Reh Malem br Karo
Program Studi Farmasi Klinis, Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi Dan Ilmu Kesehatan Universitas Prima Indonesia Medan, Indonesia

Published : 28 Documents Claim Missing Document
Claim Missing Document
Check
Articles

Found 28 Documents
Search

Community Education on the Benefits of Natural Antioxidants in Green Tea Leaf-Based Sunscreen Gel for Skin Protection Sinurat, Jhon Patar; Br Karo, Reh Malem
JURNAL PENGMAS KESTRA (JPK) Vol. 5 No. 1 (2025): Jurnal Pengmas Kestra (JPK)
Publisher : Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LP2M) Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/hnv6pq67

Abstract

Ultraviolet (UV) radiation is one of the key contributors to the deterioration of skin structure and function. Its harmful effects include premature aging, hyperpigmentation, and increased risk of skin cancer. One of the underlying mechanisms of this damage is the formation of free radicals, which trigger oxidative stress, compromise cellular integrity, and reduce the skin’s natural defense capacity. The use of skin protection products such as sunscreen serves as a preventive measure in daily skincare routines. This community service (PkM) activity was conducted through an interactive model of education and demonstration, aimed at enhancing public knowledge and awareness regarding the benefits of natural antioxidants available in sunscreen gel formulations derived from green tea leaf extract. The program was designed with an educational and participatory approach, in which the materials were delivered through theoretical explanations and simple practical demonstrations. The participants consisted of 25 individuals, both male and female, aged between 17 and 40 years, residing in the Lubuk Pakam area. The results of the activity showed a significant improvement in participants’ knowledge, with an average post-test score of 89.98 compared to a pre-test score of 56.05 indicating a substantial knowledge gain of 33.93 points, which falls into the "very high" category. This community outreach proved effective in increasing public understanding of the use of natural antioxidants in sunscreen products. Furthermore, participant satisfaction was remarkably high, with an average satisfaction rating of 96.4%, categorized as "Very Satisfied." In conclusion, this PkM activity successfully enhanced the participants’ knowledge regarding natural skin protection strategies, and participants expressed strong satisfaction with the implementation of the program.
Skrinning fitokimia komponen bioaktif Parem Karo Sembiring, Novitaria Br.; Lubis, Asyrun Alkhairi; Karo, Reh Malem Br; Hidayat, Andri
Buletin Kedokteran & Kesehatan Prima Vol. 2 No. 2 (2023): September
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/bkkp.v2i2.4798

Abstract

Param Karo atau disebut juga Kuning Bergeh, memiliki khasiat untuk menurunkan suhu tubuh ketika demam. Berdasarkan wawancara dengan pembuat param Karo, di Kelurahan Pekan Bahorok, Sumatera Utara, sediaan ini terbuat dari buah pala (Piperis Nigri Fructus), jahe (Zingiberis Officinalis Rhizoma), bangle (Zingiber purpureum), lempuyang (Zingiber cassumunar), kencur (Kaemferia galanga), temulawak (Curcuma xanthoriza), temu kunci (Boesenbergia pandurata), dan tepung beras (Oryza Sativa) yang dihaluskan, kemudian dibentuk bulat-bulat ukuran kecil. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi metabolit sekunder Param Karo yang belum pernah diteliti. Metode penelitian ini eksperimental dengan menguji metabolit sekunder param Karo menggunakan reagen-reagen skrinning fitokimia. Hasil pengujian skrinning fitokimia param Karo positive mengandung alkaloid, flavonoid, fenol, tannin, monoterpene, seskuiterpen, triterpenoid, dan saponin. Sehingga dapat disimpulkan param Karo mengandung metabolit sekunder seperti alkaloid, flavonoid, fenol, tannin, monoterpene, seskuiterpen, triterpenoid, dan saponin. Meskipun, bahan-bahan dalam pembuatan param Karo sudah melewati proses pemanasan, komponen senyawa bioaktif khususnya metabolit sekunder tidak rusak dan dapat dipertahankan.
Squamous cell carcinoma of the kidney: A case report Lina, Juliana; Karo, Reh Malem br; Theresia, Yohani; Fadillah, Qori
Buletin Kedokteran & Kesehatan Prima Vol. 4 No. 1 (2025): March
Publisher : Fakultas Kedokteran, Kedokteran Gigi, dan Ilmu Kesehatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34012/bkkp.v4i1.6544

