Claim Missing Document
Check
Articles

Pemerolehan Bahasa Kedua Tataran Morfologis dan Sintaksis pada Anak Usia 5 Tahun (Kajian Psikolinguistik) Rahmawati, Elviannur; Sesa, Yelniati; Wahyuni, Ian
Bastrando: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia Vol 4 No 1 (2024): Bastrando: Jurnal Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Baturaja

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54895/bastrando.v4i1.2529

Abstract

Language acquisition by children begins when the child is 0 years old. When the child has successfully passed the acquisition of the first language, the child will move on to the next stage, namely the acquisition of the second language. Second language acquisition usually begins when a child is 5 years old. This research will examine the acquisition of a second language in a child named Freya who is 5 years old. The aim of this research is to see how Freya acquires a second language which focuses on the morphological level and the syntactic level. The method used in this research is a qualitative descriptive approach. The data collection technique used is by using the observation technique. Meanwhile, the data analysis technique used in this research is the matching method. The results of this research show that at the age of 5 years Freya is going through a period of acquiring a second language. If we look at the data in the form of words and also the results of discussions at the morphological and syntactic levels, Freya is able to use words with affixes and produce sentences but there are still errors in pronunciation and use of affixes.
Gangguan Berbicara Gagap Pada Remaja AR Studi Kasus: Kajian Psikolinguistik Andriana, Andi Rina; Mubarok, Ahmad; Wahyuni, Ian
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 9, No 1 (2025): Januari 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v9i1.11786

Abstract

 Kemampuan berbicara remaja yang mengalami gangguan berbicara gagap mengakibatkan sulitnya mengekspresikan pikirannya melalui tuturan. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk bahasa remaja penderita gangguan berbicara gagap dan faktor penyebabnya.  Jenis penelitian ini adalah penelitian lapangan berupa studi kasus dengan pendekatan deskriptif kualitatif. Data dalam penelitian berupa kata, frasa, klausa dan kalimat. Sumber data berasal dari tuturan remaja AR di Kota Sangatta yang memiliki gangguan berbicara gagap dan informan yang merupakan orang terdekatnya. Pengumpulan data diperoleh dari hasil teknik simak libat cakap, teknik dasar sadap, rekam, dan wawancara. Teknik analisisnya terdiri dari 4 tahap yakni tahap transkripsi, reduksi, identifikasi bentuk bahasa dan faktor penyebabnya serta penarikan simpulan. Hasil dari penelitian menunjukkan beberapa bentuk bahasa yang diperoleh dari tuturan remaja AR, yakni bentuk pengulangan berupa bunyi, suku kata, kata, dan frasa. Kemudian perpanjangan berupa penyebutan bunyi huruf, penyisipan/penambahan, penjedaan serta berbicara yang berbelit. Adapun faktor yang menjadi penyebab remaja AR mengalami gangguan berbicara gagap terdiri dari faktor psikologis berupa penyesuaian terhadap lingkungan baru sehingga menyebabkan ketegangan dan kecemasan serta faktor sosiologis berupa lingkungan. Demikian dapat diketahui faktor penyebab gagap remaja AR lebih banyak disebabkan karena faktor psikologis, sehingga dapat disimpulkan bahwa jenis gagap yang  diderita adalah gagap sementara atau ringan.
BELIAN BETULAH: RITUAL TOLAK BALA SUKU PASER TELAKE DI KECAMATAN LONG KALI Rahayu, Famala Eka Sanhadi; Wahyuni, Ian; Vivian, Yofi Irvan
CaLLs (Journal of Culture, Arts, Literature, and Linguistics) Special Edition: Sesanti (Seminar Nasional Bahasa, Sastra, dan Seni) 2023
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/calls.v9i0.13158

