p-Index From 2021 - 2026
11.96
P-Index
This Author published in this journals
All Journal DUNAMIS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Regula Fidei : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Kurios Evangelikal: Jurnal Teologi Injili dan Pembinaan Warga Jemaat Jurnal Teologi Berita Hidup Diegesis: Jurnal Teologi KHARISMATA: Jurnal Teologi Pantekosta Jurnal Shanan JURNAL TERUNA BHAKTI JURNAL TEOLOGI GRACIA DEO EDULEAD: Journal of Christian Education and Leadership Angelion: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen SHAMAYIM: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani IMMANUEL: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Jurnal Pendidikan Agama Kristen (JUPAK) Transformasi Fondasi Iman Kristen dalam Pelayanan Pastoral di Era Society 5.0 Jurnal DIDASKO Sabda : Jurnal Teologi Kristen ELEOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Ritornera - Jurnal Teologi Pentakosta Indonesia Veritas Lux Mea (Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen) CHARISTHEO: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen ALUCIO DEI Metanoia : Jurnal Pendidikan Agama Kristen Jurnal Salvation Teokristi: Jurnal Teologi Kontekstual dan Pelayanan Kristiani Harati: Jurnal Pendidikan Kristen PNEUMATIKOS: Jurnal Teologi/Kependetaan REAL DIDACHE: Journal of Christian Education Asian Journal of Philosophy and Religion Lentera Nusantara Philoxenia: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Jurnal Ilmiah Tangkoleh Putai Redominate : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristiani Discreet: Journal Didache of Christian Education Apostolos: Journal of Theology and Christian Education Jurnal Ap-Kain Tri Tunggal: Jurnal Pendidikan Kristen dan Katolik SIKIP: Jurnal Pendidikan Agama Kristen ICHTUS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Basilius Eirene: Jurnal Agama dan Pendidikan GRAFTA: Journal of Christian Religion Education and Biblical Studies AMBASSADORS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Redominate : Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristiani
Claim Missing Document
Check
Articles

KETIKA LAYAR MENGGANTIKAN MIMBAR: FIRMAN DALAM BAYANG-BAYANG TEKNOLOGI Yehezkiel, Reinhard; Arifianto, Yonatan Alex; Triposa, Reni
Alucio Dei Vol 10 No 1 (2026): Alucio Januari 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Duta Panisal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55962/aluciodei.v10i1.256

Abstract

Perkembangan teknologi digital telah mengubah cara umat Kristen berinteraksi dengan Firman Tuhan, dari pengalaman audial dan komunal di ruang fisik menuju pengalaman visual yang terfragmentasi di layar digital, sehingga memunculkan persoalan teologis terkait otoritas mimbar, kedalaman spiritual, dan pemaknaan Firman yang kini dipengaruhi oleh algoritma serta pola konsumsi konten modern. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis secara kritis implikasi teologis dari pergeseran penyampaian dan penerimaan Firman Tuhan dari mimbar fisik menuju media digital. Untuk mencapai tujuan tersebut, penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka, maka dapat disimpulkan bahwa mediasi layar dalam penyampaian Firman Tuhan menghadirkan tantangan serius terhadap pengalaman iman yang transenden, relasional, dan sakramental, karena interaksi melalui media digital berisiko mereduksi kedalaman spiritual menjadi konsumsi konten visual semata. Di sisi lain, teknologi digital membuka peluang untuk menjangkau jemaat lebih luas, memperkaya penyampaian pesan, dan menawarkan fleksibilitas interaksi, khususnya bagi generasi muda. Dengan pendekatan seimbang yang menjaga integritas teologis dan memperkuat persekutuan fisik maupun virtual, media digital dapat menjadi sarana untuk memperluas jangkauan dan kualitas pengalaman iman tanpa mengorbankan kedalaman spiritual.
Juru Bahasa Isyarat dalam Gereja untuk Mendukung Inklusi Worek, Natalia Yevonne; Arifianto, Yonatan Alex; Triposa, Reni
ELEOS: Jurnal Teologi dan Pendidikan Agama Kristen Vol. 5 No. 2 (2026): Januari 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kalvari Manado

