Claim Missing Document
Check
Articles

PENERAPAN NILAI-NILAI MULTIKULTURALISME MELALUI KEGIATAN MENDONGENG BAGI SISWA DI SDN 013 BALIKPAPAN TIMUR: Multiculturalism Implementation through Story Telling in SDN 013 North Balikpapan Rahayu, Famala Eka Sanhadi; Wahyuni, Ian; Setyoko, Aris; Nugroho, Bayu Aji; Triyoga, Anwar Ibrahim
Jurnal Ruhui Rahayu: Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Humaniora Vol 2 No 2 (2023)
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ruhuirahayu.v2i2.103

Abstract

Abstract: This community service program aims to instil multicultural values ​​in grade 6 students at SDN 013 East Balikpapan. The program is implemented through exposure to multicultural values ​​using a case-based method and storytelling. To measure the success of this community service program, two types of tests are carried out, namely a pre-activity test and a post-activity test, then the results of both are compared to see whether there is a change in students' knowledge before and after this community service program activity. From the results of pre-and post-activity tests, it was found that students' knowledge of multicultural values ​​and their implementation increased after being involved in community service programs. It is expected that by increasing their knowledge, students can develop their empathy, tolerance, nationalism and togetherness in a multicultural environment. Keywords: story-telling, multicultural values, case-based method Abstrak: Program pengabdian Masyarakat ini bertujuan menanamkan nilai-nilai multikultural pada siswa kelas 6 SDN 013 Balikpapan Timur. Program dilaksanakan melalui Pemaparan tentang nilai-nilai multikultural menggunakan metode berbasis kasus dan kegiatan mendongeng yang sarat akan nilai multikultural berbasis kebudayaan lokal. Untuk mengukur keberhasilan program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan, dua jenis tes yaitu test pra kegiatan dan tes pasca kegiatan yang kemudian hasil keduanya dibandingkan untuk melihat ada tidaknya perubahan pengetahuan siswa sebelum dan sesudah kegiatan program pengabdian masyarakat ini. Dari hasil tes pra dan pasca kegiatan didapatkan bahwa pengetahuan siswa tentang nilai-nilai multikultural dan implementasinya meningkat setelah melalui rangkaian program pengabdian masyarakat ini. Diharapkan dengan meningkatnya pengetahuan siswa dapat mengembangkan sikap empati, toleransi, nasionalisme, dan rasa persatuan di dalam lingkungan yang multikultural. Kata kunci: mendongeng, nilai multikultural, pembelajaran berbasis kasus
Interelasi Manusia dengan Alam dalam Cerita Rakyat Danyak Kenyah Lepoq Jalan: Kajian Ekolinguistik Arifin, M. Bahri; Wahyuni, Ian; Nisyah, Khairun; Solikhin, Nurul Hadi
Puitika Vol. 20 No. 1 (2024)
Publisher : Universitas Andalas