Abstract

Suku Paser Telake di Kecamatan Long Kali masih mempercayai warisan leluhur yang dapat dilihat dari  ritual Belian. Salah satu ritual Belian yang dilakukan, yakni Belian Betulah  untuk tujuan menolak bala atau wabah penyakit dengan bacaan selawat. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan ritual tolak bala Belian Betulah. Penelitian ini merupakan penelitian fenomenologi yang bertujuan untuk mendeskripsikan hubungan bahasa dan ranah pengalaman pemilik budaya dengan proses pengambilan data dilakukan melalui wawancara narasumber (pemilik budaya). Berdasarkan wawancara narasumber, terdapat tiga unsur utama dalam ritual Belian Betulah yaitu pertama, unsur performansi bahasa dalam ritual Belian Betulah dapat ditemukan penggunaan mantra atau do’a, titik atau lagu, dan selawat. Kedua, unsur partisipan dalam ritual ini dapat dilihat dari peran mulung, pemusik, dan penggading. Ketiga, unsur properti, seperti minyak, sajen, krembulu, daun-daun (tumbuhan), pakaian, alat musik, jangkit, perahu tingkat tujuh, dan, mahar. Selain itu, melalui wawancara dengan pemilik budaya, Belian Betulah dilaksanakan saat ada wabah yang menerpa suatu daerah yang di dalam prosesi terbagi menjadi dua yakni belian dan larung jangkit. Akulturasi budaya Islam terlihat pada prosesi larung jangkit dalam ritual Belian Betulah karena diiringi musik dan juga puji-pujian berbahasa Arab (selawat). 
STILE DOMINAN UNTUK CAPAIAN ESTETIS : KAJIAN STILISTIKA LIRIK LAGU GRUP MUSIK FOURTWNTY Sari, Norma Atika; Wahyuni, Ian
CaLLs (Journal of Culture, Arts, Literature, and Linguistics) Vol 7, No 2 (2021): CaLLs, December 2021
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya, Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/calls.v7i2.6191

Abstract

Fokus penelitian ini adalah analisis terhadap unsur stile yang meliputi unsur bunyi, leksikal, dan majas dalam tiga lirik lagu grup musik Fourtwnty. Metode yang dipilih adalah deskriptif kualitatif dengan langkah kerja menganalisis unsur-unsur stile untuk menemukan stile dominan. Dari stile dominan tersebut akan disimpulkan stile khas gaya penciptaan lirik lagu grup musuk Fourtwnty. Tujuan akhir penlitian ini adalah menyimpulkan bagaimana stile khas tersebut berfungsi sebagai sarana capaian estetis. Hasil penelitian menemukan stile dominan grup musik Fourtwnty adalah dominasi manipulasi bunyi dalam bentuk asonansi dan mesodiplosis; kosa kata yang dipilih sederhana namun mampu merepresentasikan keresahan kehidupan kaum urban di era postmodernisme, penyampaian pesan didominasi oleh majas sehingga membuat lagu menjadi multitafsir dan tidak membosankan karena tidak sebatas menyampaikan doktrin atau dogma. Kemungkinan penafsiran melalui penggunaan simile, metafora dan personifikasi juga menjadikan karya ini selalu segar dan kontemplatif karena tidak menggurui atau terkesan menceramahi. Kemunculan “aku” dan “ku” di semua sampel lagu juga menciptakan efek estetis yang melahirkan suasana eksistensialis dimana pembaca atau pendengar merasa turut mengalami dan merasakan kegelisahan yang disampaikan.
ANALISIS KESALAHAN SINTAKSIS DALAM BERITA LOGISTIK PILKADA 2024 MEDIA KALTIM POST Bahrun, Mutmainna; Wahyuni, Ian; Rahimah, Rahimah
Pena Literasi : Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 8 No. 1 (2025): Pena Literasi
Publisher : Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Muhammadiyah Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24853/pl.8.1.1-15

