p-Index From 2021 - 2026
6.235
P-Index
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 3 Documents
Search
Journal : Etika Demokrasi

The Influence of Parents' Social Status and Economic Conditions on Social Studies Learning Achievement of Elementary School Students 25 Madello Soppeng regency A Hardiyanti; Shermina Oruh; Andi Agustang
JED (Jurnal Etika Demokrasi) Vol 7, No 1 (2022): JED (Jurnal Etika Demokrasi)
Publisher : Universitas of Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jed.v7i1.6512

Abstract

The economic role of parents, in general, can be said to have a positive relationship to increasing student learning achievement because students' teaching and learning process requires tools or a set of teaching or learning. The aims of this study are 1) to find out whether social status affects the social studies learning achievement of students at SD 25 Madello, Kabupaten Soppeng., 2) To find out whether the economic conditions of parents affect the social studies learning achievement of students at SD 25 Madello, Soppeng Regency., 3) To find out whether the social status and economic conditions of parents affect the social studies learning achievement of students at SD 25 Madello, Soppeng Regency. This research method uses quantitative expost facto research through a correlational approach. The sampling technique of this study is a probability technique with 43 students from grades III, IV, V. The results of this study and alternative hypothesis testing (H3) there is a significant influence between social status and parents' economic condition on social studies learning achievements of elementary school students. 25 Madello, Soppeng Regency.Peranan ekonomi orang tua secara umum dapat dikatakan mempunyai hubungan yang positif terhadap peningkatan prestasi belajar peserta didik ini, disebabkan proses belajar mengajar peserta didik membutuhkan alat-alat atau seperangkat pengajaran atau pembelajaran. Tujuan dari penelitian ini yakni: 1) untuk menganalisis apakah status sosial berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS peserta didik SD 25 Madello Kabupaten Soppeng., 2) Untuk mengetahui apakah kondisi ekonomi orang tua berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS peserta didik SD 25 Madello Kabupaten Soppeng., 3) Untuk menganalisis apakah status sosial dan kondisi ekonomi orang tua berpengaruh terhadap prestasi belajar IPS peserta didik SD 25 Madello Kabupaten Soppeng. Metode penelitian ini menggunakan kuantitatif dengan jenis penelitian expost facto melalui pendekatan korelasional. Teknik sampling penelitian ini adalah teknik probality dengan  subjek penelitian sejumlah  43 siswa dari kelas III, IV, V. Hasil dari penelitian ini dan pengujian hipotesis alternatif (H3) ada pengaruh yang signifikan antara status sosial dan kondisi ekonomi orangtua terhadap prestasi belajar IPS peserta didik SD 25 Madello Kabupaten Soppeng.
Dynamics of Zonation System Implementation at Senior High School 9 Gowa Syarifuddin Syarifuddin; Shermina Oruh; Andi Agustang
JED (Jurnal Etika Demokrasi) Vol 7, No 1 (2022): JED (Jurnal Etika Demokrasi)
Publisher : Universitas of Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jed.v7i1.6204