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.25077/puitika.v20i1.581

Abstract

Cerita rakyat Dayak Kenyah Lepoq Jalan mencermikan realitas kehidupan sehari-hari mereka yang berkaitan dengan alam. Hubungan masyarakat Dayak dengan alam terjalin harmonis karena saling membutuhkan satu sama lain. Sehingga penelitian ini bertujuan mendeskripsikan leksikon lingkungan fisik dan interelasi manusia dengan alam dalam cerita rakyat Dayak Kenyah Lepoq Jalan.Penelitian ini merupakan penelitian lapangan menggunakan kajian ekolingustik dengan pendekatan analisis deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian ini berupa cerita rakyat yang ditranskripsi dari tuturan. narasumebr Adapun sumber data diperoleh dari suku Dayak Keyah Lepoq Jalan, Siti Bilung usia 68 Tahun. Pengumpulan data dalam penelitian ini menggunakan metode cakap dengan teknik pancing, dengan melakukan wawancara secara natural dengan meminta informan. Dilanjutkan dengan teknik catat, rekam, dan transkripsi. Metode analisis data menggunakan metode padan referensial untuk menganalisis leksikon fisik dengan teknik lanjutan hubung menyamakan. Rumusan masalah kedua dianalisis dengan metode padan ekstralingual untuk melihat hubungan manusia dengan alam. Hasil dalam penelitian ini menunjukkan leksikon yang berkaitan dengan lingkungan fisik ditemukan ada lima kategori, yaitu leksikon geografi, leksikon fauna, leksikon flora, leksikon alat, dan leksikon aktivitas. Leksikon fisik cerita rakyat Suku Dayak Kenyah ini yang menegaskan adanya interelasi manusia dengan alam, dari perspektif dimensi ideologis dan biologis. Ditemukan ada tiga interelasi manusia dengan alam, yaitu (1) interelasi manusia dengan sungai, (2) interelasi manusia dengan hutan, dan (3) interelasi manusia dengan burung.  Ketiga interelasi ini mendeskripsikan mengenai hubungan yang benefit suku Dayak Kenyah Lepoq jalan dengan alam. Alam sebagai sumber kehidupan (air dan sumber makanan) dan , tempat berlangsungnya rutinitas (berladang, berburu, bubu),  dan kepercayaan (penghuni hutan dan simbol  burung/ persatuan). Ketergantungan manusia dengan alam sebagai proteksi untuk menjaga alam sebagai sumber pemenuhan kebutuhan hidup. Pelestarian alam terwujud dan  manusia hidup berkecukupan. 
TRADISI BERBALAS PANTUN DALAM PROSESI MAANTAR JUJURAN SUKU BANJAR: KAJIAN ANTROPOLINGUISTIK Septiana, Anita; Wahyuni, Ian; Mubarok, Ahmad
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 7, No 3 (2023): Juli 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v7i3.8229

Abstract

Penelitian ini mengkaji pantun Banjar guna mengetahui keterhubungan dan kebernilaian, keberlanjutan pantun Banjar, serta mengangkat tradisi pernikahan Banjar khususnya tradisi maantar jujuran. Tujuan penelitian ini memaparkan struktur pantun Banjar, memaparkan kata-kata yang memiliki nilai budaya, mendeskripsikan nilai dan makna budaya yang terkandung dalam prosesi maantar jujuran, serta memaparkan revitalisasi dan pelestarian pantun Banjar. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif dengan teknik pengumpulan data yakni Teknik Simak dengan teknik lanjutan Simak Bebas Libat Cakap (SBLC). Data berupa kata, frasa, klausa, dan kalimat dalam pantun yang digunakan dalam prosesi maantar jujuran dari laman youtube, yaitu video dengan judul “Baantaran Jujuran Adat Banjar Della (love) Andre” yang diunggah pada 2020. Kajian yang digunakan yaitu antropolinguistik terkait tradisi lisan yang mengangkat keterhubungan, kebernilaian, dan keberlanjutan tradisi lisan. Adapun teori sintaksis guna memaparkan keterhubungan pantun, makna leksikal dan makna budaya guna memaparkan kebernilaian pantun. Simpulan penelitian ini berdasarkan rumusan masalah, yaitu pantun Banjar memenuhi keterhubungan dan kebernilaian, serta keberlanjutan terkait antropolinguistik. Keterhubungan membuktikan keselarasan rima pantun dan struktur pantun berdasarkan fungsi sintaksis, kebernilaian pantun Banjar menjelaskan kata-kata yang mengandung nilai budaya secara makna leksikal dan makna budaya, serta mencerminkan kehidupan masyarakat Banjar seperti balukah, perahu, marajut, dll. Sedangkan keberlanjutan memaparkan revitalisasi dan pelestarian pantun Banjar maupun tradisi yang memuat pantun Banjar.
PENGGUNAAN TAGLINE IKLAN SEBAGAI ALTERNATIF MEDIA DALAM PEMBELAJARAN SINTAKSIS DI PERGURUAN TINGGI Putri, Nina Queena Hadi; Wahyuni, Ian
Lingua Rima: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 13, No 2 (2024)
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tangerang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31000/lgrm.v13i2.11601

