Claim Missing Document
Check
Articles

Found 30 Documents
Search

Thermal and Physical Properties of Patchouli Essential Oil Industry Residue as Renewable Feedstock for Bioenergy Ginting, Zainuddin; Setiawan, Adi; Mulyawan, Rizka; Armadani, Wika; Hermawan, Yuda; Shrestha, Ashish
Journal of Renewable Energy, Electrical, and Computer Engineering Vol. 2 No. 1 (2022): March 2022
Publisher : Institute for Research and Community Service (LPPM), Universitas Malikussaleh, Indonesia

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jreece.v2i1.6644

Abstract

Patchouli plant is one of main agricultural commodities in Indonesia with an area of 64.67 ha. The solid waste produced from the distillation industry is around 98% of total feedstock. The aim of this research is to disclose the characteristics of solid waste biomass from patchouli essential oil industry harvested from Lhokseumawe, Indonesia. The properties of patchouli biomass before and after distillation was analyzed by using a number of techniques including proximate, bomb calorimeter, TGA-DTG, DSC and lignocellulosic analyses. Five kilograms of biomass was collected after patchouli harvesting then sorted into four categories i.e. leaves, branches and trunk. and mixture of all. Another set of biomass residue was collected after distillation process and grouped similar to those collected before distillation. All samples were then dried, ground and sieved to 50 mesh size. The analysis results showed that the highest heating value was observed from the sample of patchouli leaves collected before distillation process with a value of 15.65 MJ/kg where its volatile matter content was 81.26%. Compositional analysis of lignocellulosic suggested that 27% in pre-distilled branches. Mixture of all parts was found to contain 35% cellulose that was the highest. Lignin content with 42% value was found in after distilled trunk.
Pelatihan Pembuatan Lilin Aromaterapi dan Pengembangan Hasil Produk Unggulan Di Desa Kilometer VIII Simpang Keuramat Aceh Utara Ginting, Zainuddin; Ishak, I; Bahri, Syamsul; Kurniawan, Eddy; Desmi, Adzuha; Mulyawan, Rizka
Jurnal Solusi Masyarakat Dikara Vol 2, No 1 (2022): April 2022
Publisher : Yayasan Lembaga Riset dan Inovasi Dikara

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar

Abstract

Desa Kilometer VIII Kecamatan Simpang Keuramat Kabupaten Aceh Utara merupakan wilayah penghasil Nilam Aceh yang menghasilkan minyak nilam berkualitas terbaik kedua di dunia. Desa ini memiliki beberapa produk unggulan seperti Minyak Angin Aromaterapi, Parfum dan Pengharum Ruangan. Namun produk unggulan ini kurang pemasarannya, dikarenakan pengolahan sumber daya yang kurang inovatif, manajemen pemasaran dan promosi yang kurang produktif serta masalah modal usaha. Oleh karena itu, kegiatan pengabdian kepada masyarakat (PkM)  ini akan melakukan pelatihan pembuatan lilin aromaterapi berbahan baku minyak nilam dan juga melakukan Kerjasama pemasaran dan promosi produk unggulan desa yang telah dihasilkan seperti Minyak Angin Aromaterapi, Parfum dan Pengharum Ruangan dengan membuat   brand dan logo untuk setiap produk hasil olahan minyak nilam. Salah satu cara dalam pemasaran produk unggulan desa pembuatan marketplace seperti Instagram, Facebook dan Shopee yang bertujuan untuk memperluas cakupan pasar sampai ke luar daerah, serta menambah kreativitas masyarakat dalam pengetahuan teknologi informasi. Produk inovasi lainnya yang dapat dibentuk berupa lilin aromaterapi sebagai repelan nyamuk alami berbahan dasar minyak nilam. Usaha pembuatan lilin aromaterapi sebagai repelan nyamuk alami sangat efektif untuk dikembangkan di Desa Kilometer VIII dikarenakan banyak masyarakat yang rentan terjangkit DBD. Metode pendekatan yang ditawarkan untuk menyelesaikan persoalan mitra adalah dalam bentuk pelatihan dan pembinaan/pendampingan pada pembuatan lilin aromaterapi serta aplikasi penggunaan lilin aromaterapi. Hasil evaluasi dari kegiatan ini adalah meningkatnya kesadaran dan inovasi masyarakat desa Kilometer VIII untuk menciptakan produk-produk olahan berbahan baku minyak nilam yang mempunyai nilai ekonomis yang tinggi serta cara pemasalan dan promosi produk menggunakan marketplace salahsatu teknologi yang banyak digunakan saat ini. Program ini juga dalam rangka merintis dan membangun industri kecil (Home Industry) dalam bentuk industri olahan minyak nilam di desa Kilometer VIII yang memanfaatkan produksi minyak nilam dan menjualnya di daerah sekitar secara komersial yang efektif meningkatkan ekonomi di desa Kilometer VIII dan sekitarnya.
Sosialisasi Strategi Belajar Bahasa Inggris yang Efektif dan Menyenangkan bagi Siswa SMA di Aceh Kurniawati, Kurniawati; Rizki, Dini; Mulyawan, Rizka; Fikri, Ahmad; Hanif, Hanif; Fariadi, Dedi
Jurnal Solusi Masyarakat (JSM) Vol. 1 No. 2 (2023): Pengembangan Kelompok
Publisher : Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/jsm.v1i2.13728

