL TERUNA BHAKTI JURNAL TEOLOGI GRACIA DEO EDULEAD: Journal of Christian Education and Leadership Angelion: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen SHAMAYIM: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani IMMANUEL: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Jurnal Pendidikan Agama Kristen (JUPAK) Transformasi Fondasi Iman Kristen dalam Pelayanan Pastoral di Era Society 5.0 Jurnal DIDASKO Sabda : Jurnal Teologi Kristen ELEOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Ritornera - Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) CHARISTHEO: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen ALUCIO DEI Metanoia : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Jurnal Salvation Teokristi: Jurnal Teologi Kontekstual dan Pelayanan Kristiani Harati: Jurnal Pendidikan Kristen PNEUMATIKOS: Jurnal Teologi/Kependetaan REAL DIDACHE: Journal of Christian Education Asian Journal of Philosophy and Religion Lentera Nusantara Philoxenia: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Jurnal Ilmiah Tangkoleh Putai Redominate : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristiani Discreet: Journal Didache of Christian Education Apostolos: Journal of Theology and Christian Education Jurnal Ap-Kain Tri Tunggal: Jurnal Pendidikan Kristen dan Katolik SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen ICHTUS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Basilius Eirene: Jurnal Agama dan Pendidikan GRAFTA: Journal of Christian Religion Education and Biblical Studies AMBASSADORS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Redominate : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristiani
Claim Missing Document
Check
Articles

Integrasi Moralitas dan Spiritualitas dalam Pendidikan Sekolah Minggu Berdasarkan Amsal 22:6: Suatu Kajian Teologi Pendidikan Kristen Matippanna, Jelita Mallangi; Boiliu, Esti Regina; Triposa, Reni
Basileus Eirene: Jurnal Agama dan Pendidikan Vol 4 No 2 (2025)
Publisher : Basilius Eirene Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63436/bejap.v4i2.161

Abstract

Perkembangan teknologi dan arus digitalisasi menghadirkan tantangan baru bagi pembentukan moralitas dan spiritualitas anak-anak Kristen. Nilai-nilai iman kerap terpinggirkan oleh pengaruh budaya populer serta melemahnya keteladanan rohani di lingkungan keluarga maupun masyarakat. Dalam situasi demikian, pendidikan Sekolah Minggu memiliki peranan penting sebagai ruang pembinaan iman yang membentuk karakter dan spiritualitas anak sejak dini. Berlandaskan Amsal 22:6, pendidikan Kristen menegaskan panggilan untuk menuntun anak agar hidup sesuai dengan kebenaran Tuhan melalui relasi pribadi yang nyata dengan Allah. Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan penerapan integrasi moralitas dan spiritualitas dalam pendidikan Sekolah Minggu menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif melalui studi pustaka. Hasil kajian menunjukkan bahwa integrasi moralitas dan spritualitas terwujud melalui pemahaman teologis pendidik terhadap nilai iman, penerapan strategi pembelajaran berbasis pengalaman rohani, serta keteladanan hidup guru dan komunitas iman. Pendekatan belajar yang reflektif dan partisipatif terbukti efektif dalam menanamkan nilai kasih, tanggung jawab, serta rasa takut akan Tuhan. Menjawab tantangan era digital, guru Sekolah Minggu dituntut kreatif dalam memanfaatkan media rohani, memperkuat sinergi dengan keluarga dan gereja, serta menciptakan lingkungan belajar yang selaras antara ajaran dan perbuatan. Dengan demikian, integrasi moralitas dan spiritualitas menjadi dasar utama dalam pembentukan iman yang utuh, kontekstual, dan relevan bagi kehidupan anak-anak Kristen masa kini.
KETIKA LAYAR MENGGANTIKAN MIMBAR: FIRMAN DALAM BAYANG-BAYANG TEKNOLOGI Yehezkiel, Reinhard; Arifianto, Yonatan Alex; Triposa, Reni
Alucio Dei Vol 10 No 1 (2026): Alucio Januari 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Duta Panisal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55962/aluciodei.v10i1.256

