Claim Missing Document
Check
Articles

Analis Kualitatif Senyawa Formalin pada Mie Basah Diwarung Bakso Kabupaten Sorong Suriani, WaOde; Astuti, Ratih Arum; Budiyanto, Angga Bayu
Science: Indonesian Journal of Science Vol. 2 No. 1 (2025)
Publisher : LPPI Yayasan Almahmudi bin Dahlan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/science.v2i1.263

Abstract

Mie basah merupakan produk makanan yang cukup banyak dikonsumsi oleh masyarakat. Mie basah mengandung kadar air sekitar 52-60%, yang cukup tinggi, sehingga menyebabkan mie tidak bertahan lama dalam penyimpanannya. Hal ini mendorong produsen yang tidak bertanggung jawab untuk menambahkan zat pengawet berbahaya, yaitu formalin, agar mie memiliki masa simpan yang lebih lama.Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ada tidaknya senyawa formalin pada mie basah di wilayah Aimas dan Mariat. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah analisis kualitatif dengan pereaksi nash. Pengambilan sampel dilakukan dengan metode sampling jenuh karena sampel kurang dari 30. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Terpadu Universitas Pendidikan Muhammadiyah Sorong.Hasil penelitian yang dilakukan pada 27 sampel mie basah yang beredar di wilayah Kabupaten Sorong menunjukkan tidak terjadinya perubahan warna pada filtrat sampel yang telah ditambahkan pereaksi nash. Oleh karena itu, dapat ditarik kesimpulan bahwa mie basah yang beredar di wilayah Kabupaten Sorong tidak mengandung formalin. Hal ini menunjukkan bahwa mie basah telah memenuhi syarat mutu SNI 2987:2015.
Uji Potensiasi Efek Sedatif – Hipnotik Ekstrak Etanol Biji Pinang (Areca Catechu L) Asal Papua Barat Daya terhadap Mencit Jantan: Mus Musculus Arif Radhika Mentari; Lukman Hardia; Ratih Arum Astuti
Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan Vol. 3 No. 4 (2025): Jurnal Mahasiswa Ilmu Kesehatan
Publisher : STIKes Ibnu Sina Ajibarang

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59841/jumkes.v3i4.3227

Abstract

Sleep is a vital state of rest for humans to maintain a healthy body. After a day of activity, the body requires adequate sleep to recover and regain energy. One common sleep disorder is insomnia, characterized by difficulty sleeping both in terms of quality and quantity. Insomnia has traditionally been treated with sedatives, drugs that reduce anxiety and provide a calming effect with little or no impairment to motor and mental function. However, long-term use of chemical drugs can cause side effects, necessitating alternatives, one of which is the use of traditional medicine. Areca nut (Areca catechu L.) is known to possess antioxidant, antimutagenic, astringent (tightening), and intoxicating properties that have long been used in traditional medicine. This study was conducted experimentally in a laboratory to determine the sedative-hypnotic effects of areca nut ethanol extract. The observed parameter was survival time on the rotarod, and the data were analyzed using one-way ANOVA for homogeneity testing and Shapiro-Wilk for normality testing. If the data were not homogeneous or normal (p < 0.05), the analysis was continued with the nonparametric Kruskal-Wallis and Mann-Whitney tests. The results showed that administration of areca nut ethanol suspension as a positive control with varying doses did not produce significant differences, meaning that all three doses had the same sedative-hypnotic effect. In the treatment groups with areca nut ethanol extract doses of 0.52 mg/kgBW and 0.78 mg/kgBW, significant differences were observed compared to the negative control, indicating a clear sedative-hypnotic effect. Therefore, it can be concluded that areca nut (Areca catechu L.) ethanol extract at doses of 0.52 mg/kgBW and 0.78 mg/kgBW has the potential to provide sedative-hypnotic effects and can therefore be used as an alternative treatment for sleep disorders.
Uji Efektivitas Ekstrak Daun Gatal (Laportea Decumana L.) Terhadap Penyembuhan Luka Full Thickness Pada Mencit Jantan (Mus Musculus) Galur Balb/C Lisna, Lisna; Astuti, Ratih Arum; Irwandi , Irwandi
Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO) Vol. 7 No. 2 (2025): Jurnal Sehat Indonesia (JUSINDO)
Publisher : CV. Publikasi Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.59141/.v7i2.370

