Articles
Strategi Dalam Membentuk Karakter Anak Usia Dini Melalui Progam Pembinaan Lingkungan Sehat
Azka, Mila Ati;
Zulfahmi, Muhammad Nofan
Jurnal Riset dan Inovasi Pembelajaran Vol. 4 No. 3 (2024): September-December 2024
Publisher : Education and Talent Development Center Indonesia (ETDC Indonesia)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.51574/jrip.v4i3.2024
Pendidikan karakter memegang peranan penting dalam pengembangan kepribadian anak. Berbagai elemen, seperti keluarga, masyarakat, dan sekolah, memberikan dampak pada pengembangan karakter anak. Sekolah memiliki peran kunci dalam membentuk karakter anak. Penelitian ini bertujuan untuk menyelidiki peran lingkungan sekolah terhadap pengembangan sikap/karakter peduli terhadap kelestarian lingkungan di TK TA Bondo. Penelitian ini menggunakan metodologi kualitatif deskriptif, meliputi pendekatan pengumpulan data seperti observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pembentukan karakter anak usia dini di TK TA Bondo dengan cara menegakkan kedisiplinan kepada anak, guru dan orang tua terlibat penuh dalam membangun karakter, menjadi contoh yang baik atau teladan bagi anak, menumbuhkan nilai-nilai keutamaan pada diri anak, dan membentuk stategi pembelajaran yang aktif dan menarik. Kesimpulannya anak-anak terbentuk secara tidak langsung menjadi pribadi yang disiplin dan mencintai kebersihan dan lingkungannya.
PKM Pendampingan Pemanfaatan Aplikasi Wordwall sebagai Game Based Learning Pada Guru SDN 2 Semat
Zulfahmi, Muhammad Nofan;
Wiranti, Dwiana Asih;
Sutriyani, Wulan;
Maziyah, Hilda Nur;
Aprilia, Dyah Ayu Safitri
Jurnal Pengabdian Masyarakat Bhinneka Vol. 3 No. 4 (2025): Bulan Juli
Publisher : Bhinneka Publishing
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.58266/jpmb.v3i4.300
SD Negeri 2 Semat merupakan sekolah dasar yang terletak di pedesaan dekat dengan pantai yang dapat dilihat dari lokasi sekolah yang terletak cukup jauh dari alun-alun kota Jepara. Optimalisasi terkait literasi digital yang terdapat di SDN 2 Semat masih terbatas, terlebih lagi dalam memenuhi tuntutan pendidikan pada saat ini yang menitikberatkan pada guru yang mampu memanfaatkan teknologi digital. Perkembangan teknologi yang begitu pesat dapat membuka peluang positif di berbagai bidang, salah satunya bidang pendidikan. Guru perlu memfasilitasi peserta didik untuk berkembang dengan cara menyiapkan strategi pembelajaran. Guru dapat menerapkan berbagai macam macam model pembelajaran agar siswa tidak mudah jenuh. Salah satunya dengan menerapkan model pembelajaran Game Based Learning dengan aplikasi Wordwall. Tujuan dari PKM ini adalah agar Wordwall dapat diterapkan dalam kegiatan pembelajaran. Metode yang digunakanadalah advokasi dengan tahapan sosialisasi, pendampingan dan evaluasi. Kegiatan pendampingan pada guru SDN 2 Semat terlaksana dengan efektif dan antusias. Wordwall merupakan salah satu dari banyaknya kemajuan TIK yang dapat diaplikasikan oleh guru dalam pembelajaran.
