Claim Missing Document
Check
Articles

Found 2 Documents
Search
Journal : Environmental Pollution Journal

Identifikasi Jenis dan Kelimpahan Mikroplastik di Hilir Bengawan Solo Rahmania
Environmental Pollution Journal Vol. 1 No. 1: April 2021
Publisher : ECOTON: Ecological Observation and Wetlands Conservation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (398.688 KB) | DOI: 10.58954/epj.v1i1.3

Abstract

Bengawan solo menjadi sungai terpanjang yang ada di pulau jawa dengan luas perairan sebesar 16.000 km2. Air adalah salah satu sumber daya alam yang memiliki banyak manfaat bagi makhluk hidup. Pencemaran yang terdapat di sepanjang aliran sungai dapat diakibatkan oleh adanya produksi industri dikawasan sungai yang menghasilkan limbah yang dibuang di perairansungai. Mikroplastik merupakan partikel plastik yang memiliki diameter berukuran kurang dari 5 mm. mikroplastik terbagi menjadi mikroplastik sekunder dan primer. Tujuan penelitian untuk mengetahui kelimpahan dan jenis mikroplastik yang ada di hilir Bengawan Solo. Pengambilan sampel dilakukan pada 5 stasiun yaitu di desa Masangan desa Legowo, desa Bungah, desa Tajung Sari, dan desa Ujung Pangkah. Hasil kelimpahan total sebanyak 2.760 partikel, dengan jenis mikroplastik yang ditemukan yaitu fiber, fragment dan film. Kelimpahan terbesar ditemukan pada stasiun 1 yaitu desa Masangan sebesar 870 partikel dan kelimpahan terendah ditemukan di desa Tajung Sari sebesar 210 partikel.
Identifikasi Jenis dan Kelimpahan Miroplastik pada Ikan di Hilir Bengawan Solo Rizqiyah, Ziadatur; Listya Nurina, Vidya; Rahmania
Environmental Pollution Journal Vol. 1 No. 2: July 2021
Publisher : ECOTON: Ecological Observation and Wetlands Conservation

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | Full PDF (389.618 KB) | DOI: 10.58954/epj.v1i2.17

Abstract

Indonesia merupakan negara produser limbah plastik terbesar kedua di dunia setelah Negara China. Pada tahun 2010, total limbah plastik yang tidak terolah sebesar 3.22 juta kubikton/tahun yang memicu terbentuknya mikroplastik di lingkungan salahsatunya di perairan Hilir Bengawan Solo. Penelitian bertujuan untuk mengetahui keberadaan mikroplastik pada saluran pencernaan ikan di Hilir Bengawan Solo. Metode pengambilan sampel ikan menggunakan metode purposive rundom di lima lokasi lalu dibedah untuk mendapatkan saluran pencernaannya. Preparasi saluran pencernaan menggunakan campuran H2O2 30% dan H2SO4 30% sebanyak 20mL dengan perbandingan 1:3 lalu diflotasi menggunakan NaCl 1% kemudian diidentifikasi menggunakan Mikroskop Stereo. Hasil kajian menunjukkan bahwa ditemukan partikel mikroplastik pada semua sampel ikan. Jenis mikroplastik yang didapatkan ada 3 jenis yaitu fiber, film dan fragmen dengan kelimpahan sebesar 8,2 partikel/ikan. Dengan adanya temuan ini maka perlu tindak lanjut penelitian terkait kadar maksimal mikroplastik pada manusia.