Abstract

Penguasaan Bahasa Inggris merupakan salah satu hal yang sangat penting di era global dewasa ini.  Kemampuan berbahasa Inggris yang baik akan menjadi modal yang signifikan  untuk bisa bersaing di masa depan. Di Indonesia, Bahasa Inggris diajarkan sebagai mata pelajaran wajib, namun dengan jam belajar yang terbatas, Selain itu, terdapat kesenjangan antara kemampuan berbahasa Inggris antara para siswa yang tinggal di perkotaan dengan mereka yang bersekolah dan tinggal di daerah yang jauh dari kota atau ibukota kabupaten, seperti di SMA Negeri 1 Langkahan Aceh Utara dan SMA Negeri 9 Takengon Aceh Tengah. Hal ini disebabkan keterbatasan akses terhadap sumber-sumber belajar seperti buku, perangkat teknologi, atau tempat belajar di luar sekolah seperti kursus. Adanya keterbatasan ini juga berdampak pada rendahnya motivasi anak-anak yang tinggal di daerah pelosok untuk belajar Bahasa Inggris yang akhirnya berdampak pada prestasi belajar Bahasa Inggris mereka.  Berangkat dari fakta tersebut, diperlukan  sosialiasi mengenai strategi yang bisa diterapkan dalam rangka belajar bahasa Inggris secara mandiri dengan efektif dan menyenangkan di tengah keterbatasan yang ada bagi siswa yang bersekolah di wilayah yang jauh dari ibu kota kabupaten. Kegiatan ini telah berdampak pada meningkatnya pengetahuan siswa terhadap strategi yang bisa dilakukan untuk belajar Bahasa Inggris secara efektif dan menyenangkan guna meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris siswa.
PEMBUATAN PUPUK ORGANIK PADAT DARI KOTORAN KAMBING DAN COCOPEAT DENGAN BIOAKTIVATOR SOT (SUPLEMEN ORGANIK TANAMAN) Chairinnisa, Chairinnisa; Kurniawan, Eddy; Mulyawan, Rizka; Jalaluddin, Jalaluddin; Hakim, Lukman
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 1 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i1.12163

Abstract

AbstrakPupuk organik adalah pupuk yang tersusun dari materi makhluk hidup yang diolah melalui proses pembusukan oleh bakteri pengurai, seperti pelapukan sisa-sisa tanaman. Pupuk organik padat yaitu pupuk yang diperoleh hewan atau tumbuhan. Pupuk organik padat memiliki unsur hara makro seperti Nitrogen, Fosfor dan Kalium yang dibutuhkan olreh suatu tanaman serta dapat memperbaiki unsur hara dalam tanah. Tujuan penelitian ini adalah untuk menghitung kadar Nitrogen, Fosfor dan Kalium dalam pupuk organik padat dengan bahan baku utama yaitu kotoran kambing dan bahan baku pendukung yaitu kapur dolomit, cocopeat dan SOT. Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya, yang belum pernah dilakukan adalah penambahan bioaktivator SOT, cocopeat, dan dolomit. Salah satu metode proses pembuatan pupuk organik padat yaitu dengan cara fermentasi. Pada penelitian ini yang divariasikan yaitu waktu fermentasi (8, 12, 16 dan 20) hari dan volume SOT (40, 60, 80 dan 100 ml). Hasil penelitian dengan kadar N, P, dan K terbaik didapat pada hari ke 20 dengan volume SOT 100 ml, yaitu 1,83% N, 0,41 % P dan 0,68 % K. lama waktu fermentasi dan volume SOT sangat mempengaruhi kadar N, P dan K. semakin banyak volume SOT maka kadar N, P dan K akan semakin tinggi, begitu juga dengan lama waktu fermentasi yang digunakan.
PEMANFAATAN ECENG GONDOK (EICHHORNIA CRASSIPES) SEBAGAI BAHAN BAKU PEMBUATAN PULP Putri, Anggieta Putri; Bahri, Syamsul; Zulnazri, Zulnazri; ZA, Nasrul; Mulyawan, Rizka
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 1 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i1.12319

