Claim Missing Document
Check
Articles

PENENTUAN TOTAL FENOLIK, FLAVONOID DAN AKTIVITAS ANTIOKSIDAN EKSTRAK KULIT SALAK WEDI SEBAGAI SERUM ANTI-AGING Romadhiyana Kisno Saputri; Akhmad Al-Bari; Siti Khoirun Nisak; Tika Roro Anti; Rika Amelia
FORTE JOURNAL Vol 4 No 1 (2024): Edisi Januari 2024
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/fj.v4i1.787

Abstract

Salak Wedi merupakan salak lokal yang berasal dari Bojonegoro, Jawa Timur, Indonesia. Bagian kulit pada buah salak mengandung metabolit sekunder yang memiliki aktivitas antioksidan. Antioksidan alami dapat dikembangkan menjadi sediaan kosmetik anti-aging yang stabil dan efektif untuk mencegah penuaan dini. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui total fenolik, flavonoid dan aktivitas antioksidan ekstrak kulit Salak Wedi yang digunakan sebagai serum anti-aging. Metode ekstraksi kulit salak Wedi yang digunakan adalah maserasi menggunakan pelarut etanol 96% selama 3x24 jam. Pengujian ekstrak kulit salak Wedi dengan skrining fitokimia, penentuan total fenolik dengan metode Folin-Ciocalteu, penentuan kadar flavonoid total dengan metode kolorimetri, penentuan aktivitas antioksidan dengan metode DPPH. Kandungan total fenolik dan flavonoid ekstrak kulit salak Wedi adalah 13,26±0,56mgGAE/g dan 1,95±0,18mgQE/g. Nilai IC50 ekstrak buah salak Wedi dan serum anti-aging dengan ekstrak 0%, 3%, 5% dan 7% adalah 32,72 ppm; 398,12 ppm; 283,58 ppm; 259,27 ppm dan 172,97 ppm. Aktivitas antioksidan ekstrak kulit Salak Wedi dalam kategori sangat kuat, sedangkan serum anti-aging ekstrak kulit salak Wedi dalam kategori lemah. Optimasi formulasi serum anti-aging dan pengujian metode aktivitas anti-aging perlu dilakukan untuk penelitian lebih lanjut.
FORMULASI DAN UJI STABILITAS MASKER CLAY DARI SERBUK BIJI SALAK WEDI Yani' Qoriati; Romadhiyana Kisno Saputri; Akhmad Al-Bari; Rizka Amelya; Vilisa Ayu Wulandari
FORTE JOURNAL Vol 4 No 2 (2024): Edisi Juli 2024
Publisher : Universitas Haji Sumatera Utara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.51771/fj.v4i2.982

Abstract

Kulit mudah terpapar kotoran, sinar matahari dan polusi sehingga sangat rentan mengalami gangguan. Masker clay merupakan salah satu jenis masker wajah yang mudah digunakan, populer dan dapat menyebabkan kulit wajah menjadi bersih dan lebih cerah. Masker clay dengan tambahan ekstrak bahan alam telah dikembangkan dan terbukti memiliki efektivitas sebagai antioksidan, antibakteri dan antiaging yang berasal dari bahan aktif yang terdapat pada bahan alam. Biji salak memiliki aktivitas antioksidan, antibakteri dan antiaging sehingga memiliki potensi besar untuk dikembangkan menjadi masker clay. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan evaluasi kestabilan masker clay serbuk biji salak Wedi dan mengetahui formulasi terbaik masker clay serbuk biji salak Wedi. Pembuatan serbuk biji salak Wedi dilakukan dengan metode pembuatan simplisia dengan modifikasi penambahan proses perebusan dan penyangraian. Serbuk biji salak wedi yang dihasilkan berupa butiran halus, berwarna coklat gelap dengan aroma khas kopi. Masker clay dengan tambahan serbuk biji salak dibuat dengan 4 formulasi dengan perbedaan jumlah serbuk biji salak. Hasil evaluasi organoleptis menunjukkan bahwa warna sediaan berkisar warna putih kecoklatan hingga warna abu gelap dengan bau wangi dan tekstur semipadat, nilai pH berkisar 6,13 hingga 7,01. Masker clay tidak stabil secara organoleptik pada semua formula. Formula masker clay F4 yang paling baik berdasarkan uji pH, homogenitas, daya sebar, daya lekat dan waktu kering yang sesuai persyaratan masker clay.
Skrining Mandiri Kasus Skoliosis Menggunakan Adam’s Forward Bend Test pada Guru Sekolah Dasar Ayuningtyas, Tita Rachma; Nevangga, Rizky Patria; Solikah, Nur Luthfiatus; Saputri, Romadhiyana Kisno; Azzizah, Isma Nur; Hisanah, Hilya Alifiah
Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JIPMK) Vol 7, No 1 (2025): Jurnal Implementasi Pengabdian Masyarakat Kesehatan
Publisher : Universitas Widya Husada Semarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33660/jipmk.v7i1.174

