Claim Missing Document
Check
Articles

Found 25 Documents
Search

PERAN PEMBERDAYAAN MASYARAKAT TERHADAP PENGELOLAAN SAMPAH 3R DI KOTA JAMBI Erris; Akhsin; Hesti
SCIENTIA JOURNAL Vol. 10 No. 2 (2021): SCIENTIA JOURNAL
Publisher : Universitas Adiwangsa Jambi

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Sesuai Peraturan Menteri Negara Lingkungan Hidup Republik Indonesia Nomor 13 tahun 2012 Pasal 2 menyatakan Bank Sampah adalah tempat pemilahan dan pengumpulan sampah yang dapat di daur ulang dan/atau di guna ulang yang memilki nilai ekonomi. Bank sampah merupakan program pengelolahan lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Pemberdayaan masyarakat bank sampah di wujudkan dalam bentuk kegiatan masyarakat. Urgensi perlu diadakannya penelitian mengenai program bank sampah adalah menganalisis pelaksanaan program bank sampah sebagai upaya pemberdayaan masyarakat, karena secara tidak langsung banyak masyarakat yang hanya melihat bank sampah dari sisi pemberdayaan lingkungannya semata, dimana pengelolaan sampah berkaitan erat dengan perilaku masyarakat yang menghasilkan sampah itu sendiri. Sebagai contoh yaitu kurang baiknya perilaku mereka dalam pemeliharaan kebersihan lingkungan, sehingga tindakannya berakibat negatif terhadap lingkungan. Misalnya sampah ditumpuk begitu saja atau di buang pada area yang terbuka, sehingga dapat mengakibatkan terjadinya tempat sarang nyamuk dan ini sebagai akibat dari berbagai permasalahan pada masyarakat diataranya kurangnya pengetahuan masyarakat tentang dampak resiko sampah dalam kehidupan lingkungan sekitarnya. Jenis penelitian ini adalah Analisa bivariat yaitu analisis yang dilakukan untuk membuktikan ada atau tidak efektifitas antara variabel bebas dengan variabel terikat. Uji yang digunakan adalah uji t-test Dependen dengan Confident Interval (CI) 95%, alpha = 0,05 dan jika P value ≤ 0,05 disimpulkan adalah ada pengaruh. Sampel adalah pimpinan pengelola TPS 3R (reduce, reuse, recycle) beserta pelaku pengelola sebanyak 55 orang, 2 orang dari Dinas Lingkungan Hidup kemudian 11 orang dari kelurahan tempat TPS 3R dan 22 orang dari ibu ibu pengguna TPS 3R sehingga total sampelnya sebanyak 90 orang. Hasil Penelitian adalah peran pemerintah dalama melakukan pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan sampah dengan cara 3R masih dominan kurang baik yakni 63 orang (70%); terlihat partisipasi nilai mean perbedaan antara pengukuran sebelum dan sesudah adalah 1,94 dengan standar deviasi 3,171; nilai motivasi mean perbedaan antara pengukuran sebelum dan sesudah adalah -4,2667 dengan standar deviasi 19,119; nilai pengalaman mean perbedaan antara pengukuran sebelum dan sesudah adalah -0,52 dengan standar deviasi 3,513; nilai pengetahuan mean perbedaan antara pengukuran sebelum dan sesudah adalah 3,989 dengan standar deviasi 0,420. Adapun yang menjadi simpulan Penelitian ini adalah masih rendahnya peran pemerintah daerah dalam pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan sampah dengan cara 3R (reduce, reuse, recycle); Ada perbedaan partisipasi, motivasi, pengetahuan sebelum dan sesudah dalam pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan sampah dengan cara 3R (reduce, reuse, recycle) sedangkan pengalaman Tidak ada perbedaan sebelum dan sesudah dalam pemberdayaan masyarakat melalui pengelolaan sampah dengan cara 3R (reduce, reuse, recycle).
PENGARUH PEMBELAJARAN KEWIRAUSAHAAN, LOCUS OF CONTROL DAN KARAKTER WIRAUSAHA TERHADAP MINAT BERWIRAUSAHA PADA MAHASISWA PROGRAM STUDI KEWIRAUSAHAAN UNIVERSITAS NEGERI MAKASSAR Hesti; Agus Syam; Mahmuddin; Sumiati Tahir; Muhammad Alfa Sikar
Widya Balina Vol. 11 No. 1 (2026): Widya Balina - Jurnal Ilmu Pendidikan dan Ekonomi
Publisher : widya balina

