Claim Missing Document
Check
Articles

Found 29 Documents
Search

ANALISIS KEPATUHAN SYARIAH PADA APLIKASI SHOPEE PAYLATER STUDI KASUS PENGGUNA DI KABUPATEN PEKALONGAN Rafanda, Shelly; Shultoni, Muhammad; Hermawan Adinugraha, Hendri
Izdihar: Jurnal Ekonomi Syariah Vol. 5 No. 01 (2025): April
Publisher : Universitas KH. A. Wahab Hasbullah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.32764/izdihar.v5i01.5192

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis Kepatuhan Fitur Shopee Paylater Terhadap Prinsip Ekonomi Syariah Studi Kasus Di Kabupaten Pekalongan. Penelitian ini menggunakan metode penelitian kualitatif, pengambilan data dilakukan secara langsung di tempat penelitian, observasi ini dilakukan dengan mengamati praktik pengunaan pinjaman baik dari aplikasi Shopee maupun respon pengguna serta permasalahan yang ada. Hasil penelitian didapat bahwa penggunaan Shopee Paylater tidak seseuai dengan prinsip ekonomi syariah yang melarang riba dalam segala bentuk. Selain itu, mekanisme pembayaran Paylater tidak sesuai dengan akad qardh yang diperbolehkan dalam Islam. karena adanya kelebihan atau tambahan dari hutang yang harus dibayarkan. Serta adanya denda keterlambatan pada saat pembayaran telah melewati jatuh tempo. Berdasarkan temuan tersebut, disimpulkan bahwa penggunaan Paylater tidak dibenarkan dalam hukum Islam. Umat Islam dihimbau untuk menghindari penggunaan Paylater dan memilih metode pembayaran yang sesuai dengan syariat Islam.
Pendampingan Pemasaran Produk Melalui Sistem Digitalisasi Bagi UMKM Mie Ayam Di Desa Gejlig, Kabupaten Pekalongan Kurnia Pangestuti, Nabila; Azka Fajar Mufarih, Muhammad; Fadlilatun Nisa', Ana; Hermawan Adinugraha, Hendri
JDISTIRA - Jurnal Pengabdian Inovasi dan Teknologi Kepada Masyarakat Vol. 2 No. 1 (2022)
Publisher : Yayasan Rahmatan Fidunya Wal Akhirah

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (671.486 KB) | DOI: 10.58794/jdt.v2i1.59

Abstract

UMKM merupakan elemen yang memainkan peranan penting dalam pertumbuhan stabilitas ekonomi karena mampu memberikan kontribusi serta peran yang nyata terhadap sektor perekonomian suatu negara. Metode pemasaran digital mulai dimanfaatkan oleh para pelaku UMKM di era serba digital ini karena dianggap memberikan kemudahan kepada konsumen dalam mengetahui berbagai macam produk yang ditawarkan. Namun, beberapa pelaku UMKM ada yang masih bertahan melakukan pemasaran secara tradisional dengan fokus berjualan hanya di tempat. Hal ini lantaran kurangnya penguasaan teknologi para pelaku UMKM tersebut, sehingga menyebabkan mereka tidak mampu bersaing dengan pelaku UMKM lainnya. Kegiatan pengabdian ini dilakukan melalui pendampingan dengan memberikan pengetahuan dan pelatihan untuk mengembangkan kemampuan pelaku UMKM dalam memasarkan produknya dengan menggunakan metode pemasaran digital. Tujuan dari pengabdian ini yaitu meningkatkan pemahaman pelaku UMKM mie ayam 33 tentang pemasaran produk secara digital; dan membantu membimbing dalam proses pembuatan beberapa platform digital untuk kepentingan pemasaran produk. Berdasarkan dari kegiatan PKM yang telah dilakukan, dihasilkan pemahaman kurang lebih sebanyak 70% dari pelaku UMKM Mie Ayam 33 mengenai pemasaran produk secara digital dan pengelolaan terhadap platform digital yang telah tersedia.
ISLAMIC ECONOMIC REVIEW OF CONSUMPTION: A SYSTEMATIC LITERATURE REVIEW APPROACH Sadali, Ayatullah; Hermawan Adinugraha, Hendri; Shulthoni, Muhammad
JIM : Journal Of International Management Vol 3 No 01 (2024): JIM : Journal Of International Management
Publisher : Pusat Studi Ekonomi, Publikasi Ilmiah dan Pengembangan SDM

