Claim Missing Document
Check
Articles

Found 23 Documents
Search

Pengendalian hipertensi pada lansia dengan gaya hidup sehat Athiutama, Ari; Febriani, Indra; Erman, Imelda; Martini, Sri; Mediarti, Devi; Pastari, Marta; Aguscik, Aguscik
SELAPARANG: Jurnal Pengabdian Masyarakat Berkemajuan Vol 10, No 1 (2026): February
Publisher : Universitas Muhammadiyah Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31764/jpmb.v10i1.37989

Abstract

Abstrak Lanjut usia ditandai dengan penurunan fungsi organ vital dan berkurangnya massa otot, sehingga lansia menjadi lebih rentan terhadap berbagai penyakit, termasuk hipertensi. Hipertensi merupakan salah satu penyakit tidak menular utama yang sering ditemukan pada lansia. Penerapan intervensi gaya hidup sehat masih terbatas oleh rendahnya kesadaran dan konsistensi lansia. Kondisi ini menegaskan perlunya pendekatan edukasi dan pembinaan gaya hidup sehat untuk mencegah komplikasi dan meningkatkan kualitas hidup lansia. Tujuan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk membantu lansia mengontrol tekanan darah serta menurunkan risiko terjadinya komplikasi. Metode yang digunakan yaitu pendekatan partisipatif dengan pengukuran dan edukasi. Hasil didapat sebanyak 66,67% lansia mengalami hipertensi. Dengan nilai pre test pengetahuan 61,54% baik dan meningkat pada post test pengetahuan 82,05% baik. Kegiatan pengabdian masyarakat ini efektif dalam meningkatkan pengetahuan lansia tentang hipertensi dengan gaya hidup sehat. Dukungan berkelanjutan dari berbagai pihak diperlukan untuk mempertahankan dan memperluas dampak kegiatan mulai dari skrining dan edukasi kesehatan. Kata kunci: gaya hidup sehat; lansia; pengendalian hipertensi Abstract Aging is characterized by a decline in vital organ function and reduced muscle mass, making the elderly more susceptible to various diseases, including hypertension. Hypertension is one of the main non-communicable diseases frequently found in the elderly. The implementation of healthy lifestyle interventions is still limited by low awareness and consistency in the elderly. This condition emphasizes the need for an educational approach and healthy lifestyle coaching to prevent complications and improve the quality of life of the elderly. The goal of this community service is to help the elderly control their blood pressure and reduce the risk of complications. The method used is a participatory approach with measurement and education. The results obtained were 66.67% of the elderly have hypertension. With a pre-test knowledge score of 61.54% good and increased in the post-test knowledge to 82.05% good. This community service activity is effective in increasing the elderly's knowledge about hypertension through a healthy lifestyle. Continued support from various parties is needed to maintain and expand the impact of activities ranging from screening and health education. Keywords: healthy lifestyle; elderly; hypertension control.
ANALISIS SISTEM KEPERCAYAAN FAMILY RESILIENCE PADA ORANG TUA YANG MEMILIKI BALITA STUNTING Munadi, Muhammad Cholil; Flora, Rostika; Zulkarnain, Mohammad; Fajar, Nur Alam; Yuliana, Indah; Tanjung, Risnawati; Martini, Sri; Aguscik, Aguscik
Jurnal Kesehatan - STIKes Prima Nusantara Vol 13 (2022): Supplementary 1
Publisher : LPPM Universitas Prima Nusantara Bukittinggi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35730/jk.v13i0.789

Abstract

Latar Belakang: Kondisi perkembangan anak yang tidak sesuai harapan dapat menjadi sebuah stresor bagi orang tua. Stunting merupakan salah satu kondisi permasalahan tumbuh kembang anak. Untuk mengatasi stresor tersebut, orang tua butuh respon keluarga untuk mengatasinya. Bagaimana respon keluarga dalam menghadapi situasi sulit tersebut disebut dengan family resilience. Dalam konsep family resilience, sistem kepercayaan merupakan salah satu upaya intervensi dan pencegahan permasalahan dalam keluarga salah satunya stunting. Penelitian ini bertujuan Untuk menganalisis domain sistem kepercayaan family resilience pada orang tua yang memiliki balita stunting di Kabupaten Muaro Jambi.Metode : Penelitian Kualitatif dengan pendekatan fenomenologi dengan menggunakan metode wawancara mendalam, Focus Group Discussion dan observasi. Analisis data yang digunakan adalah analisis taksonomi. Validitas data menggunakan metode triangulasi. Informan pada penelitian ini sebanyak 18 orang tua yang memiliki balita stunting di Kabupaten Muaro Jambi.Hasil: Berdasarkan hasil penelitian pada domain sistem kepercayaan diketahui bahwa hampir semua orang tua dan keluarga balita stunting di Kabupaten Muaro Jambi memaknai stunting sebagai tantangan yang harus diatasi bersama. Pandangan positif dari keluarga dapat menciptakan transendensi pada keyakinan, sehingga menghasilkan resilience yang kuat dalam mengatasi permasalahan. Konstruk kepercayaan yang positif, bahwa kejadian stunting yang dialami balita mereka merupakan suatu tantangan yang harus diatasi bersama dapat menciptakan resilience yang lebih kuat.Kesimpulan: Peran sistem kepercayaan pada family resilience membantu para keluarga balita stunting di Kabupaten Muaro Jambi dalam memaknai stunting sebagai cobaan dan transendensi yang harus diatasi bersama, sehingga dapat menciptakan pandangan positif dengan keyakinan yang menghasilkan ketahan lebih baik dan lebih fokus dalam mengatasi permasalahan stunting.
Terapi Oksigen Pada Pasien PPOK Dengan Gangguan Pertukaran Gas Di Ruang Intesif Care Unit (ICU) Diansyah, M Valent; Sulistini, Rumentalia; Aguscik, Aguscik
JKM : Jurnal Keperawatan Merdeka Vol 6 No 1 (2026): Jurnal Keperawatan Merdeka
Publisher : Jurusan Keperawatan, Poltekkes Kemenkes Palembang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.36086/jkm.v6i1.3813

Abstract

characterized by progressive airflow limitation and impaired gas exchange caused by long-term exposure to harmful particles such as cigarette smoke. This study aimed to describe the implementation of oxygen therapy in patients with COPD and gas exchange disorders in the intensive care unit. Methods: This study used a descriptive case study design. Data were collected through interviews, physical examinations, and monitoring of oxygen saturation and arterial blood gas values. The subjects were two COPD patients who experienced dyspnea and were treated in the ICU. Oxygen therapy was administered using a non-rebreathing mask, combined with the Fowler position, for three consecutive days. Results: The study results showed different responses in the two patients. The first patient experienced an increase in oxygen saturation and improved blood gas analysis values (pH 7.39, pCO₂ 39.6 mmHg, pO₂ 98.5 mmHg), with SpO₂ approaching 98%. In contrast, the second patient showed a decline in oxygenation, characterized by a decrease in SpO₂ to 87% and unstable blood gas analysis values (pH 7.19, pCO₂ 55.9 mmHg, pO₂ 49.8 mmHg). Conclusion: Oxygen therapy combined with postural management can help improve gas exchange impairment in COPD patients; however, the therapeutic response may vary among patients depending on their clinical condition. Therefore, continuous monitoring of patients with gas exchange impairment is necessary, combining independent nursing interventions with collaborative care.