Claim Missing Document
Check
Articles

Found 35 Documents
Search

Identity and Meaning of Marriage in Samin Society, Blora Regency Hidayaht , Ahmad Nur; Saipiatuddin, Saipiatuddin; Kurniawan, Novan; Herminasari, Nova Scorviana
Edukasi IPS Vol. 9 No. 1 (2025): EDUKASI IPS
Publisher : Program Studi Pendidikan IPS Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/EIPS.009.1.03

Abstract

Marriage has a deep meaning in the Samin community, a Javanese ethnic group in Blora Regency, Central Java. This study uses an ethnographic approach to understand the meaning and identity of marriage in Sami culture. Data was collected through in-depth interviews with community leaders, family members, and direct observation. The results of the study show that marriage in the Samin community is a social bond that involves two families, not just two individuals. Marriage ceremonies strengthen bonds between generations and maintain harmony within social groups. Marriage is also closely related to the concepts of religion and spirituality. Traditional wedding rituals and ceremonies, such as the marriage procedure for the Samin indigenous people, are carried out through the stages of nakokke, mbalesi gunem, ngendek, nyuwito, ngenger, paseksen, and tingkepan, which are passed down from generation to generation and become an integral part of the marriage procession. The role of traditional and religious leaders is central to formalising marriages. Overall, the meaning of marriage in the Samin community reflects the rich culture and spirituality that are deeply rooted in their lives. Marriage is one of the foundations for maintaining their cultural identity and determining the direction of social life in the future.
Digital Twins and Urban Heat Island Modeling: A Systematic Review of Conceptual, Technical, and Geospatial Gaps in Next-Generation Urban Climate Systems Saipiatuddin Saipiatuddin; Rokhmatuloh Rokhmatuloh; Hayuning Anggrahita; Muhammad Dimyati
JURNAL GEOGRAFI Vol. 18 No. 1 (2026): JURNAL GEOGRAFI
Publisher : Universitas Negeri Medan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.24114/jg.v18i1.71340

Abstract

This systematic review examines the emerging integration of Digital Twin technologies with Urban Heat Island modeling to advance next-generation urban climate systems. Increasing urbanization and rising thermal stress have intensified the need for dynamic, data-driven tools capable of representing and predicting microclimate conditions in real time. Through a structured PRISMA-based screening of major scientific databases (Scopus, IEEE Xplore, ScienceDirect), 268 initial records were identified, from which 19 studies were ultimately included after systematic deduplication (25 duplicates removed) and eligibility screening (16 studies excluded: 4 lacking technical information, 10 non-urban settings, 2 non-English). These 19 studies collectively illustrate three major knowledge domains: conceptual frameworks, technical architectures, and geospatial modeling characteristics. The findings indicate that Digital Twin is progressively regarded as a real-time, adaptive digital representation of the urban environment; however, it lacks standardized definitions for climate applications (identified in 68% of reviewed studies). Technically, the integration of heterogeneous data—ranging from Internet of Things (IoT) sensors, UAV thermal imagery, and satellite-derived land surface temperatures—remains limited by challenges in latency, model calibration, data interoperability, and computational scalability (reported in 74% of studies). Geospatial analysis further highlights inconsistencies in spatial-temporal resolution and inadequate representation of suburban areas (noted in 63% of studies), constraining robust Urban Heat Island simulations across scales. Overall, this review identifies critical gaps and emerging opportunities for developing intelligent, multi-scale, and hybrid modeling approaches that combine physics-based simulations with machine learning. The findings call for harmonized Digital Twin frameworks, improved geospatial data infrastructures, and stronger interdisciplinary collaboration to support climate-resilient urban planning and adaptive heat mitigation strategies.
Efektivitas Media Pembelajaran Blooket dalam Meningkatkan Hasil Belajar IPS Siswa SMP Sihite, Novita Sari Elisabet; Safitri, Desy; Saipiatuddin
Edukasi IPS Vol. 9 No. 2 (2025): EDUKASI IPS
Publisher : Program Studi Pendidikan IPS Universitas Negeri Jakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21009/EIPS.009.2.06

Abstract

The integration of technology in education has become an important strategy to improve students’ learning outcomes, one of which is through the use of digital learning media. The implementation of digital learning media creates a classroom atmosphere that is not passive and encourages students’ enthusiasm in the learning process. This study aims to determine the effect of using Blooket learning media on the learning outcomes of Grade VIII students at SMP Negeri 92 Jakarta in the Social Studies (IPS) subject. The research employed a quantitative method with a quasi-experimental design using a pre-test and post-test control group. The sample consisted of 40 students who were divided into an experimental class (using Blooket) and a control class (conventional learning). he instrument used was a 32-item multiple-choice test. The research hypothesis was tested using a paired t-test; if the sig. (2-tailed) value is < 0.05, then there is a significant difference between the learning outcomes in the pre-test and post-test data, which was 0.000. The results show that the experimental class experienced a greater improvement in learning outcomes (from a mean score of 81 to 92) compared to the control class (from 85 to 91). These findings indicate that the use of Blooket has a significant positive effect on students’ learning outcomes in Social Studies.
Pelatihan Pemanfaatan Media Gamifikasi Untuk Pembelajaran yang Interaktif dan Menyenangkan Bagi Guru Sujarwo; Desy Safitri; Saipiatuddin; Nurzengky Ibrahim; Arita Marini
Aksi Kita: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Vol. 1 No. 3 (2025): MEI-JUNI
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/a3dgg364

