Claim Missing Document
Check
Articles

Found 34 Documents
Search

Edukasi Kesehatan Mengenai Penyakit Berbasis Lingkungan pada KK Binaan Program P2WKSS Annashr, Nissa Noor
ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 1 No. 1 (2023): ABDI UNISAP: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat
Publisher : UPT Publikasi dan Penerbitan Universitas San Pedro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59632/abdiunisap.v1i1.41

Abstract

Program P2WKSS atau Peningkatan Peranan Wanita Menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera di Daerah, yang telah dicanangkan Pemerintah Indonesia memiliki beberapa tujuan yaitu diantaranya meningkatkan status kesehatan dan pendidikan perempuan; meningkatkan pengetahuan dan keterampilan perempuan dalam usaha ekonomi produktif. Desa Jambar, Kecamatan Nusaherang telah ditetapkan sebagai desa binaan program P2WKSS oleh Pemerintah Kabupaten Kuningan. Untuk mendukung terwujudnya keluarga sehat sesuai tujuan P2WKSS, dilakukan kegiatan edukasi kesehatan mengenai penyakit berbasis lingkungan. Kegiatan edukasi ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai penyakit berbasis lingkungan sehingga dapat menerapkan perilaku yang baik dan memodifikasi lingkungan agar tercipta lingkungan yang sehat. Kegiatan edukasi kesehatan ini meliputi persiapan (koordinasi, penyusunan materi, serta persiapan media), pelaksanaan kegiatan edukasi kesehatan dan evaluasi. Kegiatan edukasi kesehatan dilaksanakan pada hari Kamis, 9 Mei 2019 melibatkan 70 orang KK Binaan di Desa Jambar sebagai peserta kegiatan. Penyampaian materi dilakukan di Balai Desa Jambar dengan metode ceramah menggunakan media Power Point. Penyampaian materi dilakukan komunikasi 2 arah sehingga diharapkan peserta dapat aktif karena sewaktu-waktu narasumber memberikan pertanyaan atau meminta pendapat peserta mengenai hal yang sedang dibicarakan oleh narasumber. Untuk mengevaluasi kegiatan penyuluhan, dilaksanakan observasi atau sistem kontroling selama acara penyuluhan sedang berlangsung. Penyampaian materi edukasi diberikan dengan metode yang aktif dimana saat proses penyampaian materi, narasumber selalu mengajukan pertanyaan kepada peserta untuk mengetahui apakah peserta menangkap materi atau terdapat hal yang tidak jelas dalam penyampaian materi. Respon dari peserta baik dan mereka mampu menjawab pertanyaan yang diberikan oleh narasumber. Para peserta tertib dan antusias menyimak materi yang disampaikan narasumber
Hubungan Pengetahuan dan Sikap dengan Perilaku Pencegahan Filariasis di Kecamatan Cilimus Kabupaten Kuningan: Correlation of Knowledge and Attitude with Filariasis Prevention Practices in Cilimus Subdistrict Kuningan Regency Annashr, Nissa Noor; Rahmadi, Fathi Muhamad
Aspirator Vol 13 No 1 (2021): Jurnal Aspirator Volume 13 Nomor 1 2021
Publisher : Perkumpulan Entomologi Kesehatan Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.22435/asp.v13i1.4621

Abstract

Lymphatic filariasis is a chronic infectious disease caused by parasitic nematodes. The worm can damage the human lymphatic system gradually then causing enlargement of the limbs, breasts and genitalia. Kuningan is an endemic regency for filariasis in West Java Province. Cilimus District was in the 2nd position as a district with the highest filariasis cases in Kuningan in 2017. This research was conducted in Cilimus District from May to June 2018 using a cross-sectional design. The population was all households in the Cilimus District with a sample size of 106 people who were taken using a simple random sampling technique. The independent variables studied were knowledge and attitudes regarding the prevention of filariasis, the dependent variable was the filariasis prevention practices. Data collection was carried out by interview using a questionnaire. Data analysis was performed by univariate and bivariate (chi-square test). The results showed that some respondents had good knowledge and positive attitudes about the prevention of filariasis (50%). The description of respondent practices showed that 82.1% of respondents took filariasis drug, 62.3% of respondents had the habit of using mosquito repellent, only 4.7% of respondents used mosquito nets, 49.1% of respondents put gauze wire, 47.2% of respondents did not have a habit of hanging clothes. The results of categorizing behavioral variables were found that more than half of the respondents (52.8%) had implemented good prevention practices. The results of the bivariate analysis showed that there was a significant relationship between knowledge and attitude with filariasis prevention practices (p <0.05).
Low Knowledge and Unawareness of the Health Promotion as the Determinant Factors in Non-Compliance to the Mass Drug Administration Program Annashr, Nissa Noor; Amalia, Icca Stella; Dinh, Hoa Thi Phuong
Kesmas Vol. 16, No. 1
Publisher : UI Scholars Hub

