Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

THE UTILIZATION OF ETHANOL EXTRACT OF THE SOURSOP LEAVES (Annona muricata L.) AS BREAST CANCER CHEMOPREVENTIVE Karimah Ihda Husnayain; Asep Sukohar; Tiwuk Susantiningsih
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 1 No. 1 (2014): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

The breast cancer is the highest incidence and causes of women mortality in the world. It is estimated every year that 12 million people suffering from the cancer and 7,6 million of them died. Cancer treatment includes surgery, radiotherapy and chemotherapy have more side effects. The preventions is needed to reduce the incidence of breast cancer. Then, a natural materials anticancer is needed as an alternative chemopreventive such as soursop (Annona muricata L.) which contains anticancer. The active substance in the soursop which is capable of acting as an anticancer is annonaceous acetogenins. Acetogenins in soursop leaves could selectively attack cancer cell growth. Acetogenins consist of active compounds that has cytotoxic activity which works by inhibiting the transport of adenosine triphosphate (ATP) in the mitochondria of breast cancer cells. The soursop leaf extract contains acetogenins as an anticancer agents that can prevent the growth of cancer cells that can not be controlled by the body's defense mechanism, so it can be concluded that the leaf extract of soursop can be used as an alternative chemopreventive against breast cancer. [J Agromed Unila 2014; 1(1):72-6] Keywords: acetogenins, breast cancer, soursop (Annona muricata L.)
Perbandingan Efek Dosis Toksik Amoksisilin Generik Berlogo dengan Amoksisilin Generik Bermerek terhadap Kadar Malondialdehid (MDA) Renal Tikus (Rattus novergicus) Galur Sprague Ade Marantika; Asep Sukohar; Muhammad Ricky Ramadhian; Novita Carolia
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 4 No. 2 (2017): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Insidensi gangguan fungsi ginjal akibat antibiotik mencapai 36%. Amoksisilin merupakan antibiotik yang paling sering digunakan masyarakat Indonesia, bahkan tanpa resep dokter. Terdapat dua macam produk amoksisilin yang tersedia di masyarakat, yakni amoksisilin generik berlogo dan generik bermerek. Amoksisilin dapat menyebabkan stress oksidatif dalam tubuh dimana keadaan ini dapat diukur dengan kadar malondialdehid (MDA). Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui perbedaan efek dosis toksik amoksisilin generik berlogo dengan amoksisilin generik bermerek terhadap kadar MDA renal dan mengidentifikasi amoksisilin yang lebih menyebabkan peningkatan kadar MDA renal. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental yang terdiri atas 36 hewan coba yang dibagi menjadi 9 kelompok dengan 3 kelompok kontrol dan 6 kelompok perlakuan. Hasil penelitian menunjukan rerata kadar MDA renal kelompok, yakni kelompok kontrol (Kn=1,356 nmol/mg, KA=6,090 nmol/mg dan KB=6,922 nmol/mg), kelompok generik berlogo (A1=3,513 nmol/mg, A2=5,372 nmol/mg dan A3=10,246 nmol/mg), dan kelompok generik bermerek (B1=4,279 nmol/mg, B2=6,520 nmol/mg dan B3=11,655 nmol/mg). Hasil uji perbandingan menunjukan bahwa terdapat perbedaan bermakna secara statistik antara amoksisilin generik berlogo dan amoksisilin generik bermerek terhadap kadar MDA renal hewan coba pada dosis 822,4 mg/kgBB dan amoksisilin generik bermerek menyebabkan peningkatan kadar MDA renal lebih tinggi daripada amoksisilin generik berlogo.Kata kunci: amoksisilin, obat generik berlogo, obat generik bermerek, malondialdehid
Efektivitas Infusa Daun Kersen (Muntingia calabura Linn) Sebagai Antidiabetik Airlangga Damara; Asep Sukohar