Abstract

Penggunaan  pengobatan medis yang digunakan secara terus-menerus  hingga jangka panjang akan menyebabkan efek samping yang berbahaya bagi tubuh manusia,  sehingga diperlukan alternatif lain dengan  memanfaatkan   tanaman herbal  sebagai media pengobatan,  oleh karna itu peneliti tertarik mengunakan tanaman daun gatal (L. decumana L.) sebagai sarana pengobatan  luka  full thickness.  Tujuan penelitian ini dilakukan untuk mengetahui dosis dan efektivitas ekstrak daun gatal (L. decumana L.) terhadap penyembuhan luka full thickness  pada mencit jantan (Mus musculus).  Hewan uji yang digunakan adalah mencit putih jantan galur Balb/C (Mus musculus) berusia 3-4 bulan dengan berat badan 25-35gr yang telah memenuhi kriteria inklusi dan eksklusi. yang melibatkan 25 ekor mencit jantan yang dibagi menjadi 5 kelompok yaitu kelompok control negative, kelompok control positiv (betadine ), kelompok F1 Konsentrasi 0,75%, kelompok F2 konsentrasi 1%, kelompok F3 konsentrasi 1,25%. Hasil data perbedaan diameter luka mencit yang diamati selama 14 hari  menunjukkan bahwa Kelompok control negative  memiliki luas luka sebesar (0.49), kelompok control positive (0.35) kelompok F1 (0.30) kelompok F2 (0.26) kelompok F3 (0.12).  Kelompok F1 dan Kelompok F2 hampir memiliki tingkat kesembuhan yang sama. Sementara itu, Kelompok F3 memiliki tingkat penyembuhan tercepat di antara konsentrasi lainnya. Berbeda dengan Kelompok control negatif, kelompok control negative  memiliki tingkat penyembuhan yang jauh lebih lama di antara kelompok  lainnya.
Analisis Bibliometrik Angka Kematian Akibat Human papillomavirus (HPV) Hardia, Lukman; Pratama, Agus Sangka; Budiyanto, Angga Bayu; Irwandi, Irwandi; Muslihin, A. M.; Astuti, Ratih Arum
Jurnal Promotif Preventif Vol 6 No 6 (2023): Desember 2023: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v6i6.1166

Abstract

Infeksi human papillomavirus (HPV) menjadi suatu tantangan bagi dunia kesehatan karena sebagian besar wanita yang positif terinfeksi HPV mempunyai resiko tinggi dapat berkembang menjadi kanker serviks dalam 3 sampai 5 tahun setelah dinyatakan positif terinfeksi HPV. Tujuan penelitian ini untuk melakukan analisis bibliometrik angka kematian akibat infeksi HPV sehingga diharapkan bisa menjadi salah satu langkah yang mampu menjadi solusi atas permasalahan infeksi HPV. Data diperoleh dari sumber data base Pubmed. Kata pencarian yang digunakan adalah human papillomavirus mortality, HPV mortality, human papillomavirus, HPV, dan mortality. Hasil Penelitian menunjukkan, sejak tahun 1995 sampai 2023, ditemukan 1.311 artikel publikasi, dimana 1.140 (86,96%) berjenis artikel jurnal. Publikasi terbanyak diperoleh dari International Journal of Cancer (78 artikel publikasi). Canfell K adalah penulis dengan jumlah publikasi terbanyak (15 publikasi), USA menjadi negara urutan pertama dengan 1.386 publikasi (19,4%). Analisis bibliometrik angka kematian akibat infeksi HPV memberikan gambaran untuk penelitian lebih lanjut terkait resiko kematian pada kasus infeksi HPV, misalnya dengan mencari kata kunci angka kematian terkait usia, jenis kelamin, dan penyakit penyerta seperti kanker serviks, faktor resiko, prevalensi kejadian infeksi HPV, dan vaksin HPV.
Efektivitas Ekstrak Daun Rambusa (Passiflora foetida L.) Sebagai Analgesik Rohmania, Siti; Budiyanto, Angga Bayu; Astuti, Ratih Arum
Jurnal Promotif Preventif Vol 7 No 3 (2024): Juni 2024: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v7i3.1340

Abstract

Nyeri dapat didefinisikan sebagai suatu pengalaman sensorik dan emosional yang berkaitan dengan adanya kerusakan jaringan. Daun rambusa (Passiflora foetida L.) bisa dimanfaatkan sebagai alternatif pada pengobatan penyakit rheumatoid asthritis (rematik), sakit perut, diare dan inflamasi. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui efektivitas analgesik ekstrak daun rambusa pada mencit. Daun rambusa diekstraksi menggunakan metode maserasi dengan pelarut etanol 96%. Penelitian ini menggunakan hewan uji mencit sebanyak 25 ekor yang dikelompokkan menjadi 5 kelompok perlakuan yaitu kelompok kontrol negatif (CMC-Na), kontrol positif (Paracetamol), ekstrak daun rambusa 85 mg/KgBB, 170 mg/KgBB dan 340 mg/KgBB. Pengujian dilakukan dengan metode tail flick menggunakan alat analgesy meter. Data yang diperoleh dianalisa dengan uji ANOVA, kemudian dilanjutkan dengan uji LSD untuk mengetahui perbedaan antar kelompok. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada dosis ekstrak 340 mg/KgBB efektif dalam memberikan efek analgesik yang sebanding dengan efektivitas kontrol positif. Berdasarkan penelitian yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun rambusa dapat memberikan efektivitas analgesik pada mencit.
Karakterisasi Fitokimia dan Gugus Fungsi Senyawa Alkaloid dan Flavonoid Kulit Batang Anamirta cocculus: Potensi Tanaman Endemik Papua Sebagai Obat Tradisional Fadhilah, Windi Nur; Muslihin, A.M.; Astuti, Ratih Arum
Jurnal Promotif Preventif Vol 8 No 5 (2025): Oktober 2025: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v8i5.2099