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

From the total population of the community in Kuningan District, 78.61% were taking filariasis drugs in the Mass Drug Administration (MDA) program in 2017. Cilimus Subdistrict became a filariasis-endemic area in Kuningan with 72.39% of the MDA program coverage in 2017 (government target >86%). The purpose of this study was to analyze the determinant factors of compliance with the MDA program. The study was an analytical study with a cross-sectional design and conducted from May to June 2018. The sample of 106 people was taken from the population living in Cilimus Subdistrict, Kuningan District, using a simple random sampling technique. Independent variables were collected by a constructed questionnaire included age, education level, knowledge, attitude, health promotion, and family support. A questionnaire also measured compliance with MDA as a dependent variable. Data analysis consisted of univariate, bivariate (chi-square and Fisher exact test), and multivariate analyses (multiple logistic regression). The results showed that the variables of knowledge, attitude, MDA health promotion, and family support influence compliance with the MDA (p-value < 0.05). Low knowledge and unawareness of the MDA health promotion proved to be the dominant factors in non-compliance with the MDA program.
Determinan Lingkungan Sosial Kejadian Stunting di Desa Cipicung Kecamatan Sukatani Kabupaten Purwakarta Muharry, Andy; Annashr, Nissa Noor; Laksmini, Puji
Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS) Vol 8, No 1 (2024): Jurnal Untuk Masyarakat Sehat (JUKMAS)
Publisher : LPPM Universitas Respati Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.52643/jukmas.v8i1.2699

Abstract

AbstrakAngka kejadian stunting di Indonesia sebesar 27,5%, dimana jauh lebih tinggi dibandingkan dengan negara Asia Tenggara. Hasil Survei Status Gizi Indonesia (SSGI), provinsi Jawa Barat memiliki angka stunting yang masih tinggi yakni 26,21% pada tahun 2019. Berdasarkan data tahunan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Purwakarta, Desa Cipicung memiliki kasus stunting yang cukup tinggi dan pada 2 tahun terakhir mengalami kenaikan dari 81 kasus menjadi 98 kasus. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengkaji hubungan lingkungan sosial dengan kejadian stunting. Penelitian ini dilakukan di Desa Cipicung Kecamatan Sukatani Kabupaten Purwakarta. Rancangan penelitian menggunakan rancangan concurrent embedded. Subjek penelitian adalah orangtua balita. Wawancara mendalam dilakukan terhadap orang tua yang memiliki balita stunting. Teknik pengambilan sampel adalah total sampling. Kuesioner dibagikan pada kelompok kasus sebanyak 44 orang dan kontrol sebanyak 88 orang. Hasil penelitian menyatakan variabel sosial ekonomi berhubungan dengan kejadian stunting. Aspek lingkungan sosial balita stunting diantaranya yaitu masih adanya keprcayaan terhadap mitos, pengetahuan orang tua tentang zat gizi yang rendah, pernikahan usia muda, dan interaksi sosial dukungan keluarga dan masyarakat terhdap balita stunting yang masih beragam. 
Penerapan Lemari Sterilisasi Teknologi Ozon Dan Uvc Untuk Gugus Tugas Covid Di Puskesmas Salawu Kabupaten Tasikmalaya Priatna, Edvin; Hiron, Nurul; Naim, Nidar Nadrotan; Rahman, Abd; Annashr, Nissa Noor; Rahayu, Andri Ulus
Jurdimas (Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat) Royal Vol. 7 No. 3 (2024): Juli 2024
Publisher : STMIK Royal

