Claim Missing Document
Check
Articles

Found 21 Documents
Search

Dampak Pandemi Covid-19 Terhadap Perkembangan Pariwisata dan Kondisi Sosial Ekonomi Masyarakat di Kawasan Air Terjun Benang Stokel Dusun Pemotoh Desa Aik Beriq Batukliang Lombok Tengah Hadi Mahmudi; Masrun; Handika Putra, Taufan
Journal of Economics and Business Vol 8 No 1 (2022): Ekonobis, Maret 2022
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/ekonobis.v8i1.94

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dampak pandemi Covid-19 terhadap perkembangan pariwisata, pendapatan pedagang, penyerapan tenaga kerja di Kawasan Wisata Air Terjun Benang Stokel. Jenis penelitian ini menggunakan metode penelitian Explanatory Research. Populasi dalam penelitian ini diambil dari dua sisi, pertama dari sisi pelayanan/penyedia jasa yaitu Pengelola, Pedagang dan kedua dari sisi pengguna jasa yaitu wisatawan. Penentuan sampel dilakukan dengan menggunakan purposive sampling. Sampel dalam penelitian ini diambil dari sebagian populasi dengan kriteria dan pertimbangan tertentu yang peneliti anggap tepat untuk dimintai informasi yaitu pengelola, pedagang kuliner dan pemandu wisata serta wisatawan di Kawasan Wisata Air Terjun Benang Stokel. Metode yang digunakan dalam menganalisis data dalam penelitian ini adalah analisis deskriptif kualitatif. Hasil kajian memberikan gambaran perkembangan pariwisata di Kawasan Wisata Air Terjun Benang Stokel pada masa Pandemi Covid-19, tidak ada perkembangan, cenderung menurun karena sarana dan prasarana kurang terawat. Kondisi sosial masyarakat sebelum dan sesudah Pandemi Covid-19 tidak berubah. Kondisi perekonomian masyarakat di sekitar Kawasan Wisata Air Terjun Benang Stokel sebelum Pandemi Covid-19 cukup sejahtera dan setelah Pandemi Covid-19 kesejahteraan mereka menurun. Pengelolaan Wisata Air Terjun Benang Stokel Faktor penghambat yang memperlambat perkembangannya adalah kebersihan yang kurang memadai, sumber daya yang tidak memiliki kompetensi yang memadai di bidang pariwisata dan sarana komunikasi yang tidak lancar. Adapun solusi yang dapat disampaikan adalah sebagai berikut: Pemeliharaan sarana dan prasarana serta sarana di Kawasan Wisata Air Terjun Benang Stokel perlu diperhatikan oleh pihak-pihak terkait terutama pengelola dengan menyisihkan dana dari retribusi tiket masuk sebagai sumber dari pendanaan. Kehidupan masyarakat di sekitar Kawasan Wisata Air Terjun Benang Stokel diberikan arahan oleh pihak terkait agar lebih dinamis, terutama arahan untuk menyongsong perkembangan pariwisata di Lombok kedepannya. Masyarakat sekitar Kawasan Wisata Air Terjun Benang Stokel perlu diberikan pelatihan kegiatan ekonomi produktif oleh pihak terkait, misalnya dalam bidang agrowisata, perikanan air tawar. Masyarakat di sekitar Kawasan Wisata Air Terjun Benang Stokel perlu diberikan pelatihan pemandu wisata dan peningkatan fasilitas komunikasi.
Analysis of Efficiency, Effectiveness of Land and Building Tax Revenue (PBB) and Its Contribution to Regional Original Revenue (PAD) of Mataram City in 2018-2022 Nisak, Attin Zaetun; Masrun; Astuti, Endang
West Science Business and Management Vol. 2 No. 04 (2024): West Science Business and Management
Publisher : Westscience Press