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.62668/jim.v3i01.1029

Abstract

This research analyzes consumption studies from an Islamic economic perspective and a literature review perspective. The research method uses a qualitative type with a systematic literature review approach. The research results obtained from this literature review found that consumption is human nature to maintain life and is a very vital part of economic activity for human life. Islamic consumption theory limits consumption based on the concept of wealth and various types of consumption by Sharia principles for sustainability and the welfare of the ummah. Rapid economic growth and technological developments are causing changes in people’s consumption patterns. The main difference in consumption patterns in Islamic and conventional economics lies in the intention and approach to meeting life’s needs. Intentions and consumption methods to meet needs are critical in the Islamic economic system. Islamic economics does not place materialism as a guide to human life. Islam does not recognize the principle of materialism as conventional economics places consumption in the perspective of mere worldly satisfaction.
Improving Understanding Of Muslim-Friendly Tourism Village Management In Indonesia Through Socialization and Education Hermawan Adinugraha, Hendri; Suroso; Slamet Nurchamid; Moh. Nasrudin; Maulana, Asep Suraya
Amala Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Vol. 4 No. 1 (2025): May 2025
Publisher : Faculty of Economics and Islamic Business State Islamic University of Palangka Raya

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23971/f3rf8z79

Abstract

This community service program aims to improve understanding of Muslim-friendly tourism village management in Indonesia through socialization and education. Muslim-friendly tourism villages have great potential in the halal tourism industry but still face challenges, such as limited understanding of halal standards, lack of supporting facilities, and lack of digital-based marketing strategies. To overcome these problems, this program adopts socialization, education, and mentoring methods involving local stakeholders. Socialization is conducted through interactive discussions and seminars, while education includes technical training for tourism actors related to halal service management and digital marketing. The program evaluation showed a significant increase in community understanding of halal tourism, readiness for Muslim-friendly accommodation, and the number of businesses applying for halal certification. The program contributes to strengthening the capacity of tourism village managers to provide Sharia-based services and increase attractiveness for Muslim tourists. Continuous assistance is needed to ensure the sustainability of the implementation of the halal tourism concept in various tourism villages in Indonesia.
Persepsi Generasi-Z Muslim terhadap Penggunaan QRIS sebagai Digital Payment Berdasarkan Prinsip Syariah Khikmah, Nurul; Syafi’i, M. Aris; Hermawan Adinugraha, Hendri
Quranomic: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam Vol. 4 No. 1 (2025): Quranomic: Jurnal Ekonomi dan Bisnis Islam
Publisher : Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam IIQ An Nur Yogyakarta

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.37252/jebi.v4i1.1020

Abstract

This study aims to explore Generation-Z Muslims in Pekalongan's perception of QRIS as a digital payment method based on sharia principles and identify their interest & factors that influence their interest in using QRIS. A qualitative approach was used in this research through interviews, documentation, and observation of 30 interviewees. The results found that high interest in QRIS is driven by convenience, efficiency, security and reducing dependence on cash. Generation Z Muslims consider QRIS to be in accordance with sharia principles because it avoids elements of usury, gharar, and maisir, and is transparent in transactions. However, they also face challenges such as unstable internet access and the risk of digital fraud. To support the use of QRIS, the government is expected to improve network infrastructure and digital security education. The results of this study are expected to contribute to the development of digital Islamic financial services in Indonesia.
Pelatihan Penerapan Sistem Akuntansi Keuangan Daerah Pada Karang Taruna Kelurahan Proyonanggan Selatan Batang Istiqomah, Mafida Nur; Aprilliani, Putri; Ane Yulaicha, Serlinda; Nadiya Febriani, Elsa; Hermawan Adinugraha, Hendri
Abdi Dharma Vol. 3 No. 1 (2023): Jurnal Abdi Dharma (Jurnal Pengabdian Masyarakat)
Publisher : LP3kM Universitas Buddhi Dharma