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33330/jurdimas.v7i3.3265

Abstract

Officers' readiness to prevent the spread of COVID-19 through document exchange is a problem in the community. This article discusses how the social engineering of COVID-19 cluster officers and Salawu Health Center officers in Tasikmalaya Regency in receiving and implementing document sterilization cabinet technology to suppress the transmission of the COVID-19 virus through document exchange. The use of ozone and UVC as sterilization media is beneficial but can negatively impact humans in the long term. Therefore education is needed for partners to avoid these negative impacts. This service activity method is partner situation analysis, pre-test, partner education, post-test, and conclusion. The result of this service is that partners have received document sterilization cabinets and UVC as room sterilizers. The results of measuring partner knowledge before and after participating in webinar activities using pre-test and post-test instruments, showed an increase in knowledge, skills and awareness by partners regarding the use of UVC and Ozone on average 83% from the initial condition of not understanding to understanding and skill.    Keywords: covid-19; ozone; uvc; health community center  Abstrak: Kesiapan petugas dalam mencegah penyebaran COVID-19 melalui pertukaran dokumen menjadi masalah di masyarakat. Artikel ini membahas tentang bagaimana rekayasa sosial pada petugas Gugus COVID-19  dan petugas Puskesmas Salawu di Kabupaten Tasikmalaya dalam penerima dan implementasi teknologi lemari sterilisasi dokumen guna menekan penularan virus COVID-19 melalui pertukaran dokumen. Penggunaan ozon dan UVC sebagai media sterilisasi sangat efektif, tetapi dapat menghasilkan dampak negatif dalam jangka Panjang, oleh karena itu diperlukan edukasi kepada mitra agar terhindar dari dampak negatif tersebut. Metode pada kegiatan pengabdian ini adalah analisis situasi mitra, Pre-test, edukasi mitra, post-test dan kesimpulan. Hasil dari pelaksanaan pengabdian ini adalah mitra telah menerima lemari sterilisasi dokumen dan UVC sebagai sterilisasi ruangan. Hasil pengukuran terhadap pengetahuan mitra sebelum dan setelah mengikuti kegiatan webinar menggunakan instrumen pre-test dan post-test, menunjukkan terjadinya peningkatan pengetahuan, keterampilan dan kewaspadaan oleh mitra terkait penggunaan UVC dan Ozon rata-rata 83% dari kondisi awal tidak memahami menjadi paham dan terampil.Kata kunci: covid-19; ozone; uvc; puskesmas
Faktor Risiko Yang Berhubungan Dengan Kejadian Diabetes Melitus Tipe 2 Di Wilayah Kerja Puskesmas Purbaratu Kota Tasikmalaya Nuryantini, Puput; Setiyono, Andik; Annashr, Nissa Noor
Journal of Religion and Public Health Vol. 6 No. 1 (2024)
Publisher : Journal of Religion and Public Health

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15408/jrph.v6i1.37764

Abstract

Currently, the prevalence of diabetes mellitus (DM) is steadily increasing globally. In 2022, the highest number of diabetes patients in the city of Tasikmalaya were found in the working area of Puskesmas Purbaratu The purpose of this study is to analyze risk factors associated with the occurrence of type 2 diabetes mellitus in the Puskesmas Purbaratu working area in Tasikmalaya in 2023, using a case-control design. The case population consists of type 2 DM patients recorded during the period of January-June 2023 at the Purbaratu Community Health Center The control population consists of respondents who are not type 2 DM patients in the Purbaratu Community Health Center's working area. For the case group, a total of 86 individuals were sampled For the control group, samples were taken using purposive sampling technique, with a 1:1 ratio, resulting in a total of 86 control samples. Data was collected through questionnaire interviews. Univariate and bivariate analysis with chisquare test was performed. The results showed that there was no association between type 2 DM and family history of DM (p-value = 0.000 with OR= 2.423) and physical activity (p-value = 0.000 with OR= 2.655). Dietary risk factors (p-value = 0.436) had no association. Based on the results of the study, to minimize the incidence of type 2 DM, it is recommended to apply a healthy lifestyle, namely a nutritious diet, regular health checks and regular exercise.Keywords: Diabetes mellitus, risk factors
Effectiveness Extract Larvacides of Kecombrang Flower (Etlingera elatior) on Death of Aedes aegypti Mosquito Larvae Anissa Permata Sari; Dian Saraswati; Annashr, Nissa Noor
Miracle Journal Get Press Vol 1 No 4 (2024): November, 2024
Publisher : CV. Get Press Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.69855/mgj.v1i4.53

