Claim Missing Document
Check
Articles

Found 4 Documents
Search
Journal : Syntax Literate: Jurnal Ilmiah Indonesia

Resolusi Konflik Papua dalam Perspektif Strategi Kontrainsurgensi Kontemporer Menggunakan the Dynamic Trust Model Jafits Al Fajri Nur Rafsanjani; Abdul Rivai Ras
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (777.41 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i4.6758

Abstract

Pendekatan non kekerasan melalui dialog damai hampir selalu menjadi rekomendasi utama yang diajukan beberapa peneliti resolusi konflik Papua. Pendekatan keamanan dengan demikian seringkali ditempatkan sebagai antithesis dalam resolusi konflik Papua sehingga perlu untuk dihindari. Sayangnya, rekomendasi eliminasi total pendekatan keamanan yang diajukan para analis konflik tidak mampu menjawab pertanyaan siapa yang harus dipersalahkan ketika konflik kekerasan pecah oleh karena provokasi kelompok separatis Papua, membuat opsi dialog damai menjadi paradoks dalam resolusi konflik Papua seiring dengan terus berjatuhannya jumlah korban jiwa dari penduduk sipil maupun apparat keamanan. Tulisan ini bertujuan untuk memberikan alternatif pandangan mengenai resolusi konflik Papua dalam perspektif strategi perang kontrainsurgensi kontemporer dengan menggunakan the Dynamic Trust Model. Hasil analisis menemukan bahwa konflik Papua diakibatkan oleh ketiadaan interpersonal trust antar aktor sehingga memerlukan procedural trust yang dibangun berlandaskan akar masalah Papua untuk menjamin proses negosiasi berjalan dengan semestinya. Konsep perang kontrainsurgensi kontemporer juga melihat penanganan konflik Papua melalui pendekatan humanis melalui dialog damai semata tanpa disertai pendekatan keamanan oleh negara jelas merupakan kesalahan fatal yang akan merugikan negara Indonesia sebagai pemilik otoritas politik dan kekerasan yang sah. Oleh karenanya, pendekatan elaboratif sipil-militer melalui akuntabilitas pengawasan atas penyelenggaraan keamanan dan intelijen sebagai procedural trust berjalan beriringan dengan dialog damai menjadi rekomendasi terbaik bagi resolusi konflik Papua dalam perspektif strategi perang kontrainsurgensi kontemporer.
Ilegal Fishing Di Laut Natuna Utara: Upaya Penanganan Illegal Fishing Serta Para Pelaku Setelah Tertangkap Arman Sobary Darmawijaya; Abdul Rivai Ras; Broto Wardoyo
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (83.189 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i1.6020

Abstract

Illegal Fishing masih menjadi permasalahan klasik yang sedari dulu terus terjadi, meskipun hubungan bilateral sudah disepakati, perjanjian penjagaan maupun pengawasan bersama sudah ditandatangani. Namun, dalam implementasinya belum maksimal. Kurangnya armada kapal menjadi penyebab terbatasnya untuk melakukan pengawasan. Belum lagi regulasi hukum yang belum jelas terhadap para pelaku illegal fishing setelah mereka tertangkap. Oleh karena itu, pemerintah harus hadir dan mendukung penuh setiap pemenuhan kebutuhan armada kapal yang diperlukan, menegaskan kembali untuk bekerjasama bilateral dengan negara-negara lain agar menjaga kawasan perbatasan. Penelitian ini akan membahas mengenai penyebab terjadinya illegal fishing diperairan Natuna Utara serta bagaimana upaya penanganan para pelaku illegal fishing pasca tertangkap
Keamanan Nasional Sebagai Sebuah Konsep Sistem Pertahanan dan Keamanan Bagi Indonesia Muhammad Fakhrul; Abdul Rivai Ras; Koesnadi Kardi
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (305.972 KB) | DOI: 10.36418/syntax-literate.v7i7.8476

