Claim Missing Document
Check
Articles

Found 37 Documents
Search

Dinamika Laut Cina Selatan dalam Perspektif Realisme Dunia Internasional Moranta, Andrian Rizky; Ras, Abdul Rivai
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v6i2.3734

Abstract

Dinamika di Laut Cina Selatan sebagai salah satu wilayah laut terpenting dunia semakin berkembang seiring dengan semakin intensnya aktivitas Tiongkok yang melakukan klaim akan wilayah tersebut dengan sembilan garis putus-putusnya. Hal tersebut mendorong Amerika Serikat untuk turut terlibat di kawasan untuk melawan pengaruh Tiongkok di kawasan. Sebagai organisasi internasional yang menaungi negara-negara di dunia, penting untuk melihat lebih lanjut peran PBB dalam dinamika di Laut Cina Selatan. Dalam tulisan ini akan dibahas lebih lanjut dinamika di kawasan Laut Cina Selatan mulai dari balancing, security dilemma hingga peran PBB dilihat dari perspektif realisme khususnya neo-realisme ofensif dan defensif. Penelitian menggunakan metode kualitatif deskriptif dan hasil penelitian menunjukkan bahwa PBB terutama Dewan Keamanan PBB cenderung tidak berdaya dalam menghadapi dinamika yang melibatkan anggota Dewan Keamanan PBB.
Pengembangan PUNA MALE Elang Hitam Klasifikasi Kombatan dalam Rangka Memperkuat Pertahanan dan Keamanan Indonesia Debe, Rachmat Gemelizar; Ras, Abdul Rivai
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v6i2.3789

Abstract

Pemerintah Indonesia saat ini sedang gencar melakukan beragam inovasi dan riset dalam rangka meningkatkan kemandirian teknologi dan mengurangi ketergantungan dengan negara lain. Salah satu yang menjadi program riset dan inovasi nasional ialah Pesawat Udara Nir Awak yang dimana klarifikasi kombatannya bernama Elang hitam. Elang hitam inilah yang dipercaya mampu meningkatkan ketahanan nasional dibidang pertahanan dan keamanan. Proyek pengembangan Elang Hitam digarap oleh anggota konsorsium dan masuk kedalam Program Prioritas Riset Nasional (PRN) dan Proyek Strategis Nasional (PSN) 2020-2024. Penelitian ini bertujuan untuk memonitor sejauh mana proyek ini berjalan, memetakan hambatan dan tantangan yang ada mengingat saat ini proyek tersebut sudah menjadi proyek strategis nasional sehingga urgensinya seharusnya meningkat. Riset ini menggunakan pendekatan deskriptif analisis dengan mengambil sumber data dari observasi, data open source baik dari berita, hasil wawancara dan laporan-laporan resmi instansi terkait. Adapun yang menjadi temuan adalah proyek ini mengalami kemunduran jadwal test flight yang seharusnya dilakukan pada akhir tahun 2021 namun belum dilaksanakan akibat pandemi covid-19 serta ditemukan bahwa saat ini proyek elang hitam belum ada renaksi dan roadmap kedepan dalam rangka penyesuaian pasca masuk kedalam proyek Strategis nasional dan peleburan BRIN.Untuk itu, mengingat urgensi proyek ini meningkat, perlu adanya percepatan dalam penyusunan roadmap dan renaksi sehingga proyek bisa selesai tepat waktu.
Beda Jalan Sama Tujuan: Ancaman Politik sebagai Alternatif Ancaman Militer dalam Pelucutan Kedaulatan Negara di Era Demokrasi Ali Alfathimy, Deden Habibi; Ras, Abdul Rivai
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v6i2.3798