Abstract

The prevention and control of dengue hemorrhagic fever can be done by using natural larvicides whose content is safer, such as kecombrang plant (Etlingera elatior). Purpose: to analyze the effectiveness of extract larvacides of kecombrang flower with various concentrations on the mortality of Aedes aegypti larvae. Methods: this research used a pure experimental method (true experimental) with a post test with only one group design. The independent variable was kecombrang flower extract (Etlingera elatior) with concentrations of 0% (control), 2%, 4%, 6%, and 8% with 5 replications and an observation time of 6 hours. The dependent variable was the death of Aedes aegypti larvae. Data analysis consisted of descriptive and inferential analysis using the One-Way Anova test followed by the Post Hoc LSD (Least Significant Difference) test. Results and Discussion: the results of the research showed that there was a significant difference in mean mortality between various concentrations extract of kecombrang flower (p=0.000) and the most effective concentration was 6%. Results: There was a significant difference in mean mortality between various concentrations extract of kecombrang flower (p=0.000) and the most effective concentration was 6%. The result of probit test showed that the LC50 value was 6.577 and LC90 was 12.113 for 6 hours. Implications: The results of this study indicated that extract of kecombrang flower can help government efforts in controlling dengue fever and can be used by the community. Conclusion: kecombrang flower extract (Etlingera elatior) was effective in being used as a vegetable larvicide.
Pemberdayaan Masyarakat Mengenai Pengelolaan dan Pemanfaatan Sampah Organik Menggunakan Teknologi EM4 Pada Kelompok Wanita Tani Sari Khudroh Azra, Raya Ghefira; Hakim, Farhan Nurul; ‘Ula, Nasfa Sabilatul; Indriani, Indriani; Kamil, Adzkia Nailatul; Tsani, Mutiara; Madini, Mima Nurtsalis; Julia, Dhea; Sephianti, Salwa Hilwana; Adelia, Kyra Rayna; Dewi, Nur Haliza; Julian, Fransiska; Annashr, Nissa Noor; Dewi, Bella Kusuma
Jurnal Pengabdian Masyarakat Mentari Vol. 2 No. 5 (2025): Desember
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmm.v2i4.191

Abstract

Sampah organik merupakan limbah yang berasal dari sisa makhluk hidup dan dapat terurai secara alami tanpa campur tangan manusia. Apabila tidak dikelola dengan baik, sampah organik dapat menimbulkan bau tidak sedap dan menjadi sumber penyakit akibat proses pembusukan. Kegiatan pembuatan Pupuk Organik Cair (POC) dilaksanakan sebagai bentuk edukasi kepada masyarakat mengenai pengelolaan limbah organik rumah tangga agar lebih bermanfaat dan ramah lingkungan. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan serta keterampilan kelompok wanita tani di Kelurahan Karsanegara, Kecamatan Cibeureum, Kota Tasikmalaya, dalam menerapkan praktik pertanian berkelanjutan. Metode yang digunakan yaitu partisipatif dengan melibatkan peserta secara aktif dalam pemaparan teori dan praktik demonstrasi pembuatan POC menggunakan bahan limbah dapur seperti air cucian beras, molase, dan EM4 yang difermentasikan selama 7-14 hari. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu memahami proses pembuatan POC secara menyeluruh meskipun terdapat keterbatasan alat dan waktu fermentasi. Produk POC yang dihasilkan layak digunakan karena mengandung nutrisi yang mendukung pertumbuhan tanaman. Kegiatan ini terbukti efektif dalam meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pemanfaatan limbah organik dan pengurangan penggunaan pupuk kimia, sehingga dapat menjadi langkah nyata dalam mewujudkan pertanian ramah lingkungan berbasis sumber daya lokal.
Kompos Dari Dapur Sendiri: Inovasi Ember Tumpuk di RW 07 Cikalang Hapsari, Aliya Nindy; Verawati, Esty; Fadillah, Fahri Yanti; Al Fitri, Bunga; Felicya, Yusya Hira; Rahmat, Nazwa Kanaya Malika; Fauziah, Lafida Nisa; Fakhrulloh, Rifan Haqqi; Poetri, Marisha Adzani; Rindani, Aulia Nuri Najmi; Aini, Wulan Nur; Setyawan, Panji; Annashr, Nissa Noor; Dewi, Bella Kusuma
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 10 (2025): Desember
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i10.3581