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.58812/wsbm.v2i04.1529

Abstract

This research aims to determine and analyze the level of efficiency and effectiveness of Mataram City's land and building tax (PBB) revenue, as well as analyzing the contribution of land and building tax (PBB) to Mataram City's local revenue (PAD) in 2018-2022. The type of research used in this research is quantitative descriptive. The results of this research show that the efficiency of Mataram City's land and building tax (PBB) revenue shows a large efficiency ratio in the last 5 years, namely 2018-2022, which has an average ratio of 1.18% with very efficient criteria. The effectiveness of Mataram City's land and building tax (PBB) revenue shows that in the last 5 years, namely 2018-2022, the average effectiveness ratio of land and building tax (PBB) was 102.39% with very effective criteria. The contribution of land and building taxes (PBB) to Mataram City's original regional income (PAD) in the last 5 years 2018-2022 has an average ratio of 6.46% with the criteria of very little contribution.
PENGARUH LOKASI TERHADAP KELAYAKAN USAHA BAGI PEDAGANG KAKI LIMA (PKL): STUDI KOTA MATARAM Firmansyah, Muhammad; Mahmudi, Hadi; Yuniarti, Titi; Masrun
Elastisitas : Jurnal Ekonomi Pembangunan Vol. 4 No. 2 (2022): Elastisitas, September 2022
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Keberadaan PKL di satu sisi memberi manfaat bagi daerah dengan terciptanya lapangan kerja dan peningkatan pendapatan masyarakat. Konsumen juga terbantu dengan adanya PKL. Di sisi lain, PKL dinilai mengganggu kenyamanan, terutama bagi pengguna jalan. Penelitian ini bertujuan menemukan karakteristik penentu keputusan memilih lokasi PKL, sehingga memudahkan pengambil kebijakan menentukan lokasi PKL. Penelitian dilakukan dengan pendekatan kualitatif dengan mengamati dan mewawancarai beberapa PKL di Kota Mataram. Hasil penelitian menunjukkan bahwa keputusan lokasi PKL menentukan layak tidaknya usaha PKL. Lokasi ditentukan oleh keramaian yaitu sebagai pusat pengunjung dan jalur masyarakat, dekat dengan fasilitas umum seperti kampus, rumah sakit, dan pantai. Jarak rumah pedagang kaki lima dan lokasinya juga penting. Jika relokasi dilakukan, disarankan untuk tetap menggunakan pola pengelompokan usaha sejenis dan memperhatikan karakteristik kawasan usaha yang dibangun.
DINAMIKA PENGELOLAAN SARHUNTA OLEH MASYARAKAT DI KAWASAN EKONOMI KHUSUS MANDALIKA LOMBOK TENGAH-INDONESIA Rizal Kurniansah; Masrun; Jumhur Hakim
Media Bina Ilmiah Vol. 18 No. 8: Maret 2024
Publisher : LPSDI Bina Patria

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33758/mbi.v18i8.749

Abstract

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menganalisis keterampilan masyarakat dalam mengelola sarhunta di KEK Mandalika sebelum dan sesudah sarhunta dikembangkan. Kedua, untuk menganalisis dampak sosial dan ekonomi yang diperoleh sebelum dan sesudah sarhunta dikembangkan. Metode pengumpulan data yang digunakan dalam penelitian ini adalah observasi, wawancara, studi literatur dan dokumentasi. Analisis data yang digunakan adalah deskriptif kualitatif. Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan, keterampilan masyarakat sebelum mendapatkan bantuan program sarhunta dari pemerintah, masyarakat tidak memiliki keterampilan sama sekali dalam mengelola tempat tinggal (sarhunta). Namun setelah mendapatkan bantuan, masyarakat memiliki keterampilan tersebut karena telah mendapatkan beberapa pelatihan dari stakeholder terkait. Meskipun begitu, keterampilan yang dimiliki masyarakat sebenarnya belum maksimal, karena mereka belum mampu mengelola sarhunta mereka sesuai dengan standar penginapan pada umumnya. Selain itu, masyarakat masih kesulitan dalam memasarkan sarhunta mereka karena minimnya pengetahuan tentang pemasaran, dan harus bersaing dengan berbagai tempat penginapan lain yang sudah berkembang dengan baik. Sehingga mereka cenderung hanya menunggu tamu yang datang ke tempat mereka masing-masing. Selanjutnya, dampak sosial dan ekonomi yang didapatkan oleh masyarakat sebelum dan sesudah sarhunta dibangun antara lain meningkatnya pendapatan masyarakat, terciptanya lapangan pekerjaan bagi anggota keluarga, ekosistem ekonomi lokal di sekitar sarhunta terus berkembang, budaya lokal semakin dikenal oleh wisatawan, adanya pengembangan dan pelatihan keterampilan, meningkatnya integrasi sosial antara wisatawan dan masyarakat lokal.
OPTIMALISASI PERAN MASYARAKAT DALAM MENGELOLA SARANA HUNIAN PARIWISATA DI KEK MANDALIKA KABUPATEN LOMBOK TENGAH Rizal, Rizal Kurniansah; Masrun; Siti Hamdiah Rojabi
Media Bina Ilmiah Vol. 19 No. 5: Desember 2024
Publisher : LPSDI Bina Patria