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara umat Kristen berinteraksi dengan Firman Tuhan, dari pengalaman audial dan komunal di ruang fisik menuju pengalaman visual yang terfragmentasi di layar digital, sehingga memunculkan persoalan teologis terkait otoritas mimbar, kedalaman spiritual, dan pemaknaan Firman yang kini dipengaruhi oleh algoritma serta pola konsumsi konten modern. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis implikasi teologis dari pergeseran penyampaian dan penerimaan Firman Tuhan dari mimbar fisik menuju media digital. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, maka dapat disimpulkan bahwa mediasi layar dalam penyampaian Firman Tuhan menghadirkan tantangan serius terhadap pengalaman iman yang transenden, relasional, dan sakramental, karena interaksi melalui media digital berisiko mereduksi kedalaman spiritual menjadi konsumsi konten visual semata. Di sisi lain, teknologi digital membuka peluang untuk menjangkau jemaat lebih luas, memperkaya penyampaian pesan, dan menawarkan fleksibilitas interaksi, khususnya bagi generasi muda. Dengan pendekatan seimbang yang menjaga integritas teologis dan memperkuat persekutuan fisik maupun virtual, media digital dapat menjadi sarana untuk memperluas jangkauan dan kualitas pengalaman iman tanpa mengorbankan kedalaman spiritual.
Juru Bahasa Isyarat dalam Gereja untuk Mendukung Inklusi Worek, Natalia Yevonne; Arifianto, Yonatan Alex; Triposa, Reni
ELEOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 5 No. 2 (2026): Januari 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kalvari Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53814/eleos.v5i2.392

Abstract

Abstract: Church services in Indonesia still face challenges in providing equal access to communication for deaf congregations, mainly because worship services are generally verbal and are not yet fully supported by alternative means of communication. These limitations often marginalise deaf friends from the full liturgical experience, resulting in their participation not being as optimal as that of other congregants. This situation demonstrates that the need for truly inclusive services is increasingly urgent for churches to address and implement. The growing use of sign language interpreters in various churches indicates an initial awareness of this issue, but it is not yet fully supported by comprehensive research. This study aims to analyse the role of sign language interpreters in strengthening liturgical inclusion for deaf congregations in church settings. The research method used is a descriptive qualitative study, which concludes that the presence of sign language interpreters not only facilitates understanding of worship but also strengthens deaf congregations' sense of belonging to the church community. Other findings indicate that integrating interpreters into the liturgical service structure significantly improves the quality of spiritual communication. This study emphasises the importance of the church's commitment to promoting inclusive and equitable services for all congregations. Abstrak: Pelayanan gereja di Indonesia masih menghadapi tantangan dalam menyediakan akses komunikasi yang setara bagi jemaat tuli, terutama karena ibadah umumnya berbasis verbal dan belum sepenuhnya didukung oleh sarana komunikasi alternatif. Keterbatasan ini menyebabkan teman tuli sering terpinggirkan dari pengalaman liturgis yang utuh, sehingga partisipasi mereka tidak seoptimal jemaat lainnya. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan akan pelayanan yang benar-benar inklusif semakin mendesak untuk diperhatikan dan diimplementasikan oleh gereja. Fenomena meningkatnya penggunaan juru bahasa isyarat di berbagai gereja menunjukkan adanya kesadaran awal, namun belum seluruhnya didukung oleh penelitian yang komprehensif. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran juru bahasa isyarat dalam memperkuat inklusi liturgis bagi jemaat tuli di lingkungan gereja. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kualitatif deskriptif, maka dapat disimpulkan bahwa  keberadaan juru bahasa isyarat tidak hanya memfasilitasi pemahaman ibadah, tetapi juga memperkuat rasa memiliki jemaat tuli terhadap komunitas gerejawi. Temuan lain menunjukkan bahwa integrasi penerjemah ke dalam struktur pelayanan liturgi meningkatkan kualitas komunikasi spiritual secara signifikan. Penelitian ini menegaskan pentingnya komitmen gereja dalam memajukan pelayanan yang inklusif dan berkeadilan bagi seluruh umat.
Dari Mimbar ke Layar: Livestreaming sebagai Model Pelayanan Digital dalam Transformasi Ibadah Imanuel, Phileo; Eka Putri Lago; Reni Triposa
Jurnal Salvation Vol. 6 No. 2 (2026): Januari 2026
Publisher : STT Bala Keselamatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56175/salvation.v6i2.71

