Claim Missing Document
Check
Articles

DETERMINAN PEMBERIAN ASI EKSKLUSIF PADA BAYI DI WILAYAH KERJA PUSKESMAS DARUL IMARAH Fiadarmayanti, Acika; Arbi, Anwar; Ariscasari, Putri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 6 No. 2 (2025): JUNI 2025
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v6i2.46050

Abstract

Cakupan pemberian ASI eksklusif di Indonesia tahun 2021 tercatat sebesar 56,1%, sementara Provinsi Aceh berada pada posisi ke-18 terendah dengan angka 55,4%. Rendahnya cakupan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain rendahnya pengetahuan ibu, tingkat pendidikan, dukungan keluarga, pelaksanaan inisiasi menyusu dini (IMD), partisipasi dalam kelas ibu hamil, kondisi pekerjaan, serta pengaruh budaya. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis determinan pemberian ASI eksklusif pada bayi di wilayah kerja Puskesmas Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, tahun 2024. Penelitian menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Populasi terdiri dari 35 ibu dengan bayi usia 6–12 bulan yang diambil secara total sampling dari lima desa. Data dianalisis menggunakan uji chi-square dengan perangkat lunak SPSS. Hasil univariat menunjukkan bahwa Sebagian besar ibu (53,6 %) tidak memberikan ASI eksklusif; faktor signifikan meliputi pengetahuan rendah (50,7 %, p=0,001), tidak melakukan IMD (56,5 %, p=0,007), tak ikut kelas hamil (53,6 %, p=0,024), tanpa dukungan budaya (63,8 %, p=0,014), status pekerjaan (60,9 %, p=0,013), paritas, kunjungan ANC, dukungan suami (p=0,027), serta peran petugas kesehatan (p=0,009). Peningkatan modul edukasi, peer support ibu, advokasi pasangan, dan kolaborasi petugas kesehatan dengan tokoh lokal menjadi strategi kunci untuk meningkatkan cakupan ASI eksklusif.
Reproductive Health Literacy Among Female Adolescents in Banda Aceh: A Descriptive Study Yusuf, Wardiati; Septiani, Riza; Ariscasari, Putri; Mairani, Tiara; Arlianti, Nopa; Naimah, Naimah; Menawati, Menawati; Mira Gusweni; Irma Hamisah; Stefany Fellyciani Ina Aran
Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI) Vol. 8 No. 9: SEPTEMBER 2025 - Media Publikasi Promosi Kesehatan Indonesia (MPPKI)
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat, Universitas Muhammadiyah Palu

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.56338/mppki.v8i9.6575

Abstract

Introduction: Reproductive Health Literacy (RHL) has been identified as a key factor in adolescent reproductive health problems because it plays a vital role in promoting overall well-being. However, limited research has been conducted to explore this topic in Indonesia. This study aimed to measure the RHL level of female adolescents in Banda Aceh, Indonesia. Method: This study employed a descriptive cross-sectional design with 694 respondents from four randomly selected schools. Participants were chosen using a convenience sampling technique based on their willingness to participate. Data was collected through self-reported questionnaires. Result: The study found that two-thirds of the respondents had adequate RHL level. However, 20.5% had problematic levels of understanding reproductive health information, and 28.1% had an issue applying this information. Conclusion: While most respondents possessed sufficient RHL, a significant proportion struggled to judge and apply reproductive health information. Therefore, the Health Office of Banda Aceh City should develop health promotion programs to help adolescents improve their ability to assess and make informed decisions related to reproductive health.
Perilaku Pencegahan Tuberkulosis di Wilayah Kerja Puskesmas Peukan Bada Kabupaten Aceh Besar Sari, Herdinda Mutiara; Fahdhienie, Farrah; Ariscasari, Putri
Jurnal Promotif Preventif Vol 7 No 3 (2024): Juni 2024: JURNAL PROMOTIF PREVENTIF
Publisher : Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Pancasakti