Abstract

Primary renal squamous cell carcinoma (SCC) is a rare neoplasm strongly associated with a history of nephrolithiasis. Renal SCC is reported to have high morbidity and mortality rates, especially in the elderly population. Clinical manifestations of renal SCC are generally characterized by hematuria, flank pain, and a palpable mass in the retroperitoneal area. Histopathological examination reveals the infiltration of squamous cell nests that destroy the stroma. These cells show nuclear pleomorphism, an increased nuclear/cytoplasmic ratio, irregular nuclear membranes, coarse chromatin, prominent and dense basophilic nucleoli, and eosinophilic cytoplasm. These histopathological findings confirm the diagnosis of squamous cell carcinoma. The uniqueness of this case lies in the diagnosis of renal SCC in a relatively young age group, making it a distinct clinical concern. Further immunohistochemical examination, including CK5/6, p63, p40, and CK14 panels, is needed to determine the prognosis and appropriate treatment strategy. This case report emphasizes the importance of understanding kidney stone disease as a preventive measure against the development of renal SCC.
EFEKTIVITAS GEL EKSTRAK ETANOL DAUN INSULIN (TITHONIA DIVERSIFOLIA) HEMSL) A. GRAY) SEBAGAI PENYEMBUH LUKA PADA TIKUS DIABETES purba, marina novelly br; Meutia, Rena; Br Karo, Reh Malem
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.32092

Abstract

Diabetes melitus (DM) merupakan penyakit metabolisme kronis disebabkan oleh hiperglikemia. Luka terjadi karena infeksi yang muncul di luka. Daun Insulin Tithonia diversifolia (Hemsl.) A.Gray) digunakan sebagai pengobatan tradisional di berbagai belahan dunia untuk penyakit antimalaria, antidiabetes dan antimikroba. Daun Insulin memiliki kandungan senyawa metabolit sekunder alkaloid, tanin, flavonoid, saponin dan steroid yang membantu mempercepat proses penyembuhan luka diabetes. Setiap senyawa  metabolit sekunder memiliki mekanisme aktivitas tertentu yang berkaitan dalam proses penyembuhan luka diabetes. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh pemberian gel ekstrak daun insulin terhadap penyembuhan luka diabetik pada tikus putih jantan. Metode yang digunakan yaitu jumlah sampel adalah 25 ekor tikus dengan 5 kelompok perlakuan, diinduksi diabetes menggunakan aloksan dengan dosis 125 mg/kg BB secara intraperitoneal. Tikus dilukai pada bagian punggung dengan panjang luka ± 2 cm dengan kedalaman 0,3 cm. Kelompok perlakuan diberikan.Basis Gel, .Prontosan® Gel, .Gel Ekstrak Daun Insulin.dengan konsentrasi.7,5%, 15%, dan 22,5%. Penelitian dilakukan selama 14 hari, pengaplikasian gel dengan frekuensi 2 kali sehari, pengamatan dilakukan secara makroskopik. Hasil penelitian menunjukkan GEDI konsentrasi 7,5% menunjukkan kesembuhan total pada hari ke-13, GEDI konsentrasi 15% pada hari-ke 12, dan GEDI 22,5% pada hari-ke 11. Hasil menyatakan rerata persentase penyembuhan luka insisi diabetes dengan konsentrasi 22,5% lebih baik dibandingkan konsentrasi 15% dan 7,5%. Kesimpulan yang diperoleh adalah Gel Ekstrak Daun Insulin dapat.mengobati luka yang terjadi pada tikus diabetes.
UJI AKTIVITAS ANTIOKSIDAN DARI FRAKSI ETIL ASETAT EKSTRAK METANOL DAUN KERAI PAYUNG (Filicium decipiens) Manao, Merlianasari; Karo, Reh Malem Br; Razoki, Razoki
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 6, No 3 (2024): JULI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v6i3.26222