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Tujuan penelitian ini adalah untuk menganalisis faktor kekuatan, kelemahan, peluang, dan ancaman, serta merumuskan upaya-upaya yang diperlukan agar masyarakat dapat lebih efektif dalam mengelola Sarhunta di KEK Mandalika. Jenis penelitian yaitu kualitatif, data dikumpulkan melalui observasi, wawancara terstruktur, studi pustaka, dan dokumentasi serta menganalisis data menggunakan analisis SWOT (strength weakness, opportunity, and threat). Hasil penelitian menunjukkan bahwa Sarhunta di KEK Mandalika memiliki beberapa keunggulan, seperti lokasi yang strategis, fasilitas yang memadai, layanan yang ramah dan personal, serta reputasi yang baik di kalangan wisatawan. Namun, ada juga beberapa kelemahan yang perlu diatasi, termasuk keterbatasan dana, promosi yang kurang efektif, dan keterampilan sumber daya manusia yang masih terbatas. Peluang yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat antara lain peningkatan tren wisata lokal dan autentik, dukungan pemerintah, kemajuan teknologi dan pemasaran digital, serta peningkatan pariwisata domestik. Di sisi lain, ancaman yang perlu diantisipasi meliputi persaingan yang ketat, risiko bencana alam, isu keamanan, dampak lingkungan, dan potensi perubahan fungsi Sarhunta menjadi hunian pribadi. Upaya yang diperlukan dalam mengoptimalkan pengelolaan Sarhunta di KEK Mandalika yaitu Pertama, dengan Memaksimalkan Lokasi Strategis di KEK Mandalika, Pengembangan Usaha Lanjutan, dan Memanfaatkan Tren Wisata Lokal. Kedua, Meningkatkan Reputasi untuk Menghadapi Persaingan Usaha dan Antisipasi Isu Lingkungan. Ketiga, yaitu dengan cara Peningkatan Keterampilan Pengelola Sarhunta dan Pengelolaan Dana dan Promosi. Keempat, yaitu dengan cara Mencegah Penurunan Fungsi Sarhunta dan Mitigasi Dampak Bencana dan Keamanan.
Customer Attitude’s Model to Analyze Tempeh Products Ilhamudin, M.; Masrun
ProBisnis : Jurnal Manajemen Vol. 16 No. 06 (2025): December: Management Science
Publisher : Lembaga Riset, Publikasi dan Konsultasi JONHARIONO

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

This study aims to find out the attitude of customers of one of the MSME products, namely tempeh which is widely spread in the city of Mataram. This study uses a sample survey method, by selecting several locations for making tempeh and places of sale as research locations. The research population is all tempeh consumers who come to make purchases at some of these centers, or consumers make purchases at other sales centers outside the industrial center. In determining respondents as the data source in this study, the researcher used purposive sampling techniques. Because the number of members of the study population is not known for sure, the number of research samples is determined to be 100 respondents. To answer the problem asked, the analysis tool used is the Ideal-Point Model, which is a customer's evaluation of what they feel and what they want. This model measures the difference between what is perceived and what consumers want. The results of the study show that the attitude of customers of tempeh products in Mataram city is very good. This is shown by the perception value of being in the upper interval class which means that tempeh products offered by producers in the city of Mataram are in accordance with customer desires.
Metode Shamitah (The Silent Way Method) dalam Pembelajaran Bahasa Arab Aathifah Al Farros; Masrun
INTIFA: Journal of Education and Language Vol. 1 No. 1 (2024): INTIFA: Journal of Education and Language
Publisher : Penerbit Minhaj Pustaka

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62083/7jg41m70

Abstract

The shamitah method (The Silent Way Method) or better known as the silent teacher method was coined in 1972 by Caleb Gategno, a linguist who applied the principles of cognitivism and philosophy in his teaching. He introduced this method through his book "Teaching Foreign Languages ​​in School: A Silent Way". It is called the silent teacher method because the teacher is more silent than talking during the learning process. This method asks the teacher not to say anything for about 90% of the time allocated for teaching. This method has been widely used in learning foreign languages ​​in the world, including Arabic. The relationship of this method to learning Arabic will initially feel like the process is complex, especially for 'mubtadi' or basic students. This method cannot stand alone without the support of other methods to support the learning process so that it can cover the shortcomings of this shamitah method. This method has its own characteristics, in this method students are expected to be able to discover for themselves what they have captured and repeat it independently during the learning process. Maharah qiroah and maharah Istima' in this case are really needed to support the ongoing implementation of this shamitah method. ABSTRAK Metode shamitah (The Silent Way Method) atau yang lebih dikenal dengan nama metode guru diam ini dicetuskan pada tahun 1972 oleh Caleb Gategno yakni seorang ahli bahasa yang menerapkan prinsip kognitivisme dan ilmu filsafat dalam pengajarannya. Ia memperkenalkan metode ini melalui bukunya “Teaching Foreign Languages in School: A Silent Way”. Dinamakan metode guru diam karena guru lebih banyak diamnya daripada berbicara saat proses belajar berlangsung. Metode ini meminta guru untuk tidak mengatakan apapun sekitar 90% dari alokasi waktu yang dipakainya untuk mengajar. Metode ini telah banyak dipakai dalam pembelajaran bahasa Asing di dunia, termasuk bahasa Arab. Kaitan metode ini pada pembelajaran bahasa Arab awalnya akan merasa prosesnya seakan kompleks, terutama bagi pelajar mubtadi’ atau dasar. Metode ini tidak bisa berdiri sendiri tanpa dukungan metode lain sebagai pendukung proses pembelajaran sehingga dapat menutupi kekurangan yang ada pada metode shamitah ini. Metode ini memiliki ciri khasnya tersendiri, pada metode ini pelajar diharapkan mampu menemukan sendiri apa yang telah tangkap dan dia ulangi secara mandiri selama pembelajaran berlangsung. Maharah qiroah dan maharah Istima’ dalam hal ini sangat dibutuhkan untuk mendukung berlangsungnya penerapan metode shamitah ini.
AI-Augmented Game-Based Learning for Enhancing Arabic Speaking Skills: Evidence from a Quasi-Experimental Study Mustaghfirin; Masrun; Rusdi
Alibbaa': Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Vol. 7 No. 1 (2026): Vol. 7 No. 1 (2026) | in progress
Publisher : IAIN Madura