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31253/ad.v3i1.1281

Abstract

Karang Taruna sebagai Organisasi sosial kemasyarakatan serta wadah dan sarana pengembangan setiap anggota masyarakat yang tumbuh dan berkembang atas dasar kesadaran dan tanggung jawab sosial dari, oleh dan untuk masyarakat terutama generasi muda di wilayah desa/kelurahan terutama bergerak di bidang usaha kesejahteraan sosial” Karang Taruna Proyonanggan Selatan masih di bawah naungan kelurahan sehingga mendapatkan dana setiap tahunnya. Oleh karena itu, dibutuhkan Sumber Daya Manusia (SDM) yang kompeten untuk menghasilkan sebuah laporan keuangan yang berkualitas. Namun pada nyatanya Laporan Keuangan yang dilakukan oleh bendahara karang taruna masih manual sehingga kegiatan pengabdian ini dilakukan guna membantu anggota karang taruna dalam menyusun Laporan Keuangan yang sesuai dengan standar akuntansi. Kegiatan ini dilakukan melalui sosialisasi, pelatihan, dan pendampingan kepada para anggota karang taruna Proyonanggan Selatan. Berdasarkan  dari kegiatan PKM yang telah dilakukan, dihasilkan terdapat peserta yang mampu memahami materi 80%  dan 4 peserta lainnya 70%. Selain itu Berdasarkan Praktik Pembuatan Laporan Keuangan yang dilakukan peserta anggota karang taruna yang hadir mampu memahami konsep Laporan Keuangan dan cara membuat Laporan Keuangan dan menghasilkan Sebanyak empat Laporan Keuangan berhasil tersusun dengan rapi sesuai dengan yang diinginkan serta mampu menyajikan Menggunakan Laptop tidak manual seperti sebelumnya.
Comparative Legal Perspectives on Halal Tourism Regulations in Indonesia, Pakistan, and Nigeria Hermawan Adinugraha, Hendri; Fikri, Muhammad Khoirul; Maulana, Asep Suraya; Sain, Zohaib Hassan; Lawal, Uthman Shehu
Abdurrauf Law and Sharia Vol. 2 No. 2 (2025): Abdurrauf Law and Sharia
Publisher : Yayasan Abdurrauf Cendekia Nusantara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70742/arlash.v2i2.431

