Claim Missing Document
Check
Articles

Found 5 Documents
Search
Journal : JMTSS

Studi Angkutan Sedimen Dasar (Bed Load) Pada Estuari Kuala Langsa Bona Fahma Nadra Siregar; Faiz Isma; Ellida Novita Lydia
Jurnal Media Teknik Sipil Samudra Vol 1 No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik. Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jmtss.v1i1.2858

Abstract

Sedimen adalah tanah atau bagian-bagian tanah yang terbawa oleh air dari tempat yang mengalami erosi pada suatu daerah aliran sungai (DAS) dan masuk ke dalam suatu badan air. Sedimen yang dihasilkan oleh proses erosi dan terbawa oleh aliran air akan mengendap pada suatu tempat yang kecepatan alirannya melambat atau terhenti. Pendangkalan akibat sedimentasi merupakan salah satu permasalahan yang terjadi di Estuari Kuala Langsa. Pendangkalan yang terjadi di Estuari Kuala Langsa tidak lepas dari kejadian sebuah Kapal Rumah Sakit TNI AL dr.Soeharso, yang tidak dapat bersandar di pelabuhan. Sedimentasi yang terjadi di Estuari Kuala Langsa akan berpengaruh terhadap aktifitas pelayaran yang ada. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui besaran sedimen dasar (bed load) di Estuari Kuala Langsa. Pada penelitian ini dilakukan pengukuran langsung di estuari untuk mendapatkan data morfologi sungai dan sampel sedimen pada dasar sungai. Sampel sedimen kemudian diperiksa di laboratorium untuk mendapatkan ukuran diameter butiran (d50 dan d90). Dalam analisis juga digunakan nilai debit hasil perhitungan (Qukur). Data-data yang telah diperoleh selanjutnya dianalisis menggunakan rumus empiris yaitu Van Rijn, DuBoys dan Rottner. Dari hasil analisis angkutan sedimen dasar di Estuari Kuala Langsa diperoleh hasil: untuk metode DuBoys diperoleh angkutan rata-rata sedimen dasar Qb = 1,954 x 10-5 (kg/s) /m. Sedangkan untuk metode Van Rijn, dan Rottner didapatkan nilai negatif dan disimpulkan bahwa kedua metode ini tidak cocok untuk kondisi Estuari Kuala Langsa.
Perbandingan Daya Dukung Tanah Lempung Dalam Kondisi Kering Optimum Dan Basah Optimum Sebagai Subgrade Untuk Kontruksi Jalan Elvin Harish Munanda Hrp; Asmadi Suria; Ellida Novita Lydia
Jurnal Media Teknik Sipil Samudra Vol 1 No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik. Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jmtss.v1i1.2859

Abstract

Tanah lempung adalah tanah yang mempunyai partikel-partikel tertentu yang menghasilkan sifat-sifat plastisitas pada tanah apabili di campur dengan air dan tanah lempung ini memiliki daya dukung yang rendah. Tujuan untuk mengetahui pengaruh kuat tekan dan kuat geser kering optimum dan basah optimum pada tanah lempung. Pengujian yang dilakukan yaitu sifat fisik sampel tanah berupa uji kadar air, berat volume, batas-batas Atterberg, dan analisa saringan, pengujian inti dari penelitian ini yaitu pengujian kuat tekan bebas dan pengujian kuat geser langsung. Hasil pengujian nilai kuat tekan pada kondisi kering optimum 18,156 kg/div, optimum 32,742 kg/div, basah optimum 25,942 kg/div dan hasil keseluruhan sampel pengujian geser langsung nilai tertinggi diambil pada beban 30 kg dengan nilai sebesar 38,57 kg/div terdapat pada tanah optimum dan nilai terendah diambil pada beban 10 kg dengan nilai sebesar 4,06 kg/div terdapat pada tanah kering optimum. Dikarenakan pada kondisi optimum kepadatan tanah maksimal, sehingga tanah dalam keadaan stabil. Pada kondisi kering optimum tanah lempung memiliki kepadatan tanah yang tidak stabil, sehingga butiran – butiran tanah tidak saling mengikat, sebaliknya dalam kondisi basah optimum tekanan pada butiran tanah sangat tinggi, sehingga tanah memiliki plastisitas yang tinggi.
Evaluasi Rute Evakuasi Tsunami Kecamatan Padang Barat Kota Padang Menggunakan QGIS Rini Suryani; Eka Mutia; Ellida Novita Lydia
Jurnal Media Teknik Sipil Samudra Vol 1 No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik. Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jmtss.v1i1.2863