Abstract

Demokrasi menjadi asas politik yang semakin banyak diadopsi oleh negara-negara. Hal ini berdampak pada perubahan kecenderungan negara dalam mendapatkan dan/atau menggunakan ancaman militer terhadap satu sama lain. Namun, ancaman lain berupa ancaman politik mulai hadir sebagai alternatif. Dengan membahas hakikat ancaman militer dan ancaman politik secara teoretis, beserta sejumlah contoh kasus, artikel ini berargumen bahwa demokrasi menurunkan potensi ancaman militer antarnegara, tetapi meningkatkan potensi ancaman politik dengan dampak yang sama, yakni pelucutan kedaulatan negara.
UU ITE: Kebebasan Berpendapat, Informasi Hoax terhadap Ancaman Stabilitas Ketahanan Nasional Nurpatria, Bayu; Ras, Abdul Rivai
Jurnal Pendidikan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2022): Agustus 2022
Publisher : LPPM Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai, Riau, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jptam.v6i2.4031

Abstract

Di era abad-21, perkembangan teknologi komunikasi dan informasi kini semakin cepat, saat ini setiap individu dapat mengakses informasi yang diinginkan hanya semudah menjentikan telunjuk jari. Namun sayang dengan perkembangan teknologi yang semakin mudah di akses oleh setiap individu masyarakat, tidak semua akses informasi yang didapatkan memiliki nilai kebenaran yang dapat dipertanggung jawabkan. Namun realitas fenomena berita bohong (Hoax) atau diinformasi kini dapat mudah ditemui diberbagai laman media nasional, baik itu melalui media sosial ataupun bahkan media - media online (daring). Fenomena hoax di Indonesia menimbulkan polemik terhadap informasi yang diterima dan sering kali menimbulkan kebingungan ditengah masyarakat. Sering kali hal ini dimanfaatkan oleh pihak - pihak yang tidak bertanggung jawab untuk menanamkan fitnah dan kebencian hingga dapat menimbulkan perpecahaan di masyarakat atas informasi tidak benar yang diterima oleh masyarakat.
Ancaman Geopolitik Global Terhadap Keamanan Maritim Indonesia Diantara Dinamika Kawasan Indo-Pasifik Pangiutan, Pangiutan; Widodo, Pujo; Ras, Abdul Rivai; Suwarno, Panji; Saragih, Herlina Juni Risma
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 8, No 4 (2024): November 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v8i4.2024.1566-1578

Abstract

Posisi strategis Indonesia di kawasan Indo-Pasifik membuatnya rentan terhadap ancaman geopolitik global. Indonesia harus mengambil tindakan tegas untuk memitigasi risiko dan memperkuat kemampuan keamanan maritimnya dalam menghadapi berbagai ancaman geopolitik internasional terhadap keamanan maritimnya, tetapi ada risiko geopolitik yang kompleks dan beragam di seluruh dunia yang memengaruhi keamanan maritim Indonesia. Salah satu elemen kunci yang memengaruhi keamanan maritim Indonesia adalah persaingan di kawasan Indo-Pasifik antara negara-negara adikuasa termasuk Amerika Serikat, Tiongkok, dan Rusia. Tiongkok telah meningkatkan operasi militer dan klaim teritorialnya di Laut Cina Selatan sebagai bagian dari upayanya untuk mendapatkan pengaruh yang lebih besar di kawasan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji ancaman yang akan dihadapi Indonesia dengan kehadiran dua kekuatan besar di kawasan Indo-Pasifik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deduktif kualitatif dengan menggunakan data sekunder, baik dari buku, jurnal, internet, catatan, arsip, dan lain-lain. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa hingga saat ini posisi kekuatan militer Indonesia berada di posisi paling bawah dari negara-negara lain yang terlibat di Indo-Pasifik. Saran Indonesia perlu meningkatkan alutsista pertahanan dan keamanan agar mampu menjaga keamanan maritim Indonesia. Serta menjalin kerja sama dan membentuk aliansi agar dapat saling melindungi. 
Analisis Ketahanan Infrastruktur Pengelolaan Air Limbah Domestik di Jakarta (Studi Kasus Jakarta Sewerage Development Project) Marzio, Aldy; Ras, Abdul Rivai; Riyanta, Stanislaus
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2025): COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v5i3.3243