Abstract

Abstract: The rapid development of digital technology has brought significant changes to church ministry practices, particularly in the conduct of worship services and congregational formation. In this context, livestreaming technology has evolved beyond a temporary or emergency solution and has become an integral part of contemporary church life. The continued use of livestreaming in church worship reflects a paradigm shift in ministry, moving from exclusively physical spaces toward digital spaces. This study aims to analyse livestreaming as a model of digital ministry in transforming worship practices. The research employs a qualitative approach through a literature review. The findings indicate that livestreaming contributes to a redefinition of the meaning of worship and congregational presence within virtual spaces. Furthermore, this practice opens new opportunities for interaction and the formation of broader faith communities, while simultaneously presenting challenges related to relational depth and the quality of spirituality. The novelty of this study lies in its conclusion that post-pandemic churches need to develop reflective and integrative digital ministries, ensuring that technology functions as a means to strengthen the church’s mission and inclusivity without displacing the essence of the Christian faith. Abstrak: Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam praktik pelayanan gereja, khususnya dalam penyelenggaraan ibadah dan pembinaan jemaat. teknologi dalam pelayanan praktik livestreaming tidak berhenti sebagai solusi darurat, melainkan bertransformasi menjadi bagian integral dari kehidupan bergereja. Fenomena berlanjutnya penggunaan livestreaming dalam ibadah gereja menunjukkan adanya pergeseran paradigma pelayanan dari ruang fisik menuju ruang digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis livestreaming sebagai model pelayanan digital dalam mentransformasi praktik ibadah. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui studi pustaka. Hasil kajian menunjukkan bahwa livestreaming berkontribusi pada redefinisi makna ibadah dan kehadiran jemaat dalam ruang virtual. Selain itu, praktik ini membuka peluang baru bagi interaksi dan pembentukan komunitas iman yang lebih luas sekaligus menghadirkan tantangan terkait kedalaman relasi dan kualitas spiritualitas. kebaharuan penelitian ini menyimpulkan bahwa gereja pasca-pandemi perlu mengembangkan pelayanan digital yang reflektif dan integratif agar teknologi berfungsi sebagai sarana yang memperkuat misi dan inklusivitas gereja tanpa menggeser esensi iman Kristen.
KODE ETIK GURU SEBAGAI FONDASI PEMBENTUKAN KARAKTER DALAM PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DI ERA PERUBAHAN SOSIAL Tambunan, Ruhut Parningotan; Ranja, Joni Leha Hinggi; Triposa, Reni
Metanoia Vol 8 No 1 (2026): Metanoia Januari 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Duta Panisal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55962/metanoia.v8i1.282