Abstract

Kota Padang yang merupakan wilayah yang terletak di tepi pantai yang sangat rawan terhadap gempa bumi dan memungkinkan terjadi tsunami. . Dari beberapa sumber sejarah mengatakan bahwa pada tahun tahun 1833 Residen Jamesde Puy melaporkan terjadi gempa bumi yang diperkirakan berkekuatan 8,6-8,9 skala richter di Padang yang menimbulkan tsunami. Berdasarkan kondisi tersebut rute evakuasi tsunami sangat dibutuhkan oleh masyarakat. Penelitian ini bertujuan untuk, mengetahui pelayanan shelter dan rute evakuasi tsunami dari hasil QGIS serta membandingkan rute evakuasi yang telah ditentukan oleh pemerintah dengan rute yang didapat dari QGIS. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah multi ring buffer dan network analysis. Data sekunder yang digunakan yaitu data peta jaringan jalan, peta administrasi, peta landaan tsunami, peta rute evakuasi yang diperoleh dari pemerintah dan primer diperoleh dari survey bangunan evakuasi, lebar jalan, dan kondisi jalan yang diperoleh dari pemerintah dan primer diperoleh dari survey bangunan evakuasi, lebar jalan, dan kondisi jalan. Hasil penelitian ini diperoleh sebanyak 28 bangunan yang dapat dijadikan sebagai tempat evakuasi sementara atau shelter. Bangunan shelter terkecil yaitu kantor Gubernur Sumatera Barat dengan luas 166 m2 dengan kapasitas 166 orang, bangunan dengan luas terbesar yaitu Plaza Andalas seluas 5983 m2 dengan kapasitas sebanyak 5983 orang. Area pelayanan shelter bangunan terbanyak terletak pada radius 200 meter dari titik shelter yaitu sebanyak 2854, dan jumlah bangunan paling sedikit terletak pada radius 50 meter dari titik shelter yaitu sebanyak 499 bangunan. Rute terpanjang yaitu dari titik Lokasi 22 menuju STMIK Indonesia Padang sepanjang 1926 meter, dan jalur terpendek yaitu dari titik Lokasi 38 menuju shelter Kantor Gubernur Sumatera Barat sepanjang 91 meter. Jadi, rata-rata panjang rute evakuasi sepanjang 440 meter
Pemanfaatan Tanah Lempung Dan Abu Kulit Kakao Sebagai Bahan Baku Pengganti Pasir Pada Pembuatan Paving Block Muhammad Muliadi; Asmadi Suria; Ellida Novita Lydia
Jurnal Media Teknik Sipil Samudra Vol 1 No 1 (2020)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik. Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jmtss.v1i1.2864

Abstract

Paving block banyak digunakan masyarakat sebagai konstruksi bangunan, khususnya untuk perkerasan jalan lingkungan, pekarangan, trotoar, tempat parkir, dan lain-lain. Penggunaan material penyusun utama paving block seperti semen dan pasir relative mahal.Maka pada penelitian ini akan memberikan alternatif lain dengan menggunakan campuran tanah lempung dan abu kulit kakao.Tujuannya Untuk mengetahui apakah paving block dengan campuran tanah lempung dan abu kulit kakao dengan berbagai variasi dapat memenuhi mutu yang disyaratkan dan Untuk mengetahui karakteristik paving block campuran tanah lempung dan abu kulit kakao.Sampel tanah yang diuji berasal dari kampong bandung kecamatan manyak payed kabupaten Aceh Tamiang, dengan variasi kadar campuran yang digunakan yaitu 0%, 10%, 15%, 20%, dan 25% dan waktu pembakaran paving block iniselama 7 hari, kemudian akan dilakukan uji kuat tekan dan daya serap air.Hasil penelitian menunjukkan bahwa nilai kuat tekan paling optimum terjadi pada campuran 25% adalah 3.530N/mm²(41,52%).Penambahan persentase abu kulit kakao setiap variasi nya mengakibatkan penambahan kuat tekan pada paving block. Nilai kuat tekan paving block dari tanah lempung dengan melakukan pembakaran masih belum memenuhi spesifikasi SNI 03-0691-1996.Nilai uji daya serap air belum memenuhi spesifikasi dari paving block SNI 03-0691-1996 yaitu berkisar 3%-10%.
Studi Angkutan Sedimen Layang (Suspended Load) Di Estuari Kuala Langsa Surya Ningsih; Faiz Isma; Ellida Novita Lydia
Jurnal Media Teknik Sipil Samudra Vol 1 No 2 (2020)
Publisher : Program Studi Teknik Sipil, Fakultas Teknik. Universitas Samudra

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.55377/jmtss.v1i2.2881

Abstract

Pendangkalan akibat sedimentasi menjadi salah satu permasalahan yang terjadi di Estuari Kuala Langsa. Sedimentasi yang terjadi di Estuari Kuala Langsa akan berpengaruh terhadap kondisi sedimen di Estuari. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengestimasi besarnya sedimen layang yang terjadi serta menghitung debit angkutan sedimen layang menggunakan 3 metode yaitu : metode pendekatan Lane and Kalinske, Einstein dan pendekatan Chang, Simons and Richardson. Pada penelitian ini dilakukan pengukuran langsung di Estuari Kuala Langsa untuk mendapatkan data morfologi sungai dan sampel sedimen layang. Sampel sedimen kemudian dibawa ke laboratorium dan dipanaskan hingga kering untuk mendapatkan data hasil berat kering sedimen layang. Semua data yang telah diperoleh selanjutnya dianalisis, dari analisis debit angkutan sedimen layang rata–rata per detik di Estuari Kuala Langsa dengan debit lapangan terbesar Qukur = 2455,211 m3/s diperoleh hasil : untuk metode Lane and Kalinske diperoleh debit angkutan sedimen qsw = 0,2938 (kg/s)/m. Untuk metode Einstein diperoleh debit angkutan sedimen qsw = 2,36x10-3 (kg/s)/m. Sedangkan untuk metode Chang, Simons and Richardson diperoleh debit angkutan sedimen qsw = 7,01x10-4 (kg/s)/m. Metode Chang, Simons and Richardson ini menghasilkan beberapa nilai negatif dan disimpulkan metode ini tidak sesuai untuk kondisi Estuari Kuala Langsa. pada penelitian ini metode yang lebih sesuai digunakan adalah metode Lane and Kalinske karena menghasilkan nilai yang lebih besar