Abstract

This research aims to analyze the resilience of domestic wastewater management infrastructure in Jakarta, especially the Jakarta Sewerage Development Project (JSDP), and formulate a number of policy recommendations. The method used in this paper is qualitative with an analytical type. In conducting the analysis and formulating policy recommendations, the researcher is based on an incremental model that emphasizes improvements to existing policies. The results of this paper indicate that the development of JSDP is a policy that is very much needed by the community to overcome the minimal coverage of domestic wastewater management services in Jakarta which has an impact on health. In order for JSDP to be a resilient infrastructure as well as an infrastructure to support social and economic resilience, the application of six principles of infrastructure resilience is needed. In addition, active community involvement in the decision-making process is also needed to create more measurable conditions and mutual supervision. Although the development of JSDP has reflected the goals of sustainable development, this project still poses challenges to the environmental dimension because it triggers deforestation and reduces the existence of green open spaces. Therefore, the researcher formulates several policy recommendations including general recommendations, recommendations related to technical and construction issues, recommendations related to environmental issues, recommendations related to social and institutional issues, and recommendations related to financing issues.
THE SOUTH CHINA SEA GEOPOLITICAL DYNAMICS AND INDONESIA'S MARITIME SECURITY: A POLITICAL DEFENSE ANALYSIS Ras, Abdul Rivai
Sosiohumaniora Vol 26, No 3 (2024): Sosiohumaniora: Jurnal Ilmu-Ilmu Sosial dan Humaniora, NOVEMBER 2024
Publisher : Universitas Padjadjaran

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24198/sosiohumaniora.v26i3.64461

Abstract

This study aims to analyze the geopolitical dynamics in the South China Sea (SCS) region in relation to Indonesia's maritime security, viewed from the perspective of defense politics. The geopolitical dynamics in the SCS region are driven by China's claims through its Nine-Dash Line (NDL). China, as described by Cohen's Four Pillars (2015) as a country with extraordinary military power, has factually been willing to use it to legitimize and defend its claims. The surplus of economic power, besides being spent on modernizing its defense forces, is then utilized in the form of investment through the Belt and Road Initiative (BRI) policy. These two pillars have become China's strength to dominate the SCS region. This study concludes that Indonesia needs to develop a defense political strategy as a soft power to face the major challenges of geopolitical dynamics in the SCS region. This defense politics can optimize ASEAN as first-track diplomacy and other activities as second-track diplomacy.
Analisis Ketahanan Infrastruktur Pengelolaan Air Limbah Domestik di Jakarta (Studi Kasus Jakarta Sewerage Development Project) Marzio, Aldy; Ras, Abdul Rivai; Riyanta, Stanislaus
COMSERVA : Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat Vol. 5 No. 3 (2025): COMSERVA: Jurnal Penelitian dan Pengabdian Masyarakat
Publisher : Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/comserva.v5i3.3243

Abstract

This research aims to analyze the resilience of domestic wastewater management infrastructure in Jakarta, especially the Jakarta Sewerage Development Project (JSDP), and formulate a number of policy recommendations. The method used in this paper is qualitative with an analytical type. In conducting the analysis and formulating policy recommendations, the researcher is based on an incremental model that emphasizes improvements to existing policies. The results of this paper indicate that the development of JSDP is a policy that is very much needed by the community to overcome the minimal coverage of domestic wastewater management services in Jakarta which has an impact on health. In order for JSDP to be a resilient infrastructure as well as an infrastructure to support social and economic resilience, the application of six principles of infrastructure resilience is needed. In addition, active community involvement in the decision-making process is also needed to create more measurable conditions and mutual supervision. Although the development of JSDP has reflected the goals of sustainable development, this project still poses challenges to the environmental dimension because it triggers deforestation and reduces the existence of green open spaces. Therefore, the researcher formulates several policy recommendations including general recommendations, recommendations related to technical and construction issues, recommendations related to environmental issues, recommendations related to social and institutional issues, and recommendations related to financing issues.
Ancaman Geopolitik Global Terhadap Keamanan Maritim Indonesia Diantara Dinamika Kawasan Indo-Pasifik Pangiutan, Pangiutan; Widodo, Pujo; Ras, Abdul Rivai; Suwarno, Panji; Saragih, Herlina Juni Risma
Jurnal Ilmiah Muqoddimah: Jurnal Ilmu Sosial, Politik dan Hummaniora Vol 8, No 4 (2024): November 2024
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jim.v8i4.2024.%p