ANALISIS MANAJEMEN PEMBELAJARAN DITINJAU DARI RASIO PENDIDIK DAN PESERTA DIDIK DI KB MUTIARA KARANGGONDANG
Aini, Nur;
Zulfahmi, Muhammad Nofan
Al Fitrah: Journal Of Early Childhood Islamic Education Vol 7, No 1 (2024): Early Childhood Islamic Education
Publisher : UIN Fatmawati Sukarno Bengkulu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.29300/ja.v7i2.4414
Era globalisai menuntut untuk meningkatkan sumber daya manusia, sumber daya manusia dapat ditingkatkan melalui pendidikan Anak Usia Dini. Proses pembelajaran yang efisien suatu lembaga dapat tercipta salah satunya dari pendidik. Pendidik bermutu akan memenuhi standar-standar yang sesuai dengan kualifikasi akademik dan berkompeten dibidangnya Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui manjemen pembelajaran ditinjau dari rasio pendidik dan peserta didik disatuan pendidikan Anak Usia Dini yang ditinjau dari struktur organisasi dan proses pembelajaran PAUD. Metode penelitian yang diterapkan dalam penulisan ini adalah kualitatif. Manajemen pembelajaran ditinjau dari rasio peserta didik pada KB Mutiara Karanggondang belum sesuai dengan rasio peserta didik yang sudah ditetapkan oleh pemerintah. KB Mutiara kelas PSA1 berusia 4-6 Tahun memiliki 23 peserta didik dengan 1 orang pendidik, yang harusnya maksimal hanya 15 peserta didik dalam 1 kelas. Rasio pendidik pada pelayanan TPA yang harus dipenuhi yaitu 1:4 peserta didik. Layanan (KB) rasio pendidik dan peserta didik yaitu 1:8. Taman Kanak-kanak (TK) dengan usia 4-6 t Tahun memiliki rasio 1:15 dengan arti 1 pendidik maksimal 15 peserta didik. Berdasarkan seluruh rasio yang sudah dijelaskan baik pendidik KB maupun TK sebaiknya tidak melayani lebih dari 15 orang peserta didik, jika terjadi sebaiknya menggunkana pendidik pendamping supaya proses pembelajaran tetap berjalan secara kondusif.
ANALISIS BERPIKIR KONTRUKTIVISME MELALUI PEMBIASAAN MENULIS BUKU HARIAN
Ahmad Kufuwan;
Aisha, Aisha;
Nikmah, Arifatun;
Zulfahmi, Muhammad Nofan
Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 1 No. 5 (2023): Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.572349/cendikia.v1i5.630
Tujuan dalam penelitianyang dilakukan adalah untuk mengkaji konsep pemikiran konstruktivis dengan mengeksplorasi praktik membuat buku harian. Buku harian berfungsi sebagai alat yang berharga dalam meningkatkan kemampuan menulis siswa dan menumbuhkan rasa senang dalam prosesnya. Metodologi penelitian yang akan dilaksanakan dalam penelitian ini adalah pendekatan penelitian kepustakaan. Dalam membentuk rutinitas kegiatan menulis buku harian, siswa dapat meningkatkan keterampilan menulis buku harian mereka secara signifikan. Terlibat dalam latihan menulis berkelanjutan akan membantu siswa mengartikulasikan dan memperluas ide dan pemikiran mereka secara efektif melalui ekspresi tertulis. Mengembangkan praktik membuat catatan harian dapat berdampak positif pada kemampuan menulis. Selain itu, memanfaatkan buku harian untuk meningkatkan keterampilan menulis awal telah terbukti menjadi strategi yang efektif. Penanaman kebiasaan literasi melalui upaya peningkatan karakter yang berdedikasi telah membuahkan hasil yang baik. Temuan ini menunjukkan bahwa menjadikan menulis buku harian sebagai kebiasaan dapat memainkan peran penting dalam menumbuhkan budaya literasi di Sekolah.
PERAN PENDIDIK DALAM MENINGKATKAN PEMBELAJARAN INKLUSI DI SEKOLAH DASAR
Salmah, Salmah;
Khoirunnisa, Fitriani;
Panesya, Nur;
Zulfahmi, Muhammad Nofan
Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 1 (2024): Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.572349/cendikia.v2i1.651
Pendidikan pada saat ini tidak hanya diperuntukan bagi mereka yang normal namun juga bagi mereka yang berkebutuhan khsuus, sebab dengan pendidikan mampu mengembangkan dan mengarahkan proses berdikir setiap individu untuk maju. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis mengenai peran pendidik dalam meningkatkan pembelajaran inklusi di sekolah dasar. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode analisis deskriptif dan studi literatur. Teknik pengumpulan data yang dilakukan yakni pengumpulan studi literatur. .Hasil penelitian menunjukkan bahwa peran pendidik dalam meningkatkan pembelajaran inklusi disekolah sangat penting, Dimana guru tidak hanya sebagai penyampai informasi namun juga sebagai sebagai agen perubahan yang menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan mendukung. Pertama-tama, guru perlu memahami kebutuhan khusus setiap siswa dengan mendalam. Ini melibatkan identifikasi berbagai gaya belajar, tingkat kemampuan, dan tantangan yang mungkin dihadapi oleh siswa dengan kebutuhan khusus. Kesimpulan penelitian ini adalah peran guru yang sangat penting dalam pendidikan inklusi sekolah dasar sehingga seorang pendidik harus terus mengembangkan terampilan dan pengetahuan mengenai pendidikan inklusi.