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.47650/jpp.v7i3.1331

Abstract

Tuberkulosis adalah infeksi penyakit menular yang menjadi penyebab utama dari terjadinya jutaan kematian yang terjadi di dunia setiap tahunnya. Tujuan penelitian yaitu mengetahui hubungan antara perilaku pencegahan terhadap kejadian penularan penyakit tuberkulosis di wilayah kerja Puskesmas Peukan Bada. Penelitian ini menggunakan metode analitik dengan desain cross sectional study. Sampel dalam penelitian ini 96 responden, pengumpulan data menggunakan kuesioner melalui wawancara. Analisis univariat dan bivariar menggunakan uji chi-square. Hasil analisis univariat menunjukkan bahwa responden yang ada melakukan perilaku pencegahan sebesar 47,9%, responden yang memiliki pengetahuan baik 46,9% dan yang ada terpapar media infromasi sebanyak 66,7%, Hasil bivariat menunjukkan bahwa ada hubungan antara perilaku pencegahan TB dengan pengetahuan (p=0,023), tingkat pendidikan (p=0,001), media informasi (p =0,001). Hasil penelitian ini juga tidak ada hubungan antara stigma masya rakat (p=0,790), dengan perilaku pencegahan TB. Diharapkan kepada petugas TB Puskesmas Peukan Bada Kabupaten Aceh Besar untuk lebih dapat memberikan penyuluhan kepada masyarakat agar meningkatkan pengetahuan masyarakat dalam menerapkan perilaku pencegahan TB di kehidupan sehari-hari.
HUBUNGAN STRES KERJA DENGAN KEJADIAN HIPERTENSI PADA PETUGAS PEMADAM KEBAKARAN DI DPKP KOTA BANDA ACEH TAHUN 2023 Najmi, Misbakhul; Septiani, Riza; Ariscasari, Putri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 1 (2024): MARET 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i1.25591

Abstract

Keadaan stres yang terjadi secara terus-menerus dan dalam waktu jangka panjang yang dialami oleh pekerja dapat memicu timbulnya peningkatan risiko penyakit akibat kerja seperti hipertensi. Hal ini dikarenakan faktor umur, aktifitas fisik dan stress kerja yang terlalu berat yang terjadi pada pekerja menjadi salah satu faktor risiko terjadinya peningkatan tekanan darah diatas normal (hipertensi). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan stres kerja dengan kejadian hipertensi pada petugas pemadam kebakaran di Dinas Pemadam Kebakaran Dan Penyelamatan (DPKP) Kota Banda Aceh tahun 2023. Penelitian ini bersifat deskriptif analitik dengan desain cross-sectional, populasi sebanyak 78 pekerja, teknik pengambilan sampel menggunakan metode total sampling sebanyak 78 responden, penelitian dilakukan pada tanggal 13 s.d 19 Februari tahun 2023. Analisis data mengunakan Uji chi square SPSS versi 21. Hasil penelitian secara univariat menunjukkan bahwa 53,8% petugas DPKP mengalami prahipertensi, 50% usia pralansia, 50% usia dewasa, 50% memiliki masa kerja lama, 50% responden memiliki masa kerja baru, 52,6% memiliki beban kerja sedang, 56,4% memiliki konflik kerja dan 51,3% mengalami stres kerja sedang. Secara bivariate bahwa ada hubungan yang signifikan antara umur (P-value = 0,019), konflik kerja (P-value = 0,019), dan beban kerja (P-value = 0,007) dengan kejadian hipertensi pada petugas pemadam kebakaran. Sedangkan variabel stres kerja (P-value = 0,115) dan masa kerja (P-value = 0,059) menunjukkan bahwa tidak ada hubungan dengan kejadian hipertensi pada petugas pemadam kebakaran. Variabel usia, konflik kerja, dan beban kerja merupakan faktor terjadinya resiko hipertensi pada petugas pemadam kebakaran di Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Kota Banda Aceh Tahun 2023.
ANALISIS KEANDALAN SISTEM PROTEKSI KEBAKARAN PADA GEDUNG HOTEL & RESTAURANT DIAN RANA TAPAKTUAN KABUPATEN ACEH SELATAN Rachmatilllah.YS, Rafif; Ichwansyah, Fahmi; Ariscasari, Putri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 2 (2024): JUNI 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i2.28656