Abstract

Tali kuning (Anamirta cocculus) merupakan tanaman endemik Papua yang dikenal memiliki khasiat sebagai obat tradisional. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi senyawa alkaloid dan flavonoid dalam ekstrak kulit batang tali kuning menggunakan metode spektrofotometri UV-Vis dan FTIR, dengan variasi jenis pelarut dan konsentrasi. Ekstraksi dilakukan dengan metode maserasi. Hasil skrining fitokimia menunjukkan bahwa ekstrak metanol menghasilkan kadar alkaloid tertinggi (0,778 mgAE/g) dan flavonoid tertinggi (0,524 mgQE/g), diikuti oleh etanol 90%, dan terendah pada etanol 70%. Gugus fungsi yang teridentifikasi dalam senyawa alkaloid dan flavonoid adalah O-H, N-H, C=O, dan C=C aromatik, serta senyawa lain seperti tanin dan terpenoid.
Analisis Kadar Formalin pada Mie Basah yang Dijual oleh Pedagang Bakso di Kota Sorong Menggunakan Spektrofotometer UV-Visible Zf, Siti Fatma; Astuti, Ratih Arum; Hardia, Lukman
Sci-tech Journal Vol. 3 No. 1 (2024): Sci-Tech Journal
Publisher : MES Bogor

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56709/stj.v3i1.232

Abstract

Noodles are a popular food among middle class people, both upper and lower classes because they taste delicious and are affordable. Wet noodles have a short shelf life due to their high water content, this is what encourages some sellers to use formaldehyde as a preservative. This examination means to decide if there is formalin content in examples of wet noodles sold by meatball brokers in Sorong City. Formalin investigation was completed subjectively and quantitatively. Subjective tests were done by adding chromatogenic corrosive to wet noodle tests and quantitative tests were completed to see the degree of formaldehyde contained in the examples utilizing an UV-noticeable spectrophotometer. The consequences of the subjective test showed that one example with code (S1) was recognized as sure for containing formaldehyde, which was demonstrated by the adjustment of the shade of the filtrate from brown to purple subsequent to being dribbled with chromatophic corrosive reagent and warmed in bubbling water. The total formalin content contained in sample S1 was 0.905%.
UJI EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN RAMBUSA (PASSIFLORA FOETIDA L.) SEBAGAI ANTIINFLAMASI PADA MENCIT PUTIH (MUS MUSCULUS) Rahayu, Mellawati Yuningtyas; Budiyanto, Angga Bayu; Astuti, Ratih Arum
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.32009

Abstract

Daun rambusa (Passiflora foetida L.) mempunyai senyawa flavonoid, alkaloid, dan saponin yang memiliki khasiat untuk anti peradangan, tetapi belum ada penelitian terkait efektivitas antiinflamasi daun rambusa (Passiflora foetida L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ekstrak etanol daun rambusa memiliki efektivitas antiinflamasi terhadap mencit putih dan untuk mengetahui dosis efektif dari pengujian ekstrak etanol 96% daun rambusa dalam penyembuhan peradangan di mencit. Populasi yang digunakan pada pengujian ini yaitu daun rambusa (Passiflora foeitida L.) yang saya peroleh dari daerah Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat Daya. Sampel yang digunakan adalah daun rambusa (Passiflora foeitida L) yang telah cukup umur dengan ciri-ciri daun berwarna hijau tua berbentuk lebar dan segar. Hasil pengujian yang didapat dari skirining fitokimia yaitu senyawa flavonoid, alkaloid, saponin, dan tanin. Pada pengujian bebas etanol yang dilakukan menunjukkan bahwa daun rambusa tidak tercium bau ester yang khas. Hasil yang diperoleh yaitu kelompok kontrol dosis 1  memiliki efek lebih rendah dari kelompok kontrol positif, sedangkan kelompok kontrol dosis 2 dan kelompok kontrol dosis 3 tidak terdapat perbedaan efek dengan kelompok kontrol positif. Uji paired sampel T test diperoleh hasil terdapat perbedaan sebelum dan sesudah perlakuan dengan hasil p value<0,05 (0,00<0,05). Uji anova menunjukkan bahwa hasil yang diperoleh adalah p value<0,05 (0,038<0,05) terdapat perbedaan secara signifikan. Berdasarkan penelitian uji aktivitas antiinflamasi yang telah dilakukan dapat disimpulkan bahwa ekstrak etanol daun rambusa memiliki aktivitas sebagai antiinflamasi.
STUDI IN VITRO EKSTRAK KULIT BATANG TALI KUNING (A. cocculus) SEBAGAI ANTIOKSIDAN Hardiansyah, La Ode; Muslihin, A.M.; Astuti, Ratih Arum
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.37849