Abstract

Penggunaan bahasa Indonesia dalam media massa memiliki peran penting dalam menyampaikan informasi secara efektif kepada masyarakat. Oleh karena itu, media massa dituntut untuk menggunakan bahasa Indonesia yang sesuai dengan kaidah tata bahasa yang baik dan benar. Bahasa yang digunakan harus jelas, lugas, serta tidak menimbulkan ambiguitas sehingga pesan yang disampaikan dapat dipahami dengan mudah oleh pembaca dari berbagai latar belakang. Penggunaan bahasa yang tidak tepat dapat menyebabkan kesalahpahaman dan mengurangi kredibilitas media itu sendiri. Namun, dalam praktiknya, masih ditemukan media yang belum sepenuhnya mematuhi aturan kebahasaan tersebut. Salah satunya adalah media daring Kaltim Post, yang dalam beberapa berita termasuk berita mengenai logistik Pilkada 2024 menunjukkan adanya kesalahan dalam penggunaan bahasa. Kesalahan-kesalahan tersebut meliputi pemilihan kata yang kurang tepat, kesalahan ejaan, diksi yang tidak sesuai konteks, struktur kata yang tidak baku, serta penyusunan kalimat dan paragraf yang kurang sistematis. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan pola kalimat dan mengidentifikasi bentuk-bentuk kesalahan berbahasa dalam teks berita logistik Pilkada 2024 yang dimuat oleh Kaltim Post. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif untuk menganalisis data. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa terdapat beberapa pola kalimat yang khas, serta ditemukan berbagai kesalahan sintaksis, seperti kesalahan penggunaan tanda baca, ejaan yang tidak sesuai dengan EYD Edisi V, dan pembentukan kalimat yang tidak efektif. Temuan ini diharapkan dapat menjadi bahan evaluasi bagi media agar lebih memperhatikan aspek kebahasaan dalam penulisan berita. Kata kunci: Media daring; Sintaksis; Berita Logistik Pilkada 2024 Kaltim Post
Toponimi Nama-Nama Desa di Kecamatan Sangatta Utara dan Sangatta Selatan Kabupaten Kutai Timur Kajian: Antropolinguistik Tambunan, Nicholaus Manuturi; Mubarok, Ahmad; Wahyuni, Ian
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 9, No 2 (2025): April 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v9i2.19057

Abstract

Nama daerah atau wilayah tidak boleh dibuat sembarangan karena setiap nama memiliki sejarah dan budaya yang unik yang pernah digunakan oleh orang- orang yang tinggal di sana. Penamaan tempat tertentu mungkin berubah dari waktu ke waktu, dan hal ini biasanya disebabkan oleh perubahan dari waktu ke waktu dalam kegiatan sosial dan keadaan masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk mengkaji asal muasal penamaan dari suatu wilayah. Ilmu yang digunakan dalam mengkaji penelitian adalah antropolinguistik. Dalam penelitian ini wilayah spesifik yang akan dikaji adalah Desa yang terdapat di Kecamatan Sangatta Utara dan Sangatta Selatan. Jenis penelitian ini merupakan jenis penelitian etnografi, yang mendeskripsikan tentang budaya, praktik sosial, dan interaksi manusia dalam konteks alami. Metode Penelitian yang digunakan adalah penelitian kualitatif yakni suatu penelitian yang bertujuan menerangkan suatu fenomena sosial atau suatu peristiwa, dan dalam analisisnya dibantu dengan menggunakan teori toponimi kemudian dikaji dengan ilmu antropolinguistik. Data yang digunakan merupakan hasil tuturan dari wawancara narasumber dibeberapa desa di Kecamatan Sangatta. Hasil penelitian menunjukan bahwa terdapat tiga aspek yang mendasari penamaan nama-nama desa di Kecamatan Sangatta Utara dan Sangatta Selatan aspek tersebut adalah aspek kebudayaan yang mencakup desa Sangatta utara, Teluk Lingga, Sangatta Selatan, Sangkima dan Sangkima lama, aspek kedua yaitu aspek kemasyarakatan yang mencakup desa Singa Gembara dan Singa Geweh, dan terakhir aspek perwujudan lingkungan alam yang mencakup desa Sangatta Utara, Teluk Lingga, Sangatta Selatan, Sangkima Lama, dan Swarga Bara. Kata Kunci: toponimi, antropolinguistik, sangatta utara, sangatta selatan
Stereotip Perempuan dalam Kumpulan Cerpen Jangan Pulang Jika Kamu Perempuan Karya Riyana Rizki: Kajian Gender Lembayung, Puspa; Nugroho, Bayu Aji; Wahyuni, Ian
Doh Gisin Vol. 1 No. 1 (2024)
Publisher : Pusat Penelitian Kesetaraan Gender dan Perlindungan Anak Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/dohgisin.2272