Abstract

Tagline iklan dipilih karena menjadi sebuah ikon bahasa suatu produk yang bersifat unik, mudah diingat, dan menjadi ciri khas jati diri produk yang bersifat persuasif kepada khalayak sebagai konsumen. Iklan dengan audio dan visual menjadi daya tarik tersendiri bagi konsumen, khususnya mahasiswa yang tidak pernah lepas dari media elektronik. Dengan menggunakan media iklan yang familiar dengan kehidupan mahasiswa disertai contoh penerapa sintaksis dengan berbagai pola strukturnya dapat menjadi alternatif media dalam pembelajaran sintaksis di perguruan tinggi. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan struktur klausa pada tagline iklan pada media televisi kan kanal youtube. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Data berupa kutipan klausa dan kalimat sederhana (tunggal) pada iklan makanan yang terdapat pada media televisi dan kanal youtube Indonesia. Sumber data yaitu iklan makanan yang terdapat pada media televisi dan kanal youtube Indonesia. Pengumpulan data dengan menggunakan metode simak, catat, dan mentranskripsikan data lisan ke data tulis. Pada tagline iklan ditemukan penggunaan klausa yang terdiri atas klausa bebas (kalausa lengkap), klausa tidak lengkap, dan klausa terikat. Namun, yang paling sering digunakan yaitu klausa bebas. Berdasarkan kategori yang menduduki fungsi predikat terdapat klausa verbal, nominal, dan adjektiva. Sedangkan yang paling sering digunakan yaitu klausa verbal.Kata kunci: tagline iklan, media pembelajaran, pembelajaran sintaksis
Analisis Framing Pemberitaan Media Online Detik.Com dan Kompas.tv atas Kasus Kekerasan Seksual di Institusi KemenKop UKM RI Restiarum, Henny; Rijnanda, Adelia Alhamdaniah; Wahyuni, Ian
Jurnal Kridatama Sains dan Teknologi Vol 4 No 02 (2022): JURNAL KRIDATAMA SAINS DAN TEKNOLOGI
Publisher : Universitas Ma'arif Nahdlatul Ulama Kebumen

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (575.216 KB) | DOI: 10.53863/kst.v4i02.547

Abstract

The easy access to online news media is accompanied by the low ability of the public to understand the contents of news texts, making the public unable to grasp the true intent of a news story. News does not only provide information but also has the power to shape people's views on something. Therefore, this study aims to describe how news framing works in processing news. The method used in this research is descriptive qualitative method. The results of the study show that there are differences in framing by Detik.com and Kompas.tv media regarding cases of sexual harassment that occurred in one of the offices of state institutions, namely the Ministry of Cooperatives and Small and Medium Enterprises of the Republic of Indonesia (KemenKop UKM RI) in 2019 which returned go on. In the syntactical aspect of the Detik.com media, the statement made was a form of self-defense by the Indonesian Ministry of Cooperatives and Small and Medium Enterprises. It can be seen that the writing of the lead is a form of defense or clarification if the Indonesian Ministry of Cooperatives and Small and Medium Enterprises does not provide protection to the perpetrators and does not ignore victims of sexual harassment. Whereas on Kompas.tv the statement from the victim takes precedence. It can be seen in the leads written by Kompas.tv as a news media writing news of sexual harassment in order to tell the public the actual chronology of events from the victim's point of view and the Indonesian Ministry of Cooperatives and Small and Medium Enterprises. The thematic elements in Detik.com media are the use of explanatory coherence in the form of the word 'and' and the use of the pronouns he, we, and us. Whereas on Kompas.tv many explanatory coherences were found in the form of the word 'and' and the use of pronouns in the form of the words 'they' and 'us'. Keywords: framing analysis, sexual harassment, syntax
FUNGSI DAN NILAI MANTRA DALAM MASYARAKAT BANJAR Purwanti, Purwanti; Wahyuni, Ian
CaLLs (Journal of Culture, Arts, Literature, and Linguistics) Vol 6, No 2 (2020): CaLLs, Desember 2020
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/calls.v6i2.5582