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.53958/wb.v11i1.925

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis pengaruh Pembelajaran kewirausahaan, Locus of control, dan karakter wirausaha terhadap minat berwirausaha mahasiswa Program Studi Kewirausahaan Universitas Negeri Makassar. Latar belakang penelitian ini didasari oleh pentingnya peningkatan minat berwirausaha mahasiswa sebagai upaya mencetak lulusan yang mandiri dan berdaya saing di tengah tingginya tantangan dunia kerja. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif dengan jenis penelitian eksplanatori dan melibatkan 207 responden yang dipilih menggunakan teknik proportional random sampling. Data dikumpulkan melalui kuesioner dengan skala Likert dan dianalisis menggunakan regresi linear berganda. Hasil penelitian menunjukkan bahwa Pembelajaran kewirausahaan berpengaruh signifikan terhadap minat berwirausaha mahasiswa, namun dengan tingkat pengaruh yang relatif kecil. Locus of control terbukti berpengaruh positif dan signifikan, menunjukkan bahwa keyakinan mahasiswa terhadap kendali atas keberhasilan dirinya berperan penting dalam membentuk minat berwirausaha. Karakter wirausaha juga berpengaruh positif dan signifikan serta menjadi variabel yang paling dominan dalam meningkatkan minat berwirausaha mahasiswa. Secara simultan, pembelajaran kewirausahaan,  locus of control, dan karakter wirausaha berpengaruh signifikan terhadap minat berwirausaha mahasiswa, yang mengindikasikan bahwa peningkatan minat berwirausaha tidak hanya ditentukan oleh proses pembelajaran formal, tetapi juga oleh penguatan kepribadian dan karakter kewirausahaan mahasiswa.
Revitalisasi Sastra Lisan Bajo dalam Meningkatkan Identitas dan Daya Saing Pariwisata Aisyah, Nur; Hesti; I Wayan Sudarsana
Kaganga:Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora Vol. 8 No. 6 (2025): Kaganga: Jurnal Pendidikan Sejarah dan Riset Sosial Humaniora
Publisher : Institut Penelitian Matematika, Komputer, Keperawatan, Pendidikan dan Ekonomi (IPM2KPE)

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31539/22xdpj84

Abstract

The purpose of this study is to determine the revitalization of Bajo oral literature so that it is easier to understand by the local community, especially young men and women in the Mola Bajo village in Waktobi. The research method uses a qualitative semiotic ethnographic approach and uses descriptive and interpretative data collection using semiotic theory in the form of icons, indexes, and symbols. The results of the study show that the Bajo community considers the sea as a source of life. This is what makes the sea an icon in the Bajo community. The signifier imbu is present as an index that shows a natural relationship that gives rise to cause and effect. Imbu is believed to be a sea creature that has great power and is able to sink ships if the sea is not respected. In addition, the Bajo oral tradition also believes in healing rituals through; Kaka, Kuta, Tuli. These three rituals are verbal symbols of the Bajo community which are believed to be healing rituals and birth processes, but both are still interconnected with each other. The conclusion is that the existence of semiotic analysis helps us to understand the identity of Bajo culture so that it can be integrated into Bajo cultural tourism objects in Waktobi. Keywords: Bajo Oral Literature, Cultural Tourism, Revitalization, Semiotics.  
Pemberdayaan Masyarakat Pesisir Melalui Program Greengrow Hydroponic Untuk Mendukung Ketahanan Pangan Rumah Tangga Di Pulau Saugi Kabupaten Pangkep Henra Hermawan; Thoriq Akbar Virgiawan; Cintya Padua; Haflah Butzainah Anwar; Fatur Rahman; A.Raoda Tul jannah; Christopher Toma; Nurmutmainna Tarhim; Aquella Patongloan; Annisa Indie Eka Hadini; Muhammad Kurnia; Aidha Salsa Febrianti; Wiwi Pertiwi; Firga H; Regina Elshaddai Timang; Hesti; Dhiaz Erlangga Tangahu; Aris Baso; Fitri Wahyuni
Abdi Techno Vol 6 No 2 (2026): Jurnal Abditechno
Publisher : Departemen Teknologi Pertanian Universitas Hasanuddin