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 5 No. 1 (2018): Jurnal Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Diabetes Melitus (DM) adalah penyakit kelainan metabolik dengan hiperglikemia kronis serta kelainan metabolisme karbohidrat, lemak dan protein yang diakibatkan oleh kelainan sekresi insulin, kerja insulinmaupun keduanya. Diperkirakan terdapat 171 juta orang penderita DM tipe 2 pada tahun 2000, dan akan meningkat menjadi 366 juta pada tahun 2030. Diagnosis DM tipe 2 ditegakkan dengan pemeriksaan kadar glukosa darah dan gejala-gejala DM, yaitu (1) adanya gejala khas DM, seperti polifagia, poliuria dan polidipsia dan (2) adanya gejala tambahan seperti lemas, kesemutan, disfungsi ereksi, dan pruritus vulva. Patofisiologi DM tipe 2, berhubungan dengan terjadinya resistensi insulin pada otot dan hepar, jugakegagalan sel beta pankreas dalam menyekresi insulin. Diabetes melitus ditangani dengan obat antihiperglikemik oral, dan terapi insulin. Penatalaksanaan dengan efek samping yang besar, mendorong adanya penelitian untuk membuat obat daritanaman herbal. Salah satunya adalah penelitian mengenai efek daun kersen (Muntingia calabura Linn) sebagai antidiabetik. Daun tanaman kersen (Muntingia calabura Linn), dipilih karena mudahnya tanaman ini ditemukan dan senyawa aktifnya, seperti flavonoid, chalcone, dan tanin. Pemberian infusa daun kersen memiliki efektivitas yang baik dalam menurunkan kadar glukosa darah,beberapa penelitian menunjukkan penurunan kadar glukosa darah dengan rerata 72,75 mg/dL pada mencit Mus musculus yang diberikan infusa daun kersen. Adanya penurunan kadar glukosa darah tikus diabetes dengan rerata sampai 75,1 mg/dL, pada pemberian infusa daun kersen selama 14 hari. Kandungan flavonoid, chalcone dan tanin pada infusa daun kersen, merupakan zat potensial sebagai obat anti diabetik di masa depan.Kata kunci: antidiabetik, daun kersen, diabetes melitus
Aktivitas Antioksidan dan Antimikrobial pada Polifenol Teh Hijau Denny Habiburrohman; Asep Sukohar
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 5 No. 02 (2018): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Teh hijau merupakan minuman yang populer dikonsumsi di seluruh dunia termasuk di Indonesia. Teh hijau (Camellia sinensis) memiliki kandungan polifenol berupa katekin. Kandungan polifenol dalam teh hijau terkenal akan fungsi antioksida, namun ditemukan pula fungsi sebagai antibakterial. Aktivitas antioksidan pada polifenol terhadap stres oksidatif dengan berperan sebagai scavenger ion bebas, kelasi logam dalam menyeimbangkan reaksi oksidasi sel dan bekerja pada enzim yang berperan dalam stress oksidatif serta meningkatkan produksi antioksidan endogen. Selain fungsinya sebagai antioksidan, polifenol juga dapat berperan sebagai antimikroba. Aktivitas antimikroba pada polifenol bekerja dengan merusak membran sel bakteri, menghambat sintesis asam lemak dan aktivitas enzim sehingga pertumbuhan dan perkembangan bakteri dapat dihambat.Kata kunci: antioksidan, antimikroba, teh hijau
Pengaruh Allicin pada Bawang Putih (Allium sativum L.) terhadap Aktivitas Candida albicans sebagai Terapi Candidiasis Ahmad Syah Putra; Asep Sukohar
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 5 No. 02 (2018): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infeksi penyakit yang disebabkan oleh jamur merupakan penyakit yang masih menjadi permasalahan kesehatan di Indonesia. Data menunjukkan bahwa prevalensi penyakit kulit yang disebabkan oleh infeksi jamur di Indonesia pada tahun 2000 mencapai 27,6%. Saat ini penggunaan obat antijamur sintetis sering digunakan untuk mencegah penyakit infeksi yang disebabkan oleh jamur, terutama oleh jamur C.albicans. Bawang putih merupakan salah satu tanaman herbal yang memiliki senyawa allicin. Senyawa allicin dapat bersifat sebagai anti-fungi. Beberapa penelitian melaporkan bahwa ekstrak bawang terbukti memiliki aktivitas sebagai fungistatik dan fungisida baik secara in vivo maupun secara in vitro dalam menghambat pertumbuhan C. albicans.Kata kunci: allicin, bawang putih (Allium sativum L.), Candida albicans.