Abstract

This study focuses on oral traditions that contain local wisdom. Mantra is an oral tradition that lives and develops in a society, especially in Banjar society. This study aims to discover the functions and values of the mantra that exist in the Banjar community. This research is a library research that uses a descriptive qualitative approach. The research data were obtained through the book collection "Mantra Banjar". Data were collected through the observation stage: read, take notes and to add information, researchers also interviewed informants. Then the data were analyzed by stages; the data classification is in accordance with the spell function classification among the Banjar community. Then, proceed with classifying the valuescontained in the mantra performed by the Banjar community. The function of the Banjar mantra among the Banjar community is to educate, entertain, motivate and document (save). Meanwhile, the values of the Banjar mantra among the Banjar community contain elements of value between man and man, man and God, man and nature, and man and himself.
Pengajaran Digital Audio Workstation (DAW) Cubase kepada Sanggar Tari Runtiq Bulau Vivian, Yofi Irvan; Arifin, M. Bahri; Wahyuni, Ian; Aprazaq, Fikri Yassaar
Pelita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 3 No. 1 (2023): Pelita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat
Publisher : Perkumpulan Kualitama Edukatika Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (467.19 KB) | DOI: 10.51651/pjpm.v3i1.323

Abstract

The progress of the times in the realm of art, makes traditional art increasingly eliminated. This is because traditional music has not been able to take advantage of technological developments, one of which is digital recording using the DAW Cubase 5. The purpose of this study is that the Runtiq Bulau Dance Studio will be able to document and record music digitally. This is one way to maintain the traditional arts of the Dayak Benuaq Tribe. The method used by the implementation team is descriptive research. The implementation team uses lectures, question and answer, and experimental methods. The lecture and question-and-answer methods are used by the implementation team to provide material. The experimental method is used by students to apply the material that has been given. Students can record music digitally using DAW Cubase 5. The instruments recorded were Kelentangan, two Gimars, and Gong recorded on four tracks. The recorded music is plate dance accompaniment music. In the mixing process, VST maximizer and reverb are used. This is done to maintain the authenticity of the sound from the instrument of tradition. VST Ozone 8 is used to simplify and speed up the mastering process. Now Runtiq Bulau Dance Studio can produce digital music independently.
Gangguan Berbicara Gagap dan Bibir Sumbing Studi Kasus Mustofa dalam Kanal Youtube: Kajian Psikolinguistik Sabariah, Arni Ayu; Wahyuni, Ian
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 9, No 4 (2025): Oktober 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v9i4.20053

Abstract

Kemampuan berbicara Mustofa mengalami gangguan berupa gagap dan bibir sumbing. Terhambatnya Mustofa dalam mengekspresikan pemikiran melalui sebuah tuturan. Tujuan penelitian mendeskripsikan modus kalimat, bentuk bahasa gagap dan performansi huruf konsonan tuturan Mustofa. Jenis penelitian adalah kepustakaan. Penelitian menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif. Data penelitian yaitu tuturan Mustofa. Sumber data unggahan kanal youtube. Pengumpulan data menggunakan teknik simak bebas libat cakap dan teknik dasar catat. Metode analisisnya menentukan data-data, kemudian dianalisis menggunakan teori psikolinguistik intralingual. Hasil penelitian menunjukkan 3 jenis modus kalimat, deklaratif, interogatif, dan imperatif. Bentuk bahasa gagap, pengulangan (repetisi) bunyi vokal dan konsonan, suku kata, kata, frasa. Bentuk perpanjangan, penyisipan/penambahan, penjedaan dan hambatan berbicara. Performansi bunyi konsonan tuturan Mustofa yaitu huruf [t], [k], [g], [c], [j], [b], [p], dan [h]. Modus interogatif, pengulangan kata dan performansi huruf konsonan [k] dan [g] merupakan dominan muncul. Gagap pada Mustofa termasuk gagap ringan, karena faktor psikologisnya membutuhkan penyesuaian terhadap lingkungan dan orang baru.
CITRAAN DALAM KUMPULAN CERPEN YANG BERTAHAN DAN BINASA PERLAHAN KARYA OKKY MADASARI: KAJIAN STILISTIKA Amdah, Amdah; Dahlan, Dahri; Wahyuni, Ian
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 6, No 3 (2022): Juli 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v6i3.6223