Abstract

The lack of harmonization in halal tourism regulations in Indonesia, Pakistan, and Nigeria has led to differences in standards, weak legal certainty, and inconsistent services that hinder the development of halal destinations. This study aims to analyse and compare the regulatory frameworks of halal tourism in Indonesia, Pakistan, and Nigeria, highlighting the differences in legal systems, institutional capacity, and their implications for the consistency of services and the development of the halal tourism industry. This research employs a qualitative method with a literature study approach, examining laws, government policies, institutional documents, and academic literature related to halal regulations. Data were analysed using content analysis techniques and comparative analysis to identify patterns of similarities, differences, and regulatory effectiveness across the three countries. The results of the study indicate that Indonesia has a more standardised halal regulatory framework, established through formal institutions such as BPJPH and MUI. In contrast, Pakistan adopts a market-driven approach due to the absence of formal regulations governing the halal tourism sector. Nigeria has fragmented rules due to its federal structure and dual legal system, resulting in varying standards of halal service across regions. The findings of this literature show that the legal system and the governance capacity of each country greatly influence the effectiveness of regulations. This research provides an understanding of the relationship between legal configuration and the efficacy of halal governance, offering a basis for regulatory harmonisation that strengthens the competitiveness of halal destinations. This study makes a new contribution by presenting a comprehensive comparative legal analysis of halal tourism regulations in three countries with distinct legal system characteristics, which have not been extensively discussed in previous studies. [Ketidakharmonisan regulasi pariwisata halal di Indonesia, Pakistan, dan Nigeria menimbulkan perbedaan standar, lemahnya kepastian hukum, dan inkonsistensi layanan yang menghambat pengembangan destinasi halal. Penelitian ini bertujuan menganalisis dan membandingkan kerangka regulasi pariwisata halal di Indonesia, Pakistan, dan Nigeria dengan menyoroti perbedaan sistem hukum, kapasitas kelembagaan, serta implikasinya terhadap konsistensi layanan dan pengembangan industri pariwisata halal. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan studi pustaka yang menelaah undang-undang, kebijakan pemerintah, dokumen kelembagaan, dan literatur akademik terkait regulasi halal. Data dianalisis melalui teknik analisis isi dan analisis komparatif untuk mengidentifikasi pola persamaan, perbedaan, dan efektivitas regulasi di ketiga negara. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Indonesia memiliki kerangka regulasi halal yang lebih terstandardisasi melalui lembaga formal seperti BPJPH dan MUI, sedangkan Pakistan mengadopsi pendekatan market-driven akibat ketiadaan regulasi formal yang mengatur sektor pariwisata halal. Nigeria menampilkan regulasi yang terfragmentasi karena struktur federal dan dual legal system, sehingga standar layanan halal berbeda antar wilayah. Temuan pustaka ini menunjukkan bahwa efektivitas regulasi sangat dipengaruhi sistem hukum dan kapasitas tata kelola masing-masing negara. Penelitian ini memberikan pemahaman mengenai hubungan antara konfigurasi hukum dan efektivitas tata kelola halal, serta menawarkan dasar bagi harmonisasi regulasi dalam memperkuat daya saing destinasi halal. Penelitian ini memberikan kontribusi baru dengan menyajikan analisis hukum perbandingan yang komprehensif mengenai regulasi pariwisata halal di tiga negara dengan karakter sistem hukum yang berbeda, yang belum banyak dibahas dalam kajian sebelumnya.]
THE ROLE OF SHARIA FINTECH IN IMPROVING HALAL FINANCIAL INCLUSION IN MSMES IN INDONESIA Safarina Dewi, Ina; Hermawan Adinugraha, Hendri
Likuid Jurnal Ekonomi Industri Halal Vol. 3 No. 1 (2023): LIKUID: Jurnal Ekonomi Industri Halal
Publisher : Sharia Economics Study Program Faculty of Islamic Economics and Business UIN Sunan Gunun

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.15575/likuid.v3i1.18693

Abstract

The revolution of Islamic financial institutions in technology has become a must because of the progress of technology and information. Collaboration with financial technology (fintech) is expected to encourage the role of sharia-based fintech lending and other sharia fintech in developing the halal product industry in Indonesia. This article aims to explain the role of Islamic fintech in increasing financial inclusion for halal MSMEs in Indonesia. A literature review is a research method. The results obtained are the role of the application of Islamic fintech in increasing financial inclusion by providing access to financing for MSMEs engaged in the halal industry, providing convenience for MSME actors in accessing various types of Islamic bank financial services and encouraging equitable access to public finances that have not been reached by financial institutions, formal and domestic halal industry players. In Indonesia, fintech has contributed to the National Strategy for Financial Inclusion.
Histori Filantropi: Tinjauan Teori Postmodern Puji Purwatiningsih, Aris; Hermawan Adinugraha, Hendri
ZISWAF Vol 5, No 1 (2018): ZISWAF: Jurnal Zakat dan Wakaf
Publisher : UIN Sunan Kudus

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.21043/ziswaf.v5i1.3573

Abstract

Postmodern is a breeding effort, epistemological innovation, so anthropology becomes more adaptive and productive. This can be demonstrated through the application of his theory in practice and philanthropy models. This paper aims to describe the history of philanthropy in terms of the perspective of postmodern theory. The results of the literature review indicate that at first the emergence of the philanthropy movement was the way of the rulers of the time to maintain the stability of public security by providing assistance to the community, but in the postmodern period turned into non-profit social institutions or institutions that serve as mediators of donors to the needy. Philanthropy, initially only in the form of goods aimed at relieving and meeting the needs of a deficient society, in the postmodern era can develop into donor body parts, smiles and even empathy can be referred to as philanthropy. Alms that were originally human goods, the postmodern expanded that spread the science, moving the masses can also be called philanthropy.