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53814/eleos.v5i2.392

Abstract

Abstract: Church services in Indonesia still face challenges in providing equal access to communication for deaf congregations, mainly because worship services are generally verbal and are not yet fully supported by alternative means of communication. These limitations often marginalise deaf friends from the full liturgical experience, resulting in their participation not being as optimal as that of other congregants. This situation demonstrates that the need for truly inclusive services is increasingly urgent for churches to address and implement. The growing use of sign language interpreters in various churches indicates an initial awareness of this issue, but it is not yet fully supported by comprehensive research. This study aims to analyse the role of sign language interpreters in strengthening liturgical inclusion for deaf congregations in church settings. The research method used is a descriptive qualitative study, which concludes that the presence of sign language interpreters not only facilitates understanding of worship but also strengthens deaf congregations' sense of belonging to the church community. Other findings indicate that integrating interpreters into the liturgical service structure significantly improves the quality of spiritual communication. This study emphasises the importance of the church's commitment to promoting inclusive and equitable services for all congregations. Abstrak: Pelayanan gereja di Indonesia masih menghadapi tantangan dalam menyediakan akses komunikasi yang setara bagi jemaat tuli, terutama karena ibadah umumnya berbasis verbal dan belum sepenuhnya didukung oleh sarana komunikasi alternatif. Keterbatasan ini menyebabkan teman tuli sering terpinggirkan dari pengalaman liturgis yang utuh, sehingga partisipasi mereka tidak seoptimal jemaat lainnya. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan akan pelayanan yang benar-benar inklusif semakin mendesak untuk diperhatikan dan diimplementasikan oleh gereja. Fenomena meningkatnya penggunaan juru bahasa isyarat di berbagai gereja menunjukkan adanya kesadaran awal, namun belum seluruhnya didukung oleh penelitian yang komprehensif. Penelitian ini bertujuan menganalisis peran juru bahasa isyarat dalam memperkuat inklusi liturgis bagi jemaat tuli di lingkungan gereja. Metode penelitian yang digunakan adalah studi kualitatif deskriptif, maka dapat disimpulkan bahwa  keberadaan juru bahasa isyarat tidak hanya memfasilitasi pemahaman ibadah, tetapi juga memperkuat rasa memiliki jemaat tuli terhadap komunitas gerejawi. Temuan lain menunjukkan bahwa integrasi penerjemah ke dalam struktur pelayanan liturgi meningkatkan kualitas komunikasi spiritual secara signifikan. Penelitian ini menegaskan pentingnya komitmen gereja dalam memajukan pelayanan yang inklusif dan berkeadilan bagi seluruh umat.
Dari Mimbar ke Layar: Livestreaming sebagai Model Pelayanan Digital dalam Transformasi Ibadah Imanuel, Phileo; Eka Putri Lago; Reni Triposa
Jurnal Salvation Vol. 6 No. 2 (2026): Januari 2026
Publisher : STT Bala Keselamatan Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56175/salvation.v6i2.71

Abstract

Abstract: The rapid development of digital technology has brought significant changes to church ministry practices, particularly in the conduct of worship services and congregational formation. In this context, livestreaming technology has evolved beyond a temporary or emergency solution and has become an integral part of contemporary church life. The continued use of livestreaming in church worship reflects a paradigm shift in ministry, moving from exclusively physical spaces toward digital spaces. This study aims to analyse livestreaming as a model of digital ministry in transforming worship practices. The research employs a qualitative approach through a literature review. The findings indicate that livestreaming contributes to a redefinition of the meaning of worship and congregational presence within virtual spaces. Furthermore, this practice opens new opportunities for interaction and the formation of broader faith communities, while simultaneously presenting challenges related to relational depth and the quality of spirituality. The novelty of this study lies in its conclusion that post-pandemic churches need to develop reflective and integrative digital ministries, ensuring that technology functions as a means to strengthen the church’s mission and inclusivity without displacing the essence of the Christian faith. Abstrak: Perkembangan teknologi digital telah membawa perubahan signifikan dalam praktik pelayanan gereja, khususnya dalam penyelenggaraan ibadah dan pembinaan jemaat. teknologi dalam pelayanan praktik livestreaming tidak berhenti sebagai solusi darurat, melainkan bertransformasi menjadi bagian integral dari kehidupan bergereja. Fenomena berlanjutnya penggunaan livestreaming dalam ibadah gereja menunjukkan adanya pergeseran paradigma pelayanan dari ruang fisik menuju ruang digital. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis livestreaming sebagai model pelayanan digital dalam mentransformasi praktik ibadah. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif melalui studi pustaka. Hasil kajian menunjukkan bahwa livestreaming berkontribusi pada redefinisi makna ibadah dan kehadiran jemaat dalam ruang virtual. Selain itu, praktik ini membuka peluang baru bagi interaksi dan pembentukan komunitas iman yang lebih luas sekaligus menghadirkan tantangan terkait kedalaman relasi dan kualitas spiritualitas. kebaharuan penelitian ini menyimpulkan bahwa gereja pasca-pandemi perlu mengembangkan pelayanan digital yang reflektif dan integratif agar teknologi berfungsi sebagai sarana yang memperkuat misi dan inklusivitas gereja tanpa menggeser esensi iman Kristen.
KODE ETIK GURU SEBAGAI FONDASI PEMBENTUKAN KARAKTER DALAM PENDIDIKAN AGAMA KRISTEN DI ERA PERUBAHAN SOSIAL Tambunan, Ruhut Parningotan; Ranja, Joni Leha Hinggi; Triposa, Reni
Metanoia Vol 8 No 1 (2026): Metanoia Januari 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Duta Panisal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55962/metanoia.v8i1.282