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk citraan dan fungsi citraan yang terdapat dalam kumpulan cerpen Yang Bertahan dan Binasa Perlahan karya Okky Madasari. Penelitian ini menarik karena dalam kumpulan cerpen ini terdapat citraan dan fungsi citraan yang beragam. Metode yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Sumber data yang digunakan adalah beberapa judul cerpen yang terdapat dalam kumpulan cerpen Yang Bertahan dan Binasa Perlahan karya Okky Madasari. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik baca dan catat. Teknik analisis data menggunakan metode agih. Langkah-langkah analisis menggunakan teknik reduksi data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Hasil penelitian disimpulkan bahwa bentuk citraan yang terdapat dalam kumpulan cerpen Yang Bertahan dan Binasa Perlahan karya Okky Madasari terdiri dari citraan penglihatan, citraan pendengaran, citraan gerakan, citraan rabaan, dan citraan penciuman. Selain itu, ditemukan citraan lain di luar teori yang digunakan yaitu citraan intelektual. Citraan yang paling dominan dalam penelitian ini yaitu citraan gerak, dan citraan yang jarang ditemukan ialah citraan penciuman. Fungsi citraan yang terdapat dalam kumpulan cerpen Yang Bertahan dan Binasa Perlahan karya Okky Madasari terdiri dari memperjelas gambaran, menghidupkan gambaran dalam pikiran dan penginderaan, membangkitkan suasana khusus, dan membangkitkan intelektualitas pembaca. Pemakaian diksi/pilihan kata yang terdapat dalam buku kumpulan cerpen Yang Bertahan dan Binasa Perlahan karya Okky Madasari meliputi kata denotasi, kata sapaan, kata konkret, dan kata vulgar. Selain itu, terdapat nilai moral yang dapat diterapkan dalam masyarakat, yaitu moral kemanusiaan, moral pergaulan, dan moral keagamaan.
ANALISIS TINDAK TUTUR ILOKUSI DALAM FILM SURAU DAN SILEK KARYA ARIEF MALINMUDO (KAJIAN PRAGMATIK) Putra, Ananda; Dahlan, Dahri; Wahyuni, Ian
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 6, No 3 (2022): Juli 2022
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v6i3.6127

Abstract

Film Surau dan Silek mempunyai bentuk ilokusi yang variatif, mengandung pesan, dan memiliki nilai-nilai tindak tutur untuk melaksanakan, menerapkan, atau mengedukasi nilai tersebut. Nilai-nilai yang dimaksud, yaitu agama, kekeluargaan, persahabatan, semangat juang, dan budaya pendidikan surau yang mulai jarang ditemui saat ini menjadi alasan penelitian. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan jenis dan fungsi tindak tutur ilokusi dalam film Surau dan Silek karya Arief Malinmudo, ditinjau dari kajian pragmatik khususnya tindak tutur ilokusi. Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian kepustakaan. Pendekatan penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif.  Adapun data penelitian berupa tuturan percakapan antartokoh dalam bentuk dialog, sumber data penelitian film Surau dan Silek karya Arief Malinmudo. Waktu penelitian yang digunakan dari bulan Oktober 2020 sampai April tahun 2021. Teknik pengumpulan data menggunakan teknik simak, catat, transkripsi, dan terjemahan. Teknik analisis data menggunakan analisis padan ekstralingual. Temuan jenis dan fungsi tuturan dianalisis menggunakan teori tindak tutur ilokusi. Berdasarkan hasil penelitian ditemukan empat jenis tindak tutur ilokusi yang terdiri dari “asertif, direktif, ekspresif, dan komisif”. Sedangkan untuk fungsi ditemukan empat jenis ilokusi di antaranya terdiri dari “kompetitif, konvivial, kolaboratif, dan konfliktif”. Dalam hal ini pada “konvivial” fungsi memuji merupakan temuan baru, yaitu berusaha menyenangkan mitra tutur dengan memberikan pujian. Selain itu film Surau dan Silek juga memberikan pesan dan nilai-nilai kepada penonton tentang kiat anak-anak menemukan sebuah makna silat. Salat, Salawat, dan Silek yang merupakan tiga hal beriringan dan membentuk karakter dan kepribadian anak-anak Minang dalam belajar silat.