Abstract

Perubahan sosial yang cepat di era digital telah membawa dampak signifikan terhadap pola pikir, perilaku, dan nilai-nilai moral peserta didik, termasuk dalam konteks pendidikan agama Kristen. Dalam situasi ini, guru Pendidikan Agama Kristen dituntut tidak hanya menjadi pengajar pengetahuan teologis, tetapi juga teladan moral yang berlandaskan pada kode etik profesi. Kode etik guru berfungsi sebagai pedoman normatif yang menuntun perilaku dan tanggung jawab profesional, sekaligus menjadi dasar dalam pembentukan karakter siswa yang beriman dan berintegritas. Fenomena yang muncul dewasa ini menunjukkan adanya pergeseran nilai moral di kalangan generasi muda yang terpapar budaya instan dan individualistik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis peran kode etik guru sebagai fondasi pembentukan karakter dalam pendidikan agama Kristen di tengah dinamika perubahan sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi pustaka dan analisis kontekstual dapat disimpulkan bahwa bahwa kode etik guru memiliki peran fundamental dalam menjaga integritas, membentuk karakter siswa, serta mempertahankan ketahanan pendidikan Agama Kristen di tengah dinamika perubahan sosial. Dalam perspektif teologi Kristen, kode etik bukan sekadar norma profesional, tetapi panggilan spiritual yang merefleksikan nilai kasih, kejujuran, dan tanggung jawab. Implementasi yang konsisten menjadikan pendidikan Kristen tetap relevan, transformatif, dan berakar pada iman yang menuntun pembentukan karakter Kristus dalam diri peserta didik.
Strategi Pendidikan Agama Kristen untuk Menguatkan Nilai Iman Anak di Tengah Tantangan Pergaulan Modern Liani, Lika; Triposa, Reni
GRAFTA: Journal of Christian Religion Education and Biblical Studies Vol. 5 No. 2 (2026): GRAFTA: Journal of Christian Religion Education and Biblical Studies - Januari
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Baptis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Christian Religious Education (CRE) plays a central role in shaping children's faith identity amid the rapid pace of globalisation and digitalisation. Rapid social change has led children to learn more from digital media than from their families or schools, often neglecting the values of faith that should form the basis of their lives. This reality creates a gap between the formal teaching of faith and the actualisation of faith in daily behaviour. A particularly striking phenomenon is the tendency for children to seek recognition through likes or comments on social media rather than demonstrating sincerity in consistently living out their faith values. This study aims to formulate effective and relevant PAK strategies to strengthen children's faith values amid the challenges of modern social interaction. The method used is qualitative research with a literature study approach, which concludes that Christian religious education is an integral process that not only transfers knowledge but also shapes children's faith through cognitive, affective, and practical dimensions. This involves the role of schools, families, and churches in guiding children to live according to God's word. Furthermore, the theological foundation of PAK is rooted in the Bible, which emphasises the importance of guiding children in the path of faith from an early age. Therefore, there must be a contextual implementation strategy that combines creative methods, digital media, spiritual experiences, and cross-environmental collaboration so that children's faith grows strong in the face of the challenges of modern social interaction. Abstrak Pendidikan Agama Kristen (PAK) memiliki peran sentral dalam membentuk identitas iman anak di tengah derasnya arus globalisasi dan digitalisasi. Perubahan sosial yang begitu cepat membuat anak-anak lebih banyak belajar dari media digital dibandingkan dari keluarga atau sekolah, sehingga nilai iman yang seharusnya menjadi dasar hidup kerap terabaikan. Realitas ini menimbulkan kesenjangan antara pengetahuan iman yang diajarkan secara formal dengan penghayatan iman yang diwujudkan dalam perilaku sehari-hari. Fenomena yang semakin mencolok adalah kecenderungan anak untuk lebih mencari pengakuan melalui likes atau komentar di media sosial daripada menampilkan kesungguhan dalam menjalani nilai iman secara konsisten. Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi PAK yang efektif dan relevan untuk memperkuat nilai iman anak di tengah tantangan pergaulan modern. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka dapat disimpulkan bahwa pendidikan Agama Kristen memiliki hakikat sebagai proses integral yang tidak hanya mentransfer pengetahuan, melainkan membentuk iman anak melalui dimensi kognitif, afektif, dan tindakan nyata. Dimana, peran sekolah, keluarga, dan gereja dalam mendampingi anak hidup sesuai firman Tuhan. Selanjutnya, bahwa landasan teologis PAK berakar pada Alkitab yang menegaskan pentingnya menuntun anak dalam jalan iman sejak dini. Sehingga, memiliki strategi dalam mengimplementasikan yang kontekstual yang memadukan metode kreatif, media digital, pengalaman rohani, serta kolaborasi lintas lingkungan agar iman anak bertumbuh kokoh menghadapi tantangan pergaulan modern.
Co-Authors Abel, Angela Adu, Esterina Yunita Alfinny Jelie Runtunuwu Andreas Fernando Anjaya, Carolina Etnasari Ate, Norbertus Mawo Bawamenewi, Yunida Boiliu, Esti Regina Boni Boni Boni Boni Broto Yulianto Budiana, Benniardi Andreas Carolina Etnasari Anjaya Dangndi Handikat Putranis Giawa Daniel Supriyadi Desi Ratnasari Eka Putri Lago Ela, Ela Erna Alinda Hendrika Ottu Fernando, Andreas Gloria Gabriel Lumingas Gloria Gabriel Lumingkas Gloria Lie Hana Hana Herkulanus Rangga Herkulanus Rangga Hutauruk, Rumani Imanuel Nuban Imanuel, Phileo Indrianto Indrianto Ipiana Jatmiko, Indri Jutela, Jutela Kadili, Trivena Enjel Kalensang, Priscilla Cantia Kristina, Ariana Kusumaningsih, Sisilia Triwik Liani, Lika Lidia Marbun Lumingas, Gloria Gabriel Maharani, Ni Kadek Putri Mangetek, Adriano Marbun, Lidia Marfy Simatauw Markuat Matippanna, Jelita Mallangi Mawo Ate, Norbertus Mokodaser, Frits Mooy, Rana Riendawati Mooy, Venida Jeliati Napa, Misrini Nikolaos, Nikolaos Octavianus, Steaven Oktavianus Oktavianus Paulus Karaeng Lembongan Paulus Purwoto Prabowo, Yusak Sigit Purba, Roida Ranja, Joni Leha Hinggi Saptorini, Sari Sari Saptorini Saturnina Elisa Selfiana Carolina Adu Setia Wati, Hani Martha Puji Simatauw, Marfy Sinaga, Reynold P. Steaven Octavianus Steaven Octavianus Sumiati Sumiati Sumiati Sumiati Sumiati Sumiati Supardi, Yogi Supriani, Supriani Suryati, Dewi Susanto, Lasarus Ari Taloim, Merianus Tambunan, Ruhut Parningotan Tan Lie Lie Tangel, Imelda Trisani, Kezia Sindi Tupamahu, Gloria Un Seran, Soviana Dominggas Viani, Neni Vinson, Vinson Wardi Wardi Wasari, Desi Winda Listiana Worek, Natalia Yevonne Yedija, Yedija Yehezkiel, Reinhard Yonatan Alex Arifianto Yudi Hendrilia Yunida Bawamenewi