Abstract

Perubahan sosial yang cepat di era digital telah membawa dampak signifikan terhadap pola pikir, perilaku, dan nilai-nilai moral peserta didik, termasuk dalam konteks pendidikan agama Kristen. Dalam situasi ini, guru Pendidikan Agama Kristen dituntut tidak hanya menjadi pengajar pengetahuan teologis, tetapi juga teladan moral yang berlandaskan pada kode etik profesi. Kode etik guru berfungsi sebagai pedoman normatif yang menuntun perilaku dan tanggung jawab profesional, sekaligus menjadi dasar dalam pembentukan karakter siswa yang beriman dan berintegritas. Fenomena yang muncul dewasa ini menunjukkan adanya pergeseran nilai moral di kalangan generasi muda yang terpapar budaya instan dan individualistik. Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis peran kode etik guru sebagai fondasi pembentukan karakter dalam pendidikan agama Kristen di tengah dinamika perubahan sosial. Metode penelitian yang digunakan adalah pendekatan kualitatif deskriptif dengan studi pustaka dan analisis kontekstual dapat disimpulkan bahwa bahwa kode etik guru memiliki peran fundamental dalam menjaga integritas, membentuk karakter siswa, serta mempertahankan ketahanan pendidikan Agama Kristen di tengah dinamika perubahan sosial. Dalam perspektif teologi Kristen, kode etik bukan sekadar norma profesional, tetapi panggilan spiritual yang merefleksikan nilai kasih, kejujuran, dan tanggung jawab. Implementasi yang konsisten menjadikan pendidikan Kristen tetap relevan, transformatif, dan berakar pada iman yang menuntun pembentukan karakter Kristus dalam diri peserta didik.
Strategi Pendidikan Agama Kristen untuk Menguatkan Nilai Iman Anak di Tengah Tantangan Pergaulan Modern Liani, Lika; Triposa, Reni
GRAFTA: Journal of Christian Religion Education and Biblical Studies Vol. 5 No. 2 (2026): GRAFTA: Journal of Christian Religion Education and Biblical Studies - Januari
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Baptis Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Christian Religious Education (CRE) plays a central role in shaping children's faith identity amid the rapid pace of globalisation and digitalisation. Rapid social change has led children to learn more from digital media than from their families or schools, often neglecting the values of faith that should form the basis of their lives. This reality creates a gap between the formal teaching of faith and the actualisation of faith in daily behaviour. A particularly striking phenomenon is the tendency for children to seek recognition through likes or comments on social media rather than demonstrating sincerity in consistently living out their faith values. This study aims to formulate effective and relevant PAK strategies to strengthen children's faith values amid the challenges of modern social interaction. The method used is qualitative research with a literature study approach, which concludes that Christian religious education is an integral process that not only transfers knowledge but also shapes children's faith through cognitive, affective, and practical dimensions. This involves the role of schools, families, and churches in guiding children to live according to God's word. Furthermore, the theological foundation of PAK is rooted in the Bible, which emphasises the importance of guiding children in the path of faith from an early age. Therefore, there must be a contextual implementation strategy that combines creative methods, digital media, spiritual experiences, and cross-environmental collaboration so that children's faith grows strong in the face of the challenges of modern social interaction. Abstrak Pendidikan Agama Kristen (PAK) memiliki peran sentral dalam membentuk identitas iman anak di tengah derasnya arus globalisasi dan digitalisasi. Perubahan sosial yang begitu cepat membuat anak-anak lebih banyak belajar dari media digital dibandingkan dari keluarga atau sekolah, sehingga nilai iman yang seharusnya menjadi dasar hidup kerap terabaikan. Realitas ini menimbulkan kesenjangan antara pengetahuan iman yang diajarkan secara formal dengan penghayatan iman yang diwujudkan dalam perilaku sehari-hari. Fenomena yang semakin mencolok adalah kecenderungan anak untuk lebih mencari pengakuan melalui likes atau komentar di media sosial daripada