Abstract

Kebakaran dapat menimbulkan dampak yang merugikan baik secara material ataupun non material dan pada umumnya sulit untuk dikendalikan. Sistem proteksi kebakaran aktif maupun pasif di gedung hotel perlu disediakan sesuai dengan Pd-T-11-2005-C. Tujuan penelitian ini untuk menganalisis keandalan sistem proteksi kebakaran di Gedung Hotel & Restaurant Dian Rana Tapaktuan Kabupaten Aceh Selatan Tahun 2024. Penelitian ini bersifat kualitatif yang dilaksanakan pada tanggal 12-20 bulan Agustus tahun 2024 dengan cara observasi dan telaah dokumen. Data primer yang didapatkan di Gedung Hotel & Restaurant Dian Rana Tapaktuan kemudian di hitung dari setiap komponen kelengkapan tapak, sarana penyelamatan, sistem proteksi aktif, sistem proteksi pasif menggunakan Pd-T-11-2005-C untuk mendapatkan Keandalan Sistem Kebakaran Bangunan (KSKB) Gedung Hotel & Restaurant Dian Rana Tapaktuan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tingkat keandalan kelengkapan tapak bangunan cukup dan sarana penyelamatan dinilai cukup. Tingkat keandalan sarana proteksi aktif kurang dan sistem proteksi pasif dinilai kurang. Secara keseluruhan tingkat keandalan sistem keselamatan bangunan terhadap kebakaran dalam kondisi cukup dengan nilai KSKB 68,06%. Disarankan agar pihak manajemen Gedung Hotel & Restaurant Dian Rana Tapaktuan harus melengkapi semua sub komponen yang belum tersedia, tetap selalu melakukan pemeriksaan, melakukan perawatan, pemeliharaan dan perbaikan terhadap komponen yang sudah tersedia secara berkala untuk menjaga agar kondisinya tetap baik. Pihak Gedung Hotel & Restaurant Dian Rana Tapaktuan juga harus membangun sistem proteksi aktif dan pasif yang masih dalam kategori kurang.
FAKTOR - FAKTOR YANG BERHUBUNGAN DENGAN KEPATUHAN MAHASISWA UNTUK TIDAK MEROKOK DI KAWASAN TANPA ROKOK (KTR) UNIVERSITAS MUHAMMADIYAH ACEH Mahrani, Ayu; Santi, Tahara Dilla; Ariscasari, Putri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 3 (2024): SEPTEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i3.32999

Abstract

Rokok menjadi masalah global karena perilaku merokok dapat meningkatkan risiko terjadinya berbagai macam penyakit. Sekitar 80% dari 1,3 miliar pengguna tembakau di seluruh dunia berada di negara- negara berpendapatan rendah dan menengah. Penelitian bertujuan mengetahui faktor-faktor yang berhubungan dengan kepatuhan mahasiswa untuk tidak merokok di Kawasan Tanpa Rokok (KTR) di Lingkungan Kampus Universitas Muhammadiyah Aceh. Penelitian ini adalah penelitian kuantitatif dengan desain Cross-sectional dilaksanakan pada tanggal 09 - 15 Januari 2024. Populasi penelitian yaitu seluruh mahasiswa laki-laki yang terdaftar dan aktif tahun 2023 sebanyak 3.398 orang. Teknik pengambilan sampel dengan menggunakan teknik accidental sampling dengan responden 97 orang. Analisis data menggunakan uji chi-square dengan Stata 15 meliputi univariat dan bivariat. Hasil analisa univariat menunjukkan responden tidak patuh sebesar 53,61%, dan memiliki pengetahuan kurang baik sebesar 34,02%, sikap negatif sebesar 29,90%, intensi kurang baik sebesar 46,39%, tidak terpapar media sebesar 18,56%, dan teman sebaya tidak mendukung sebesar 12,37%. Hasil uji bivariat terdapat hubungan antara pengetahuan (p-value: 0,001), sikap (p-value: 0,001), intensi (p-value: 0,001), terpapar media (p-value: 0,001) dan pengaruh teman sebaya (p-value: 0,001) dengan kepatuhan mahasiswa untuk tidak merokok di kawasan tanpa rokok (KTR). Diharapkan kepada pimpinan Universitas Muhammadiyah Aceh agar meningkatkan sosialisasi terkait KTR, serta mengesahkan dan membentuk tim pengawas analisis perfakultas. Diharapkan juga kepada dosen dari seluruh prodi agar ikut berpartisipasi untuk mengawasi para mahasiswa agar tidak merokok di kawasan tanpa rokok (KTR).
ANALISIS IMPLEMENTASI EMERGENCY RESPONSE PLAN (ERP) UNTUK KEJADIAN KEBAKARAN DI STASIUN PENGISIAN BAHAN BAKAR UMUM (SPBU) DI KOTA BANDA ACEH TAHUN 2024 Aulia, Putra Rizki; Santi, Tahara Dilla; Ariscasari, Putri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.37103