PERAN PENDIDIKAN ANAK DALAM KELUARGA PADA KONDISI PSIKOLOGIS ANAK SD
Putri, Nina Anggraeni;
Fazza, Maila;
Izza, Nur Himatul Khoiril;
Zulfahmi, Muhammad Nofan
Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 1 (2024): Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.572349/cendikia.v2i1.674
Penulisan artikel ini bertujuan untuk menganalisis peran pendidikan anak dalam keluarga pada kondisi psikologis anak SD. Metode penelitian dalam artikel ini menggunakan metode studi kepustakaan. Hasil penelitian ini menyimpulkan bahwasannya peran pendidikan dalam keluarga akan berdampak bagi psikologi anak, Jika lingkungan keluarga dapat menjadi contoh dan memberikan nilai-nilai positif serta dukungan pada anak maka akan membentuk dasar psikologi yang kuat. Penting bagi keluarga untuk memberikan perhatian khusus pada pendidikan anak, karena hal ini tidak hanya memengaruhi pencapaian akademis mereka, tetapi juga membentuk dasar kuat bagi kesejahteraan psikologis mereka di masa depan.
Penanaman Emotional Value Dalam Aspek Nilai Moral Karakter siswa SD
Muna, Lilik Nailil;
Firdausi, Amalia;
Oktavian, Rizki Meiday;
Zulfahmi, Muhammad Nofan
Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran Vol. 2 No. 1 (2024): Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Publisher : Cendikia: Jurnal Pendidikan dan Pengajaran
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.572349/cendikia.v2i1.736
Periode keserasian bersekolah, atau periode intelektualitas, adalah istilah lain untuk usia sekolah dasar. Seorang anak dianggap siap untuk memulai sekolah pada umur 6 hingga 7 tahun. Sekolah dasar terdiri dari kelas rendah dan kelas tinggi. Tingkat ekonomi yang rendah, asupan makanan yang tidak seimbang, dan kurangnya pengetahuan orang tua adalah beberapa faktor yang menyebabkan anak sekolah dasar menjadi salah satu kelompok yang rentan terhadap kekurangan gizi. Anak sekolah yang menjalani pola makan yang seimbang cenderung memiliki status gizi yang baik. Pada usia enam tahun, anak-anak mulai masuk sekolah, membawa mereka ke dunia baru di mana mereka mulai berhubungan dengan orang-orang di luar keluarga mereka dan berkenalan dengan lingkungan dan suasana baru. Hal ini dapat memengaruhi cara mereka makan. Kegembiraan di sekolah sering membuat anak-anak menyimpang dari waktu makan yang sudah ditetapkan. Tingkat ekonomi yang rendah, asupan makanan yang tidak seimbang, dan kurangnya pengetahuan orang tua adalah beberapa faktor yang menyebabkan anak sekolah dasar menjadi salah satu kelompok yang rentan terhadap kekurangan gizi. Anak sekolah yang menjalani pola makan yang seimbang cenderung memiliki status gizi yang baik. Anak-anak sekolah biasanya menjadi gemuk karena aktivitas bermain mereka yang menguras banyak tenaga. Untuk mengatasi masalah ini, Anda harus mengontrol waktu anak bermain agar mereka memiliki waktu istirahat yang cukup.
Analisis Perkembangan Motorik Kasar Anak melalui Kegiatan PHBS (Perilaku Hidup Bersih dan Sehat) Rumah Tangga di Desa Kepuk Bangsri
Almarwa, Fatma Dewi Agustina;
Zulfahmi, Muhammad Nofan
Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI) Vol. 4 No. 3 (2024): Jurnal Pendidikan dan Pembelajaran Indonesia (JPPI), 2024 (3)
Publisher : Yayasan Pendidikan Bima Berilmu
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.53299/jppi.v4i3.683
Perkembangan motorik kasar anak merupakan komponen yang diperlukan pada tahapan proses pertumbuhan dan perkembangan anak, proses perkembangan anak dapat diketahui dengan menjadikan fisik motorik sebagai tolak ukurnya karena dapat dilihat secara langsung oleh panca indera. Lingkungan dapat berpengaruh pada perkembangan anak, oleh sebab itu diperlukan lingkungan yang supportif bagi perkembangan anak salah satunya dengan cara menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) dalam Rumah Tangga. Tujuan dari penelitian ini adalah menganalisis perkembangan motorik kasar anak melalui kegiatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Rumah Tangga di RT 04 RW 08 Desa Kepuk Kecamatan Bangsri Kabupaten Jepara. Metode penelitian yang digunakan kualitatif deskriptif, pengumpulan data dengan cara observasi, wawancara, dokumentasi dengan instrumen penelitian berupa lembar observasi dan catatan lapangan. Pengolahan data menggunakan metode triangulasi data yaitu reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan. Hasil dari penelitian menunjukkan bahwa kegiatan PHBS Rumah Tangga dengan indikator mengkonsumsi sayur dan buah setiap hari dan melakukan kegiatan fisik setiap hari terbukti menjadi salah satu stimulus yang baik bagi perkembangan keteranpilan motorik kasar anak dengan sasaran usia 2-3 tahun. Kesimpulan hasil penelitian ini menunjukkan kegiatan PHBS rumah tangga berfungsi sebagai salah satu stimulus perkembangan motorik kasar pada anak.