Abstract

Pulp merupakan bubur kertas yang akan dijadikan lembaran kertas. Pembuatan pulp pada penelitian ini menggunakan bahan baku berupa eceng gondok (Eichhornia Crassipes). Penelitian mengenai Pemanfaatan Eceng Gondok Sebagai Bahan Baku Pulp ini sudah pernah dilakukan sebelumnya diantaranya, menurut penelitian Roni Tulak Dkk (2022) yang berjudul Pengaruh Waktu Pemanasan Dan Konsentrasi Larutan Pemasak Terhadap Kualitas Pulp Dari Eceng Gondok (Eichhornia Crassipes). Untuk menghasilkan pulp harus diperhatikan kadar selulosa lebih dari 40%, dan kadar lignin kurang dari 25%. Penelitian ini membandingkan antara proses soda dengan proses sulfit, dengan menggunakan larutan NaOH 3%, 5%, 7% dan 9% dan larutan H2SO4 3%, 5%, 7%, dan 9% sebagai pelarut pada proses delignifikasi. Sementara hasil yang diperoleh dari penelitian ini larutan NaOH memiliki hasil terbaik dibandingkan dengan larutan H2SO4 dalam proses delignifikasi. Karena NaOH pada konsentrasi 9% diperoleh kadar selulosa tertinggi sebesar 57%, dan memiliki kadar lignin yaitu 10%, serta yield yang diperoleh berkisar antara 53% hingga 69%. Sedangkan larutan H2SO4 hanya mampu memperoleh selulosa tertinggi pada konsentrasi 9% dengan selulosa sebesar 52%, dengan kadar lignin sebesar 12%, tetapi pada hasil perolehan yield memiliki hasil terbesar yaitu 65% sampai 72%. Pulp dari kadar air eceng gondok (Eichhornia Crassipes) memiliki sebanyak 14% hingga 16% dan belum memenuhi standard dalam pembuatan pulp.
PEMURNIAN MINYAK JELANTAH DENGAN MEMANFAATKAN AMPAS NANAS SEBAGAI ADSOBEN Afra, Khalida; ZA, Nasrul; Sulhatun, Sulhatun; Mulyawan, Rizka; Muarif, Agam
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 1 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-April 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i1.13402

Abstract

Proses pemisahan produk reaksi degradasi (air, peroksida, asam lemak bebas, aldehida, dan keton) dari minyak goreng dikenal sebagai penyulingan minyak goreng atau minyak goreng bekas. Menggunakan agen penyerap untuk memurnikan minyak goreng bekas adalah metode yang mudah dan efektif. Ampas nanas adalah adsorben yang digunakan dalam penelitian ini. Karena memiliki antioksidan yang dapat mencegah molekul radikal bebas, bahan penyerap ini dapat memurnikan minyak jelantah. Menggunakan ampas nanas sebagai adsorben dan proses aktivasi untuk mengukur kadar asam lemak bebas, bilangan asam, bilangan peroksida, kadar air, dan karakteristik gugus fungsi yang diperoleh setelah adsorbsi, penelitian ini bermaksud untuk melihat pengaruh waktu dan massa terhadap proses penyulingan minyak jelantah. Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya, namun yang menjadi pembeda adalah waktu adsorpsi 3, 4, 5, dan 6 hari dan massa adsorben 13, 15, 17, dan 19 g. Dari hasil penelitian didapatkan hasil uji terbaik asam lemak bebas (FFA) sebesar 0,10%, bilangan asam KOH/gr 0,16 mg, bilangan peroksida 1,48 mEq/kg, kadar air 0,01%, dan uji gugus fungsi (FTIR) untuk adsorben aktif, dengan gugus hidroksil OH pada bilangan gelombang 3367,71 cm-1, gugus C=O pada bilangan gelombang 1708,93 cm-1, gugus fungsi C=C pada bilangan gelombang 1.570,06 cm-1, gugus fungsi C-H dengan bilangan gelombang 2.941,44 cm-1, dan golongan fungsional P-OH dengan bilangan gelombang 1.058,92 cm-1.
PEMBUATAN BIOSORBEN DARI BIJI PEPAYA DENGAN AKTIVATOR NAOH UNTUK PENYERAPAN RHODAMINE B Aisyah, Nur; Mulyawan, Rizka; Hakim, Lukman; Suryati, Suryati; Zulnazri, Zulnazri
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 3 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Juni 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i3.14184