Abstract

Skoliosis pada usia dewasa merupakan hal yang umum namun kurang dikenali karena memiliki etiologi yang bersifat multifaktorial yang menyebabkan nyeri kronis, keterbatasan fungsional dengan prevalensi tinggi seiring dengan perubahan degeneratif tulang belakang. Kegiatan pengabdian dilakukan di Sekolah Dasar Kota Surabaya dengan melibatkan guru serta karyawan berusia diatas 30 tahun. Deteksi dini kasus skoliosis pada orang dewasa bertujuan untuk mendeteksi adanya skoliosis pada tahap awal perkembangan penyakit dan memonitoring perkembangan kasus sebelum mengarah ke deformitas yang lebih parah. Pemeriksaan yang dapat dilakukan adalah Adam’s Forward Bend Test, dengan gerakan pasien membungkuk ke depan dengan lutut lurus dan pemeriksa menilai asimetri pada tulang rusuk dan adanya kelainan bentuk tulang belakang. Pada kegiatan ini didapatkan 15 guru dan karyawan mengalami asimetri jarak ujung jari terhadap lantai yang diukur dari sisi kanan dan kiri, disertai keluhan nyeri bahu dan nyeri pada area punggung dan leher. Sebanyak 20 peserta mengisi kuesioner pre dan post-test serta mengikuti kegiatan praktik secara lengkap. Terdapat peningkatan rata-rata skor pemahaman peserta antara sebelum dan setelah pemberian penyuluhan. Partisipan antusias melakukan praktik pemeriksaan skoliosis menggunakan Adam Forward Bend Test dan melakukannya secara bergantian. Hal ini menunjukkan bahwa skrining dapat dilakukan secara mandiri dan partisipan merasakan keluhan dari gangguan muskuloskeletal dan skor skoliosis. Kegiatan ini memberikan dampak positif berupa peningkatan pemahaman guru dan karyawan terhadap gejala skoliosis pada usia dewasa.
Pencegahan COVID-19 Pada Balita Dengan Pelatihan Cuci Tangan Dan Pemakaian Masker Saputri, Romadhiyana Kisno; Musyafa’ah, Nurul; Izza, Yogi Prana; Nisa’, Shofi Chofiatun; Inayah, Nurin
Journal of Dedicators Community Vol 7, No 2 (2023)
Publisher : Universitas Islam Nahdlatul Ulama Jepara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.34001/jdc.v7i2.3544

Abstract

In Bojonegoro, the death rate due to COVID-19 is relatively high. In February 2022, the total confirmed cases of COVID-19 in Bojonegoro were 1337 cases with about 24% of cases or 321 cases in Kapas District. Children under 5 years old or toddlers have a great potential for transmission of COVID-19, especially toddlers who are not the target of vaccination. Prevention of transmission of COVID-19 to toddlers can be done by disciplining toddlers to wash their hands with soap and wear masks. This community service activity aims to make efforts to prevent COVID-19 in toddlers by hand washing training and wearing masks correctly. The method of community service is carried out by means of lectures and demonstrations. Community service activities are said to be successful because they increase the knowledge and skills of 86.11% of targets related to how to wash hands as recommended and increase the knowledge and skills of 100% of targets related to the use of masks according to the recommendations. All targets have been proven to be disciplined to wash their hands when they want to eat and enter the house and use masks when leaving the house.
Pendampingan Pelaksanaan Aktivitas Fisik untuk Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh sebagai Upaya Pencegahan COVID-19 Al-Bari, Akhmad; Basith, Abdul; Saputri, Romadhiyana Kisno
Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7 No 3 (2023): Agustus
Publisher : Universitas Muhammadiyah Surabaya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.30651/aks.v7i3.8967