ANALISIS KECERDASAN LOGIKA MATEMATIKA MELALUI APLIKASI MATH DI SEKOLAH DASAR
Rif’at, Dhany Naufal;
Shufairo, Shila;
Zulfahmi, Muhammad Nofan
Scientica: Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi Vol. 2 No. 1 (2024): Scientica: Jurnal Ilmiah Sains dan Teknologi
Publisher : Komunitas Menulis dan Meneliti (Kolibi)
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.572349/scientica.v2i1.824
Kecerdasan logika matematika adalah kemampua siswa dalam memecahkan masalah matematika, logika, dan pola. Anak yang mempunyai kecerdasan logika matematika dapat memecahkan masalah yang kompleks dengan menggunakan pemikiran deduktif dan induktif. Metode penelitian library research digunakan sebagai sarana utama pengumpulan dan analisis data dalam penelitian ini. Library research merupakan penelitian kualitatif yang biasanya tidak mendalami lapangan untuk mencari sumber informasi, hanya berdasarkan karya tulis, baik hasil penelitian yang dipublikasikan maupun yang tidak dipublikasikan. Penelitian juga menunjukkan bahwa kecerdasan logika matematika berkaitan erat dengan prestasi akademik matematika dan dapat mempengaruhi disiplin akademik siswa. Dengan cara inilah siswa sekolah dasar dapat dibantu untuk mengembangkan kecerdasan logika matematika dengan bantuan aplikasi math. Penggunaan aplikasi math dapat menjadi solusi modern untuk memperkuat kecerdasan logika matematika siswa dalam menghadapi tantangan zaman pada saat ini. Akan tetapi ada syaratnya, yaitu siswa SD tetap memahami cara memecahkan persoalan melalui cara yang telah tertera pada aplikasi math.
Penguatan Profil Pelajar Pancasila Melalui Penerapan Media Buku Pop-Up
Khasna, Fadzilatul;
Zulfahmi, Muhammad Nofan
Jurnal Anak Usia Dini Holistik Integratif (AUDHI) Vol 6, No 2 (2024)
Publisher : Prodi Pendidikan Guru Pendidikan Anak Usia Dini
Show Abstract
|
Download Original
|
Original Source
|
Check in Google Scholar
|
DOI: 10.36722/jaudhi.v6i2.2673
Student Profile Pancasila is an important character value taught to children, especially young children. The Pancasila Student Profile Strengthening Project commonly abbreviated as P5 is part of the program for implementing the Independent Curriculum. One effort to create children who have the character of the Pancasila Student Profile is by introducing local wisdom values and using interactive learning media. This research aims to describe the dimensions contained in Strengthening the Pancasila Student Profile through pop-up book media at Tarbiyatul Athfal Krapyak Kindergarten, Tahunan District, Jepara Regency. The research method used is descriptive qualitative. The subjects in this research were group B4 aged 5-6 years, totaling 21 students in the 2023-2024 school year. The data collection techniques used were observation, interviews and documentation regarding the implementation of children's P5. The data analysis technique used is the Miles and Huberman model which consists of 3 flows, namely data reduction, data presentation, and concluding. The result of this research is the project of Strengthening the Profile of Pancasila Students through the application of pop-up book media containing several emerging dimensions including Global Diversity, Mutual Cooperation, Independence, Critical Reasoning and Creativity. Of these dimensions, the most prominent is the Mutual Cooperation and Creative dimension.