Pengaruh Ekstrak Nanas (Ananas comosus(L) Merr) sebagai Antihelmintik Nurulia Astri; Asep Sukohar
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 6 No. 1 (2019): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Infeksi soil-transmitted helminth merupakan masalah global di bidang kesehatan masyarakat terutama di daerah pedesaan. Infeksi cacing usus masih merupakan masalah kesehatan masyarakat di Negara berkembang termasuk Indonesia. Askariasis merupakan salah satu infeksi cacing yang disebabkan oleh cacing Ascaris lumbricoides yang merupakan nematoda patogen pada usus halus yang dapat menyebabkan malnutrisi, gangguan pertumbuhan, gangguan kognitif, dan obstruksi saluran pencernaan. Untuk menegakkan diagnosis pasti harus ditemukan cacing dewasa dalam tinja atau muntahan penderita dan ditemukan telur cacing. Selain itu bisa dilakukan pemeriksaan radiologi untuk melihat adanya sindroma Loeffler dan pneumonitis eosinovili. Obat antihelmintik yang digunakan untuk mengobati infeksi ini adalah Albendazol, Mebendazol, dan Pirantel pamoat. Adanya efek samping dan harga yang mahal pada obat antihelmintik, maka perlu dilakukannya evaluasi terhadap tanaman obat sebagai alternatif obat antihelmintik. Penatalaksanaan dengan efek samping yang besar, mendorong adanya penelitian untuk membuat obat dari tanaman herbal. Salah satunya adalah penelitian mengenai efek Ekstrak Nanas (Ananas comosus(L) Merr) sebagai Antihelmintik, dipilih karena mudahnya tanaman ini ditemukan dan mengandung enzim bromelin yang termasuk dalam golongan enzim proteolitik. Beberapa penelitian menunjukkan nilai Lethal Dose 50% (LD50%) ekstrak nanas memiliki efek paling kuat untuk penghambat motilitas setelah inkubasi selama 90 menit. Sifat proteolitik ini dapat merusak lapisan kutikula pada cacing. Rusaknya lapisan kutikula tersebut berarti rusaknya selubung pelindung yang melapisi rongga dalam tubuh cacing yang pada akhirnya akan menyebabkan kematian sehingga bisa dimanfaatkan sebagai antihelmintik.Kata Kunci: Antihelmintes, ekstrak nanas (Ananas comosus(L) Merr)
Efektivitas Penggunaan Ekstrak Kemuning (Murraya Paniculata (L.) Jack) sebagai Antimikroba Cantika Tara Sabilla; Asep Sukohar
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 6 No. 2 (2019): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tingginya tingkat resistensi terhadap antibiotik akibat penggunaan obat tidak rasional meningkatkan minat penulis untuk mengetahui efek farmakologi pada beberapa bahan alam yang berkhasiat secara tradisional sebagai antimikroba untuk menjadi alternatif terapi baru dari senyawa antimikroba alami. Salah satu tanaman herbal yaitu Kemuning (Murraya paniculata (L.) Jack) banyak digunakan sebagai pengobatan herbal tradisional oleh masyarakat untuk berbagai macam penyakit. Berdasarkan penelitian Sukohar et al. yang telah dilakukan dengan memfokuskan penggunaan Kemuning (Murraya Paniculata (L.) Jack)sebagai tanaman obat tradisional, maka perlu diketahui manfaat lain penggunaan Kemuning sebagai antimikroba.9-11 Kemuning (Murraya paniculata (L.) Jack) kaya akan berbagai jenis komponen aktif. Beberapa zat yang telah diidentifikasi yaitu phenol, alkaloid, dan flavonoid dilaporkan memiliki aktivitas biologi signifikan terhadap mikroba yaitu