menampilkan kesungguhan dalam menjalani nilai iman secara konsisten. Penelitian ini bertujuan merumuskan strategi PAK yang efektif dan relevan untuk memperkuat nilai iman anak di tengah tantangan pergaulan modern. Metode yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi pustaka dapat disimpulkan bahwa pendidikan Agama Kristen memiliki hakikat sebagai proses integral yang tidak hanya mentransfer pengetahuan, melainkan membentuk iman anak melalui dimensi kognitif, afektif, dan tindakan nyata. Dimana, peran sekolah, keluarga, dan gereja dalam mendampingi anak hidup sesuai firman Tuhan. Selanjutnya, bahwa landasan teologis PAK berakar pada Alkitab yang menegaskan pentingnya menuntun anak dalam jalan iman sejak dini. Sehingga, memiliki strategi dalam mengimplementasikan yang kontekstual yang memadukan metode kreatif, media digital, pengalaman rohani, serta kolaborasi lintas lingkungan agar iman anak bertumbuh kokoh menghadapi tantangan pergaulan modern.
Etika Guru PAK bagi Sikap Etis Politik Identitas Dalam Mereduksi Superioritas Desi Wisari; Reni Triposa; Yonatan Alex Arifianto
Philoxenia: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 1 No. 1 (2022): Philoxenia: Jurnal Pendidikan Kristiani dan Teologi
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kalvary - Maluku Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to describe the ethical paradigm and the role of the Christian Religious Education teacher profession in addressing identity politics with ethical actions in an effort to reduce superiority. The ethical attitude and professionalism of Christian Religious Education teachers play an important role in educating and instilling Christian values in students. So that it can reduce the superiority in identity politics that often occurs in community groups. Identity politics occurs when minority identity groups are excluded from majority identity groups. Therefore, through this research, the author conveys that through the ethical paradigm and the teaching profession of Christian Religious Education, it will actually help efforts in reducing the superiority of identity politics. Using a descriptive qualitative method with a literature study approach, it can be concluded that the indicators of the paradigm and nature of ethics, as well as the role of the Christian Religious Education teacher presented in this study can assist the reader in understanding how the ethics and profession of Christian Religious Education teachers for the ethical attitude of identity politics in attempts to reduce superiority.
Strategi Pembelajaran Melalui Metode Demonstrasi Dalam Upaya Mengembangkan Kreativitas Anak Rana riendawati Mooy; Gloria Gabriel Lumingas; Reni Triposa
Philoxenia: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 3 No. 1 (2024): Philoxenia: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani - November 2024
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kalvary - Maluku Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59386/tynytf43

Abstract

This study aims to analyse learning strategies through demonstration method in developing children's creativity. The demonstration method was chosen because of the ability of students to convey concepts visually and practically, making it easier for them to understand what the teacher has given. This research uses a descriptive qualitative method conducted in the classroom by involving various activities that encourage exploration and active participation in the classroom. The results showed that the application of this method significantly improved children's creativity, as seen from the increase in critical thinking, innovation, and self-expression. The findings indicate that the demonstration method can be an effective tool in the learning process to stimulate children's creativity.
Implikasi Teologi Praktis Jemaat Mula-Mula Yerusalem bagi Kehidupan GPdI Eben Haezer Antutan Mokodaser, Frits; Triposa, Reni; Boiliu, Esti Regina
Philoxenia: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani Vol. 4 No. 1 (2025): Philoxenia: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristiani - November 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Kalvary - Maluku Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59386/nmpv0946