Abstract

Kebakaran adalah salah satu jenis kecelakaan kerja yang serius, termasuk di Indonesia, yang dapat menyebabkan kerugian material dan nyawa. Di Aceh, kasus kebakaran di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Simpang Jam/Taman Sari Banda Aceh pada tahun 2017 menjadi contoh nyata akibat kurangnya pemahaman pekerja terhadap potensi bahaya Bahan Bakar Minyak (BBM) dan ketidakterampilan dalam penggunaan Alat Pemadam Api Ringan (APAR). Penelitian ini bertujuan mengeksplorasi penerapan Emergency Response Plan (ERP) di SPBU untuk menilai kesiapan dalam mencegah dan menangani kebakaran. Penelitian menggunakan metode kualitatif dengan pendekatan deskriptif untuk memahami fenomena secara mendalam. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan analisis dokumen terkait ERP di empat SPBU di Banda Aceh. Penelitian ini menekankan pada sudut pandang subjek serta menggali proses dan makna dari penerapan ERP. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat perbedaan signifikan dalam penerapan ERP di keempat SPBU. SPBU C memiliki implementasi ERP terbaik dengan struktur organisasi tanggap darurat yang jelas, SOP yang terstruktur, pelatihan rutin, simulasi, dan dukungan aktif dari tim Kesehatan, Keselamatan, dan Lingkungan (HSE). Sebaliknya, SPBU A dan SPBU B memiliki kelemahan dalam dokumentasi SOP dan pelatihan yang kurang terstruktur, sementara SPBU D memiliki SOP tetapi tanpa pengalaman langsung menghadapi kebakaran. Kesimpulan penelitian menyoroti perlunya peningkatan dokumentasi, pelatihan, dan sistem pelaporan darurat di sebagian besar SPBU untuk memastikan kesiapan menghadapi potensi kebakaran. Rekomendasi diberikan untuk perbaikan pelatihan dan penguatan struktur ERP agar setiap SPBU lebih tanggap terhadap keadaan darurat.
PREDIKSI MODEL KEBAKARAN DAN LEDAKAN PADA SPBU DI KOTA BANDA ACEH DENGAN MENGGUNAKAN APLIKASI TAHUN 2024 Al-Fattah, Muhammad Dea; Santi, Tahara Dilla; Ariscasari, Putri
Jurnal Kesehatan Tambusai Vol. 5 No. 4 (2024): DESEMBER 2024
Publisher : Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.31004/jkt.v5i4.38653

Abstract

Ukuran tangki timbun yang memiliki kapasitas minimal 30.000liter bahan bakar sangat krusial dalam menilai risiko kebakaran dan ledakan yang disebabkan oleh kebocoran. Pengisian tangki yang melebihi kapasitas maksimum dapat mengakibatkan tumpahan bahan bakar, yang meningkatkan risiko kebakaran jika tumpahan tersebut bersentuhan dengan sumber panas. Penelitian ini bertujuan untuk memprediksi dan mengevaluasi potensi kebakaran dan ledakan di SPBU Kota Banda Aceh dengan menggunakan metode ALOHA (Areal Location of Hazardous Atmosphere) sebagai dasar untuk mitigasi risiko dan sistem keselamatan migas. Metode penelitian yang diterapkan adalah kuantitatif deskriptif dengan pendekatan observasional analitik dan pemodelan menggunakan perangkat lunak ALOHA. Penelitian ini menganalisis skenario Leak of Tank dan BLEVE (Boiling Liquid Expanding Vapor Explosion) di empat SPBU di Kota Banda Aceh. Data sekunder diperoleh dari jurnal, artikel terkait kebakaran dan ledakan di SPBU, serta dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Kota Banda Aceh. Hasil pemodelan menunjukkan variasi dalam radius area mudah terbakar dan zona ancaman di setiap SPBU. Untu scenario Leak of Tank, SPBU C memiliki radius area mudah terbakar terluas (56 meter), diikuti oleh SPBU A (46 meter), SPBU D (24 meter), dan SPBU B (19 meter). Untuk skenario BLEVE, SPBU D memiliki zona ancaman terbesar (709 meter), diikuti oleh SPBU A (673 meter), SPBU B (636 meter), dan SPBU C (625 meter).  Setiap SPBU memiliki tingkat risiko kebakaran dan ledakan yang berbeda, dipengaruhi oleh kondisi dan faktor lingkungan masing-masing lokasi. SPBU Kampung Mulia menunjukkan risiko tertinggi dari segi zona ancaman dan populasi berisiko. Untuk meningkatkan manajemen risiko, disarankan peningkatan inspeksi rutin, pelatihan staf, investasi dalam teknologi pengamanan, dan kepatuhan terhadap regulasi keselamatan.
PENILAIAN KELUHAN HEAT STRESS SECARA SUBJEKTIF DAN FAKTOR-FAKTOR TERKAIT PADA PEKERJA PROYEK DI SEKTOR MINYAK DAN GAS Ariscasari, Putri; Wardiati, Wardiati; Arlianti, Nopa; Syahputra, Andri; Mairani, Tiara; Naimah, Naimah
Jambura Journal of Health Sciences and Research Vol 7, No 1 (2025): JANUARI: JAMBURA JOURNAL OF HEALTH SCIENCES AND RESEARCH
Publisher : Universitas Negeri Gorontalo