Abstract

Corona virus disease 2019 (COVID-19) penyakit yang menyebar dan berkembang sangat cepat di beberapa negara bahkan sampai ke indonesia. Upaya pencegahan COVID-19 dapat dilakukan oleh manyarakat yakni dengan menjaga jarak, mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir atau menggunakan handsanitizer, memakai masker dan melakukan aktivitas fisik. Aktivitas fisik dapat meningkatkan fungsi sistem kekebalan tubuh melalui mekanisme pengaktifan sel imun dan pelepasan mediator proinflamasi dan anti inflamasi sehingga dapat menurunkan risiko tertular penyakit menular seperti COVID-19. Program pengabdian kepada masyaraat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang aktivitas fisik, sistem kekebalan tubuh dan pelaksanaan aktivitas fisik untuk sistem kekebalan tubuh sebagai upaya pencegahan COVID-19. Edukasi pelaksanaan aktivitas fisik untuk meningkatkan daya tahan tubuh menunjukkan peningkatan pengetahuan target sebesar 16,67%, kegiatan pendampingan menunjukkan 86,67% target telah melakukan aktivitas fisik dan hasil evaluasi kegiatan menunjukkan program berhasil karena program target telah melakukan aktivitas fisik setiap ahrinya 30 menit atau salam seminggu minimal 3-5 aktivitas.
Stabilitas Fisik Clay Mask Serbuk Biji Salak Wedi Sebagai Perawatan Kulit Bagi Pelaku Olahraga Rekreasi Saputri, Romadhiyana Kisno; Al-Bari, Akhmad; Qoriati, Yani'; Nisak, Siti Khoirun; Safitri, Rina Alfianita
Jurnal Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat UNSIQ Vol 12 No 3 (2025): September
Publisher : Lembaga Penelitian, Penerbitan dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) UNSIQ

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32699/ppkm.v12i3.10075

Abstract

Recreational sports participants have a high risk of experiencing skin problems due to ultraviolet radiation. This can be prevented by using cosmetics that act as photoprotection, such as clay masks with additional natural ingredients containing antioxidants, as skin care because the antioxidant content is able to prevent damage from free radicals and oxidative stress. This study aims to evaluate the physical stability of clay masks containing Wedi snake fruit seed powder and its potential as a skin care product for recreational sports participants. This study is an experimental study by creating 4 clay mask formulations with different concentrations of Wedi snake fruit seed powder. Clay mask stability was evaluated by different storage conditions (room temperature and refrigerator) and 6-cycle cycling tests with organoleptic measurements, pH, and irritation tests. The physical stability of clay masks containing Wedi snake fruit seed powder at room temperature storage was unstable because mould appeared on the 28th day, while it was stable when stored in the refrigerator and after refrigeration and after cycling tests. The presence of antioxidant activity in Wedi snake fruit makes clay masks containing Wedi snake fruit seed powder have the potential as a skin care product for recreational sports participants.
Aktivitas Antioksidan dan Karakterisasi Nanopartikel Ekstrak Kulit Salak Wedi sebagai Kosmetik Antiaging Saputri, Romadhiyana Kisno; Al-Bari, Akhmad; Nisak, Siti Khoirun; Anti, Tika Roro; Amelia, Rika
Bioscientist : Jurnal Ilmiah Biologi Vol. 12 No. 1 (2024): June
Publisher : Department of Biology Education, FSTT, Mandalika University of Education, Indonesia.

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.33394/bioscientist.v12i1.9590

Abstract

Wedi snakefruit is one of the local species snakefruit produced in Bojonegoro Regency. Antioxidant activity in salak fruit may be influenced by its cultivar. The peel of snakefruit is reported to have antioxidant activity as in salak fruit flesh. Antioxidants can prevent free radical damage to human skin and prevent aging so can be developed in cosmetic preparations. The current trend of antiaging cosmetic preparations leads to preparations with nanoparticle size. The objectives of this study is to determine the antioxidant activity and to characterisation of nanoparticles Wedi snakefruit peel extract that will be developed as anti-aging cosmetics. Wedi snakefruit peel extract was conducted using maceration method with 96% ethanol solvent, antioxidant activity test was conducted by DPPH method and total phenol content determination method using Folin-Ciocalteu method. Nanoparticles preparation of extract by ionic gelation method with characterisation through particle measurement using PSA and zeta potential measurement. Potential antiaging activity was measured through tyrosinase inhibition testing. The results showed the IC50 value measured by DPPH method of 56.10 ppm, total phenolic content of 13.41 mg GAE/g. PSA test results showed particle size of Wedi snakefruit peel extract 884 nm and zeta sizer value of 2 mv. Tyrosine inhibitory activity of Wedi snakefruit peel extract was 63.8%. The antioxidant activity of Wedi snakefruit peel extract is in the strong category, has not met the nanoparticle requirements and has tyrosinase inhibitory activity so that it has the potential to be developed as an antiaging cosmetic.
Pelatihan Pembuangan Masker Sebagai Upaya Pencegahan Penyakit Infeksi di Desa Sukowati Kecamatan Kapas Kabupaten Bojonegoro Saputri, Romadhiyana Kisno; Hutahaen, Titi Agni; Ni'am, Musfirotun; Albabi, Nabila Ulul
Journal of Research Applications in Community Service Vol. 1 No. 1 (2022): Journal of Research Applications in Community Service
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32665/jarcoms.v1i1.885

