Claim Missing Document
Check
Articles

Found 13 Documents
Search

Peningkatan Pengetahuan Sanitasi Industri Pangan pada UMKM Pangan Lokal di Dusun Rangsot Timur, Kabupaten Lombok Utara Sinaga, Yesica Marcelina Romauli; Perdhana, Firman Fajar; Pawestri, Setyaning; Handito, Dody; Pertiwi, Made Gendis Putri; Yasa, I Wayan Sweca; Utama, Qabul Dinanta; Rasyda, Riezka Zuhriatika; Anggraini, Ines Marisya Dwi; Unsunnidhal, Lalu; Fuadi, Mi’raj; Saputra, Oki; Antesty, Sella; Amaliah, Wenny; Wardatullatifah , Ince Siti
Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA Vol 7 No 2 (2024): April-Juni
Publisher : Universitas Mataram

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29303/jpmpi.v7i2.8255

Abstract

UMKM pangan lokal memainkan peranan penting dalam peningkatan perekonomian masyarakat setempat yang tentu saja bermuara pada peningkatan perekonomian nasional. Salah satu wilayah di Lombok, Provinsi Nusa Tenggara Barat yang memiliki UMKM pangan lokal adalah Dusun Rangsot Timur, Desa Sigar Penjalin, Kabupaten Lombok Utara. Target pasar yang lebih luas untuk peredaran produk dapat dicapai apabila produk pangan lokal tersebut sudah terjamin mutu dan keamanan pangan. Hal ini menjadi tantangan bagi pelaku UMKM pangan lokal sebab produk yang tidak terjamin mutu dan keamanannya akan berdampak pada kesehatan konsumen dan keberlangsungan usaha itu sendiri. Penjaminan mutu dan keamanan pangan dapat dicapai dengan menerapkan sanitasi yang baik selama proses produksi. Oleh karena itu, sangat penting untuk membentuk kesadaran dan pengetahuan mengenai praktik sanitasi yang baik di kalangan pelaku UMKM pangan lokal. Kegiatan pengabdian ini dilaksanakan dalam bentuk edukasi aspek dan implementasi sanitasi dalam industri pangan. Tahapan program pengabdian masyarakat dibagi menjadi 3 (tiga), yaitu persiapan, pelaksanaan, dan evaluasi program. Ketercapaian program pengabdian diukur dengan menggunakan Skala Likert dengan skor kuesioner 1-4. Hasil kuesioner para peserta dianalisis menggunakan metode deskriptif. Kegiatan pengabdian berhasil meningkatan pengetahuan peserta tentang sanitasi industri pangan yang signifikan sebesar 8,71%. Kegiatan pengabdian ini diharapkan dapat mendorong UMKM pangan di Dusun Rangsot Timur untuk mengimplementasikan praktik sanitasi yang efektif, meningkatkan kualitas dan daya saing produk.
INTRODUKSI TEKNOLOGI PENGEMASAN DAN PELABELAN PRODUK UMKM DI DESA PEMEPEK KECAMATAN PRINGGARATA LOMBOK TENGAH Sabani, Rahmat; Ridho, Rosyid; Antesty, Sella
Martabe : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol 7, No 7 (2024): MARTABE : JURNAL PENGABDIAN MASYARAKAT
Publisher : Universitas Muhammadiyah Tapanuli Selatan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31604/jpm.v7i7.2516-2525

Abstract

Usaha pengolahan produk pangan merupakan usaha yang potensial dan banyak dilakukan oleh Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM). Pengemasan dan pelabelan merupakan hal mendasar dalam menjaga mutu pangan dan nilai tambah produk pangan. Pengemasan dan pelabelan merupakan media komunikasi produk kepada pasar yang penting dalam pemasaran produk. Telah dilaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat yaitu introduksi teknologi pengemasan dan pelabelan produk UMKM di desa Pemepek, Kecamatan Pringgarata Lombok Tengah. Sasaran kegiatan ini adalah pelaku usaha kecil yang berasal dari Kelompok Wanita Tani (KWT) dan Koperasi. Kegiatan pengabdian ini dimaksudkan untuk memperluas pasar bagi produk yang dihasilkan kelompok dan meningkatkan nilai ekonomi produk yang mereka hasilkan. Pendekatan yang digunakan pada kegiatan ini adalah pendidikan orang dewasa menggunakan metode ceramah, pelatihan dan praktek, pendampingan, monitoring dan evaluasi. Melalui kegiatan ini peserta mampu membuat kemasan dan label untuk produk kopi, madu, dan makanan ringan (kripik) yang mereka hasilkan sesuai dengan standar SNI.
THE ROLE OF SMART FARMING 5.0 IN CREATING FOOD SOVEIREGNTY IN INDONESIA Riswandi, D. Iwan; Safruddin, Safruddin; Suryaningrum, Dyah; Antesty, Sella; Hamidah, Emmy
JURNAL ILMIAH EDUNOMIKA Vol. 8 No. 2 (2024): EDUNOMIKA
Publisher : ITB AAS Indonesia Surakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29040/jie.v8i2.13158

Abstract

Abstract As we know, Indonesia is an agricultural country whose main income comes from the agricultural sector. Indonesia's position in the equatorial region and tropical climate makes Indonesia a country with megabiodiversity. Indonesia has a variety of regional conditions with agricultural management techniques according to the needs of farmers in the region. Smart farming 5.0 which utilizes artificial intelligence has become a mainstay for the Indonesian Government in the current digital era. Smart farming 5.0 can encourage farmers' work so that agricultural cultivation becomes measurable and integrated. Farmers can cultivate without depending on the season but through mechanization. The planting to harvesting process can be carried out accurately starting from labor, planting time and the harvesting process. Several smart farming technologies such as blockchain which can make it easier to track the supply of agricultural products for modern off-farm farming, agri drone sprayer (drone spraying pesticides and liquid fertilizer), drone surveillance (drones for mapping land), soil and weather sensors (soil and weather sensors) , smart irrigation system (smart irrigation), Agriculture War Room (AWR), Siscrop (information system) which have been implemented in several areas. The varying levels of education of farmers, the phenomenon of aging farmers, the high cost of Smart Farming technology tools are the biggest obstacles for farmers in implementing Smart Farming. This article aims to analyze the magnitude of the role of Smart Farming 5.0 to utilize the potential of millennial farmers as actors and analyze various government policies to support the implementation of Smart Farming 5.0 as an effort to create Indonesian food sovereignty. Keywords: Smart Farming 5.0., Food Sovereignty, Agriculture