Abstract

Radikal bebas merupakan ancaman serius bagi kesehatan manusia. Penelitian ini mengkaji potensi antioksidan dari ekstrak kulit batang tali kuning (A. cocculus) sebagai upaya untuk menemukan alternatif pengobatan alami dengan beberapa variasi pelarut pengekstraksi. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui senyawa metabolit sekunder dan aktivitas antioksidan dari ekstrak metanol, etil asetat dan n-heksan kulit batang tali kuning (A. cocculus). Penelitian uji antioksidan menggunakan DPPH (1,1-diphenyl-2-picrylhydrazyl) dan diukur menggunakan alat spektrofotometer UV-Visibel . Sampel berasal dari daerah Misool Timur, Papua Barat Daya. Proses ekstraksi menggunakan teknik maserasi. Sampel tanaman diekstraksi menggunakan tiga pelarut yang berbda yaitu metanol, etil asetat, dan n-heksan. Hasil skrining fitokimia menunjukkan adanya golongan senyawa flavonoid, alkaloid, dan terpenoid pada ekstrak kulit batang tali kuning dengan pelarut pengekstraksi etil asetat dan metanol, sedangkan pada pelarut n-heksan positif alkaloid dan steroid. Uji aktivitas antioksidan menunjukkan bahwa ekstrak metanol dan ekstrak etil asetat memiliki aktivitas antioksidan sangat kuat dengan nilai IC50 ekstrak metanol sebesar 36,92 ?g/mL dan ekstrak etil asetat sebesar 23,53 ?g/mL. Untuk hasil analisis ekstrak n-heksan menunjukkan aktivitas antioksidan yang tergolongng kuat dengan nilai IC50 sebesar 55,85 ?g/mL. Nilai ini mengindikasikan potensi ekstrak metanol, etil asetat, dan n-heksan sebagai antioksidan yang baik dibandingkan dengan vitamin C IC50 = 1,40 ?g/mL Kesimpulan bahwa pada ekstrak metanol dan ekstrak etil asetat terdapat tiga golongan senyawa yaitu flavonoid, alkaloid dan terpenoid, sedangkan pada ekstrak n-heksan terdapat dua golongan senyawa yaitu alkaloid dan steroid. Aktivitas antioksidan terkuat ada pada ekstrak etil asetat kulit batang tali kuning dengan didapatkan nilai IC50 sebesar 23,53 ?g/mL.
EFEKTIVITAS EKSTRAK DAUN BINAHONG (ANREDERA CARDIFOLIA L) PADA PENYEMBUHAN LUKA AKUT MENCIT JANTAN (MUS MUSCULUS) Rahakratat, Ayub M N; Astuti, Ratih Arum; Irwandi, Irwandi
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.38212

Abstract

Menurut Departemen Kesehatan Republik Indonesia (2013), Prevalensi risiko dan diabetic foot ulcer (DFU) di Indonesia diperkirakan tinggi, karena pasien DM yang tidak terdiagnosis juga tinggi.penelitian ini bertujuan 1) untuk mengetahui efektivitas ekstrak etan7ol daun binahong (A. cardifolia L). 2)sebagai penyembuh luka akut pada mencit (Mus musculus) Galur Balb/C dan Pada dosis berapakah yang menunjukan aktivitas penyembuhan luka terbaik Menurut penelitian yang dilakukan oleh (Wahyuningtyas et al., 2019), ekstrak daun binahong dengan konsentrasi 5% mampu menyembuhkan luka akut dalam waktu 14 hari. Penelitian ini menggunakan sediaan larutan yang dimasukan kedalam wadah drop dengan tujuan membuat pemakaian lebih praktis dan higienis. Penelitian ini merupakan penelitian eksperimental dengan randomized matched post test only control group design untuk melihat variabel terikat. Penelitian dilakukan secara in vivo dengan mengacak sampel dan dibagi dalam kelompok perlakuan.hasil penelitian ini menunjukan bahwa Ekstrak daun binahong konsentrasi 5% dapat menyembuhkan luka akut pada mencit galur balb/c Berdasarkan hasil penelitian yang didapatkan, peneliti memberi saran bahwa perlu dilakukan lebih lanjut terkait drop ekstrak daun binahong (Anredera Cardifolia L) terhadap penyembuhan luka dengan konsentrasi yang lebih bervariasi.