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.70124/abditechno.v6i2.2368

Abstract

Pulau Saugi Desa Mattiro Baji merupakan pulau kecil yang sebagian besar masyarakatnya adalah nelayan. Keterbatasan lahan produktif, dominasi tanah berpasir, serta rendahnya pengetahuan mengenai budidaya tanaman menyebabkan kebutuhan sayuran sangat bergantung pasokan dari wilayah daratan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat melalui penerapan teknologi Greengrow Hydroponic sebagai alternatif budidaya sayuran skala rumah tangga. Program dilaksanakan menggunakan pendekatan Participatory Community Development yang meliputi identifikasi masalah, persiapan, sosialisasi, pelatihan, praktik, pendampingan, dan evaluasi partisipatif melalui observasi serta wawancara. Kegiatan diikuti oleh 25 peserta yang terdiri atas ibu rumah tangga, nelayan, pemuda, dan tokoh masyarakat Pulau Saugi. Hasil kegiatan menunjukkan tingginya partisipasi masyarakat selama seluruh rangkaian program. Peserta mampu memahami dan mempraktikkan penyusunan media tanam, penanaman bibit, serta pemeliharaan tanaman. Program juga meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan pekarangan sebagai media budidaya serta mendorong penggunaan bahan lokal yang mudah diperoleh. Penerapan Greengrow Hydroponic berpotensi meningkatkan ketersediaan sayuran segar, mengurangi ketergantungan terhadap pasokan dari luar pulau, dan memperkuat ketahanan pangan rumah tangga di wilayah pesisir. Program ini menunjukkan bahwa pendekatan pemberdayaan masyarakat berbasis partisipatif efektif dalam meningkatkan kapasitas masyarakat untuk mengembangkan budidaya sayuran secara mandiri dan berkelanjutan.
PENDIDIKAN ISLAM DAN KESADARAN REMAJA DALAM MELAKSANAKAN SHOLAT JUMAT (STUDI KASUS DI DESA MOKOBEAU KABUPATEN BUTON SELATAN) Hesti; La Jusu; Madi
Pendas : Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar Vol. 11 No. 02 (2026): Volume 11 No. 2, Juni 2026 Release
Publisher : Program Studi Pendidikan Guru Sekolah Dasar FKIP Universitas Pasundan

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.23969/jp.v11i02.46085

Abstract

This study aims to analyze the condition of adolescents' awareness in performing Friday prayers and to examine the role of Islamic education in shaping such awareness in Mokobeau Village, South Buton Regency. A qualitative approach with a case study design was employed, in which data were collected through in-depth interviews with 20 purposively selected male Muslim adolescent informants, non-participatory observation during Friday prayer services, and field documentation. Data analysis was conducted using an interactive analysis model encompassing data reduction, data display, and conclusion drawing, with method triangulation applied as the data validity technique. The findings reveal that adolescents' awareness in performing Friday prayers falls into three typologies, namely high, moderate, and low awareness. Adolescents with high awareness are driven by intrinsic motivation cultivated through habituation from an early age, while those with moderate and low awareness rely more heavily on external factors or lack sufficient motivation altogether. Islamic education is proven to play a significant role in shaping this awareness through three primary channels, namely the family environment as the first and most dominant institution of religious guidance, the mosque community as a center of informal education, and village social interaction as a mechanism of collective reinforcement. Adolescents who receive comprehensive Islamic education through all three channels simultaneously demonstrate the highest levels of awareness and consistency in worship. These findings contribute to the strengthening of youth character formation in alignment with the achievement of the Sustainable Development Goals, particularly in the areas of quality education and the development of peaceful and sustainable communities.