Abstract

Permasalahan sampah rumah tangga yang didominasi oleh limbah organik dan belum tertangani dengan baik memerlukan upaya edukasi serta solusi pengelolaan yang mudah diterapkan oleh masyarakat. Dalam kegiatan pengabdian masyarakat ini diperkenalkan penggunaan komposter ember tumpuk (SIKOMPAS) untuk mengolah sampah dapur menjadi pupuk organik. Program ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan warga RW 07 Kelurahan Cikalang melalui edukasi mengenai jenis sampah organik, penjelasan prinsip kerja komposter, serta praktik langsung penyusunan bahan organik dengan bioaktivator. Hasil menunjukkan bahwa peserta mampu mengikuti seluruh tahapan pengomposan secara mandiri, dengan proses dekomposisi yang berjalan normal ditandai oleh terbentuknya pupuk organik cair (POC) pada hari ke-10–14 dan perkembangan kompos menuju kematangan pada minggu-minggu berikutnya. Antusiasme tinggi dan keterlibatan aktif warga menunjukkan penerimaan yang baik terhadap teknologi sederhana ini serta potensi keberlanjutan praktik di tingkat rumah tangga. Secara keseluruhan, kegiatan ini efektif meningkatkan literasi lingkungan, mengurangi timbulan sampah organik, dan menghasilkan pupuk yang bermanfaat bagi tanaman pekarangan.
Pemanfaatan Air Cucian Beras sebagai Pupuk Cair Organik melalui Pemberdayaan Kelompok Wanita Tani (KWT) di RW 10, Kelurahan Mulyasari Adwitiya, Najwa Septi; Wardiani, Dinar Puji; Az Zahra, Salwa Fathia; Puspitasari, Luvita; Simanjuntak, Lista Gefarani; Nurmala, Diska Maoli; Ayunigtyas, Salsabila; Rakhman, Sonia; Siahaan, Irna Helena; Martini, Dini; Jatnikawati, Nabila; Haerunnisa, Nurma; Baili, Ilham Imam; Nuraini, Yasmina Zahra; Annashr, Nissa Noor; Dewi, Bella Kusuma
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bangsa Vol. 3 No. 10 (2025): Desember
Publisher : Amirul Bangun Bangsa