Abstract

Eksperimen pada kali ini mencari bagaimana dampak konsentrasi dari suatu zat pengaktivasi dan waktu pengeringan terhadap luas permukaan juga terhadap daya serap biosorben terhadap Rhodamin B. Tahap proses penelitian ini dimulai dengan preparasi bahan baku, aktivasi, pemanasan dan analisa. Senyawa untuk aktivasi biosorben menggunakan NaOH konsentrasi yang divariasikan dan dengan variasi pengeringan 80, 110, 140, dan 170 menit. Untuk analisa luas permukaan menggunakan metilen biru. Sedangkan  analisa daya serap menggunakan Rhodamin B yang diukur dengan Spektrofotometer Uv-Vis. Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya, yang menjadi pembeda dari penelitian sebelumnya adalah konsentrasi aktivator dan waktu pengeringan pada biosorben. Bilangan iodin terbaik didapat sebesar 448,46 mg/g. Luas permukaan tertinggi didapat sebanyak 28 x 10-7 m2/g. Daya serap biosorben terhadap metilen biru dan Rhodamin B tertinggi adalah 0,089% dan 0,65% pada konsentrasi NaOH 15% dengan waktu pemanasan 170 menit. Semakin tinggi konsentrasi maka permukaan dari biosorben semakin tipis dan mudah rapuh, yang menyebabkan sebagian pori dari biosorben rusak .
PENGARUH ZEOLIT SEBAGAI KATALIS DALAM PROSES HIDROLISIS PATI UBI JALAR KUNING ( Ipomoea Batatas L) MENJADI GLUKOSA Cahyati, Annisa Ayu; Azhari, Azhari; Mulyawan, Rizka; Hakim, Lukman; Sylvia, Novi
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 2 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Mei 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i2.15768

Abstract

Glukosa ialah cairan kental dan jernih yang mengandung D-glukosa, maltose, dan polimer D-glukosa yang dihasilkan dari hidrolisis pati atau polisakarida lain, seperti selulosa, menggunakan asam atau enzim. Zeolit adalah katalis yang dimaksudkan untuk memecah pati menjadi glukosa. Dalam proses ini, massa zeolit berkisar antara 15, 20, 25, dan 30 gram, dan dengan perbandingan berbeda antara pati ubi jalar kuning dan air, adalah 10:100; 15:120; 20:140; 25:160; dan 30:180. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan kinerja katalis heterogen dan massa zeolit selama hidrolisis. Hasil penelitian sediaan ini menunjukkan bahwa jumlah zeolit yang lebih besar sebanding dengan kualitas glukosa yang diproduksi. Hasil evaluasi menunjukkan bahwa sediaan glukosa dengan massa zeolit 30 gram dengan perbandingan 30:180 adalah formula terbaik. Sediaan masker, yang memiliki kadar glukosa 0,8975 %, kadar air 3,73%, densitas 1,0450 gram/ml, dan uji organoleptik yang sangat disukai pada perbandingan 25:160 dengan massa zeolit 30 gram, adalah yang terbaik. SNI 01-2978-1992.
PENGARUH JENIS MINYAK NABATI TERHADAP SINTESIS BIODIESEL DENGAN MENGGUNAKAN KATALIS DARI CANGKANG TELUR Yusri, Wilda Azizah; Mulyawan, Rizka; Nurlaila, Rizka; Fibarzi, Wiza Ulfa; Suryati, Suryati
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 4 No. 2 (2024): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) - Mei 2024
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v4i2.16348