Abstract

Memaknai era revolusi industri 4.0 yang merupakan era transformasi digital maka kegiatan pembelajaran dituntut untuk mengurangi penerapan metode ceramah untuk mentransfer pengetahuan (transfer of knowledge) dan meningkatkan proporsi aktivitas mengonstruksi pengetahuan oleh peserta didik menggunakan media pembelajaran yang inovatif, salah satunya menggunakan media gamifikasi untuk pembelajaran. Berdasarkan fakta di lapangan, tidak semua guru memahami pembuatan media pembelajaran edukatif sebagai media gamifikasi dalam pembelajaran agar mempermudah siswa memahami materi pelajaran dan pembelajaran menjadi menarik dan menyenangkan, sehingga kompetensi guru harus terus diupgrade agar dapat melakukan inovasi dalam pembelajaran. Adapun subjek atau peserta dari kegiatan ini adalah guru-guru dari SMP Negeri 2 Jakarta, sedangkan metode yang digunakan dalam upaya meningkakan kompetensi guru tersebut adalah melalui kegiatan pelatihan kepada guru dalam mengembangkan media gamifikasi untuk pembelajaran yang interaktif dan menyenangkan di era digital. Tujuan kegiatan ini adalah untuk meningkatkan kompetensi guru dalam dalam mengelola pembelajaran melalui pengembangan dan pengintegrasian media edukatif sebagai gamifikasi dalam pembelajaran serta mampu menumbuhkan motivasi dan kesadaran guru-guru dalam mengemas pembelajaran yang relevan dengan perkembangan teknologi digital dan karakteristik siswa. Hasil kegiatan ini menunjukan adanya peningkatan kompetensi peserta dalam hal pengetahuan dan peningkatan keterampilan peserta dalam menggunakan media game online sebagai gamifikasi dalam pembelajaran. Kelebihan pengbdian yang dilakukan adalah dengan simulasi dan pembimbingan langsung sehingga peserta dapat secara langsung mampraktekkan penggunaan media game online yang dapat dijadikan sebagai media gamifikasi dalam pembelajaran.
Smart Parenting Gen Alpha: Pendampingan Orang Tua dalam Mengelola Screen Time dan Emosi Anak Ajeng Ginanjar; Rini Riris Setyowati; Saipiatuddin Saipiatuddin; Ayu Mardalena
Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora Vol. 2 No. 3 (2026): JULI-SEPTEMBER
Publisher : Indo Publishing

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.63822/nk0tkz58

Abstract

Generasi Alpha yang lahir dan tumbuh sebagai digital natives murni menghadapi tantangan perkembangan kognitif dan afektif akibat interaksi intens dengan gawai. Paparan layar (screen time) yang melampaui batas kewajaran kerap memicu kelebihan beban sensorik (sensory overload) dan fenomena tantrum digital pada anak usia dini. Sementara itu, terdapat kesenjangan literasi yang signifikan di kalangan orang tua, khususnya di wilayah urban padat penduduk, terkait manajemen gawai dan strategi meregulasi emosi anak secara tepat. Untuk merespons permasalahan tersebut, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan dengan tujuan meningkatkan literasi digital keluarga melalui implementasi program pendampingan Smart Parenting. Pengabdian ini menggunakan pendekatan Participatory Action Research (PAR) dengan melibatkan mitra sebanyak 40 orang ibu rumah tangga di wilayah Jatinegara Kaum, Jakarta Timur. Instrumen intervensi utama yang digunakan adalah Handbook Smart Parenting Gen Alpha, yang dirancang khusus dengan mengedepankan tata letak visual yang minimalis dan bersih untuk memudahkan pemahaman peserta. Tingkat efektivitas program diukur menggunakan instrumen pre-test dan post-test. Hasil analisis data menunjukkan adanya lonjakan pemahaman kognitif yang sangat signifikan pasca-intervensi, di mana skor rata-rata peserta meningkat drastis dari 48 menjadi 88,3, atau setara dengan peningkatan sebesar 83,9%. Seluruh peserta juga terbukti berhasil menyimulasikan teknik komunikasi 3M (Menenangkan, Memvalidasi, dan Mengalihkan) dengan presisi. Lebih jauh, evaluasi partisipatif mengonfirmasi komitmen perubahan perilaku komunal melalui kesepakatan penerapan "Jam Wajib Matikan Gawai Keluarga" setiap pukul 18.00 hingga 20.00 WIB. Program ini terbukti efektif dalam merestrukturisasi pola asuh keluarga secara komprehensif.