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.19105/ajpba.v7i1.22619

Abstract

This study investigates the effectiveness of AI-augmented game-based learning in enhancing Arabic speaking skills (maharah kalām) among junior secondary students. Employing a quasi-experimental design with a pretest–posttest control group, the study was conducted at SMP Islam Baitul Qur’an Riau involving 40 students divided into an experimental group and a control group. The experimental group received Arabic speaking instruction through a Truth or Dare game designed with instructional support from artificial intelligence, while the control group followed conventional instruction. Data were collected through speaking tests and analyzed using paired-samples and independent-samples t-tests. The findings reveal that both groups showed improvement; however, the experimental group demonstrated a significantly higher increase in speaking performance than the control group. These results indicate that integrating game-based learning with AI-supported instructional design can create a more interactive and communicative learning environment, thereby effectively improving Arabic speaking skills
Langkah-langkah Analisis Kebutuhan Dalam Pengembangan Kurikulum Bahasa Arab di Lembaga Pendidikan Formal An Nury, Ahmad Husein; Masrun
Muhadasah: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab Vol. 7 No. 2 (2025): Muhadasah: Jurnal Pendidikan Bahasa Arab
Publisher : Program Studi Pendidikan Bahasa Arab Institut Agama Islam Sunan Kalijogo Malang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51339/muhad.v7i2.4402

Abstract

Pengembangan kurikulum bahasa Arab memerlukkan analisis kebutuhan yang sistematis agar pembelajaran yang dihasilkan relevan dengan tuntutan perkembangan zama, kebutuhan peserta didik, dan tujuan institusi pendidikan. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan langkah-langkah analisis kebutuhan dalam pengembangan kurikulum bahasa Arab sebagai fondasi penyusunan tujuan, materi, metode, dan evaluasi pembelajaran. Metode penelitian yang digunakan studi kepustakaan (library research)karena penelitian ini menekankan kajian teori yang telah berkembang, sehingga memberikan landasan argument yang kuat dan menyeluruh. Studi kepustakaan ini dilakukan dengan pendekatan kualitatif melalui penelaahan jurnal, buku, dan literatur terkait. Hasil kajian menunjukkan bahwa analisis kebutuhan mencakup tahapan identifikasi tujuan kurikulum, pengumpulan data kebutuhan melalui berbagai instrumen, analisis kesenjangan antara kondisi aktual dan ideal, penyusunan rekomendasi pengembangan kurikulum, validasi instrumen analisis, serta implementasi dan eavaluasi hasil. Temuan ini menegaskan bahwa analisis kebutuhan bukan sekedar prosedur administrtif, melainkan langkah strategis untuk memastikan kurikulum bahasa Arab bersifat adaptif, kontekstual, dan mampu meningkatkan kompetensi linguistik serta karakter peserta didik. Dengan demikian, kurikulum yang dikembangkan akan lebih efektif dalam menjawab tantangan pendidikan modren dan tuntutan global.
Peran Kepribadian Tahan Banting Pada Gangguan Somatisasi M. Noor Rochman Hadjam; Sri Mulyani Martaniah; Johana Endang Prawitasari; Masrun
ANIMA Indonesian Psychological Journal Vol 19 No 2 (2004): ANIMA Indonesian Psychological Journal (Vol. 19, No. 2, 2004)
Publisher : Faculty of Psychology, Universitas Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24123/aipj.v19i2.8222

Abstract

-