Abstract

Penelitian ini membahas sintesis biodiesel dari minyak kemiri sunan, minyak jarak, dan minyak biji mimba melalui reaksi transesterifikasi menggunakan katalis CaO dari cangkang telur. Pengaruh variasi massa katalis dan jenis minyak nabati terhadap yield, densitas, viskositas, angka asam, dan kadar air biodiesel dievaluasi. Hasil menunjukkan bahwa yield tertinggi tercapai pada 3 gram katalis untuk semua jenis minyak. Densitas dan viskositas biodiesel meningkat dengan penambahan katalis, tetapi masih memenuhi standar SNI. Angka asam dan kadar air juga sesuai dengan standar yang ditetapkan. Analisis GC-MS menunjukkan komposisi senyawa metil ester yang sesuai dengan asam lemak pada minyak biji mimba. Penelitian ini sudah pernah dilakukan sebelumnya, yang belum pernah dilakukan adalah Menganalisis pengaruh  jenis minyak nabati terhadap karakteristik biodiesel yang dihasilkan. Penelitian ini memberikan wawasan tentang potensi penggunaan katalis CaO dari limbah cangkang telur dalam sintesis biodiesel dan memberikan solusi alternatif energi yang berkelanjutan.
PEMANFAATAN AMPAS TEBU SEBAGAI ARANG AKTIF UNTUK PENURUNAN KADAR ZAT PEWARNA DALAM AIR fajarani, auliya; Mulyawan, Rizka; Ibrahim, Ishak; Sulhatun, Sulhatun; Suryati, Suryati
Chemical Engineering Journal Storage (CEJS) Vol. 5 No. 06 (2025): Chemical Engineering Journal Storage (CEJS)-December 2025
Publisher : LPPM Universitas Malikussaleh

Show Abstract | Download Original | Original Source | Check in Google Scholar | DOI: 10.29103/cejs.v5i06.21986

Abstract

Tebu merupakan tanaman bahan baku pembuatan gula yang hanya dapat ditanam di daerah beriklim tropis yang digunakan untuk pembuatan gula yang menghasilkan ampas tebu sekitar 35-40% dari satu kali proses ekstraksi. Methylene blue dan Rhodamine b merupakan zat warna yang banyak dipakai industri tekstil dan senyawa ini sangat sulit untuk terdegradasi di alam dan berbahaya bagi lingkungan. Adsorpsi merupakan suatu proses penyerapan oleh padatan terhadap zat pewarna yang terjadi pada permukaan zat padat. Tujuan penelitian ini adalah untuk menentukan pengaruh aktivator NaOH dan HNO3 dalam melakukan aktivasi adsorben terhadap efisiensi dan kapasitas adsorpsi. Pembuatan adsorben dilakukan dengan karbonisasi pada suhu 300oC selama 1 jam kemudian di aktivasi menggunakan larutan NaOH dan HNO3 dengan variasi konsentrasi aktivator masing-masing 0,8%; 1%; 1,2%; 1,4%; 1,6%. Adsorben sebanyak 5 gram dicampur dengan adsorbat methylene blue dan rhodamin b dengan konsentrasi 20 ppm kemudian diaduk selama 60 menit dengan kecepatan pengadukan 200 rpm. Kemudian diuji kadar air, analisa UV-Vis, analisa FT-IR. Uji kadar air sesuai standar SNI 06-3730-1995 dengan nilai 5,86%. Kapasitas dan efisiensi adsorpsi zat warna methylene blue tertinggi pada aktivator NaOH 1,6% sebesar 0,3977 mg/gr dan 99,44% dan pada aktivator HNO3 1,6% sebesar 0,3974 mg/gr dan 99,34%. Kapasitas dan efisiensi adsorpsi zat warna rhodamine b tertinggi pada aktivator NaOH 1,6% sebesar 0,3927mg/gr dan 98,18% dan pada HNO3 1,6 % sebesar 0,3969 mg/gr dan 99,22%.  Luas permukaan tertinggi pada adsorben teraktivasi NaOH 1,6% sebesar 1472,27 m2/g. Hasil uji FT-IR menunjukkan bahwa ada gugus fungsi O-H, C-H, C=O, C=C, C-N.