sebagai penghambatan transpor aktif sintesis asam nukleat, perubahan permeabilitas membran sel yang dapat menyebabkan pemisahan fosforilasi oksidatif dan hilangnya pool metabolit karena kerusakan membran sitoplasma serta mengganggu metabolisme energi denganmembentuk ikatan hidrogen dengan enzim. Berdasarkan hal tersebut, Kemuning dapat menjadi kandidat potensial untuk pengembangan obat sebagai pengobatan penyakit infeksi yang disebabkan oleh patogen manusia.Kata kunci: antimikroba, kemuning, Murraya paniculata (L.) Jack, patogen
Metode Kemoterapi Terkini Berbasis Circadian Chronoteraphy Dalam Menurunkan Resistensi SeL SiHa Terhadap 5-Fluorourasil Pada Kanker Serviks Agustina Rajendra Putri; Asep Sukohar
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 6 No. 2 (2019): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kanker serviks merupakan keganasan yang paling sering terjadi pada wanita, kira-kira dari 6,6% penderita di dunia 90% diantaranya meninggal. Bahkan di Indonesia kanker serviks masih menjadi keganasan tertinggi pada wanita. Metode kemoterapi berbasis sirkadian kronoterapi telah banyak menjadi titik terang dalam pengobatan kanker. Metode inimenggunakan ritme sirkadian fisiologis pada tubuh manusia sebagai indikator pengaturan waktu pemberian obat, dimana metode ini dapat menjadi potensi untuk digunakan dalam pengobatan kanker serviks. Berdasarkan data yang dipublikasikan sebelumnya, 5-Fluorourasil (5-FU) bertindak sebagai anti metabolit dan telah digunakan untuk pengobatan lini kedua pada kanker serviks namun, angka kejadian resistensi tipe sel kanker terhadap 5-FU meningkat. Tulisan ini bertujuan untuk menentukan efektivitas 5-FU dengan mengatur irama sirkadian melalui metode kronoterapi untuk mengurangi resistensi sel SiHa sebagai salah satu target 5-FU dalam pengobatan kanker. Metode penelitian ini adalah dengan meninjau artikel review yang diterbitkan 5 tahun terakhir terkait dengan kata kunci 5-FU, kronoterapi sirkadian, kanker serviks dan sel SiHa. Data menunjukkan bahwa 5-FU mampu menekan proliferasi sel SiHa dengan menggunakan metode kronoterapi berbasis irama sirkadian, maka pemberian obat dapat disesuaikan pada waktu dimana katabolisme 5-FU berada pada titik terendah. Pengaturan ritme sirkadian berbasis 5-FU memiliki potensi sebagai metode pengobatan dan upaya untuk penurunanresistensi sel pada kanker serviks. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan dosis yang tepat dari administrasi 5-FU.Kata kunci: Kanker serviks, kronoterapi, PER-2, sel SiHa, 5-Fluorourasil (5-FU)
Gambaran Kepuasan Ibu Hamil Terhadap Mutu Pelayanan Antenatal Care di Puskesmas : Tinjauan Pustaka Aulia Ghina Sabila; Asep Sukohar; Efriyan Imantika
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 9 No. 2 (2022): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Kepuasan pasien adalah tingkat perasaan pasien akibat kinerja pelayanan kesehatan yang diterima setelah pasien membandingkan dengan harapannya. Antenatal care atau pemeriksaan kehamilan adalah serangkaian pemeriksaan yang dilakukan secara teratur sejak awal kehamilan sampai dengan proses persalinan untuk memantau kesehatan ibu dan janin sehingga tercapainya kehamilan yang optimal. Pemeriksaan kehamilan sangat dianjurkan bagi ibu hamil agar kesehatan ibudan janin selalu terpantau. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui gambaran kepuasan ibu hamil terhadap mutu pelayanan antenatal care di puskesmas. Artikel Ini menggunakan metode literatur review yang menggunakan google scholar sebagai pendukung database. Terdapat 55.830 artikel yang ditemukan dengan kata kunci kepuasan, ibu hamil, mutu pelayanan, antenatal, dan puskesmas; satisfaction; pregnant mother; service quality; prenatal; Public health center. Selanjutnya artikel tersebut diidentifikasi, disaring, hingga diperoleh 5 artikel yang memenuhi kriteria untuk diulas secara mendalam. Hasil literature review dari 5 jurnal didapatkan bahwa terdapat gambaran yang mempengaruhi kepuasan ibuhamil dalam pemeriksaan antenatal care, yaitu dimensi Reliability (Keandalan), Responsiveness (Daya Tanggap), Assurance (Jaminan), Empathy (Keramahan), dan Tangible (Bukti Fisik). Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa terdapat hubungan antara kepuasan ibu hamil dengan mutu pelayanan antenatal care. Berdasarkan hasil literature review ini diharapkan petugas kesehatan dapat meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan dan mensosialisasikan pentingnya antenatal care pada ibu hamil, sehingga ibu hamil diharapkan secara rutin melakukan pemeriksaan antenatal care dan dapat mengetahui perkembangan kehamilan secara optimal.Kata Kunci: ANC, BPJS, Ibu Hamil, Kepuasan, Mutu Pelayanan
COVID-19 PADA ANAK (LITERATURE REVIEW) Sultan Mahathir Bastha; Asep Sukohar; Evi Kurniawaty; TA Larasati
Jurnal Agromedicine Unila: Jurnal Kesehatan dan Agromedicine Vol. 10 No. 1 (2023): Jurnal Kesehatan dan Agromedicine
Publisher : Fakultas Kedokteran Universitas Lampung

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Coronavirus disease 2019 atau yang disebut COVID-19 disebabkan oleh SARS CoV-2 ini berawal dari Wuhan, China, menyebar ke lebih dari 200 negara. Sejak awal pandemi COVID-19, jelas bahwa anak-anak yang terinfeksi sindrom pernapasan akut coronavirus 2 atau SARS-CoV-2 sebagian besar tetap tanpa gejala atau gejala ringan. Secara umum, anak- anak dengan COVID-19 memiliki risiko lebih rendah untuk dirawat di rumah sakit dan komplikasi yang mengancam jiwa. Namun demikian, kasus penyakit parah atau sindrom hiperinflamasi multisistem pasca infeksi bernama sindrom inflamasi  multisistem pada anak-anak telah dijelaskan. Jarang anak-anak dengan COVID-19 yang parah mengalami komplikasi neurologis. Selain itu, penelitian menunjukkan bahwa penutupan sekolah memiliki dampak terbatas pada penularan SARS-CoV-2, jauh lebih sedikit daripada tindakan jarak sosial lainnya. Beberapa bulan terakhir, varian baru SARS-CoV-2 muncul dengan penularan yang lebih tinggi dan peningkatan dampak pada morbiditas dan kematian. Hingga saat ini, belum banyak data yang solid mengenai dampak COVID-19 pada anak-anak. Tujuan dari artikel ini adalah untuk mengetahui update baru terkait COVID-19 pada anak. Dari literature review 40 artikel yang terdapat di database NCBI, PubMed, dan Google Scholar,hanya 37 artikel yang dipilih untuk disertakan. Tujuan dari artikel ini adalah untuk menggambarkan data terbaru tentangperkembangan COVID-19 pada anak-anak. Kata Kunci: Anak-anak,COVID-19, COVID-19 pada anak