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menguraikan bentuk relasi gender dan stereotip yang ditemukan dalam kumpulan cerpen Jangan Pulang Jika Kamu Perempuan karya Riyana Rizki menggunakan kajian gender. Penelitian ini menggunakan studi pustaka dengan metode kualitatif deskriptif. Cerpen dalam kumpulan cerpen Jangan Pulang Jika Kamu Perempuan karya Riyana Rizki digunakan sebagai data dalam penelitian ini. Berdasarkan analisis data, diperoleh simpulan bahwa relasi gender yang dibangun dalam kumpulan cerpen ini adalah laki-laki sebagai kelompok dominan memiliki kekuasaan yang lebih besar dibandingkan perempuan sebagai kelompok inferior. Penelitian ini juga menghasilkan stereotip perempuan sebagai makhluk lemah dan mudah dikuasai.
Prinsip Kerja Sama dalam Film Pendek Komedi Bugis Ambo Nai Anak Jalanan: Kajian Pragmatik Saleh, Firman; Yusuf, Rudy; Wahyuni, Ian; Hermansyah, Sam; Risdayanti, Risdayanti
Jurnal Idiomatik: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Vol. 6 No. 1 (2023): Idiomatik: Jurnal Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia FKIP Universitas Muslim Maros

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.46918/idiomatik.v6i1.1868

Abstract

Dalam sebuah percakapan pasti membutuhkan suatu prinsip kerja sama, agar mitra tutur dapat memahami apa yang disampaikan oleh penutur. Namun, sering kali juga di antara penutur atau mitra tutur melakukan pelanggaran percakapan yang dapat mengakibatkan pelanggaran prinsip kerja sama. Sehingga penelitian ini dibuat dengan tujuan dapat mengetahui adanya penerapan serta pelanggaran prinsip kerja sama yang terdapat di dalam percakapan film pendek komedi Bugis. Penelitian ini menggunakan metode teoretis pragmatik serta metode pendekatan metodologis deskriptif kualitatif dengan menyimak tayangan ulang acara komedi tersebut, lalu melakukan teknik catat dalam proses tahap pengumpulan datanya. Hasilnya, peneliti menemukan beberapa tuturan yang melakukan penerapan atau pelanggaran dari prinsip kerja sama dalam sebuah percakapan film pendek komedi Bugis. Hasil itu berupa dua percakapan yang merupakan maksim kualitas (satu tuturan tidak melanggar dan satu tuturan melanggar maksim kualitas). Dua percakapan maksim kuantitas (satu tuturan melanggar dan satu tuturan lagi tidak melanggar maksim kuantitas). Satu percakapan yang merupakan maksim relevansi (tuturan tidak melanggar maksim relevansi). Terakhir, satu percakapan yang merupakan maksim cara (merupakan tuturan yang melanggar maksim cara).
Strategi Kesantunan Berbahasa Pada Acara Roasting Kiky Saputri Official: Kajian Pragmatik Wahyuni, Eka Sri; Wahyuni, Ian; Hanum, Irma Surayya
Ilmu Budaya: Jurnal Bahasa, Sastra, Seni, dan Budaya Vol 9, No 3 (2025): Juli 2025
Publisher : Fakultas Ilmu Budaya Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/jbssb.v9i3.16829