Abstract

Pemakaian masker sekali pakai meningkat 30% -50% selama pandemi COVID-19. Sampah masker masuk ke dalam sampah infeksius atau sampah yang dapat menyebabkan penyakit infeksi, sehingga sebelum dibuang, perlu penanganan khusus yaitu didisinfeksi lalu dirusak masker dengan cara dilepas tali masker atau disobek.  Sampah masker skala rumah tangga harus dikumpulkan tersendiri, digunting, direndam dengan larutan disinfektan dan dibungkus dengan kantong plastik sebelum dibuang. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam membuang masker sebagai upaya pencegahan penyakit infeksi. Metode yang digunakan pada kegiatan ini adalah metode ceramah dan simulasi atau praktik langsung di depan sasaran. Sasaran adalah ibu-ibu PKK yang berjumlah 40 orang. Kegiatan ini memberikan hasil adanya peningkatan tingkat pengetahuan mengenai pembuangan masker yang tepat sebesar 55% dan peningkatan keterampilan mengenai pembuangan masker yang tepat sebesar 87,5%. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini mampu meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam membuang masker sebagai upaya pencegahan penyakit infeksi.
Pelatihan Pengolahan dan Analisis Usaha Mangga Kering (Dried Mango) di Desa Sumberagung Kecamatan Banjarejo Kabupaten Blora Saputri, Romadhiyana Kisno; Rachmawati, Ulvina; Ningrum, Ifa Khoiria; Sari, Novi Arum; Mutiani, Tia
Journal of Research Applications in Community Service Vol. 2 No. 1 (2023): Journal of Research Applications in Community Service
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32665/jarcoms.v2i1.1337

Abstract

Kemiskinan memiliki kecenderungan untuk menyebabkan ketidakcukupan konsumsi gizi yang berhubungan dengan tingginya kejadian stunting balita serta dapat menyebabkan gangguan mental seperti depresi dan gangguan kepribadian. Salah satu upaya untuk mencegah kemiskinan dan meningkatkan ekonomi dapat dilakukan dengan memberikan pelatihan pemanfaatan sumber daya lokal. Di Desa Sumberagung salah satu sumberdaya yang dapat dimanfaatkan adalah buah mangga. Olahan mangga yang mudah dibuat dan murah bahan bakunya adalah mangga kering (dried mango). Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk melakukan pelatihan pembuatan mangga kering (dried mango) dan melakukan analisis usaha produk mangga kering (dried mango). Kegiatan dilakukan menggunakan metode ceramah dan praktik langsung atau demonstrasi dengan sasaran 30 ibu-ibu PKK. Pengetahuan pembuatan mangga kering (dried mango) meningkat 100%, keterampilan pembuatan mangga kering (dried mango) meningkat 83,3%.  Analisis usaha produk mangga kering (dried mango) menunjukkan BC Ratio 3,33 yang berarti usaha dapat dijalankan dengan layak. Kegiatan pelatihan pembuatan mangga kering (dried mango) di Desa Sumberagung Kecamatan Banjarrejo Kabupaten Blora berjalan dengan lancar serta menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan sasaran dalam pembuatan mangga kering (dried mango) serta tentang analisis usaha produk mangga kering (dried mango).
Pelatihan dan Pendampingan Kewirausahaan Mahasiswa untuk Meningkatkan Jumlah Mahasiswa Wirausaha Saputri, Romadhiyana Kisno; Februyani, Nawafila; Pitaloka, Ria Indah Kusuma; Wulandari, Vilisa Ayu Dwi; Nafisah, Roihanatun
Journal of Research Applications in Community Service Vol. 2 No. 3 (2023): Journal of Research Applications in Community Service
Publisher : Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri Bojonegoro