Abstract

This study discusses the life of the early church as recorded in Acts 2:42-47, which explains the practical theological standards for the church today, especially for the life of the GPdI Eben Haezer church in Antutan village. Referring to the early church in Jerusalem, we can see that the early church was full of faithfulness in teaching and deepening the word of God, close fellowship, and prayer as a way of life, as well as a very high and tangible level of social concern. This pattern of life not only reflects unity in a community centred on Christ, the head of the church, and illustrates the fullness of the Holy Spirit, but it also illustrates a balanced life between our relationship with God and our relationships with other human beings. This study uses a qualitative approach with a literature study method. The conclusion of this study reveals that emulating the life of the early church in Jerusalem will strengthen the church today, especially the GpdI Eben Haezer congregation in Antutan village, to become a church community that is faithful to the word of God, filled with the power of the Holy Spirit, and become a practical guide in faith development, fellowship, and ministry amid economic challenges and globalisation.
Kajian Teologis Kedokteran Kejadian Manusia Dalam Perspektif Mazmur 139:13 Suryadi Nicolaas Napoleon Tatura; Yonatan Alex Arifianto; Reni Triposa
Immanuel: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 7, No 1 (2026): APRIL 2026
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46305/im.v7i1.552

Abstract

Perdebatan mengenai asal-usul manusia antara pandangan teologis Alkitab dan teori evolusi Darwin masih menjadi isu menarik hingga saat ini, terutama dengan adanya perkembangan ilmu kedokteran modern dan genetika yang menunjukkan kedekatan biologis antara manusia dan primata. Namun, kajian teologis yang menghubungkan perspektif Alkitab, khususnya Mazmur 139:13, dengan temuan ilmu kedokteran modern dan genetika masih sangat terbatas, sehingga diperlukan telaah mendalam untuk menjembatani kedua perspektif tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis proses kejadian manusia berdasarkan hermeneutik biblika Mazmur 139:13 dalam perspektif teologis kedokteran modern dan ilmu genetika. Metode penelitian yang digunakan adalah studi hermeneutik biblika dengan pendekatan teologis kedokteran modern dan analisis genetika untuk memahami makna penciptaan manusia secara holistik.  Hasil penelitian menunjukkan bahwa proses kejadian manusia dalam Mazmur 139:13 sejalan dengan ilmu kedokteran modern, khususnya dalam embriogenesis yang menggambarkan Allah “menenun” manusia melalui mekanisme genetik yang sangat kompleks dan teratur. Analisis terhadap kata qanah, cakak, dan kilyah memperlihatkan hubungan antara penciptaan jasmani, jiwa, dan roh manusia yang mencerminkan karya Allah secara holistik. Temuan ini menegaskan bahwa manusia diciptakan unik menurut gambar dan rupa Allah, bukan hasil evolusi dari makhluk lain, serta memperkaya pemahaman teologis kedokteran tentang asal-usul dan hakikat manusia.
Merdeka melalui Pendidikan: Pendekatan Filsafat Pendidikan Kristen sebagai Proses Pembentukan dan Pembelajaran yang Transformatif Reni Triposa
Immanuel: Jurnal Teologi dan Pendidikan Kristen Vol 6, No 2 (2025): OKTOBER 2025
Publisher : Sekolah Tinggi Teologi Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46305/im.v6i2.535