Abstract

This study examined the Dynamics of Zoning System Implementation in the acceptance of new students at SMA Negeri 9 Gowa. This study aimed to describe the dynamics of the implementation of the zoning system and the implications of the implementation of the zoning system in SMA Negeri 9 Gowa district. The research method of this research was qualitative with a phenomenological approach, data collection techniques through primary data and primary data, primary data by means of observation and interviews and secondary data by collecting from literature studies. This study used the theory of psychology and structuralism, typology of social change and structural functionalism as analytical tools in revealing research problems accurately. The results of the study showed (i) the dynamics of implementing the student admission process using the zoning system in addition to the long process, all registration transactions were carried out online, besides that there were still some prospective registrants who were constrained by the technological facilities that would be used to register (did not have a mobile phone or computer to access In addition, the accuracy of the location zone data for prospective students which is not yet accurate makes parents of prospective students confused and feel there was no certainty that their children would be enrolled in the destination school or in another school. (ii) the implication of the application of the zoning system for new student admissions was that all school statuses were equalized and there were no more excellent school titles, but on the other hand, the existence of a zoning system creates the behavior of unscrupulous parents who manipulate population data (capil) by entrusting their children on the card. relatives who were around the destination school, especially in SMA Negeri 9 Gowa district.Penelitian ini mengkaji tentang Dinamika Implementasi Sistem Zonasi dalam penerimaan peserta didik baru di SMA Negeri 9 Gowa. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk dinamika implementasi sistem zonasi dan implikasi penerapan sistem zonasi di SMA Negeri 9 kabupaten Gowa. Metode penelitian penelitian ini adalah kualitatif dengan pendekatan fenomenologi, teknik pengumpulan data melalui data primer dan data sekunder, data primer dengan cara observasi dan wawancara kemudian data sekunder dengan pengumpulan dari studi pustaka. Penelitian ini menggunakan teori psikologi dan strukturalisme, tipologi perubahan sosial dan fungsionalisme struktural sebagai pisau analisis dalam mengungkap masalah penelitian secara akurat. Teknik penentuan informan penelitian dengan menggunakan proposive sampling, teknik pengumpulan data melalui observasi, dokumentasi dan wawancara. Teknik analisis melaluireduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan.Adapunhasil penelitian menunjukkan (i) dinamika implementasi proses penerimaan peserta didik dengan menggunakan sistem zonasi selain prosesnya yang panjang semua transaksi pendaftaran dilakukan secara daring, selain itu masih ada beberapa calon pendaftar terkendala pada fasilitas teknologi yang akan digunakan mendaftar (belum memiliki handphone atau komputer untuk mengakses internet) disamping itu akurasi data zona lokasi calon peserta didik yang belum akurat menjadikan para orang tua calon peserta didik kebingungan dan mersa tidak ada kepastian anaknya akan terdaftar di sekolah tujuan atau justru di sekolah lain. (ii) implikasi penerapan sistem zonasi penerimaan peserta didik baru menjadikan semua status sekolah disederajatkan dan tidak ada lagi gelar sekolah unggulan, akan tetapi disisi lain dengan adanya sistem zonasi menjadikan adanya perilaku oknum orang tua yang memanipulasi data kependudukan (capil) dengan menitip anaknya di kartu keluarga kerabat yang ada di sekitar sekolah tujuan terutama di SMA Negeri 9 kabupaten Gowa.
Youth Apathy in Political Contest: A Case Study in the 2020 Gowa Regency Head Election Nur Riswandy Marsuki; Shermina Oruh; Andi Agustang
JED (Jurnal Etika Demokrasi) Vol 7, No 1 (2022): JED (Jurnal Etika Demokrasi)
Publisher : Universitas of Muhammadiyah Makassar

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.26618/jed.v7i1.6296

Abstract

This study examines the political apathy that plagues youth in Gowa Regency. Political apathy is an indifference and lack of interest in politics. This research was conducted to explore the causes of apathy and alternative solutions to these problems. The apathy that afflicts young people is a serious problem that must be solved. This is because they have intellectual capital that can create social change for the better. This change can occur if youth actively participate in each stage of the contestation. The research used is qualitative research with a case study approach. Informants were selected by purposive sampling, consisting of elements of youth organizations, apathetic youth groups and the government. Collecting data through document studies, observation, in depth interviews, focus group discussions and documentation. Analysis uses the Miles and Huberman model, namely data reduction, data presentation and conclusion drawing. The results show that the causes of youth apathy towards politics include the lack of knowledge of the position of youth in development, a bad political image, the influence of the family/friendship environment and the contestants are only followed by one pair of candidates. Then alternative solutions that can be done to minimize apathy are to increase education or community-based political socialization and strengthen youth organizations as a forum for youth to develop themselves.Penelitian ini mengkaji tentang apatisme politik yang melanda pemuda di Kabupaten Gowa. Apatisme politik merupakan sifat acuh tak acuh serta tidak memiliki ketertarikan terhadap politik. Penelitian ini dilakukan untuk menggali penyebab apatisme dan solusi alternatif atas permasalahan tersebut. Apatisme yang menimpa kaum muda merupakan persoalan serius yang harus ditemukan solusinya. Pasalnya, mereka memiliki modal intelektual yang dapat menciptakan perubahan sosial ke arah yang lebih baik. Perubahan ini dapat terjadi jika pemuda berpartisipasi aktif dalam setiap tahapan kontestasi. Penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif dengan pendekatan studi kasus. Informan dipilih secara purposive sampling, terdiri dari unsur organisasi kepemudaan, kelompok pemuda apatis dan pihak pemerintah. Pengumpulan data melalui studi dokumen, observasi, in depth interview, focus group discussion dan dokumentasi. Analisis data menggunakan model Miles dan Huberman yakni reduksi data,  penyajian data dan penarikan kesimpulan.Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab apatisme pemuda terhadap politik diantaranya masih lemahnya pengetahuan atas posisi pemuda dalam pembangunan, citra politik yang buruk, pengaruh lingkungan keluarga/pertemanan dan kontestan hanya diikuti oleh satu pasang calon. Kemudian solusi alternatif yang dapat dilakukan untuk  meminimalisir apatisme yakni, memassifkan pendidikan atau sosialisasi politik berbasis komunitas dan penguatan organisasi kepemudaan sebagai wadah bagi pemuda untuk mengembangkan dirinya.