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32665/jarcoms.v2i3.1920

Abstract

Wirausaha merupakan orang dengan kemampuan untuk melakukan koordinasi, organisasi dan pengawasan. Untuk memulai menjadi wirausaha, seseorang harus memahami terkait passion. Passion dan jiwa wirausaha dapat dihasilkan dari proses belajar dan motivasi yang terus-menerus. Bagi mahasiswa, kegiatan kewirausahaan berbasis produk efektif meningkatkan jiwa kewirausahaan mahasiswa. Salah satu produk yang dapat dikembangkan adalah kosmetik natural yang dapat dibuat dengan dalam skala rumah tangga. Kegiatan ini bertujuan untuk melakukan pelatihan dan pendampingan kewirausahaan mahasiswa untuk meningkatkan jumlah mahasiswa wirausaha. Metode pelaksanaan yang digunakan adalah metode ceramah, diskusi, simulasi serta pendampingan secara luring daring.  Mitra pada kegiatan pengabdian ini adalah mahasiswa Farmasi Universitas Nahdlatul Ulama Sunan Giri yang berjumlah 45 mahasiswa yang tergabung dalam 15 tim wirausaha. Tingkat pengetahuan mitra terkait pembuatan produk kosmetik natural sebesar 93,3% dan terkait perencanaan kewirausahaan sebesar 73,3%, serta meningkatkan keterampilan mitra terkait pembuatan produk kosmetik natural sebesar 86,7% dan terkait perencanaan kewirausahaan sebesar 80%. Pada akhir kegiatan, jumlah mahasiswa wirausaha meningkat sebanyak 12 mahasiswa yang tergabung dalam empat tim wirausaha. Hasil ini dapat dijadikan dasar untuk rencana keberlanjutan program, salah satunya adalah pendampingan mitra hingga menjadi wirausaha dengan usaha yang stabil dan semakin besar.
Co-Authors Abdul Basith Abdul Basith Afifta, Siti Nur Afika, Zayana Dwi Nur Aghniya Faza Agustin, Lilis Nova Ainu Zuhriyah Akhmad Al-Bari Albabi, Nabila Ulul Amelia, Rika Andri Hardiyansyah Andri Hardiyansyah, Andri Anti, Tika Roro Anwar, M Rosichan Anwar, M. Rosichan Aprillia Dwi Ardianti Asrina Habiba Awawin Mustana Rohmah Awawin Mustana Rohmah Azizati Rochmania Azzizah, Isma Nur Bintari Anggi Dwi Sugiarti D.I. Pramesti Dian Geatri Deasa Dimas Reza Fachrudin Dinda Amalia Endah Yuliani Farlina, Nur Farrel Wicaksono Fauziyah, Ima Fud Khotul Ariddah Habiburrohman, Muhammad Hadiyatul Lilfitriyani Hadiyatul Lilfitriyani Hisanah, Hilya Alifiah Huda, Muhammad Miftachul Ifa Khoiria Ningrum Inayah, Nurin Kharisma Kusuma Pratiwi Kharisma Kusuma Wardani Kharisma Kusuma Wardani Khoirin Maghfiroh Lilis Nova Agustin M Rosichan Anwar M. Rosichan Anwar M. Shofiudin Rohmatullah M. Sholeh Manshur, Ahmad Moh. Kholil Mughofar Muhammad Miftachul Huda Musfirotun Ni'am Musfirotun Ni'am Mutiani, Tia N. Farlina Nabila Ulul Albabi Nafisah, Roihanatun Nawafila Februyani Nella Ridha Setiana Ni'am, Musfirotun Nisa’, Shofi Chofiatun Nofitasari, Risma Septyana Novi Arum Sari Nur Farlina Nur Luthfiatus Solikah Nurhabibah, Qoiria Aini Nurpratiwi, Resti Nursiyah Nursiyah Nurul Istiana Nurul Musyafaah Priadana, Benny Widya Puji Aning Nur Nadhiffa Puji Aning Nur Nadhiffa Putri Rahmasari Qoiria Aini Nurhabibah Rahmawati, Wahyu Desi Ria Indah Kusuma Pitaloka Rifky Ardhana Kisno Saputra Rifky Ardhana Kisno Saputra Rika Amelia Rika Amelia Risma Septyana Nofitasari Rizka Amelya Rizky Patria Nevangga Rohmah, Sofiyatur Rohmat Saiful Anam Safitri, Rina Alfianita Sari, Novi Arum Setyorini, Herny Silfi Afifah Al Kibri Siti Choirun Nisak Siti Khoirun Nisak Siti Khoirun Nisak Siti Khoirun Nisak Siti Khoirun Nisak Siti Nur Afifta Sofiyatun, Siti Sofiyatur Rohmah Sovia Roikhatul Jannah Surya Aprilia Susi Susanti Teguh Pribadi Teguh Pribadi Tia Mutiani Tika Roro Anti Tika Roro Anti Tita Rachma Ayuningtyas Titi Agni Hutahaen Triani Kiswati Ulvina Rachmawati Umma Rohmawati Utami, Cahyaning Rini Vilisa Ayu Wulandari Wahyu Desi Rahmawati Wahyu Setia Kuscahyaning Putri wahyuni wahyuni Wulandari, Vilisa Ayu Dwi Yani’ Qoriati Yogi Prana Izza Yogi Septiana Zayana Dwi Nur Afika