Abstract

Nilai luhur yang terkandung dalam Pembukaan “UUD 1945” adalah keinginan luhur para pendiri negara Indonesia tentang hal yang dibutuhkan suatu negara dalam menyelanggarakan kehidupan berbangsa dan bernegara yang bersifat visioner. “Melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia” mempunyai arti yang sangat luas karena melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia meliputi; (1) perlindungan warga negara yang dalam pengertian universal sering diartikan sebagai “keamanan manusia” dan hak asasi manusia; (2) perlindungan masyarakat; dan (3) perlindungan negara. Konsep sistem Keamanan Nasional Bangsa Indonesia yang digagas oleh para pendiri bangsa pada dasarnya menggambarkan kondisi dan keadaan keamanan secara komprehensif pada tataran global, regional dan nasional. Namun konsep gagasan sistem Keamanan Nasional Indonesia masih mengalami banyak kekurangan baik itu dari tataran idealisme maupun realisme, dengan kata lain nilai – nilai Keamanan Nasional yang terkandung dalam Pembukaan UUD 1945 tidak dapat secara otomatis dioperasionalkan jika tidak ditransformasikan ke dalam tubuh UUD 1945 dan peraturan perundang-undangan di bawahnya yang menjabarkan tentang tekhnis pelaksanaan konsep sistem Keamanan Nasional Bangsa Indonesia. Maka di butuhkan sebuah regulasi yang sejalan dengan tataran idealime UUD 1945 namun bersifat dinamis dengan menyesuaikan kondisi keadaan sistem Keamanan Nasional Bangsa Indonesia saat ini dan masa yang akan datang.
Analisis Kebijakan Pengelolaan Infrastruktur Terkait Pengelolaan Air Bersih Di DKI Jakarta Putra, Yusuf Aulia; Ras, Abdul Rivai; Riyanta , Stanislaus
Syntax Literate Jurnal Ilmiah Indonesia
Publisher : Syntax Corporation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36418/syntax-literate.v10i7.60643

Abstract

Air bersih merupakan kebutuhan dasar yang sangat krusial dalam mendukung kesehatan, kesejahteraan, dan pembangunan ekonomi masyarakat di perkotaan. DKI Jakarta sebagai kota megapolitan menghadapi tantangan berat dalam penyediaan dan pengelolaan infrastruktur air bersih. Permasalahan utama terletak pada keterbatasan ketersediaan air baku, pencemaran lingkungan, serta keterbatasan cakupan layanan jaringan perpipaan. Sampai tahun 2023, cakupan layanan air bersih melalui jaringan pipa baru mencapai 65,85%, sementara kebutuhan air terus meningkat seiring urbanisasi. Studi ini menganalisis kebijakan pengelolaan infrastruktur air bersih di DKI Jakarta menggunakan metode deskriptif kualitatif, dengan mengacu pada pendekatan Incremental Theory dan pelibatan Public Private Partnership (PPP) sebagai solusi pembiayaan dan pembangunan. Hasil analisis menunjukkan bahwa implementasi kebijakan bertahap dan inovasi teknologi seperti Moving Bed Bio Reactor (MBBR) dan Reverse Osmosis (RO) mampu meningkatkan kualitas serta efisiensi penyediaan air bersih. Selain itu, kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta memainkan peran penting, meskipun masih terdapat kendala dalam hal pengawasan dan perlindungan kepentingan publik. Dimensi sosial, ekonomi, dan lingkungan menjadi faktor penentu keberhasilan pembangunan air bersih berkelanjutan. Rekomendasi dalam penelitian ini meliputi percepatan pembangunan infrastruktur, penguatan regulasi, optimalisasi teknologi, serta peningkatan peran masyarakat. Studi ini diharapkan dapat menjadi rujukan dalam perumusan kebijakan air bersih yang lebih adaptif, inovatif, dan inklusif di DKI Jakarta.