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59837/jpmba.v3i10.3584

Abstract

Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan warga RW 10 Kelurahan Mulyasari dalam memanfaatkan air cucian beras sebagai pupuk cair organik. Minimnya pemahaman mengenai pengolahan limbah rumah tangga menyebabkan air cucian beras belum dimanfaatkan secara optimal, padahal memiliki potensi sebagai sumber nutrisi bagi tanaman. Kegiatan ini menggunakan metode deskriptif partisipatif melalui penyuluhan dan praktik langsung bersama anggota Kelompok Wanita Tani (KWT). Tahapan kegiatan meliputi edukasi kandungan nutrisi air cucian beras, penjelasan fungsi setiap bahan tambahan, serta demonstrasi pembuatan pupuk cair organik hingga proses fermentasi selama 7–14 hari. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa peserta mampu mengikuti seluruh tahapan pembuatan pupuk cair organik secara mandiri, mulai dari pencampuran bahan hingga pengamatan keberhasilan fermentasi berdasarkan perubahan warna, aroma, dan pembentukan buih. Peserta juga memahami manfaat penggunaan pupuk cair organik bagi tanaman dan dampaknya terhadap pengurangan limbah rumah tangga. Kegiatan ini memberikan dampak positif dalam meningkatkan keterampilan masyarakat serta mendorong penerapan pengelolaan limbah yang lebih ramah lingkungan. Dengan demikian, kegiatan ini berkontribusi dalam memperkuat kemampuan warga dalam memanfaatkan limbah cair domestik sebagai pupuk organik sederhana yang dapat digunakan untuk menunjang pertanian pekarangan secara berkelanjutan.
Co-Authors Abd Rahman Adelia, Kyra Rayna Adwitiya, Najwa Septi Agustira, Delia Aini, Wulan Nur Al Fitri, Bunga Alfariza, Mochamad Nizar Rosidi Amelia Amelia Andani, Listia Andik Setiyono Andri Ulus Rahayu Andy Muharry Anissa Permata Sari Ar-Rachman, A Aulliya Az-Zahra Ardaya, Putri Maulidiani Arfad, Muhammad Ziyan Asep Suryana Abdurrahmat Astriani, Aveny Septi Ayunigtyas, Salsabila Az Zahra, Salwa Fathia Azra, Raya Ghefira Baili, Ilham Imam Damayanti, Sintia Deswita, Anita Dyah Dewi, Bella Kusuma Dewi, Nur Haliza Dian Saraswati Dika, Nidya Elpara Dinh, Hoa Thi Phuong Edvin Priatna Fadilah, Yulis Ramdhan Fadillah, Fahri Yanti Fajwah, Farsya Devana Fatikah Fakhrulloh, Rifan Haqqi Faturahman, Muhamad Wilza Fauziah, Lafida Nisa Felicya, Yusya Hira Fikrinnisa, Rizka Genta Nazwar Tarempa Gifari, Agi Ahmad Gustaman, Rian Arie Haerunnisa, Nurma Hakim, Farhan Nurul Handriani, Rini Hapsari, Aliya Nindy Huda, Inarotul Hudmawan, Zalfa Azzachra Icca Stella Amalia Indriani Indriani Jatnikawati, Nabila Jeremy, Joel Guruh Martin Julia, Dhea Julian, Fransiska Kamil, Adzkia Nailatul Khoerunisa, Nisa Laksmini, Puji Lu'liyatul Mutmainah Lubis, Adella Silvany Madini, Mima Nurtsalis Martini, Dini Maura, Shakila Safa Muldani, Muhammad Defrian Muslim, Faza Yu’thika Naim, Nidar Nadrotan Nastiti, Hanum Dwi Neni, Neni Nicholas , Kevin Nifiyanti, Useu Noorikhsan, Faisal Fadilla Nugraha, Fahruniaji Nugrahaeni, Meita Tyas Nuraeni, Mala Nuraini, Yasmina Zahra Nurfitri, Ninda Salma Nurmala, Diska Maoli Nurohman, Taufik Nurul Hiron, Nurul Nuryantini, Puput Oktaviani, Ersya Sri P.H., Margaretha Yessa Poetri, Marisha Adzani Pratama , Ruli Mulya Prihastani, Denna Puspita, Syifa Aulia Puspitasari, Luvita Putri, Azka Megistriani Putri, Nydia Raisya Qiny Shonia Az Zahra Rahim, Adzillah Himayati Rahmadhani , Adis Anindya Rahmadi, Fathi Muhamad Rahmat, Ilma Amaliyyah Rahmat, Nazwa Kanaya Malika Rakhman, Sonia Ramdani, Sahrul Rindani, Aulia Nuri Najmi Riska Sarofah, Riska Rusdiana, Ari Safitri, Devina Tiara Salsabila, Nurmaya Salsabila, Salwa Sephianti, Salwa Hilwana Septia, Mohamad Fajar Setiabudi, Azmi Setyawan, Panji Shahla, Alzena Kevina Siahaan, Irna Helena Simanjuntak, Lista Gefarani Siti Fatimah Sri Maywati Suci , Denisa Sugiandika, Tri Retno Suhada, Berliana Nabilla Tsani, Mutiara Verawati, Esty Wahidah, Syifa Nurlaeli Wardiani, Dinar Puji Wulan Tri Yutanti Wulandati, Azka Zikra Andini Yanti, Krisna Yanuar, Reyhandra Habib Yogaswara, Dadan ‘Ula, Nasfa Sabilatul