Abstract

Education has often been understood as merely a process of knowledge transfer without regard to the dimension of human liberation from various existential limitations such as ignorance, injustice, poverty, and loss of meaning in life. In this context, Christian education offers a transformative and holistic approach, rooted in a theological understanding of humans as imago Dei who are called to live in truth, love, and service. This paper aims to analyse the concept of Freedom through Education from the perspective of Christian educational philosophy and review its relevance to the implementation of the Merdeka Curriculum and Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) in Indonesia. This study uses a qualitative approach with a literature review method through a study of relevant theological, philosophical, and educational policy literature. The results of the study show that Christian education is a process of liberation that emphasises the integration of faith, knowledge, and action in forming people who are free in Christ. The concept of independence through education provides a foundation for character development, moral freedom, and social responsibility rooted in love and service. Thus, Christian education is expected to be a means of spiritual and social transformation that enables humans to live in truth and realise God's love in the context of Indonesian education. AbstrakPendidikan selama ini sering dipahami sebatas proses transfer pengetahuan tanpa memperhatikan dimensi pembebasan manusia dari berbagai keterbatasan eksistensial seperti ketidaktahuan, ketidakadilan, kemiskinan, dan kehilangan makna hidup. Dalam konteks tersebut, Pendidikan Kristen hadir dengan pendekatan yang transformatif dan holistik, berakar pada pemahaman teologis tentang manusia sebagai imago Dei yang dipanggil untuk hidup dalam kebenaran, kasih, dan pelayanan. Tulisan ini bertujuan untuk menganalisis konsep Merdeka melalui Pendidikan dalam perspektif filsafat pendidikan Kristen serta meninjau relevansinya terhadap implementasi Kurikulum Merdeka dan Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) di Indonesia. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan metode studi pustaka melalui kajian terhadap literatur teologis, filosofis, dan kebijakan pendidikan terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa Pendidikan Kristen merupakan proses pembebasan yang menekankan integrasi iman, pengetahuan, dan tindakan dalam membentuk manusia yang merdeka di dalam Kristus. Konsep Merdeka melalui Pendidikan memberikan fondasi bagi pengembangan karakter, kebebasan moral, dan tanggung jawab sosial yang berakar pada kasih dan pelayanan. Dengan demikian, pendidikan Kristen diharapkan menjadi sarana transformasi spiritual dan sosial yang memampukan manusia hidup dalam kebenaran serta mewujudkan kasih Allah dalam konteks pendidikan Indonesia.
Co-Authors Abel, Angela Adu, Esterina Yunita Alfinny Jelie Runtunuwu Andreas Fernando Anjaya, Carolina Etnasari Ate, Norbertus Mawo Bawamenewi, Yunida Boiliu, Esti Regina Boni Boni Boni Boni Broto Yulianto Budiana, Benniardi Andreas Carolina Etnasari Anjaya Dangndi Handikat Putranis Giawa Daniel Supriyadi Desi Ratnasari Desi Wisari Eka Putri Lago Ela, Ela Erna Alinda Hendrika Ottu Fernando, Andreas Gloria Gabriel Lumingas Gloria Gabriel Lumingkas Gloria Lie Hana Hana Herkulanus Rangga Herkulanus Rangga Hutauruk, Rumani Imanuel Nuban Imanuel, Phileo Indrianto Indrianto Ipiana Jatmiko, Indri Jutela, Jutela Kadili, Trivena Enjel Kalensang, Priscilla Cantia Kristina, Ariana Kusumaningsih, Sisilia Triwik Liani, Lika Lidia Marbun Lumingas, Gloria Gabriel Maharani, Ni Kadek Putri Mangetek, Adriano Marbun, Lidia Marfy Simatauw Markuat Matippanna, Jelita Mallangi Mawo Ate, Norbertus Mokodaser, Frits Mooy, Rana Riendawati Mooy, Venida Jeliati Napa, Misrini Nikolaos, Nikolaos Octavianus, Steaven Oktavianus Oktavianus Paulus Karaeng Lembongan Paulus Purwoto Prabowo, Yusak Sigit Purba, Roida Rana riendawati Mooy Ranja, Joni Leha Hinggi Saptorini, Sari Sari Saptorini Saturnina Elisa Selfiana Carolina Adu Setia Wati, Hani Martha Puji Simatauw, Marfy Sinaga, Reynold P. Steaven Octavianus Steaven Octavianus Sumiati Sumiati Sumiati Sumiati Sumiati Sumiati Supardi, Yogi Supriani, Supriani Suryadi Nicolaas Napoleon Tatura Suryati, Dewi Susanto, Lasarus Ari Taloim, Merianus Tambunan, Ruhut Parningotan Tan Lie Lie Tangel, Imelda Trisani, Kezia Sindi Tupamahu, Gloria Un Seran, Soviana Dominggas Viani, Neni Vinson, Vinson Wardi Wardi Wasari, Desi Winda Listiana Worek, Natalia Yevonne Yedija, Yedija Yehezkiel, Reinhard Yonatan Alex Arifianto Yudi Hendrilia Yunida Bawamenewi