Claim Missing Document
Check
Articles

Found 22 Documents
Search

Peran Lingkungan Sekolah dalam Mengatasi Perilaku Bullying pada Siswa Kelas V di SDN Muruy 2 Kecamatan Menes Suci Dwi Handayani; Hanafiah Hanafiah; Irvan Fariji; Imay Maesaroh
Jurnal Arjuna : Publikasi Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Matematika Vol. 3 No. 4 (2025): Agustus : Jurnal Arjuna : Publikasi Ilmu Pendidikan, Bahasa dan Matematika
Publisher : Asosiasi Riset Ilmu Pendidikan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.61132/arjuna.v3i4.2378

Abstract

From an early age, basic education plays a crucial role in shaping a child's character and personality. However, bullying is becoming increasingly common, including at the elementary school level. This study focused on fifth-grade students at Muruy 2 Elementary School in Menes District to identify the forms of bullying that occur, the contributing factors, and the school's role in addressing it. Initial observations and interviews indicated that bullying often takes the form of teasing, exclusion, and verbal abuse. This negatively impacts students' mental health and learning motivation. A less responsive school environment tends to exacerbate the situation. The study, conducted from April–July 2025, used a qualitative approach with a case study method. Data were collected through observation, documentation, and interviews with students in the 2025/2026 academic year. The primary objective was to determine teachers' strategies for dealing with bullying. The findings revealed that bullying most often occurs verbally and physically, such as teasing, pushing, hitting, or disturbing friends while studying. Victims are generally shy, quiet, or physically weak, while perpetrators tend to be low-achieving and have prominent physical characteristics. Bullying typically occurs in classrooms or other less-supervised school areas. Its impacts are widespread, ranging from declining academic performance to psychological distress for both victims and perpetrators, as well as the surrounding community. Driving factors include peer pressure and personal circumstances. Despite still facing obstacles such as limited supervision and a lack of parental involvement, the school strives to enforce rules and build cooperation among stakeholders. This study aims to provide a descriptive overview of bullying behavior at Muruy 2 Elementary School, Menes District, as well as the causes, characteristics, and role of schools in eradicating it.
Aktualisasi Model Supervisi dalam Peningkatan Mutu Pembelajaran di SMKN 1 Garut Hanafiah Hanafiah; Yogi Sudrajat; Dan Artadinan
Wahana Pendidikan Vol 12, No 2 (2025): Agustus
Publisher : Universitas Galuh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25157/jwp.v12i2.17336

Abstract

Hakikat manajemen sekolah adalah menciptakan lingkungan pendidikan yang memudahkan tercapainya tujuan yang telah ditetapkan. Mempertahankan mutu pembelajaran memerlukan fokus yang teratur pada perbaikan dan peningkatan mutu pembelajaran. Supervisi mempunyai dampak yang sangat positif terhadap profesionalisme guru sekolah dan oleh karena itu dinilai mempunyai dampak yang signifikan terhadap peningkatan mutu pendidikan sekolah. Tujuan dari penelitian ini adalah: 1) Menganalisis model supervisi yang digunakan untuk meningkatkan kualitas pembelajaran di SMKN 1 Garut; dan 2) Mendeskripsikan tahapan supervisi yang dilakukan untuk meningkatkan mutu pembelajaran di SMKN 1 Garut. Jenis penelitian yang digunakan bersifat deskriptif dan kualitatif. Indikator yang dibahas dalam penelitian ini antara lain: 1) Prinsip kurikulum mandiri yang berkaitan dengan standar nasional pendidikan; 2) Motivasi guru dalam mengajar; 3) Pelaksanaan supervisi. Berdasarkan hasil penelitian, supervisi pendidikan SMKN 1 Garut telah terkelola dengan baik. Pendampingan rekan sejawat dalam kelompok mata pelajaran meningkatkan kemampuan berpikir dan kreativitas guru dalam mengajar, di samping peran guru dalam memberikan dukungan yang mendorong peningkatan mutu pengajaran. Tindak lanjut hasil pengajaran oleh kepala sekolah pun tidak hanya membantu guru dalam mengajar, tetapi juga menyelenggarakan pelatihan dan lokakarya untuk meningkatkan kemampuan mengajar guru.