Abstract

Posisi strategis Indonesia di kawasan Indo-Pasifik membuatnya rentan terhadap ancaman geopolitik global. Indonesia harus mengambil tindakan tegas untuk memitigasi risiko dan memperkuat kemampuan keamanan maritimnya dalam menghadapi berbagai ancaman geopolitik internasional terhadap keamanan maritimnya, tetapi ada risiko geopolitik yang kompleks dan beragam di seluruh dunia yang memengaruhi keamanan maritim Indonesia. Salah satu elemen kunci yang memengaruhi keamanan maritim Indonesia adalah persaingan di kawasan Indo-Pasifik antara negara-negara adikuasa termasuk Amerika Serikat, Tiongkok, dan Rusia. Tiongkok telah meningkatkan operasi militer dan klaim teritorialnya di Laut Cina Selatan sebagai bagian dari upayanya untuk mendapatkan pengaruh yang lebih besar di kawasan tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji ancaman yang akan dihadapi Indonesia dengan kehadiran dua kekuatan besar di kawasan Indo-Pasifik. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah deduktif kualitatif dengan menggunakan data sekunder, baik dari buku, jurnal, internet, catatan, arsip, dan lain-lain. Hasil dari penelitian ini adalah bahwa hingga saat ini posisi kekuatan militer Indonesia berada di posisi paling bawah dari negara-negara lain yang terlibat di Indo-Pasifik. Saran Indonesia perlu meningkatkan alutsista pertahanan dan keamanan agar mampu menjaga keamanan maritim Indonesia. Serta menjalin kerja sama dan membentuk aliansi agar dapat saling melindungi.Kata Kunci : Geopolitik, Keamanan Maritim, Indo-Pasifik, Ancaman, Kekuatan
Artificial Intelligence and Maritime Governance: Policy Challenges in Combating Illegal Fishing in the Natuna Exclusive Economic Zone Cintya Yelena Putri; A. Adang Supriyadi; Abdul Rivai Ras
International Journal of Education, Vocational and Social Science Vol. 4 No. 04 (2025): September - November, International Journal of Education, Vocational and Socia
Publisher : Cita konsultindo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63922/ijevss.v4i04.2368

Abstract

The Natuna Exclusive Economic Zone (EEZ) is one of Indonesia’s most strategic maritime areas, facing persistent threats from illegal, unreported, and unregulated (IUU) fishing that undermine national sovereignty, food security, and marine sustainability. Conventional maritime patrols have proven inadequate due to limited resources, adverse weather, and the vastness of the region. This study explores the role of artificial intelligence (AI) in strengthening maritime governance, with particular attention to policy challenges in addressing IUU fishing in the Natuna EEZ. Using a qualitative-analytical case study approach, the research identifies major issues such as inter-agency coordination, legal recognition of digital evidence, and community participation in surveillance efforts. The findings show that AI can enhance maritime monitoring through multisensor data integration, trajectory prediction, and anomaly detection in vessel movements. However, the effectiveness of AI systems depends on institutional interoperability, legal adaptation, and inclusive governance mechanisms. The study concludes that AI integration in maritime governance represents a multidimensional reform rather than a purely technical advancement. It bridges technology, law, and environmental management, positioning AI as a strategic instrument to safeguard Indonesia’s maritime sovereignty and strengthen its contribution to Indo-Pacific security cooperation.