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.35971/jjhsr.v7i1.27849

Abstract

Sektor migas merupakan salah satu sektor industri yang memiliki risiko tinggi terhadap paparan panas, selain itu lingkungan kerja yang memiliki suhu tinggi, aktivitas fisik yang berat serta penggunaan alat pelindung diri yang lengkap menjadi penyumbang utama risiko terjadinya stres panas pada pekerja di sektor ini. Kebaruan penelitian ini karena menganalisis keluhan heat stress dengan HSSI yang masih sangat terbatas terutama pada sektor minyak dan gas. Penelitian ini  bertujuan untuk menganalisis faktor risiko terjadinya heat stress pada pekerja proyek minyak dan gas. Penelitian ini menggunakan desain deskriptif analitik dengan pendekatan cross-sectional. Total sampel dalam penelitian ini sebanyak 120 orang, analisis data dilakukan secara univariat dan bivariat dengan menggunakan uji chi-square. Pengukuran keluhan subjektif pekerja terhadap stres panas menggunakan kuesioner Heat Stress Index standar. Hasil penelitian menunjukkan tidak terdapat hubungan yang signifikan antara usia, IMT dan kebiasaan konsumsi obat dengan stres panas. Pekerja yang mengalami stres panas ringan pada usia berisiko lebih tinggi dibandingkan pada usia yang tidak berisiko. Penelitian ini menduga terdapat presentasi yang cukup tinggi keluhan heat stress subjective pada pekerja, namun hasil analisis menunjukkan hanya 20,8% responden yang berada di zona kuning. Kesimpulan bahwa dari beberapa faktor yang diduga memiliki hubungan terhadap heat stress subjective tidak ada satupun variabel yang berhubungan, hal ini kemungkinan berhubungan dengan tindakan pengendalian yang telah dilaksanakan perusahaan sudah sangat baik sehingga dapat meminimalisir kejadian ataupun gejala-gejala heat stress.
Faktor yang Mempengaruhi Perilaku Ibu dalam Pencegahan Pertusis pada Anak Usia ≤ 6 Tahun di Kecamatan Ingin Jaya Aceh Besar Naila Sabila; Farrah Fahdhienie; Putri Ariscasari
Sehat Rakyat: Jurnal Kesehatan Masyarakat Vol. 4 No. 3 (2025): Agustus 2025
Publisher : Yayasan Pendidikan Penelitian Pengabdian Algero

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.54259/sehatrakyat.v4i3.5405

Abstract

Pertussis is a respiratory infection that can be prevented through immunization and a clean and healthy lifestyle. However, pertussis cases are still found due to low public awareness in prevention. This study aims to identify factors that influence pertussis prevention behaviors among mothers in Reuloh and Dham Ceukok villages, Aceh Besar Regency. The study used a quantitative approach with a cross-sectional design. The sample was taken by simple random sampling from mothers who have children aged ≤6 years, with data collected through questionnaires in January 2025 and analyzed using logistic regression in the STATA program. The results of univariate analysis showed that most respondents had good pertussis prevention behavior (52.2%), good personal hygiene (54.1%), and complete child immunization status (60.8%). Multivariate analysis showed that personal hygiene (OR = 3.772; p = 0.015) and child immunization status (OR = 0.321; p = 0.002) had a significant effect on pertussis prevention behavior. It was concluded that maternal personal hygiene and child immunization status are important factors in pertussis prevention. Education and improved access to immunization services need to be strengthened, especially in remote areas.