Abstract

Indonesia memiliki banyak jenis tumbuhan yang dapat digunakan sebagai bahan obat. Kerai payung (Filicium decipiens) adalah salah satu tanaman yang berpotensi sebagai tanaman obat karena mengandung senyawa kimia seperti alkaloid, tanin, steroid, flavonoid, terpenoid dan saponin yang berfungsi sebagai antioksidan. Tanaman ini dapat digunakan dalam berbagai bidang, seperti Kesehatan, lingkungan, pertanian dan industri makanan. Kebaruan dalam penelitian ini adalah menguji aktivitas antioksidan dari fraksi etil asetat ekstrak metanol daun kerai payung karena penelitian terdahulu masih sebatas meneliti uji antibakteri pada sampel yang sama. Tujuan penelitian adalah untuk melakukan Uji aktivitas antioksidan  di dalam fraksi etil asetat ekstrak metanol daun kerai payung. Penelitian ini menggunakan metode DPPH (1,1-difenil-2-pikrilhidrazil) dengan alat spektrofotometer UV-Vis (Ultraviolet-Visible) pada panjang gelombang 515 nm dan vitamin C sebagai pembanding. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Aktivitas antioksidan dapat ditentukan dengan menghitung Nilai ICâ‚…â‚€. Nilai IC50 fraksi etil asetat ekstrak metanol daun kerai payung adalah 19.97 ppm sedangkan nilai ICâ‚…â‚€. Vitamin C sebagai pembanding adalah 3,19 ppm. Kesimpulan bahwa fraksi etil asetat ekstrak metanol daun kerai payung memiliki aktivitas antioksidan sangat kuat.
PENENTUAN KADAR TOTAL FLAVONOID DARI FRAKSI ETIL ASETAT EKSTRAK METANOL DAUN KERAI PAYUNG (Filicium-decipiens) Christine, Yesina; Br Karo, Reh Malem; Neswita, Elfia; Tanamal, Claudia
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 6, No 3 (2024): JULI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v6i3.26204

Abstract

Kerai Payung (Filicium-decipiens) merupakan tanaman yang bernilai tinggi sebagai bahan obat selama ratusan tahun. Salah satu senyawa yang terdapat pada tanaman ini adalah flavonoid yang diketahui memiliki banyak manfaat, antara lain bersifat antiinflamasi, antioksidan, antivirus, antikarsinogenik, antialergi, dan antibiotik. Kebaruan dari penelitian adalah menentukan kadar total flavonoid dari fraksi etil asetat ekstrak metanol daun kerai payung. Peneliti terdahulu melakukan pengujian ekstrak daun kerai payung masih sebatas menentukan aktivitas antibakteri sehingga tujuan penelitian ini adalah menguji kadar total flavonoid dari fraksi etil asetat ekstrak metanol daun kerai payung. Metode penelitian ini menggunakan spektrofotometer UV-visibel dan metode kolorimetri menggunakan larutan standar kuarsetin pada rentang panjang gelombang 400-800 nm. Absorbansi kemudian diukur pada berbagai konsentrasi, yaitu 10-50 ppm, untuk mengetahui total flavonoid. Penentuan kadar total flavonoid tersebut dijalankan tiga kali untuk mendapatkan data yang akurat. Hasil penelitian menunjukkan panjang gelombang maksimum adalah 436 nm dan nilai serapannya 0,200, dan nilai serapannya semakin meningkat seiring dengan bertambahnya konsentrasi, terlihat dari nilai serapan pada konsentrasi 10 sampai 50 ppm pada kurva kalibrasi. Kesimpulan bahwa hasil rata-rata kandungan flavonoid total sebesar 27,7067 mg QE/g ekstrak atau 2,77 %, yang dimana kadar flavonoid tersebut tergolong cukup tinggi.
UJI AKTIVITAS ANTIBAKTERI DARI FRAKSI ETIL ASETAT EKSTRAK METANOL DAUN KERAI PAYUNG (Filicium decipiens) TERHADAP BAKTERI Propionibacterium acne. Br Sihite, Rani Marselina; Br Karo, Reh Malem; Simanjuntak, Nerly Juli Pranita
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 6, No 3 (2024): JULI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v6i3.26252