Abstract

Roasting merupakan humor yang memiliki konsep mengolok-olok, mengkritik dan menyindir secara personal. Strategi kesantuna berbahasa akan memperkecil kemungkinan untuk penutur memperoleh ancaman terhadap mitra tuturnya. Penelitian ini membahas tentang bentuk dari strategi kesantunan yang digunakan  dan fungsi bahasa yang terdapat pada acara roasting dalam video Youtube. Tujuan penelitian ini adalah mendeskripsikan bentuk dan fungsi strategi kesantunan berbahasa yang digunakan oleh Kiky Saputri pada acara roasting dalam video Youtube channel Kiky Saputri official.Metode yang digunakan dalam penelitian ini yaitu pendekatan kualitatif dengan metode deskriptif. Data pada penelitian ini yaitu berupa tuturan yang ditranskripsikan dari video Youtube, dengan teknik pengumpulan data simak bebas libat cakap dengan teknik lanjutan teknik catat kemudian teknik analisis data menggunakan metode padan.Hasil penelitian menunjukkan adanya bentuk strategi kesantunan positif (positive politeness strategy) yang banyak sering digunakan dalam roasting seperti bentuk strategi melebih-lebihkan rasa ketertarikan, membuat mitra tutur lebih tertarik dan membuat lelucon agar mitra tutur tidak merasa terancam oleh roasting tersebut, sehinggan lebih dominan digunakan daripada strategi kesantunan negatif (negative politeness strategy). Fungsi kesantunan berbahasa dalam strategi kesantunan berbahasa pada acara roasting oleh Kiky Saputri di Youtube channel Kiky Saputri Official dalam playlist “Kiky Roasting!” meliputi: fungsi menyatakan (deklaratif), fungsi menanyakan (interogatif), fungsi menyuruh (imperatif) termasuk fungsi melarang dan menyetujui, fungsi meminta maaf dan fungsi mengkritik.
PELATIHAN PENASKAHAN SURAT DINAS DI KELURAHAN JAHAB, KECAMATAN TENGGARONG, KABUPATEN KUTAI KARTANEGARA : Business Correspondence Training in Jahab Village, Tenggarong Subdistrict, Kutai Kartanegara District Arifin, M. Bahri; Wahyuni, Ian; Tawakal, Alamsyah; Vivian, Yofi Irvan; Yudista, Rensiana
Jurnal Ruhui Rahayu: Jurnal Pengabdian Masyarakat Ilmu Humaniora Vol 1 No 1 (2022)
Publisher : Program Studi Sastra Indonesia Universitas Mulawarman

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30872/ruhuirahayu.v1i1.36

Abstract

Letter activity - correspondence is an indirect communication process carried out by an institution or agency. Effective delivery of information can be achieved by armed with basic knowledge of correspondence writing, linguistic rules, and letter forms, so that the intent and purpose of the letter is well received by the recipient of the letter. In addition, digital knowledge of archiving is also needed for data storage. The method used in the official letter scripting training, namely the direct method with mentoring, question and answer, and instructional techniques in writing official correspondence. The training participants consisted of thirteen people consisting of the village head, secretary of the village head, section head, and staff of Jahab Village, Tenggarong Subdistrict, Kutai Kartanegara District. The results of this activity are in the form of improving the performance capability of the Jahab Village apparatus in the distribution of public administration correspondence in terms of mastery of correspondence science, the requirements for official letters by referring to the national rules for official manuscripts, the language of official letters must be effective, reasonable, logical, efficient, careful, polite, and interesting. It is also necessary to know that note that the letter format or format of the letter varies, including: full straight shape, straight shape, half straight shape, notched shape, old Indonesian form, new Indonesian form, hanging shape. Digital archiving training is also needed in addition to being economical, safe, and practical as well as increasing the capacity of village human resources to be able to keep up with the globalsasid flow in the digital industry era.