Abstract

Kerai payung (Filicium-decipiens) merupakan tanaman yang termasuk kedalam keluarga sapindaceae, dengan penghasil saponin yang cukup beracun. P acne yaitu bakteri gram-positif  yang bisa hidup dengan cara anaerob fakultatif (tidak ada oksigen). Kebaruan dari penelitian ini adalah melakukan uji aktivitas antibakteri dari fraksi etil asetat ekstrak metanol daun kerai payung (filicium-decipiens) terhadap bakteri propionibacterium acne. Tujuan pengujian ini adalah agar dapat memahami aktivitas dari antibakteri ekstrak daun kerai payung dalam proses penghambatan perkembangan p acne. Ekstrak didapat dengan cara proses maserasi memakai metanol. kemudian diteruskan keproses partisi sampai didapatkan fraksi etil asetat. Konsentrasi fraksi etil asetat daun kerai payung dibuat dengan variasi konsentrasi sebagai berikut: 5 %, 10 %, 25 %, 50 %, 75 %, 100 %. Uji tersebut dibuat memakai metode difusi cakram. Berdasarkan hasil pengujian didapat zona hambat terbesar pada konsentrasi ekstrak 75% yaitu konsentrasi paling efektif untuk menghambat pertumbuhan Propionibacterium acne karena mempunyai rata-rata zona hambat tertinggi sebesar 23,88 mm. Konsentrasi 5 %, 10 %, 25 %, 50 %, 100 % merupakan  7.25 mm, 8.88 mm, 9.00 mm, 9.63 mm, 13.00 mm. Kontrol positif(+) adalah Cifrofloxacin 41.38 mm. Kesimpulan bahwa fraksi etil asetat ekstrak metanol kerai payung (Filicium-decipiens) mempunyai aktivitas sebagai antibakteri P acne.
Processing of Rice Straw (Oryza sativa) into Activated Carbon and Its Formulation in Facial Cleansing Soap Products Tampubolon, Regina Elianda; Wulandari, Suci; Sinurat, Jhon Patar; Br Karo, Reh Malem
Jurnal FARMASIMED (JFM) Vol 8 No 1 (2025): Jurnal Farmasimed (JFM)
Publisher : Fakultas Farmasi Institut Kesehatan Medistra Lubuk Pakam

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35451/cpmerg17

Abstract

Rice straw is an abundant agricultural by-product commonly used as livestock feed or burned as waste. It contains cellulose, hemicellulose, lignin, and silica, which can be processed into activated carbon capable of adsorbing impurities and excess oil from the skin. To date, the utilization of rice straw has been limited mainly to compost fertilizer and planting media. Meanwhile, facial cleansing soaps made from natural extracts, eco-friendly ingredients, and affordable materials are increasingly popular. The objective of this study was to produce activated carbon from rice straw and apply it in the formulation of a facial cleansing soap product.This research employed an experimental laboratory approach with a quantitative descriptive method to determine the effectiveness of rice straw–based activated carbon in facial soap formulations. The procedure began with the carbonization of rice straw powder, followed by characterization of the activated carbon through moisture content analysis, ash content test, and FT-IR functional group analysis. The liquid soap was formulated into three variations and evaluated for its quality through organoleptic observation, pH measurement, cleansing ability test, and oil adsorption test.The results showed that activated carbon derived from rice straw had a moisture content of 8.92%, ash content of 7.68%, and exhibited functional groups such as –OH, aliphatic C–H, aromatic C=C, aldehyde C=O, and alcohol C–O based on FT-IR analysis. The facial soap formulations containing rice straw–based activated carbon demonstrated safe pH values—F1 = 5.46, F2 = 6.04, and F3 = 6.8—and exhibited enhanced cleansing and oil-adsorbing properties, with the highest oil adsorption value reaching 86%. These findings indicate that activated carbon from rice straw can be effectively applied in the formulation of facial cleansing soap that is safe and beneficial for skin health.